Perbedaan Infeksi Karena Virus dan Bakteri

Tuesday, September 18, 2018

Seperti yang diketahui, infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik. Namun, saat ini penggunaan antibiotik sudah sangat masif sehingga para ahli mengingatkan agar tidak menggunakan antibiotik untuk kondisi dan penyakit seperti infeksi virus, yang sebenarnya tidak terpengaruh oleh antibiotik.

Pertanyaannya, bagaimana cara mengetahui perbedaan antara infeksi karena virus dan bakteri? Anda mungkin tidak bisa membedakannya, kecuali dengan bantuan dokter.

Ketika Anda terinfeksi, Anda mungkin mencoba mendiagnosisnya dirumah, mungkin karena ingin menghemat uang atau menghemat waktu ke dokter. Anda mungkin menebak infeksi yang Anda alami adalah infeksi karena virus, dan bisa bisa saja itu benar, lalu Anda berpendapat bahwa karena antibiotik tidak berguna pada infeksi virus, jadi untuk apa ke dokter?

Memang tidak ada alasan bagi orang-orang untuk ke dokter hanya karena pilek biasa, tetapi mendiagnosis sendiri jenis infeksi sudah merupakan kesalahan. Faktanya:
  • Tergantung dari jenis infeksi virusnya, mungkin masih ada obat yang dapat membantu. Obat-obatan yang secara khusus untuk menargetkan virus disebut antivirus. Antivirus memang tidak digunakan sesering antibiotik, tetapi dalam beberapa kasus antivirus banyak membantu.
  • Kecuali dengan pemeriksaan laboratorium, tidak ada cara lain untuk memastikan apakah suatu infeksi disebabkan oleh virus atau bakteri.

Memang ada beberapa gejala/tanda yang dapat membantu menentukan apakah suatu infeksi disebabkan oleh virus atau bakteri, tetapi kecuali karena kondisi yang mengancam jiwa, dokter biasanya akan mengambil sampel terlebih dahulu sebelum memberikan antibiotik. Sampel yang diambil tergantung pada dugaan infeksi, dapat berupa sampel darah, kultur tenggorokan, usap kulit, atau lainnya.

Keinginan untuk mendiagnosis dan mengobati diri sendiri di rumah adalah sifat alami manusia, tetapi daripada mengambil risiko, lebih baik bertanya ke dokter.

Berikut adalah beberapa aturan praktis yag menjadi pertimbangan ketika Anda mencoba memutuskan apakah akan ke dokter atau tidak. Lebih baik ke dokter jika Anda mengalami hal-hal berikut:
  • Dehidrasi. Dokter akan menyarankan banyak minum cairan jernih (seperti kaldu ayam). Dengan tetap terhidrasi akan membantu Anda mengencerkan lendir yang diproduksi tubuh. Sementara sistem kekebalan tubuh melawan infeksi virus maupun bakteri dengan menggunakan lendir untuk membawa virus atau bakteri keluar tubuh. Jika lendir terlalu kental, karena tidak terhidrasi, infeksi bisa memburuk. Bakteri dapat bertahan di dalam lendir yang semula dihasilkan saat tubuh Anda sedang melawan virus.
  • Sesak napas. Jika infeksi menyerang paru-paru atau saluran napas Anda, inilah saatnya untuk ke dokter. Pneumonia atau asma dengan bronkitis dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
  • Kelemahan, linglung atau pingsan. Kelemahan, apalagi yang disertai dengan demam, kedinginan (menggigil), dan nyeri tubuh merupakan tanda infeksi serius.
  • Kondisi yang memburuk secara tiba-tiba. Kondisi kesehatan yang memburuk secara tiba-tiba menjadi pertanda Anda harus ke dokter. Terkadang satu infeksi membuka jalan masuk bagi infeksi yang lain. Sebagai contoh, lendir yang dihasilkan oleh infeksi virus dapat menjadi tempat yang bagus bagi bakteri untuk berkembang biak.
  • Anak-anak dengan demam. Demam adalah bagian yang umum dari penyakit virus pada anak-anak - sebagian besar demam dapat diatasi degan mudah degan perawatan suportif, seperti pemberian cairan dan obat penurun panas. Namun ada tanda-tanda demam anak yang harus segera mendapatkan perawatan dokter. Bisa Anda baca disini.

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa lendir hijau atau batuk berdahak adalah tanda infeksi bakteri. Mungkin benar bahwa lendir hijau adalah tanda adanya sesuatu yang berkembang biak di sana, tetapi itu tidak mengecualikan kemungkinan bahwa sesuatu yang lain yang menyebabkan infeksi di tempat pertama.

Apapun itu, jika Anda merasa ragu dan tidak memiliki pengetahuan akan sesuatu, lebih baik bertanya ke dokter. (verywellhealth)

Sindrom Visi Komputer (CVS)

Saturday, September 15, 2018
Sindrom visi komputer

Menurut American Optometric Association (AOA), Computer Vision Syndrome atau Sindrom Visi Komputer (CVS) merupakan masalah yang kompleks dari mata dan visi (penglihatan) yang terkait dengan penggunaan komputer.

Pengguna komputer banyak yang mengeluhkan mata merah, gatal, berair, iritasi, mata lelah, hingga kesulitan fokus, dan berbagai masalah lain. AOA mengatakan bahwa sekitar 14 persen pasien yang memeriksakan matanya adalah terkait CVS.

Di Amerika Serikat, diperkirakan bahwa sekitar dua pertiga dari mereka yang menggunakan komputer - sekitar 60 juta orang - menderita masalah mata atau visi. The National Institute of Occupational Safety and Health melaporkan bahwa 88 persen dari orang-orang yang bekerja dengan komputer selama lebih dari tiga jam per hari menderita kelelahan mata.

Mereka yang berisiko tinggi mengalami CVS adalah mereka yang menghabiskan waktu dua jam atau lebih secara terus menerus di depan komputer setiap hari. Parahnya saat ini untuk bekerja dan bermain, orang-orang tidak lepas dari komputer.

Memang belum ada bukti klinis yang menunjukkan bahwa penggunaan komputer dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen. Namun, faktanya mereka mengalami ketidaknyamanan ketika bekerja atau belajar dengan komputer beberapa jam setiap harinya. Bahkan para ahli mengkhawatirkan akan adanya epidemi masalah mata terkait komputer di masa mendatang, kecuali pelaku bisnis, sekolah, dan produsen komputer mencurahkan sumber daya yang cukup besar untuk mencegah masalah ini.

Bagaimana membaca di monitor bisa berbeda dengan membaca media cetak?

Membaca layar komputer berefek keras pada mata karena cara karakter yang terbentuk pada monitor. Tampilan video terdiri dari piksel, atau titik-titik kecil, bukan gambar padat seperti pada media cetak. Karena mata Anda tidak bisa "mengunci" fokus pada titik-titik piksel ini, mata Anda harus terus fokus untuk menjaga agar gambar tetap tajam. Hasil "refocusing" ini menyebabkan stres pada otot mata. Selain itu, mata akan lebih jarang berkedip bila menggunakan komputer, menyebabkan permukaan mata mengering dan menjadi iritasi. Iritasi membuat fokus menjadi lebih sulit, yang dapat menyebabkan sakit kepala dan sakit leher.

Banyak masalah yang terkait dengan CVS adalah karena faktor ergonomis, berkaitan dengan posisi tubuh dengan lingkungan kerjanya. Misalnya, ketika monitor diposisikan terlalu tinggi, maka Anda harus membuka mata lebih lebar untuk melihatnya. Oleh karena itu, kelopak mata Anda tertarik lebih jauh dari biasanya dan lebih banyak air mata yang menguap. Di sisi lain, jika posisi monitor rendah, mata akan tetap lembab, mengurangi kemungkinan mata menjadi kering. Menurut beberapa penelitian, air mata akan diproduksi lebih banyak ketika melihat ke bawah.

Sindrom Visi Komputer bisa lebih buruk bagi orang-orang yang memiliki kelainan refraksi, penglihatan binokular, gangguan (fokus) akomodatif, atau mata kering.

Anak-anak yang menggunakan komputer bahkan mungkin lebih rentan terhadap CVS daripada orang dewasa. Anak-anak sering terus-terusan menggunakan komputer, seperti untuk permainan, dengan konsentrasi yang besar selama berjam-jam dengan sedikit istirahat. Keadaan seperti ini dapat menyebabkan masalah fokus mata dan iritasi mata.

Apa saja gejala CVS?

Mereka yang mengalami CVS akan menunjukkan gejala-gejala seperti:
  • Sakit kepala
  • Mata lelah
  • Mata gatal
  • Penglihatan kabur
  • Kelelahan
  • Otot tegang.

Dan CVS yang ekstrem bahkan dapat menyebabkan:

Selain ketegangan pada otot-otot yang mengontrol fokus dan pergerakan mata, menggunakan komputer lama dalam waktu lama juga dapat menyebabkan penegangan otot-otot wajah sekitar pipi, pelipis, dan hidung. Penegangan wajah ini menyebabkan berkurangnya sirkulasi darah, membuat mata menjadi lelah.

Orangtua harus mengawasi berapa lama anak-anak mereka menghabiskan waktu di depan komputer. Anak-anak sering tidak mengeluhkan gejala-gejala gangguan mata seperti penglihatan kabur yang disebabkan oleh rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisma karena mereka berpikir semua orang melihat seperti yang mereka lihat. Rabun dekat yang tidak dikoreksi dapat menyebabkan kelelahan mata di depan komputer karena mata harus bekerja keras fokus pada objek dekat. Setiap anak di atas usia 4 tahun sebaiknya menjalani pemeriksaan mata yang komprehensif untuk memastikan bahwa masalah penglihatan dapat didiagnosis dan diperbaiki. Hal ini sangat penting karena anak-anak sekarang menghabiskan begitu banyak waktu di depan komputer.

Langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk meminimalisir CVS?

Faktor terpenting untuk mencegah dan mengobati CVS adalah posisi tubuh terhadap komputer harus ergonomis dan didukung dengan lingkungan eksternal yang baik. Ini termasuk kondisi pencahayaan, kenyamanan kursi, penggunaan document holder, dan posisi monitor, keyboard, dan mouse.

Dimana monitor sebaiknya berada?

Kebanyakan orang merasa lebih nyaman untuk melihat monitor saat mata melihat ke bawah, namun banyak monitor yang ditempatkan sejajar atau bahkan diatas mata. Secara optimal, monitor komputer harus 20 sampai 30 derajat di bawah mata (sekitar 5 atau 6 inci) yang diukur dari pusat monitor, dan 20 sampai 28 inci dari mata.

Bahan referensi yang akan digunakan di komputer harus berada di atas keyboard dan di bawah monitor. Jika hal ini tidak mungkin, gunakan pemegang dokumen di samping monitor. Lebih baik lagi bila dokumen referensinya ada di komputer, sehingga Anda tidak perlu lagi menggerak-gerakkan kepala untuk melihat dari dokumen ke monitor

Bagaimana pencahayaan yang baik?

Penyebab lain sakit kepala adalah karena silau pada layar komputer, terutama dari pencahayaan di ruangan, seperti jendela dan lampu yang digunakan. Gunakan tirai atau gorden di jendela, dan ganti bola lampu meja dengan lampu dengan watt rendah. Jika tidak ada cara untuk meminimalkan silau dari sumber-sumber cahaya, pertimbangkan untuk membeli filter layar silau untuk monitor komputer. Melalui polarisasi, filter ini mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan dari layar.

Untuk jenis lampu, lampu neon adalah jenis lampu yang paling nyaman dalam hal pencahayaan bagi banyak pengguna komputer.

Bagaimana posisi tubuh yang baik saat menggunakan komputer?

Sebagian besar pengguna komputer menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi yang sama. Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan kenyamanan dan posisi tubuh Anda, terutama lengan, tangan, dan pergelangan tangan. Kursi harus nyaman, empuk dan sesuai dengan tubuh. Jika kursi Anda tidak dapat disesuaikan, gunakan pad chiropractic, yang kontur untuk punggung bawah Anda. Kursi yang tinggi juga harus disesuaikan sehingga kaki bisa beristirahat bebas di lantai. Jika kursi Anda memiliki lengan, maka harus disesuaikan untuk memberikan topangan pada lengan saat Anda mengetik. Ketika bahu harus mendukung berat lengan Anda untuk jangka waktu yang lama, bahu, punggung, dan leher bisa terasa sakit.

Ketidaknyamanan pada pergelangan tangan adalah keluhan umum dari orang-orang yang menggunakan komputer untuk jangka waktu lama. Gunakan bantalan pergelangan tangan yang lembut di depan keyboard untuk menaikkan pergelangan tangan Anda. Pergelangan tangan  tidak boleh beristirahat pada keyboard saat Anda mengetik. Hanya jari-jari yang bergerak saat Anda mengetik, pergelangan tangan Anda tetap diam. Mouse harus diposisikan dekat keyboard dan sejajar.

Bagaimana menjaga mata saat menggunakan komputer?

Untuk mencegah CVS, cobalah untuk mengistirahatkan mata Anda saat menggunakan komputer. Istirahatkan mata Anda selama 15 menit setelah dua jam penggunaan komputer terus menerus. Juga, untuk setiap 20 menit menggunakan komputer, untuk melihat ke kejauhan selama 20 detik - aturan "20/20".

Ada tetes mata khusus untuk membantu mata lelah dan mengatasi kurangnya air mata selama penggunaan komputer, tetapi pengobatan terbaik adalah untuk mencegah masalah itu terjadi. Untuk meminimalkan risiko mata kering saat menggunakan komputer, upayakan untuk sering berkedip. Berkedip akan membuat mata terlumasi. Juga, menutup mata Anda, lalu menggulirkan bola mata dapat membantu menjaga mata Anda tetap lembab.

Jika Anda mengenakan kacamata, pertimbangkan untuk menggunakan lensa kacamata yang dirancang khusus untuk pengguna komputer untuk membantu mengurangi CVS.

Anak-anak mungkin tidak menyadari silau pada layar komputer atau kondisi tempat duduk mereka yang tidak ergonomis. Oleh karena itu, orangtua harus memposisikan anak dengan benar saat menggunakan komputer, dan ingatlah bahwa anak butuh istirahat, Anda harus membatasi waktu mereka menggunakan komputer.

Article Resources
  • http://www.visionrx.com/library/enc/enc_cvs.asp#differ
  • http://www.allaboutvision.com/cvs/faqs.htm
  • http://www.aoa.org/patients-and-public/caring-for-your-vision/protecting-your-vision/computer-vision-syndrome?sso=y

Penyebab dan Pengobatan Sakit Kepala Tegang

Friday, September 14, 2018
  • Ada sejumlah faktor yang dapat memicu munculnya sakit kepala tegang, stres menjadi salah satu penyebab tersering.
  • Mereka yang rentan mengalami kecemasan dan depresi lebih berisiko mengalami sakit kepala tegang.
  • Ketimbang laki-laki, perempuan lebih umum mengalami sakit kepala tegang.
  • Pemijatan pada kepala, relaksasi dan menggunakan obat penghilang rasa sakit merupakan pilihan pengobatan jangka pendek untuk sakit kepala tegang.

Tipe sakit kepala

Sakit kepala karena tegang atau biasa disebut dengan sakit kepala tegang disebabkan karena mengencangnya atau mengetatnya otot-otot pada kepala, leher, dan punggung atas. Sakit kepala tegang merupakan jenis sakit kepala yang paling umum terjadi.

Sebagian besar ahli mengklaim bahwa stres adalah pemicu utama sakit kepala tegang. Tubuh yang stres dan cemas akan memerintahkan sistem sarafnya untuk melakukan respon atau perlawanan, yang ditandai dengan pernapasan pendek, tekanan darah dan denyut jantung meningkat, dan peningkatan ketegangan otot.

Ketimbang laki-laki, perempuan diketahui lebih bereaksi terhadap stres, kecemasan, gelisah, dan depresi. Semua kondisi-kondisi emosional tersebut merupakan pemicu-pemicu utama sakit kepala tegang.

Stres, depresi, kecemasan, dan sakit kepala

Penelitian menemukan bahwa orang-orang yang rentan terhadap efek stres, depresi, dan kecemasan lebih mungkin untuk lebih sering mengalami sakit kepala tegang.

Kecemasan dapat menciptakan sakit kepala tegang yang hebat akibat:
  • Meningkatnya ketegangan otot
  • Tubuh dibanjiri dengan bahan kimia stres, seperti adrenalin
  • Menurunnya kadar bahan kimia relaksasi di dalam tubuh, seperti endorfin
  • Menurunnya toleransi emosional untuk stres dan tegang
  • Menurunnya ambang batas nyeri
  • Tubuh menangkal efek dari obat penghilang rasa sakit.

Perempuan dan sakit kepala stres

Perempuan cenderung lebih banyak mengalami sakit kepala tegang dan cemas dibanding laki-laki.

Beberapa stres kehidupan yang berpotensi menyebabkan depresi pada perempuan antara lain:
  • Tekanan ekonomi - umumnya perempuan kurang mendapatkan uang dari jumlah yang didapatkan laki-laki, yang berarti berurusan dengan standar hidup yang lebih rendah yang mengakibatkan kurangnya kesempatan untuk rekreasi atau mendapatkan hiburan.
  • Orangtua - perempuan umumnya menjadi pengasuh utama di rumah, dan menjadi orangtua merupakan tugas berat yang harus dijalani selama 24 jam penuh.
  • Wanita karier - karena berusaha memenuhi antara tuntutan pekerjaan dan keluarga.
  • Masalah perkawinan dan interpersonal.

Pengobatan jangka pendek untuk sakit kepala terkait stres

Beberapa pilihan pengobatan jangka pendek untuk memberikan rasa nyaman dari sakit kepala akibat stres meliputi:
  • Obat penghilang rasa sakit seperti aspirin atau parasetamol
  • Terapi magnetik, mikro dan TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation)
  • Terapi panas, seperti berendam di air panas
  • Kompres es pada bagian kepala
  • Kegiatan-kegiatan yang menghilangkan stres seperti relaksasi, meditasi, atau hipnotis
  • Olahraga
  • Media hiburan seperti membaca buku atau menonton film bagus.

Pengobatan jangka panjang untuk sakit kepala terkait stres

Para peneliti telah menemukan bahwa dengan berolahraga secara teratur akan meredakan ketegangan otot dan membantu meringankan gejala-gejala terkait stres, seperti sakit kepala tegang, cemas, depresi dan beberapa gangguan mood lainnya.

Cara lainnya untuk mengurangi efek stres dalam jangka panjang dan untuk membantu menurunkan kejadian sakit kepala tegang, antara lain:
  • Latihan aerobik, termasuk bersepeda, berenang atau berjalan kaki
  • Teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, dan hipnosis
  • Berkonsultasi dengan psikolog untuk menguatkan manajemen stres
  • Mengatasi ketegangan muskuloskeletal dengan fisioterapi, termasuk obat-obatannya.

Mengurangi stres dalam hidup

Sakit kepala tegang dapat menjadi tanda peringatan bahwa hidup Anda sedang tidak seimbang. Tentu sangat penting untuk mengatasi berbagai sumber stres dalam hidup dan melakukan perubahan yang realistis. Stres yang kronis juga merupakan faktor yang berkontribusi untuk penyakit-penyakit berbahaya, seperti penyakit jantung.

Beberapa ahli yang dapat Anda temui untuk mengatasi kecemasan:
  • Dokter
  • Praktisi terapi komplementer
  • Psikolog
  • Chiropractor
  • Ahli pengobatan badan.

Penting

  • Ada sejumlah faktor yang dapat memicu munculnya sakit kepala tegang, stres menjadi salah satu penyebab tersering.
  • Mereka yang rentan mengalami kecemasan dan depresi lebih berisiko mengalami sakit kepala tegang.
  • Ketimbang laki-laki, perempuan lebih umum mengalami sakit kepala tegang.
  • Pemijatan pada kepala, relaksasi dan menggunakan obat penghilang rasa sakit merupakan pilihan pengobatan jangka pendek untuk sakit kepala tegang.

Article Resources
  • http://www.nevdgp.org.au/info/murtagh/general/Tensionheadache.htm
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/headache-and-stress
  • http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tension-headache/basics/symptoms/con-20014295

Hubungan Antara Kesehatan Gigi dan Berat Badan

Friday, September 14, 2018
Gigi sehat

Senyum yang indah merupakan cerminan gigi yang sehat. Hampir semua orang akan membenarkannya, tapi apakah Anda tahu bahwa ada hubungan antara kesehatan gigi dan penurunan berat badan? Ini sama halnya dengan kesehatan mulut yang juga memiliki hubungan dengan kenaikan berat badan.

Berikut kami akan menguraikan bagaimana kesehatan gigi yang optimal dapat membantu menurunkan berat badan.

Hubungan antara mulut dan tubuh

Seperti yang umum diketahui, kesehatan mulut sangat mempengaruhi kesehatan tubuh secara umum. Gigi dan mulut yang sehat akan mencegah dari penyakit serius pada sistem kardiovaskular dan pernapasan. Lantas, bagaimana kesehatan gigi dapat mempengaruhi berat badan?

Ketika kita berbicara mengenai kesehatan gigi, bukan berarti orientasinya hanya pada menyikat gigi dan flossing, tetapi juga aspek berbeda lainnya seperti diet dan kebiasaan sehari-hari. Dari situ baru dapat diketahui bagaimana seluruh aspek-aspek ini akan mempengaruhi berat badan.

Higiene (kebersihan)

Penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan potensial antara penyakit gusi dan obesitas. Hal ini karena peradangan yang terjadi akibat penyakit gusi menyebabkan stres di dalam tubuh, menyebabkan masalah metabolisme dan sirkulasi. Pada akhirnya, masalah ini dapat menghambat upaya untuk menurunkan berat badan. Dengan memiliki kebersihan mulut dan gigi yang baik, Anda akan tercegah dari penyakit gusi.

Diet

Diet atau makanan yang Anda makan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kesehatan mulut. Yang mana ujung-ujungnya kesehatan gigi dan mulut akan mempengaruhi berat badan Anda. Salah satu bagian terpenting dari kesehatan gigi dan mulut adalah tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang menyebabkan kerusakan gigi. Apa saja makanan atau minuman yang buruk untuk kesehatan mulut? Minuman manis, minuman soda, permen, kue-kue dengan kadar gula tinggi, dan masih banyak lagi. Nah jika Anda menjaga kesehatan mulut dengan menghindari makanan-makanan tersebut, tentu saja akan berefek pula pada berat badan.

Kebiasaan

Ada pula kebiasaan lainnya yang mempengaruhi kesehatan mulut dan berat badan Anda. Kebiasaan meminum alkohol akan membuat mulut kering, yang mengarah ke komplikasi kesehatan gigi. Juga, pada dasarnya alkohol adalah kalori kosong yang sama sekali tidak memiliki manfaat kesehatan. Semakin banyak alkohol yang Anda minum, semakin besar risiko Anda mengalami komplikasi kesehatan mulut dan kenaikan berat badan. Anda tidak perlu mempercayai pendapat orang yang mengatakan bahwa minum alkohol sedikit saja akan menjadi obat.

Menjaga gigi tetap sehat da berat badan turun

Kita sudah berbicara tentang bagaimana higiene, diet, dan kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan gigi dan berat badan. Tapi bagaimana cara merawat kesehatan gigi dan mulut dan menurunkan berat badan? Nah, berikut ini tips yang akan membuat gigi tetap sehat sekaligus menurunkan berat badan Anda.

Makan lima porsi buah dan sayuran sehari. Buah dan sayuran renyah seperti apel, seledri, dan wortel, selain penuh nutrisi juga dapat membantu mulut tetap bersih.

Mengunyah permen karet bebas gula akan menyibukkan mulut. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa permen karet akan membantu mengurangi rasa lapar, dan permen karet bebas gula akan menjaga gigi Anda bersih.

Pastikan rutin mengonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian. Meskipun makanan-makanan ini mengandung kalori, mereka juga sarat dengan nutrisi untuk gigi. Sangat aman untuk mengonsumsinya dalam batas yang wajar.

Akhirnya, kesehatan gigi dan mulut merupakan faktor penting pada kesehatan Anda secara keseluruhan, jadi berilah perhatian besar pada kesehatan gigi dan mulut.

Infeksi Telinga: Gejala dan Pengobatan

Thursday, September 13, 2018
Infeksi telinga sangat umum terjadi. Infeksi telinga disebabkan oleh bakteri atau virus. Ketika telah terinfeksi, telinga akan membengkak sehingga menutupi saluran eustachius.

Saluran eustachius adalah jaringan ikat yang menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang tenggorokan. Saluran eustachius berguna untuk pembuangan cairan dalam telinga dan untuk menjaga agar tekanan udara telinga berada pada level yang normal.

Ketika telinga telah tersumbat atau buntu oleh cairan, maka akan menjadi tempat yang subur bagi bakteri untuk berkembang biak. Itulah mengapa sangatlah penting untuk mengetahui gejala dan mencegah efek buruk yang disebabkan oleh bakteri dan virus.

Bagian telinga

Infeksi Telinga Akibat Bakteri dan Virus

Infeksi telinga paling umum disebabkan oleh bakteri. Contoh bakteri yang sering menginfeksi telinga antara lain: Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis dan Streptococcus pneumoniae (juga disebut pneumococcus).

Selain bakteri, telinga juga dapat terinfeksi oleh virus. Virus yang umum menyebabkan infeksi telinga adalah respiratory syncytial virus (RSV) dan virus influenza.

Infeksi telinga tengah (otitis media) dengan efusi - terdapat cairan kental dan lengket di belakang gendang telinga - juga dapat terjadi ketika terjadi peradangan dan penumpukan cairan dalam telinga, dan dapat menyebabkan perasaan penuh di telinga.

Diagnosis Infeksi Telinga

Untuk memeriksa telinga biasanya dokter akan menggunakan alat otoskop pneumatik, alat ini digunakan untuk melihat gendang telinga. Sedangkan pemeriksaan lain yang mungkin dilakukan antara lain:
  • Tes darah
  • Tes pendengaran
  • Tympanocentesis (penghapusan cairan dari belakang gendang telinga)
  • Timpanometri.

Gejala Infeksi Telinga

Gejala infeksi telinga yang paling umum yaitu:
  • Sakit telinga
  • Demam
  • Lekas marah
  • Hilang selera makan
  • Keluar cairan kuning atau merah dari telinga
  • Sulit tidur
  • Muntah.

Sedangkan gejala yang terjadi akibat penumpukan cairan dalam telinga adalah:
  • Masalah keseimbangan tubuh
  • Pusing
  • Gangguan pendengaran
  • Telinga terasa penuh atau tertekan.
Orangtua harus ekstra mengawasi anak-anak, karena ada beberapa infeksi yang tidak menunjukkan gejala.

Pengobatan Infeksi Telinga

Pengobatan dirumah

Ketika mengalami infeksi telinga, istirahat dan menjaga kebersihan adalah perawatan yang terbaik untuk mempercepat proses kesembuhan. Pengobatan dan tips rumahan lainnya yang dapat dilakukan di rumah antara lain:
  • Istirahat - istirahat akan membantu tubuh melawan infeksi
  • Gunakan kain lap hangat - mengompres panas ke telinga akan membantu mengurangi rasa sakitnya
  • Menggunakan obat tetes telinga - dokter akan meresepkan obat tetes telinga untuk mengatasi infeksi atau nyerinya
  • Menggunakan obat penghilang rasa sakit seperti obat anti inflamasi non steroid.

Pembedahan

Terapi pembedahan terkait infeksi telinga termasuk diantaranya Ear Tube Placement (pemasangan tabung telinga). Ear Tube Placement berarti menempatkan sebuah tabung drainase ke salah satu gendang telinga. Operasi ini akan membantu meningkatkan pendengaran pasien, mengurangi masalah pendengaran, menstabilkan tekanan telinga, dan mencegah infeksi di masa mendatang.

Untuk melakukannya, dokter akan membuat sayatan kecil di gendang telinga dan memasukkan tabung plastik kecil.

Setelah operasi dilakukan, telinga tidak boleh terkena air hingga gendang telinga sembuh. Pasien juga terus menggunakan obat tetes telinga antibiotik untuk mengatasi infeksi telinga sementara tabung terpasang.

Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Hiperglikemia

Thursday, September 13, 2018
Hiperglikemia

Hiperglikemia berarti kadar glukosa yang beredar di dalam darah terlalu banyak. Diabetes terjadi ketika glukosa darah berada di level yang tinggi dari normal. Hiperglikemia merupakan tanda-tanda dari diabetes (diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2) dan pra-diabetes.

Sebagian orang mungkin memiliki beberapa kondisi yang dapat menyebabkan diabetes, seperti sindrom Cushing, pankreatitis (radang pankreas) atau penyakit pada hati. Jika tidak diobati, diabetes akan menyebabkan komplikasi rusaknya berbagai organ vital tubuh seperti ginjal, mata, dan saraf.

Sistem pencernaan tubuh manusia akan memecah karbohidrat menjadi glukosa. Melalui aliran darah, glukosa atau gula ini kemudian dihantarkan ke seluruh sel-sel tubuh. Organ tubuh pankreas memproduksi hormon populer yang kita kenal sebagai insulin, yang berfungsi memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel. Setelah berada di dalam sel, glukosa akan diproses bersama dengan oksigen untuk menghasilkan energi.

Rentang normal untuk pengukuran glukosa darah dapat sedikit berbeda antara laboratorium satu dengan yang lainnya, tetapi secara umum saat puasa (pagi sebelum sarapan) kadar glukosa dianggap normal jika antara 70-100 mg / dL. Kadar glukosa akan naik sedikit di atas kisaran ini setelah makan. Pengukuran glukosa darah acak biasanya lebih rendah dari 125 mg / dL. Kadar glukosa darah yang tinggi dan konsisten mengindikasikan seseorang memiliki diabetes.

Gejala Hiperglikemia

Gejala hiperglikemia (dan diabetes) meliputi:
  • Rasa haus yang berlebih
  • Sering buang air kecil
  • Lemah, letih, lesu
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Gangguan penglihatan, seperti rabun
  • Rentan terhadap infeksi, seperti sariawan.
Hiperglikemia berat dapat menyebabkan keadaan darurat medis seperti diabetic ketoacidosis (DKA) atau hyperglycemic hyperosmolar nonketotic syndrome (HHNS)

Tipe Diabetes

Diabetes ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan glukosa. Ada beberapa jenis diabetes yakni:
  • Diabetes Tipe 1 - karena kurangnya produksi insulin
  • Diabetes Tipe 2 - karena campuran insulin yang kompleks tidak bekerja dengan benar
  • Diabetes Gestasional - bentuk lain diabetes yang sebagian wanita hamil alami. Kehamilan memblok aksi insulin dan membuat kecenderungan untuk diabetes. Ibu dengan diabetes gestasional berisiko mengalami diabetes di kehamilan berikutnya dan di kemudian hari.

Penyebab hiperglikemia

Ada beberapa kondisi, penyakit, dan obat-obatan yang dapat menyebabkan hiperglikemia (dan diabetes), diantaranya:
  • Sindrom Cushing - Gangguan hormonal yang ditandai dengan tingginya kadar hormon steroid yang bertindak seperti kortisol, yang biasanya diproduksi oleh kelenjar adrenal. Penyebabnya bisa karena tumor hipofisis dan kelenjar adrenal, tumor di area lain tubuh, dan terapi obat steroid untuk gangguan inflamasi.
  • Pankreatitis - Pankreas memproduksi hormon insulin. Pankreatitis adalah peradangan pada pankreas, yang dapat berupa akut atau kronis. Pecandu alkohol merupakan kelompok yang berisiko mengalami pankreatitis.
  • Akromegali - Sekresi hormon pertumbuhan yang berlebihan.
  • Obat-obatan tertentu - Termasuk beberapa jenis obat diuretik (obat yang menghilangkan air dari tubuh) dan steroid.
  • Penyakit hati - seperti sirosis hati.

Diagnosis dan Monitoring Hiperglikemia

Kadar glukosa darah dapat diuji dan dipantau dengan berbagai cara, diantaranya:
  • Tes gula darah acak - tes darah yang memeriksa kadar glukosa darah, tidak peduli kapan orang tersebut terakhir kali makan.
  • Tes gula darah puasa - yang dilakukan pada orang puasa (tidak makan atau minum terlebih dahulu) sehingga kadar glukosa darah 'dasar' dapat diketahui. Ini pemeriksaan yang paling umum dilakukan untuk mendiagnosis diabetes.
  • Tes toleransi glukosa oral - pasien diberikan minuman khusus yang mengandung glukosa sebagai persiapan. Tes darah kemudian dilakukan dua jam kemudian untuk memeriksa kadar glukosa darahnya.
  • Tes hemoglobin glikosilasi - tes ini adalah panduan untuk rata-rata tingkat glukosa darah selama tiga bulan terakhir. Tes hemoglobin glikosilasi biasanya dilakukan sebagai cara untuk memantau pengobatan pada orang yang didiagnosis diabetes.
  • Uji glukosa darah di rumah - orang yang didiagnosis diabetes dapat menguji kadar glukosa darah mereka sendiri di rumah dengan alat (kit) khusus. Setetes darah ditempatkan pada suatu strip kertas, yang kemudian dimasukkan ke dalam glucometer darah. Sampel darah yang diambil biasanya berasal dari ujung jari yang dilukai.

Pengobatan Hiperglikemia

Pengobatan hiperglikemia bervariasi tergantung dari bentuk diabetes yang dialami. Misalnya, diabetes Tipe 2 sering dapat ditangani hanya dengan diet saja, atau obat tertentu. Diabetes Tipe 1 membutuhkan suntikan insulin rutin. Diabetes gestasional biasanya sembuh dengan sendirinya ketika sang ibu telah melahirkan, di mana pada saat itu hormon-hormon kehamilan tidak lagi hadir dalam tubuh ibu. Jika hiperglikemia disebabkan karena kondisi medis selain diabetes, maka pengobatan akan berfokus untuk mengobati kondisi atau penyakit yang menyebabkannya,.

Article Resources
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/hyperglycaemia
  • http://www.medicinenet.com/hyperglycemia/article.htm

Manfaat, Risiko, dan Prosedur Tes Alergi pada Kulit

Saturday, September 08, 2018
Tes alergi dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang akan mengembangkan gejala-gejala alergi terhadap suatu zat yang ia sentuh, hirup, atau makan.

Dalam tes alergi pada kulit, kulit akan dipapari dengan zat yang dicurigai sebagai penyebab alergi (alergen). Selanjutnya kulit akan diamati untuk melihat ada tidaknya tanda-tanda alergi.

Manfaat Tes Alergi pada Kulit 

Hasil dari tes alergi pada kulit dapat membantu dokter dalam merencanakan pengobatan alergi.

Tes alergi pada kulit banyak dilakukan untuk membantu mendiagnosa berbagai kondisi alergi, seperti:
  • Hay fever (rhinitis alergi)
  • Asma alergi
  • Dermatitis (eksim)
  • Alergi makanan
  • Alergi penisilin
  • Alergi racun serangga
  • Alergi bahan lateks.

Selain aman bagi dewasa dan anak-anak, tes alergi pada kulit juga aman bagi bayi. Namun ada beberapa kondisi dimana tes alergi kulit tidak disarankan, yaitu:
  • Pernah mengalami reaksi alergi yang parah. Ketika seseorang sangat sensitif terhadap zat tertentu, bahkan dalam jumlah yang sedikit. Zat yang digunakan dalam tes alergi pada kulit bisa saja memicu reaksi alergi anafilaksis, yakni suatu bentuk reaksi alergi parah yang mengancam jiwa.
  • Sedang mengkonsumsi obat yang dapat mempengaruhi hasil tes. Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat antihistamin, antidepresan dan beberapa obat untuk mengatasi rasa panas pada perut.
  • Memiliki penyakit kulit tertentu. Jika eksim atau psoriasis yang parah telah mempengaruhi sebagian besar bagian kulit lengan dan punggung - lokasi pengujian umumnya - maka tes alergi pada kulit akan tidak efektif. Penyakit kulit lainnya seperti dermatographia, juga dapat menyebabkan hasil tes tidak akurat.

Tes darah (in vitro immunoglobulin E antibody tests) juga bisa berguna bagi mereka yang tidak menjalani tes alergi pada kulit. Namun, tidak seperti tes alergi pada kulit, tes darah jarang sekali dilakukan karena kurang sensitif dan biayanya lebih mahal.

Secara umum, tes alergi pada kulit paling dapat diandalkan untuk mendiagnosis alergi terhadap substansi-substansi di udara, seperti serbuk sari, bulu hewan, tungau, dan debu. Tes kulit juga dapat membantu diagnosa alergi makan, tetapi karena alergi makanan adakalanya bersifat kompleks, maka mungkin perlu ditambah dengan tes atau prosedur lain.

Risiko Tes Alergi pada Kulit

Efek samping yang paling umum dari tes alergi pada kulit adalah sedikit pembengkakan, merah, bintul dan gatal pada kulit. Pada sebagian orang, pembengkakan, kemerahan dan gatal-gatal dapat bertahan selama beberapa jam atau bahkan selama beberapa hari.

Tes alergi pada kulit jarang menyebabkan reaksi yang parah dan spontan, namun sebagai antisipasi, tes alergi pada kulit harus dilakukan di ruangan yang tersedia peralatan dan obat-obatan darurat.

Persiapan Tes Alergi Kulit

Sebelum merekomendasikan tes alergi pada kulit, dokter akan memeriksa pasien dengan mengajukan pertanyaan dan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari petunjuk tambahan tentang penyebab dan gejala alerginya.

Obat-obatan yang dapat mengganggu hasil tes

Beberapa jenis obat dapat menekan reaksi alergi, sehingga membuat hasil tes tidak akurat. Dan sebagian obat lainnya malah dapat meningkatkan risiko serangan alergi selama tes. Dokter akan menyarankan pasien untuk tidak mengonsumsi obat-obatan tertentu menjelang dan selama tes.

Beberapa jenis obat yang dapat mengacaukan hasil tes pada kulit antara lain:
  • Antihistamin resep, seperti levocetirizine (Xyzal) dan desloratadine (Clarinex)
  • Antihistamin non resep, seperti loratadine (Claritin, Alavert), diphenhydramine (Benadryl, orang lain), klorfeniramin (Chlor-Trimeton), cetirizine (Zyrtec, orang lain) dan fexofenadine (Allegra)
  • Antidepresan trisiklik, seperti nortriptyline (Pamelor) dan desipramine (Norpramin)
  • Obat sakit maag tertentu, seperti cimetidine (Tagamet) dan ranitidine (Zantac)
  • Obat asma omalizumab (Xolair). Obat ini dapat mengganggu hasil tes selama enam bulan atau lebih bahkan setelah berhenti menggunakannya.

Prosedur tes alergi pada kulit

Tes alergi pada kulit biasanya dilakukan di rumah sakit dan klinik-klinik. Biasanya tes dilakukan oleh perawat dan hasilnya akan ditafsirkan dokter. Biasanya tes ini akan memakan waktu  20-40 menit. Beberapa tes dapat segera diketahui hasilnya dalam beberapa menit, sedangkan beberapa tes lainnya dapat memakan waktu hingga beberapa hari karena reaksi alergi yang tertunda.

Tes tusuk kulit (skin prick test)

Tes tusuk kulit

Tes tusuk kulit adalah pemeriksaan reaksi alergi yang menggunakan 40 zat yang berbeda sekaligus. Tes ini biasanya dilakukan untuk mengidentifikasi alergi terhadap serbuk sari, cendawan, bulu hewan, tungau, debu dan makanan. Pada orang dewasa, tes ini biasanya dilakukan di lengan bawah, sedangkan pada anak-anak dapat diuji pada punggung bagian atas.

Tes alergi pada kulit bukanlah prosedur yang menyakitkan. Tes ini menggunakan jarum (lancet) yang tidak menembus permukaan kulit sehingga kulit tidak akan berdarah.

Setelah membersihkan area kulit yang akan diuji degan alkohol, perawat membuat tanda kecil pada kulit dan meneteskan ekstrak alergen pada setiap tanda tersebut. Kemudian menggunakan lancet atau jarum untuk menusuk ekstrak sehingga masuk permukaan kulit. Setiap penusukan alergen mengunakan jarum atau lancet yang baru.

Untuk melihat apakah kulit bereaksi normal, dua zat tambahan diterapkan ke permukaan kulit:
  • Histamin. Pada kebanyakan orang, zat ini menyebabkan respon kulit. Jika tidak bereaksi terhadap histamin, maka tes alergi kulit tidak akan mengungkapkan alergi bahkan jika memilikinya.
  • Gliserin atau salin. Pada kebanyakan orang, zat ini tidak menyebabkan reaksi apapun. Jika seseorang bereaksi terhadap gliserin atau salin, berarti mungkin memiliki kulit sensitif. Hasil tes akan perlu ditafsirkan secara hati-hati untuk menghindari diagnosis alergi palsu.

Sekitar 15 menit setelah penusukan kulit, perawat mengamati kulit untuk tanda-tanda reaksi alergi. Jika pasien alergi terhadap salah satu zat yang diuji, akan terjadi pembengkakan, merah, benjolan gatal yang mungkin terlihat seperti gigitan nyamuk. Perawat kemudian akan mengukur ukuran benjolan ini.

Setelah perawat mencatat hasil, kulit akan dibersihkan dengan alkohol.

Tes injeksi kulit

Tes injeksi kulit

Tes alergi juga dilakukan dengan menyuntikkan sejumlah kecil ekstrak alergen ke dalam kulit pada lengan (uji intradermal). Lokasi penyuntikan kemudian diperiksa setelah sekitar 15 menit untuk melihat tanda-tanda alergi.

Dokter mungkin merekomendasikan tes ini untuk memeriksa alergi terhadap racun serangga atau penisilin.

Tes patch

Tes patch

Tes patch atau uji tempel umumnya dilakukan untuk melihat apakah zat tertentu yang menyebabkan iritasi alergi kulit (dermatitis kontak). Tes patch bisa mendeteksi reaksi alergi tertunda, yang dapat memakan waktu beberapa hari untuk berkembang.

Tes patch tidak menggunakan jarum. Sebaliknya, alergen diterapkan pada patch, yang kemudian ditempatkan pada kulit. Selama tes patch, kulit mungkin terkena 20 sampai 30 ekstrak zat berbeda yang dapat menyebabkan dermatitis kontak. Ini dapat termasuk lateks, obat, wewangian, pengawet, pewarna rambut, logam, dan resin.

Patch akan terus digunakan pada lengan atau punggung selama 48 jam. Selama waktu ini, patch tidak boleh kena air, termasuk tidak boleh terkena keringat banyak, jadi pasien harus menghindari aktivitas yang dapat mengeluarkan keringat berat. Kulit yang teriritasi di lokasi patch mungkin menunjukkan alergi.

Hasil

Hasil tes tusuk kulit atau tes intradermal akan diperoleh sebelum pasien meninggalkan ruangan dokter. Namun untuk tes patch mungkin memerlukan waktu beberapa hari atau lebih.

Jika sebuah tes hasilnya positif berarti ada kemungkinan alergi terhadap zat tertentu. Semakin besar benjolan juga bisa menunjukkan tingkat yang lebih besar dari sensitif untuk suatu zat. Hasil tes negatif berarti kemungkinan tidak alergi terhadap alergen tertentu.

Perlu diingat, tes alergi pada kulit tidak selalu akurat. Tes alergi pada kulit terkadang mengindikasikan alergi padahal sebenarnya tidak (false positif), atau tes alergi pada kulit mungkin tidak memicu reaksi pada alergen tertentu padahal sebenarnya seseorang itu alergi terhadap alergen itu (false negative).

Kulit juga bisa saja bereaksi berbeda terhadap pengujian yang sama tapi dilakukan di waktu yang berbeda. Atau pasien mungkin bereaksi positif terhadap substansi selama tes tapi tidak bereaksi dalam kehidupan sehari-harinya.

Article Resources
  • http://www.mayoclinic.org/tests-procedures/allergy-tests/basics/results/prc-20014505