31 ديسمبر 2014

Mitos dan Fakta Obat Steroid untuk Asma

Menggunakan inhaler steroid

Asma adalah penyakit yang sangat menyebalkan dan membuat kehidupan sehari-hari menjadi sulit. Seiring perkembangannya, asma yang tidak ditangani dengan baik akan berdampak pada kerusakan paru-paru dan saluran napas. Kerusakan pada organ pernapasan ini akan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih buruk lagi. Sejatinya setiap penderita asma harus mendapatkan perawatan asma yang tepat demi mencegah komplikasi serius yang tidak diinginkan.

Apa saja jenis obat asma?

Secara garis besar, ada dua jenis obat asma, yaitu:
  • Obat pengendali asma
  • Obat serangan asma. 

Obat-obat pengendali asma akan mencegah serangan asma. Obat-obat ini berfungsi mencegah serangan asma sebelum terjadi. Selain mengendalikan asma, obat-obat ini juga akan mengurangi peradangan pada paru-paru. Dan sesuai dengan cara kerjanya, obat pengendali semacam ini tidak digunakan untuk mengatasi serangan asma, melainkan hanya mencegahnya. Hal ini karena cara kerjanya yang terbilang lambat.

Ketika serangan asma terjadi, seseorang akan membutuhkan obat asma yang memiliki reaksi cepat, yaitu obat untuk serangan asma. Obat serangan asma ini akan dengan cepat membuka kembali saluran napas ketika serangan asma terjadi. Karena obat ini bukan termasuk pengendali asma, jadi tidak disarankan untuk digunakan secara rutin.

Fakta-fakta mengenai obat steroid pengendali asma

Salah satu metode terbaik untuk mengendalikan asma adalah dengan menggunakan obat pengendali asma yang mengandung kortikosteroid (steroid). Tetapi banyak orang yang khawatir menggunakan obat steroid untuk asma karena berbagai mitos yang berkembang di masyarakat.

Jika Anda atau anak Anda menggunakan inhaler steroid, maka fakta-fakta di bawah ini akan menambah pengetahuan Anda.

Mitos dan fakta obat steroid untuk asma

Mitos Fakta tentang obat steroid asma
"Meskipun cara penggunaannya berbeda, efek samping steroid tetap sama" Steroid yang dihirup dalam hal pengobatan untuk asma hanya berdampak langsung pada gangguan di paru-paru, meskipun ada sebagian kecil yang diserap. Sangat berbeda dengan jenis steroid yang disuntikkan atau dikonsumsi secara oral, obat ini akan menyebar ke seluruh tubuh dan lebih berisiko.
"Otot dan rambut akan tumbuh karena menggunakan inhaler steroid" Steroid yang digunakan dalam pengobatan asma berbeda dengan steroid yang digunakan untuk membentuk otot atau menumbuhkan rambut. Dan karena inhaler steroid hanya dihirup, maka efeknya hanya berkisar antara paru-paru atau di lokasi yang dibutuhkan saja.
"Menggunakan inhaler steroid akan menghambat pertumbuhan anak-anak" Tidak dipungkiri, ada kemungkinan perlambatan pertumbuhan pada anak yang menggunakan inhaler steroid secara rutin. Namun perlu diketahui bahwa efek samping ini cukup jarang, dan jikapun terjadi maka perbedaan ketinggiannya sangatlah kecil.
"Pengendali asma terbaik adalah inhaler" Faktanya sebagian besar penderita asma dapat mengendalikan asmanya dengan baik dengan menggunakan obat-obat steroid.

Image Credit
  • www.ctvnews.ca

30 ديسمبر 2014

Kedelai untuk Gejala 'Hot Flashes' Menopause

Kedelai

Kedelai mengandung tinggi isoflavon. Isoflavon adalah jenis dari fitoestrogen (phytoestrogen). Fitoestrogen adalah bahan kimia yang ditemukan pada tumbuhan yang bekerja di seperti estrogen. Tubuh manusia dapat menggunakan fitoestrogen seperti halnya hormon estrogen.

Apakah isoflavon kedelai efektif mengatasi gejala menopause?

Wanita yang mengalami menopause akan mengalami penurunan hormon estrogen. Kekurangan hormon estrogen menyebabkan berbagai gejala seperti hot flashes atau rasa panas dan berkeringat.

Karena bekerja layaknya estrogen, fitoestrogen di dalam kedelai dapat mengatasi gejala-gejala menopause, salah satunya gejala hot flashes. Fakta ini didasarkan pada banyak bukti penelitian. Sejauh ini, penelitian menggunakan berbagai kedelai dari sumber berbeda, dan berbeda pula tingkat keefektifannya dalam mengatasi gejala menopause. Hal ini membuat peneliti kesulitan untuk membandingkannya. Namun satu fakta penelitian yang dapat dijadikan patokan bahwa isoflavon kedelai (berbeda dengan protein kedelai) paling efektif untuk mengatasi gejala hot flashes pada wanita menopause.

Apakah isoflavon kedelai aman?

Risiko mengonsumsi kedelai setiap hari masih belum diketahui dengan jelas. Namun sebagian orang mengklaim bahwa pencernaan mereka terganggu karena mengonsumsi kedelai setiap hari.

Efek jangka panjang dari asupan tinggi kedelai setiap hari masih belum dipelajari dengan baik. Hingga penelitian lebih lanjut dirampungkan, asupan tinggi kedelai setiap hari belum dapat dikatakan aman.

Sebagian ahli berpendapat bahwa dibandingkan dengan hormon estrogen, fitoestrogen kedelai tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Tapi pendapat ini juga masih belum terbukti. Para ahli belum mengetahui apakah diet tinggi kedelai akan meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Mengonsumsi kedelai setiap hari

Isoflavon bersifat short-acting. Jika ingin mengonsumsi kedelai karena alasan kesehatan, cobalah untuk mengonsumsinya sedikit-sedikit namun sering sepanjang hari. Cobalah untuk mengonsumsi 40 mg sampai 80 mg isoflavon setiap hari.

Kandungan isoflavon pada beberapa makanan olahan kedelai

Makanan Takaran saji Isoflavon total
dalam miligram (mg)
Konsentrat protein kedelai 3,5 oz 102 (aqueous washed)
12 (alcohol washed)
Miso (makanan asal Jepang) ½ cangkir 59
Kedelai rebus ½ cangkir 47
Tempe 3 oz 37
Kedelai panggang (kering) 1 oz 37
Susu kedelai 1 cangkir 30
Tahu yogurt ½ cangkir 21
Tahu 3 oz 20
Kedelai hijau rebus ½ cangkir 12
Hot dog (kedelai) tanpa daging 1 hot dog 11
Sosis (kedelai) tanpa daging 3 rantai sosis 3
Keju kedelai, mozzarella 1 oz 2

Perlu diketahui juga bahwa protein kedelai berbeda dengan isoflavon kedelai. Jadi, makanan kedelai tinggi protein belum tentu memiliki kandungan isoflavon yang tinggi.

Saat ini sudah banyak bentuk makanan dari kedelai, sehingga banyak pilihan makanan kedelai yang mengandung isoflavon untuk Anda konsumsi sehari-hari.

29 ديسمبر 2014

Penyebab dan Gejala Rabies (Penyakit Anjing Gila)

Gigi anjing

Rabies adalah penyakit serius yang mempengaruhi sistem saraf yang ditularkan dari hewan yang sudah terinfeksi virus rabies. Penyakit rabies telah dikenal manusia sejak 4.000 tahun silam. Namun, meskipun ilmu kesehatan semakin modern, penyakit rabies terus terjadi dan menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Rabies dapat dicegah dengan pengobatan yang tepat. Sejatinya setiap orang mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terpapar dengan sesuatu yang berisiko menularkan rabies dan segera mendapatkan perawatan medis yang tepat sebelum gejalanya muncul.

Sekitar 55.000 orang diseluruh dunia meninggal setiap tahunnya akibat rabies, sebagian besar kasus kematian terjadi di Asia dan Afrika. Dan sebagian besar kasus rabies di seluruh dunia adalah akibat gigitan anjing rabies, meskipun rabies juga dapat ditularkan dari kelelawar.

Penyebab rabies

Untuk tertular rabies, maka dua hal harus terjadi:
  • Pertama, harus terpapar dengan hewan yang terinfeksi rabies.
  • Kedua, paparan tersebut harus memungkinkan transmisi virus rabies, yang melibatkan paparan air liur hewan yang terinfeksi yang biasanya melalui gigitan atau goresan. 

Virus rabies menular kepada manusia melalui luka akibat gigitan hewan, atau luka terbuka pada kulit Anda yang terpapar dengan air liur hewan terinfeksi rabies, atau terpapar dengan selaput lendir (misalnya mata, hidung atau mulut). Virus ini kemudian menyebar dari lokasi paparan menuju ke otak hingga akhirnya menyebar ke seluruh bagian tubuh.

Gigitan dari hewan yang terinfeksi rabies merupakan penyebab penularan rabies yang paling sering. Risiko penularan rabies melalui cakaran hewan yang terinfeksi rabies kemungkinan jauh lebih kecil, tetapi tetap saja dianggap sebagai penyebab rabies yang potensial. Oleh karena itu, pengobatan mungkin diperlukan setelah tergigit atau tercakar oleh anjing dan kelelawar.

Selain dua cara tersebut, rabies jarang ditularkan dengan cara lain. Misalnya dengan menghirup udara di gua yang penuh dengan sekresi kelelawar atau pada para peneliti yang bekerja di laboratorium untuk mempelajari rabies.

Gejala rabies

Gejala rabies pada hewan

Hewan yang terinfeksi rabies biasanya akan terlihat sakit, gila, atau galak. Inilah alasan mengapa penyakit ini disebut sebagai penyakit "anjing gila." Namun, hewan yang terinfeksi rabies juga dapat menunjukkan gelagat yang bersahabat, jinak atau ramah atau bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Perilaku hewan yang terinfeksi rabies juga seringkali aneh, seperti binatang liar nokturnal (hewan malam hari) yang beraktivitas di siang hari (misalnya kelelawar atau rubah) atau binatang liar yang menjadi jinak. Waspadai hewan-hewan yang berperilaku aneh seperti ini karena bisa jadi sudah terinfeksi rabies.

Gejala rabies pada manusia

Rata-rata masa inkubasi (waktu mulai terinfeksi hingga gejala berkembang) rabies pada manusia adalah 30-40 hari, tapi juga dapat berkisar antara kurang dari 10 hari hingga bertahun-tahun.

Umumnya gejala awal rabies adalah nyeri, kesemutan atau gatal-gatal dari lokasi gigitan tempat masuknya virus. Gejala non spesifik lainnya adalah demam, menggigil, kelelahan, nyeri otot, dan mudah tersinggung. Gejala-gejala awal rabies seringkali mirip dengan gejala flu. Pada awalnya, gejala-gejala tampak sama dengan gejala virus pada umumnya, kecuali sensasi aneh pada area gigitan. Kemudian gejalanya akan bertambah parah seiring waktu, seperti demam tinggi, kebingungan, agitasi, dan akhirnya kejang, koma, hingga kematian..

Biasanya, orang dengan rabies akan mengalami kontraksi dan kejang otot pernapasan bila terpapar dengan air (hydrophobia), hal ini juga yang menjadikan alasan nama penyakit ini anjing gila. Penderita juga mungkin akan menunjukkan respon yang sama ketika merasakan hembusan angin (aerophobia).

Akhirnya, berbagai organ tubuhnya sudah terkena, dan penderita akan meninggal meskipun telah mendapatkan bantuan respirator, obat-obatan, dan perawatan modern.


Ada pula bentuk rabies lain yang cukup jarang, yaitu rabies lumpuh. Pada rabies ini, orang digigit akan mengalami kelumpuhan, atau ketidakmampuan menggerakkan bagian tubuh yang digigit. Biasanya ini disebabkan oleh kelelawar vampir. Infeksinya juga akan menyebar ke seluruh tubuh secara bertahap, dan akhirnya penderita akan meninggal. Hydrophobia (takut air) kurang umum terjadi pada rabies lumpuh dibandingkan dengan rabies klasik.

Diagnosis rabies

Tidak ada pengujian khusus untuk mengetahui apakah seseorang sudah tertular rabies atau tidak. Juga tidak perlu repot-repot untuk membawa anjing yang menggigit ke rumah sakit atau dokter karena mereka juga tidak memiliki metode pengujian rabies terhadap hewan tersebut (melihat sifat dan fisik hewan tidak menunjukkan keberadaan infeksi rabies pada hewan secara pasti). Namun dokter akan melihat tanda-tanda vital, seperti suhu, denyut jantung, peredaran dan tekanan darah dan gejala-gejala lainnya.

Diagnosis rabies sangatlah kompleks dan tidak dapat diputuskan hanya di ruang gawat darurat atau ruang seorang dokter. Rabies dapat terlihat sangat mirip dengan penyakit serius lainya, seperti meningitis (infeksi membran pelindung otak dan sumsum tulang belakang).

Perawatan luka gigitan

Luka gigitan hewan harus segera dicuci dengan air mengalir, sabun dan larutan antiseptik seperti iodine (seperti Betadine). Langkah ini akan membantu membunuh bakteri umum penyebab infeksi sekaligus mengurangi kemungkinan penularan virus rabies.

Paparan virus rabies kelelawar cukup berbeda dengan hewan lain. Jika hewan lain seperti anjing umumnya melalui gigitan, namun paparan virus rabies dengan kelelawar seringkali tanpa teridentifikasi.

Selain karena gigitan kelelawar langsung, kondisi-kondisi dibawah ini juga berkemungkinan menyebabkan penularan rabies, seperti:
  • Menemukan kelelawar di dalam kamar ketika bangun tidur
  • Melihat kelelawar di kamar anak yang sebelumnya tidak diawasi. 

Pengobatan rabies

Pengobatan untuk mencegah rabies terdiri dari tiga komponen penting, yaitu:
  • Perawatan luka dengan cara membersihkannya dengan sabun dan cairan pembunuh virus (tindakan ini harus dilakukan pada setiap gigitan hewan).
  • Suntikan human rabies immune globulin (HRIG), untuk perlindungan jangka pendek terhadap rabies.
  • Suntikan vaksin rabies setelah paparan. 

Pada kondisi tertentu, human rabies immune globulin (HRIG) dan vaksin rabies aman digunakan selama kehamilan.

Jika Anda mengonsumsi obat-obatan, seperti prednison atau steroid atau memiliki penyakit yang menurunkan sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin rabies, maka beritahukan dokter. Biasanya akan dilakukan pemeriksaan darah untuk melihat bagaimana respon vaksin atau apakah vaksin sudah memberikan kekebalan terhadap rabies.


Article Resources
  • Gambar: www.edgarsnyder.com

28 ديسمبر 2014

Obat-obat yang Menyebabkan Gagal Ginjal Akut

Ginjal

Selain berfungsi sebagai penyaring darah dan menyingkirkan limbah tubuh, ginjal juga berperan dalam mengontrol tekanan darah, menstimulasi produksi sel darah merah, dan mengatur kadar elektrolit tubuh. Gagal ginjal akut atau cedera ginjal akut sendiri adalah suatu kondisi dimana fungsi filtrasi ginjal menurun secara tiba-tiba atau cepat.

Banyak obat-obatan yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Terlebih jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau secara terus menerus. Obat-obat tersebut antara lain:

  • Antibiotik, seperti aminoglikosida (gentamicin, garamycin, dan tobramycin), sefalosporin, amfoterisin B, bacitracin, dan vankomisin.
  • Obat tekanan darah dari golongan ACE inhibitor (seperti lisinopril dan ramipril) dan angiotensin receptor blocker (seperti candesartan dan valsartan).
  • Obat yang digunakan dalam kemoterapi (pengobatan kanker), seperti cisplatin, carbloplatin, dan methotrexate.
  • Media kontras (pewarna) yang digunakan dalam tes pencitraan medis.
  • Obat ilegal, seperti heroin dan methamphetamine.
  • Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati HIV (protease inhibitor), seperti indinavir dan ritonavir.
  • Obat anti-inflamasi non steroid, sperti ibuprofen, ketoprofen, atau naproxen.
  • Obat-obat maag, seperti cimetidine.

Hati-hati menggunakan obat tersebut, sebaiknya hanya mengonsumsinya ketika sudah diizinkan dokter.

Ada pula bahan kimia lainnya yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut, seperti insektisida, herbisida, dan etilena glikol.

Pada sebagian kasus, kerusakan pada ginjal masih dapat diperbaiki. Namun pada sebagian kasus lainnya terjadi kerusakan permanen dan pengobatannya hanya dengan melakukan transplantasi ginjal (cangkok ginjal). Sedangkan hemodialisa atau lebih kita kenal sebagai cuci darah hanyalah untuk membantu fungsi ginjal sementara waktu, atau dengan kata lain hanya untuk mempertahankan kehidupan seseorang.

Image Credit
  • i.telegraph.co.uk

Pengobatan Jerawat dengan Antibiotik

Akne-mycin.2%

Dokter seringkali meresepkan antibiotik untuk mengobati jerawat yang parah atau jerawat yang berisiko meninggalkan bekas luka atau jaringan parut di kulit. Antibiotik memang dapat mempercantik kembali kulit wajah dengan fungsinya yang membunuh bakteri penyebab jerawat.

Dengan menggunakan antibiotik artinya akan meminimalisir pertumbuhan jerawat atau menurunkan tingkat peradangan atau infeksinya. Dengan berkurangnya jumlah jerawat dan tingkat keparahannya, maka risiko jerawat meninggalkan bekas luka atau jaringan parut menjadi menurun.

Ada beberapa teknik dalam menggunakan antibiotik untuk mengobati jerawat, seperti yang dioleskan langsung pada kulit (topikal - dengan salep) atau mengonsumsinya secara oral (diminum melalui mulut).

Antibiotik topikal akan membunuh bakteri pada kulit sedangkan antibiotik oral akan membunuh bakteri pada pori-pori kulit Anda. Antibiotik oral biasanya baru akan bekerja dengan baik ketika dimulai dengan dosis yang tinggi, namun biasanya dokter akan menurunkan dosisnya ketika jerawat sudah mulai membaik.

Orang dengan jerawat ringan mungkin hanya memerlukan antibiotik topikal atau salep. Jenis antibiotik topikal yang umum digunakan untuk mengobati jerawat, antara lain:
  • Klindamisin (Clindamycin), seperti Cleocin.
  • Eritromisin (Erythromycin), seperti E-Mycin). 

Antibiotik topikal juga dapat dikombinasikan dengan retinoid topikal, seperti pada salep tretinoin (Retin-A). Atau antibiotik topikal juga dapat dikombinasikan dengan gel benzoil peroksida (benzoyl peroxide).

Namun penggunaan obat-obat jerawat topikal ini juga tidak boleh sembarangan, ada risiko tertentu bila digunakan oleh ibu yang sedang hamil atau menyusui. Silahkan konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya.

(Baca juga: Mengatasi Jerawat pada Saat Hamil )

Orang dengan jerawat yang parah dan yang berisiko memiliki bekas luka atau jaringan parut seringkali diresepkan antiobiotik secara oral oleh dokter. Antibiotik oral yang umum diresepkan untuk mengobati jerawat, antara lain:
  • Eritromisin (Erythromycin), seperti E-Mycin.
  • Tetrasiklin (Tetracyclines), yang mencakup:
    • Doksisiklin (Doxycycline), seperti Vibramycin arau Monodox.
    • Minosiklin (Minocycline), seperti Minocin). 

Jika Anda menggunakan antibiotik topikal atau juga mengonsumsi antibiotik secara oral, dokter bisa jadi juga akan menggunakan benzoil peroksida pada kuit Anda. Tujuannya adalah untuk menurunkan risiko resistensi terhadap antibiotik.


Article Resources
  • Gambar : www.clinicalpharmacology.com

27 ديسمبر 2014

Obat yang Aman dan Tidak Aman Dikonsumsi Selama Kehamilan

Pil

Sering kita mendengar dokter yang mengatakan kepada wanita hamil agar tidak sembarangan mengonsumsi obat, terutama selama trimester pertama kehamilan. Bukan tanpa alasan, karena organ-organ bayi terbentuk pada periode ini. Tapi ada kalanya juga, seorang wanita hamil harus mengonsumsi suatu jenis obat untuk mengobati masalah kesehatan yang berbahaya, seperti tekanan darah tinggi atau asma.

Sebelum meresepkan atau memberikan obat, dokter atau bidan biasanya akan mempertimbangkan seberapa besar risiko minum obat ketimbang risiko tidak minum obat. Jika Anda atau bayi Anda diduga akan mengalami masalah yang lebih buruk jika penyakit Anda tidak diobati, maka dokter atau bidan akan memberikan obat.

Karena jenis obat untuk suatu penyakit bisa beragam, maka biasanya dokter atau bidan juga akan mempertimbangkan jenis obat apa yang akan diberikan, seperti menilai keefektifan dan efek samping yang ditimbulkannya. Sebagai contoh, beberapa jenis antibiotik aman untuk ibu hamil, sedangkan antibiotik yang lain tidak.

Obat apa saja yang boleh dikonsumsi saat hamil?

Cukup sulit untuk mengetahui apakah suatu obat akan aman bagi bayi yang Anda kandung. Hal ini karena sebagian besar obat tidak diuji coba pada wanita hamil, karena kekhawatiran para peneliti dengan efek yang ditimbulkannya pada janin. Itulah alasannya mengapa begitu banyak obat hanya mencantumkan keterangan "hati-hati digunakan pada wanita hamil". Meskipun begitu, ada beberapa jenis obat yang telah sejak lama dikonsumsi oleh banyak wanita hamil, sehingga peneliti atau dokter mengkategorikannya sebagai obat yang aman dikonsumsi saat hamil.

Umumnya, obat-obat yang terbilang aman dikonsumsi selama kehamilan, antara lain:
  • Asetaminofen (Parasetamol) untuk meredakan demam atau nyeri
  • Antibiotik penisilin dan beberapa antibiotik lainnya
  • Obat-obatan untuk HIV
  • Beberapa jenis obat alergi, seperti loratadine dan diphenhydramine
  • Beberapa jenis obat flu 
  • Beberapa jenis obat tekanan darah tinggi
  • Obat-obat asma umumnya boleh dikonsumsi
  • Beberapa jenis obat anti depresi. 

Jika Anda sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter apabila selama ini Anda sering mengonsumsi obat-obatan, termasuk obat-obat pereda nyeri. Sebagian obat-obat ini aman dikonsumsi saat hamil, namun sebagian lainnya tidak. Dengan begitu, dokter bisa jadi akan menyarankan untuk menggantinya dengan obat lain yang terbilang aman. Satu hal, beberapa jenis obat-obatan yang tidak aman dikonsumsi selama trimester pertama kehamilan, bisa jadi aman untuk digunakan pada trimester berikutnya.

Obat apa saja yang harus dihindari selama kehamilan?

Beberapa jenis obat telah diketahui meningkatkan risiko cacat lahir atau gangguan lainnya. Tapi terkadang, berhenti mengonsumsi suatu jenis obat (misalnya obat kejang) memiliki risiko yang lebih besar daripada Anda terus mengonsumsinya.

Di antara obat-obatan yang meningkatkan risiko cacat lahir, adalah:
  • Obat jerawat isotretinoin. Obat ini berpotensi menyebabkan cacat lahir. Obat ini sebaiknya tidak dikonsumsi wanita hamil dan yang merencanakan kehamilan.
  • ACE inhibitor, seperti benazepril dan lisinopril, untuk menurunkan tekanan darah.
  • Sebagian jenis obat anti kejang, seperti asam valproik.
  • Sebagian jenis antibiotik, seperti doksisilin dan tetrasiklin.
  • Metotreksat, yang terkadang digunakan untuk mengobati arthritis.
  • Warfarin, yang akan mencegah pembekuan darah.
  • Lithium, yang digunakan untuk mengobati depresi bipolar.
  • Alprazolam (seperti Xanax), diazepam (seperti Valium), dan beberapa jenis obat lain untuk mengatasi kecemasan.
  • Paroxetine, yang digunakan untuk mengobati depresi dan kondisi lain.
  • Obat pereda nyeri, seperti aspirin, ibuprofen dan naproxen. Risiko cacat lahir dengan obat-obat ini memang rendah, namun meskipun begitu obat-obat ini akan menimbulkan masalah ketika sering dikonsumsi, terutama saat akhir kehamilan.

Bolehkah mengonsumsi suplemen atau vitamin herbal?

Meskipun suatu produk herbal telah mendapat izin beredar dari departemen kesehatan, namun janganlah mengonsumsinya sebelum Anda konsultasikan ke dokter, walaupun Anda rutin mengonsumsinya sebelum kehamilan.

Wanita hamil dan yang merencanakan kehamilan harus mengonsumsi multivitamin yang mengandung asam folat (folic acid). Asam folat sangat penting untuk sebelum dan pada minggu-minggu pertama kehamilan, karena akan mencegah bayi lahir cacat.

Pijat Saat Hamil, Bolehkah?

Meja khusus pemijatan ibu hamil

Memijat adalah menekan atau menggosok jaringan lunak tubuh, seperti kulit dan otot. Pemijat biasanya melakukan pemijatan dengan dengan tekanan tangan, namun juga dapat menggunakan lengan, siku, atau bahkan kaki. Pegal-pegal dan nyeri punggung adalah hal yang wajar selama kehamilan, dan banyak yang meyakini bahwa pemijatan dapat meringankan gejala-gejala tersebut.

Pertanyaannya, bolehkan pijat saat hamil? Terapi pijat untuk relaksasi dan membantu meringankan ketegangan otot atau mengurangi rasa sakit sah-sah saja dilakukan selama kehamilan.

Area punggung, kaki, tangan, atau leher bagian belakang boleh dipijat. Tapi tetap saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum dan disaat melakukan pemijatan ketika hamil, diantaranya:
  • Beritahu kepada terapis atau pemijat bahwa Anda sedang hamil.
  • Saat pemijatan, jangan menggunakan minyak aromaterapi. Sebagian minyak aromaterapi tidak aman digunakan selama kehamilan.
  • Jangan memijat area perut. Pemijatan yang kuat pada perut dapat menyebabkan komplikasi kehamilan yang serius, seperti lepasnya plasenta yang dapat membuat janin mati di dalam.
  • Tidak boleh berbaring terlentang. Posisi terbaik dalam pemijatan adalah dengan duduk di kursi atau bangku, atau berbaring pada sisi samping (sisi kiri lebih direkomendasikan).
  • Jika pemijat adalah orang yang tersertifikasi atau keahliannya diperoleh dari pendidikan khusus yang diakui, maka mereka akan tahu bagaimana posisi yang baik untuk ibu hamil saat dipijat. Ada meja atau tempat tidur khusus untuk memijat ibu hamil, atau pemijat dapat mereposisi tempat tidur ibu sedemikian rupa agar pemijatan efektif dan tidak menimbulkan kerugian.

Sebuah mitos yang cukup berkembang di masyarakat adalah tentang pemijatan area punggung yang akan mempengaruhi wajah bayi. Perlu diketahui bahwa jarak tekanan pemijat masih jauh dari wajah atau anggota tubuh lain bayi, dibatasi oleh otot-otot dan tulang punggung, serta amnion atau air ketuban yang membuat bayi tetap aman ketika terjadi goncangan.

Yang terakhir dan termasuk yang terpenting, pastikan bahwa terapis atau pemijat adalah orang yang terlatih secara khusus, disertifikasi atau memiliki izin praktek dari badan pemerintah seperti dinas kesehatan. Dengan begitu, terapis pijat tersebut berkemungkinan sudah memiliki pengalaman dan pedoman yang sesuai dengan kesehatan untuk menjalankan praktek pijatnya.

Article Resources
  • Gambar: Massage Therapy Supply Outlet

23 ديسمبر 2014

Efek Merokok Sebelum, Selama, dan Setelah Kehamilan

Merokok saat kehamilan

Merokok tidak hanya merusak kesehatan, penampilan, dan dompet, tetapi juga serius mempengaruhi peluang seseorang untuk hamil. Merokok selama kehamilan akan membahayakan bayi Anda.

Tapi apa saja masalah yang ditimbulkan akibat merokok selama kehamilan? Artikel ini akan memberikan gambaran tentang bagaimana kebiasaan merokok akan memberikan dampak buruk pada bayi Anda sebelum, selama, dan setelah kehamilan.

Efek merokok sebelum kehamilan

Kesuburan seseorang, baik wanita maupun pria, dapat dipengaruhi oleh rokok, sehingga meskipun Anda tidak merokok namun pasangan Anda merokok, maka Anda juga berkemungkinan memiliki masalah kehamilan.

Sebenarnya keinginan untuk hamil atau memiliki bayi dapat dijadikan motivasi besar untuk berhenti merokok, atau untuk meningkatkan kesehatan secara umum. Ingat bahwa berhenti merokok selama kehamilan akan memberikan manfaat kesehatan yang besar bagi Anda dan bayi yang Anda kandung.

Kebiasaan merokok akan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, dan juga dapat menurunkan peluang untuk hamil. Bahkan wanita yang merokok kurang dari 10 batang sehari, dua kali lebih berisiko untuk telat hamil satu tahun dibandingkan dengan wanita non-perokok. Dan semakin sering seseorang merokok, semakin lama pula kemungkinannya akan hamil.

Jika pun saat ini Anda tengah menjalani terapi kesuburan untuk hamil, maka peluang Anda untuk hamil juga berkurang karena kebiasaan merokok atau karena menjadi perokok pasif.

Pria perokok juga cenderung memiliki sperma yang lebih sedikit, dan kemungkinan spermanya juga rusak atau lemah sehingga kurang atau tidak mampu untuk membuahi sel telur. Kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi, dan semakin banyak seseorang merokok, maka semakin tinggi risikonya.

Kabar baiknya adalah bahwa jika Anda berhenti merokok, maka kesuburan akan segera pulih, yang berarti peluang Anda untuk hamil semakin besar.

Efek merokok selama kehamilan

Jika seorang ibu adalah perokok, maka ia berisiko mengalami sejumlah besar masalah atau gangguan kesehatan terkait kehamilan. Malah yang paling parah adalah keguguran (bayi meninggal sebelum kehamilan berusia 24 minggu) atau lahir mati (bayi meninggal setelah kehamilan 24 minggu saat persalinan). Merokok juga dianggap menjadi penyebab dari sepertiga kematian seluruh bayi yang lahir mati atau mati sebelum mereka berusia 4 minggu.

Ada banyak lagi komplikasi lain yang dapat terjadi selama kehamilan dan persalinan akibat kebiasaan merokok. Diantaranya adalah:
  • Kehamilan ektopik - kondisi sel telur yang sudah dibuahi berkembang di luar rahim, biasanya di tuba falopi. Untuk kehamilan ektopik, wanita perokok berisiko empat kali lipat dari wanita non-perokok.
  • Placental abruption - kondisi dimana plasenta lepas dari dinding rahim sebelum persalinan, yang menyebabkan bayi meninggal sebelum atau sesaat setelah lahir.
  • Plasenta previa - kondisi dimana plasenta memblokir serviks (leher rahim) atau jalan lahir, yang dapat mengakibatkan perdarahan atau kelahiran prematur.
  • Persalinan prematur - persalinan yang terjadi sebelum 37 minggu kehamilan dan risikonya dua kali lebih besar pada wanita perokok.

Efek merokok pada pertumbuhan bayi

Jika Anda merokok selama kehamilan, karbon monoksida dalam asap rokok akan menurunkan suplai oksigen kepada bayi Anda yang sedang tumbuh. Kurangnya suplai oksigen akan memperlambat pertumbuhan dan mempengaruhi perkembangan otak bayi Anda. Bahan kimia yang terdapat di dalam rokok akan memberikan efek buruk bagi bayi Anda selama kehamilan.

Dan semakin banyak Anda merokok, maka semakin besar pula risiko masalah kesehatan pada bayi Anda, antara lain:
  • Kelahiran dini - bayi dari ibu yang perokok dua kali lebih mungkin lahir dengan prematur.
  • Lahir dengan berat badan rendah - ibu perokok berisiko tiga kali lebih besar dari non-perokok untuk melahirkan bayi dengan berat badan rendah atau berat kurang dari 2,5 kilogram. Bayi dengan berat badan rendah akan semakin berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan.
  • Cacat lahir - bayi yang dilahirkan dari ibu perokok berisiko tinggi mengalami gangguan perkembangan dan kecacatan, seperti bibir sumbing.

Efek merokok pasca melahirkan

Merokok selama kehamilan akan meningkatkan risiko cot death. Cot death atau sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), adalah kondisi dimana bayi meninggal sebelum berusia dua tahun dengan penyebab tidak diketahui. Inilah yang sering terjadi pada bayi berusia kurang dari satu tahun.

Risiko cot death empat kali lebih tinggi jika Anda merokok selama kehamilan. Cot death juga lebih mungkin terjadi pada bayi yang lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah, yang mana kedua kondisi ini juga disebabkan karena kebiasaan merokok selama kehamilan.

Jika bayi lahir dengan berat badan rendah, bayi akan lebih berisiko mengalami infeksi sesaat setelah kelahiran. Bayi tersebut juga cenderung mengalami masalah kesehatan di kemudian hari ketimbang bayi yang lahir dari ibu non-perokok. Masalah lain yang diakibatkannya adalah ketidakmampuan belajar dan terhambatnya perkembangan keterampilan sosial.

Anak-anak dengan orangtua perokok juga berisiko dua kali lipat lebih besar mengalami infeksi serius terkait sistem pernapasan, seperti pneumonia dan bronkitis. Mereka juga lebih rentan terkena asma.

Bayi dengan ibu perokok juga lebih cenderung mudah mengalami kolik. Semua bayi memang menangis, tapi jika bayi mengalami kolik, maka ia akan menangis beberapa jam dalam sehari, seperti tanpa alasan. Hal ini biasanya membuat orang-orang dirumah panik.

Merokok akan menempatkan bayi dalam berbagai risiko masalah kesehatan selama kanak-kanak dan bahkan di kemudian hari. Risiko-risiko masalah kesehatan tersebut, antara lain:
  • Ukuran tubuhnya lebih kecil dibanding usianya
  • Prestasi di sekolah rendah
  • Tingkat kesuburan menurun
  • Kolesterol tinggi
  • Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) - gangguan pemusatan perhatian
  • Masalah atau gangguan pada jantung atau paru-paru.

Efek merokok pada ASI

Menyusui merupakan langkah terbaik untuk memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi yang diperlukan bayi selama enam bulan pertama kehidupannya. ASI juga sangat baik untuk kesehatan bayi, karena akan memberikan perlindungan dari infeksi dan kondisi kesehatan lainnya seperti asma. Selain itu, menyusui juga menurunkan risiko cot death.

Kebiasaan merokok akan sangat mempengaruhi kemampuan seorang ibu untuk menyusui. Hal ini rokok akan mengurangi produksi ASI, diperkirakan bahwa racun dalam rokok mempengaruhi hormon prolaktin, yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi ASI. Selain itu, kebiasaan merokok juga menyebabkan kualitas AS menjadi rendah.

20 ديسمبر 2014

Kebutuhan dan Mengurangi Asupan Garam

Garam

Garam merupakan zat yang sangat diperlukan oleh tubuh, namun terkadang tanpa disadari seseorang mengonsumsi garam terlalu banyak. Artikel ini menjelaskan mengapa tidak baik mengonsumsi garam secara berlebihan dan bagaimana cara membatasi asupan garam.

Apa itu garam?

Garam adalah zat kimia dengan nama ilmiah natrium klorida. Garam berbentuk kristal putih yang biasanya dijual dalam dua bentuk, kristal besar (garam kasar) dan kristal pasir (garam halus). Namun kenyataannya sebagian besar garam yang masuk ke dalam tubuh kita ternyata bukan berasal dari makanan di rumah, melainkan berasal dari jajanan di luar rumah. Berhati-hatilah, makanan-makanan restoran terkadang mengandung garam yang tinggi. Bahkan garam dapat ditemukan di makanan yang tidak Anda sangka-sangka, seperti kue, biskuit, dan roti.

Mengapa kita membutuhkan garam?

Dua komponen pembentuk garam yaitu natrium dan klorida, yang mana keduanya sangat dibutuhkan untuk berbagai proses tubuh. Natrium berguna untuk kesehatan saraf dan menjaga agar otot-otot Anda dapat berkontraksi. Sedangkan klorida ibarat jus bagi lambung dan usus yang membantu mencerna makanan. Natrium dan klorida akan mempertahankan cairan tubuh agar tetap seimbang.

Garam dan kesehatan

Diet tinggi natrium akan meningkatkan risiko terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi. Tekanan darah intinya adalah ukuran kekuatan pembuluh darah, yang mendistribusikan nutrisi ke seluruh tubuh yang akhirnya membuat Anda tetap hidup.

Jika di dalam tubuh terdapat banyak natrium, tubuh akan berusaha menahan cairan untuk mencoba mencairkan natrium. Hal ini akan meningkatkan jumlah cairan dalam tubuh Anda, dan meningkatkan volume darah atau dengan kata lain pembuluh darah membawa lebih banyak cairan. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah bekerja ekstra sehingga terjadi peningkatan tekanan darah di dalam dinding pembuluh darah.

Jika seseorang sudah terkena tekanan darah tinggi, maka akan lebih mudah baginya untuk terkena penyakit-penyakit serius lainnya, seperti penyakit jantung, stroke, bahkan gagal jantung.

Berapa banyak garam yang kita butuhkan?

Kita hanya membutuhkan garam dalam jumlah kecil. Usahakan agar tidak mengonsumsi lebih dari 6 gram garam setiap hari - sekitar satu sendok teh. Ini setara dengan sekitar 2,3 gram natrium perhari. Sebenarnya cukup sulit untuk membatasi asupan garam, terutama bagi mereka yang sering jajan diluar.

Kebutuhan garam pada anak-anak tentu lebih kecil dari pada orang dewasa. Sebagian ahli kesehatan malah menyarankan agar tidak menambahkan garam dalam makanan mereka. Bayi seharusnya hanya mengonsumsi garam dalam jumlah yang sangat sedikit, hal ini karena ginjal mereka yang memang belum mampu mengolah garam dalam jumlah besar. Ketika bayi sudah mengonsumsi makanan padat, lebih baik jangan tambahkan garam. Juga dan yang terpenting, jangan sampai memberi bayi Anda makanan yang secara khusus tidak cocok untuk bayi, karena bisa saja makanan tersebut mengandung tinggi garam.

Mengurangi asupan garam

Ketika Anda membeli makanan kemasan, periksa labelnya (komposisi) dan lihat seberapa banyak garam dalam takaran saji per 100 gram. Jika dalam 100 gram mengandung 1,5 gram garam, maka ini termasuk tinggi. Makanan seperti itu boleh saja dimakan, tapi jangan sering. Yang tergolong sehat adalah apabila dalam sajian per 100 gram hanya mengandung sekitar 0,3 gram garam atau kurang.

Namun sayangnya, tidak semua produk menjelaskan berapa kadar garam yang dikandungnya. Sebagian besar produk hanya menjelaskan jumlah natrium yang dikandungnya, jadi kalikan saja jumlah natriumnya dengan 2,5 (untuk sajian per 100 gram).

Beberapa tips untuk mengurangi asupan garam:
  • Kurangi mengonsumsi makanan olahan, karena makanan ini umumnya mengandung banyak garam - makanlah makanan segar sebisa mungkin.
  • Cobalah bumbui makanan Anda dengan bumbu dapur selain garam, seperti bawang putih, merica, rempah-rempah atau perasan lemon.
  • Cicipi dulu makanan yang sudah disajikan, mungkin sudah cukup lezat - jangan lagi menambah garam tambahan.
  • Waspada dengan saus yang terkadang tinggi garam, seperti saus tomat dan saus pasta.

Gambar via blog.fairwaymarket.com

17 ديسمبر 2014

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Tetanus

Paku berkarat penyebab tetanus

Tetanus adalah infeksi serius oleh bakteri yang mempengaruhi sistem saraf. Infeksi tetanus dapat menyebabkan kontraksi atau kejang otot yang hebat, terutama pada otot leher dan rahang. Kejang otot tersebut menyebabkan mulut menjadi terkancing, yaitu tidak dapat dibuka atau ditutup. Tetanus harus dicegah dan diatasi karena dapat mengancam jiwa.

Penyebab tetanus

Bakteri yang menyebabkan tetanus, Clostridium tetani, dapat hidup lama diluar tubuh dan banyak ditemukan di dalam kotoran hewan, tanah, bahkan debu. Bakteri tetanus akan masuk ke dalam tubuh melalui luka pada kulit, bahkan bisa dari luka kecil, seperti tertusuk duri.

Setelah bakteri tetanus berada di dalam tubuh, sporanya akan memproduksi racun atau toksin kuat, tetanospasmin, yang mengganggu saraf motorik (neurotoksin) dan saraf lainnya yang mengendalikan otot-otot. Racun inilah yang menyebabkan kekakuan otot dan kejang pada penderita tetanus.

Faktor risiko

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko terkena tetanus, antara lain:
  • Tidak divaksinasi tetanus
  • Berusia 50 tahun atau lebih
  • Terluka, seperti karena paku atau pecahan-pecahan lainnya
  • Luka terbuka yang terpapar tanah atau kotoran hewan.

Kasus tetanus juga dapat berkembang dari jenis cedera berikut:
  • Luka tusuk - termasuk karena tato atau obat suntik
  • Luka tembak
  • Fraktur (patah tulang) majemuk
  • Luka bakar
  • Luka pembedahan
  • Menggunakan narkoba secara intravena (melalui aliran darah)
  • Infeksi telinga
  • Gigitan hewan.

Gejala tetanus

Gejala tetanus dapat muncul kapan saja mulai dari beberapa hari sampai beberapa minggu setelah bakteri tetanus masuk ke dalam tubuh melalui luka. Namun masa inkubasinya rata-rata berkisar antara 7 sampai 10 hari.

Gejala tetanus meliputi:
  • Sakit kepala
  • Otot rahang atau otot leher kejang
  • Kesulitan menelan (disfagia)
  • Spastisitas atau kekakuan otot
  • Kekakuan otot perut
  • Lekas marah
  • Nyeri atau kesemutan di lokasi luka
  • Kesulitan bernapas
  • Kejang tubuh hebat dan menyakitkan yang berlangsung selama beberapa menit, yang biasanya dipicu oleh hanya kejadian kecil, seperti desiran angin, suara keras, sentuhan fisik atau cahaya.

Gejala lain yang mungkin menyertai tetanus, antara lain:

Diagnosis tetanus

Untuk mengetahui apakah seseorang terkena tetanus atau tidak, dokter akan mendiagnosis pasien dengan melakukan pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan dan imunisasi, dan gejala-gejala kejang, kekakuan dan nyeri otot. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah kultur bakteri penyebab infeksi di laboratorium, meskipun hasilnya tidak selalu akurat.

Komplikasi tetanus

Setelah racun tetanus sudah mengenai ujung saraf, maka tidak mungkin untuk menghilangkannya. Pemulihan lengkap infeksi tetanus membutuhkan waktu beberapa bulan hingga ujung saraf baru tumbuh.

Komplikasi infeksi tetanus meliputi:
  • Patah tulang - kejang yang hebat dapat menyebabkan tulang belakang dan tulang lainnya patah.
  • Cacat - pengobatan tetanus biasanya menggunakan obat penenang kuat untuk mengendalikan kejang otot. Imobilitas yang berkepanjangan karena penggunaan obat penenang ini dapat menyebabkan cacat permanen. Pada bayi, infeksi tetanus dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, mulai dari gangguan ringan hingga cerebral palsy.
  • Kematian - tetanus dapat menyulitkan pernapasan, menyebabkan penderita dapat tidak bernapas sama sekali. Kegagalan pernapasan menjadi penyebab kematian yang paling umum karena tetanus. Sedangkan efek dari kekurangan oksigen juga menyebabkan serangan jantung dan kematian. 

Pengobatan tetanus

Tidak ada obat khusus untuk tetanus. Pengobatan tetanus berfokus pada pengelolaan komplikasinya hingga efek racunnya hilang. Pengobatan untuk tetanus meliputi:
  • Rawat inap di rumah sakit untuk mengatasi komplikasi infeksi.
  • Pembersihan di seluruh area luka untuk mencegah pertumbuhan spora tetanus. Mungkin juga dilakukan pembedahan untuk mengangkat kotoran, benda asing atau jaringan yang mati.
  • Pemberian antibiotik baik secara oral maupun suntikan.
  • Antitoksin - dokter akan memberikan antitoksin tetanus seperti tetanus immune globulin untuk membantu menetralkan racun bakteri tetanus, namun antitoksin ini hanya efektif untuk racun yang belum mengenai jaringan saraf.
  • Vaksinasi tetanus.
  • Obat penenang - dokter umumnya menggunakan obat penenang kuat untuk mengendalikan kejang otot.
  • Obat lain - obat lain, seperti magnesium sulfat dan beta blocker tertentu, dapat digunakan untuk membantu mengatur aktivitas otot tak sadar, seperti detak jantung dan pernapasan. Morfin dapat digunakan untuk tujuan ini. 

Tetanus dapat berakibat fatal, yakni kesulitan bernapas dan menelan. Semacam tabung pernapasan (ventilator) seringkali dimasukkan ke dalam tenggorokan pasien untuk membantu pasien tetanus bernapas hingga ia sembuh. Adakalanya juga prosedur pembedahan yang disebut dengan trakeostomi juga perlu dilakukan untuk membuka saluran napas bagian atas.

Mencegah tetanus

Langkah terbaik untuk mencegah tetanus adalah dengan vaksinasi atau imunisasi, karena hampir seluruh kasus tetanus terjadi pada orang yang tidak pernah diimunisasi. Beberapa langkah efektif untuk mencegah tetanus, yakni:
  • Seluruh anak (kecuali anak-anak tertentu) harus mendapatkan vaksinasi DPT. Ini untuk melindunginya dari penyakit difteri (infeksi saluran pernapasan serius), pertusis (batuk rejan atau batuk seratus hari) dan tetanus.
  • Anak yang berusia hingga 12 tahun harus sudah mendapatkan vaksinasi DPT lengkap.
  • Orang dewasa harus divaksinasi tetanus setelah terpapar tetanus. 

Gigitan binatang, luka yang sangat kotor dan luka tusuk dan luka yang dalam akan sangat berisiko tetanus. Jika mengalami luka seperti ini, segeralah ke dokter. Dokter akan membersihkan luka tersebut, memberikan antibiotik dan memberikan vaksinasi tetanus.

Jika lukanya kecil, langkah-langkah di bawah ini akan membantu mencegah dari infeksi tetanus:
  • Kontrol pendarahan, jika luka berdarah, berikan tekanan langsung pada luka untuk menghentikan perdarahan.
  • Jaga luka agar tetap bersih. Setelah pendarahan berhenti, bilas luka secara menyeluruh dengan air bersih yang mengalir (atau larutan garam jika tersedia). Bersihkan daerah sekitar luka dengan sabun dan kain lapa atau kassa. Jika dalam luka terdapat puing atau serpihan-serpihan, atau Anda ragu, segeralah ke dokter.
  • Gunakan antibiotik. Setelah luka dibersihkan, oleskan salep atau krim antibiotik, seperti antibiotik multi komposisi seperti Neosporin dan Polysporin. Antibiotik ini tidak membuat luka cepat sembuh, namun mencegah pertumbuhan bakteri dan infeksi dan membuat luka sembuh dengan efisien. Pada beberapa orang, bahan-bahan tertentu yang terdapat di dalam salep tersebut dapat menyebabkan ruam ringan (alergi). Jika ruam muncul, hentikan penggunaannya.
  • Bungkus luka. Paparan udara memang dapat mempercepat penyembuhan luka, namun perban akan menjaga luka agar tetap bersih. Gunakan terus perban hingga luka tersebut mengoreng atau mengeropeng. 

Article Resources
  • National Foundation for Infectious Diseases. http://www.nfid.org
  • National Institute of Allergy and Infectious Diseases. http://www.niaid.nih.gov
  • Canadian Family Physician. http://www.cfpc.ca/
  • Caring for Kids. http://www.caringforkids.cps.ca/
  • Mayo Clinic. http://www.mayoclinic.org/
  • National Health Service. http://www.nhs.uk/Conditions/Tetanus/Pages/Introduction.aspx
  • Gambar via www.mumpreneursonline.com

14 ديسمبر 2014

Cara Menenangkan Bayi yang Menangis

 Bayi menangis

Teknik yang menghibur cukup efektif untuk menenangkan bayi yang menangis, tentunya jika bukan disebabkan oleh rasa sakit. Teknik ini juga dapat membuat tenang bayi yang mengalami kolik, hal ini karena kolik tidak menyebabkan rasa sakit. Tetapi jika tangisan bayi terdengar tidak normal, atau ia tampak merasakan sakit, ada baiknya hubungi dokter.

Yang pertama harus dilakukan untuk meredakan tangisan bayi adalah memastikan bahwa bayi Anda tidak dalam keadaan lapar. Bayi yang masih sangat muda umumnya tidak banyak menyusui dan akan segera lapar dalam satu atau dua jam setelah menyusui. Jika memang tangisan tersebut karena lapar, tentu bayi akan tenang ketika Anda susui.

Di bawah ini adalah beberapa teknik yang dapat menenangkan bayi yang menangis:
  • Berikan ia dot untuk dihisap. Kegiatan menghisap dapat membantu bayi meredakan stres, yang akhirnya akan membuatnya berhenti menangis.
  • Cobalah ayun bayi Anda. Ayun perlahan bayi, atau dengan menggunakan ayunan.
  • Bernyayi atau bersenandunglah dengan lembut kepada bayi atau mainkan musik (bisa dari handphone) dengan volume kecil. Terkadang bayi menjadi tenang ketika mendengar lagu atau musik yang sama yang dinyanyikan berulang-ulang.
  • Nyalakan sesuatu yang mengeluarkan suara monoton, seperti kipas angin yang berdengung, vacum cleaner, atau mesin pengering pakaian. Terkadang juga, sebuah perangkat atau alat bergetar yang ditempelkan ke tempat tidur si bayi (yang menghasilkan getaran lembut yang dirasakan bayi) akan menenangkan tangisan bayi.
  • Peluk dan dekap bayi Anda dengan penuh kasih sayang. Sentuh, pegang dan berbicaralah dengan lembut kepadanya, hal ini dapat menenangkan tangisannya. Anda juga bisa membawanya beraktivitas (dengan gendongan) agar bayi mendapatkan hiburan dan menjadi dekat dengan Anda.
  • Selimuti bayi Anda, tapi pastikan agar tidak membuatnya terlalu hangat.
  • Jika ia suka mandi, mandikan ia dengan air hangat.
  • Cobalah ajak ia berjalan-jalan atau bawa ia menggunakan kereta dorong atau mobil. Terkadang berjalan di luar dapat membuat suasana hatinya menjadi tenang. 

Gunakan dulu satu teknik selama 1-2 menit. Jika tidak berhasil, ganti ke teknik lain. Jika bayi terus menangis selama 20-30 menit, ubah lokasi dan coba lagi. Bila Anda berhasil menemukan teknik yang efektif untuk meredakan tangisan bayi Anda, jadikan teknik tersebut sebagai teknik pertama yang Anda coba ketika bayi Anda menangis di lain waktu.

Penyebab dan Cara Mengatasi Mimpi Buruk Anak-anak

Mimpi buruk

Sebagian besar anak-anak mengalami mimpi buruk dalam tidurnya. Mimpi buruk atau mimpi menakutkan ini biasanya dimulai saat anak berusia dua tahun, dan mencapai puncaknya antara usia tiga dan enam tahun. Mimpi buruk pada anak-anak umumnya terjadi pada akhir siklus tidur, bisa dikatakan antara pukul 3-6.

Frekuensi mimpi buruk pada tiap-tiap anak dapat berbeda-beda, ada yang sering dan ada yang hanya mengalaminya beberapa kali saja dalam setahun. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 25% anak-anak mengalami mimpi buruk setidaknya satu kali seminggu. Tema mimpi buruk yang tersering adalah mimpi dikejar makhluk atau hewan yang menakutkan.

Penyebab mimpi buruk pada anak-anak masih belum diketahui secara pasti, tetapi diperkirakan bahwa stres dan ketegangan selama tumbuh kembang-nyalah yang menjadi penyebabnya. Anak-anak yang mengalami peristiwa traumatis, misalnya, cenderung lebih sering mengalami mimpi buruk.

Berbagai kemungkinan penyebab mimpi buruk anak-anak

Beberapa kemungkinan penyebab mimpi buruk pada anak-anak, antara lain:
  • Stres dan ketegangan selama tubuh kembang
  • Peristiwa traumatis, seperti kecelakaan atau operasi (pembedahan)
  • Demam
  • Imajinasi yang aktif.

Mengatasi mimpi buruk anak-anak

Beberapa saran yang untuk mengatasi mimpi buruk anak, yakni:
  • Segera datangi anak. Jika kamar tidur anak jauh sehingga suara kecil si anak sulit Anda dengar, maka ada baiknya Anda memasang CCTV bayi atau semacam mikrofon untuk memantau aktivitasnya. Namun meskipun begitu, tetaplah rutin mengunjunginya.
  • Peluk, dekap dan tenangkan anak Anda. Bicaralah dengan lemah lembut.
  • Pahami perasaan anak Anda dan temani hingga ia merasa tenang.
  • Jika anak terlihat sangat ketakutan, tenangkan ia dengan aktivitas yang disukainya, seperti membaca buku.

Jangan memperburuk keadaan

Tanpa disengaja, Anda bisa saja memperburuk kondisi mimpi buruk anak. Jangan pernah lakukan:
  • Mengabaikan anak - jika Anda tidak cepat atau apalagi sampai enggan melihatnya, si anak akan lebih panik dan ketakutan.
  • Marah - memarahi anak hanya akan memperburuk suasana hatinya dan memperparah mimpi buruknya.
  • Mengajak mereka tidur di tempat tidur Anda - misalnya ketika Anda merasa lelah dan ingin mudah menjaganya, lalu Anda mengajak anak Anda tidur bersama di tempat tidur Anda. Praktik yang terlihat baik ini sebenarnya salah, hal ini malah akan memberikan sugesti kepada anak bahwa tempat tidurnyalah yang menjadi penyebab mimpi buruknya. Akhirnya, si anak tidak mau lagi tidur di tempat tidurnya.

Mencegah mimpi buruk anak-anak

Belum diketahui metode yang efektif untuk mencegah mimpi buruk anak-anak, namun ada beberapa saran yang dapat Anda lakukan agar setidaknya menurunkan frekuensi mimpi buruknya, antara lain:
  • Pastikan anak tidak menonton acara televisi yang menakutkan atau membaca buku menakutkan.
  • Analisa rutinitas kehidupan sehari-hari anak Anda. Adakah sesuatu yang mengganggu mereka? Peristiwa stres dapat menjadi memicu serangkaian mimpi buruk, seperti karena mendapatkan adik, pindah rumah atau baru mulai sekolah.
  • Dengarkan dengan baik bila mereka menceritakan mimpi buruknya. Dan buatlah 'ending' yang menyenangkan atau lucu. Juga jelaskan kepadanya bahwa setiap orang juga bermimpi dan sesekali mimpi buruk.
  • Mintalah bantuan kepada profesional anak-anak untuk informasi lebih lanjut dan saran-saran untuk mengatasi atau mencegah mimpi buruk.
Article Resources
  • Gambar via: anxiouskid.blogspot.com

13 ديسمبر 2014

Penyebab Kuning pada Bayi Baru Lahir

Phototherapy pada bayi kuning

Bayi yang baru lahir sering mengalami kuning atau jaundice, sehingga membuat kulit dan mata mereka tampak kekuning-kuningan. Sekitar 6 dari 10 bayi yang baru lahir umum mengalami kuning, mulai dari yang ringan hingga berat. Kuning lebih sering terjadi pada bayi prematur.

Kuning pada bayi umumnya disebabkan karena menumpuknya zat kimia yang disebut bilirubin dalam darah dan jaringan bayi (ikterus fisiologis). Normalnya, bilirubin diproses di hati, tapi hati bayi yang baru lahir akan membutuhkan waktu hingga beberapa hari sejak kelahiran untuk siap memproses bilirubin.

Kuning biasanya terjadi di hari kedua atau ketiga sejak kelahiran. Jika bayi Anda terlihat sehat, kuning tidak perlu dikhawatirkan karena akan hilang sendiri setelah satu minggu atau lebih. Namun, bayi prematur atau bayi yang sakit dengan tingkat bilirubin yang sangat tinggi membutuhkan perawatan medis di rumah sakit.

Gejala kuning pada bayi

Gejala kuning pada bayi tergantung dari penyebab dan tingkat keparahannya, tetapi umumnya:
  • Kuning pada kulit, biasanya muncul pertama kali pada wajah dan kulit kepala
  • Kuning pada bagian putih mata (sclera)
  • Kuning yang menyebar pada kulit tubuh (kuning sedang)
  • Telapak tangan dan telapak kaki kuning (kuning berat)
  • Mengantuk yang tidak biasa
  • Kesulitan makan
  • Dalam beberapa kasus, feses atau kotoran berwarna terang dan urin berwarna gelap.

Ikterus fisiologis

Bilirubin merupakan limbah tubuh hasil daur ulang sel darah merah yang sudah tua atau rusak. Sedangkan hati akan bertugas menghilangkan bilirubin dengan mengekskresikannya ke usus.

Di dalam rahim, bilirubin janin akan dikirimkan melalui tali pusat dan dieliminasi oleh tubuh ibu. Setelah lahir, bayi harus membuang bilirubinnya sendiri melalui proses di hati, sedangkan hati masih membutuhkan waktu beberapa hari agar dapat berfungsi dengan maksimal. Pada periode tersebut, terjadilah penumpukan bilirubin di dalam tubuh bayi dan menyebabkan gejala kuning.

Setiap bayi yang baru lahir memiliki tingkat bilirubin berlebih, namun hanya sekitar 60% dari bayi cukup bulan yang mengalami gejala kuning. Untuk hal ini, biasanya pengobatan tidak diperlukan, kecuali jika kadar bilirubinnya sangat tinggi, atau kondisi prematur atau sakit. Dehidrasi (kekurangan cairan) atau berat badan yang rendah dapat memperburuk kondisi kuning.

Penyebab lain kuning pada bayi

Kuning pada bayi juga dapat disebabkan oleh penyakit atau kondisi lain, seperti:
  • ASI kurang - payudara ibu hanya sedikit memproduksi kolostrum di hari-hari pertama setelah melahirkan. Kurangnya ASI yang diterima oleh bayi dapat mempengaruhi fungsi hatinya.
  • Hepatitis neonatal - beberapa jenis virus dapat memicu hepatitis pada bayi, seperti cytomegalovirus, rubella, dan hepatitis A, B and C. Bayi dengan hepatitis neonatal mungkin terkena infeksi virus saat dalam kandungan, atau dalam bulan pertama kehidupannya.
  • Rh (Rhesus) dan ABO blood group incompatibilities (ketidakcocokan golongan darah) - ibu memproduksi antibodi yang menyerang sel-sel darah merah bayi selama semester akhir kehamilan. Hal ini berarti tingkat sel darah merah rusak yang harus dihilangkan oleh tubuh lebih tinggi, yang pada gilirannya akan memicu kenaikan tingkat bilirubin, sehingga bayi dapat terlahir dengan anemia dan mengalami kuning berat dalam beberapa jam setelah kelahiran.
  • Anemia hemolitik - bisa jadi ini merupakan gangguan autoimun yang diwariskan, dimana sistem kekebalan tubuh bayi menghancurkan sel-sel darah merah. Juga dapat menjadi komplikasi dari gangguan lain, seperti sepsis (infeksi serius).
  • Galaktosemia - galaktosa adalah gula susu. Bayi dengan galaktosemia tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk memecah galaktosa. Tingginya kadar galaktosa dapat menyebabkan sirosis hati dan akhirnya kuning.
  • Atresia bilier - saluran aliran empedu dari hati ke usus kecil rusak, alasannya tidak diketahui. Tanpa saluran empedu, empedu akan menumpuk di hati dan menyebabkan gejala kuning.

Diagnosis penyebab kuning pada bayi

Penyebab kuning pada bayi harus ditemukan. Beberapa tes untuk menemukan penyebab kuning pada bayi, antara lain:
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes darah
  • USG
  • Biopsi hati
  • Exploratory surgery (pembedahan eksplorasi).

Pengobatan kuning pada bayi

Pengobatan kuning pada bayi tergantung dari penyebabnya. Diantara pengobatan kuning pada bayi, adalah:
  • Kuning ringan - Jika bayi sehat dan terlihat tidak ada masalah, biasanya tidak diperlukan perawatan. Hati bayi hanya perlu waktu beberapa hari untuk siap memproses bilirubin dengan baik.
  • Kuning sedang - fototerapi adalah pengobatan yang paling sering diterapkan (lihat foto atas). Fototerapi akan mengubah bilirubin di kulit bayi menjadi bahan kimia yang kurang berbahaya. Bayi akan ditempatkan di dalam inkubator hangat di bawah lampu biru. Untuk memaksimalkan paparan lampu, pakaian bayi akan ditanggalkan dan menggunakan pelindung/penutup mata. Fototerapi biasanya dilakukan selama satu atau dua hari. Untuk mencegah dehidrasi dan meningkatkan ekskresi bilirubin, bayi membutuhkan makan teratur setiap tiga sampai empat jam.
  • Kuning berat - fototerapi tetap menjadi perawatan utama, tetapi dalam kasus kuning yang berat, mungkin diperlukan transfusi darah. Namun hal ini sangat jarang.
  • Kuning karena kurang ASI - terus menyusui dan fototerapi tetap dilakukan.
  • Hepatitis neonatal - tidak ada pengobatan medis spesifik. Biasanya diberikan suplemen vitamin dan mineral, atau obat-obatan untuk meningkatkan aliran empedu.
  • Anemia hemolitik - pengobatannya tergantung dari penyebabnya. Misalnya, anemia hemolitik yang disebabkan oleh infeksi parasit malaria diobati dengan obat anti malaria.
  • Galaktosemia - pengobatan utamanya adalah memastikan diet bayi tidak mengandung galaktosa atau laktosa. Biasanya, dilakukan dengan menghentikan pemberian ASI dan menggunakan susu formula khusus.
  • Atresia bilier - biasanya dilakukan operasi untuk menyambungkan atau menghubungkan saluran kecil dari hati ke usus kecil agar empedu mengalir dengan baik.

12 ديسمبر 2014

Kerusakan Gigi Akibat Obat

Gigi

Banyak jenis obat, baik yang dijual secara bebas maupun yang diresepkan dokter, dapat menyebabkan kerusakan gigi. Diperkirakan bahwa sekitar 40 persen orang telah mengonsumsi setidaknya satu jenis obat yang dapat merusak gigi.

Kesehatan gigi dan gusi tergantung pada higiene mulut, jumlah gula yang dikonsumsi, produksi saliva (air liur) dan kunjungan rutin ke dokter gigi. Mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati, karena perawatan gigi, seperti restorasi sangat mahal dan membutuhkan waktu.

Pertumbuhan gigi anak-anak

Gigi permanen anak-anak sebenarnya sudah mulai terbentuk di tulang rahang tak lama setelah ia lahir. Gigi yang sedang tumbuh ini sangat rentan terhadap zat-zat tertentu, seperti:
  • Tetrasiklin - salah satu jenis antibiotik yang efeknya dapat membuat gigi permanen berwarna kuning atau kecoklatan.
  • Fluoride - zat yang memperkuat gigi biasanya telah ditambahkan di pasokan air dan pasta gigi. Namun, jumlah fluoride yang berlebihan dapat menyebabkan bintik-bintik putih atau perubahan warna pada gigi permanen yang sedang tumbuh, yang disebut dengan fluorosis. Anak-anak yang suka menelan pasta gigi berisiko tinggi terkena fluorosis.
Mintalah penjelasan lebih lanjut kepada dokter gigi mengenai obat-obat atau zat-zat apa saja yang dapat mempengaruhi perkembangan gigi permanen anak Anda.

Air liur melindungi gigi Anda

Banyak jenis obat yang dapat mengurangi air liur (saliva) dan menyebabkan mulut kering. Mulut yang kering akan meningkatkan risiko kerusakan gigi secara signifikan. Hal ini karena fungsi saliva yang:
  • Mengurangi populasi bakteri dalam mulut
  • Mengurangi asam penyebab bau mulut
  • Mengandung suatu zat yang penting untuk proses re-mineralisasi, sebuah proses perbaikan enamel gigi (lapisan permukaan keras yang melindungi gigi) yang telah dirusak oleh asam.

Pengaruh obat pada gigi dan gusi

Beberapa jenis obat, termasuk obat yang diresepkan dokter, dapat merusak gigi Anda. Beberapa diantaranya dapat menyebabkan masalah pada gusi, seperti radang, pendarahan atau tukak. Gusi yang sakit tersebut akan menimbulkan masalah gigi lainnya, termasuk tanggalnya gigi.

Beberapa jenis obat yang dapat menimbulkan masalah pada gigi, antara lain:
  • Antihistamin - dapat menyebabkan mulut kering dan meningkatkan risiko masalah gusi.
  • Anti hipertensi (obat darah tinggi) - meningkatkan risiko masalah pada gusi.
  • Aspirin - meletakkan aspirin pada gigi seperti yang dilakukan masyarakat awam ketika sakit gigi. Karena aspirin bersifat asam, maka akan langsung merusak enamel gigi. Aspirin harus ditelan utuh bersama dengan air, bukan ditempatkan di samping atau diatas gigi.
  • Obat asma - beberapa jenis obat asma bersifat asam dan dapat melarutkan enamel gigi jika digunakan dalam jangka waktu yang lama.
  • Obat kemoterapi (obat kanker) - dapat menyebabkan mulut kering dan meningkatkan risiko masalah gusi.
  • Obat imunosupresif - meningkatkan risiko masalah pada gusi.
  • Kontrasepsi oral - meningkatkan risiko masalah gusi.
  • Obat sirup - obat sirup umumnya mengandung gula yang dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi, terutama jika gigi tidak disikat setelah minum sirup.

Beberapa jenis obat juga dapat menyebabkan jaringan gusi menebal dan tumbuh di atas gigi. Kondisi ini disebut dengan gingival hyperplasia. Obat lainnya yang dapat meningkatkan risiko gingival hyperplasia, antara lain obat epilepsi, siklosporin (obat penolakan transplantasi organ), beberapa jenis obat anti-hipertensi dan calcium channel blocker (CCB).

Mintalah penjelasan lebih lanjut kepada dokter gigi mengenai obat-obat apa saja yang dapat membahayakan kesehatan mulut atau gigi Anda.

Alkohol dan rokok merusak gigi dan gusi

Mengonsumsi alkohol akan membuat mulut kering dan gigi rusak, hal ini karena alkohol yang bersifat asam. Merokok juga dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah gusi dan kanker, termasuk kanker mulut.

Narkoba dapat merusak gigi dan gusi

Menggunakan narkoba akan secara signifikan menyebabkan kerusakan gigi. Jenis narkoba yang berisiko tinggi untuk kesehatan mulut dan gigi, adalah:
  • Ganja - menyebabkan mulut kering dan meningkatkan risiko masalah gusi. Asapnya dapat menyebabkan kanker mulut.
  • Kokain - pecandu biasanya akan menggosokkan kokain ke gusi mereka, hal ini akan menyebabkan ulserasi pada gusi dan tulang yang menjadi pondasinya. Kokain yang bercampur dengan air liur akan menciptakan larutan yang sangat asam yang secara langsung akan mengikis enamel gigi. Selain menyebabkan mulut kering, kokain juga dapat menyebabkan keausan gigi.
  • Ekstasi - dapat menyebabkan gigi grinding, cengkeram rahang dan mulut kering.
  • Heroin - orang yang menggunakan heroin cenderung ingin memakan makanan yang manis, yang dapat menyebabkan kerusakan gigi jika kesehatan gigi terabaikan. Heroin juga dapat menyebabkan mulut kering dan gigi grinding.
  • Methamphetamine - obat ini akan menyebabkan kerusakan gigi yang parah dalam waktu singkat. Methamphetamine bersifat sangat asam dan menyerang langsung enamel gigi. Efek samping lainnya adalah mulut kering dan cengkeram gigi.
Ketergantungan atau penggunaan obat sehingga menyebabkan seseorang mengabaikan kesehatan gigi dan mulut akan meningkatkan risiko kerusakan gigi dan banyak masalah lainnya.

Pengobatan gigi dan gusi

Banyak perawatan untuk gigi dan gusi. Jenis perawatan atau obat yang diterapkan akan tergantung dari jenis masalah gigi atau gusi dan tingkat keparahannya, tetapi perawatan gigi yang umum dilakukan adalah:
  • Penggunaan fluoride untuk memperkuat gigi dan menurunkan risiko pembusukan gigi. Dokter gigi bisa mengoleskan fluoride topikal ke permukaan gigi Anda. Mungkin juga Anda akan diresepkan tablet fluoride atau obat kumur untuk digunakan dirumah.
  • Penambalan atau restorasi pada gigi yang busuk.
  • Ekstraksi atau pencabutan pada gigi yang rusak parah. Selanjutnya dapat diganti dengan gigi palsu atau implan.
  • Pembuangan jaringan gusi yang terkena gingival hyperplasia.

Jika yang menyebabkan masalah gigi adalah obat, biasanya dokter gigi akan menyarankan untuk menghentikan penggunaannya. Jikapun obat tersebut adalah obat resep dari dokter lain (untuk penyakit/kondisi lain) maka dokter bisa saja meminta kepada dokter tersebut (bisa juga melalui Anda) untuk menyesuaikan dosis atau mengganti obat tersebut demi menurunkan risiko masalah gigi. Namun jika obat tersebut tidak dapat diubah atau diturunkan dosisnya, maka mintalah bantuan ke dokter gigi mengenai perawatan rumahan apa yang dapat Anda lakukan sendiri membantu meminimalisir risiko kerusakan gigi Anda.

Mencegah masalah gigi dan gusi

Beberapa saran terbaik untuk mencegah terjadinya masalah gigi dan gusi, yakni:
  • Sikat gigi bayi dengan lembut dengan air biasa
  • Sikat gigi anak dengan pasta gigi yang rendah fluoride. Ajarkan juga mereka agar tidak menelan pasta gigi
  • Hindari minuman berkarbonasi. Minuman berkarbonasi sangat asam dan dapat mengikis enamel gigi
  • Kurangi makan makanan manis atau yang lengket, seperti biskuit atau permen
  • Mengunyah pemen karet bebas gula dapat mendorong produksi air liur
  • Sikat gigi minimal dua kali sehari
  • Kunjungi dokter gigi minimal enam bulan sekali
  • Berhenti minum alkohol
  • Berhenti merokok
  • Untuk pecandu narkoba, mintalah bantuan kepada ahli agama dan juga mintalah bantuan kepada dokter mengenai terapi yang dapat menghentikan ketergantungan pada narkoba.

Selain itu, tanyakan kepada dokter yang meresepkan obat Anda apakah obat tersebut dapat mempengaruhi kesehatan gigi. Jangan juga berhenti mengonsumsi suatu obat yang diresepkan oleh dokter, meskipun akhirnya Anda tahu bahwa obat tersebut mempengaruhi kesehatan gigi, kecuali atas izin dokter tersebut.

07 ديسمبر 2014

Tanda dan Penyebab Gangguan Pendengaran pada Anak-anak

Ketulian
Selama ini kita sering merasa bahwa gangguan pendengaran hanya terjadi pada orang dewasa, tidak pada anak-anak. Tentu saja hal ini salah. Penelitian oleh Centres for Disease Control and Prevention Amerika Serikat menemukan bahwa lebih dari 12% anak-anak Amerika yang berusia antara 6-19 tahun mengalami gangguan pendengaran yang disebabkan karena kebisingan, dan 5% diantaranya mengalami gangguan pendengaran permanen.

Sekitar satu dari lima remaja secara intens mendengarkan musik-musik dengan tingkat kebisingan yang tinggi dan sekitar tiga perempat dari orang-orang yang suka ke klub malam dan diskotik mengalami tinnitus atau suara denging di telinga. Tinnitus sendiri merupakan gejala dari gangguan pendengaran.

Selain kebisingan, penyebab lain gangguan pendengaran pada anak-anak adalah otitis media (infeksi telinga tengah), kelainan genetik, dan penyakit tertentu (misalnya meningitis). Sekitar 12 dari 10.000 anak yang lahir, mengalami gangguan pendengaran sedang atau berat di kedua telinga, dan sekitar 20 dari 10.000 anak akan membutuhkan bantuan untuk gangguan pendengaran jangka panjang di usia 17 tahun.

Sudahkah Anda menguji kemampuan pendengaran anak Anda? Jika gangguan pendengaran teridentifikasi sejak awal, maka kemungkinan kesembuhan akan lebih besar dan tumbuh kembangnya tidak terganggu.

Penyebab ketulian sementara pada anak-anak

Beberapa penyebab ketulian sementara pada anak-anak, antara lain:
  • Banyak zat lilin di dalam liang telinga (tahi telinga)
  • Benda asing (seperti manik-manik atau ujung cotton bud) yang terjebak di dalam saluran telinga
  • Lendir berlebih di saluran eustachius ( saluran yang menghubungkan telinga dalam dan tenggorokan atas) yang disebabkan oleh pilek
  • Otitis media (infeksi telinga tengah). 

Penyebab ketulian permanen pada anak-anak

Beberapa kondisi dan kejadian dapat menyebabkan ketulian permanen pada anak-anak, antara lain:
  • Kondisi herediter yang menyebabkan telinga bagian dalam abnormal
  • Beberapa kelainan genetik, seperti osteogenesis imperfecta (kondisi kelainan tulang rapuh) dan trisomy 13 (kelainan fisik di berbagai bagian tubuh)
  • Paparan penyakit saat masih janin - Rubella (campak Jerman) adalah penyakit yang dapat mempengaruhi perkembangan telinga janin
  • Suara keras, seperti petasan dan konser musik
  • Cedera, seperti gegar otak atau patah tulang tengkorak
  • Penyakit tertentu, seperti meningitis dan gondok. 

Tanda normalnya pendengaran bayi

Indikasi bahwa bayi Anda dapat mendengar, adalah:
  • Usia 0 minggu s/d 8 minggu - Terkejut atau membuka mata lebar-lebar ketika tiba-tiba muncul suara keras di dekatnya, atau terbangun dari tidur atau rewel karena kebisingan.
  • Usia 8 minggu s/d 4 bulan - Melihat ke arah sumber suara, dan mungkin ia akan diam sambil terlihat mendengarkan.
  • Usia 6 bulan s/d 12 bulan - Menolehkan kepala ke arah suara atau mulai mengoceh ketika suara itu muncul.
  • Usia 12 bulan s/d 18 bulan - Tahu nama-nama mainan favoritnya, mulai meniru suara dan kata-kata sederhana.
  • Usia 18 bulan s/d 24 bulan - Memiliki kosakata kecil satu kata, dan dapat memahami perintah sederhana seperti 'Berikan ibu bola' .
  • Usia 2 setengah s/d 3 setengah tahun - Bicara jelas dan memiliki kosakata yang baik. 

Tanda-tanda masalah pendengaran pada anak usia sekolah

Beberapa tanda bahwa anak Anak usia sekolah mungkin mengalami gangguan pendengaran, yaitu:
  • Tidak merespon saat dipanggil
  • Masalah belajar di sekolah (karena mereka tidak bisa mendengar guru)
  • Mengeluhkan suara denging di telinga mereka (tinnitus)
  • Berbicara dengan suara yang keras
  • Menonton televisi dengan volume suara tinggi
  • Salah mengucapkan kata-kata
  • Sering lalai, tidak disiplin dan cenderung melamun. 

Diagnosis masalah pendengaran pada anak-anak

Jika Anda ragu apakah bayi atau anak Anda mengalami gangguan pendengaran atau tidak, sebaiknya lakukan beberapa tes. Beberapa jenis tes dapat digunakan untuk mendiagnosis gangguan pendengaran, namun tergantung dari usia anak, antara lain:
  • Tes objektif, seperti menguji respon batang otak pendengaran, yang mengukur aktivitas listrik di otak dalam menanggapi suara.
  • Tes sederhana seperti mendekatkan alat bergetar di dekatnya dan mengamati responnya.
  • Pengujian dengan audiometer - Mesin yang menghasilkan suara seperti bunyi bip dan peluit. Kemampuan anak dalam mendengar suara tersebut akan menentukan derajat gangguan pendengarannya.

Pengobatan gangguan pendengaran pada anak-anak

Pengobatan gangguan pendengaran pada anak-anak tergantung dari penyebab dan tingkat keparahannya, tetapi biasanya:
  • Antibiotik untuk otitis media (infeksi telinga tengah)
  • Mengangkat atau membersihkan benda asing atau zat lilin dari liang telinga
  • Alat bantu dengar untuk memperkuat suara yang diterima
  • Implan koklea dapat dipertimbangkan untuk kasus gangguan pendengaran berat atau ketulian total
  • Vibrotactile aids, yang menerjemahkan suara menjadi getaran yang dirasakan melalui kulit
  • Terapi wicara
  • Bantuan dari ahli ketulian untuk membantu anak memaksimalkan kemampuan pendengarannya yang minim.

Perlu diingat

Penyebab gangguan pendengaran pada anak-anak antara lain otitis media (infeksi telinga tengah), kelainan genetik, paparan suara keras, dan penyakit-penyakit tertentu (misalnya meningitis). Jika Anda ragu apakah fungsi pendengaran anak Anda normal atau tidak, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter THT. Semakin dini gangguan pendengaran teridentifikasi, semakin besar peluang kesembuhan bagi si anak.

06 ديسمبر 2014

Penyebab dan Pengobatan Sakit Perut pada Dewasa

Sakit perut

Sakit perut adalah sakit atau nyeri di area mana saja di antara tulang rusuk dan panggul. Di dalam perut terdapat banyak organ, seperti lambung, hati, pankreas, usus kecil dan usus besar, dan organ reproduksi. Di perut juga terdapat pembuluh darah besar.

Penyebab sakit perut yang serius antara lain karena usus buntu dan masalah pada kehamilan. Namun, sakit perut umumnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan penanganan serius apalagi operasi. Hanya saja terkadang dibutuhkan perawatan untuk mengatasi gejalanya. Terkadang, sakit perut akan sembuh dengan sendirinya tanpa pernah diketahui penyebabnya.

Haruskah sakit perut ke dokter?

Sakit perut sebenarnya tidak perlu ke dokter, namun bila sakit perut disertai dengan gejala seperti di bawah ini, segeralah pergi ke dokter:
  • rasa sakitnya hebat
  • berlangsung selama beberapa jam
  • nyeri dan atau perdarahan vagina (jika sedang hamil)
  • nyeri pada skrotum (jika laki-laki)
  • muntah atau sesak napas
  • muntah darah
  • terdapat darah pada feses (kotoran) atau urin
  • rasa sakitnya menjalar ke dada, leher atau bahu
  • demam, pucat, dan berkeringat dingin
  • tidak mampu buang air kecil
  • tidak mampu buang air besar atau buang angin. 

Gejala sakit perut pada dewasa

Jenis rasa sakit pada sakit perut dapat bervariasi. Ketika sakit perut terjadi, gejala yang mungkin terjadi adalah:
  • rasa sakit yang tajam, tumpul, menusuk, melilit dan lain-lain
  • berlangsung singkat, muncul dan hilang, atau bisa juga konstan
  • muntah
  • gelisah, tidak nyaman sehingga Anda terus berusaha mencari posisi yang tepat agar merasa nyaman
  • bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang membutuhkan tindakan operasi segera. 

Penyebab sakit perut pada dewasa

Ada banyak sekali penyebab sakit perut pada dewasa. Orang-orang banyak yang khawatir sakit perutnya disebabkan oleh usus buntu, batu empedu, bisul atau infeksi pada organ pencernaan atau masalah pada kehamilan. Dokter sebenarnya juga mengkhawatirkan hal ini, dan juga hal lainnya.

Nyeri perut bisa jadi bukan berasal dari perut. Beberapa penyebab lain yang cukup mengejutkan yang bukan berasal dari perut adalah karena serangan jantung dan pneumonia, gangguan pada panggul dan selangkangan, ruam kulit seperti herpes zooster, dan gangguan pada otot perut seperti tegang. Rasa sakit pada sakit perut dapat dibarengi dengan masalah dengan buang air kecil atau air besar.

Karena begitu banyaknya organ dan struktur di perut, akan sulit bagi seorang dokter untuk menemukan penyebab pasti sakit perut Anda, terutama bila hanya dengan pemeriksaan fisik. Jika dokter merasa yakin bahwa sakit perut Anda bukan disebabkan sesuatu yang serius, biasanya dokter tidak akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mungkin saja dokter tidak menemukan penyebabnya, namun dokter yakin bahwa sakit perut Anda akan sembuh dalam beberapa jam atau hari.

Diagnosis sakit perut pada dewasa

Jika dokter ragu dengan penyebab sakit perut Anda, atau dokter ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut, maka dokter mungkin akan melakukan:
  • Pemeriksaan pada dubur (rectal examination), untuk memeriksa darah yang tersembunyi atau masalah lainnya
  • Memeriksa penis dan skrotum (jika pasien laki-laki)
  • Melakukan pemeriksaan panggul untuk melihat kondisi dalam rahim, saluran tuba dan ovarium dan melakukan tes kehamilan (jika pasien wanita)
  • Tes darah untuk menemukan infeksi (yang menyebabkan jumlah sel darah putih meningkat) atau perdarahan (yang menyebabkan kadar hemoglobin turun)
  • Tes darah lainnya untuk memeriksa masalah pada hati atau pankreas
  • Tes urin untuk mengetahui jika terjadi infeksi atau mengandung darah
  • EKG (pemeriksaan aktivitas listrik jantung) untuk menyingkirkan kemungkinan serangan jantung
  • Tes lain, seperti X-ray, USG atau CT Scan
  • Endoskopi, pemeriksaan menggunakan selang fleksibel dengan lampu dan kamera video di ujungnya yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk memeriksa organ-organ internal tubuh tanpa melalui proses operasi. 

Pengobatan sakit perut pada dewasa

Pengobatan sakit perut tergantung dari apa yang menyebabkannya, tetapi biasanya adalah dengan:
  • Obat nyeri - Dengan obat anti nyeri, rasa sakit mungkin tidak hilang sepenuhnya tapi mungkin akan berkurang
  • Cairan - Pasien mungkin diinfus untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang
  • Obat-obat lain - Misalnya Anda mungkin diberikan obat untuk menghentikan muntah atau diare. 

Dokter bisa jadi akan meminta Anda untuk berpuasa makan dan minum, sebelum penyebab sakit perut Anda diketahui.

Perawatan sakit perut dirumah

Umumnya sakit perut akan hilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan di rumah untuk membantu meringankan sakit perut, seperti:
  • Menempatkan botol yang berisi air panas pada perut
  • Berendam di air hangat
  • Minum banyak cairan
  • Mengurangi asupan kopi dan teh dan stop minum alkohol karena akan membuat rasa sakit menjadi lebih buruk
  • Ketika Anda sudah diizinkan oleh dokter untuk makan kembali, mulailah dengan meminum cairan bening, kemudian dilanjutkan dengan makanan lunak, seperti bubur, pisang atau roti.
  • Banyak beristirahat
  • Gunakan obat antasida, untuk membantu mengurangi beberapa jenis rasa sakit, termasuk mual dan muntah
  • Gunakan obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol. Hindari penggunan aspirin atau obat anti inflamasi kecuali memang disarankan oleh dokter.

05 ديسمبر 2014

Hubungan Kenaikan Berat Badan dan Menopause

Hubungan Kenaikan Berat Badan dan Menopause

Masa menopause dimulai ketika seorang wanita telah berhenti berovulasi dan berhenti menstruasi. Wanita menopause sering mengalami kenaikan berat badan, terutama di area sekitar perut. Kondisi ini umumnya disebabkan karena menurunnya kadar hormon estrogen, kehilangan jaringan otot terkait usia, dan faktor gaya hidup seperti diet dan kurang berolahraga. Namun, penyebab pasti naiknya berat badan pada wanita menopause masih belum dipahami sepenuhnya.

Perubahan tubuh ketika menopause

Seiring bertambahnya usia, massa otot akan menurun dan metabolisme melambat. Perubahan ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan di sekitar masa menopause.

Sedangkan perubahan fisik lainnya yang terkait dengan menopause, antara lain:
  • Perubahan kulit, seperti kering dan hilang elastisitas
  • Kekeringan vagina
  • Rambut rontok

Perubahan-perubahan ini tentu akan mempengaruhi citra tubuh seorang wanita. Dengan menerapkan langkah-langkah tepat dalam memanajemen gejala menopause, seorang wanita dapat tetap tampil baik.

Estrogen dan pendistribusian lemak

Kadar hormon estrogen dapat mempengaruhi distribusi lemak tubuh. Di tahun-tahun awal menopause, banyak wanita yang mengalami peningkatan lemak sebagai akibat kadar estrogen mereka yang menurun. Wanita usia subur cenderung menimbun lemak di bagian bawah tubuh (bentuk tubuh seperti buah pir), sedangkan laki-laki dan wanita pasca menopause menimbun lemak di sekitar perut (seperti bentuk buah apel). Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa kekurangan hormon estrogen menyebabkan kenaikan berat badan secara berlebihan, meskipun mekanisme pastinya belum diketahui.

Faktor lain yang mempengaruhi kenaikan berat badan saat menopause

Selain karena kadar hormon estrogen yang menurun, beberapa faktor lain juga dapat berkontribusi dalam menaikkan berat badan setelah menopause, antara lain:
  • Hilangnya jaringan otot terkait usia
  • Metabolisme tubuh menurun
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Perubahan kebiasaan - misalnya, lebih banyak kesempatan/kebebasan untuk makan. 

Terapi penggantian hormon (TPH)

Bertentangan dengan kepercayaan masyarakat, terapi penggantian hormon (TPH) tidak terkait dengan berat badan. Beberapa penelitian menunjukan bahwa TPH hanya meningkatkan sedikit lemak dan efek menguntungkannya terjadi pada massa otot.

Jika seorang wanita rentan mengalami kenaikan berat badan sebelum menopause, berat badannya tetap akan naik terlepas apakah ia menggunakan TPH atau tidak. Sebagian wanita mungkin merasakan gejala-gejala di awal pengobatan TPH, seperti kembung dan rasa penuh pada payudara, mungkin inilah yang disalahartikan sebagai peningkatan berat badan. Faktanya, gejala ini biasanya akan hilang setelah dosis disesuaikan.

Menopause dan penyakit kardiovaskular

Sebagaimana usia seorang bertambah, risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) juga meningkat. Hal ini bisa disebabkan oleh kecenderungan pasca menopause yakni terjadi penambahan berat badan di sekitar perut. Lemak tubuh yang tersimpan di dalam dinding perut dan di sekitar organ internal (lemak visceral) merupakan faktor yang meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular.

TPH dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan cara mencegah akumulasi lemak pada perut. Selain itu, pengganti hormon estrogen akan meningkatkan kadar kolesterol darah 'baik' (lipoprotein densitas tinggi, atau HDL) dan menurunkan kadar kolesterol darah 'jahat' (lipoprotein densitas rendah, atau LDL).

Manajemen berat badan terkait menopause

Untuk memanajemen berat badan pasca menopause, cobalah untuk:
  • Makan makanan rendah lemak
  • Diet tinggi serat
  • Olahraga aerobik secara teratur setidaknya 30 menit setiap hari. Ini akan meningkatkan metabolisme tubuh
  • Membangun dan mempertahankan massa otot dengan latihan beban
  • Hindari stres. Pahami dan terima perubahan yang terjadi pada tubuh. 

Hindari diet ketat

Diet ketat akan sangat mengurangi jumlah makanan yang dimakan dalam waktu yang singkat. Tubuh akan merespon pengurangan pasokan energi ini dengan menggunakan jaringan otot sebagai bahan bakar. Otot akan banyak menghabiskan energi, jadi jika seseorang kehilangan jaringan otot, kemampuan tubuh dalam membakar energi juga berkurang,. Hal ini berarti si pelaku diet ketat akan segera mengalami kenaikan berat badan ketika diet ketat telah dihentikan.

Leptin (hormon lemak) berperan penting dalam mengontrol berat badan, karena berkontribusi dalam mengendalikan nafsu makan dan tingkat metabolisme tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa kadar leptin akan menurun setelah diet ketat, sehingga napsu makan akan meningkat dan metabolisme tubuh menjadi lambat.

Gejala, Penyebab, dan Pencegahan Toksoplasmosis

Penyebaran toksoplasma

Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh organisme kecil yang disebut dengan protozoa Toxoplasma gondii. Meskipun banyak orang yang terinfeksi oleh protozoa ini, namun hanya sebagian kecil saja yang mengembangkan masalah.

Penyebab

Toksoplasmosis ditularkan dari hewan ke manusia, seperti karena:
  • Menyentuh kotoran kucing yang terinfeksi atau menyentuh sesuatu yang telah kontak dengan kotoran kucing, seperti tanah atau serangga.
  • Makan daging mentah atau setengah matang, daging yang terinfeksi, atau menyentuh mulut setelah menyentuh daging.
  • Pada kasus yang jarang terjadi, toksoplasmosis juga dapat ditularkan dari transfusi darah atau juga transplantasi organ.

Seorang wanita hamil yang terkena toksoplasmosis untuk pertama kalinya berkemungkinan akan menulari janinnya dengan persentase sebesar 15% sampai 60%. Meskipun protozoa tetap aktif di dalam tubuh, infeksi aktifnya biasanya hanya terjadi sekali seumur hidup.

Umumnya, jika seorang wanita telah kebal terhadap infeksi sebelum dia hamil, maka tidak akan menulari bayinya kelak.

Faktor risiko

Faktor risiko adalah sesuatu yang meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami suatu penyakit atau kondisi. Orang yang berisiko mengalami gejala toksoplasmosis, antara lain:
  • Bayi yang lahir dari ibu yang terkena toksoplasmosis sebelum atau selama kehamilan.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah, seperti orang dengan:
    • HIV/AIDS
    • Kanker
    • Transplantasi organ.

Gejala

Umumnya toksoplasmosis tidak memiliki gejala. Bila pun ada, maka yang terjadi adalah:
  • Bengkak pada kelenjar getah bening
  • Demam
  • Lemah
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Ruam.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat mengembangkan infeksi toksoplasmosis pada beberapa organ. Infeksinya paling terjadi pada otak (ensefalitis), mata (korioretinitis), dan paru-paru (pneumonitis). Gejalanya antara lain:
  • Demam
  • Kejang
  • Sakit kepala
  • Cacat visual
  • Gangguan dalam bicara, gerakan dan berpikir
  • Gangguan mental
  • Sesak napas.

Pada bayi, tingkat keparahan gejala toksoplasmosis tergantung dari berapa lama sang ibu terinfeksi selama kehamilan. Jika infeksi terjadi pada trimester pertama kehamilan, bayi berisiko terinfeksi, tapi jika lebih lama, gejalanya akan jauh lebih parah. Ketika infeksi terjadi pada trimester kedua dan ketiga, bayi tetap berisiko terinfeksi meskipun gejalanya seringkali kurang serius. Toksoplasmosis juga dapat menyebabkan keguguran atau cacat lahir.

Sekitar satu dari 10 bayi yang lahir dengan toksoplasmosis mengalami gejala yang parah, seperti:
  • Cacat visual karena infeksi mata (korioretinitis)
  • Pembesaran hati dan limpa
  • Penyakit kuning (kulit dan mata kuning)
  • Pneumonitis
  • Miokarditis (radang pada otot jantung)
  • Malformasi otak (perkembangan abnormal otak)
  • Cacat intelektual
  • Cerebral palsy (kelumpuhan otak besar)
  • Kejang.

Banyak pula bayi yang terinfeksi toksoplasmosis lahir dengan sehat, namun baru mengembangkan masalah dalam beberapa bulan atau tahun kemudian. Gejalanya:
  • Cacat visual
  • Gangguan pendengaran
  • Disabilitas dalam belajar
  • Kejang.

Diagnosis

Selain pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan, pemeriksaan darah juga perlu dilakukan untuk mengetahui antibodi yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan toksoplasmosis tersebut. Sedangkan pemeriksaan laboratorium juga dilakukan untuk mengetahui protozoa yang menyebabkannya.

Jika yang terinfeksi adalah wanita hamil, tes prenatal, termasuk USG dan amniocentesis (pemeriksaan air ketuban) dilakukan untuk mengetahui apakah janin sudah ikut terinfeksi.

Pengobatan

Penderita yang sehat dan tidak dalam keadaan hamil umumnya tidak memerlukan pengobatan karena gejalanya biasanya akan hilang dalam waktu beberapa minggu atau bulan. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah perlu diberikan obat-obatan anti-toksoplasmosis selama beberapa bulan.

Jika seorang wanita hamil terinfeksi sedangkan janinnya tidak, sang ibu biasanya akan diberikan antibiotik spiramisin. Antibiotik ini akan menurunkan risiko infeksi pada janin sebesar 60%.

Ibu hamil yang janinnya terkonfirmasi terinfeksi toksoplasmosis diberikan kombinasi obat:
  • Spiramisin
  • Pirimetamin
  • Sulfadiazin
  • Asam folinat.

Obat-obat ini dapat mengurangi keparahan, namun tidak menghilangkan gejalanya kelak ketika bayi telah lahir. Setelah bayi lahir, bayi akan diberikan kombinasi obat-obatan berbeda.

Pencegahan

Wanita hamil atau sedang berencana hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk dilakukan tes darah guna mengetahui apakah mereka kebal terhadap toksoplasmosis. Jika tes menunjukkan tidak, maka perlu mengambil beberapa langkah untuk menghindari toksoplasmosis:
  • Jangan makan daging mentah atau setengah matang. Jika menyentuh daging mentah, jangan menyentuh mata, mulut dan hidung. Cuci tangan, talenan, pisau dengan sabun dan rendam dengan air hangat.
  • Cuci semua sayuran dan buah-buahan sebelum dikonsumsi.
  • Jangan membersihkan wadah kotoran kucing.
  • Jangan ada pasir di halaman rumah. Kucing dapat menggunakannya untuk membuang kotoran.
  • Jangan beri kucing daging mentah atau setengah matang.
  • Jangan biarkan kucing berburu tikus atau burung yang bisa saja sudah terinfeksi.
  • Kenakan sarung tangan saat berkebun. Jauhkan tangan dari mata, mulut, dan hidung. Cuci tangan ketika telah selesai.
Langkah-langkah pencegahan ini juga baik dilakukan oleh orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Article Resources
  • March of Dimes. http://www.modimes.org/
  • National Center for Infectious Diseases. http://www.cdc.gov/ncidod/
  • Women's Health Matters. http://www.womenshealthmatters.ca/