Jenis-jenis dan Manfaat Perawatan Gigi

Monday, February 10, 2014
Gigi sehat

Kehadiran dokter gigi menawarkan berbagai macam bantuan perawatan gigi dan mulut untuk mencegah kerusakan dan kehilangan gigi, dan penyakit gusi. Perawatan gigi pada umumnya meliputi tindakan check-up (pemeriksaan rutin), scaling dan pembersihan, sealants fisura, tambalan dan restorasi, ekstraksi gigi, pemasangan gigi palsu dan perawatan ortodontik.

Semua orang, termasuk anak-anak, sebaiknya mengunjungi dokter gigi minimal setiap enam bulan sekali. Ingat, gigi permanen tumbuh hanya sekali seumur hidup, tidak ada lagi gigi setelah gigi permanen tanggal/rusak. Risiko kerusakan gigi, penyakit gusi dan kehilangan gigi dapat diminimalisir dengan cara selalu menjaga kebersihan mulut, diet rendah gula, penggunaan mouthguard ketika berolahraga, dan berkunjung ke dokter atau profesional kesehatan gigi dan mulut lainnya minimal enam bulan sekali.

Teknik modern saat ini yang digunakan dokter gigi berarti bahwa perawatan gigi yang diterapkan akan menjadi solusi, dengan tanpa atau minim ketidaknyamanan bagi Anda. Di bawah ini beberapa perawatan yang umum dilakukan oleh dokter gigi.

Pemeriksaan Rutin Gigi

Dokter gigi akan memeriksa seluruh gigi dengan menggunakan alat kecil yang dimasukkan ke dalam mulut Anda, seperti cermin dan alat-alat kecil lainnya. Dokter gigi akan berusaha menemukan masalah pembusukan, penyakit gusi dan kondisi lainnya yang mungkin ada.
Perawatan gigi
Perawatan di dokter gigi. (Gambar: atsi.com.au)

Jika dokter gigi menemukan masalah pada gigi yang sulit dilihat dengan mata, misalnya kemungkinan kerusakan di antara dua gigi yang saling bersinggungan, dokter gigi mungkin akan melakukan pemeriksaan dengan sinar X (rontgen). Jika ada masalah, dokter gigi akan menawarkan pilihan pengobatan, dan merinci biaya, dan kemungkinan waktu tunggu kapan pengobatan/tindakan dapat dilakukan.

Scaling dan Pembersihan Gigi

Perawatan scaling dan pembersihan gigi diterapkan untuk menghilangkan kotoran pada gigi. Kotoran-kotoran ini antara lain: partikel makanan, plak lunak atau kalkulus keras (yang disebabkan karena akumulasi terus menerus dari mineral dari air liur dan plak - kadang-kadang juga disebut sebagai tartar).

Dokter gigi kemudian membersihkan atau mengolesi gigi dengan pasta abrasif menggunakan sikat berputar. Ini akan membantu mengobati dan mencegah penyakit gusi. Dokter gigi juga akan memberikan petunjuk atau saran tentang bagaimana cara menjaga kebersihan mulut Anda hingga waktu kunjungan berikutnya, karena ini penting untuk membantu menjaga kesehatan gusi.

Video di bawah ini menunjukkan cara kerja scaling dan pembersihan gigi:



Sealants Fisura

Sealants melindungi ggi dari pembusukan. Seluruh gigi yang memiliki celah yang dalam sebenarnya bisa diobati, namun gigi yang paling sering diobati adalah geraham dan premolar.

Sealant adalah cairan plastik tahan lama yang dilapiskan pada permukaan gigi. Lapisan ini akan menjadi penghalang fisik yang menghadang penumpukan makanan dan bakteri lain di celah gigi. Sealants fisura biasanya dianjurkan untuk anak-anak, karena akan mengurangi risiko kerusakan pada gigi permanen.
Gigi dengan lapisan sealant
Sebelum diberi lapisan sealant (kiri) dan sesudah (kanan). (Gambar: drummoynedentalcare.com.au)

Tambalan Gigi

Kerusakan yang menyebabkan munculnya rongga pada gigi diobati dengan tambalan gigi. Dokter gigi menggunakan bor dan alat-alat lain untuk membuang bagian gigi yang sudah busuk. Rongga kemudian dibersihkan, dikeringkan dan ditambal dengan bahan pengisi.

Terdapat berbagai macam jenis bahan untuk mengisi rongga gigi. Dokter gigi akan memberitahu mengenai bahan tambalan apa yang paling cocok untuk gigi Anda, tentunya berdasarkan ukuran dan lokasi rongga pada gigi Anda. Pilihan yang paling sering diambil adalah penambal yang berwarna sama dengan gigi,  karena akan menjaga penampilan estetika gigi Anda, selain tentunya mengembalikan bentuk dan fungsinya.
Gigi berlubang dan gigi ditambal
Gigi berlubang dan gigi sudah ditambal. (Gambar: caring4smiles.co.nz)

Restorasi Gigi Rusak

Dokter gigi akan menyarankan berbagai perawatan untuk merestorasi gigi yang rusak. Perawatan ini akan membantu mengembalikan penampilan, bentuk dan fungsi gigi Anda. Perawatan restorasi ini antara lain:
  • Bonding. Gigi yang berubah warna atau berbentuk tidak lazim akan diatasi dengan bonding. Semacam resin gigi berwarna digunakan untuk membuat gigi menjadi lebih teratur. Namun resin perlu diganti dalam jangka waktu tertentu.
  • Veneers. Gigi dapat dipasangi veneer porselen. Vener biasanya memiliki ketebalan 0,5 mm dan terpaku ke depan gigi secara permanen.
  • Mahkota. Ini merupakan "topi" yang disemen secara permanen atau terikat pada gigi. Mahkota terbuat dari porselen dan dapat disesuaikan dengan warna gigi Anda.
Gigi yang sudah direstorasi
Gigi, sebelum (kiri) dan sesudah (kanan) restorasi. (Gambar: aladindds.com)

Perawatan Saluran Akar

Perawatan saluran akar adalah prosedur yang menggantikan gigi yang rusak atau pulpa yang terinfeksi dengan cara diisi. Pulpa merupakan jaringan sensitif yang menyediakan oksigen, nutrisi dan indera perasa bagi gigi. Lokasinya di pusat rongga gigi (ruang pulpa), bersama dengan pembuluh darah dan saraf. Setelah gigi sepenuhnya terbentuk, nutrisi gigi berasal dari jaringan sekitar akar dan gigi dapat berfungsi tanpa pulpa.

Selama perawatan saluran akar, pulpa akan dihilangkan dari gigi. Dokter gigi membersihkan dan membentuk saluran akar dengan bor dan alat kecil lainnya. Interior gigi dibersihkan, dikeringkan dan dikemas dengan bahan pengisi yang mengisi sepanjang jalan ke ujung akar. Permukaan buatan untuk menggigit juga dibuat dari amalgam gigi, material komposit atau mahkota. Ini juga untuk melindungi gigi dari patah (fraktur), yang dapat terjadi setelah perawatan saluran akar.
Perawatan saluran akar
Perawatan saluran akar. (Gambar: Jeremy Kemp/Wiki)

Ekstraksi Gigi

Kedokteran gigi modern bertujuan untuk menjaga gigi alami. Namun, gigi yang rusak atau membusuk parah mungkin perlu diekstraksi (dicabut). Dokter gigi juga akan merekomendasikan ekstraksi untuk menangani gigi bungsu yang menyebabkan masalah. Gigi ini dapat menyebabkan berbagai masalah gigi, termasuk kepadatan gigi dan impaksi (gigi tumbuh pada sudut ke dalam molar atau gusi) yang ada. Gigi juga dapat diekstraksi dengan menggunakan anestesi (bius) lokal. Sedasi atau anestesi umum mungkin juga akan diterapkan dokter gigi apabila terjadi kesulitan prosedur.

Pemasangan Gigi Palsu

Gigi palsu dapat dilepas dan dipasang kembali oleh pemakainya sendiri. Satu gigi tiruan bisa Anda gunakan sementara Anda masih memiliki gigi-gigi alami lainnya. Namun, perubahan tulang rahang selama proses penyembuhan dapat menyebabkan gigi tiruan menjadi longgar. Dalam beberapa bulan, gigi tiruan mungkin perlu ditata kembali untuk menyamankan penggunanya. Atau bila mau menunggu, gigi tiruan baru dibuat setelah beberapa bulan setelah gigi hilang. Ini memberikan waktu bagi tulang rahang untuk sembuh dan tidak berubah bentuk lagi.

Pemasangan Mouthguard

Mouthguard adalah perangkat pelindung yang menutupi gigi dan gusi untuk mencegah cedera pada gigi, bibir dan gusi. Mouthguard sering digunakan saat berolahraga untuk mencegah kerusakan gigi akibat benturan pada wajah (hantaman, pukulan atau terjatuh). Seorang doter gigi yang baik tentu akan memilihkan mouthguard yang terbaik dan pas bagi Anda.

Implan Gigi

Implan gigi dapat digunakan untuk menggantikan gigi yang hilang. Implan adalah gigi tiruan yang terdiri dari sekrup titanium kecil yang akan menjadi rahang dan gigi buatan. Tidak cukup satu kali ke dokter gigi untuk memasang implan. Pada waktunya, implan akan menyatu dengan tulang rahang. Implan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Namun, ini sudah masuk ke bidang khusus kedokteran gigi, sehingga dokter gigi biasa mungkin akan merujuk Anda untuk pemasangan implan.

Pemasangan implan gigi
Pemasangan implan gigi. (Gambar: atlasparkdental.com)

Perawatan Ortodontik

Perawatan ortodontik dilakukan utnuk memperbaiki kelainan pada rahang dan posisi gigi, seperti gigi overbite atau menonjol. Dokter gigi akan mendiagnosa dan mengobati masalah ini atau mungkin merujuk Anda ke dokter gigi khusus untuk perawatan ortodontik. Perawatannya mungkin termasuk pemasangan kawat gigi atau perangkat lepas pasang lainnya.

Hal-hal yang Perlu Diingat
  • Risiko kerusakan dan kehilangan gigi dan penyakit gusi dapat diminimalisir dengan selalu menjaga kebersihan mulut, diet rendah gula, memakai mouthguard ketika berolahraga dan rutin berkunjung ke dokter gigi.
  • Sangat direkomendasikan bagi setiap orang, termasuk anak-anak, untuk mengunjungi dokter gigi minimal enam bulan sekali.
  • Teknik modern yang digunakan dokter gigi berarti bahwa perawatan kesehatan gigi dan mulut bisa berhasil tanpa atau minimal rasa tidak nyaman bagi Anda.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.