24 February 2020

Hubungan Osteoporosis dan Gangguan Tiroid

Osteoporosis dan hipertiroidisme

Apa itu osteoporosis?
Secara harfiah osteoporosis berarti 'tulang keropos'. Osteoporosis adalah kondisi medis dimana tulang Anda rapuh dan rentan patah. Tulang yang paling sering mengalami kerusakan pada osteoporosis adalah pergelangan tangan, tulang belakang, dan pinggul. Meskipun osteoporosis dapat diobati, namun mencegahnya akan lebih mudah.

Bagaimana osteoporosis bisa terjadi?
Di dalam tulang terdapat dua jenis sel, 'osteoklas' dan 'osteoblas' , yang terus bekerja untuk menumbuhkan rangka dan dan memperbaiki kerusakan seperti retak dan patah tulang. Osteoklas bertugas memecah tulang sementara 'osteoblas' membangun kembali tulang. Setiap siklus memecah dan membangun kembali tulang ini biasanya memakan waktu 200 hari.

Banyak faktor yang mempengaruhi proses penggantian tulang ini, diantaranya hormon, olahraga yang biasa dilakukan, dan jumlah vitamin D dan kalsium yang dikonsumsi.

Pemecahan dan pembangunan kembali tulang terjadi dalam proses atau tingkat yang seimbang. Jika lebih banyak tulang yang hilang daripada yang diganti, maka tulang Anda menjadi kurang padat dan Anda mungkin menderita osteoporosis. Jika menderita osteoporosis, tulang Anda rentan sekali untuk patah.

Siapa saja yang berisiko terkena osteoporosis?
Baik pria dan wanita semua berisiko terkena osteoporosis. Faktanya, semua orang akan mulai kehilangan kepadatan tulang sejak usia 35 tahun dan ini merupakan bagian normal dari penuaan. Namun, kehilangan kepadatan tulang yang besar lebih sering terjadi pada wanita setelah menopause, masa dimana mereka berhenti memproduksi estrogen, hormon yang melindungi tulang. Pasca menopause, kepadatan tulang bisa hilang lebih cepat dalam lima hingga 10 tahun setelahnya.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko patah tulang osteoporosis meliputi:
  • Pernah patah tulang, baik patah tulang spontan, atau akibat trauma ringan seperti jatuh biasa
  • Riwayat keluarga dengan osteoporosis atau patah tulang akibat trauma ringan
  • Menopause dini
  • Sebelumnya menjalani terapi steroid
  • Anoreksia nervosa
  • Berat badan rendah
  • Diet yang buruk
  • Merokok
  • Alkohol
  • Kurang olahraga
  • Hipertiroidisme yang tidak diobati dalam waktu lama
  • Hipotiroidisme yang terlalu lama diobati
  • Penyakit lain seperti rheumatoid arthritis (peradangan sendi), penyakit celiac (penyakit auto imun), dan hiperparatiroidisme primer (gangguan pada satu atau beberapa kelenjar paratiroid).

Apa hubungan antara penyakit tiroid dan osteoporosis?
Hormon tiroid (yaitu tiroksin) mempengaruhi laju proses penggantian tulang. Terlalu banyak hormon tiroksin di dalam tubuh akan mempercepat laju kehilangan tulang. Jika ini terjadi terlalu cepat, osteoblas mungkin tidak dapat mengganti kehilangan tulang dengan cepat. Jika kadar hormon tiroksin dalam tubuh Anda terlalu tinggi untuk jangka waktu lama atau tingkat hormon perangsang tiroid (TSH) dalam tubuh Anda terlalu rendah untuk jangka waktu yang lama maka ada risiko lebih tinggi terkena osteoporosis.

Ada juga beberapa bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang dengan kadar TSH rendah dapat kehilangan tulang dengan lebih cepat daripada mereka dengan kadar TSH normal bahkan ketika pengukuran tiroksin darah berada dalam kisaran normal, tetapi ini masih sedang dipelajari.

Tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)
Jika Anda menderita hipertiroidisme, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengobati overaktivitasnya. Setelah kadar hormon tiroid dalam tubuh Anda turun ke kisaran normal, proses kehilangan tulang akan melambat dan kekuatan tulang dapat meningkat. Namun, sebagian orang akan mengalami keropos tulang yang persisten, dengan atau tanpa penyakit tiroid, dan wanita pasca menopause berisiko sangat tinggi mengalami hal ini. Jika Anda mengalami hipertiroidisme dan tidak diobati dalam jangka waktu yang lama, serta memiliki faktor risiko lain untuk osteoporosis dan patah tulang, pemindaian kepadatan mineral tulang dua hingga tiga tahun setelah pengobatan tiroid Anda dimulai akan membantu menilai risiko Anda. Jika pemindaian kepadatan tulang menunjukkan osteoporosis maka dapat diobati dengan obat-obatan.

Tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme)
Tiroid yang kurang aktif, bukan merupakan faktor risiko osteoporosis, tetapi jika Anda diresepkan obat seperti levothyroxine untuk meningkatkan kadar hormon tiroid ke kisaran normal, maka Anda harus melakukan tes darah rutin, minimal sekali setahun, untuk memastikan kadar hormon tiroid Anda tidak terlalu tinggi.

Bagaimana menurunkan risiko terkena osteoporosis?
Kesehatan tulang dapat dijaga dengan mengonsumsi makanan seimbang yang kaya akan kalsium, mendapatkan vitamin D yang cukup, menghindari rokok dan alkohol, dan berolahraga secara teratur. Olahraga yang memiliki dampak tinggi seperti jogging atau jalan kaki, akan membantu menguatkan tulang. Olahraga lain, seperti pilates dan yoga, mungkin berguna dalam meningkatkan keseimbangan, sehingga mengurangi risiko jatuh yang dapat mematahkan tulang.

Terapi Penggantian Hormon (HRT) dapat membantu mengurangi risiko osteoporosis pada wanita tetapi sekarang ini hanya direkomendasikan untuk pengobatan gejala menopause dan dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kondisi lain tergantung pada individu. Menghabiskan waktu barang 10-20 menit setiap hari untuk terpapar sinar matahari akan memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh.

Berapa banyak kalsium yang dibutuhkan?
National Osteoporosis Society merekomendasikan asupan kalsium harian 700 mg untuk pria dan wanita, termasuk wanita hamil, atau hingga 1.000 mg setiap hari jika Anda sedang menjalani perawatan obat osteoporosis. Jika Anda menyusui maka perlu menambah asupan kalsium hingga 550 mg setiap hari.

Makanan apa yang mengandung kalsium dan vitamin D?
Kalsium paling mudah ditemukan dari produk susu (terutama yang rendah lemak) seperti susu, keju, dan yoghurt. Satu liter susu skim mengandung 880 mg kalsium. Jenis ikan tertentu, dan sayuran hijau seperti okra dan selada air, juga merupakan sumber kalsium yang baik sebagai ganti jika Anda tidak menyukai susu. Ikan berminyak, seperti salmon, trout, mackerel, herring (termasuk kippers) dan tuna segar mengandung vitamin D.

Perlu diingat
  • Tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) dapat meningkatkan risiko osteoporosis
  • Pengobatan hipertiroidisme akan mengurangi laju keropos tulang dan meningkatkan kekuatan tulang
  • Lakukan pemindaian kepadatan mineral tulang jika Anda telah lama mengalami hipertiroidisme
  • Risiko osteoporosis dapat diturunkan dengan rutin mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin D, dan berolahraga secara teratur
  • Asupan kalsium harian yang direkomendasikan untuk pria dan wanita dewasa termasuk wanita hamil adalah 700 mg, dan tambahan 550 mg jika Anda menyusui.

Article Resources

21 February 2020

Hubungan Obesitas, Berat Badan, dan Risiko Kanker

Pengukuran lingkar perut

Setiap satu dari lima orang dewasa penduduk Indonesia mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Dengan jumlah penduduk yang hampir menyentuh angka 270 juta jiwa, dapat dibayangkan betapa banyak kejadian obesitas di Indonesia.

Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan kondisi dimana seseorang terlalu banyak memiliki lemak tubuh. Ini berkaitan dengan penumpukan lemak di jaringan tubuh yang normalnya tanpa lemak, seperti otot.

Banyak faktor yang menjadi penyebab obesitas,  diantaranya faktor genetik, hormon, lingkungan, emosional, dan budaya. Penderita obesitas berisiko tinggi mengalami banyak kondisi kesehatan serius, seperti diabetes tipe-2, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Obesitas juga dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai jenis kanker.

Obesitas dan risiko kanker
Beberapa penelitian telah menunjukkan mengapa kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko dan pertumbuhan sel kanker. Kemungkinan alasan obesitas memiliki hubungan dengan perkembangan  kanker yaitu:
  • Peningkatan kadar insulin dan insulin growth factor-1 (IGF-1), yang dapat membantu perkembangan beberapa jenis kanker.
  • Peradangan tingkat rendah, kronis, yang lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas dan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.
  • Kadar hormon estrogen tinggi yang diproduksi oleh jaringan lemak, yang dapat mendorong perkembangan beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara dan endometrium.
  • Sel-sel lemak dapat mempengaruhi proses yang mengatur pertumbuhan sel kanker.

Perubahan berat badan selama hidup juga dapat mempengaruhi risiko seseorang untuk terkena kanker. Penelitian telah menunjukkan bahwa faktor-faktor berikut dapat mempengaruhi risiko kanker:
  • Berat lahir tinggi
  • Berat badan bertambah pesat saat dewasa
  • Naik turun berat badan berulang kali.
Penelitian menunjukkan bahwa risiko kanker dapat diturunkan dengan menjaga berat badan tetap normal.

Jenis kanker yang berhubungan dengan peningkatan berat badan
Hampir semua bukti yang mengaitkan obesitas dengan risiko kanker berasal dari studi kohort besar, sejenis studi observasional. Namun, data dari studi observasional dapat menjadi sulit untuk ditafsirkan dan tidak dapat memastikan bahwa obesitas menyebabkan kanker. Itu karena orang obesitas mungkin berbeda dari orang kurus dengan cara lain selain lemak tubuh mereka, dan ada kemungkinan bahwa perbedaan-perbedaan lain ini — diluar perbedaan lemak tubuh mereka — yang menjelaskan risiko kanker mereka.

Terlepas dari keterbatasan rancangan studi, ada bukti konsisten yang menunjukkan bahwa lemak tubuh yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah kanker, termasuk:
  • Payudara
  • Kolorektal
  • Rahim
  • Ginjal
  • Kerongkongan
  • Pankreas
  • Endometrium
  • Prostat
  • Kantung empedu
  • Tiroid
  • Hati
  • Multiple myeloma
  • Meningioma
  • Ovarium.

Mengukur penambahan berat badan
Obesitas sering diukur dengan indeks massa tubuh (IMT) dan pengukuran lingkar pinggang. IMT adalah rasio berat dan tinggi badan seseorang. IMT yang sehat adalah antara 18,5 dan 24,9. IMT antara 25 dan 29,5 dianggap kelebihan berat badan, sementara IMT 30 atau lebih tinggi adalah obesitas.

Juga, orang dengan ukuran pinggang yang lebih besar memiliki risiko lebih tinggi terhadap berbagai penyakit, seperti penyakit jantung. Ukuran pinggang yang sehat untuk orang Indonesia adalah di bawah 90 cm untuk pria dan di bawah 80 cm untuk wanita.

Menurunkan risiko kanker dengan menjaga berat badan
Salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko kanker adalah dengan menjaga berat badan tetap normal.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah obesitas:
  • Berolahraga. Selama 150 menit untuk olahraga sedang dalam seminggu.
  • Makan makanan yang sehat. Perbanyak makan sayuran, buah-buahan, biji-bijian atau kacang polong (kacang-kacangan).
  • Istirahat cukup. Kelelahan dapat membuat keinginan untuk makan lebih banyak, dan memunculkan keinginan untuk memakan makanan yang tidak sehat.

Menjadi obesitas secara otomatis merusak kemampuan kerja tubuh. Mempertahankan berat badan yang normal menjadi kunci untuk menurunkan risiko kanker.

Article Resources

20 February 2020

Kenali Warna-Warna Muntah dan Penyebabnya

Perempuan muntah

Hijau, kuning, coklat, hitam, dan lainnya: Apa arti dan penyebab muntah saya?

Warna muntah yang bermacam-macam
Muntah itu sendiri bukanlah penyakit. Muntah adalah gejala dari suatu kondisi atau penyakit, mulai dari infeksi hingga penyakit kronis.

Warna muntah juga dapat berubah seiring tahapan penyakit. Misalnya, muntah akibat gastroenteritis  (flu perut) awalnya mungkin berwarna hijau atau kuning kemudian selanjutnya berubah menjadi oranye.

Muntah yang hanya berlangsung satu atau dua hari biasanya bukan disebabkan hal serius. Ini mungkin hanya reaksi tubuh terhadap iritasi di usus atau cara tubuh menyingkirkan hal-hal berbahaya.

Serangan muntah yang singkat biasanya disebabkan penyakit akut seperti keracunan makanan. Namun jika siklus muntah terjadi selama beberapa minggu atau bulan, ini mungkin disebabkan oleh penyakit kronis.

Muntah jernih
Muntah jernih biasanya terjadi setelah mengalami muntah beberapa kali, yang secara efektif mengosongkan isi perut dari makanan.

Muntah jernih mungkin disebabkan kondisi seperti:
Dalam kasus yang terjadi terus menerus, muntah dapat mengandung cairan empedu yang berwarna kuning atau hijau.

Muntah jernih juga dapat disebabkan oleh:
  • Obstruksi jalan keluar lambung. Kondisi dimana lambung benar-benar tersumbat oleh sesuatu seperti tumor atau bisul. Ketika ini terjadi, tidak ada makanan atau minuman yang dapat melewatinya, termasuk air.
  • Cedera kepala. Sebagian orang sering mengalami muntah parah setelah cedera kepala. Pada kasus yang parah, muntah yang jernih mungkin merupakan tanda kerusakan otak.

Muntah warna putih atau berbusa
Muntah dapat berwarna putih setelah memakan sesuatu yang putih, seperti es krim atau susu.

Muntah berbusa dapat terjadi akibat gas berlebih di dalam lambung. Segera ke dokter jika kondisi ini berlangsung lebih dari satu atau dua hari.

Kondisi yang menyebabkan gas berlebih dalam lambung meliputi:
  • Refluks asam atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Refluks terjadi ketika asam lambung mengalir naik kembali ke kerongkongan dari lambung. Gejala lainnya adalah sensasi panas di tenggorokan, sakit dada, dan kesulitan menelan.
  • Gastritis. Ini adalah peradangan pada lapisan lambung. Gastritis dapat berkembang akibat mengonsumsi obat penghilang rasa sakit dalam waktu yang lama atau minum minuman beralkohol. Gejala lainnya termasuk gangguan pencernaan, mual, dan perut bagian atas terasa penuh.

Muntah warna hijau atau kuning
Muntah hijau atau kuning dapat mengindikasikan tubuh mengeluarkan cairan yang disebut empedu. Cairan ini dibuat oleh hati dan disimpan di kantong empedu.

Memuntahkan cairan empedu tidak selalu berarti serius. Muntah cairan empedu juga dapat terjadi akibat kondisi yang sebenarnya tidak serius, lalu muntah dalam keadaan perut kosong, contohnya akibat flu perut dan morning sickness.

Muntah hijau atau kuning juga dapat disebabkan oleh penyumbatan pada usus. Penyumbatan ini bisa akibat batu empedu atau hernia. Gejala lain termasuk kehilangan nafsu makan, sembelit, dan kram perut.

Muntah warna oranye
Muntah berwarna oranye mungkin menjadi gejala suatu penyakit di beberapa jam pertama. Warnanya bisa bertahan jika perut diisi kembali dengan makanan di antara episode muntah, karena oranye adalah warna makanan yang dicerna sebagian.

Kecuali jika berlangsung lebih dari satu atau dua hari, muntah oranye biasanya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Muntah oranye umumnya disebabkan oleh:
  • Keracunan makanan setelah makan makanan yang terkontaminasi. Gejala lainnya termasuk diare, kram perut, dan demam.
  • Gastroenteritis atau flu perut. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kontak dengan orang yang terinfeksi atau dari makanan dan air yang terkontaminasi. Gejalanya termasuk demam ringan, nyeri otot, dan sakit perut.
  • Influenza. Gejalanya mirip dengan flu biasa dengan disertai pilek dan sakit tenggorokan. Seiring perkembangannya, influenza dapat menyebabkan demam, kelemahan, kedinginan, dan sakit kepala yang persisten.
  • Migrain. Sakit kepala hebat adalah gejala dari migrain. Migrain dapat berlangsung selama beberapa jam atau bahkan berhari-hari. Ketika migrain memuncak, bisa muncul keinginan untuk muntah, atau mengalami muntah berulang jika rasa sakitnya berlanjut.
  • Muntah yang berhubungan dengan kehamilan (morning sickness). Ketika hormon-hormon menumpuk di tubuh selama kehamilan, ibu mungkin menjadi mual dan muntah. Sekitar 55 persen wanita yang hamil mengalami muntah. Meskipun kondisi ini disebut morning sickness, namun muntah dapat terjadi kapan saja.

Muntah oranye juga bisa disebabkan oleh:
Dalam kasus ini, muntah oranye biasanya bersifat sementara. Selanjutnya muntah dapat berubah ke warna lain.

Muntah warna merah atau merah muda
Muntah darah dalam jumlah banyak disebut sebagai hematemesis. Meskipun sering berwarna merah muda atau merah terang, warnanya juga bisa tampak hitam atau coklat tua.

Harus segera ke dokter bila mengalami muntah berwarna merah, merah muda, atau kemerahan.

Pada anak-anak, muntah darah bisa merupakan pertanda:
  • intoleransi diet terhadap susu
  • menelan darah dari luka ke mulut
  • gangguan pembekuan darah tertentu
  • cacat lahir.

Pada orang dewasa, muntah berwarna merah atau merah muda umumnya disebabkan oleh:
  • Kerusakan pada tenggorokan, mulut, atau gusi akibat batuk atau muntah. Sedikit darah yang keluar mungkin tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi jika jumlahnya signifikan atau terlihat seperti bubuk kopi, segera ke dokter untuk memeriksakannya.
  • Tukak lambung. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan di saluran pencernaan bagian atas. Ini termasuk mulut, kerongkongan, lambung, dan usus kecil bagian atas.
  • Amiloidosis. Ini terjadi ketika protein menumpuk di organ vital. Mungkin akan muncul banyak gejala mulai dari diare, kembung, hingga muntah darah.
  • Gagal hati. Kondisi ini terutama mempengaruhi orang-orang yang sebelumnya memiliki penyakit hati. Gejalanya yang umum adalah kulit dan putih mata yang menguning. Gejala lainnya termasuk pembengkakan perut, nyeri di perut kanan atas, dan merasa mengantuk atau bingung.
  • Sindrom Mallory-Weiss. Ini mengacu pada robekan pada kerongkongan yang disebabkan oleh episode muntah yang sering dan sangat kuat.

Muntah warna coklat
Ada dua kemungkinan penyebab muntah coklat.

Dalam banyak kasus, warna coklat ini sebenarnya adalah warna darah. Jika menyerupai bubuk kopi, sebaiknya segera ke dokter. Ini mungkin disebabkan oleh tukak lambung, amiloidosis, atau kondisi mendasar lainnya yang parah.

Sembelit yang parah juga dapat menyebabkan muntah berwarna coklat. Kondisi ini menghambat pencernaan. Akibatnya, muntah mungkin berbau seperti kotoran. Gejala lainnya mungkin kembung dan sakit perut parah. Segera ke dokter bila mengalaminya.

Muntah warna hitam
Warna hitam juga bisa menjadi corak muntah darah. Bahkan mungkin menyerupai bubuk kopi gelap.

Muntah dapat menjadi berwarna hitam jika darah telah dioksidasi oleh asam lambung. Zat besi dalam darah kemudian berubah menjadi coklat. Karena darah tidak lagi merah terang, itu berarti perdarahan telah berhenti atau hanya terjadi dalam jumlah kecil.

Muntah hitam disebabkan oleh kondisi yang menyebabkan muntah darah (dijelaskan di bagian sebelumnya). Segera ke dokter jika mengalami muntah hitam.

Pada sebagian kecil kasus, muntah hitam mungkin merupakan akibat dari infeksi jamur seperti phaeohyphomycosis. Infeksi ini dapat berkembang setelah kontak dengan kultur jamur hitam. Seseorang mungkin lebih mungkin mengembangkan kondisi ini jika ia mendapatkan transplantasi sumsum tulang atau organ, atau jika terpapar tanah pertanian atau pekerjaan lapangan lainnya.

Tekstur muntah yang berubah-ubah
Dalam beberapa kasus, muntah dapat berubah tekstur berdasarkan isi perut atau sudah berapa lama sejak makan sesuatu. Tekstur juga dapat berubah jika seseorang telah berulang kali muntah - pertama kali memuntahkan makanan, kemudian empedu, dan asam lambung.

Perubahan-perubahan ini biasanya bukanlah alasan yang perlu dikhawatirkan, tetapi jika melihat sesuatu yang tidak biasa atau mengalami gejala lain, sebaiknya hubungi dokter.

Kapan harus menemui dokter
Hubungi dokter jika melihat darah dalam jumlah yang banyak di dalam muntah. Ingat: warna darah dapat berkisar dari merah ke coklat ke hitam.

Segera ke dokter jika muntah disertai dengan pusing, napas cepat atau dangkal, atau tanda-tanda syok lainnya.

Muntah hijau atau kuning juga bisa menjadi gejala kondisi yang lebih serius, seperti refluks empedu. Segera ke dokter jika mengalaminya.

Juga harus ke dokter apabila:
  • muntah telah berlangsung selama 48 jam dan tidak membaik
  • ada tanda-tanda dehidrasi
  • kehilangan berat badan karena muntah
  • menderita diabetes. Muntah yang berulang dapat mempengaruhi kadar gula darah
  • mengalami nyeri dada yang parah. Ini mungkin mengindikasikan serangan jantung.

Article Resources

19 February 2020

Tuberkulosis (TB) Anak : Gejala dan Pengobatan

TB anak anak

Tuberkulosis (TB) adalah infeksi melalui udara yang mempengaruhi paru-paru. Gejala TB meliputi batuk, kesulitan bernapas, dan demam. TB diobati dengan obat khusus yang diminum selama beberapa bulan.

Apa itu TB?
Tuberkulosis (TB) adalah infeksi melalui udara (airborne infection) yang menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mempengaruhi organ lain seperti ginjal, tulang belakang, dan otak. TB disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis).

Ada tiga tahapan  TB:
  • Paparan. Ini tahap dimana seorang anak telah melakukan kontak dengan orang yang menderita TB. Ketika menjalani tes TB, semua hasilnya masih terlihat normal.
  • Infeksi TB laten. Pasien yang mengalami infeksi TB laten memiliki bakteri TB dalam tubuhnya, tetapi bakteri tersebut tidak aktif dan tidak dapat menular ke orang lain. Pasien-pasien ini tidak memiliki gejala TB, tetapi mereka harus minum obat agar tidak terkena penyakit TB.
  • Penyakit TB. Pasien yang memiliki penyakit TB dan memiliki bakteri aktif, memiliki gejala TB, dan dapat menularkan penyakit kepada orang lain. Pasien-pasien ini harus minum obat untuk mengobati penyakitnya.
Infeksi TB laten kurang serius dibandingkan penyakit TB. Jika penyakit TB tidak diobati, maka dapat menyebabkan kecacatan serius dan / atau bahkan kematian. Banyak anak yang terinfeksi M. tuberculosis yang tidak pernah menjadi TB aktif dan tetap dalam tahap TB laten.

Anak-anak mana yang berisiko tinggi terkena TB?
Anak-anak yang berisiko tinggi untuk terkena TB adalah mereka yang:
  • Tinggal serumah dengan orang dewasa yang memiliki TB aktif
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti mengidap HIV, atau sedang menjalani  terapi kortikosteroid atau kemoterapi
  • Tinggal di tempat penampungan
  • Tinggal serumah seseorang yang pernah dipenjara atau tunawisma
  • Lahir di negara dengan angka kejadian TB yang tinggi
  • Tinggal di daerah yang tidak memiliki layanan kesehatan yang layak.

Bagaimana TB menular ke anak-anak?
Sebagian besar anak-anak tertular penyakit TB dari orang dewasa yang memiliki penyakit TB aktif. Bakteri TB menyebar melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi TB batuk, bersin, atau berbicara. Jika seorang anak berada di dekatnya, ia mungkin terpapar bakteri TB tersebut.

Anak-anak lebih kecil kemungkinannya daripada orang dewasa untuk menyebarkan bakteri TB kepada orang lain karena bentuk penyakit TB yang ditemukan pada anak-anak kurang menular. Anak-anak di bawah 10 tahun kurang menulari karena batuk mereka cenderung tidak efektif dan sekresi lendir mereka hanya mengandung sedikit bakteri.

Bayi, anak kecil, dan anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah adalah yang paling berisiko mengembangkan bentuk penyakit TB yang paling parah, seperti TB meningitis atau penyakit TB diseminata.

Apa saja gejala penyakit TBC pada anak-anak?
Gejala-gejala penyakit TBC pada anak-anak meliputi:
  • Batuk
  • Napas sulit (berat, cepat)
  • Kehilangan selera makan
  • Batuk selama 3 minggu atau lebih (dan mungkin batuk darah)
  • Nyeri dada
  • Pembengkakan kelenjar
  • Lemah dan kurang aktif
  • Penurunan berat badan dan / atau pertumbuhan yang buruk
  • Demam dan / atau keringat malam
  • Iritabilitas.
Anak-anak mungkin menderita penyakit TBC tanpa gejala. Ketika bakteri sudah mencapai paru-paru, sistem kekebalan tubuh menyerang bakteri dan menjaga agar infeksi tidak menyebar.

Bagaimana cara mendiagnosis TB?
Penyakit TB terjadi ketika seorang anak memiliki tanda dan gejala infeksi aktif. Anak-anak yang berisiko tertular TB harus mendapatkan tes TB. Ada dua tes TB untuk infeksi TB: tes kulit dan tes darah.
  • Tes kulit TB. Disebut juga dengan tes Mantoux, bahan uji TB disuntikkan dengan jarum kecil di bawah kulit pada lengan bawah. Dua atau tiga hari kemudian petugas akan memeriksa reaksi kulit terhadap tes tersebut. Jika anak mengalami TB, kulit anak di tempat suntikan akan membengkak dan memerah.
  • Tes darah TB, dilakukan untuk mengukur bagaimana sistem kekebalan seseorang bereaksi terhadap bakteri penyebab TB. Tes darah yang disebut tes pelepasan interferon-gamma (IGRA) juga dapat dilakukan.
Untuk menguji penyakit TB, rontgen dada, dan sampel dahak mungkin juga diperlukan. Diagnosis TB pada anak agak sulit, karena anak-anak cenderung tidak memiliki gejala TB. Juga, sampel dahak sulit didapatkan dari anak-anak.

Bagaimana pengobatan tuberkulosis (TB) pada anak-anak?
Jika seorang anak diduga menderita TB, maka ia harus dirawat oleh ahli TB anak. Anak-anak yang dirawat karena infeksi TB laten atau penyakit TB harus menuntaskan minum obat sesuai petunjuk.
  • Pengobatan infeksi TB laten. Infeksi TB laten pada anak-anak harus dirawat untuk mencegah perkembangan penyakit TB. Isoniazid (Hyzyd®) adalah obat yang menjaga agar infeksi tidak aktif. Isoniazid diminum sehari sekali setiap hari selama setidaknya 6-12 bulan.
  • Pengobatan penyakit TB. Pengobatan untuk penyakit TB membutuhkan 3 hingga 4 jenis obat. Pasien akan minum obat ini selama 6 hingga 12 bulan. Obat harus diminum hingga tuntas, atau pasien bisa kambuh lagi dan menjadi resisten. Pasien TB yang resisten terhadap obat lebih sulit diobati. Pengobatannya dapat berlangsung 18 hingga 24 bulan.
Anak-anak biasanya mulai membaik di beberapa minggu pengobatan awal. Setelah 2 minggu dirawat dengan obat, anak biasanya tidak lagi menular. Pengobatan TB harus dituntaskan sesuai petunjuk dokter.

Bisakah TB dicegah?
Langkah-langkah mencegah TB:
  • menghindari kontak dengan orang yang memiliki penyakit TB aktif
  • menggunakan obat-obatan pencegahan untuk mereka yang berisiko tinggi
  • menggunakan handuk, peralatan makan, dan peralatan pribadi terpisah dari penderita TB aktif
  • menjaga pola hidup sehat.
Demi mencegah penyebaran bakteri TB dan infeksi lainnya, dorong seluruh anggota keluarga untuk selalu mencuci tangan dengan baik, dan apabila mereka bersin atau batuk, gunakan tisu atau siku mereka, bukan telapak tangan.

Article Resources

18 February 2020

Anak Makan Sesuatu Beracun, Apa yang Harus Dilakukan?

Anak bermain dengan obat (racun)

Begitu bayi sudah mulai merangkak, orangtua harus menjaganya ekstra hati-hati. Itu karena balita cenderung mengambil apapun barang dan memasukkannya ke mulut. Kadangkala orangtua juga tidak mampu lagi mengawasi apa-apa yang dilakukan oleh anaknya dan apa yang sudah masuk ke dalam mulutnya.

Apa yang dapat Anda lakukan jika anak Anda makan sesuatu yang beracun, dan bagaimana caranya agar anak Anda tetap aman dari zat beracun?

Produk-produk yang Beracun bagi Anak
Langkah terbaik untuk mencegah anak dari terpapar zat toksik atau beracun adalah dengan mengetahui jenis zat yang bisa beracun bagi anak-anak, dan menjauhkannya dari jangkauan mereka. Produk-produk beracun yang umum ditemukan di setiap rumah tangga, meliputi:
  • Obat-obatan - termasuk obat-obat warung dan obat yang diresepkan dokter
  • Pestisida dan produk rumah tangga - seperti semprot nyamuk, pemutih, deterjen, pengencer cat, pembersih saluran air, dll
  • Beberapa jenis tanaman - seperti bakung, hortensia (hydrangea), lili, dll
  • Alkohol, nikotin, dan zat terlarang lainnya
  • Hidrokarbon
  • Baterai
  • Produk perawatan pribadi - seperti parfum, penghapus cat kuku, dll
  • Makanan setengah matang atau makanan yang tidak disimpan dengan baik.
Anda juga harus mewaspadai gas karbon monoksida yang dihasilkan dari mesin atau peralatan berbahan bakar yang pembakarannya tidak sempurna, seperti dari kendaraan bermotor, genset, dll. Gejala keracunan karbon monoksida mirip dengan flu, ditambah mual dan kelemahan. Langkah terbaik untuk memastikan keluarga tetap aman dari karbon monoksida adalah dengan memasang detektor karbon monoksida.

Cara Mengenali Tanda dan Gejala Keracunan
Gejala keracunan bisa berbeda-beda tergantung dari bahan dan bagaimana si anak terpapar. Beberapa gejala keracunan termasuk:
  • Pupil membesar atau menyusut
  • Air liur berlebihan atau mulut dan kulit kering
  • Detak jantung lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya
  • Kesulitan bernapas atau sesak napas
  • Rasa sakit
  • Hiperaktif atau mengantuk
  • Linglung atau kebingungan
  • Mual
  • Muntah
  • Tidak nafsu makan saat biasanya lapar
  • Kelainan sistem saraf
  • Warna kulit tidak normal
  • Kejang.
Mungkin sulit untuk menentukan apakah seorang anak telah terpapar sesuatu yang beracun atau tidak, jadi hal terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan terus memantau kondisi mereka dan perhatikan apakah ada perubahan mendadak pada anak.

Yang Harus Dilakukan Jika Anak Terpapar Zat Beracun
Jika Anda tahu anak Anda telah menelan, menghirup, atau menyerap racun, jangan menunggu tanda atau gejala apa pun. Lakukan segera langkah-langkah berikut:
  • Identifikasi bahan. Jika pada kemasan bahan tersebut ada instruksi untuk kasus keracunan, ikuti instruksi tersebut.
  • Catat status kesehatan anak Anda. Apakah mereka saat ini terlihat baik-baik saja, atau apakah mereka menunjukkan gejala - muntah, kantuk, batuk.
  • Jaga anak Anda tetap tenang dan tidak banyak gerak. Berlari-lari dapat menyebabkan metabolisme meningkat dan mempercepat gejala.
  • Hubungi dokter atau segera ke rumah sakit jika anak menunjukkan perubahan mendadak - seperti muntah atau kantuk. Usahakan agar tidak menyetirkan anak Anda sendiri, karena mengemudi disaat perasaan tidak karuan malah akan membahayakan anak dan diri Anda sendiri. Jika mungkin, minta bantuan tetangga, teman, atau keluarga untuk mengantar anak Anda ke rumah sakit. 

Yang Tidak Harus Dilakukan Jika Anak Terkena Zat Beracun
Ketika anak terpapar racun, sebagian orangtua biasanya tetap ingin mencoba merawat sendiri mereka di rumah dengan pengobatan rumahan. Dulu, orangtua sering menggunakan Ipecac yang bisa merangsang muntah, namun sekarang ini tidak lagi direkomendasikan. Solusi langsung lainnya yang mungkin dapat dilakukan untuk beberapa jenis kasus keracunan adalah dengan memberikan arang aktif.

17 February 2020

Digigit Anjing, Apa yang Harus Dilakukan?

Luka gigitan anjing

Mulai dari yang terkecil seperti Chihuahua hingga yang terbesar seperti Great Danes, anjing terdiri dari berbagai jenis dan ukuran.  Ada anjing yang pendiam dan periang, anjing yang malas dan aktif, dan anjing yang pasif dan agresif. Anjing dari jenis dan bentuk apapun berpotensi untuk menggigit. Lalu ketika ada korban gigitan anjing, apa yang harus dilakukan?

Langkah-langkah Setelah Digigit Anjing
Langkah 1. Amankan korban
Baik itu gigitan nakal dari anjing yang sedang bermain atau gigitan serangan dari anjing liar, jauhkan korban dari anjing. Gunakan kekuatan jika perlu, tetapi tetap berhati-hati agar tidak ikut tergigit. Anjing yang berperilaku tidak bisa diprediksi atau berbusa di mulutnya kemungkinan besar menderita rabies, dan korban harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Langkah 2. Evaluasi luka
Apakah lukanya hanya satu gigitan, atau apakah lukanya dalam dan besar? Apakah ada tulang yang terlihat? Apakah korban tidak bisa menggerakkan anggota badan atau menekuk jari-jarinya? Jika lukanya dalam, luas, atau di area sensitif, maka korban harus segera mendapatkan pertolongan medis.
Alasan lain mengapa korban gigitan anjing harus segera mendapatkan pertolongan medis, yakni:
  • Jika korban tidak tahu apakah pernah disuntik tetanus atau tidak
  • Jika korban merasa lemah, disorientasi (bingung), atau pingsan
  • Jika korban demam.

Langkah 3. Ketahui tentang sejarah vaksinasi anjing
Jika memungkinkan, tanyakan pada pemilik anjing tentang riwayat vaksinasinya. Pernahkah anjingnya disuntik rabies? Jika ya, kapan? Dapatkan informasi pemilik anjing - termasuk nama dan nomor telepon. Jika tidak diketahui pemiliknya, tanyakan kepada saksi terdekat apakah mereka mengenal anjing itu atau tahu dimana pemiliknya.

Langkah 4. Bersihkan luka
Jika lukanya adalah gigitan tunggal yang telah menembus kulit, basuh area gigitan dengan sabun dan air hangat. Tekan dengan lembut area luka tersebut untuk membuat sedikit pendarahan - ini akan membantu menghilangkan bakteri. Kemudian, gunakan antibiotik dan perban untuk menutupi luka. Jika anjing yang menggigit tidak disuntik rabies, korban juga harus segera mendapatkan pertolongan medis demi mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Jika lukanya dalam, luas atau di area sensitif, atau sampai terlihat tulang, petugas medis yang perlu membersihkan, mendisinfeksi, dan memberikan perawatan luka. Petugas medis juga dapat memberikan vaksin rabies jika anjing tersebut tidak diketahui apakah pernah divaksinasi rabies atau tidak.

Cara Mencegah Infeksi Akibat Gigitan Anjing
Karena anjing dapat memasukkan bakteri berbahaya ke tubuh orang yang digigitnya, maka sangat penting agar lukanya dibersihkan dan dirawat dengan baik. Agar lukanya tidak terinfeksi, yang harus dilakukan adalah:
  • Gunakan antibiotik topikal (seperti salep antibiotik) di dalam dan di sekitar area kulit yang rusak
  • Ganti perban setiap hari
  • Identifikasi tanda-tanda infeksi sebelum menyebar
  • Patuhi perintah dokter - termasuk minum antibiotik sesuai waktu yang ditentukan dokter.

Komplikasi Gigitan Anjing
Untuk setiap kejadian gigitan anjing, Anda harus terus memantau tanda-tanda infeksi sampai luka sembuh sepenuhnya. Di bawah ini mungkin merupakan tanda bahwa area tersebut terinfeksi, jika lukanya:
  • Merah
  • Bengkak
  • Hangat/panas
  • Bonyok
  • Mengeluarkan nanah.
Namun, infeksi bukanlah satu-satunya risiko gigitan anjing. Komplikasi lain yang mungkin terjadi termasuk:
  • Rabies
  • Tetanus
  • Kerusakan saraf dan otot
  • Kematian.
Jika luka semakin memburuk, mengalami nyeri dan demam, segeralah bawa korban ke rumah sakit. Dokter dapat memberikan antibiotik untuk mengobati infeksinya dan memulihkannya kembali.

Article Resources

Penyebab Nyeri Dada Saat Bangun Tidur

Nyeri dada bangun tidur

Gambaran umum
Bangun tidur dengan disertai nyeri dada bukanlah hal yang menyenangkan. Nyeri dada bisa saja disebabkan oleh masalah ringan, seperti stres atau gangguan pencernaan. Tapi nyeri dada juga mungkin disebabkan oleh masalah yang lebih serius, seperti serangan jantung atau emboli paru.

Nyeri dada harus selalu diwaspadai
Jika nyeri dada terjadi lebih dari beberapa menit, tindakan terbaik yang harus dilakukan (menurut Mayo Clinic) adalah mendapatkan pertolongan gawat darurat. Jangan mencoba-coba mengobati diri sendiri. Pepatah "Lebih baik ambil aman daripada menyesal di kemudian hari" cocok untuk kondisi ini.

Penyebab nyeri dada yang berhubungan dengan jantung
  • Serangan jantung. Ketika arteri yang memasok oksigen ke otot jantung tersumbat, Anda akan mengalami serangan jantung. Penyumbatan ini sering terjadi akibat gumpalan darah.
  • Angina. Angina adalah nyeri dada yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke jantung. Ini sering disebabkan oleh penumpukan plak di arteri yang membawa darah ke jantung.
  • Perikarditis. Perikarditis adalah peradangan pada kantung yang membungkus jantung. Biasanya rasa nyeri akan bertambah parah ketika menarik napas atau berbaring.
  • Miokarditis. Miokarditis adalah peradangan pada otot jantung (miokardium). Kondisi ini dapat menyebabkan irama jantung menjadi cepat atau tidak normal yang disebut dengan aritmia.
  • Robek atau diseksi aorta. Diseksi aorta adalah kondisi serius berupa robeknya lapisan dalam pembuluh darah aorta. Darah kemudian mengalir melalui robekan tersebut sehingga menyebabkan lapisan dalam dan tengah aorta mengalami pemisahan.

Penyebab nyeri dada yang berhubungan dengan pencernaan
  • Heartburn. Merupakan gejala dari refluks asam atau penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Heartburn disebabkan oleh asam lambung yang bergerak naik kembali ke dalam esofagus (saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan lambung). Kejadian ini akan mengiritasi lapisan dan menyebabkan sensasi terbakar di dada Anda.
  • Disfagia. Istilah medis untuk jenis gangguan menelan, disfagia biasanya mempengaruhi bagian atas tenggorokan atau lebih jauh ke kerongkongan, penderitanya akan mengalami kesulitan atau sakit pada saat menelan.
  • Pankreatitis. Ketika pankreas - sebuah kelenjar besar yang terletak di belakang lambung - mengalami peradangan, itu dapat menyebabkan sakit perut bagian atas yang dapat menjalar ke dada.
  • Batu empedu. Batu empedu dan radang kandung empedu dapat menyebabkan sakit perut yang meluas hingga area dada.

Penyebab nyeri dada yang berhubungan dengan pernapasan
  • Emboli paru. Emboli paru merupakan kondisi dimana gumpalan darah masuk ke dalam arteri di salah satu paru-paru dan menghalangi aliran darah ke jaringan paru-paru. Kondisi ini biasanya menyebabkan sesak dan nyeri dada mirip serangan jantung.
  • Pleuritis. Pleuritis adalah peradangan pada pleura - selaput yang mengelilingi paru-paru dan melapisi dinding bagian dalam rongga dada. Kondisi ini  dapat menyebabkan nyeri dada yang memburuk pada saat batuk atau menarik napas.
  • Hipertensi paru. Tekanan darah tinggi disebut hipertensi. Tekanan darah tinggi di arteri paru - pembuluh darah yang membawa darah ke paru-paru - disebut hipertensi paru. Kondisi ini dapat menyebabkan perasaan kencang di dada yang disertai detak jantung yang cepat.
  • Kanker paru-paru. Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel abnormal (ganas) di paru-paru yang mengganggu fungsi normal paru-paru. Kanker paru-paru umumnya menyebabkan nyeri dada yang memburuk ketika batuk menarik napas dalam.
  • Kolaps paru. Juga disebut pneumotoraks, paru-paru yang kolaps terjadi ketika udara bocor ke ruang antara paru-paru dan dinding dada sehingga paru-paru tidak mengembang saat Anda bernapas.

Penyebab lain nyeri dada
  • Kostokondritis. Kostokondritis adalah peradangan pada tulang rawan tulang rusuk. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit yang mirip dengan serangan jantung, terutama ketika peradangan pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada.
  • Serangan panik. Seseorang bisa disebut mengalami serangan panik jika mengalami nyeri dada yang disertai dengan detak jantung yang cepat, pernapasan cepat, dan berkeringat banyak. Gejala serangan panik lainnya adalah pusing, mual, dan perasaan takut yang intens.
  • Cedera. Cedera seperti tegang otot atau tulang rusuk yang patah dapat menyebabkan nyeri dada. Saat Anda tidur, gerakan seperti menggeliat atau memutar tubuh bagian atas dapat meningkatkan ketidaknyamanan, yang menyebabkan Anda bangun tidur dengan nyeri dada.

Poin penting
Jika Anda bangun tidur disertai nyeri dada, yang harus menjadi pertimbangan pertama adalah apakah Anda mengetahui sumber nyerinya atau tidak. Misalnya, jika Anda memang mengalami patah tulang rusuk atau memang telah didiagnosis menderita pankreatitis, berarti nyeri dada tersebut memang terkait dengan kondisi tersebut.

Jika rasa nyeri dada tidak terduga dan tidak diketahui sumbernya, tunggulah beberapa menit. Jika rasa nyerinya tidak hilang, segera hubungi dokter.

Nyeri dada memang bisa disebabkan oleh masalah yang relatif ringan seperti gangguan pencernaan atau rasa cemas. Tapi ingatlah bahwa nyeri dada juga dapat disebabkan oleh masalah serius yang mengancam jiwa, seperti diseksi aorta, emboli paru, atau serangan jantung. Kondisi-kondisi tersebut harus segera ditangani.

Article Resources