Perbedaan Antara Asma dan Bronkitis

Tuesday, January 16, 2018
Asma dan bronkitis adalah penyakit peradangan pada paru-paru dimana saluran napas bagian bawah membengkak atau menyempit, yang mengakibatkan kesulitan bernapas. Asma adalah penyakit kronis yang ditandai dengan episode serangan sesak napas berulang.

Bronkitis biasanya merupakan penyakit akut atau jangka pendek, biasanya berlangsung antara satu sampai beberapa minggu, atau juga bisa merupakan penyakit kronis. Pada bronkitis, terjadi iritasi pada selaput lendir yang melapisi saluran napas. Meskipun ada beberapa kesamaan, asma dan bronkitis adalah penyakit yang berbeda dengan strategi pengobatan yang berbeda pula.
Saluran napas normal dan menyempit
Saluran napas normal (kiri) dan saluran napas menyempit (kanan)

Sifat asma dan bronkitis

Bronkitis akut adalah infeksi pada lapisan saluran napas dengan batuk yang berlangsung selama beberapa minggu. Bronkitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Kurang dari 10 persen kasus bronkitis disebabkan oleh infeksi bakteri. Lapisan saluran napas akan kembali normal ketika infeksi telah hilang.

Bronkitis kronis adalah kondisi peradangan yang lebih serius yang terjadi utamanya pada perokok atau mereka yang terpapar paparan polutan udara dalam waktu lama, menyebabkan kerusakan saluran napas secara permanen dan membuat kesulitan bernapas.

Asma adalah penyakit kronis yang menyebabkan radang dan penyempitan saluran napas. Orang dengan asma akan mengalami episode obstruksi atau penyempitan saluran napas berulang, yang memiliki karakteristik reversibel - baik secara spontan atau melalui pengobatan.

Gejala asma dan bronkitis

Gejala asma dan bronkitis serupa namun ada beberapa perbedaan yang khas. Orang dengan asma akan mengalami sesak napas, dada terasa ditekan, dan mengi saat asma menyerang. Bronkitis akut bisa  menyebabkan batuk, dengan atau tanpa dahak. Bronkitis kronis dikaitkan dengan batuk terus menerus yang disertai dengan dahak. Namun, gejala-gejala ini juga dapat merupakan gejala dari kondisi paru-paru lainnya, sehingga masih belum cukup spesifik untuk membuat diagnosis. Saat gejala memburuk, baik asma ataupun bronkitis dapat mengancam jiwa.

Diagnosis

Bronkitis akut umumnya didiagnosis dengan onset batuk mendadak yang bukan disebabkan oleh serangan flu, asma, atau penyakit pernapasan yang lebih serius seperti, pneumonia. Diagnosis biasanya didasarkan pada riwayat kesehatan, gejala, dan pemeriksaan fisik.

Bronkitis kronis didefinisikan sebagai bronkitis dengan batuk yang disertai dahak yang berlangsung minimal 3 bulan selama 2 tahun berturut-turut. Selain riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik, tes yang digunakan untuk mendiagnosis bronkitis kronis termasuk tes fungsi paru untuk memeriksa aliran udara di paru-paru dan rontgen dada.

Diagnosis asma lebih rumit, yang memerlukan tes untuk memeriksa penyumbatan jalan napas dan kemampuan untuk mengembuskan napas dalam kondisi uji yang berbeda. Tes akan diulang setelah menggunakan obat (biasanya inhalasi) untuk membuka saluran napas untuk menentukan reversibilitas penyumbatan aliran napas.

Pengobatan

Bronkitis akut biasanya akan hilang dengan sendirinya. Karena kebanyakan kasus bronkitis akut disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak diperlukan. Dalam kasus yang jarang terjadi, bronkodilator - obat-obat inhalasi yang dapat membuka saluran napas - dapat diresepkan jika batuk juga disertai dengan mengi.

Pengobatan untuk bronkitis kronis biasanya mencakup beberapa strategi, termasuk vaksinasi untuk influenza dan pneumonia dan penggunaan steroid untuk mengurangi peradangan, dan pengobatan dengan antibiotik. Pengobatan lain yang dapat membantu termasuk penggunaan bronkodilator untuk melebarkan saluran napas atau obat untuk membantu membersihkan produksi lendir yang berlebih.

Pengobatan asma berfokus pada dua strategi. Mengurangi frekuensi serangan dan menurunkan tingkat keparahan serangan yang dilakukan dengan membatasi pemaparan dengan pemicu dan menggunakan obat-abat asma untuk mengobati serangan mendadak. Mengontrol peradangan yang menyebabkannya dan penyempitan saluran napas adalah tujuan lain pengobatan asma. Kortikosteroid inhalasi biasanya diresepkan untuk mengatasi peradangan jangka panjang. Leukotriene modifier dan teofilin adalah obat untuk kontrol jangka panjang lainnya.

Article Resources
  • https://www.livestrong.com/article/220387-differences-between-asthma-bronchitis/

Mengatasi Sembelit pada Bayi Baru Lahir

Monday, January 15, 2018
Wajah bayi sembelit

Urusan sembelit pada bayi baru lahir tentu adalah hal yang mengkhawatirkan bagi orangtua. Bayi belum mengerti mengenai apa yang sedang mereka alami, mereka hanya tahu bahwa mereka sedang kesakitan. Sebagai orangtua, tentu akan sedih bila bayinya sembelit.

Sembelit pada bayi baru lahir merupakan tantangan bagi orangtua. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan sembelit pada bayi dan ada pula beberapa solusinya yang bisa saja berhasil, bisa juga tidak. Langkah cermat yang perlu dilakukan orangtua adalah mempersempit kemungkinan penyebabnya dan menggunakan proses eliminasi. Bila penyebabnya sudah ditemukan, maka mencari pengobatan yang efektif akan lebih mudah.

Berikut ini adalah beberapa hal bermanfaat yang mungkin Anda cari dan juga solusi yang boleh Anda terapkan untuk mengatasi sembelit pada bayi.

Apakah benar bayi Anda sembelit?

Sebelum memutuskan penyebab sembelit atau pengobatannya, penting untuk memahami terlebih dahulu apakah bayi Anda memang benar-benar sembelit atau tidak. Sebagian besar bayi baru lahir akan buang air besar enam sampai delapan kali setiap hari, tapi jumlah ini bisa berbeda-beda pada tiap-tiap bayi.

Hal yang harus diwaspadai oleh orangtua adalah bila ada perubahan mendadak dari pola usus bayi Anda. Jika Anda melihat bayi Anda tidak buang air besar selama beberapa jam atau ekspresi bayi tegang berlebih saat buang air besar, maka besar kemungkinan ia memang sedang mengalami sembelit. Jika sembelit ini berlanjut, maka perut bayi akan membuncit. Daerah perut tidak hanya akan terlihat membuncit, tapi juga akan terasa kencang saat disentuh. Di tahap awal sembelitnya, bayi mungkin akan buang air besar yang tampak keras atau seperti kerikil.

Gejala lain dari sembelit bayi adalah bahasa tubuh mereka tunjukkan saat ia sedang berusaha buang air besar. Jika wajah sang bayi terlihat memerah, menangis, atau ia terlihat kesulitan buang air besar maka ini memang sembelit.

Periksa susu formulanya

Setelah memastikan bayi Anda memang sembelit, maka penyebabnya sudah bisa Anda cari. Satu hal yang biasanya menjadi tersangka utama penyebab bayi baru lahir sembelit adalah susu formula. Tidak semua bayi mentolerir susu formula. Karena formula banyak variasinya, yang dibuat oleh produsen-produsen yang berbeda pula, jadi sulit untuk mengetahui susu formula yang mana yang reaksinya paling positif bagi bayi Anda.

Jika Anda baru mengganti susu formula bayi Anda dan dia menjadi sembelit, mungkin perlu mengembalikannya ke susu formula yang lama. Juga perhatikan apakah susu formula yang bayi Anda gunakan itu adalah susu sapi atau susu kedelai. Sebagian bayi mentolerir susu formula berbasis kedelai lebih baik.

Bayi yang mendapatkan makanan hanya dari ASI (eksklusif) jarang sekali mengalami sembelit. Namun, begitu telah diberikan makanan lain, tinjanya bisa menjadi lebih keras.

Jus buah membantu mengatasi sembelit

Salah satu solusi teraman untuk mengatasi sembelit bayi adalah jus buah yang sudah 100% dipasteurisasi. Jenis jus yang paling efektif untuk sembelit adalah jus buah prune dan jus apel. Untuk bayi usia kurang dari 3 bulan, larutkan satu sendok makan jus dengan 4 ons air, untuk bayi usia lebih dari 3 bulan, larutkan 1 ons jus dengan 3 ons air, dan untuk bayi usia enam sampai 12 bulan, larutkan 50% air dan 50% jus. Berikan jus secukupnya dan jangan sekali-kali memberinya lebih dari 3 sampai 4 ons jus dalam waktu 24 jam.

Pijat bayi Anda

Solusi lain yang bermanfaat untuk membantu mengatasi sembelit bayi adalah memijat perut bayi dengan lembut. Menggunakan ujung jari Anda, gosok perlahan perutnya dengan gerakan melingkar, berikan sedikit tekanan pada sisi kanannya.

Selain menggunakan teknik pijatan pada perut, Anda juga bisa melatih kaki bayi dengan meraih pergelangan kakinya dengan lembut dan memutarnya seolah-olah dia sedang mengendarai sepeda. Hal ini tidak hanya akan dianggap hiburan oleh sang bayi, tapi juga merupakan cara yang efektif untuk membantu melonggarkan isi perut bayi.

Anda juga mungkin perlu mencoba untuk menyeka anusnya dengan lembut saat mengganti popoknya, karena ini juga dianggap sebagai metode yang efektif untuk merangsang pergerakan usus.

Makanan padat

Seiring pertumbuhan bayi, bayi mendapatkan makanan-makanan baru. Ketika bayi pertama kali diberikan makanan padat, sembelit sangat mungkin terjadi, jadi ibu jangan dulu khawatir, berikan saja ia buah segar.

Akan ada beberapa perubahan dalam pola buang air besarnya ketika sudah diperkenalkan makanan padat. Tinja bayi biasanya akan memiliki bau yang lebih kuat dan warna dan konsistensi yang berbeda. Adalah normal untuk menemukan potongan sayuran dalam tinjanya, karena bahkan sayuran yang dimasak pun pencernaan bayi belum dapat mengolahnya dengan sempurna.

Article Resources
  • http://www.healthguidance.org/entry/15092/1/Newborn-Constipation-Remedies.html
  • http://www.llli.org/faq/bm.html
  • https://www.livestrong.com/article/496884-breast-feeding-and-constipation-in-an-infant/

Syarat dan Prosedur Mendonorkan Darah

Sunday, January 14, 2018
Donor darah

Donor darah adalah penyumbangan darah dari seseorang untuk tujuan membantu orang lain yang membutuhkan darah. Karena hingga saat ini darah belum bisa disintesa, maka kebutuhan akan darah dari luar hanya bisa terpenuhi dari para pendonor.

Benarkah donor darah menyehatkan?

Bila seseorang mendonorkan darah, tubuhnya akan mengganti darah yang hilang dalam waktu 48 jam setelahnya, dan semua sel darah merah yang hilang akan benar-benar tergantikan dengan sel-sel darah merah baru dalam waktu empat sampai delapan minggu. Proses pembentukan sel-sel darah merah yang baru akan membantu tubuh tetap sehat dan bekerja lebih efisien dan produktif.

Apa saja syarat untuk mendonorkan darah?

Tidak semua orang bisa mendonorkan darahnya. Di bawah ini adalah syarat-syarat untuk mendonorkan darah, meliputi:
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Berusia minimal 17 tahun dan maksimal 60 tahun
  • Berat badan minimal 45 kg untuk donasi darah 350 ml, dan minimal 50 kg untuk donasi darah 450 ml
  • Suhu tubuh normal antara 36,5 - 37,5°C
  • Tekanan darah normal, sistole = 110-160 mmHg dan diastole = 70-100 mmHg
  • Denyut nadi normal dan teratur antara 50-100 kali/ menit
  • Hemoglobin (Hb) wanita minimal 12 gr/dl, sedangkan pria minimal 12,5 gr /dl
  • Tiga hari terakhir tidak mengonsumsi obat yang mengandung salisilat.
  • Tidak mendapat imunisasi virus dilemahkan dalam waktu 2 minggu.
  • Jarak waktu dari donor sebelumnya adalah minimal 75 hari.

Untuk wanita yang sedang haid masih banyak yang bertanya-tanya apakah mereka boleh mendonorkan darahnya atau tidak. Sebagian berpendapat boleh. Tidak ada masalah bagi seorang wanita yang menstruasi untuk mendonorkan darahnya asalkan memang sudah memenuhi syarat-syarat diatas. Namun sebagian lagi berpendapat bahwa lebih baik menunggu selesainya haid karena kekhawatiran akan anemia mengingat si wanita akan kehilangan darah dari menstruasi dan donor darah.

Untuk tips sehat dalam mendonorkan darah, baca tips donor darah.

Bagaimana prosedur mendonorkan darah?

Di bawah ini adalah prosedur dalam mendonorkan darah:
  1. Mengisi formulir donor
  2. Menyerahkan kartu donor darah bagi yang sudah mempunyai/ pernah mendonorkan darah
  3. Pendonor ditimbang berat badannya
  4. Anamnesa sederhana / tanya jawab singkat oleh petugas terkait dengan syarat-syarat mendonorkan darah
  5. Golongan darah dan Hemoglobin pendonor dites
  6. Periksa tekanan darah / tensi
  7. Setelah memenuhi syarat, maka barulah petugas transfusi darah siap untuk menyadap (mengambil) darah pendonor
  8. Setelah diambil darahnya pendonor diistirahatkan selama 5-10 menit
  9. Selanjutnya pendonor minum dan makan makanan ringan di "refreshment room."
  10. Selesai. Pendonor diizinkan pulang
NB: Urutan prosedur sebelum darah diambil, bisa saja berbeda pada tiap-tiap layanan.


Kapan harus menunda donor darah?

Di bawah ini adalah alasan mengapa seseorang harus menunda donor darah, antara lain:
  • Sedang sakit demam atau influenza, tunggu 1 minggu setelah sembuh
  • Setelah cabut gigi, tunggu 5 hari setelah sembuh
  • Setelah operasi kecil, tunggu 6 bulan
  • Setelah operasi besar, tunggu 12 bulan
  • Setelah transfusi, tunggu 1 tahun
  • Setelah tato, tindik, dan transplantasi, tunggu 1 tahun
  • Bila kontak erat dengan penderita hepatitis, tunggu 12 tahun
  • Sedang hamil, tunggu 6 bulan setelah melahirkan
  • Sedang menyusui, tunggu 3 bulan setelah berhenti menyusui
  • Setelah sakit malaria, tunggu 3 tahun setelah bebas dari gejala malaria
  • Setelah berkunjung pulang dari daerah endemis malaria, tunggu 1 tahun
  • Bila tinggal di daerah endemis malaria selama 5 tahun berturut-turut, tunggu 3 tahun setelah keluar dari daerah tersebut
  • Bila sakit tipus, tunggu 6 bulan setelah sembuh
  • Ada gejala alergi, tunggu 1 minggu setelah sembuh
  • Ada infeksi kulit pada daerah yang akan di tusuk, tunggu 1 minggu setelah sembuh.

Yang tidak boleh mendonorkan darah

Di bawah ini adalah beberapa kondisi dimana seseorang tidak boleh mendonorkan darahnya jika memilikinya:
  • Penyakit jantung dan paru
  • Kanker
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Diabetes
  • Kelainan darah atau perdarahan abnormal
  • Epilepsi
  • Sedang atau pernah menderita hepatitis B atau C
  • Sifilis
  • Tuberkulosis
  • Ketergantungan narkoba
  • Kecanduan alkohol
  • HIV/AIDS.

Article Resources
  • Palang Merah Indonesia

Tips Sehat Mendonorkan Darah

Sunday, January 14, 2018
Donor darah

Donor darah adalah kegiatan penyumbangan darah dari seorang individu untuk tujuan kemanusiaan. Darah yang telah didonorkan akan disimpan di bank darah sebagai stok darah untuk kemudian digunakan sebagai transfusi darah bagi mereka yang membutuhkan.

Di bawah ini adalah tips bagi pendonor sebelum, selama, dan setelah mendonorkan darahnya. Tips ini tidak lain ditujukan agar pendonor tetap sehat dan tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan pasca pengambilan darah.

Sebelum donor darah

  • Jaga kadar zat besi dalam tubuh dengan mengonsumsi makanan-makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging merah, ikan, unggas, kacang, bayam, sereal, dan makanan lain yang diperkaya zat besi.
  • Cukup tidur di waktu malam.
  • Minumlah lebih banyak cairan karena volume darah Anda akan menurun setelah donor.
  • Paling tidak 3 jam sebelum mendonorkan darah, makanlah makanan sehat. Hindari makanan berlemak karena makanan berlemak dapat mengganggu pemeriksaan darah pendonor untuk menentukan apakah darah tersebut mengandung bibit penyakit menular atau tidak.
  • Selalu bawa kartu identitas diri dan kartu donor darah Anda.
Untuk syarat mendonorkan darah, baca Syarat Mendonorkan Darah.

Saat donor

  • Kenakan pakaian dengan lengan yang bisa diangkat sampai ke siku
  • Jika Anda sudah pernah donor darah sebelumnya, kepada petugas yang akan mengambil darah Anda boleh menunjukkan mana lengan favorit Anda dan dimana letak pembuluh darah yang sebelumnya berhasil.
  • Bersikaplah tenang, santai, membaca buku, atau mengobrol dengan pendonor lain.
  • Luangkan waktu untuk menikmati makanan dan minuman ringan di area "refreshment" sesaat setelah mendonorkan darah.

Pasca donor darah

  • Minum cairan lebih banyak dari biasanya.
  • Biarkan strip selama beberapa jam berikutnya.
  • Untuk menghindari ruam kulit, bersihkan area sekitar strip dengan  air atau sabun.
  • Jangan melakukan latihan angkat berat sepanjang hari.
  • Jika lokasi pengambilan darah berdarah, tekan dan angkat tangan lurus ke atas selama sekitar 5-10 menit atau sampai pendarahan berhenti.
  • Jika Anda mengalami pusing setelah mendonorkan darah, segera hentikan semua aktivitas dan duduk atau berbaringlah sampai Anda merasa lebih baik. Hindari melakukan aktivitas dimana pingsan dapat menyebabkan cedera, selama 24 jam ke depan.

Article Resources
  • https://www.redcrossblood.org/donating-blood/tips-successful-donation.html

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Jerawat

Saturday, January 13, 2018
Lidah buaya

Lidah buaya atau Aloe vera adalah tanaman dari keluarga sukulen. Sukulen adalah tanaman yang tahan akan kekeringan karena biasanya pada bagian daun, batang, atau akarnya memiliki jaringan yang mampu menyimpan air. Gel bening yang terdapat di dalam daun lidah buaya digunakan sebagai lotion untuk kulit yang terbakar atau iritasi, dan sebagian lainnya menggunakannya untuk mengobati jerawat. Fungsi anti-bakteri dari lidah buaya menjadikannya sebagai obat efektif untuk mengobati jerawat.

Selain diterapkan langsung pada kulit, ada juga sebagian yang mengonsumsi lidah buaya langsung. Hal ini diyakini akan bermanfaat dalam menghidrasi dan menyembuhkan kulit dari dalam, namun hanya sedikit bukti yang mendukung pendapat ini.

Lidah buaya untuk jerawat

Lidah buaya, apabila diterapkan bersama beberapa bahan obat tradisional lainnya, maka hasilnya akan lebih menjanjikan. Jika kondisi jerawat Anda ringan atau sedang, dan Anda sedang mencari pengobatan yang aman dan nyaman, cobalah manfaatkan lidah buaya

Menggunakan lidah buaya murni secara topikal

Lidah buaya memiliki sifat anti-inflamasi, anti-bakteri, dan antioksidan. Lidah buaya telah digunakan sejak berabad-abad lalu untuk membersihkan luka, menghilangkan nyeri, dan menyembuhkan luka bakar. Jarang sekali ada orang yang alergi akan lidah buaya.

Caranya:

Oleskan gel daun lidah buaya langsung ke wajah Anda sebagai ganti pembersih. Ini akan meningkatkan aliran darah ke kulit wajah dan membunuh bakteri yang merugikan kulit wajah. Untuk mengobati jerawat, buatlah masker dan terapkan pada wajah semalaman dan cuci keesokan paginya.

Masker lidah buaya, madu, dan kayu manis

Lidah buaya memiliki sifat anti bakteri yang dapat membantu mengendalikan dan mengurangi bakteri penyebab jerawat. Dua bahan lainnya yaitu madu dan kayu manis diketahui memiliki efek yang sama dengan lidah buaya. Dengan menggabungkan ketiganya sebagai masker, maka semakin besar kemungkinan Anda akan memiliki kulit yang halus dan bebas dari jerawat.

Caranya:

Ambil 2 sendok makan madu murni dan campurkan dengan 1 sendok makan lidah buaya. Campuran harus merata. Selanjutnya tambahkan 1/4 sendok makan kayu manis sebelum menerapkannya ke wajah. Bersantailah sejenak dan biarkan maskernya bekerja selama 5-10 menit, lalu bilas.

Masker lidah buaya dan jus lemon

Masker wajah lidah buaya dan jus lemon akan membuat wajah menjadi segar karena lidah buaya dan lemon akan membersihkan pori-pori kulit wajah dan membunuh bakteri yang mungkin menyebabkan jerawat. Beberapa uji klinis telah menunjukkan bahwa asam buah, seperti yang terdapat pada lemon, adalah pembersih yang efektif untuk mengobati jerawat.

Caranya:

Untuk membuat masker ini, campurkan sekitar 1/4 sendok teh jus lemon dan sampai 2 sendok makan lidah buaya. Jika ingin membuat lebih banyak, pastikan rasionya tetap 8:1 untuk menghindari risiko iritasi akibat keasaman jeruk. Biarkan masker ini pada wajah selama 5-10 menit sebelum dibilas.

Spray lidah buaya anti bakteri

Karena lidah buaya dapat merangsang pertumbuhan sel kulit yang sehat, mungkin Anda ingin membuat spray atau semprot lidah buaya. Bisa. Spray lidah buaya akan melembabkan wajah tanpa menimbulkan kilau atau membuat produksi minyak berlebih, yang bisa menyumbat pori-pori.

Caranya:

Ambil botol spray ukuran 2 oz, campurkan air murni 1 1/4 oz, dan campurkan 1/2 oz lidah buaya, dan tambahkan satu atau dua tetes minyak esensial non toksik kesukaan Anda. Hati-hati, jangan menyemprotkannya pada bagian mata, dan spray harus dikocok sebelum disemprotkan.

Scrub lidah buaya, gula pasir, dan minyak kelapa

Metode lain untuk mengatasi jerawat menggunakan lidah buaya adalah dengan mengombinasikannya dengan gula pasir dan minyak kelapa sebagai scrub. Scrub dari ketiga bahan alami ini dapat menghilangkan sel kulit mati yang menghalangi pori-pori. Gula pasir dapat dengan lembut menyapu sel-sel kulit tua ini, lalu lubang-lubang pada wajah akan dibersihkan oleh lidah buaya sekaligus merangsang pertumbuhan kulit yang sehat. Minyak kelapa memiliki sifat anti bakteri tersendiri, dan juga berfungsi sebagai emolien alami. Asam utama minyak kelapa telah dipelajari dan telah terbukti sebagai obat jerawat yang menjanjikan. Mencampurkan ketiga bahan ini bisa membuat kulit terasa halus dan segar.

Caranya:

Tambahkan sekitar 1/2 cangkir minyak kelapa dan 1/2 cangkir gula pasir dan aduk rata. Lalu masukkan 1/4 cangkir lidah buaya murni. Bahan ini dapat Anda simpan di lemari es agar awet. Untuk menggunakannya, gosok perlahan campuran ini pada wajah dan hindari daerah mata. Bilas degan air bersih setelah menggunakannya.

Cleanser lidah buaya dan minyak pohon teh

Karena minyak pohon teh adalah bahan anti bakteri dan musuh jerawat yang telah terbukti, mencampurnya dengan lidah buaya akan memberikan dampak yang semakin baik. Campuran ini hanya diterapkan sebentar saja pada wajah karena sangat ampuh dan asam.

Caranya:

Gunakan lidah buaya sebagai bahan pokoknya, tambahkan air bersih dan 2 sampai 3 tetes minyak pohon teh sebelum menerapkan campuran ini dengan hati-hati ke wajah Anda. Bilas setelah satu menit penggunaan dan tepuk-tepuk wajah Anda.

Risiko dan komplikasi menggunakan lidah buaya untuk jerawat

Ada beberapa bukti yang mengatakan bahwa mengonsumsi banyak lidah buaya dapat membuat tubuh sakit dan berisiko terkena beberapa jenis kanker. Hindari minum lidah buaya dalam jumlah banyak, konsumsi sewajarnya saja.

Lidah buaya juga mungkin memiliki interaksi dengan obat lain. Jadi hati-hati bila mengonsumsinya bersamaan obat lain dan pastikan dokter mengetahuinya sebelum meresepkan obat untuk Anda.

Jika memang belum pernah menggunakan lidah buaya, sebaiknya lakukan tes alergi terlebih dahulu. Tempelkan sedikit lidah buaya pada pergelangan tangan, belakang telinga, atau di lengan atas. Jika muncul reaksi tertentu seperti gatal atau kemerahan setelahnya, jangan coba menggunakan lidah buaya untuk mengobati jerawat Anda. Ini berlaku pula untuk zat-zat lain selain lidah buaya yang belum pernah Anda gunakan.

Ada banyak cara untuk menjadikan lidah buaya sebagai obat tradisional yang efektif. Jika jerawat Anda ringan sampai sedang, memilih lidah buaya adalah pilihan yang cukup bijak. Lidah buaya telah diketahui sebagai pembunuh bakteri dan sebagai obat tradisional yang efektif untuk jerawat. Dengan risiko yang sangat kecil dan kemungkinan keberhasilan yang tinggi.

Bagaimana Rokok Memberikan Efek Buruk pada Mata

Friday, January 12, 2018

Merokok dan kesehatan mata

Sudah diketahui bahwa asap rokok selain dapat memberikan efek buruk pada kesehatan individu perokok, juga berefek buruk pada orang-orang di sekitarnya.

Penyakit yang paling sering dikaitkan dengan kebiasaan merokok atau karena terpapar asap rokok, adalah kanker dan penyakit kardiovaskular. Sebenarnya tidak hanya itu, saat ini sudah ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa ada peningkatan risiko sejumlah penyakit mata akibat merokok. Hal ini tidak hanya terjadi pada perokok, tapi juga pada mereka yang sering terpapar asap rokok.

Apakah asap rokok itu?

Asap rokok adalah asap yang dihasilkan dari merokok, dalam hal ini yang dimaksud adalah rokok dari tembakau. Ada dua jenis asap rokok:
  • Asap mainstream. Asap mainstream adalah asap yang keluar dari saringan rokok yang terbakar, atau asap yang dihirup dan dihembuskan oleh perokok.
  • Asap sidestream. Asap sidestream adalah asap yang berasal ujung rokok yang terbakar, dalam artian asap yang langsung berasal dari tembakau rokok yang terbakar. Asap ini menyumbang sekitar 80% polusi udara terkait tembakau, dan 46 kali lebih beracun daripada asap mainstream.

Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 zat, termasuk di dalamnya banyak zat karsinogen, zat iritan dan penyebab peradangan.

Penyakit dan gangguan mata terkait asap rokok


Anak-anak

Anak-anak memang tidak merokok, tapi banyak dari mereka yang terpapar asap rokok dari lingkungannya, entah karena orangtua mereka yang merokok di rumah atau di mobil, atau karena mereka memang tinggal di lingkungan di mana orang-orang merokok. Ini bisa kita kenal sebagai perokok pasif.

Anak-anak yang menjadi perokok pasif akan mendapatkan dampak negatif pada organ mata mereka. Penyakit dan gangguan mata pada anak yang terkait dengan paparan asap rokok meliputi:

Strabismus
Strabismus adalah kondisi di mana kedua mata tidak sejajar. Kondisi ini lebih kita kenal sebagai juling. Ibu yang merokok atau terpapar asap rokok selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko melahirkan bayi strabismus 6,55 kali lebih besar.

Konjungtivitis alergi
Konjungtivitis alergi adalah kondisi dimana konjungtiva mata meradang karena adanya alergen. Walaupun tidak ada penelitian yang dilakukan secara khusus untuk menilai hubungan antara konjungtivitis alergi dengan paparan asap rokok, sejumlah penelitian tentang reaksi alergi pada anak telah menemukan bahwa risiko pengembangan konjungtivitis alergi meningkat sekitar 20% pada anak yang terpapar asap rokok.

Orang dewasa

Pada orang dewasa, merokok dan paparan asap rokok dikaitkan dengan penyakit dan gangguan mata berikut:

Katarak
Ada bukti yang kuat bahwa merokok, terutama yang menggunakan pipa meningkatkan risiko katarak. Kajian terhadap 27 penelitian yang meneliti hubungan antara merokok dan katarak melaporkan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko katarak nuklear 3 kali lipat. Selain itu juga terdapat bukti antara kebiasaan merokok dengan katarak subkapsular posterior. Sementara itu penelitian belum menemukan hubungan antara paparan asap rokok (perokok pasif) dan katarak, namun tetap saja hal ini merupakan faktor risiko yang potensial.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai katarak, lihat katarak.

Uveitis
Uveitis adalah suatu kondisi mata yang ditandai dengan pembengkakan uvea (bagian tengah) mata. Meskipun belum ada penelitian yang dilakukan terhadap manusia, penelitian di laboratorium yang menggunakan tikus telah menemukan bahwa endotoksin (zat kimia yang ditemukan di dalam asap rokok) dapat menyebabkan respons inflamasi dan uveitis akut. Dengan demikian diketahui bahwa paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko uveitis pada perokok dan pada mereka yang terpapar asap rokok.

Degenerasi makula terkait usia
Merokok adalah faktor risiko yang jelas untuk degenerasi makula terkait usia (kemunduran penglihatan terkait usia). Data dari tiga penelitan cross-sectional besar memperkirakan risiko degenerasi makula terkait usia 3 kali meningkat pada perokok dibandingkan non-perokok.

Sebuah tinjauan penelitian yang meneliti hubungan antara degenerasi makula terkait usia dan perokok melaporkan bahwa merokoklah yang sebenarnya menyebabkan degenerasi makula terkait usia, dan bukan menyebabkannya secara tidak langsung. Kajian tersebut juga melaporkan bahwa semakin banyak seseorang merokok maka semakin besar pula kemungkinannya untuk mengalami degenerasi makula terkait usia.

Sedangkan hubungan antara perokok pasif dan degenerasi makula terkait usia masih belum jelas, dan penelitian sejauh ini masih menyajikan hasil yang bertentangan. Hasil yang saling bertentangan ini mungkin karena masing-masing penelitian menggunakan definisi perokok pasif yang berbeda.

Graves 'ophthalmopathy (penyakit tiroid mata)
Graves 'ophthalmopathy, juga disebut penyakit tiroid mata, adalah kondisi yang ditandai dengan adanya peradangan pada mata dan lemak di rongga mata. Penelitian telah memberikan bukti kuat bahwa ada hubungan antara penyakit tiroid mata dan seberapa banyak seorang individu merokok. Perokok dengan penyakit tiroid memiliki akibat yang lebih buruk daripada non-perokok. Data menunjukkan bahwa paparan asap rokok lingkungan meningkatkan risiko ophthalmopathy Graves, walaupun datanya masih terbatas.

Kelainan permukaan okular
Merokok telah dikaitkan dengan peningkatan gangguan permukaan mata yang mengakibatkan gejala seperti gatal, kemerahan, dan iritasi pada mata. Perubahan pada permukaan mata terkait merokok termasuk perubahan pada lapisan lipid air mata, mengurangi sekresi air mata dan sensitivitas kornea dan konjungtiva berkurang. Perokok pasif juga mengalami peningkatan risiko gangguan ini. Kelainan permukaan okuler meliputi keratokonjungtivitis atopik dan konjungtivitis alergi.

Mencegah gangguan mata terkait asap rokok

Mengurangi atau menghilangkan paparan asap rokok dari lingkungan dan berhenti merokok adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit-penyakit mata yang terkait dengan rokok.

Article Resources
  • https://www.myvmc.com/lifestyles/how-smoking-affects-the-eyes/

Sakit Kepala Selama Kehamilan

Thursday, January 11, 2018
Sakit kepala saat hamil

Sakit kepala saat hamil adalah hal yang biasa, terutama di trimester pertama kehamilan. Sakit kepala selama kehamilan cenderung berupa sakit kepala tipe tegang atau migrain.

Apakah sakit kepala tegang atau migrain dapat membahayakan janin?

Jawabannya tidak. Sakit kepala tegang atau migrain tidak memberikan dampak buruk pada janin. Namun meskipun begitu, mengalami sakit kepala tegang atau migrain selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan preeklampsia.

Apa beda sakit kepala tegang dan migrain?

Sakit kepala tegang biasanya:
  • Mempengaruhi kedua sisi kepala
  • Tingkat keparahannya ringan sampai sedang
  • Rasa sakitnya menekan atau mengencang
  • Tidak menimbulkan gejala lain, seperti mual atau muntah
  • Biasanya gejalanya tidak semakin parah bila melakukan aktivitas fisik, seperti menaiki tangga.

Migrain cenderung:
  • Hanya mempengaruhi satu sisi kepala
  • Sangat menyakitkan
  • Rasa sakitnya berdenyut
  • Disertai gejala lain, seperti mual, muntah, dan peka terhadap suara dan cahaya
  • Gejalanya bertambah buruk ketika melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan atau menaiki tangga.

Apa saja yang bisa memicu sakit kepala tegang atau migrain?

Sakit kepala tegang atau migrain bisa disebabkan oleh sesuatu dalam pola hidup Anda, seperti:
  • Stres, yang bisa menyebabkan tegangnya otot di leher yang kemudian menjalar ke kepala. Postur tubuh yang salah selama beraktivitas juga akan memperparah keadaan.
  • Telat makan dan kurang minum.
  • Berolahraga berat yang Anda tidak biasa melakukannya.
  • Tidur lebih sering dari biasanya, atau kurang tidur
  • Makan makanan atau minuman tertentu, yang bisa memicu sakit kepala.

Menghentikan dari mengonsumsi kafein juga bisa menyebabkan sakit kepala. Jika sebelum hamil Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi kafein, menghentikannya sekarang dapat memicu sakit kepala saat tubuh sedang menyesuaikan diri.

Migrain akan muncul ketika pemicunya mempengaruhi otak, yang mana mengganggu cara kerja sinyal saraf, zat kimia, dan pembuluh darah di otak.

Migrain dapat dikaitkan dengan hormon, dan juga dapat bersifat genetik, jadi jika ibu atau saudara Anda memiliki migrain, maka Anda juga berisiko memiliki migrain.

Apakah sakit kepala tegang atau migrain akan lebih sering muncul selama kehamilan?

Jawabannya mungkin tidak. Bisa jadi Anda akan terbebas dari sakit kepala pada trimester kedua kehamilan nanti. Karena pada saat ini hormon-hormon sudah stabil dan tubuh Anda sudah terbiasa dengan perubahan yang terjadi akibat kehamilan.

Bolehkah minum obat sakit kepala selama kehamilan?

Sejatinya, penggunaan obat selama kehamilan harus dibatasi. Jika sebelum hamil Anda sering mengonsumsi obat migrain, sebaiknya tanyakan kepada dokter apakah Anda boleh tetap mengonsumsinya selama kehamilan. Yang harus dipertimbangkan adalah apakah lebih besar manfaat atau risiko yang harus janin Anda tanggung dari setiap obat yang Anda konsumsi.

Yang paling aman untuk janin adalah tidak mengonsumsi obat sakit kepala selama kehamilan, kecuali jika dokter memang telah menyarankan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi sakit kepala selama kehamilan, antara lain:
  • Beristirahat. Duduk atau berbaringlah di tempat yang tenang dan nyaman. Tidur jika perlu, karena akan sangat membantu.
  • Celupkan kain flanel ke air panas lalu peras dan kompreskan ke dahi dan pangkal leher, ini akan membantu meringankan sakit kepala khususnya sakit kepala tegang.
  • Pijatlah sekitar leher dan bahu Anda.

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah sakit kepala?

Jika Anda tidak tahu apa penyebab sakit kepala Anda, coba identifikasi dulu pola-pola hidup Anda saat ini. Mungkin ada hal-hal yang Anda curigai sebagai pemicunya.

Sediakan catatan khusus untuk sakit kepala Anda untuk menentukan sekaligus menghilangkan penyebabnya. Buatlah catatan mulai dari:
  • Kapan sakit kepala terjadi
  • Seberapa parah sakit kepala Anda, di mana rasa sakitnya dan berlangsung berapa lama
  • Apa yang Anda makan setiap hari, dan kapan Anda memakannya
  • Seberapa aktif Anda secara fisik
  • Berapa banyak jam tidur Anda
  • Obat apa yang Anda konsumsi
  • Bagaimana tingkat stres atau rasa rileks yang Anda rasakan.

Jika Anda melakukan identifikasi ini setidaknya untuk lima sakit kepala, Anda mungkin sudah akan melihat polanya.

Jika sakit kepala Anda dibawa oleh pemicu, cobalah cari teknik yang bisa membantu mencegahnya. Tergantung dari pemicunya, beberapa hal berikut akan sangat bermanfaat:
  • Luangkan waktu untuk beristirahat, dan usahakan agar tubuh dan pikiran tetap rileks. Di tempat kerja, rilekskan kaki dan tubuh Anda saat jam istirahat. Begitu sampai dirumah, cobalah kurangi pekerjaan rumah. Teknik relaksasi seperti yoga dan meditasi juga akan membantu.
  • Usahakan selalu cukup tidur dan teratur. Kurang tidur atau bahkan hanya setengah jam lebih banyak tidur dari biasanya, dapat memicu sakit kepala tegang atau migrain. Jika menderita insomnia, cobalah ramuan alami.
  • Jika sakit kepala Anda berhubungan dengan ketegangan otot. Anda bisa menemui fisioterapis. Fisioterapis dapat memijat tubuh Anda untuk mengurangi tekanan atau ketegangan otot, dan akan mengajari Anda latihan-latihan relaksasi yang perlu dilakukan dirumah.
  • Jangan makan terlalu banyak untuk menjaga kadar gula darah, dan jangan melewatkan jam makan.
  • Berolahragalah secara tertatur tapi jangan memaksakan diri. Tubuh yang bugar akan lebih kuat dalam mencegah sakit kepala. Olahraga akan membantu menyeimbangkan kadar gula darah dan meningkatkan pernapasan. Olahraga juga memicu tubuh untuk melepaskan zat kimia tubuh yang membawa perasaan tenang, yang disebut endorfin.
  • Akupunktur juga boleh dicoba. Akupunktur adalah perawatan yang dianggap aman dan dapat membantu mengatasi sakit kepala. Pastikan Anda hanya menemui praktisi akupunktur yang sudah bersertifikat dan sudah mengantongi izin praktek.

Jarang makanan tertentu menjadi pemicu migrain. Yang terjadi terkadang, menginginkan dengan sangat makanan manis atau gurih merupakan pertanda dari sakit kepala yang akan segera datang, bukan penyebabnya.

Tapi jika Anda merasa bahwa suatu jenis makanan tertentulah yang menjadi pemicu sakit kepala Anda, tinggalkan saja makanan tersebut.

Bisakah sakit kepala merupakan gejala dari suatu keadaan yang lebih serius?

Terkadang, sakit kepala saat hamil memang bisa menimbulkan kekhawatiran, terutama jika sakit kepala tersebut disertai dengan gejala lain. Segera ke bidan atau dokter jika Anda mengalami sakit kepala yang disertai dengan:
  • Penglihatan kabur
  • Rasa sakit di bagian perut atas, tepat di bawah tulang rusuk
  • Muntah
  • Pembengkakan wajah, tangan, atau kaki secara tiba-tiba.

Ini bisa jadi merupakan gejala preeklampsia, komplikasi kehamilan yang serius. Jika Anda mengaalmi ini, segera hubungi bidan atau dokter agar Anda dan janin Anda segera mendapatkan perawatan yang tepat.

Article Resources
  • https://www.babycentre.co.uk/a536356/headaches-in-pregnancy
Image Credit
  • healthblog.uofmhealth.org