Kanker Testis : Penyebab, Gejala, Jenis, dan Pengobatan

Testis normal dan kanker testis

Testis (testikel) atau buah zakar adalah dua organ kecil berbentuk oval yang terletak di belakang penis dalam kantong kulit yang disebut skrotum. Testis adalah bagian dari sistem reproduksi pria. Sperma dan hormon seks diproduksi disini.

Kanker testis merupakan kanker yang jarang terjadi. Umumnya benjolan pada testis bukanlah kanker. Namun, yang paling berisiko mengalami kanker testis adalah pria yang berusia 24 hingga 44 tahun. Kabar baiknya, diagnosis dan pengobatan dini dapat menyembuhkan hampir semua kasus kanker testis.

Penyebab kanker testis

Kanker testis adalah kanker yang relatif jarang. Penyebab pastinya masih belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang pria terkena kanker testis.

Faktor-faktor risiko ini termasuk:
  • Kriptorkidisme (testis yang tidak turun ke skrotum) - pria yang lahir dengan testis yang tidak turun lebih mungkin mengembangkan kanker testis. Koreksi bedah untuk kriptorkidisme dapat menurunkan tapi tidak sepenuhnya menghilangkan risikonya.
  • Riwayat keluarga - Anda akan lebih berisiko lagi jika Anda memiliki ayah atau saudara laki-laki yang pernah menderita kanker testis.
  • Hipospadia (kelainan penis dan uretra) - yang meningkatkan risiko Anda dua kali lebih mungkin untuk terkena kanker testis, dibandingkan dengan pria lain dalam populasi umum.
  • Infertilitas (tidak subur) - infertilitas juga memberikan sejumlah faktor risiko kanker testis.
  • Human immunodeficiency virus (HIV) - ada beberapa bukti bahwa pria dengan HIV memiliki peningkatan risiko kanker testis.
  • Riwayat pribadi - pria yang sebelumnya memiliki kanker testis di satu testis lebih mungkin mengembangkan kanker pada testis yang lain.

Tidak diketahui adanya hubungan antara kanker testis dan cedera testis. Namun, cedera seringkali dapat menyebabkan pembengkakan dan benjolan, yang kemudian dapat membuat sulit mendeteksi kanker testis.

Pemeriksaan diri untuk kanker testis

Kanker yang paling mudah diobati adalah kanker yang ditemukan di awal. Pria harus mengenali dengan baik bagaimana bentuk testis mereka dan mengenali jika ada perubahan yang tidak biasa. Waktu yang tepat bagi pria untuk memeriksa testis adalah setelah mandi atau mandi air hangat, ketika kulit skrotum rileks.

Sebagian pria harus mewaspadai kanker testis. Mereka adalah pria dan anak laki-laki dengan riwayat keluarga (ayah atau saudara laki-laki) mengidap kanker testis, dan pria dan anak laki-laki yang testisnya tidak turun secara normal ketika mereka masih bayi.

Gejala kanker testis

Pada beberapa pria, kanker testis tidak menimbulkan gejala yang berarti. Namun, pada sebagian pria lain mungkin mengalami:
  • pembengkakan atau benjolan di testis, biasanya tidak disertai rasa nyeri
  • perasaan berat di dalam skrotum
  • perubahan ukuran atau bentuk testis (misalnya, lebih keras atau membengkak)
  • perasaan tidak seimbang antara kedua testis
  • pegal atau nyeri di perut bagian bawah, testikel atau skrotum
  • nyeri punggung.

Kebanyakan benjolan pada testis bukanlah kanker, tetapi Anda harus memeriksakannya ke dokter bila mengalami gejala-gejala ini.

Benjolan kanker testis mungkin bisa hanya sekecil kacang atau jauh lebih besar. Dalam banyak kasus, hanya satu testis yang terpengaruh. Kadang-kadang, sel kanker testis menyebar ke kelenjar getah bening dan organ lain di dalam tubuh (paling sering paru-paru). Jika ini terjadi, gejala lain seperti batuk atau sesak napas mungkin terjadi. Bahkan jika kanker testis telah menyebar, biasanya masih dapat disembuhkan.

Jenis kanker testis

Dua jenis utama kanker testis adalah non-seminoma dan seminoma.

Kanker testis non-seminoma adalah:
  • kanker yang lebih langka yang cenderung berkembang lebih cepat daripada kanker seminoma
  • lebih sering terjadi pada pria muda, biasanya di usia 20-an
  • terdiri dari sub-jenis yang dikelompokkan bersama, seperti teratoma, tumor kantung kuning telur (yolk sac tumour), khoriokarsinoma dan karsinoma sel embrio.

Kanker testis seminoma:
  • cenderung berkembang lebih lambat sehingga kanker non-seminoma
  • biasanya terjadi pada pria berusia 25 hingga 50, tetapi juga dapat terjadi pada pria di atas 60.
Terkadang, tumor pada testis bisa merupakan gabungan dari kedua jenis diatas.

Diagnosis kanker testis

Jika Anda merasakan pembengkakan atau perubahan yang tidak biasa di salah satu testis, temui dokter.

Diperlukan sejumlah tes untuk mendiagnosis kanker testis , termasuk:
  • pemeriksaan fisik pada testis
  • pemindaian ultrasound - untuk membantu membedakan antara kanker dan benjolan yang disebabkan oleh kondisi lain non kanker
  • tes darah - banyak kanker testis menghasilkan hormon yang dapat diukur dalam darah. Dokter menyebut mereka 'markers atau penanda'. Ada tiga jenis penanda untuk kanker testis.

Jika hasil USG menunjukkan kanker, testis yang terkena harus diangkat dengan pembedahan. Sel-sel dari benjolan akan diperiksa di laboratorium. Sayangnya, ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan kanker testis. Dokter hanya akan melakukan operasi ini jika mereka sudah yakin bahwa itu adalah kanker.

Jika dokter mencurigai kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lain, mereka akan melakukan tes lain seperti rontgen dada dan scan - baik magnetic resonance imaging (MRI) atau computed tomography (CT) scan.

Pengobatan kanker testis

Operasi pengangkatan testis yang terkena (orkidektomi) biasanya merupakan pengobatan pertama untuk kanker testis. Testis dapat diganti dengan yang testis palsu yang disebut prosthesis.

Jika kanker belum menyebar di luar testis, ini mungkin satu-satunya pengobatan yang diperlukan. Namun, selama beberapa tahun setelahnya, biasanya Anda dijadwalkan kontrol rutin dalam kurun waktu tertentu ke de dokter spesialis.

Kehilangan satu testis tidak memengaruhi kesuburan, masih ada satu testis sehat yang tersisa. Kemampuan ereksi juga tidak terpengaruh. Namun, jika kedua testis diangkat, maka Anda akan mandul.

Pengobatan lebih lanjut untuk kanker testis dapat meliputi:
  • Radioterapi - penggunaan sinar-x untuk membunuh sel-sel kanker, meskipun juga memberikan sedikit bahaya pada sel-sel normal. Radioterapi dapat diberikan untuk mencegah kanker kambuh setelah operasi atau untuk mengobati sel kanker yang telah menyebar. Kanker testis paling sering menyebar ke kelenjar getah bening di panggul dan daerah perut bagian bawah. Radioterapi tidak membuat Anda menyebarkan radiasi (radioaktif) ke sekitar, jadi keluarga dan teman Anda aman berada di dekat Anda.
  • Kemoterapi - menggunakan obat anti kanker untuk membunuh sel kanker dengan bersirkulasi di dalam aliran darah dan mencapai sel kanker di mana saja di dalam tubuh. Perawatan ini biasa diberikan pada kondisi:
    • jika kanker telah menyebar di luar testis
    • bersama dengan operasi, atau kurang umum, dengan radioterapi (perawatan adjuvant), jika ada risiko moderat kanker akan menyebar atau kambuh kembali
    • sebagai pengobatan utama, jika kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh.
  • Operasi tahap lanjut - jika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di perut dan tidak membaik pasca kemoterapi atau radioterapi, kelenjar getah bening mungkin diangkat dengan operasi. Ini dapat menyebabkan infertilitas (kemandulan) karena mencegah ejakulasi sperma melalui penis. Namun, fungsi seksual dan kemampuan orgasme tidak terpengaruh.
  • Terapi komplementer dan alternatif - bila digunakan bersamaan dengan pengobatan kanker konvensional, beberapa terapi ini dapat membuat Anda merasa lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup. Tapi pada sebagian lainnya terapi komplementer tidak begitu membantu bahkan dalam beberapa kasus dapat membahayakan.

Article Resources
  • Testicular cancer, Cancer Research UK
  • Testicular cancer, Better Health Channel

Kanker Pankreas: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Kanker pankreas

Pankreas adalah kelenjar sistem pencernaan yang memproduksi enzim pencernaan dan hormon insulin.

Pankreas terhubung dengan usus kecil melalui saluran. Kanker pankreas dimulai pada sel yang melapisi saluran ini. Kemudian menyebar ke pankreas, sebelum menyerang saraf dan pembuluh darah di dekatnya. Jika tidak ditangani, itu akan menyebar ke semua organ di perut. Kanker pankreas juga bisa masuk ke sistem limfatik dan menyebar ke bagian lain tubuh.

Penyebab kanker pankreas tidak diketahui, tetapi perokok berisiko lebih besar. Kanker pankreas lebih sering terjadi pada orang di atas 65 tahun dan relatif jarang pada orang di bawah 50 tahun.

Fungsi pankreas

Pankreas memiliki dua fungsi utama dalam sistem pencernaan, yakni:
  • memproduksi enzim untuk membantu memecah makanan.
  • memproduksi insulin, yang mengontrol kadar gula dalam darah. Gangguan pada produksi insulin dapat menyebabkan diabetes.

Penyebab dan faktor risiko kanker pankreas

Kanker pankreas disebabkan oleh kerusakan gen, tetapi tidak diketahui persis mengapa kerusakan ini bisa terjadi. Risiko kanker pankreas lebih besar pada perokok.

Faktor risiko kanker pankreas termasuk:
  • usia - lebih umum pada orang yang berusia di atas 65 tahun
  • gen - mewarisi gen yang rusak
  • diabetes - antara 10 dan 20 persen orang dengan kanker pankreas juga menderita diabetes
  • pankreatitis - peradangan kronis pada pankreas
  • gastrektomi - setelah menjalani operasi untuk mengangkat seluruh atau sebagian dari perut.

Gejala kanker pankreas

Gejala kanker pankreas sering tidak jelas dan dapat tampak serupa dengan gejala kondisi lain yang kurang serius. Ini berarti kanker pankreas sering tidak terdiagnosis sampai sudah parah.

Beberapa gejala umum kanker pankreas mungkin termasuk:
  • nyeri persisten di perut
  • hilang nafsu makan
  • lemah
  • mual
  • penurunan berat badan
  • perubahan kebiasaan buang air besar (diare atau sembelit)
  • sakit punggung yang parah, dalam beberapa kasus.

Jika saluran empedu terblokir, dapat terjadi:
  • kulit dan mata menguning (jaundice) dan kulit gatal
  • warna urine gelap
  • warna feses (tinja) pucat.

Perlu diingat bahwa kanker pankreas jarang terjadi. Jika Anda memiliki salah satu gejala tersebut, kemungkinan disebabkan oleh hal lain. Namun, temui dokter jika gejala tersebut sudah berlangsung lebih dari dua minggu.

Diagnosis kanker pankreas

Jika diduga kanker pankreas, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Ini mungkin termasuk:
  • Tes darah - untuk memeriksa seberapa baik kerja hati dan ginjal dan mengukur untuk protein yang dikenal sebagai CA19.9. Kanker pankreas sering mengirimkan CA19.9 ke dalam darah. Ini tidak digunakan untuk mendiagnosis kanker pankreas, tetapi memberikan informasi penting bagi dokter yang menangani Anda.
  • Computed tomography (CT) scan - sinar-x khusus yang diambil dari berbagai sudut untuk membuat gambar tiga dimensi dari tubuh. Pewarna mungkin disuntikkan untuk lebih memperjelas organ dalam.
  • Magnetic resonance imaging (MRI) - ini mirip dengan CT scan, tetapi memanfaatkan magnetisme daripada sinar-x untuk membuat gambar tiga dimensi dari tubuh.
  • USG - pemeriksaan dengan gelombang suara untuk membuat gambar pankreas.
  • Endoskopi - juga disebut endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP), tabung tipis fleksibel dimasukkan ke kerongkongan untuk melihat ke dalam sistem pencernaan. Perangkat ini juga dapat digunakan untuk menyuntikkan pewarna ke pankreas dan saluran empedu untuk memungkinkan gambar dari organ-organ ini muncul pada gambar sinar-x.
  • Laparoskopi - organ-organ internal diperiksa dengan instrumen khusus yang dimasukkan ke dalam perut melalui luka kecil.
  • Biopsi jaringan - sampel kecil pankreas diambil dengan jarum dan diperiksa di laboratorium.
  • Positron emission tomography (PET) scan - suntikan dengan larutan glukosa yang mengandung sejumlah kecil bahan radioaktif. Pemindai dapat 'melihat' substansi radioaktif. Sel kanker muncul sebagai ‘hot spot’ - area di mana glukosa diambil.

Tes-tes ini juga dapat membantu dokter mengetahui apakah kanker telah menyebar. Kanker mungkin telah menyebar ke pembuluh darah atau kelenjar getah bening di dekat pankreas, atau ke organ yang lebih jauh, seperti hati atau paru-paru. Ini disebut 'kanker sekunder' atau metastasis. Tes yang Anda jalani akan membantu dokter memutuskan pengobatan terbaik untuk Anda.

Pengobatan kanker pankreas

Pengobatan untuk kanker pankreas tergantung pada usia, kesehatan umum, ukuran dan lokasi kanker dan apakah itu telah menyebar ke bagian lain dari tubuh. Pengobatan kanker pankreas bisa berupa satu jenis pengobatan atau kombinasi.

Umumnya, opsi pengobatan kanker pankreas meliputi:
  • Pembedahan - digunakan ketika kanker belum menyebar di luar pankreas. Kanker dan bagian pankreas dan sebagian dari usus kecil dihilangkan dalam operasi yang disebut ‘Whipple’s resection’. Beberapa saluran empedu, kantung empedu dan lambung juga dapat diangkat. Ini adalah operasi besar dan pasien harus dalam kondisi yang cukup sehat untuk menjalaninya.
  • Kemoterapi - obat anti-kanker (baik tablet atau suntikan ke pembuluh darah) dapat digunakan setelah operasi. Obat-obatan bekerja dengan menghentikan pertumbuhan dan reproduksi sel-sel kanker. Kemoterapi dapat diberikan bersama pembedahan atau secara tunggal untuk membantu mengendalikan gejala kanker stadium lanjut.
  • Radioterapi - penggunaan sinar-x untuk menargetkan sel-sel kanker dapat digunakan setelah operasi untuk menghancurkan sel-sel kanker yang mungkin tersisa di tubuh. Radioterapi juga dapat digunakan sebagai perawatan utama ketika operasi tidak mungkin dilakukan, dalam kombinasi dengan kemoterapi.
  • Terapi komplementer dan alternatif - umum bagi penderita kanker untuk mencari perawatan komplementer atau alternatif. Ketika digunakan bersama pengobatan kanker konvensional, beberapa terapi ini dapat membuat Anda merasa lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup. Tapi pada sebagian lainnya, terapi alternatif tidak membantu atau bahkan membahayakan.

Semua pengobatan memiliki efek samping. Efek sampingnya bervariasi tergantung pada jenis perawatan yang dijalani. Banyak efek samping yang bersifat sementara, tetapi efek samping yang lain mungkin permanen. Dokter biasanya sudah menjelaskan semua kemungkinan efek samping sebelum pengobatan dimulai.

Pilihannya mungkin termasuk:
  • Endoskopi - kanker dapat menyebabkan penyakit kuning karena menghalangi saluran empedu. Operasi endoskopi mengurangi tekanan dengan memasukkan tabung logam atau plastik ke dalam saluran empedu untuk membuatnya tetap terbuka. Perawatan serupa dapat meringankan bagian dari usus kecil jika kanker menekannya.
  • Pembedahan - penyumbatan di usus kecil dapat dilewati oleh prosedur pembedahan yang menempel pada lingkar usus langsung ke perut.
  • Tablet - mungkin ada kekurangan enzim pankreas untuk mencerna lemak dengan benar, yang menyebabkan diare. Tablet yang mengandung enzim-enzim ini dapat mengendalikan gejala ini.
  • Obat penghilang rasa sakit - obat oral biasanya diberikan untuk mengontrol rasa sakit, tetapi jika rasa sakit sangat parah, obat dapat disuntikkan ke saraf punggung.

Ketika kesembuhan tidak lagi mungkin

Jika kanker telah menyebar dan tidak mungkin lagi untuk menyembuhkannya dengan operasi, dokter mungkin masih merekomendasikan perawatan yang berfokus untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mengurangi gejalanya (ini disebut perawatan paliatif). Ini dapat membantu penderita merasa lebih baik, menjalani hidup lebih berkualitas, dan memiliki kemungkinan hidup yang lebih lama.

Article Resources
  • Pancreatic cancer, The American Cancer Society
  • NCCN Guidelines for Patients, Pancreatic Cancer, 2014, National Comprehensive Cancer Network.
  • Bahra M, Jacob D 2008, ‘Surgical palliation of advanced pancreatic cancer
  • Gambar: Mayo Clinic

Kanker: Jenis, Stadium, dan Perawatan

Sel kanker

Kanker adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh yang disebabkan oleh perubahan pada sebagian gen yang mengontrol perilaku sel.

Kanker dapat disebabkan oleh berbagai hal. Beberapa jenis kanker dapat dicegah dengan menghindari faktor risikonya.

Deteksi dan pengobatan dini merupakan cara terbaik untuk meningkatkan peluang kesembuhan kanker.

Jenis tumor

Tumor adalah benjolan atau pertumbuhan dari sel-sel abnormal. Tumor bisa bersifat jinak (non kanker) atau ganas (kanker). Tumor jinak terdiri dari sel-sel yang mirip dengan sel normal. Mereka tidak menyebabkan masalah kecuali jika ukurannya sudah besar dan mulai menekan organ lain di dalam tubuh.

Tumor ganas terdiri dari sel kanker dan biasanya tumbuh jauh lebih cepat daripada tumor jinak. Jika tidak ditangani, mereka dapat menyebar ke jaringan sekitarnya dan ke bagian tubuh lain, dan menyebabkan masalah serius.

Pertumbuhan sel abnormal

Umumnya, kanker terjadi ketika sel-sel normal dalam tubuh tumbuh tidak terkontrol. Tubuh terdiri dari miliaran jenis sel yang berbeda. Tubuh selalu membuat sel baru. Pertumbuhan dan penambahan sel baru membantu kita untuk tumbuh, mengganti sel-sel yang rusak, dan menyembuhkan sel yang rusak akibat cedera. Cara sel-sel baru berkembang dan berperilaku dikontrol oleh gen khusus.

Jika gen ini rusak, sel-sel tubuh dapat berkembang biak dengan cepat, tidak terkontrol, dan tumbuh secara tidak normal. Pertumbuhan sel yang tidak normal ini bisa berubah menjadi kanker. Jika sel-sel kanker terlalu banyak menggantikan sel-sel sehat, organ yang terkena tidak dapat berfungsi dengan baik.

Di mana kanker dimulai

Kanker dapat mulai tumbuh di bagian tubuh manapun. Kanker memiliki sebutan yang berbeda-beda tergantung dari lokasi awal kemunculannya. Sebagai contoh:
  • Karsinoma - tumbuh di sel-sel yang melapisi kulit dan rongga tubuh.
  • Sarkoma - tumbuh dalam jaringan pendukung tubuh seperti otot, tulang, dan jaringan lemak.
  • Leukemia - jenis kanker yang berkembang di jaringan di mana sel-sel darah putih terbentuk, yang disebut sumsum tulang, dan mempengaruhi sel-sel dalam darah.
  • Myeloma - berkembang di sel plasma.
  • Limfoma - tumbuh di sel-sel sistem limfatik.

Bagaimana kanker menyebar

Kanker mulai menyebar ketika bagian dari tumor utama (tumor primer) memisahkan diri dari tempat ia pertama kali tumbuh dan bergerak ke jaringan di dekatnya atau ke bagian lain tubuh. Sel-sel kanker kemudian mulai tumbuh di daerah itu.

Tumor ganas yang menyebarkan selnya ke jaringan di dekatnya dikenal sebagai kanker invasif. Ketika kanker menyebar dari satu bagian tubuh ke bagian lain, itu dikenal sebagai kanker sekunder atau 'metastasis'.

Untuk kanker tumbuh lebih besar dari kepala peniti dan menyebar, itu harus menumbuhkan pasokan darahnya sendiri. Ini disebut angiogenesis. Tanpa suplai darah ini, sel-sel di tepi tumor akan mati karena kekurangan oksigen.

Sel-sel kanker menghasilkan zat yang memungkinkan mereka untuk bergerak melalui tubuh jauh lebih mudah daripada sel-sel normal. Juga, sel-sel kanker tidak menempel bersama seperti halnya sel-sel normal.

Kanker dapat menyebar dalam tiga cara utama, yaitu:
  • secara lokal, di dalam dan di dekat jaringan di sekitar kanker primer
  • melalui sistem limfatik
  • melalui peredaran darah.

Kanker dan stadium

Kanker diklasifikasikan menurut stadium, mulai dari angka 1 hingga 4. Stadium mencerminkan ukuran kanker dan seberapa jauh kanker telah menyebar.

Stadium juga terkait dengan tingkat keparahan kanker. Stadium 1 biasanya paling ringan, kecil dan terbatas pada area lokal tubuh, sedangkan stadium 4 umumnya disebut kanker metastatik atau sekunder, karena telah menyebar ke bagian lain dari tubuh. Mengetahui stadium kanker membantu para profesional medis memutuskan pengobatan terbaik yang akan digunakan.

Ada berbagai cara untuk menentukan stadium kanker, tetapi umumnya akan mencari sejumlah faktor kunci seperti:
  • ukuran kankernya
  • apakah kanker telah menyerang jaringan di dekatnya dan seberapa banyak
  • apakah kanker telah menyebar ke pembuluh getah bening di dekatnya dan seberapa banyak
  • apakah kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti paru-paru, tulang, hati dan otak.

Faktor risiko untuk kanker

Penyebab pasti kebanyakan kanker tidak diketahui dan tidak ada satu penyebab untuk semua jenis kanker. Beberapa faktor risiko cenderung menyebabkan kanker, sedangkan yang lain hanya akan sedikit meningkatkan kemungkinan mengembangkan kanker. Kombinasi faktor genetik dan lingkungan dapat meningkatkan risiko kanker.

Beberapa faktor risiko meliputi:
  • Usia - sebagian besar jenis kanker menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia.
  • Genetik make-up - sebagian orang dilahirkan dengan mutasi genetik yang sudah menempatkan mereka lebih berisiko terkena kanker.
  • Riwayat keluarga - perubahan gen diturunkan dari orangtua ke anak.
  • Gaya hidup - termasuk diet yang tidak sehat, merokok dan alkohol, dan kurang aktivitas fisik.
  • Penyebab lingkungan - juga termasuk paparan radiasi alami yang terlalu banyak dari matahari atau gas radon (gas mulia yang tidak radioaktif, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa).
  • Paparan bahan kimia berbahaya - termasuk beberapa pewarna, karet, gas dan asbes.
  • Radiasi buatan manusia - ini dapat mencakup radiasi dari prosedur medis (misalnya, sinar-x), televisi dan pembakaran bahan bakar yang mudah terbakar.
  • Virus - virus tertentu dapat membantu menyebabkan beberapa kanker, meskipun Anda tidak akan terkena kanker langsung begitu telah terinfeksi.
  • Sistem kekebalan tubuh - orang-orang yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan mereka memiliki risiko lebih besar untuk beberapa bentuk kanker.

Perawatan untuk kanker

Ada tiga jenis pengobatan standar utama yang digunakan dalam perawatan kanker. Masing-masing dapat digunakan untuk mencoba menyembuhkan kanker, untuk menghilangkan gejala, untuk membantu perawatan lain bekerja lebih baik atau untuk meningkatkan kelangsungan dan kualitas hidup.

Perawatan untuk kanker meliputi:
  • Pembedahan - kanker diangkat melalui operasi. Ini sering kali merupakan langkah pertama pengobatan jika kanker belum menyebar. Operasi juga dapat mengangkat kelenjar getah bening jika telah dipengaruhi oleh kanker. Kanker sistem darah (seperti leukemia) tidak dapat diobati dengan pembedahan.
  • Kemoterapi - penggunaan obat pembunuh sel-sel kanker. Ada banyak jenis obat kemoterapi. Sebagian dalam bentuk tablet atau kapsul, tetapi sebagian besar diberikan dalam bentuk infus ke dalam pembuluh darah. Obat masuk ke aliran darah dan berjalan ke seluruh tubuh untuk menghancurkan sel-sel kanker.
  • Terapi radiasi (atau radioterapi) - menggunakan radiasi dosis kecil dan tepat yang menargetkan dan menghancurkan sel-sel kanker. Kanker yang belum menyebar sering dapat diobati secara efektif dengan terapi radiasi.
  • Terapi biologis - termasuk imunoterapi untuk memicu sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker, dan antibodi monoklonal yang memblokir molekul yang menghentikan kerja sistem kekebalan. Beberapa jenis terapi biologis sekarang digunakan untuk mengobati kanker jenis tertentu. Penelitian terus berlanjut dan banyak terapi sedang diuji dalam uji klinis.

Perawatan kanker dapat berupa satu perawatan saja atau kombinasi perawatan. Beberapa orang mungkin juga menggunakan terapi komplementer dan alternatif. Ketika digunakan bersama pengobatan kanker konvensional, beberapa terapi ini dapat membuat penderita merasa lebih baik dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Pengobatan kanker lainnya adalah penggunaan terapi hormon. Ada penelitian yang sedang berlangsung dalam perawatan kanker baru, dan beberapa di antaranya mungkin melibatkan perawatan laser, cryotherapy, terapi photodynamic dan high-intensity focused ultrasound (HIFU)

Adakalanya, kanker didiagnosis ketika sudah parah. Ini dapat berarti bahwa pengobatan standar tidak akan menyembuhkan kanker. Ketika penyembuhan tidak mungkin, kemoterapi, radioterapi atau perawatan lainnya masih dapat meringankan gejala dan membantu orang merasa senyaman mungkin. Mereka juga dapat memperpanjang usia. Ini disebut perawatan paliatif.

Remisi - lenyapnya gejala kanker

Kanker yang merespons pengobatan akan berhenti tumbuh atau mulai menyusut. Ini berarti tanda dan gejala kanker hilang. Dokter menyebut ini sebagai remisi. Remisi bisa berlangsung dari bulan hingga tahun.

Statistik kanker

Penting untuk diingat bahwa statistik sangat umum dan hanya digunakan sebagai panduan. Tiga kelompok statistik paling umum yang digunakan untuk menggambarkan kanker adalah:
  • Insiden - jumlah orang yang mengembangkan jenis kanker tertentu setiap tahun
  • kelangsungan hidup - berapa lama penderita dapat bertahan hidup dari kanker tergantung pada jenis kanker, usia , stadium kanker dan perawatan yang diterima. Biasanya digambarkan sebagai 'kelangsungan hidup lima tahun' dan 'kelangsungan hidup 10 tahun', yang mengacu pada persentase orang yang hidup lima atau 10 tahun setelah diagnosis mereka dengan jenis kanker tertentu. Beberapa orang mungkin sembuh, tetapi bagi orang lain, kanker akan kembali (kambuh) dalam periode ini. Orang lain mungkin dalam masa remisi selama bertahun-tahun sebelum kanker kambuh
  • mortalitas - jumlah orang yang meninggal karena jenis kanker tertentu dalam setahun.

Angka insiden dan kematian dapat bervariasi di antara kelompok orang yang berbeda. Beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi angka ini meliputi:
  • Perbedaan sosial ekonomi
  • Perbedaan geografis
  • Perbedaan tempat kelahiran.

Article Resources
  • Cancer. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/cancer
  • Cancer information and support, Macmillan Cancer Support, UK

Kanker Lambung: Penyebab, Gejala, dan Perawatan


Kanker lambung merupakan salah satu jenis kanker yang umum menyebabkan kematian.

Kanker lambung jarang terdiagnosis pada orang berusia dibawah 50 tahun dan lebih banyak mempengaruhi pria ketimbang wanita.

Jika kanker lambung terdeteksi sejak dini, pengobatannya akan lebih efektif. Namun, sayangnya kanker lambung jarang sekali menunjukkan gejala di tahap-tahap awalnya.

Apa itu kanker lambung?

Kanker lambung adalah kondisi dimana terjadi pertumbuhan sel yang tidak normal (ganas) di lambung.

Lambung adalah bagian dari sistem pencernaan tubuh dan terletak di perut bagian atas. Jenis-jenis kanker lambung adalah:
  • gastric adenocarcinoma - tipe kanker lambung yang paling umum
  • gastrointestinal stromal tumours (GIST)
  • limfoma lambung.

Apa yang menyebabkan kanker lambung?

Penyebab kanker lambung tidak diketahui tetapi lebih sering terjadi pada orang yang:
  • merokok
  • makan banyak makanan yang diasap, diasamkan dan asin dan jarang makan buah dan sayuran segar
  • memiliki masalah lambung yang kronis seperti polip
  • terinfeksi bakteri Helicobacter pylori.

Kanker lambung juga cenderung terjadi dalam keluarga (keturunan) dan lebih sering terjadi pada orang-orang keturunan Asia timur.

Gejala kanker lambung

Beberapa orang mengidap kanker lambung tanpa memiliki gejala sama sekali. Tapi sebagian orang lainnya mendapatkan gejala seperti:
  • heartburn
  • gangguan pencernaan
  • nyeri
  • mual
  • muntah
  • kelelahan
  • kehilangan berat badan
  • bengkak di bawah perut.

Sebagian lainnya mengalami pendarahan internal dan kadang terdapat darah atau warna hitam pada muntah atau tinja.

Diagnosa kanker lambung

Sejumlah tes dapat dilakukan untuk mendiagnosis kanker lambung.

Tes kanker lambung termasuk:

Stadium kanker lambung

Dokter menggunakan sistem pengukuran yang mereka sebut sebagai stadium untuk menggambarkan tingkat keparahan kanker. Stadium 1 berarti kanker belum menyebar sama sekali. Stadium 4 berarti telah menyebar ke bagian tubuh yang jauh.

Perawatan kanker lambung

Perawatan untuk kanker lambung tergantung pada stadium, tingkat keparahan gejala, dan kesehatan pasien secara keseluruhan. Pilihannya termasuk:
  • operasi untuk mengangkat seluruh atau sebagian dari lambung
  • radioterapi
  • kemoterapi untuk menghancurkan sel-sel kanker
  • terapi biologi (bioterapi), yang membantu sistem kekebalan tubuh melawan kanker.

Pencegahan kanker lambung

Risiko terkena kanker lambung dapat dikurangi dengan cara:
  • tidak merokok atau berhenti merokok
  • makan diet tinggi sayuran dan buah segar
  • mengobati infeksi Helicobacter pylori.

Article Resources
  • Health Direct Australia (Stomach cancer)
  • Virtual Medical Center (Stomach cancer)

Kanker Esofagus (Kerongkongan) : Jenis, Gejala, dan Pengobatan

Kanker esofagus adalah jenis kanker langka yang tumbuh di esofagus. Esofagus atau kerongkongan adalah saluran yang menghubungkan antara mulut dan lambung. Semakin cepat kanker esofagus didiagnosis dan diobati, semakin baik hasilnya.

Kanker esofagus

Apa sebenarnya kanker esofagus?

Kanker esofagus terjadi ketika sel-sel di esofagus tumbuh di luar kendali atau mengganas. Biasanya, tumornya akan tumbuh di esofagus bagan bawah, di dekat lambung.

Kanker esofagus merupakan kondisi yang serius, dan peluang untuk bertahan hidup kurang dari 1 banding 5. Ini karena kanker esofagus mudah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya, atau ke bagian tubuh lain.

Faktor risiko untuk kanker esofagus

Penyebab pasti kanker esofagus tidak diketahui, tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker esofagus:
  • merokok
  • memiliki kondisi yang disebut Barrett oesophagus atau gastro-oesophageal reflux disease (GORD)
  • konsumsi alkohol
  • berusia lebih dari 60 tahun
  • kurang asupan buah dan sayuran
  • makan banyak makanan asap, asin atau acar
  • sering minum banyak cairan yang panas (di atas 65 ° C)
  • terpapar beberapa bahan kimia
  • kelebihan berat badan atau obesitas
  • terinfeksi human papillomavirus (HPV)
  • memiliki kerabat dekat yang menderita kanker esofagus.

Jenis kanker esofagus

Ada berbagai jenis kanker esofagus. Jenis yang paling umum disebut adenokarsinoma, yang tumbuh di esofagus bagian bawah. Ini bisa terjadi jika seseorang terus-menerus mengalami refluks dan esofagus terkena asam dari lambung.

Jenis umum lainnya adalah karsinoma sel skuamosa, yang dimulai pada sel-sel skuamosa yang melapisi bagian tengah dan atas esofagus.

Gejala kanker esofagus

Kanker esofagus sering tidak terdeteksi sampai sudah stadium lanjut, karena mungkin tidak ada gejala khas pada tahap awal penyakitnya. Gejala kanker esofagus meliputi:
  • kesulitan atau rasa sakit saat menelan
  • sakit di bagian atas perut saat makan
  • refluks asam atau heartburn (sensasi perih dan panas pada dada)
  • makanan naik kembali
  • penurunan berat badan
  • merasa sangat lelah
  • suara serak atau batuk yang tidak kunjung sembuh
  • batuk atau muntah darah
  • tinja hitam atau berdarah.
Semua gejala diatas juga dapat disebabkan kondisi lain.

Diagnosis kanker esofagus

Untuk mendiagnosis kanker esofagus dapat dilakukan dengan tes seperti endoskopi (selang fleksibel berkamera dimasukkan untuk melihat ke esofagus dan ke dalam lambung), biopsi (sampel kecil jaringan diambil untuk diperiksa di lab), dan pemeriksaan pencitraan seperti CT scan atau PET scan.

Pasien mungkin juga memerlukan 'barium swallow', di mana pasien menelan cairan khusus yang membuat sistem pencernaan tampak jelas saat pemeriksaan X-ray. Scan organ terdekat juga mungkin dilakukan untuk melihat apakah kanker telah menyebar.

Pengobatan kanker esofagus

Jenis perawatan akan tergantung pada jenis kanker esofagus dan seberapa jauh penyebarannya (stadiumnya).

Pembedahan dapat dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh esofagus. Sedangkan tumor kecil dapat dihilangkan selama endoskopi.

Untuk tumor yang lebih besar, bagian esofagus yang terkena diangkat dalam operasi yang disebut esofagektomi. Kadang-kadang bagian bawah esofagus dan bagian atas perut juga diangkat (esofagogastrektomi). Dokter bedah akan membuat esofagus baru, baik menggunakan esofagus yang tersisa, atau dapat juga menggunakan bagian dari usus.

Kemoterapi atau radioterapi juga dapat dilakukan sebagai perawatan kanker esofagus.

Pembedahan untuk kanker esofagus dapat membuat penderita kesulitan menelan dan makan untuk sementara waktu. Penderita harus cukup makan dan minum agar tetap sehat dan berat badan tidak turun. Makanan lunak biasanya diperlukan. Makan sedikit tapi sering akan lebih baik.

Setelah pengobatan selesai, kontrol ulang dan tes berkelanjutan dengan dokter harus tetap dilakukan.

Article Resources
  • Health Direct Australi (Oesophageal Cancer)
  • Cancer Research UK (Living with Oesophageal Cancer).
  • Gambar: Mayo Clinic

Multiple Myeloma: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Multiple myeloma atau myeloma, adalah sejenis kanker sel yang disebut sel plasma. Ketika sel-sel plasma tumbuh abnormal (ganas) dan menumpuk di sumsum tulang, maka dikenal sebagai sel-sel myeloma. Saat ini tidak ada obat untuk myeloma, tetapi perawatan tetap tersedia.

Sel plasma adalah sejenis sel darah putih yang melawan infeksi. Sel plasma tidak sama dengan plasma, yaitu cairan yang membawa komponen darah.

Multiple myeloma

Apa yang menyebabkan myeloma?

Penyebab myeloma tidak diketahui. Sebagian orang yang mengembangkan myeloma diketahui pernah terpapar radiasi dosis tinggi, dan sebagian dari mereka telah terpapar beberapa jenis bahan kimia industri atau lingkungan secara kontinu. Sedangkan yang lainnya mengembangkan myeloma tanpa faktor-faktor risiko tersebut.

Myeloma lebih umum terjadi di usia tua. Ini mungkin menjadi bagian dari proses penuaan itu sendiri, atau hasil dari akumulasi zat beracun yang masuk ke tubuh seumur hidup.

Gejala myeloma

Myeloma mempengaruhi berbagai lokasi di tubuh - misalnya, tulang belakang, tengkorak, panggul, bahu dan pinggul. Gejala umum myeloma mungkin termasuk:

Penderita mungkin juga merasa lemah dan lelah, kehilangan berat badan dan kurang nafsu makan. Penderita mungkin lebih merasa haus, merasa mual atau bingung karena peningkatan kalsium dalam darah.

Diagnosis myeloma

Gejala myeloma mungkin mirip dengan banyak kondisi/penyakit lain, sehingga mungkin sulit didiagnosis, dan memerlukan beberapa tes atau pemeriksaan.

Tes mungkin termasuk:
  • tes urine
  • tes darah
  • x-ray (sinar X)
  • biopsi sumsum tulang.

Pengobatan myeloma

Meskipun belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan myeloma, ada berbagai perawatan seperti kemoterapi yang dapat memperlambat penyebarannya dan membantu meredakan gejalanya. Tingkat keberhasilan perawatan pada tiap-tiap orang dapat berbeda.

Article Resources
  • Health Direct Australia (Multiple Myeloma)
  • Gambar: Diseases and Conditions Net

Mesothelioma: Jenis, Gejala, dan Perawatan

Mesothelioma

Mesothelioma adalah kanker yang disebabkan oleh paparan asbes. Bahan asbes sangat umum digunakan sebagai bahan bangunan di Indonesia.

Jenis mesothelioma

Mesothelioma tumbuh di sel mesothelial, yang ditemukan di membran yang mengelilingi sebagian besar organ tubuh.

Ada 2 jenis utama mesothelioma:
  • Pleural: Jenis ini berkembang di lapisan paru-paru, yang disebut pleura. Ini adalah bentuk mesothelioma yang paling umum, terhitung sekitar 9 dari 10 kasus. Ini berbeda dengan kanker paru-paru.
  • Peritoneal: Ini berkembang di lapisan perut (perut).

Terkadang , mesothelioma juga berkembang di lapisan jantung atau di membran di sekitar buah zakar.

Satu-satunya penyebab mesothelioma yang diketahui adalah paparan asbestos atau asbes. Hanya dibutuhkan sedikit saja bahan asbes yang terhirup untuk menyebabkan mesothelioma, meskipun penyakit ini mungkin memerlukan waktu 20 hingga 60 tahun untuk berkembang.

Gejala mesothelioma

Mesothelioma pleura memiliki gejala yang meliputi:
  • sesak napas (lebih buruk saat aktif atau berbaring)
  • nyeri dada, atau nyeri di bahu atau lengan atas
  • penurunan berat badan
  • batuk yang tidak kunjung sembuh
  • berkeringat pada malam hari.

Mesothelioma peritoneal memiliki gejala yang meliputi:
  • bengkak atau nyeri area perut
  • tidak merasa lapar
  • merasa mual
  • demam
  • masalah dengan buang air kecil atau buang air besar.

Mesothelioma dapat menyebabkan penumpukan cairan di sekitar pleura (disebut efusi pleura) atau di perut (disebut efusi peritoneum), yang menyebabkan pembengkakan dan nyeri.

Diagnosis Mesothelioma

Mesothelioma bisa sangat sulit didiagnosis karena dapat terlihat seperti kanker jenis lainnya. Untuk mendiagnosis mesothelioma, dibutuhkan berbagai tes dan menggabungkan semua informasi yang diperoleh. Tes-tes ini bisa termasuk:
  • tes darah
  • biopsi, di mana sampel kecil jaringan diambil dari pleura atau perut untuk diperiksa di laboratorium
  • x-ray, untuk mencari masalah di paru-paru, penebalan pleura, atau cairan antara paru-paru dan dinding dada
  • CT scan untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke tempat lain di dalam tubuh
  • mempelajari cairan yang keluar dari pleura atau perut
  • tes lain untuk melihat apakah penyakit telah menyebar, termasuk PET scan, memeriksa kelenjar getah bening di tengah dada, atau ultrasound untuk melihat ke bawah tenggorokan dan paru-paru.

Perawatan mesothelioma

Sayangnya, tidak ada obat untuk mesothelioma dan sering tidak terdiagnosis hingga sudah parah. Perawatan ditujukan untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya.

Tergantung pada seberapa parah penyakitnya, mungkin dilakukan kemoterapi atau radioterapi untuk menghancurkan sel-sel kanker, atau operasi untuk mengangkat tumor, pleura dan kadang-kadang diafragma dan bagian dari selaput jantung.

Untuk mengatasi sesak napas dan rasa nyeri, prosedur bedah yang disebut VATS pleurodesis dilakukan untuk mengalirkan cairan dari paru-paru, atau dari perut. Sebagian orang dipasangkan selang (tabung) kecil yang dimasukkan sehingga cairan tersebut dapat dihilangkan secara kontinu.

Hidup dengan mesothelioma

Tidak ada obat untuk mesothelioma. Penderita mungkin akan mengalami masa-masa tubuhnya cukup sehat; tapi waktu yang lain, memerlukan perawatan untuk mengendalikan gejalanya.

Article Resources
  • Asbestos Diseases Research Institute (Mesothelioma)
  • Asbestos.com (Mesothelioma in Australia)
  • Cancer Council Australia (Mesothelioma)
  • Bernie Banton Foundation (Malignant Mesothelioma – An Overview), Cancer Council NSW (Pleural mesothelioma)