10 Cara Terbaik Mengatasi Kebiasaan Mengantuk

Friday, April 20, 2018
Mengantuk

Dalam arti sederhana, mengantuk berarti merasa ingin tidur. Orang yang memiliki kebiasaan mengantuk dapat tertidur pada saat yang tidak tepat. Kebiasaan mengantuk dapat juga disebut hipersomnia atau somnolen.

Mengantuk paling sering diakibatkan karena kurang tidur. Bahkan, mengantuk berlebihan di siang hari bisa merupakan gejala dari gangguan tidur. Penyebab lainnya adalah faktor emosional, seperti depresi, kecemasan, stres, dan kebosanan.

Mengantuk juga bisa merupakan efek samping dari obat-obatan tertentu. Penyebab lainnya adalah diet yang buruk, gangguan makan, sakit kronis, kurang berolahraga, penyalahgunaan alkohol, diabetes, dan hipotiroidisme (tiroid yang kurang aktif).

Rasa kantuk dapat mempengaruhi produktivitas dan bahkan menyebabkan kerusakan dalam kehidupan pribadi. Dengan perubahan gaya hidup, pola makan yang sehat dan pola tidur yang tepat, kebiasaan mengantuk dapat diatasi.

Berikut ini adalah 10 cara terbaik untuk mengatasi kebiasaan mengantuk:

1. Tentukan waktu tidur

Kurang tidur dan tidur yang tidak berkualitas adalah dua penyebab utama di balik kantuk di siang hari. Oleh karena itu, mengatur waktu tidur yang tepat adalah salah satu cara terbaik untuk mencegahnya. Tidur yang tepat bahkan membantu melawan rasa lemah, lelah, depresi dan stres.

Kebutuhan tidur tiap orang berbeda-beda, namun rata-rata 7-8 jam dalam sehari sudah bisa membuat tubuh kembali fit.

Agar tidur lebih nyenyak:
  • Tetapkan jam tidur dan jam bangun setiap hari
  • Kamar dalam keadaan gelap / lampu remang agar tidur nyenyak
  • Gunakan kasur, selimut, dan bantal yang berkualitas baik untuk meningkatkan kualitas tidur
  • Baca buku sebelum tidur
  • Jangan menatap layar komputer, bermain gadget, menonton TV sebelum jam tidur malam.

2. Mandi sinar matahari pagi

Paparkan diri dengan sinar matahari pagi setiap hari. Sinar matahari akan membantu tubuh tetap energik dan melawan kantuk di siang hari.

Sinar matahari juga membantu tubuh memproduksi vitamin D. Sebuah penelitian tahun 2013 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan tidur, terutama mengantuk di siang hari.

Ketika bangun pagi, berjalanlah di luar rumah dan nikmati paparan sinar matahari selama lebih kurang 15 menit. Jangan menggunakan tabir surya selama melakukan ini.

3. Percikkan air dingin ke wajah

Ketika terserang kantuk, percikkan air dingin ke wajah Anda. Perubahan suhu wajah yang tiba-tiba dapat membantu menghilangkan perasaan kantuk dan meningkatkan energi serta fokus mental.

Jika perlu, setelah memercikkan wajah dengan air dingin, berdirilah di depan hembusan dingin AC agar terapi air ini menjadi lebih efektif.

Juga, mandi air dingin di pagi hari dapat membantu mengusir kantuk dan juga meningkatkan sirkulasi darah.

4. Minum teh hijau di pagi hari

Teh hijau meningkatkan energi dan stamina selama berjam-jam setelahnya dan mencegah kantuk. Teh hijau bahkan efektif melawan kelelahan dan stres, selain meningkatkan fokus mental. Juga, polifenol yang terkandung di dalamnya dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

5. Minum air jeruk nipis

Minum air jeruk nipis di pagi hari adalah cara lain yang sangat baik untuk menghilangkan kantuk di siang hari. Air jeruk nipis membantu menjaga tubuh terhidrasi dan membuang racun berbahaya. Dehidrasi akan mempengaruhi oksigenasi otak, membuat Anda merasa lelah dan mengantuk.

Minumlah segelas air jeruk nipis di pagi hari dan boleh ditambah satu gelas lagi di siang hari.

6. Sarapan makanan ringan

Untuk mencegah kantuk di siang hari, jangan pernah meninggalkan sarapan. Makan sarapan ringan yang sehat akan membuat tubuh tetap aktif di pagi hari dan lebih produktif dalam kegiatan sehari-hari.

Tidak sarapan akan membuat gula darah tubuh rendah di pagi hari sehingga tingkat energi turun.

7. Olahraga

Olahraga teratur 30 menit sehari, 5 kali seminggu, dapat sangat membantu meningkatkan energi dan melawan kantuk di siang hari. Olahraga juga meningkatkan kualitas tidur di malam hari.

Olahraga di luar ruangan memberikan manfaat yang paling banyak. Jangan memaksakan diri saat berolahraga sehingga membuat Anda lelah. Dan jangan berolahraga tepat sebelum jam tidur.

8. Aromaterapi

Aromaterapi dapat membantu mengurangi kantuk di siang hari, serta mengatasi iritabilitas, lemah, kelelahan dan sakit kepala. Beberapa minyak esensial terbaik untuk aromaterapi termasuk rosemary, basil dan peppermint.

Teteskan beberapa tetes minyak esensial favorit kesukaan Anda pada kain, dan hirup dari waktu ke waktu untuk membuat Anda tetap waspada dan terjaga. Opsi lainnya adalah menambahkan beberapa tetes minyak esensial ke dalam air  mandi.

Anda juga bisa menyebarkan minyak aromaterapi di ruang kerja untuk hasil yang berkelanjutan.

9. Makan makanan kaya omega-3

Sebuah penelitian tahun 2014 oleh Universitas Oxford menunjukkan bahwa kadar omega-3 DHA yang lebih tinggi terkait dengan kualitas tidur yang lebih baik. Tidur yang nyenyak di malam hari secara otomatis akan membantu melawan rasa kantuk di siang hari serta kelelahan dan depresi ringan.

Selain itu, asam lemak omega-3 membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan membuat Anda tetap waspada sepanjang hari. Beberapa sumber asam lemak omega-3 yang baik antara lain, ikan berlemak (salmon, sardin, dan tuna), kacang-kacangan, dan telur.

10. Hindari makanan yang menyebabkan kantuk

Selain dengan mengonsumsi makanan sehat, Anda juga perlu menghindari makanan yang menyebabkan mengantuk.

Pada sebagian orang, memakan beberapa jenis makanan seperti nasi, gorengan, pisang, daging, keju, susu, dan sayuran tertentu dapat menyebabkan kantuk. Anda sebaiknya menghindari makanan-makanan seperti ini di pagi hari jika memang dapat menyebabkan kantuk.

Gejala, Penyebab, dan Pertolongan Pada Hipotermia

Thursday, April 19, 2018
Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi suhu tubuh yang sangat rendah, yakni dibawah 35° C (95° F). Suhu tubuh normal dewasa berada di kisaran 36-37° C.

Orang akan lebih rentan mengalami hipotermia jika:
  • masih anak-anak atau sudah tua
  • mengalami sakit kronis, terutama orang yang memiliki masalah jantung atau aliran darah
  • malnutrisi
  • terlalu lelah
  • mengonsumsi obat tertentu
  • di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan.

Orang yang mengalami gangguan mental, mungkin tidak berpakaian dengan tepat untuk cuaca atau tidak memahami risiko cuaca dingin. Orang dengan gangguan mental sering tersesat dengan mudah, membuatnya berada di suatu lokasi dalam cuaca dingin atau basah.

Penyebab hipotermia

Hipotermia terjadi ketika lebih banyak panas yang hilang daripada yang bisa dihasilkan oleh tubuh. Dalam kebanyakan kasus, hipotermia terjadi setelah terpapar udara atau air dingin untuk waktu yang lama.

Penyebab umum hipotermia, antara lain:
  • berada di luar rumah saat musim dingin tanpa pakaian pelindung yang memadai
  • jatuh ke air dingin kolam, danau, sungai, atau lainnya
  • mengenakan pakaian basah dalam cuaca berangin atau dingin
  • menguras tenaga, kurang minum cairan, atau tidak cukup makan dalam cuaca dingin
  • tinggal di rumah yang terlalu dingin, rumah yang tidak bisa melindungi dari dingin atau karena terlalu banyak pendingin udara.

Gejala hipotermia

Ketika seseorang mengalami hipotermia, perlahan mereka akan kehilangan kemampuan untuk berpikir dan bergerak. Faktanya, mereka bahkan mungkin tidak menyadari bahwa mereka butuh perawatan darurat. Seseorang dengan hipotermia juga cenderung mengalami radang dingin (jaringan tubuh membeku dan rusak).

Gejala-gejala hipotermia meliputi:
  • mengantuk
  • lemah dan kehilangan koordinasi
  • kulit pucat dan dingin
  • kebingungan
  • berbicara melantur
  • nadi lemah
  • tekanan darah turun
  • kontraksi otot, sebagai usaha tubuh untuk menghasilkan panas
  • menggigil yang tidak terkendali (meskipun ketika suhu tubuh sudah sangat rendah, menggigil dapat berhenti)
  • pernapasan atau denyut jantung lambat.

Letargi (penurunan kesadaran dan pemusatan perhatian), serangan jantung, syok, dan koma dapat terjadi jika tidak segera ditangani. Hipotermia bisa berakibat fatal.

Pertolongan pertama hipotermia

Ikuti langkah-langkah berikut jika Anda menemukan korban hipotermia:
  1. Jika korban memiliki gejala-gejala hipotermia, terutama jika sudah kebingungan atau tidak bisa berpikir, segera cari bantuan medis.
  2. Jika korban tidak sadar, periksa saluran napas, pernapasan, dan sirkulasinya. Jika korban bernapas kurang dari 6 napas per menit, mulailah menyelamatkan pernapasannya dengan metode CPR(teknik kompresi dada dan pemberian napas buatan).
  3. Bawa korban ke ruangan bersuhu kamar dan tutupi dengan selimut hangat. Jika tidak memungkinkan masuk ke rumah, jaga korban dari air dan hembusan angin, dan gunakan selimut sebagai isolasi dari area yang dingin.
  4. Tutupi kepala dan leher korban untuk membantu mempertahankan panas tubuhnya.
  5. Begitu berada di dalam rumah, lepas pakaian basah dan ganti dengan pakaian kering.
  6. Hangatkan korban. Jika perlu, gunakan panas tubuh Anda untuk membantu pemanasan. Kompres hangat ke leher, dada, dan selangkangan. Jika orang itu sadar dan dapat dengan mudah menelan, berikan cairan hangat, manis non-alkohol untuk membantu pemanasan.
  7. Tetaplah bersama korban sampai bantuan medis tiba.

Jangan

Ikuti tindakan pencegahan berikut:
  • Jangan berasumsi bahwa seseorang yang ditemukan terbaring tak bergerak di udara dingin sudah mati.
  • Jangan menggunakan panas langsung (seperti air panas, bantal pemanas, atau lampu panas) untuk menghangatkan korban.
  • Jangan memberi korban alkohol.

Mencegah hipotermia

Sebelum Anda akan menghabiskan waktu di luar di udara dingin, jangan minum alkohol atau merokok. Minumlah banyak cairan, cukup makan dan istirahat cukup.

Kenakan pakaian yang tepat dalam suhu dingin untuk melindungi tubuh. Ini termasuk:
  • Sarung tangan (mitten lebih baik)
  • Pakaian berlapis anti angin dan air
  • Kaus kaki (hindari bahan katun)
  • Syal dan topi yang menutupi telinga (untuk menghindari kehilangan banyak panas melalui bagian atas kepala Anda).

Hindari:
  • Suhu yang sangat dingin, terutama yang berangin kencang
  • Pakaian basah
  • Pakaian ketat, posisi sempit, kelelahan, obat-obatan tertentu, merokok, dan alkohol.

Article Resources
  • https://www.pennmedicine.org/for-patients-and-visitors/patient-information/conditions-treated-a-to-z/hypothermia
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypothermia/symptoms-causes/syc-20352682
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Hypothermia

Kifosis : Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Tuesday, April 17, 2018
Kifosis atau kyphosis adalah keadaan tulang belakang yang melengkung ke depan sehingga menyebabkan penderitanya menjadi bungkuk.

Bila dilihat dari samping, tulang belakang memiliki bentuk kurva (lengkungan) yang normal. Kurva ini membantu tubuh lebih baik dalam menyerap beban dari berat tubuh terhadap tulang belakang.

Tulang belakang leher dan tulang belakang lumbar (pinggang) memiliki kurva ke dalam normal yang secara medis disebut "kurva lordotik" atau "lordosis", dimana tulang belakang bengkok ke belakang. Tulang belakang toraks (punggung tengah) memiliki kurva keluar normal yang secara medis disebut sebagai "kurva kifotik" atau "kifosis", di mana tulang belakang bengkok ke depan. Kifosis yang dimaksudkan disini adalah kurva kifosis yang abnormal.

Kifosis


Penyebab

Kifosis dapat terjadi pada semua usia, meskipun jarang merupakan bawaan lahir.

Jenis kifosis yang terjadi pada masa anak-anak atau remaja dikenal sebagai penyakit Scheuermann. Suatu kondisi yang menyebabkan tulang punggung atas terangkat, seperti punuk dan menyebabkan bungkuk. Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti.

Kifosis juga dapat terjadi akibat postur tubuh yang buruk pada saat kanak-kanak, seperti kebiasaan membungkuk, dan membawa tas sekolah yang berat. Kebiasaan seperti ini dapat menyebabkan ligamen dan otot yang mendukung tulang belakang meregang, sehingga menarik tulang belakang keluar dari posisi normal, menghasilkan kifosis.

Pada dewasa, kifosis dapat disebabkan oleh:
  • Penyakit degeneratif pada tulang belakang (seperti arthritis atau degenerasi cakram)
  • Fraktur (patah) yang disebabkan oleh osteoporosis (fraktur kompresi osteoporosis)
  • Cedera (trauma)
  • Spondylolisthesis (salah satu tulang dari tulang belakang tergelincir keluar /maju ke depan).

Penyebab lain kifosis termasuk:
  • Hormon-hormon tertentu (endokrin)
  • Gangguan jaringan ikat
  • Infeksi (seperti tuberkulosis)
  • Distrofi otot (kelompok kelainan bawaan yang menyebabkan kelemahan otot dan hilangnya jaringan otot)
  • Neurofibromatosis (gangguan di mana tumor jaringan syaraf terbentuk)
  • Penyakit Paget (kondisi abnormal yang mengganggu proses regenerasi tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mengalami deformitas atau kelainan bentuk)
  • Polio
  • Skoliosis (kurva tulang belakang seperti huruf C atau S jika dilihat dari depan)
  • Spina bifida (cacat lahir di mana tulang punggung dan kanal tulang belakang tidak menutup sebelum lahir)
  • Kanker dan pengobatannya. Kanker di tulang belakang dapat melemahkan tulang belakang dan membuatnya lebih rentan terhadap fraktur kompresi, juga kemoterapi dan terapi radiasi kanker.

Gejala

Selain kurva tulang belakang yang abnormal, nyeri di punggung tengah atau pinggang adalah gejala paling umum dari kifosis. Gejala lainnya mungkin termasuk hal-hal berikut:
  • Kesulitan bernafas (pada kasus kifosis berat)
  • Kelemahan
  • Kekakuan di tulang belakang.
Namun, kasus ringan kifosis mungkin tidak menciptakan tanda atau gejala yang nyata.

Diagnosis

Pemeriksaan fisik dapat dilakukan untuk melihat kurva abnormal dari tulang belakang. Dokter juga akan memeriksa keberadaan gangguan-gangguan saraf. Ini termasuk, kelemahan, kelumpuhan, atau perubahan sensasi di sekitar kurva.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:
  • X-ray tulang belakang
  • Tes fungsi paru (jika kifosis mempengaruhi pernapasan)
  • MRI (jika mungkin ada tumor, infeksi, atau gejala gangguan saraf)
  • Tes kepadatan tulang (jika mungkin ada osteoporosis)

Pengobatan

Pengobatan kifosis akan tergantung dari penyebabnya:
  • Kifosis kongenital (bawaan) membutuhkan operasi korektif pada usia dini.
  • Penyakit Scheuermann diobati dengan brace tulang belakang dan terapi fisik. Kadang-kadang operasi diperlukan untuk kurva yang besar.
  • Fraktur kompresi dari osteoporosis dapat diabaikan jika tidak ada masalah atau rasa sakit pada sistem saraf. Tetapi osteoporosis perlu diobati untuk membantu mencegah patah tulang di masa mendatang. Untuk kelainan bentuk yang parah atau rasa sakit akibat osteoporosis, operasi adalah pilihan.
  • Kifosis yang disebabkan oleh infeksi atau tumor memerlukan penanganan yang cepat, seringkali dengan pembedahan dan obat-obatan.
Perawatan untuk jenis kifosis lainnya tergantung dari penyebabnya. Pembedahan diperlukan jika gejala sistem saraf atau nyeri terus-menerus berkembang.

Kemungkinan Komplikasi

Kifosis yang dibiarkan dapat menyebabkan hal-hal berikut:
  • Masalah citra tubuh akibat punggung yang bungkuk.
  • Penurunan kapasitas paru-paru
  • Sakit punggung
  • Gejala sistem saraf, termasuk kelemahan kaki atau kelumpuhan
  • Nafsu makan menurun. Dalam kasus yang parah, kurva dapat menyebabkan perut terkompresi dan menyebabkan penurunan nafsu makan.

Pencegahan

Pada anak-anak, didik mereka agar menghindari kebiasaan membungkuk dalam beraktivitas, seperti ketika membaca buku atau menggunakan gadget. Anak-anak juga jangan dibiasakan membawa tas sekolah yang berat.

Pada orang dewasa terutama orang tua, mengobati dan mencegah osteoporosis dapat mencegah banyak kasus kifosis.

Diagnosis dini dan penggunaan brace tulang belakang untuk penyakit Scheuermann dapat meminimalisir kebutuhan untuk operasi, tetapi tidak ada cara untuk mencegah penyakit ini.

Article Resources
  • https://www.pennmedicine.org/for-patients-and-visitors/patient-information/conditions-treated-a-to-z/kyphosis
  • https://www.medicinenet.com/kyphosis/article.htm#what_causes_abnormal_kyphosis_what_are_the_types_of_kyphosis
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kyphosis/symptoms-causes/syc-20374205
  • https://www.nhs.uk/conditions/kyphosis/causes/

10 Tanda Anda Harus ke Dokter Gigi

Monday, April 16, 2018
Dokter gigi

Penyakit gigi dan mulut tahap awal sering tidak terdeteksi, sampai pada akhirnya menimbulkan masalah. Misalnya, lubang atau retak kecil pada gigi mungkin tidak dirasakan, hingga akhirnya lubang itu membesar, lalu menyebabkan sakit gigi hingga kehilangan gigi.

Itulah alasan mengapa Anda disarankan untuk ke dokter gigi minimal setiap 6 bulan sekali. Disana, kondisi kesehatan gigi, gusi, dan mulut akan diperiksa. Semakin cepat masalah gigi dan mulut ditemukan dan ditangani dengan tepat, semakin terhindar seseorang dari penyakit gigi dan mulut yang merugikan.

Namun, pada situasi atau kondisi tertentu kita disarankan untuk ke dokter gigi meskipun belum waktunya kunjungan rutin. Di bawah ini adalah 10 tanda dan gejala bahwa Anda harus segera ke dokter gigi.

1. Nyeri

Rasa nyeri atau bengkak di mulut, wajah, atau leher bisa mengindikasikan banyak hal. Segeralah ke dokter gigi.

2. Gusi bermasalah

Jika gusi bengkak, gusi akan berdarah ketika menyikat gigi atau menggunakan benang gigi, inilah saatnya untuk mengambil nomor antrian di dokter gigi.

3. Malu tersenyum

Apakah Anda sadar bahwa gigi Anda sudah ada yang hilang sehingga membuat Anda malu-malu untuk tersenyum? Bicarakan dengan dokter gigi agar Anda dapat kembali tersenyum lebar.

4. Memiliki penyakit atau kondisi medis tertentu

Dokter gigi juga harus menangani Anda jika Anda memiliki penyakit seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan positif HIV, atau Anda sedang menjalani perawatan medis, seperti terapi radiasi (sinar), kemoterapi atau terapi penggantian hormon.

5. Hamil

Kehamilan bisa menyebabkan beberapa masalah pada gigi. Aman ke dokter gigi pada saat hamil.

6. Kesulitan makan

Kesulitan mengunyah atau menelan bukanlah hal yang normal. Cobalah makan-makanan yang lunak dan cair sampai akhirnya Anda bertemu dengan dokter gigi.
Pelajari lebih lanjut tentang kesulitan menelan >>

7. Mulut kering

Mulut yang selalu terasa kering bisa menjadi pertanda adanya masalah serius atau efek samping dari suatu obat.
Pelajari lebih lanjut tentang mulut kering >>

8. Merokok

Mulai dari bau mulut hingga kanker mulut, merokok membahayakan kesehatan gigi dan kesehatan secara keseluruhan.

9. Nyeri rahang

Temui dokter gigi jika rahang Anda kadang-kadang terasa nyeri ketika membuka dan menutup, mengunyah atau ketika bangun tidur.

10. Bercak, bintik atau luka pada mulut

Jika ada sesuatu yang tidak terasa normal di mulut sebaiknya ke dokter gigi. Setiap sakit mulut yang berlangsung selama satu minggu atau lebih harus diperiksa oleh dokter gigi. Beberapa jenis bercak, bintik, dan luka pada mulut (seperti canker sores, cold sores, leukoplakia and candidiasis) bervarisi dalam tingkat keparahan, penyebab dan penanganannya.

Luka mulut bisa menjadi gejala dari suatu penyakit; seperti infeksi dari bakteri, virus atau jamur atau akibat iritasi yang disebabkan oleh kawat gigi, gigi palsu, atau tepi gigi yang tajam akibat rusak atau penambalan.

Pemeriksaan ke dokter gigi sangatlah penting karena dapat mencegah masalah gigi dan mulut berkembang dan mengobati gejala yang ada sebelum menjadi lebih parah. Jika anda memiliki tambalan, mahkota, implan, atau gigi palsu, kunjungi dokter gigi secara teratur untuk memastikan semuanya baik-baik saja.

Apa itu kanker serviks?

Sunday, April 15, 2018
Kanker serviks adalah kanker yang berkembang dan berasal dari serviks. Serviks atau leher rahim adalah bagian bawah dari rahim yang menggantung di vagina. Dengan kata lain, serviks adalah penghubung antara vagina dan rahim.

Permukaan luar serviks terlapisi oleh sel-sel yang disebut sel skuamosa, sementara bagian kanal serviks dilapisi oleh sel glandular atau interstisial. Bibir luar serviks dimana kedua jenis sel ini bertemu dikenal sebagai zona T atau zona transisi. Di area inilah kanker serviks paling mungkin berkembang.


Kanker serviks terjadi ketika sel sehat atau normal mengalami perubahan yang menyebabkan mereka berubah menjadi sel abnormal.

Sel yang sehat akan tumbuh dan berkembang biak hingga akhirnya sekarat dan mati pada waktunya. Sedangkan sel kanker tumbuh dan berkembang biak di luar kendali, dan mereka tidak mati. Sel-sel abnormal ini akan berkumpul untuk membentuk tumor. Sel-sel kanker ini juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah atau limfatik dan menyerang jaringan disana. Kondisi ini disebut sebagai karsinoma sekunder atau metastasis.

Tipe kanker serviks

Berdasarkan asal selnya, kanker serviks dibagi dalam dua tipe utama, yaitu:
  • Karsinoma sel skuamosa. Dimulai di sel tipis dan datar (sel skuamosa) yang melapisi bagian luar serviks. Sebagian besar kanker serviks adalah karsinoma sel skuamosa.
  • Adenokarsinoma. Jenis kanker serviks yang dimulai pada sel glandular berbentuk kolom yang melapisi kanal serviks.
Terkadang, kedua jenis sel tersebut terlibat dalam kanker serviks.

Faktor risiko dan gejala kanker serviks

Virus HPV atau virus papiloma manusia adalah penyebab sekitar 99% kanker serviks. Sebagian besar virus HPV tidak menyebabkan kanker serviks. Ini disebut virus HPV low-risk atau berisiko rendah. Sedangkan jenis HPV high-risk atau berisiko tinggi dapat menyebabkan kelainan sel atau kanker serviks. Sebagian besar kasus kasus kanker serviks disebabkan oleh virus, HPV-16 dan HPV-18, yang dikenal sebagai jenis HPV berisiko tinggi.

Banyak wanita yang terjangkit infeksi HPV namun tidak semuanya berkembang menjadi kanker. Infeksi HPV tidak berlangsung lama dan akan sembuh sendiri dalam waktu dua tahun. Jika infeksi berlanjut, wanita akan berisiko lebih besar mengalami kelainan sel dan kanker serviks ketimbang wanita dengan infeksi HPV yang sembuh sendiri.

Virus HPV mengubah sel serviks normal menjadi sel abnormal dan untuk jangka waktu yang lama (beberapa tahun atau dekade), sebagian sel abnormal ini kemudian dapat berkembang menjadi kanker serviks.

Faktor risiko lainnya kanker serviks termasuk pola hidup yang tidak sehat, kebiasaan merokok, bergonta-ganti pasangan, memiliki penyakit menular lainnya seperti gonore, klamidia, sifilis, dll, dan memiliki tingkat kekebalan tubuh yang rendah seperti karena AIDS atau karena hal lain.

Seiring kanker yang terus berkembang, gejalanya juga akan berkembang. Gejalanya meliputi pendarahan vagina yang tidak normal, nyeri atau pendarahan saat berhubungan intim, atau keputihan. Mungkin juga ada sakit pinggang dan nyeri pelvis. Pada tahap lanjut perkembangan kanker serviks, dapat terjadi peningkatan frekuensi buang air kemih dan inkontinensia. Bisa juga ada pendarahan dari rektum dan saluran kemih.

Pap smear

Perubahan dan kelainan sel serviks di fase awal tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, karena ini adalah prekursor perkembangan kanker, skrining rutin melalui tes Pap dan HPV dapat membantu mengetahui perubahan sel lebih awal dan mencegah perkembangan kanker serviks.

Kanker akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang dan kanker serviks dapat dideteksi sejak dini, maka kanker serviks adalah salah satu kanker yang paling bisa dicegah. Di negara-negara maju, angka kejadian kanker serviks telah turun karena kesadaran akan tes dan tindakan pencegahan kanker serviks.

Tes Pap atau Pap smear dapat mengetahui perubahan sel pra kanker pada serviks yang mungkin akan menjadi kanker serviks jika tidak ditangani dengan tepat. Wanita yang sudah berusia 21 tahun disarankan melakukan tes Pap.

Jika tes Pap menunjukkan hasil normal, maka kemungkinan untuk terkena kanker serviks dalam beberapa tahun ke depan sangat rendah. Untuk ini, tidak lagi diperlukan tes Pap setidaknya untuk 3 tahun ke depan.

Jika wanita berusia 30 tahun atau lebih, bisa melakukan tes Pap bersamaan dengan HPV. Jika kedua hasil tes normal, maka tes Pap berikutnya adalah lima tahun ke depan.

Article Resources
  • http://www.rayur.com/what-is-cervical-cancer.html

Penyebab dan Perawatan Sakit Leher

Friday, April 13, 2018

Sakit leher adalah rasa nyeri atau tidak nyaman di salah satu struktur leher. Struktur leher meliputi otot, saraf, tulang (tulang belakang), sendi, dan cakram di antara tulang.

Sakit leher dikenal dengan istilah servikalgia. Sakit leher juga sering disebut sebagai kaku leher, karena ketika leher sakit, Anda biasanya akan kesulitan menggerakkannya, terutama untuk menoleh ke salah satu sisi.

Ketika sakit leher terjadi akibat tekanan pada saraf, Anda akan mengalami mati rasa, kesemutan, atau kelemahan di lengan atau tangan.

Penyebab

Penyebab umum sakit leher adalah ketegangan otot. Sakit leher paling sering disebabkan oleh aktivitas sehari-hari yang salah. Aktivitas tersebut antara lain:
  • Membungkuk atau menunduk selama berjam-jam; seperti bekerja di atas meja untuk waktu lama
  • Posisi monitor komputer yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
  • Posisi tubuh yang buruk saat membaca atau menonton TV
  • Tidur dalam posisi tulang belakang / leher yang salah
  • Memutar leher dengan berlebihan
  • Mengangkat benda terlalu cepat atau dengan postur tubuh yang buruk.

Kecelakaan atau jatuh dapat menyebabkan cedera leher parah, seperti patah tulang belakang, terkilir, cedera pembuluh darah, hingga kelumpuhan.

Penyebab sakit leher lainnya termasuk:
  • Penyakit tertentu, seperti fibromyalgia (yang menyebabkan nyeri di sekujur tubuh)
  • Cervical arthritis atau spondilosis (yang menyebabkan kerusakan ruas tulang leher dan bantalannya)
  • Cakram tulang rusak / pecah
  • Fraktur (patah) kecil tulang belakang akibat osteoporosis
  • Stenosis tulang belakang (penyempitan kanal tulang belakang)
  • Infeksi tulang belakang (osteomielitis, diskitis, abses)
  • Tortikolis (kegagalan otot leher)
  • Kanker yang melibatkan tulang belakang.

Perawatan

Jenis perawatan untuk sakit leher tergantung dari penyebabnya. Namun, perawatan untuk sakit leher pada umumnya adalah :
  • Menggunakan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau asetaminopen.
  • Kompres panas dingin pada area yang sakit. Kompres es untuk 48-72 jam pertama, kemudian kompres panas setelah itu.
  • Jika mungkin, beristirahat dari aktivitas normal selama beberapa hari. Ini akan membantu meredakan gejala dan mengurangi ketegangan.
  • Lakukan latihan gerak lambat, gerakkan kepala ke atas dan bawah,  sisi ke sisi, dan dari telinga ke telinga. Ini akan membantu meregangkan otot-otot leher dengan lembut.
  • Pemijatan lembut pada area yang sakit.
  • Penggunaan bantal ortopedi agar posisi leher baik ketika tidur.

Anda harus ke dokter apabila:
  • Rasa sakitnya parah, sehingga sangat mengganggu aktivitas
  • Gejala tidak hilang dalam 1 minggu
  • Mengalami mati rasa, kesemutan, atau kelemahan di lengan atau tangan
  • Nyeri leher disebabkan oleh jatuh, pukulan, atau cedera
  • Terdapat benjolan di leher atau kelenjar bengkak
  • Mengalami kesulitan menelan atau bernapas
  • Rasa sakitnya semakin buruk ketika berbaring atau membuat selalu terbangun di malam hari
  • Kesulitan berjalan.

Anda harus segera mendapatkan perawatan darurat jika mengalami:
  • Demam dan sakit kepala, dan leher begitu kaku sehingga menunduk pun tidak bisa. Ini bisa saja meningitis.
  • Gejala serangan jantung, seperti sesak napas, berkeringat, mual, muntah, atau nyeri lengan atau rahang.

Article Resources
  • https://www.pennmedicine.org/for-patients-and-visitors/patient-information/conditions-treated-a-to-z/neck-pain
  • http://www.bodypaincenter.com (gambar)

Kanker Payudara Pria : Gejala dan Pengobatan

Wednesday, April 11, 2018
Kanker payudara pria

Meski jarang, pria juga bisa terkena kanker payudara. Seperti halnya wanita, pria juga memiliki jaringan payudara di mana sel-sel kanker dapat tumbuh disitu.

Pada remaja perempuan yang pubertas, tubuhnya memproduksi hormon yang membuat jaringan payudaranya tumbuh. Sedangkan remaja laki-laki tidak memproduksi hormon ini sehingga payudara mereka tidak tumbuh.

Sebagian besar kanker payudara pria adalah karsinoma duktal, artinya sel-sel kankernya tumbuh di saluran susu.

Gejala

Seperti kanker payudara pada umumnya, juga ditemukan benjolan atau perubahan bentuk payudara pada kanker payudara pria.

Beberapa gejala kanker payudara pria antara lain:
  • benjolan (biasanya tanpa rasa nyeri)
  • perubahan bentuk payudara
  • nyeri payudara atau puting
  • keluar cairan dari puting
  • inversi puting (puting masuk ke dalam)
  • pembengkakan payudara
  • penebalan kulit payudara atau puting (kemerahan atau kerak).

Perubahan bentuk payudara tidak selalu disebabkan oleh kanker. Misalnya kebanyakan benjolan payudara pria disebabkan oleh ginekomastia, suatu pembesaran jaringan payudara yang tidak berbahaya. Namun, jika Anda mengalami perubahan payudara, segera konsultasi ke dokter.

Penyebab 

Penyebab sebagian besar kanker payudara pada pria tidak diketahui. Tapi ada faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko seorang pria untuk terkena kanker payudara.

Faktor risiko kanker payudara pria antara lain:
  • Penuaan. Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia
  • Keturunan. Memiliki riwayat keluarga kanker payudara akan meningkatkan risiko terkena kanker payudara
  • Predisposisi genetik: Menjadi BRCA1 atau BRCA2 positif
  • Obat-obatan dan alkohol
  • Penyakit hati
  • Sindrom Klinefelter (suatu kelainan genetik)
  • Obesitas
  • Sebelumnya terpapar radiasi.

Jika memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas, bukan berarti Anda akan terkena kanker payudara. Penuaan dan keturunan adalah faktor risiko yang tidak dapat diubah.

Diagnosis

Pria yang didiagnosis dengan kanker payudara di stadium awal, memiliki peluang besar untuk sembuh.

Pemeriksaan payudara menyeluruh akan dilakukan untuk menemukan benjolan pada area yang mencurigakan dan untuk merasakan tekstur, ukuran, dan hubungannya dengan kulit dan jaringan otot. Dokter juga akan memeriksa bagian sekitar payudara untuk mencari kemungkinan penyebarannya, seperti kelenjar getah bening yang membesar (terutama di bawah lengan) atau pembesaran hati.

Tes diagnostik untuk kanker payudara pria biasanya hanya dilakukan ketika dokter telah mencurigai keberadaan kanker.

Tes-tes tersebut antara lain:
  • Mamografi (x-ray payudara)
  • USG payudara
  • MRI
  • Biopsi.

Pengobatan

Pengobatan untuk kanker payudara pria tidak dapat disamakan antara satu pria dengan pria lainnya. Pria dengan kanker payudara kemungkinan akan mendapatkan satu atau kombinasi dari pengobatan-pengobatan di bawah ini.

Pembedahan

Bedah mastektomi modifikasi
Ada dua jenis operasi untuk kanker payudara; mastektomi dan lumpektomi.

Matektomi adalah pengangkatan seluruh jaringan payudara, sering bersama jaringan di sekitarnya. Pada mastektomi sederhana atau total, seluruh payudara diangkat termasuk puting, tetapi tidak mengangkat kelenjar getah bening di bawah ketiak atau jaringan otot di bawah payudara.

Mastektomi nipple-sparing mengangkat seluruh jaringan payudara tetapi meninggalkan puting dan kulit payudara tetap utuh. Tidak semua pasien dengan kanker payudara dapat dilakukan prosedur ini.

Mastektomi radikal modifikasi adalah mastektomi sederhana plus pengangkatan kelenjar getah bening aksila (ketiak).

Pada lumpektomi, hanya sebagian dari payudara yang diangkat.

Karena payudara pria lebih kecil daripada wanita dan karena lokasi kebanyakan kanker payudara pria di bawah puting, lumpektomi umumnya tidak dilakukan pada pria.

Bedah rekonstruksi
Rekonstruksi payudara adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengembalikan bentuk dan tampilan payudara setelah operasi.

Radiasi 

Terapi radiasi memanfaatkan sinar berenergi tinggi untuk membunuh dan menghancurkan sel-sel kanker. Radiasi juga digunakan untuk mengatasi penyebaran kanker.

Terapi radiasi biasanya baru diberikan sampai jaringan operasi sudah sembuh. Jika kemoterapi harus diberikan juga, terapi radiasi biasanya ditunda sampai kemoterapi selesai.

Kemoterapi dan terapi biologi lainnya

Kemoterapi
Kemoterapi adalah pengobatan kanker dengan menggunakan obat. Obat akan memperlambat atau menghentikan kemampuan sel kanker untuk tumbuh dan berkembang biak.

Kemoterapi biasanya diberikan secara:
  • Oral; minum obat kanker (pil atau kapsul) melalui mulut
  • Intravena (IV); obat kanker disuntikkan ke pembuluh darah
  • Intramuskular (IM); obat kanker disuntikkan ke otot
  • Subkutan; obat kanker disuntikkan di bawah kulit.

Setiap pasien kanker belum tentu mendapatkan jenis obat kanker yang sama. Ahli onkologi yang biasanya menentukan obat atau kombinasi obat apa yang paling efektif untuk mengobati kanker payudara seseorang.

Terapi hormon
Hormon estrogen diketahui mendorong pertumbuhan dua dari tiga kanker payudara. Karena itu, memblokir efek estrogen atau menurunkan kadar estrogen dapat mengobati kanker payudara tipe tertentu.

Terapi hormon digunakan untuk membantu mengurangi risiko kekambuhan kanker payudara setelah operasi. Terapi hormon ini berbeda dengan terapi penggantian hormon pada wanita menopause.

Imunoterapi
Imunoterapi dirancang untuk memperbaiki, merangsang, atau meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh.

Selain mencegah dari penyakit, sistem kekebalan tubuh juga dapat berperan dalam mencegah perkembangan atau penyebaran kanker.

Tujuan dari imunoterapi adalah meningkatkan kemampuan sistem pertahanan alami tubuh untuk melawan kanker.

Dibanding terapi kanker konvensional lainnya, imunoterapi minim efek samping karena memanfaatkan sistem kekebalan alami tubuh untuk:
  • Menargetkan sel-sel kanker tertentu, sehingga berpotensi menghindari kerusakan sel-sel normal
  • Membuat sel kanker lebih mudah bagi sistem kekebalan untuk dikenali dan dihancurkan
  • Mencegah atau memperlambat pertumbuhan tumor dan penyebaran sel kanker.

Pencegahan

Belum ditemukan cara pasti untuk mencegah kanker payudara, hanya saja disarankan agar menjalani pola hidup sehat dengan diet makan seimbang, berolahraga secara teratur, serta mengubah faktor-faktor risiko yang bisa diubah.

Article Resources
  • https://www.pennmedicine.org/cancer/types-of-cancer/breast-cancer/types-of-breast-cancer/male-breast-cancer
  • https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer-in-men/detection-diagnosis-staging/signs-symptoms.html
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/male-breast-cancer/symptoms-causes/syc-20374740
  • Gambar: http://breastcancernow.org