Penyebab dan Cara Mengatasi Bromhidrosis (Bau Badan)

Tuesday, January 23, 2018
Bromhidrosis adalah bau badan yang tidak sedap terkait dengan produksi keringat.

Keringat sendiri sebenarnya tidaklah berbau. Hanya saja, ketika keringat bertemu dengan bakteri di kulit, maka akan tercipta bau badan tak sedap. Bromhidrosis juga dikenal dengan istilah klinis lain yakni osmidrosis.

Bromhidrosis dapat diobati dan juga dapat dicegah dengan mengubah kebiasaan higiene Anda, disamping beberapa pilihan pengobatan.

Kelenjar Keringat

Penyebab bromhidrosis

Kita memiliki dua jenis kelenjar keringat: apokrin dan ekrin. Bromhidrosis biasanya berhubungan dengan sekresi kelenjar apokrin. Tapi kedua jenis kelenjar keringat ini bisa menyebabkan bau badan yang tidak sedap.

Kelenjar apokrin utamanya terletak di daerah ketiak, pangkal paha, dan payudara. Keringat dari kelenjar apokrin cenderung lebih tebal daripada keringat yang dihasilkan kelenjar ekrin. Keringat dari kelenjar apokrin juga mengandung bahan kimia yang disebut feromon, yang merupakan hormon yang berefek bagi orang lain. Orang dan hewan melepaskan feromon untuk menarik pasangannya, misalnya.

Saat keringat apokrin dikeluarkan, warnanya tidak berwarna dan tidak berbau. Ketika bakteri di tubuh mulai memecah keringat kering (keringat basi), bau yang menyengat, tengik, apek, atau asam akan muncul pada orang dengan bromhidrosis. Bromhidrosis karena kelenjar apokrin adalah bromhidrosis yang paling umum dialami orang-orang.

Kelenjar apokrin belum aktif hingga seseorang mencapai pubertas. Karena itulah anak-anak kecil yang belum pubertas belum mengalami masalah dengan bau badan.

Kelenjar keringat ekrin ada di seluruh tubuh. Keringat ekrin juga tidak berbau dan tidak berwarna pada awalnya, meski mengandung larutan asin ringan yang merupakan respon terhadap peningkatan suhu tubuh. Bau busuk juga bisa berkembang saat bakteri kulit memecah keringat ekrin. Aroma keringat ekrin juga bisa mencerminkan makanan apa yang mungkin Anda makan sebelumnya, seperti bawang putih, kari, alkohol, atau obat-obat tertentu.

Diagnosis bromhidrosis

Mudah untuk mendiagnosis bromhidrosis. Bromhidrosis mudah dikenali berdasarkan aroma tubuh penderitanya.

Pengobatan bromhidrosis

Pendekatan pengobatan yang tepat untuk bromhidrosis akan berdasarkan tingkat keparahannya. Pada beberapa kasus, tindakan pencegahan saja sudah cukup. Untuk kasus yang lebih parah, pengangkatan kelenjar keringat yang menyebabkannya mungkin menjadi jawabannya.

Pilihan pengobatan untuk bromhidrosis meliputi:

Botox

Botulinum toxin A (Botox), yang bekerja dengan cara memblokir impuls saraf ke otot, dapat disuntikkan ke dalam ketiak untuk memblokir impuls saraf ke kelenjar keringat. Kelemahan dari perawatan botox adalah tidak permanen, jadi perlu dilakukan beberapa kali dalam setahun. Botox juga digunakan untuk kaki dan tangan berkeringat.

Liposuction

Cara untuk mengurangi keringat apokrin adalah dengan mengeluarkan kelenjar keringat itu sendiri. Anda tentu sering mendengar tentang sedot lemak sehubungan dengan menghilangkan lemak di bagian tengah tubuh atau di tempat lain tubuh. Sebuah alat tipis khusus dimasukkan dengan hati-hati ke dalam tubuh, dan lemak kemudian diekstraksi.

Konsep yang sama juga diterapkan pada kelenjar keringat di ketiak Anda. Canula, alat hisap yang sangat kecil, dimasukkan tepat di bawah kulit. Kemudian menyusur di sepanjang sisi bawah kulit, mengeluarkan kelenjar keringat . Proses ini masih bisa meninggalkan beberapa kelenjar keringat, yang kedepan bisa terus menyebabkan keringat berlebihan.

Operasi

Cara yang lebih invasif untuk menghilangkan kelenjar keringat atau saraf yang memicu keringat adalah melalui operasi. Sebuah prosedur yang disebut simpatektomi endoskopik menggunakan sayatan kecil dan alat khusus untuk menghancurkan saraf di dada yang menyebabkan keringat kelenjar ketiak. Hasil operasi ini akan efektif selama 5 sampai 10 tahun.

Pengobatan minimal invasif lainnya disebut electrosurgery dengan memanfaatkan jarum halus untuk mengeluarkan kelenjar keringat.

Seorang ahli bedah juga dapat menghilangkan kelenjar keringat melalui operasi konvensional. Dimulai dengan sayatan di ketiak agar dokter bisa lebih jelas dan tepat lokasi kelenjar keringat. Jenis operasi ini disebut reseksi kulit, dan memang meninggalkan bekas luka di permukaan kulit Anda. Operasi konvensional ini cenderung dilakukan pada orang-orang bromhidrosis yang juga memiliki hidradenitis, kondisi kulit kronis yang membuat penderitanya terkena benjolan di ketiak dan bagian tubuh lain.

Perawatan rumah

Sebelum mencoba pengobatan yang bersifat invasif, Anda harus mencoba beberapa strategi perawatan dasar untuk mengatasi bromhidrosis. Ini akan membantu mengurangi jumlah bakteri yang berinteraksi dengan keringat Anda. Semakin sedikit bakteri yang berinteraksi dengan keringat, maka semakin berkurang bau badan tak sedap.

Karena bromhidrosis dipicu oleh bakteri pada kulit, sering membasuh tubuh atau mandi cukup ampuh menetralisir bakteri. Jika sumber utama baunya di ketiak, Anda dapat fokus membersihkan ketiak.

Sabun antiseptik dan krim anti bakteri yang mengandung eritromisin dan klindamisin juga bisa membantu.

Deodoran atau antiperspirant yang kuat juga berperan penting dalam meminimalkan bau. Memangkas rambut ketiak juga akan meninimalisir bau badan.

Pakaian juga harus Anda cuci secara teratur dan sesegera mungkin melepaskan pakaian yang sudah basah oleh keringat tubuh. Sementara adakalanya beberapa pakaian bisa dipakai lebih dari satu kali sebelum dicuci, tapi bagi Anda yang bromhidrosis, hal ini tidak dapat dilakukan, pakaian harus selalu dicuci.

Komplikasi bromhidrosis

Bagi sebagian orang, bromhidrosis tidak hanya menunjukkan bahwa seseorang itu memiliki bau badan. Ini bisa menjadi gejala dari kondisi medis lain, seperti:
  • Trikomikosis akilaris (infeksi folikel rambut di bawah lengan)
  • Eritrasma (infeksi kulit superfisial)
  • Intertrigo (ruam kulit)
  • Diabetes tipe 2.

Obesitas juga bisa menjadi faktor penyebab bromhidrosis.

Bau badan yang berasal dari ketiak atau bagian tubuh lain yang berkeringat adalah normal, terutama saat pubertas. Mandi secara teratur, dengan menggunakan deodoran atau antiperspirant, dan memakai pakaian bersih mungkin cukup untuk menetralkan bau badan. Pendekatan-pendekatan higiene seperti ini harus lebih dulu diutamakan sebelum mencoba pengobatan yang bersifat invasif.

Namun, jika masalahnya tidak bisa teratasi dengan higiene, pengobatan lain mungkin perlu dijadikan pilihan. Silakan bicarakan dengan dokter kulit Anda. Bromhidrosis bisa jadi merupakan kondisi yang sulit, tapi bisa diobati.

Article Resources
  • https://www.healthline.com/health/bromhidrosis
  • https://www.dermnetnz.org/topics/bromhidrosis/

Hipokalemia : Kekurangan Kalium

Monday, January 22, 2018
Kalium

Kalium adalah mineral yang sangat penting bagi otot, termasuk jantung. Kalium juga berperan dalam mengontrol tekanan darah. Kekurangan kalium atau hipokalemia dapat menyebabkan terpengaruhnya proses seluler yang dapat mengakibatkan kelemahan.

Kalium adalah mineral (elektrolit) dalam tubuh. Hampir 96% kalium ditemukan di dalam sel. Jika terjadi perubahan kadar kalium tubuh, maka akan berefek buruk pada jantung, saraf, dan otot.

Ginjal adalah organ utama yang mengontrol keseimbangan kalium dengan membuang kalium berlebih melalui urin.

Kadar kalium normal dalam darah adalah 3,5 - 5,0 mmol / L (milimol per liter). Sedangkan kekurangan kalium atau hipokalemia didefinisikan dengan kondisi kadar kalium darah di bawah 3,5 mmol / L.

Orang dengan gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia, pasien AIDS, pecandu alkohol, dan mereka yang telah menjalani operasi bariatrik (operasi untuk kondisi obesitas), berisiko tinggi mengalami hipokalemia.

Penyebab kekurangan kalium

Penyebab umum kekurangan kalium antara lain: dehidrasi, diare, berkeringat berlebih (hiperhidrosis) dan salah menggunakan obat pencahar.

Kekurangan kalium juga bisa disebabkan oleh kurangnya asupan kalium dalam makanan. Namun, ini jarang sekali terjadi.

Penyebab lainnya adalah akibat mengonsumsi obat yang mempengaruhi kadar kalium tubuh, seperti obat jenis diuretik.

Gejala kekurangan kalium

Gejala kekurangan kalium biasanya ringan, dan seringkali efeknya tidak tampak. Tapi mungkin ada lebih dari satu gejala kekurangan kalium yang terkait dengan pencernaan, ginjal, otot, jantung, dan saraf, diantaranya:
  • Kelemahan, kelelahan, dan kram pada otot lengan atau kaki, terkadang cukup parah sehingga pasien kesulitan menggerakkan lengan atau kaki (seperti kelumpuhan)
  • Kesemutan atau mati rasa
  • Mual atau muntah
  • Kram perut, kembung
  • Sembelit
  • Palpitasi (jantung berdebar tidak teratur)
  • Sering atau banyak buang air kecil atau merasa sangat haus hampir sepanjang waktu
  • Pingsan
  • Perilaku psikologis abnormal - depresi, psikosis, delirium, kebingungan, atau halusinasi.

Diagnosis kekurangan kalium

Penyebab kekurangan kalium seringkali tidak diketahui. Jika dokter mencurigai adanya ketidakseimbangan elektrolit, maka dilakukan pemeriksaan darah untuk memeriksa kadar kalium, fungsi ginjal, glukosa, magnesium, kalsium, dan fosfor.

Jika Anda kekurangan kalium, hindari aktivitas yang berat dan lama karena kalium bisa hilang akibat berkeringat.

Jika suplemen diet, suplemen herbal, atau obat pencahar yang menyebabkan kalium tubuh rendah, hindari dari mengonsumsi produk ini.

Pengobatan kekurangan kalium

Terapi penggantian kalium akan diberikan sesuai dengan jenis dan tingkat keparahan gejala kekurangan kalium seseorang. Pengobatan dimulai setelah pemeriksaan darah telah benar-benar mengonfirmasinya.

Orang yang diduga kekurangan kalium dengan tingkat yang sangat rendah maka perlu ditempatkan monitor jantung dan diberikan cairan melalui infus.

Biasanya, mereka dengan kadar kalium tubuh rendah atau sedang rendah (2,5-3,5 mmol / L), yang tidak memiliki gejala, atau yang hanya mengalami keluhan ringan, hanya perlu diobati dengan kalium yang diberikan dalam bentuk pil atau cairan.

Mencegah kekurangan kalium

Pasien yang kekurangan kalium sangat disarankan untuk mengubah dietnya dengan mengonsumsi makanan-makanan tinggi kalium.

Contoh makanan yang tinggi kalium, antara lain:
  • Pisang
  • Tomat
  • Jeruk
  • Melon melon
  • Persik.

Kadar kalium tubuh yang rendah bisa diobati. Penyebab rendahnya kalium harus bisa ditemukan dan diatasi, karena jika penyebabnya tidak ditemukan, kondisi kekurangan kalium akan terulang kembali di masa mendatang.

Article Resources
  • https://www.webmd.boots.com/a-to-z-guides/low-potassium-hypokalaemia

Manfaat Kalium Bagi Kesehatan

Monday, January 22, 2018

Kalium atau potasium adalah satu dari tujuh makromineral esensial. Tubuh membutuhkan cukup kalium setiap harinya. Fungsi utama kalium adalah mengatur keseimbangan cairan dan mengendalikan aktivitas listrik jantung dan otot lainnya. Kalium, yang membawa manfaat bagi kesehatan telah banyak dibuktikan oleh para ahli.

Manfaat kalium bagi kesehatan

Berikut ini adalah manfaat kalium bagi kesehatan. Utamanya, manfaat yang diperoleh dari kalium ini adalah kalium yang berasal dari makanan alami, seperti buah, ikan, dan sayuran, bukan dari kalium yang berasal dari suplemen. Kalium dari makanan dan kalium dari suplemen disinyalir memiliki manfaat yang tidak sama.

1. Menjaga kesehatan jantung

Satu hal yang menandakan jantung Anda sehat adalah jantung berdetak sebagaimana mestinya. Kalium berperan penting dalam memastikan agar irama jantung Anda tetap normal. Jika Anda mengalami masalah dengan irama jantung, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah Anda kekurangan kalium.

2. Mencegah dan mengurangi kram

Salah satu manfaat utama mengonsumsi makanan yang kaya akan kalium adalah menurunnya kram otot yang disertai dengan meningkatnya kekuatan otot. Kelemahan, nyeri, dan kram otot adalah efek samping dari kadar kalium tubuh yang rendah. Kondisi ini bisa terjadi ketika seorang atlet mengalami dehidrasi dan tidak cukup mengonsumsi makanan kaya kalium sebelum dan sesudah berolahraga. Kalium juga bermanfaat untuk kram yang terkait dengan pramenstruasi (PMS).

3. Menurunkan risiko stroke

Beberapa penelitian observasional telah menemukan bahwa mereka dengan tingkat kalium yang tinggi memiliki risiko stroke yang lebih rendah. Risiko stroke iskemik khususnya, lebih rendah pada mereka  yang mengonsumsi tinggi kalium. Hubungan positif antara peningkatan asupan kalium dan penurunan risiko stroke diyakini dari kalium yang berasal dari sumber makanan, bukan kalium dari suplemen.

5. Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)

Penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi kalium, terutama kalium yang berasal dari buah dan sayuran, akan menurunkan tekanan darah tinggi. Hal ini utamanya terjadi jika seseorang meningkatkan asupan kalium tapi juga tidak disertai dengan peningkatan asupan natrium (garam). Sedangkan kelompok orang yang tidak boleh mengonsumsi kalium tinggi adalah orang dengan masalah ginjal.

Baca lebih lanjut Peran Kalium Mengontrol Tekanan Darah.

6. Mencegah selulit

Salah satu faktor penyebab utama penumpukan selulit adalah retensi cairan. Kebanyakan orang mengonsumsi terlalu banyak natrium, tapi kurang mengonsumsi kalium. Natrium membawa nutrisi ke dalam sel di mana kalium membantu membilas kelebihan limbah dari sel. Karena inilah jika Anda mengurangi asupan natrium dan mulai mengonsumsi makanan kaya yang akan kalium, maka Anda bisa mencegah atau mengurangi terbentuknya selulit.

6. Perlindungan dari osteoporosis

Penelitian telah menemukan bahwa ada hubungan langsung antara peningkatan kepadatan tulang dan peningkatan asupan kalium dari makanan. Sitrat dan bikarbonat adalah dua senyawa atau garam kalium yang secara alami ditemukan pada buah dan sayuran yang kaya akan kalium. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa garam kalium ini dapat memperbaiki kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis.

Sebuah penelitian di tahun 2015 yang diterbitkan dalam jurnal Osteoporosis Internasional menemukan bahwa konsumsi tinggi garam kalium akan secara signifikan menurunkan ekskresi kalsium melalui urin. Jadi dengan mengonsumsi buah dan sayuran kaya kalium, Anda berarti telah menjaga kesehatan tulang Anda dan mencegah masalah kesehatan tulang yang serius seperti osteoporosis.

7. Untuk pertumbuhan

Tubuh membutuhkan kalium agar bisa mengelola dan memanfaatkan karbohidrat yang Anda konsumsi. Anak-anak dan orang dewasa membutuhkan kalium untuk membangun protein dan otot. Kalium sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak-anak dan remaja.

Berapa banyak kalium yang dibutuhkan tubuh?

Menurut para ahli, asupan kalium harian yang direkomendasikan adalah:
  • Bayi 0-12 bulan: 400-700 miligram / hari
  • Anak-anak 1-8 tahun: 3.000-3.800 miligram / hari
  • Remaja 9-18 tahun: 4.500-4.700 miligram / hari
  • Pria dan wanita usia 19 tahun atau lebih : 4.700 miligram / hari
  • Wanita hamil atau menyusui: 5.100 miligram / hari

Olahragawan yang berolahraga lebih dari satu jam setiap hari kemungkinan membutuhkan lebih banyak lagi kalium, dan kebutuhannya bervariasi berdasarkan massa otot dan tingkat aktivitas.

Article Resources
  • https://draxe.com/top-10-potassium-rich-foods/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/287212.php

10 Makanan yang Tinggi Kalium

Sunday, January 21, 2018
Tubuh membutuhkan cukup kalium setiap harinya. Kalium atau potasium merupakan nutrisi penting yang diperlukan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit. Sebagai mineral terbanyak ketiga yang terdapat di dalam tubuh, kalium dibutuhkan untuk fungsi beberapa organ, seperti jantung, ginjal, otak, dan jaringan otot.

Kadar kalium tubuh yang rendah disebut sebagai hipokalemia. Gejalanya antara lain sakit kepala, dehidrasi, palpitasi jantung (jantung berdebar), dan pembengkakan kelenjar dan jaringan. Sumber kalium yang paling aman dan paling menyehatkan adalah yang berasal dari makanan alami.

Kebutuhan kalium harian untuk pria dan wanita dewasa adalah 4.700 miligram. Angka ini terdengar tinggi sekali, tapi itulah faktanya, dan banyak orang yang tidak mendapatkan cukup asupan kalium setiap harinya.

10 Makanan yang tinggi kalium

Makanan apa yang tinggi kalium? Ada banyak makanan tinggi kalium yang bisa Anda pilih untuk memenuhi kebutuhan harian Anda.

Berikut ini adalah daftar makanan yang tinggi akan kalium:
  • Alpukat
  • Labu biji
  • Bayam
  • Ubi jalar
  • Salmon liar
  • Aprikot kering
  • Delima
  • Air kelapa
  • Kedelai
  • Pisang.

Makanan kaya kalium

1) Alpukat: 1 buah: 1.067 miligram (30 persen AKG)

Alpukat adalah buah yang kaya akan kalium yang banyak disukai orang-orang. Sebuah studi pada tahun 2013 mengungkapkan data epidemiologis dari tahun 2001 sampai 2008 yang menjelaskan efek dan manfaat mengonsumsi alpukat untuk faktor risiko penyakit metabolik. Secara keseluruhan, para periset menemukan bahwa orang yang mengonsumsi alpukat cenderung memiliki diet yang lebih sehat, serta peningkatan asupan nutrisi, dan kemungkinan penurunan sindrom metabolik.

2) Labu biji: 1 gelas: 896 miligram (26 persen AKG)

Labu biji merupakan sayuran sumber kalium yang juga mengandung antioksidan dalam tingkat yang tinggi. Yang mengesankan adalah kandungan karotenoid di dalamnya. Antioksidan jenis ini terkenal karena membantu mencegah dan melawan berbagai jenis kanker, termasuk kanker kulit, payudara, paru-paru, dan prostat.

3) Bayam: 1 cangkir dimasak: 839 miligram (24 persen AKG)

Ada banyak alasan mengapa bayam dijadikan makanan favorit oleh tokoh kartun Popeye. Tidak hanya kaya akan kalium, penelitian juga menunjukkan bahwa bayam mengandung glikogliserolipid, yang diyakini berperan sebagai agen melawan kanker.

4) Ubi Jalar: 1 buah besar: 855 miligram (24 persen AKG)

Ubi jalar adalah makanan kaya kalium yang kepadatan nutrisinya jauh lebih tinggi daripada kentang. Ubi jalar juga mengandung beta karoten, vitamin C dan vitamin B6. Plus, ubi jalar juga diketahui membantu dalam keberhasilan pengobatan tukak lambung.

5) Salmon liar: ½ filet: 772 miligram (22 persen AKG)

Selain mengandung kalium, vitamin, protein, dan mineral lainya, salmon liar kaya akan asam lemak omega-3 yang amat baik bagi kesehatan. Manfaat dari asam lemak esensial ini adalah untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke sekaligus mengurangi gejala depresi, tekanan darah tinggi, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), nyeri sendi, dan penyakit kulit kronis seperti eksim.

6) Aprikot kering: ½ cangkir: 756 miligram (22 persen AKG)

Mengonsumsi aprikot kering merupakan cara cepat jika Anda ingin segera memenuhi kebutuhan kalium. Studi epidemiologi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi aprikot kering cenderung memiliki diet yang lebih sehat dengan lebih banyak nutrisi dan juga bobot tubuh yang ideal.

7) Delima: 1 buah: 667 miligram (19 persen AKG)

Selain kaya akan kalium, buah delima juga kaya akan serat, vitamin C, dan vitamin K, disamping beberapa nutrisi lainnya. Buah delima juga memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kortisol dalam tubuh. Kortisol adalah hormon tubuh yang disekresi sebagai respon dari stres. Semakin tinggi kadar kortisol, semakin tinggi risiko penyakit jantung.

8) Air kelapa muda: 1 gelas: 600 miligram (17 persen AKG)

Ingin makanan kaya akan kalsium dalam bentuk cair? jawabannya adalah kelapa muda. Air kelapa muda adalah minuman yang kaya akan elektrolit seperti kalium tapi tidak tinggi dalam kadar gula dan kalorinya. Air kelapa muda bahkan dapat digunakan sebagai cairan infus dalam situasi darurat.

9) Kedelai: ½ cangkir: 502 mg (15 persen AKG)

Kedelai tidak hanya kaya akan kalium tapi kandungan seratnya juga tinggi. Mengonsumsi makanan kaya serat seperti kedelai akan membantu menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung. Makanan tinggi serat juga akan menjaga ukuran lingkar pinggang Anda.

10) Pisang: 1 buah besar: 487 miligram (14 persen AKG)

Pisang sudah sejak lama dikenal sebagai sumber kalium yang baik, selain mengandung gula dan karbohidrat tinggi. Itulah mengapa pisang sering direkomendasikan sebagai sumber energi instant sebelum berolahraga.

Dengan menggunakan daftar makanan kaya kalium diatas, Anda dapat memilih makanan apa yang mungkin cocok Anda konsumsi secara teratur demi memenuhi kebutuhan kalium harian Anda.

Article Resources
  • https://draxe.com/top-10-potassium-rich-foods/

Peran Kalium Mengontrol Tekanan Darah Tinggi

Saturday, January 20, 2018

Manfaat kalium untuk tekanan darah tinggi

Makanan yang kaya akan kalium sangat penting untuk mengontrol tekanan darah tinggi (hipertensi), karena kalium akan mengurangi efek dari natrium (garam). Semakin banyak kalium yang Anda konsumsi, maka semakin banyak pula natrium yang dikeluarkan tubuh melalui urin.

Kalium atau juga disebut sebagai potasium juga membantu melemaskan dinding-dinding pembuluh darah, sehingga efeknya akan menurunkan tekanan darah.

Meningkatkan asupan kalium melalui makanan alami sangat dianjurkan pada orang dewasa sehat dengan tekanan darah tinggi diatas 120/80 mmHg. Namun, kalium bisa berbahaya pada orang dengan penyakit ginjal, dan setiap kondisi kesehatan lainnya yang mempengaruhi bagaimana tubuh mengelola kalium, atau pada mereka yang sedang mengonsumsi obat jenis tertentu.

Kalium dan diet

Asupan kalium yang direkomendasikan untuk orang dewasa rata-rata adalah sebesar 4.700 miligram per hari.

Unsur diet untuk hipertensi, yakni DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), yang kebanyakan terdiri dari unsur buah-buahan, sayuran, makanan rendah atau bebas lemak, dan ikan adalah sumber kalium yang baik. Misalnya, pisang ukuran medium memiliki sekitar 420 mg kalium dan setengah cangkir kentang manis tumbuk memiliki 475 mg kalium.

Makanan lainnya yang kaya akan kalium, diantaranya:
  • aprikot
  • alpukat
  • melon
  • susu bebas lemak atau rendah lemak (1 persen)
  • yoghurt bebas lemak
  • grapefruit (hati-hati jika Anda sedang mengonsumsi obat penurun kolesterol)
  • sayuran hijau
  • kacang lima
  • jamur
  • jeruk
  • kacang polong
  • kentang
  • plum dan prune
  • kismis dan kurma
  • bayam
  • tomat
  • tuna.

Kalium hanyalah satu dari banyaknya komponen yang baik dikonsumsi untuk menjaga tekanan darah

Meskipun kalium dapat menurunkan efek naiknya tekanan darah akibat natrium, mengonsumsi kalium dalam jumlah yang lebih harus dikombinasikan dengan upaya Anda memecah kelebihan garam, dan mengembangkan kebiasaan makan dan gaya hidup sehat lainnya.

Bolehkah mengonsumsi kalium secara berlebih?

Mengonsumsi kalium dalam jumlah yang banyak akan menjadi berbahaya pada orang dengan penyakit ginjal. Karena ginjal menjadi kurang mampu membuang kalium dari darah, darah akan terbanjiri oleh kalium.

Seperti halnya tekanan darah tinggi, kadar kalium yang tinggi dalam darah (hiperkalemia) seringkali tidak menunjukkan gejala,. Namun, munculnya sakit perut, denyut nadi lemah, merasa lemah, dan pingsan bisa terjadi akibat kadar kalium tubuh yang terlalu tinggi.

Yang terbaik adalah berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum memutuskan mengonsumsi kalium, terutama kalium yang berasal dari suplemen.

Article Resources
  • http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/HighBloodPressure/PreventionTreatmentofHighBloodPressure/Potassium-and-High-Blood-Pressure_UCM_303243_Article.jsp#

Tekanan Darah: Mengukur, Mengontrol, dan Pengaruh

Saturday, January 20, 2018
Tekanan darah

Tekanan darah adalah tekanan darah di arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Tekanan darah bisa berubah-ubah sepanjang waktu. Perubahan ini disesuaikan dengan kebutuhan atau aktivitas tubuh. Tekanan darah dipengaruhi beberapa faktor, seperti posisi tubuh, pernapasan, emosi, olahraga, dan tidur. Jika tekanan  darah terus tinggi, bisa menyebabkan masalah serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal.

Istilah medis untuk darah tinggi yang persisten atau terus menerus adalah hipertensi, dan istilah medis untuk darah rendah adalah hipotensi.

Mengukur tekanan darah

Tekanan darah biasanya diukur dengan membungkuskan atau membalutkan manset bertekanan udara di lengan atas. Manset ini adalah bagian dari alat pengukur tekanan darah yang disebut sphygmomanometer atau lebih kita kenal sebagai tensimeter. Cara terbaik untuk mengukur tekanan darah adalah saat Anda rileks atau duduk.

Tekanan darah dicatat dalam dua angka, misalnya 120/80. Angka yang pertama (angka tinggi) itu menunjukkan tekanan darah di arteri saat jantung memompa darah dalam setiap denyut. Ini disebut tekanan darah sistolik (sistole). Angka yang kedua (angka rendah) menunjukkan tekanan darah saat jantung kembali rileks sebelum denyut berikutnya. Ini disebut tekanan darah diastolik (diastole). Keduanya diukur dalam satuan yang disebut milimeter merkuri atau mmHg.

Variasi tekanan darah

Sesuai kebutuhan tubuh, tekanan darah dapat berubah-ubah. Jika saat ini setelah pengukuran tekanan darah Anda tinggi, dokter mungkin akan mengukurnya lagi selang beberapa waktu kemudian untuk memastikan tingkatnya. Satu contoh lain, tekanan darah saat Anda sedang beristirahat akan berbeda dengan tekanan darah saat Anda sedang berolahraga.

Membaca tekanan darah

Dalam membaca tekanan darah, sebenarnya tidak ada istilah normal atau ideal. Namun, ukuran-ukuran berikut dapat dijadikan panduan:
  • optimal <120 / <80
  • normal 120-129 / 80-84
  • tinggi normal 130-139 / 85-89
  • hipertensi ringan 140-159 / 90-99
  • hipertensi sedang 160-179 / 100-109
  • hipertensi berat ≥180 / ≥110.

Tekanan darah tinggi seringkali tidak menunjukkan gejala. Anda bisa saja memiliki tekanan darah tinggi tapi Anda merasa sehat. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah tekanan darah Anda tinggi adalah memeriksanya secara teratur.

Tekanan darah rendah itu relatif, mungkin suatu angka akan rendah bagi seseorang tapi bagi orang lain mungkin tidak. Tekanan darah rendah biasanya baru dianggap masalah jika berdampak negatif pada tubuh. Secara umum, Anda akan dianggap memiliki darah rendah jika salah satu dari angka tersebut lebih rendah 30 mmHg di bawah tekanan darah biasa Anda.

Pemeriksaan tekanan darah secara teratur

Jika tekanan darah Anda normal dan Anda tidak memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya, dan tidak ada riwayat tekanan darah tinggi atau keturunan, Anda tetap harus melakukan pemeriksaan paling tidak setiap dua tahun sekali.

Jika tekanan darah Anda "tinggi normal" (atau lebih tinggi), atau jika Anda memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya, riwayat tekanan darah, stroke atau serangan jantung atau keturunan, yang terbaik adalah memeriksakannya lebih sering sesuai petunjuk dokter Anda.
Sphygmomanometer (Tensimeter)
Jenis-jenis sphygmomanometer (tensimeter)


Mengontrol tekanan darah tinggi

Jika tekanan darah Anda terus tinggi, maka dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Anda akan semakin berisiko mengalami masalah kesehatan tersebut jika:

Perubahan gaya hidup sangat penting membantu mengontrol tekanan darah tinggi dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Beberapa saran untuk itu diantaranya:
  • menurunkan berat badan ke normal
  • berolahraga atau aktif secara fisik
  • berhenti mengonsumsi alkohol
  • berhenti merokok
  • menurunkan asupan garam (sodium)
  • meningkatkan asupan kalium dengan mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.

Meskipun tekanan darah yang tinggi dapat diturunkan oleh obat, namun mengubah gaya hidup ke kebiasaan yang sehat adalah yang terpenting.

Tekanan darah tinggi dan aktivitas fisik

Aktivitas fisik adalah segala bentuk gerakan tubuh yang dilakukan oleh otot-otot besar tubuh kita. Aktivitas fisik dengan intensitas sedang (yang tidak sampai membuat terengah-engah) seperti jalan cepat atau bersepeda, sudah cukup memberikan manfaat kesehatan.

Beberapa jenis olahraga, seperti "body presses" dan angkat beban, dapat meningkatkan tekanan darah. Latihan ini harus dihindari jika Anda memiliki darah tinggi. Melakukan latihan harus tetap aman. Lakukan tingkatan tingkatan latihan secara bertahap.

Tekanan darah tinggi dan diet

Banyak mengonsumsi sayuran, buah-buahan dan biji-bijian, juga susu rendah lemak, yang dikombinasikan dengan olahraga dan menurunkan berat badan, maka dapat memaksimalkan penurunan tekanan darah.

Makanan sehat sangat mempengaruhi tekanan darah dan dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Mengonsumsi makanan sehat yang beragam merupakan kunci dari makan sehat. Setiap hari cobalah untuk mengonsumsi:
  • sayuran
  • biji-bijian
  • daging tanpa lemak
  • ikan yang berminyak
  • buah-buahan
  • susu rendah atau tanpa lemak
  • minyak nabati tak jenuh tunggal atau tak jenuh ganda
  • kacang-kacangan.

Asupan garam dan tekanan darah tinggi

Mengurangi jumlah garam dalam makanan juga bisa membantu mengontrol tekanan darah tinggi Anda. Untuk melakukannya maka Anda perlu untuk:
  • Memilih makanan rendah garam
  • Menghindari penggunaan garam dalam masakan atau menghindari menambahkannya sebelum makan. Hanya gunakan bumbu dan rempah-rempah untuk menghidupkan rasa makanan.
  • Hindari makanan tinggi garam seperti keripik, ikan asin, kacang asin, saus, daging olahan.

Obat untuk tekanan darah tinggi

Ada banyak macam obat-obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau mengatur tekanan darah. Obat-obat ini biasa disebut sebagai antihipertensi.

Obat-obat ini tidak menyembuhkan tekanan darah tinggi, melainkan membantu mengelolanya. Karena darah tinggi belum dapat disembuhkan, maka obat darah tinggi mungkin akan terus Anda konsumsi agar tekanan darah Anda normal. Namun seiring berjalannya waktu, dosis obat-obatan ini bisa saja berubah.

Adakalanya dokter akan memberikan dua atau lebih obat berbeda untuk mengontrol tekanan darah. Pastikan Anda meminumnya secara teratur dan sesuai saran dokter.

Tekanan darah dan potasium

Umumnya orang dengan tekanan darah tinggi disarankan untuk meningkatkan asupan potasium. Potasium diketahui dapat membantu mengontrol tekanan darah tinggi dan dapat menurunkan risiko stroke. Namun, rekomendasi ini mungkin tidak berlaku bagi sebagian orang, seperti orang yang ginjalnya tidak berfungsi normal atau yang sedang menjalani terapi obat-obatan tertentu.

Article Resources
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/blood-pressure
  • Wikipedia
  • Gambar: SCMP / 101bp

Sistem Kekebalan Tubuh

Friday, January 19, 2018
Sistem kekebalan tubuh manusia

Sistem kekebalan tubuh adalah sistem pertahanan alami tubuh yang membantu melawan infeksi. Bagian utama sistem kekebalan tubuh adalah sel darah putih, antibodi, sistem komplemen (pelengkap), sistem limfatik, limpa, timus, dan sumsum tulang. Ini adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang secara aktif melawan infeksi.

Sistem kekebalan tubuh dan infeksi mikroba

Sistem kekebalan tubuh mampu mengingat setiap mikroba yang pernah dikalahkannya, dalam tipe sel darah putih (B- and T-lymphocytes) yang dikenal sebagai sel memori. Artinya akan dapat mengenali dan menghancurkan mikroba dengan cepat jika masuk kembali ke dalam tubuh, sebelum bisa berkembang biak dan membuat seseorang sakit.

Sebagian infeksi, seperti flu, harus dilawan berkali-kali karena begitu banyaknya virus berbeda yang menyebabkan penyakit ini. Kebal dari salah satu virus flu tidak berarti kebal akan virus flu lainnya.

Bagian- bagian sistem kekebalan tubuh

Bagian utama sistem kekebalan tubuh adalah:
  • sel darah putih
  • antibodi
  • sistem komplemen (pelengkap)
  • sistem limfatik
  • limpa
  • sumsum tulang
  • timus.

Sel darah putih

Sel darah putih adalah pemain kunci dalam sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih dibuat di sumsum tulang dan merupakan bagian dari sistem limfatik.

Sel darah putih bergerak melalui darah dan jaringan di seluruh tubuh, mencari agen/penyerbu asing (mikroba) seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur. Ketika mereka menemukannya, mereka akan melawan dan menghancurkannya.

Salah satu yang termasuk sel darah putih adalah limfosit (seperti sel B, sel T dan sel pembunuh alami).

Antibodi

Antibodi membantu tubuh untuk melawan mikroba atau toksin (racun) yang mereka hasilkan. Antibodi melakukannya dengan cara mengenali zat di permukaan mikroba yang disebut antigen, atau bahan kimia yang mereka hasilkan, yang menandai mikroba atau toksin sebagai benda asing. Antibodi kemudian menandai antigen ini untuk penghancuran. Ada banyak sel, protein, dan bahan kimia yang terlibat dalam serangan ini.

Sistem komplemen

Sistem komplemen atau pelengkap terdiri dari protein yang tindakannya melengkapi pekerjaan yang dilakukan oleh antibodi.

Sistem limfatik

Sistem limfatik adalah sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfa atau getah bening di dalam tubuh. Peran utama sistem limfatik adalah:
  • mengatur kadar cairan dalam tubuh
  • mengangkut limfosit
  • bereaksi terhadap bakteri
  • berurusan dengan sel kanker
  • berurusan dengan produk sel yang jika tidak akan mengakibatkan penyakit atau kelainan
  • menyerap sebagian lemak makanan dari usus.

Sistem limfatik terdiri dari:
  • kelenjar getah bening - yang menjebak mikroba
  • pembuluh getah bening - saluran yang membawa getah bening, cairan tak berwarna yang membasahi jaringan dan mengandung sel darah putih untuk melawan infeksi
  • sel darah putih (limfosit).

Limpa

Limpa adalah organ penyaring darah yang mengeliminasi mikroba dan menghancurkan sel darah merah lama atau yang telah rusak. Limpa membentuk komponen sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit (termasuk antibodi dan limfosit).

Sumsum tulang

Sumsum tulang adalah jaringan spons yang ditemukan di dalam tulang. Sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang dibutuhkan tubuh untuk membawa oksigen, sel darah putih yang tubuh gunakan untuk melawan infeksi, dan platelet (keping darah) yang tubuh butuhkan untuk membantu pembekuan darah.

Timus

Timus menyaring dan memonitor kandungan darah. Timus menghasilkan sel darah putih yang disebut T-limfosit.

Sistem pertahanan tubuh lainnya untuk melawan mikroba

Disamping sistem kekebalan tubuh, tubuh memiliki beberapa cara lain untuk mempertahankan diri dalam melawan mikroba, diantaranya:
  • Kulit - benteng tubuh anti air yang mensekresikan minyak dengan sifat membunuh bakteri.
  • Paru-paru - lendir (dahak) di paru-paru akan menjebak partikel asing, dan bulu-bulu kecil (silia) menggerakkan lendir ke atas sehingga sehingga terjadi batuk berdahak sehingga bakteri ikut keluar.
  • Saluran pencernaan - lapisan mukus mengandung antibodi, dan asam di lambung bisa membunuh banyak jenis mikroba
  • Pertahanan lainnya - cairan tubuh seperti minyak kulit, air liur dan air mata mengandung enzim anti bakteri yang membantu mengurangi risiko infeksi. BAK dan BAB juga membantu tubuh mempertahankan diri.

Demam adalah respon dari sistem kekebalan tubuh

Kenaikan suhu tubuh, atau demam, bisa terjadi ketika mengalami infeksi. Demam sebenarnya adalah respon dari sistem kekebalan tubuh. Naiknya suhu tubuh bisa membunuh sebagian mikroba. Demam juga akan memicu proses pemulihan tubuh.

Gangguan umum dari sistem kekebalan tubuh

Seseorang bisa saja memiliki sistem kekebalan tubuh yang kurang aktif atau bahkan terlalu aktif.
Sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif dapat menyebabkan:
  • Alergi - dimana sistem kekebalan tubuh memberikan respon berlebihan terhadap alergen. Alergi sangat umum terjadi. Yang termasuk alergi diantaranya alergi terhadap makanan, obat-obatan atau serangga yang menyengat, anafilaksis (alergi yang mengancam jiwa), rhinitis alergi, penyakit sinus, asma, urtikaria (kaligata), dermatitis, dan eksim
  • Penyakit autoimun - di mana sistem kekebalan tubuh merespon komponen normal tubuh. Penyakit autoimun berkisar dari yang umum sampai yang jarang terjadi. Yang termasuk penyakit autoimun diantaranya multiple sclerosis, penyakit tiroid autoimun, diabetes tipe 1, lupus eritematosus sistemik, rheumatoid arthritis, dan vaskulitis sistemik.

Kurang aktifnya sistem kekebalan tubuh, juga disebut imunodefisiensi, dapat:
  • Bersifat genetik - contoh kondisi warisan ini adalah penyakit imunodefisiensi primer seperti common variable immunodeficiency (CVID) dan severe combined immunodeficiency (SCID).
  • Muncul sebagai akibat dari perawatan medis - ini dapat terjadi karena menggunakan obat-obatan seperti kortikosteroid atau kemoterapi.
  • Disebabkan oleh penyakit lain - seperti HIV/AIDS atau kanker jenis tertentu.

Sistem kekebalan tubuh yang kurang aktif tidak akan berfungsi dengan benar dan membuat seseorang rentan akan infeksi. Untuk kasus yang parah, kondisi ini dapat mengancam jiwa.

Orang yang telah menjalani transplantasi organ memerlukan pengobatan imunosupresi untuk mencegah sistem kekebalan tubuhnya menyerang organ yang baru ditransplantasikan.

Imunisasi

Imunisasi bekerja dengan memanfaatkan respon kekebalan alami tubuh. Vaksin (virus, bakteri atau toksin dalam jumlah kecil yang telah dilemahkan) disuntikkan ke dalam tubuh. Tubuh kemudian membuat antibodi untuk virus, bakteri, atau toksin tersebut.

Jika orang yang telah diimunisasi terpapar virus, bakteri, atau toksin, mereka tidak akan sakit karena tubuh mereka mampu mengenalinya dan mengetahui bagaimana cara menyerangnya dengan sukses. Ada banyak penyakit yang pencegahannya dapat melalui imunisasi, seperti campak dan tetanus.

Imunisasi apa yang dibutuhkan seseorang akan tergantung dari kesehatan, usia, gaya hidup dan pekerjaannya.
  • Kesehatan - Beberapa kondisi kesehatan dapat membuat seseorang rentan terhadap suatu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Kondisi-kondisi yang membuat rentan tersebut antara lain:  kelahiran prematur, asma, diabetes, jantung, paru-paru, kondisi limpa atau ginjal, sindrom Down dan HIV.
  • Usia - Di usia-usia tertentu seseorang memerlukan perlindungan dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Program imunisasi nasional menetapkan ada imunisasi wajib bagi bayi sampai dengan usia satu tahun, imunisasi tambahan untuk anak pra sekolah dan imunisasi tambahan untuk anak usia sekolah.
  • Gaya hidup - Gaya hidup seseorang dapat berdampak pada kebutuhan imunisasi seseorang. Sering bepergian ke luar negeri, akan menikah, merokok dan sering kontak langsung dengan tubuh atau darah orang lain akan mendapatkan manfaat langsung dari imunisasi tambahan.
  • Pekerjaan - Jika pekerjaan Anda berhubungan atau dihadapkan langsung pada penyakit tertentu atau berhadapan langsung dengan pasien seperti bayi atau anak kecil, wanita hamil, orang tua, dan orang dengan penyakit kronis atau akut maka Anda memerlukan imunisasi tambahan. Misalnya Anda bekerja ditempat perawatan anak, perawatan kesehatan, panti jompo, layanan darurat atau pengolahan limbah, dan sampah.

Article Resources
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/immune-system
  • https://www.webmd.com/a-to-z-guides/components-of-the-immune-system
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_limfatik