Diet untuk Bayi / Anak yang Muntah dan Diare

Friday, August 17, 2018

Bayi dan anak kecil umum mengalami muntah dan diare. Muntah dan diare dapat dengan cepat menyebabkan anak kehilangan cairan sehingga menyebabkan dehidrasi.

Dehidrasi adalah kondisi hilangnya air dan mineral dari tubuh dalam jumlah yang banyak. Dehidrasi bisa serius dan mengancam jiwa. Cairan tubuh anak yang hilang akibat muntah dan diare harus segera digantikan dengan pemberian sedikit cairan tapi sering.

Larutan dehidrasi oral

Untuk bayi, ASI atau susu formula adalah cairan terbaik. ASI dapat membantu mengurangi diare. Tapi jika anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, berikan larutan rehidrasi oral. Larutan rehidrasi oral dapat menggantikan mineral yang hilang yang disebut elektrolit. Larutan rehidrasi oral dapat digunakan disamping pemberian ASI dan susu formula. Larutan rehidrasi oral juga dapat mengurangi muntah dan diare. Larutan rehidrasi oral dapat dibeli di apotik tanpa memerlukan resep dokter.

Dalam kasus muntah dan dehidrasi berat, anak harus mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan cairan intravena (IV).

Memberikan makanan dan cairan

Untuk ASI atau susu formula:

  • Teruskan pemberian ASI atau susu formula.
  • Jika menggunakan susu formula, dokter mungkin menyarankan untuk mengganti susu formula jenis lain untuk sementara waktu. Penyebab umum muntah atau diare pada bayi baru lahir adalah masalah dengan susu formula.
  • Berikan ASI atau susu formula dalam durasi singkat, tapi sering. Berikan setiap 30 menit selama 5 hingga 10 menit setiap kali selama 2 hingga 3 jam. Ini akan membantu bayi mendapatkan lebih banyak cairan.
  • Jika muntah atau diare tidak berhenti, mungkin perlu memberikan susu formula tanpa laktosa atau rendah. Laktosa sendiri adalah gula susu yang sulit dicerna.

Untuk penggunaan larutan rehidrasi oral:

  • Larutan rehidrasi oral dapat diberikan bergantian dengan ASI atau susu formula.
  • Hanya gunakan larutan rehidrasi oral yang dijual / kemasan. Jangan membuat larutan sendiri.
  • Berikan bayi Anda larutan sedikit-sedikit tapi sering. Ini akan membantu menggantikan elektrolit yang hilang.
  • Jika muntah atau diare membaik setelah 2 hingga 3 jam, larutan rehidrasi oral dapat dihentikan. Lanjutkan pemberian ASI atau susu formula seperti biasa.

Untuk anak-anak dengan makanan padat:

  • Jika anak menginginkan dan mentolerir makanan biasa, silakan berikan.
  • Jika tidak bisa makan makanan biasa, berikan cairan bening seperti air. Jangan berikan cairan gula tinggi seperti jus atau soda. Berikan makanan dan minuman dalam jumlah sedikit tapi sering.
  • Jika anak mentolerir cairan bening, perlahan tingkatkan jumlahnya. Ganti cairan ini dengan larutan rehidrasi oral.
  • Anak sudah dapat memulai diet biasanya setelah 12 hingga 24 jam setelah diare atau muntah berhenti. Terus berikan banyak cairan bening.

Kapankah anak harus dibawa ke dokter?

Hubungi dokter jika anak mengalami salah satu dari gejala berikut ini:
  • Nyeri perut yang semakin memburuk
  • Nyeri perut kanan bawah konstan
  • Diare berat selama lebih dari 24 jam
  • Darah dalam muntah atau tinja (warna hitam atau merah)
  • Menolak diberikan makan atau minum
  • Urin berwarna gelap atau tidak ada urin selama 8 jam, tidak ada air mata saat menangis, mata cekung, atau mulut kering
  • Rewel atau tangisan yang tidak bisa ditenangkan
  • Mengantuk yang tidak biasa
  • Muncul ruam baru
  • Lebih dari 8 kali diare dalam 8 jam
  • Berusia di bawah 12 minggu mengalami demam 38 ° C atau lebih tinggi
  • Demam 38,5 ° C atau lebih tinggi yang tidak turun dengan obat-obatan
  • Berusia di bawah 2 tahun mengalami demam selama lebih dari 24 jam
  • Berusia 2 tahun ketas mengalami demam selama lebih dari 3 hari
  • Mengalami demam berulang di atas 40 ° C.

Kondisi gawat darurat muntah dan diare

Segera ke gawat darurat rumah sakit jika anak memiliki gejala-gejala ini:
  • Sulit bernapas
  • Kebingungan
  • Kantuk yang ekstrem atau kesulitan berjalan
  • Hilang kesadaran
  • Denyut jantung cepat
  • Leher kaku
  • Kejang.

Article Resources
  • Fairview Health Services. "Diet for Vomiting and Diarrhea (Infant/Toddler)"

Penyebab dan Pengobatan Gusi Bengkak

Thursday, August 16, 2018
Gusi bengkak

Gusi yang sehat menjadi salah satu syarat mulut yang sehat. Gusi terbentuk dari jaringan keras berwarna merah jambu yang menutupi tulang rahang. Jaringan gusi tebal, berserat, dan sarat dengan pembuluh darah.

Gusi yang bengkak akan terasa nyeri dan berwarna merah, dan seringkali menutupi gigi. Gusi yang bengkak juga mudah berdarah, jadi tidak heran jika saat menggosok gigi mungkin akan mengeluarkan darah.

Apa penyebab gusi bengkak?

Gingivitis

Penyebab gusi bengkak yang paling umum adalah gingivitis. Gingivitis adalah peradangan yang menyebabkan gusi bengkak dan iritasi. Karena gejalanya bisa sangat ringan, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami gingivitis.

Gingivitis tidak bisa dianggap remeh, jika tidak diobati, gingivitis dapat menyebabkan kondisi yang jauh lebih serius yang disebut periodontitis dan kemungkinan kehilangan gigi.

Gingivitis paling sering disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk, yang membuat plak terbentuk di gusi dan gigi. Plak sendiri tersusun dari bakteri dan partikel makanan yang menempel di gigi secara bertahap seiring waktu. Jika terus menempel di gigi selama lebih dari beberapa hari, plak akan menjadi tartar (karang gigi).

Tartar adalah plak yang keras. Tartar biasanya tidak dapat dibersihkan hanya dengan menyikat gigi atau bahkan flossing. Penumpukan tartar dapat menyebabkan gingivitis.

Kehamilan

Kehamilan juga bisa menjadi penyebab gusi bengkak. Perubahan dan peningkatan produksi hormon tubuh selam a kehamilan dapat meningkatkan aliran darah di gusi, sehingga gusi lebih mudah teriritasi, sehingga rentan pembengkakan.

Perubahan dan peningkatan produksi hormon ini selama kehamilan juga dapat menghambat kemampuan tubuh dalam melawan bakteri penyebab infeksi gusi, sehingga risiko terkena gingivitis meningkat.

Malnutrisi

Kekurangan zat gizi atau malnutrisi, terutama vitamin B dan C, dapat menyebabkan pembengkakan gusi. Vitamin C, misalnya, berperan penting dalam kesehatan gigi dan gusi. Jika kadar vitamin C tubuh terlalu rendah, akan mudah terjangkiti penyakit skorbut. yang dapat menyebabkan anemia dan penyakit gusi.

Infeksi

Infeksi yang disebabkan oleh jamur dan virus berpotensi menyebabkan pembengkakan gusi. Penyakit herpes bisa menyebabkan kondisi yang disebut herpes gingivostomatitis akut, yang menyebabkan gusi menjadi bengkak.

Sariawan, yang merupakan akibat dari pertumbuhan jamur yang berlebihan di dalam mulut, juga dapat menyebabkan pembengkakan gusi. Pembusukan gigi yang dibiarkan begitu saja dapat menyebabkan abses gigi, yang merupakan pembengkakan gusi yang terlokalisasi.

Apa pengobatan untuk gusi bengkak?

Pengobatan medis

Jika pembengkakan gusi sudah lebih dari dua minggu, pemeriksaan mulut dengan sinar-X (rontgen) mungkin diperlukan untuk menemukan penyebabnya. Tes darah juga dapat dilakukan untuk memeriksa keberadaan infeksi.

Tergantung dari penyebabnya, dokter gigi biasanya akan meresepkan obat kumur untuk membantu mencegah gingivitis dan mengurangi plak. Dokter mungkin juga akan menyarankan penggunaan pasta gigi merek tertentu. Dalam beberapa kasus, antibiotik juga mungkin diperlukan.

Untuk kasus gingivitis ekstrem, pembedahan mungkin menjadi solusi. Salah satu opsi pengobatan yang umum adalah scaling dan root planing. Ini adalah prosedur di mana dokter gigi menyingkirkan gusi yang sakit, plak gigi, dan kalkulus, atau tartar, pada akar gigi untuk memungkinkan gusi yang tersisa untuk sembuh.

Pengobatan rumahan

Rawatlah gusi yang bengkak dengan hati-hati. Berikut beberapa kiat pengobatan gusi bengkak di rumah:
  • Gosok dan flossing gigi dengan lembut, jangan membuat gusi semakin parah.
  • Kumur-kumur dengan air garam untuk membersihkan mulut dari bakteri.
  • Minum banyak air. Air akan membantu merangsang produksi air liur, yang melemahkan bakteri penyebab penyakit di mulut.
  • Hindari bahan-bahan penyebab iritasi, seperti obat kumur yang kuat, alkohol, dan rokok.
  • Kompres hangat akan mengurangi nyeri sakit gusi dan kompres dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan.

Bagaimana mencegah gusi bengkak?

Untuk mencegah gusi bengkak, ada dua tindakan pencegahan, yaitu dengan tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut, dan cukup nutrisi.

Kebersihan gigi dan mulut

Gosok gigi dan bersihkan mulut secara teratur, terutama setelah makan. Kunjungi dokter gigi minimal enam bulan sekali untuk pembersihan. Mulut yang kering dapat meningkatkan risiko penumpukan plak dan karang gigi. Orang dengan kondisi mulut kering harus menggunakan obat kumur dan pasta gigi yang tepat untuk membantu mengatasi kondisinya.

Nutrisi

Kalsium, vitamin C, dan asam folat akan menurunkan risiko gusi bengkak. Orang yang kurang mengonsumsi kalsium setiap harinya lebih mungkin mengembangkan penyakit gusi. Vitamin C dan asam folat penting untuk mencegah gingivitis dan menjaga kesehatan gusi.

Penyebab Mual & Muntah Setelah Makan

Wednesday, August 15, 2018
Mual dan muntah setelah makan

Mual dan muntah setelah makan dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari keracunan makanan hingga kehamilan.

Dengan memperhatikan gejalanya akan membantu menentukan penyebab mual setelah makan. Pengobatan yang efektif baru dapat dimulai setelah penyebabnya diketahui.

Penyebab mual dan muntah setelah makan

Kondisi-kondisi berikut ini dapat membuat Anda mual dan muntah setelah makan.

Alergi makanan

Makanan tertentu, seperti kerang, kacang, atau telur, dapat membuat sistem kekebalan tubuh mengidentifikasinya sebagai penyerbu asing yang berbahaya. Ketika memakan salah satu makanan pemicu ini, sistem kekebalan tubuh akan berusaha melawan yang mengarah pada pelepasan histamin dan kimia tubuh lainnya. Zat kimia ini menimbulkan reaksi alergi, yang dapat berupa gatal-gatal, pembengkakan mulut, hingga mual.

Keracunan makanan

Makanan yang tidak diolah dengan baik dapat terkontaminasi bakteri, virus, dan parasit yang dapat membuat tubuh sakit. Gejala keracunan makanan seperti mual, muntah, dan diare, biasanya dimulai dalam beberapa jam setelah Anda mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Flu perut

Flu perut menginfeksi usus dan memicu gejala gastrointestinal (GI) seperti mual, muntah dan diare. Penularan flu perut dapat terjadi karena berada terlalu dekat dengan orang yang sakit atau berasal dari makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi virus.

Kehamilan

Salah satu tanda awal kehamilan adalah perasaan tidak nyaman dan mual, yang sering dimulai selama bulan kedua kehamilan Anda. Hal ini diakibatkan perubahan tingkat hormon tubuh selama kehamilan.

Meskipun secara resmi disebut "morning sickness," mual dapat menyerang wanita hamil kapan saja sepanjang hari, termasuk pada waktu makan. Terkadang bau atau rasa makanan tertentu sudah cukup untuk membuat perut bergejolak. Perasaan mual selama kehamilan bersifat sementara, dan tidak akan mengganggu kesehatan Anda dan bayi Anda, kecuali bila asupan makanan sudah benar-benar terganggu.

Refluks asam

Perasaan terbakar di belakang tulang dada adalah gejala khas dari penyakit gastroesophageal refluks (GERD), yang gejalanya dapat menyebabkan mual juga. GERD terjadi ketika katup otot antara esofagus dan perut malfungsi, membuat asam lambung naik ke esofagus.

Kecemasan dan stres

Stres tidak hanya mempengaruhi emosi. Stres juga mempengaruhi kesehatan fisik. Perpisahan dengan seseorang yang sangat dicintai atau kehilangan pekerjaan dapat membuat seseorang kehilangan nafsu makan, atau merasa sakit setelah makan. Mual dan muntah akan berhenti setelah stres dapat diatasi.

Pengobatan kanker

Beberapa obat kemoterapi menyebabkan efek samping mual. Rasa mual akan hilang setelah pengobatan kemoterapi dihentikan.

Penyakit kandung empedu

Kandung empedu adalah organ letaknya di sisi kanan atas perut. Kandung empedu membantu tubuh mencerna lemak. Batu empedu dan penyakit kandung empedu lainnya dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mencerna lemak. Akibatnya, muncul gejala mual, terutama setelah makan makanan yang kaya lemak.

Sindrom iritasi usus besar (IBS)

IBS merupakan kumpulan dari gejala GI, yang bisa termasuk sakit perut, diare, dan konstipasi. Mual adalah salah satu keluhan paling umum pada orang dengan IBS.

Mabuk perjalanan

Sebagian orang sangat sensitif terhadap gerakan. Gerakan kendaraan yang bergerak akan membuat seseorang merasa mual. Makan sebelum atau sesudah perjalanan dapat membuat mual menjadi lebih buruk.

Gejala

Lihat tabel gejala lainnya berikut ini untuk membantu Anda menentukan penyebab mual Anda:

Kemungkinan Penyebab Gejala Lainnya
Alergi makanan gatal-gatal, kaligata, pembengkakan pada mulut atau tenggorokan, kesulitan bernapas, mengi, sakit perut, diare, muntah
Keracunan makanan atau flu perut muntah, diare, kram perut, demam
Penyakit kandung empedu nyeri di perut kanan atas, muntah
GERD perasaan terbakar di dada, bersendawa cairan asam, perasaan ada sesuatu di dada, batuk
Sindrom iritasi usus besar sakit di perut, diare, sembelit
Mabuk perjalanan muntah, pusing, keringat dingin, perasaan tidak enak
Kehamilan payudara lunak dan bengkak, haid berhenti, kelelahan
Stres dan kecemasan nyeri otot, kelelahan, kehilangan dorongan seksual, masalah tidur, kesedihan, lekas marah

Bilakah harus ke dokter?

Mual sesekali setelah makan tidaklah perlu dikhawatirkan, yang perlu dikhawatirkan adalah jika mual tidak hilang dalam waktu satu minggu. Segera hubungi dokter jika Anda memiliki gejala lain yang lebih serius seperti:
  • darah pada muntah atau tinja
  • sakit dada
  • kebingungan
  • diare yang berlangsung lebih dari beberapa hari
  • haus ekstrem, produksi urine sedikit, kelemahan, atau pusing, yang merupakan tanda-tanda dehidrasi
  • demam lebih dari 38,6°C
  • rasa sakit yang hebat di perut
  • detak jantung cepat
  • muntah berat atau kesulitan menjaga makanan.

Pada anak-anak di bawah usia 6 tahun, hubungi dokter jika mereka:
  • muntah yang berlangsung selama lebih dari beberapa jam
  • terlihat tanda-tanda dehidrasi, seperti popok tetap kering, tidak ada air mata, atau pipi cekung
  • mengalami demam lebih tinggi dari 37,8°C
  • diare tidak hilang.

Pada anak-anak di atas usia 6 tahun, hubungi dokter jika mereka:
  • muntah atau diare berlangsung lebih dari sehari
  • terlihat tanda-tanda dehidrasi, seperti anak tidak buang air kecil atau mengeluarkan air mata, atau pipinya cekung
  • mengalami demam lebih dari 38,9°C.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis, Dokter perlu mengetahui gejala-gejalanya, termasuk saat Anda merasa mual, berapa lama rasa mual muncul, dan apa yang tampaknya memicunya.

Tergantung pada kondisi apa yang dokter curigai, mungkin perlu dilakukan tes, seperti:
  • tes darah atau urin
  • tes kulit untuk melihat apakah ada alergi makanan
  • endoskopi atas untuk melihat pembengkakan pada esofagus, yang merupakan pertanda GERD
  • CT scan, X-ray (rontgen), atau ultrasonografi (USG) untuk memeriksa organ-organ untuk mencari tanda-tanda penyakit atau kelainan
  • kolonoskopi, sigmoidoskopi fleksibel, atau pemindaian GI atas atau bawah untuk mencari masalah di saluran pencernaan.

Pengobatan

Pengobatan mual dan muntah setelah makan akan ditentukan berdasarkan penyebabnya.

Penyebab Pengobatan
Pengobatan Kanker minum obat anti-muntah yang diresepkan dokter, makan makanan kecil lunak, seperti kaldu yang bening, ayam, atau oatmeal, dan coba akupunktur
Alergi makanan hindari makanan yang memicu gejala alergi
Penyakit kandung empedu minum obat untuk melarutkan batu empedu atau menjalani operasi untuk mengangkat kandung empedu, yang dikenal sebagai kolesistektomi
GERD hindari makanan pedas dan berlemak, kurangi berat badan, dan minum antasid atau obat lain untuk mengurangi asam lambung berlebih
IBS hindari makanan yang mengganggu perut Anda
Mabuk perjalanan saat bepergian, duduklah di bagian kendaraan yang paling sedikit gerakannya, seperti di dekat bagian depan kereta api atau di atas sayap pesawat terbang
Kehamilan makan makanan hambar, seperti kerupuk, roti panggang, dan pasta
Flu perut makan makanan hambar, dan istirahat selama beberapa hari sampai infeksi teratasi
Stres dan kecemasan berkonsultasi ke terapis dan mencoba teknik relaksasi, seperti meditasi dan yoga

Pencegahan

Cobalah kiat-kiat berikut ini untuk mencegah rasa mual setelah Anda makan:
  • Mengisap es batu
  • Hindari makanan berminyak, digoreng, atau pedas
  • Makan terutama makanan lunak, seperti biskuit atau roti panggang
  • Makan dalam porsi kecil namun sering, bukan tiga kali makan besar
  • Bersantailah dan duduk diam setelah makan untuk memberi waktu bagi perut untuk mencerna
  • Makan dan minum dengan perlahan
  • Sajikan makanan dingin atau pada suhu kamar jika bau makanan yang dimasak membuat Anda merasa mual.

Article Resources
  • Healthline. "What Causes Nausea After Eating?"

Jenis dan Penyebab Keputihan

Tuesday, August 14, 2018
Keputihan

Meskipun keputihan sangat umum terjadi, ada beberapa jenis keputihan yang merupakan infeksi. Bila cairan yang keluar berwarna kuning atau hijau, konsistensinya tebal, atau berbau busuk, maka itu tidaklah normal.

Keputihan yang tidak normal biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur.

Jenis-jenis keputihan

Ada beberapa jenis keputihan. Jenis-jenis keputihan ini dikategorikan berdasarkan warna cairan dan konsistensinya.

Putih

Sedikit cairan putih, terutama keluar di awal atau akhir siklus menstruasi adalah normal. Namun, jika keluarnya cairan disertai dengan rasa gatal dan memiliki konsistensi atau penampilan seperti keju tebal, itu tidaklah normal dan memerlukan pengobatan. Jenis keputihan ini kemungkinan disebabkan oleh infeksi jamur.

Jernih dan encer

Keluarnya cairan jernih dan encer dari vagina biasanya normal. Itu bisa terjadi kapan saja dalam sebulan. Keluarnya cairan mungkin bertambah banyak selepas berolahraga.

Jernih dan elastis

Ketika keluar cairan jernih tapi elastis dan seperti lendir, bukannya encer, itu menunjukkan kemungkinan Anda sedang berovulasi. Ini adalah tipe keputihan normal.

Coklat atau berdarah

Keluarnya cairan berwarna coklat atau berdarah biasanya juga normal, terutama ketika terjadi selama atau tepat setelah siklus menstruasi. Keputihan yang terlambat di akhir menstruasi dapat terlihat coklat, bukan merah. Sedikit cairan berdarah mungkin juga akan muncul di antara periode menstruasi. Ini disebut spotting atau bercak.

Jika bercak muncul selama periode normal menstruasi dan baru-baru ini berhubungan intim tanpa alat kontrasepsi, ini bisa menjadi tanda kehamilan. Namun, bercak yang muncul di fase awal kehamilan dapat menjadi tanda keguguran.

Dalam kasus yang jarang terjadi, keluarnya cairan berwarna coklat atau berdarah dapat menjadi tanda kanker endometrium atau serviks. Bisa jadi juga disebabkan oleh masalah lain seperti fibroid atau pertumbuhan abnormal lainnya. Itulah penting untuk memeriksakan panggul dan Pap smear rutin setiap tahun. Kelainan serviks dapat diketahui selama pemeriksaan ini.

Kuning atau hijau

Keluarnya cairan kuning atau hijau, terutama ketika cairan itu bertekstur tebal atau disertai bau tidak sedap, tidaklah normal. Jenis keputihan ini bisa menjadi tanda infeksi trikomoniasis, yang menyebar melalui hubungan seksual.

Penyebab keputihan

Keputihan normal berarti fungsi tubuh masih baik. Itu adalah cara tubuh membersihkan dan melindungi vagina. Namun, keputihan yang abnormal biasanya disebabkan oleh infeksi.

Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis adalah infeksi bakteri yang menyebabkan peningkatan keputihan dengan bau yang kuat, busuk, dan kadang-kadang berbau amis, meskipun dalam beberapa kasus tidak disertai dengan gejala. Wanita yang melakukan seks oral atau yang memiliki banyak pasangan seksual berisiko lebih besar untuk terkena infeksi ini.

Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah jenis infeksi yang disebabkan oleh protozoa, atau organisme bersel tunggal. Infeksi biasanya menyebar melalui hubungan seksual, tetapi juga dapat menyebar karena menggunakan pakaian atau handuk yang sama dengan orang lain. Cairan yang keluar kuning atau hijau yang memiliki bau busuk. Rasa sakit, peradangan, dan gatal menjadi gejala umumnya, meskipun sebagian orang tidak mengalami gejala apa pun.

Infeksi jamur

Infeksi jamur menyebabkan keputihan seperti keju putih di samping sensasi panas dan gatal. Kehadiran jamur di vagina adalah normal, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak akibat pertumbuhannya tidak terkendali maka akan menyebabkan masalah.

Berikut ini hal-hal yang dapat meningkatkan kemungkinan infeksi jamur:
  • stress
  • diabetes
  • penggunaan pil KB
  • kehamilan
  • penggunaan antibiotik, terutama penggunaan jangka panjang selama 10 hari.

Gonore dan klamidia

Gonore dan klamidia adalah infeksi menular seksual (IMS) yang dapat menyebabkan keluarnya cairan abnormal kuning, kehijauan, atau keruh dari vagina.

Penyakit radang panggul (PID)

Penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi yang sering menyebar melalui hubungan seksual. PID terjadi ketika bakteri menyebar ke vagina dan ke organ reproduksi lainnya. PID dapat menghasilkan cairan kotoran yang berat dan berbau busuk.

Human papillomavirus (HPV) atau kanker serviks

Human papillomavirus (HPV) menyebar melalui hubungan seksual. Dapat menyebabkan kanker serviks. Meskipun mungkin tidak ada gejala yang menyertainya, jenis kanker ini dapat menghasilkan cairan berdarah, coklat, atau encer dengan bau yang tidak sedap. Kanker serviks dapat dengan mudah disaring dengan Pap smear dan tes HPV tahunan.

Bilakah harus ke dokter?

Jika mengalami keputihan yang tidak biasa dengan disertai gejala-gejala tertentu lainnya, segera ke dokter. Gejala yang harus diperhatikan antara lain:

Perawatan di rumah untuk keputihan

Untuk mencegah infeksi, praktikkan kebersihan yang baik dan kenakan pakaian dalam dari katun. Jangan menggunakan douche, karena dapat memperburuk kotoran karena membuang bakteri yang berguna.

Untuk mengurangi kemungkinan infeksi jamur karena mengonsumsi antibiotik, konsumsi yogurt yang mengandung kultur hidup dan aktif. Jika mengalami infeksi jamur, obati dengan krim atau suppositoria (obat peluru) infeksi jamur yang dijual bebas.

Article Resources
  • Healthline. What Causes Vaginal Discharge?
  • Gambar: Health Beauty Aid

Sakit Perut Kanan Bawah pada Pria dan Wanita

Friday, August 10, 2018
Sakit perut kanan bawah

Bagian kanan bawah perut adalah rumah bagi usus besar, dan bagi wanita, indung telur kanan. Ada banyak penyebab sakit perut kanan bawah , mulai dari ringan sampai yang berat.

Pada umumnya sakit perut kanan bawah bukanlah sesuatu yang serius dan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua hari. Namun, Anda harus ke dokter jika gejalanya persisten.

Bilakah harus ke dokter ketika sakit perut kanan bawah?

Anda harus segera ke dokter jika sakit perut kanan bawah disertai dengan salah satu gejala berikut:
  • rasa sakit atau tekanan di dada
  • demam
  • berak/tinja berdarah
  • mual dan muntah terus-menerus
  • kulit tampak kuning (jaundice)
  • perut sangat lembut ketika disentuh
  • perut bengkak.
Segera ke dokter jika gejala tersebut menyertai karena bisa jadi ini sesuatu yang bahkan mengancam jiwa.

Penyebab sakit perut kanan bawah

Apendiks atau usus buntu adalah organ yang berbentuk tabung kecil dan tipis yang terletak di pertemuan usus besar dan usus kecil. Ketika usus buntu meradang, maka disebut sebagai radang usus buntu atau apendisitis. Apendisitis adalah penyebab umum sakit perut kanan bawah.

Gejala apendisitis lainnya dapat meliputi:
  • mual
  • muntah
  • demam
  • diare
  • sembelit
  • pembengkakan perut
  • nafsu makan yang buruk.
Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian medis segera.

Operasi mungkin diperlukan untuk mengangkat usus buntu guna mencegah agar tidak pecah dan menyebabkan komplikasi lain.

Penderita radang usus buntu tidak boleh menggunakan enema atau laksatif, karena dapat menyebabkan usus buntu pecah. Juga hindari semua jenis obat kecuali yang telah diresepkan dokter untuk radang usus buntu.

Penyebab lain sakit perut kanan bawah

Kondisi-kondisi ini adalah penyebab paling umum untuk rasa sakit di sisi perut bagian bawah (kanan atau kiri). Meskipun Anda mungkin merasakan nyeri pada sisi kanan, rasa nyeri ini juga dapat terjadi di sebelah kiri bawah perut.

Gas

Gas usus adalah udara di seluruh saluran pencernaan. Gas usus sering disebabkan oleh makanan yang tidak terurai sepenuhnya hingga mencapai usus besar.

Semakin banyak makanan yang tidak dicerna, semakin banyak gas yang akan dihasilkan tubuh. Ketika gas menumpuk, dapat menyebabkan sakit perut, kembung, dan perasaan melilit di perut.

Bersendawa dan kentut biasanya meringankan kondisi ini. Bahkan, dalam kondisi ini seseorang dapat mengeluarkan gas hingga 20 kali sehari.

Namun, gas yang berlebihan bisa menjadi pertanda gangguan pencernaan, seperti diabetes atau intoleransi laktosa.

Penyebab lain gas usus meliputi:
  • menelan lebih banyak udara dari biasanya
  • makan berlebihan
  • mengunyah permen karet
  • merokok

Dispepsia

Dispepsia biasanya terjadi setelah Anda makan atau minum sesuatu. Nyeri biasanya terjadi di perut bagian atas, meskipun mungkin masih terasa turun ke bawah.

Gejala dispepsia juga termasuk:
  • rasa panas dalam perut
  • kembung
  • ras penuh di perut
  • bersendawa
  • sering kentut
  • makanan atau cairan pahit naik kembali.
Dispepsia biasanya akan hilang dengan cepat dan dapat diobati dengan obat-obatan yang dijual bebas. Tetapi jika gejalanya menetap selama lebih dari dua minggu, segera ke dokter.

Hernia (burut)

Hernia terjadi ketika organ internal tubuh mendorong melalui jaringan atau otot yang menahannya di tempat. Ada beberapa jenis hernia, sebagian besar terjadi di perut. Setiap jenis dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan di daerah yang terkena.

Gejala hernia lainnya termasuk:
  • bengkak atau menonjol di area yang terkena
  • peningkatan rasa nyeri
  • nyeri saat mengangkat, tertawa, menangis, batuk, atau mengejan
  • merasa kenyang atau sembelit.

Infeksi ginjal

Infeksi ginjal disebabkan oleh bakteri yang biasanya berasal dari kandung kemih, ureter, atau uretra. Satu atau kedua ginjal bisa terkena infeksi.

Meskipun Anda mungkin merasakan sakit di perut bagian bawah, ketidaknyamanan akibat infeksi ginjal lebih sering terjadi di punggung, samping, atau selangkangan.

Gejala lain infeksi ginjal termasuk:
  • demam
  • panas dingin
  • mual
  • muntah
  • sering buang air kecil
  • merasa perlu buang air kecil, bahkan ketika baru saja buang air kecil
  • nyeri atau rasa panas saat buang air kecil
  • nanah atau darah dalam air seni
  • urin yang berawan atau berbau tidak sedap
Ketika tidak diobati, infeksi ginjal dapat menyebabkan kerusakan permanen.

Batu ginjal

Batu ginjal adalah penumpukan mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal. Anda mungkin tidak merasakan sakit sampai batu ginjal mulai bergerak atau masuk ke saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih.

Ketika ini terjadi, Anda akan merasakan sakit parah di punggung dan samping, di bawah tulang rusuk, dan seluruh perut bawah dan selangkangan. Intensitas dan lokasi rasa sakit dapat berubah ketika batu ginjal bergeser dan bergerak melalui saluran kemih Anda.

Gejala lain batu ginjal termasuk:
  • buang air kecil yang menyakitkan
  • air kencing berwarna merah muda, merah, atau coklat
  • urin yang berawan atau berbau tidak sedap
  • mual
  • muntah
  • merasakan kebutuhan konstan untuk buang air kecil
  • sering buang air kecil
  • demam dan kedinginan, jika infeksi juga hadir.

Sindrom iritasi usus besar (IBS)

Sindrom iritasi usus besar (IBS) adalah gangguan kronis yang umum yang mempengaruhi usus besar.

IBS menyebabkan:
  • kram
  • kembung
  • gas
  • diare
  • sembelit
  • sakit perut
  • perubahan dalam gerakan usus
  • lendir di tinja.
Penyebab sindrom iritasi usus besar masih belu diketahui, meskipun beberapa faktor telah diidentifikasi. Ini termasuk kontraksi atau kelainan usus yang lebih kuat dari normal di sistem saraf pencernaan.

Penyakit radang usus (IBD)

IBS tidak boleh disamakan dengan penyakit radang usus (IBD). IBD adalah serangkaian gangguan pencernaan yang menyebabkan perubahan jaringan usus dan meningkatkan risiko kanker kolorektal.

Kolitis ulserativa dan penyakit Crohn adalah dua penyebab utama IBD. Kedua kondisi kronis ini menyebabkan peradangan di dalam saluran pencernaan, yang dapat menyebabkan sakit perut.

IBD juga dapat menyebabkan:
  • diare berat
  • kelemahan
  • penurunan berat badan
  • demam
  • darah pada tinja
  • nafsu makan turun,
IBD dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa jika tidak ditangani. Segera ke dokter jika mengalami gejala-gejala ini.

Penyebab sakit perut kanan bawah pada wanita

Beberapa penyebab sakit perut bagian bawah hanya menyerang wanita. Kondisi ini umumnya lebih serius dan membutuhkan perawatan medis. Meskipun rasa sakitnya ada di sisi kanan bawah perut Anda, rasa sakit ini juga dapat berkembang di sisi kiri.

Kram menstruasi

Kram menstruasi (dismenore) merupakan gejala menstruasi. Dismenore dapat terjadi sebelum atau selama periode menstruasi. Kram paling sering dirasakan pada salah satu atau kedua sisi perut bagian bawah, yang merupakan tempat rahim berkontraksi untuk mengelupaskan lapisannya.

Gejala umum lainnya dari dismenore termasuk:
  • nyeri konstan
  • nyeri di seluruh punggung bawah dan paha
  • mual
  • sakit kepala
  • pusing.

Endometriosis

Meskipun kram adalah gejala umum menstruasi, kram juga dapat disebabkan oleh masalah mendasar seperti endometriosis. Endometriosis terjadi ketika lapisan yang biasanya tumbuh di dalam rahim Anda terbentuk di bagian luar organ.

Selain kram yang parah dan sakit perut bagian bawah, endometriosis dapat menyebabkan:
  • nyeri selama atau setelah berhubungan seks
  • nyeri BAK atau BAB selama menstruasi
  • menstruasi berat
  • muncul bercak atau perdarahan diantara periode menstruasi.
Endometriosis adalah kondisi kronis yang menyiksa banyak wanita, dan dapat menyebabkan infertilitas. Semakin endometriosis diobati, semakin kecil kemungkinan komplikasinya.

Kista ovarium

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang ditemukan pada atau di dalam ovarium. Kebanyakan kista tidak menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan, dan biasanya akan hilang dengan sendirinya. Tetapi kista ovarium besar, terutama jika pecah, dapat menyebabkan gejala serius.

Gejalanya termasuk:
  • nyeri perut bawah yang tumpul atau tajam
  • kembung
  • perasaan penuh atau berat di perut Anda.

Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter jika gejala ini disertai dengan:
  • sakit perut mendadak dan berat
  • demam
  • muntah
  • kulit dingin dan lembab
  • bernapas cepat
  • kelemahan.

Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik terjadi ketika telur yang dibuahi menanamkan dirinya sendiri di salah satu tuba fallopi.

Selain sakit perut, gejalanya bisa meliputi:
  • pendarahan vagina
  • nyeri buang air kecil atau buang air besar
  • diare.

Jika kehamilan ektopik pecah, Anda mungkin juga mengalami:
  • pusing
  • kelemahan
  • muka pucat.

Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul (PID) sering disebabkan oleh penyakit menular seksual yang tidak diobati.

PID dapat menyebabkan rasa sakit di perut bagian bawah Anda, serta:
  • demam
  • keputihan yang tidak biasa dengan bau yang buruk
  • rasa sakit dan pendarahan saat berhubungan intim
  • rasa panas saat buang air kecil
  • pendarahan.

Torsi ovarium

Torsi ovarium terjadi ketika ovarium, dan terkadang tuba fallopi, menjadi bengkok, memotong pasokan darah organ. Juga dikenal sebagai torsi adneksa, kondisi ini dapat menyebabkan sakit perut bagian bawah yang parah.

Gejala lain torsi ovarium termasuk:
  • haid tidak teratur
  • nyeri saat berhubungan seks
  • mual
  • muntah
  • merasa kenyang meskipun tidak makan
Torsi ovarium seringkali membutuhkan operasi.

Penyebab sakit perut kanan bawah pada pria

Beberapa penyebab sakit perut bagian bawah hanya menyerang pria. Kondisi ini umumnya lebih serius dan membutuhkan perawatan medis. Meskipun rasa sakitnya ada di sisi kanan bawah perut Anda, rasa sakit ini juga dapat berkembang di sisi kiri.

Hernia inguinalis

Hernia Inguinal adalah salah satu tipe hernia yang paling umum. Hernia inguinalis jauh lebih umum pada pria daripada wanita. Itu terjadi ketika lemak atau bagian dari usus kecil mendorong melalui bagian perut bawah yang lemah.

Jika ini terjadi, akan muncul tonjolan kecil di area selangkangan antara paha dan perut bagian bawah. Penderita mungkin juga merasa tidak nyaman dan nyeri ketika beraktivitas, seperti mengangkat, batuk, atau berolahraga.

Gejala lain hernia inguinalis termasuk:
  • nyeri
  • kelemahan
  • rasa berat
  • rasa panas di selangkangan
  • skrotum bengkak atau membesar.

Torsi testis

Torsi testis terjadi ketika testikel Anda berputar dan melilit korda spermatika. Pemuntiran ini menyebabkan berkurangnya aliran darah ke area tersebut, yang menyebabkan nyeri mendadak dan berat serta pembengkakan di skrotum. Kondisi ini juga menyebabkan sakit perut.

Gejala lain dari torsi testis termasuk:
  • mual
  • muntah
  • posisi testis tidak merata
  • nyeri buang air kecil
  • demam.
Torsi testis biasanya membutuhkan operasi darurat.

Kapan harus ke dokter?

Anda harus segera ke dokter jika sakit perut kanan bawah berlangsung lebih dari beberapa hari atau menyebabkan kesulitan yang mengganggu aktivitas.

Kasus ringan sakit perut kanan bawah biasanya dapat dirawat di rumah. Misalnya, dengan mengubah makan sehingga membantu mengobati gas dan gangguan pencernaan, sementara obat penghilang rasa sakit tertentu juga dapat membantu mengatasi nyeri kram menstruasi.

Anda harus menghindari penggunaan aspirin atau ibuprofen karena dua obat ini dapat mengiritasi perut, membuat sakit perut semakin parah.

Article Resources
  • https://www.healthline.com/health/pain-in-lower-right-abdomen#other-common-causes

Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Retensi urin

Tuesday, August 07, 2018
Retensi urin:
  • Retensi urin adalah ketidakmampuan tubuh untuk mengosongkan kandung kemih secara tuntas.
  • Retensi urin dapat mengenai siapa saja.
  • Ada dua jenis retensi urin; akut, yang terjadi secara tiba-tiba atau kronis yang terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama.
  • Retensi urin disebabkan oleh obstruksi (misalnya, batu kandung kemih atau batu ginjal) atau masalah non-obstruktif seperti melemahnya otot kandung kemih dan masalah saraf.
  • Gejala retensi urin berbeda-beda tergantung dari jenisnya, akut atau kronis.

Retensi urin

Apa itu retensi urin?

Retensi urin adalah ketidakmampuan tubuh untuk mengosongkan kandung kemih secara tuntas. Retensi urin dapat diklasifikasikan menjadi dua; retensi urin akut atau kronis.

Retensi urin akut - terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan ketidaknyamanan atau rasa sakit yang parah. Tidak dapat buang air kecil sama sekali bahkan ketika kandung kemih mereka penuh. Retensi urin akut merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan darurat segera.

Retensi urin kronis - sebuah kondisi medis jangka panjang. Orang dengan retensi urin kronis masih dapat buang air kecil, tetapi tidak dapat sepenuhnya mengosongkan urin dari kandung kemih mereka. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah ini sampai masalah lain muncul seperti inkontinensia urin, atau infeksi saluran kemih.

Retensi urin dapat mengenai siapa saja. Namun, pria berusia lima puluhan dan enam puluhan lebih rentan, terutama akibat pembesaran prostat.

Wanita juga dapat mengalami retensi urin jika memiliki kondisi sistokel, di mana kandung kemih melorot atau bergerak keluar dari posisi normalnya. Kandung kemih juga dapat melorot keluar ketika bagian bawah usus besar mulai melorot - kondisi yang disebut rektokel.

Apa penyebab retensi urin?

Retensi urin dapat dikaitkan dengan dua penyebab - obstruksi atau non-obstruksi.

Jika ada obstruksi (misal batu kandung kemih atau batu ginjal), penyumbatan dapat terjadi, dan urin tidak dapat mengalir bebas melalui saluran kemih. Ini adalah dasar untuk retensi urin akut dan berpotensi mengancam jiwa. Harus segera mendapatkan perawatan darurat.

Penyebab non-obstruktif termasuk melemahnya otot kandung kemih dan masalah saraf yang mengganggu sinyal antara otak dan kandung kemih. Jika saraf tidak berfungsi dengan baik, otak mungkin tidak mendapat pesan bahwa kandung kemih telah penuh.

Penyebab retensi urin obstruktif meliputi:
  • Pembesaran prostat (BPH) pada pria
  • Tumor dan kanker tertentu
  • Striktur uretra (penyempitan uretra)
  • Sistokel atau rektokel
  • Sembelit
  • Batu ginjal atau batu kandung kemih.

Penyebab umum retensi urin non-obstruktif adalah:
  • Stroke
  • Melahirkan normal
  • Cedera atau trauma panggul
  • Penyakit saraf pada pria dan wanita
  • Gangguan fungsi otot atau saraf karena obat atau anestesi (bius)
  • Kecelakaan yang memberi dampak pada otak atau sumsum tulang belakang.

Apa saja gejala retensi urin?

Gejala retensi urin berbeda-beda tergantung jenisnya, akut atau kronis.

Gejala retensi urin akut:
  • Tidak mampu buang air kecil
  • Kebutuhan yang sangat mendesak untuk buang air kecil
  • Nyeri atau ketidaknyamanan hebat di perut bagian bawah
  • Kembung/buncit pada perut bagian bawah

Gejala retensi urin kronis:
  • Frekuensi kemih - buang air kecil delapan kali atau lebih dalam sehari
  • Kesulitan memulai kencing
  • Aliran urin lemah atau terganggu
  • Kebutuhan mendesak untuk buang air kecil namun kadang tidak berhasil buang air kecil
  • Masih ingin buang air kecil lagi padahal baru saja buang air kecil
  • Ketidaknyamanan ringan dan konstan di perut bagian bawah dan saluran kemih
  • Kesulitan mengosongkan kandung kemih secara tuntas
  • Inkontinensia
  • Ketidakmampuan merasakan kandung kemih sudah penuh
  • Meningkatnya tekanan perut
  • Susah payah mendorong air seni keluar dari kandung kemih
  • Nokturia (bangun lebih dari dua kali pada malam hari untuk buang air kecil).

Bagaimana mendiagnosis retensi urin?

Untuk retensi urin akut, gejala-gejalanya sering terlihat jelas. Misalnya, penderita akan sangat tidak nyaman atau kesakitan, tidak bisa buang air kecil dan kandung kemihnya membuncit. Untuk retensi urin kronis, diagnosis hanya dapat dilakukan setelah dokter melakukan serangkaian tes. Ini karena beberapa gejalanya bisa sama dengan gejala kondisi lain yang berkaitan dengan kandung kemih dan saluran kemih.

Terutama pada pria, pembesaran prostat seringkali menjadi penyebab retensi urin. Dalam hal ini, dokter akan menilai riwayat medis dan pemeriksaan fisik untuk menentukan apakah retensi urin menjadi perhatian. Dokter juga akan mencari penyebab retensi urin yang lebih serius, seperti sindrom "cauda equina" atau kompresi sumsum tulang belakang.

Biasanya, dokter akan mendiagnosis retensi urin akut atau kronis dengan:
  • Pemeriksaan fisik - Pemeriksaan fisik perut bagian bawah akan menentukan apakah kandung kemih buncit dengan mengetuk ringan di perut bagian bawah.
  • Post void residual measurement (pengukuran urin sisa) - Menggunakan ultrasound (USG), tes ini mengukur jumlah urin yang tersisa di kandung kemih setelah buang air kecil. Dokter mungkin juga menggunakan kateter untuk mengukur sisa urin.

Selain itu, dokter dapat melakukan tes ini untuk membantu menentukan penyebab retensi urin:
  • Sistoskopi - Menggunakan alat yang disebut sistoskop, dokter akan melihat ke dalam uretra dan kandung kemih untuk semua gangguan/kelainan.
  • Computerized tomography (CT) scan - Kombinasi dari sinar x dan teknologi komputer untuk menciptakan gambar yang detail seperti: batu saluran kemih, infeksi saluran kemih, tumor, luka traumatis dan jaringan parut dan kista.
  • Tes urodinamik - termasuk:
    • Uroflowmetri - Untuk mengukur kecepatan dan volume urin
    • Pressure flow study- Untuk mengukur tekanan kandung kemih yang diperlukan untuk buang air kecil dan laju alir yang dihasilkan oleh tekanan yang diberikan
    • Video urodinamik - Untuk membuat gambar real-time (menggunakan x-ray atau ultrasound) dari kandung kemih dan uretra selama pengisian atau pengosongan kandung kemih.
  • Elektromiografi - Menggunakan sensor khusus untuk mengukur aktivitas listrik otot dan saraf di dalam dan di sekitar kandung kemih dan sfingter.

Bagaimana pengobatan retensi urin?

Dokter dapat mengobati retensi urin dengan:
  • Drainase saluran kemih
  • Dilatasi uretra
  • Stent uretra
  • Obat-obatan prostat
  • Operasi.
Jenis dan lama pengobatan akan tergantung dari jenis dan penyebab retensi urin.

Drainase kandung kemih

Drainase kandung kemih adalah penggunaan kateter untuk mengalirkan urin. Pengobatan retensi urin akut biasanya dimulai dengan kateterisasi untuk mengosongkan kandung kemih dan untuk mencegah kerusakan kandung kemih lebih lanjut. Di bawah anestesi lokal, dokter memasukkan kateter melalui uretra ke dalam kandung kemih untuk menguras urin. Jika uretra tersumbat, dokter akan memberikan anestesi, kemudian memasukkan kateter melalui perut bagian bawah, tepat di atas tulang kemaluan, langsung ke kandung kemih.

Jika pengobatan retensi urin kronis lainnya tidak berhasil, penderita mungkin memerlukan kateterisasi sewaktu-waktu atau jangka panjang, dan akan diberitahu dokter cara memasang kateter sendiri untuk mengalirkan air seni bila diperlukan.

Dilatasi uretra

Dilatasi uretra digunakan untuk mengobati striktur uretra (penyempitan uretra). Dilakukan dengan memasukkan selang pengembang ke uretra, atau menggembungkan balon kecil di ujung kateter di dalam uretra. Kedua metode ini untuk mengatasi striktur sehingga aliran urin akan lebih mudah. Prosedur ini biasanya dilakukan di bawah anestesi lokal, tetapi dalam beberapa kasus mungkin dengan anestesi regional.

Stent uretra

Pengobatan lain untuk striktur uretra adalah dengan memasukkan tabung buatan (artificial tube), yang disebut stent, ke uretra ke area striktur. Stent dapat bersifat sementara atau permanen dan ketika sudah berada di tempatnya, stent akan mengembang seperti pegas dan mendorong jaringan sekitarnya, sehingga memperlebar uretra.

Obat-obatan prostat

Dokter akan meresepkan obat-obatan untuk menghentikan pertumbuhan atau mengecilkan prostat atau meredakan gejala retensi urin yang terkait dengan pembesaran prostat.

Apa komplikasi retensi urin dan perawatannya?

Beberapa komplikasi retensi urin dan perawatannya:
  • Infeksi saluran kemih - Karena urin biasanya steril dan aliran urin yang normal akan mencegah bakteri menginfeksi saluran kemih, mengalami retensi urin berarti aliran urin yang abnormal akan memberikan bakteri kesempatan untuk menginfeksi saluran kemih.
  • Kerusakan kandung kemih - Jika kandung kemih meregang terlalu jauh atau dalam jangka waktu yang lama, otot kandung kemih dapat rusak secara permanen dan kehilangan kemampuannya untuk berkontraksi sebagaimana mestinya.
  • Kerusakan ginjal - Kadang-kadang retensi urin dapat menyebabkan urin mengalir kembali ke ginjal. Ini disebut refluks dan dapat merusak atau melukai ginjal.
  • Inkontinensia urin (setelah operasi prostat, tumor, atau kanker) - Pembedahan trans-uretral untuk mengobati pembesaran prostat dapat menyebabkan inkontinensia urin pada beberapa pria. Ini sering bersifat sementara dengan sebagian besar pria mulai kembali dapat mengontrol kandung kemih dalam beberapa minggu atau bulan setelah operasi. Pengangkatan tumor atau jaringan kanker di kandung kemih, prostat, atau uretra juga dapat menyebabkan inkontinensia urin.

Bagaimana mencegah retensi urin?

Untuk pria:

Jika mengalami pembesaran prostat, pastikan menggunakan obat-obatan prostat seperti yang ditentukan oleh dokter dan hindari obat-obatan yang terkait dengan retensi urin, seperti obat-obatan yang dijual bebas yang mengandung dekongestan.

Untuk wanita:

Jika memiliki sistokel atau rektokel ringan, retensi urin dapat dicegah  dengan melakukan latihan untuk memperkuat otot-otot panggul.

Article Resources
  • https://www.depend.com.au/urinary-incontinence/causes/urinary-retention/

Tidur Malam yang Lebih Baik

Monday, August 06, 2018
Tidur malam yang baik

Gangguan-gangguan tidur merupakan salah satu masalah yang umum. Diperkirakan bahwa lebih dari 20% orang dewasa setidaknya pernah sekali dalam hidupnya mengalami semacam insomnia (sulit tidur) dan ternyata keluhan tentang masalah tidur bahkan meningkat drastis pada kalangan muda.

Peningkatan kasus gangguan tidur dapat dikaitkan dengan empat hal:

  • Perubahan-perubahan alami pada sistem-sistem fisiologis tubuh, perubahan pada tidur juga merupakan bagian dari proses penuaan
  • Peningkatan gangguan tidur akibat kondisi tertentu, seperti “periodic limb movement during sleep / PLMS” (gerakan anggota badan periodik) dan “sleep apnoea” (terbangun karena pernapasan terhenti secara tiba-tiba)
  • Peningkatan kejadian yang diakibatkan oleh kondisi-kondisi medis (mis. osteoarthritis) dan penyakit mental (mis. depresi, demensia) yang mengganggu tidur
  • Peningkatan penggunaan obat-obatan yang mungkin berinteraksi satu sama lain, atau berbeda reaksinya terhadap lansia.


Perubahan-perubahan normal yang berkaitan dengan usia

Perubahan-perubahan tersebut antara lain:

  • Berkurangnya jumlah tidur nyenyak dan meningkatnya proporsi tidur yang tidak nyenyak
  • Peningkatan jumlah terbangun dan tidur yang terputus-putus di sepanjang malam
  • Penurunan kualitas dan kuantitas tidur
  • Penurunan kemampuan untuk menyesuaikan diri pada perubahan-perubahan atau gangguan-gangguan pada siklus tidur-bangun
  • Kecenderungan untuk tertidur lebih awal dan terbangun lebih awal
Perubahan-perubahan normal ini biasanya dimulai sekitar usia 50 tahun.

Bagaimana agar dapat tidur malam lebih baik

Berikut ini garis besar kebiasaan-kebiasaan tidur yang baik dan pedoman untuk menangani sebab-sebab gangguan tidur yang umum.

1. Membiasakan diri untuk bangun secara teratur

Penting sekali untuk membiasakan diri pada pola tidur-bangun yang teratur, terutama bangun pada waktu yang sama setiap pagi. Dengan begitu, tubuh kita akan mengikuti irama tidur bangun yang sama setiap harinya, sehingga tubuh sendiri yang akan membangunkan kita di saat jam bangun biasanya, bahkan di akhir pekan.

2. Biasakanlah menata lingkungan tidur yang baik


  • Kenyamanan – Ketidaknyamanan yang disebabkan oleh perut kosong, rasa sakit dan linu yang berkepanjangan, atau merasa terlalu panas atau terlalu dingin, dapat menghambat kita untuk tertidur.
  • Suara – Suara di malam hari (seperti lalu-lintas kendaraan) adalah salah satu sumber lain penyebab gangguan tidur. Walaupun kita tidak terbangun dan tidak dapat mengingat suara-suara tersebut dikeesokan harinya, suara-suara tersebut dapat mengganggu pola tidur kita yang normal. Jika kita tidur di tempat yang cenderung berisik, gunakan penyumbat telinga.
  • Cahaya – Cahaya ruangan menyebabkan lebih sulit bagi kita untuk tidur. Jika sulit tidur, buat kamar menjadi gelap.


3. Usahakan untuk merilekskan pikiran sebelum tidur

Kita harus menghentikan kegiatan sedikitnya 30 menit sebelum tidur dan mengerjakan sesuatu yang lain dan tidak menyebabkan stres, seperti membaca, menonton televisi, atau mendengarkan musik.

4. Jangan gunakan tempat tidur kecuali untuk tidur

Kegiatan-kegiatan seperti makan, bekerja, menonton televisi, membaca atau mendiskusikan masalah masalah hari itu mungkin membuat kita mengasosiasikan tempat tidur kita dengan keadaan bangun dan bersiaga daripada mengantuk dan siap tidur. Jika Anda seorang yang mengasosiasikan keadaan bangun dengan kegiatan-kegiatan semacam itu, dianjurkan agar Anda tidak melakukannya di atas tempat tidur.

5. Mengatasi rasa takut dan kuatir

Salah satu gangguan tidur yang paling umum adalah rasa kuatir. Banyak orang sulit untuk mengendorkan pikiran ketika masuk ke tempat tidur di malam hari setelah menempuh hari yang amat sibuk. Seringkali masuk ke tempat tidur merupakan kesempatan pertama untuk memikirkan hal-hal mengenai dengan diri mereka. Orang dapat berbaring di tempat tidur sambil menguatirkan masalah-masalah mereka padahal sebenarnya lebih menginginkan dapat tertidur.

Perasaan-perasaan tegang dan gelisah yang menyertai pikiran-pikiran tersebut dapat menyebabkan lebih sulit untuk tertidur lelap dan mungkin mulai kuatir karena tidak dapat tidur dan juga kuatir mengenai masalah lainnya. Jika kita merasa sulit tidur karena kita menguatirkan1 berbagai hal yang terjadi dalam hidup kita, ada dua hal yang kita dapat lakukan untuk memperbaiki tidur kita:

  • Siapkan waktu setengah jam ‘waktu kuatir’ sebelum jam tidur. Sediakan pen dan kertas di samping kita untuk menuliskan kekuatiran kita dan kemungkinan jalan keluarnya
  • Hindari hal-hal yang menyusahkan kita sebelum kita tidur


6. Tunggulah sampai Anda mengantuk

Jika Anda memiliki masalah untuk tertidur, cobalah pergi tidur hanya jika Anda mengantuk. Jika Anda masih juga terjaga dan merasa kuatir setelah 10 menit, bangunlah dan kerjakan sesuatu untuk menghilangkannya tetapi yang membuat santai, seperti merajut, mendengarkan musik, atau membaca buku. Anda bahkan mungkin ingin mendengarkan rekaman yang memberi rasa santai. Kembalilah ke tempat tidur ketika Anda merasa mengantuk lagi. Ketika Anda kembali ke tempat tidur, jika Anda masih juga merasa kuatir dan tidak dapat tidur, bangunlah lagi dan kerjakan sesuatu yang membuat santai sehingga Anda cukup mengantuk untuk kembali ke tempat tidur lagi. Mula-mula Anda mungkin perlu bangun dari tempat tidur beberapa kali sebelum akhirnya Anda dapat tertidur. Yang penting ialah Anda akan belajar mengasosiasikan tempat tidur Anda dengan tidur dan tidak dengan perasaan kuatir.

7. Hindarilah tidur siang

Biasanya mereka yang mengalami kesulitan tidur di malam hari akan mengantuk di siang keesokan harinya. Rasa mengantuk di siang hari ini menggoda Anda untuk tidur siang. Namun, jika Anda menderita insomnia dan tidur pada siang hari, ini cenderung akan membuat Anda tidak bisa tidur lagi di malam harinya. Hal ini dikarenakan ketika waktu tidur tiba Anda kurang letih dan hanya butuh waktu tidur yang kurang karena Anda telah tidur di siang harinya. Anda kemungkinan besar akan butuh waktu lebih lama untuk tertidur dan akan terbangun lebih sering di malam hari. Keesokan harinya Anda kemungkinan besar akan mengantuk lagi dan tergoda untuk tidur siang lagi

Seperti Anda ketahui, pola tidur siang ini mudah mengakibatkan ‘lingkaran setan’ yang memperburuk masalah tidur Anda yang semula. Jika Anda menderita insomnia, betapapun Anda merasa letih di siang hari, hindarilah untuk tidur siang (kecuali Anda melakukan pekerjaan ‘shift’ atau bergiliran). Selalu biasakan pada waktu-waktu tidur yang teratur pada waktu yang sama setiap malam dan bangun pada waktu yang sama di pagi hari. Jika Anda tidak dapat tidur sampai setelah waktu tidur normal Anda, janganlah tidur lebih lama di pagi harinya – bangunlah pada jam bangun normal Anda. Dengan menuruti petunjuk-petunjuk ini Anda akan membantu untuk memastikan irama tubuh alamiah Anda akan berhasil dalam diri Anda, membantu Anda untuk tertidur pada waktu-waktu Anda ingin tidur.

8. Hindari kafein

Zat ini terdapat dalam kopi, teh, coklat, minuman cola, dan juga obat-obatan tanpa resep. Mengkonsumsi kafein sebelum waktu tidur, atau minum terlalu banyak kafein di siang hari akan meningkatkan perasaan energi dan terjaga, menjadikan lebih sulit bagi Anda untuk tertidur. Kafein apa saja yang dikonsumsi setelah sekitar jam 4 sore akan berpengaruh ketika waktu tidur Anda tiba.

9. Hindari nikotin

Nikotin menstimulasi sistem syaraf dengan melepaskan hormon yang disebut ‘adrenalin’. Adrenalin mengaktifkan tubuh dan pikiran, sehingga Anda siaga dan siap untuk bertindak. Merokok menjelang waktu tidur meningkatkan energi dan kegiatan tepat pada saat Anda ingin bersantai dan siap untuk tidur. Jadi, janganlah merokok sedikitnya satu jam sebelum pergi tidur untuk memberikan waktu efek stimulasi nikotin hilang

10. Hindarilah minuman keras yang berlebihan

Kepercayaan yang populer tentang minuman keras ialah bahwa minuman keras akan membantu Anda tidur jika Anda tegang dan kuatir. Satu atau dua gelas anggur di petang hari mungkin dapat membuat Anda santai, tetapi selalu minum beberapa sloki di petang hari secara keseluruhan menyebabkan tidur Anda semakin buruk. Sementara alkohol dalam sistem Anda diproses oleh tubuh Anda, Anda cenderung untuk lebih sering terbangun dan waktu tahapan kenyenyakan tidur Anda berkurang. Jika Anda minum secara teratur, Anda mungkin bergantung pada alkohol untuk mengurangi kekuatiran Anda dan membantu Anda untuk tidur. Tidak saja alkohol akan menyebabkan Anda merasa kurang segar di keesokan paginya (karena kualitas tidur Anda yang lebih baik telah terampas), tetapi kemungkinan besar Anda akan mengalami kekuatiran yang kembali di siang hari dan membuat Anda lebih sulit tidur di malam harinya. Minuman keras bukanlah solusi masalah-masalah tidur, jadi janganlah minum sebelum Anda pergi tidur.

11. Hindarilah obat tidur

Penggunaan obat tidur untuk jangka waktu tertentu menyebabkan banyak masalah dibanding mengatasinya. Sementara obat penenang akan membantu Anda tertidur dan akan mengurangi kekuatiran Anda dalam jangka pendek, manfaat-manfaat tersebut akan lenyap dalam jangka panjang jika Anda terus menerus menggunakan obat penenang secara teratur terus menerus. Penggunaan obat tidur secara terus-menerus juga mengandung kerugian yang semakin sulit untuk dihentikan karena dengan menghentikannya akan mengakibatkan ketagihan. Menghentikan penggunaan obat tidur juga dapat mengakibatkan Anda bermimpi dengan jelas dan bermimpi buruk. Jika Anda suka menggunakan obat tidur atau kadang-kadang menggunakannya, perhatikan peringatanperingatan ini dan janganlah menggunakannya secara tetap.

Jika Anda menggunakan obat tidur setiap malam untuk membantu tidur, sebaiknya membicarakannya dengan dokter keluarga Anda tentang menurunkan pemakaiannya sedikit demi sedikit sehingga Anda dapat sama sekali menghentikan penggunaan pil tersebut.

12. Makan makanan kecil di waktu petang

Makanan kecil ringan pada jam tidur, seperti segelas susu hangat atau pisang akan membantu untuk tidur. Makanan-makanan tersebut mempunyai kandungan tinggi asam amino yang disebut triptofan, yang diperkirakan terlibat dalam sistem-sistem biokimiawi yang menyebabkan dan memelihara tidur. Ringkasnya, sebagai tambahan pada kebiasaan tidur yang baik sebagaimana diuraikan di atas, olah raga secara teratur di siang atau sore hari dapat memperbaiki pola tidur (cobalah untuk menghindari latihan kebugaran pada malam hari). Dan akhirnya, perhatikan akan hal-hal di lingkungan sekitar yang mungkin mengganggu tidur Anda (seperti binatang peliharaan yang aktif atau jam digital yang dapat mengacaukan pikiran).