Ciri-ciri Tahi Lalat yang Berbahaya

Tuesday, March 05, 2013

Tahi lalat sebenarnya adalah tumor kecil yang berwarna, terdiri dari kelompok-kelompok sel nevus (tahi lalat) yang mengandung sel melanin, yakni sebuah pigmen khusus di kulit. Warna tahi lalat sendiri bisa bermacam-macam, ada yang kuning, coklat, ungu, namun kebanyakan tahi lalat adalah berwarna hitam.

Tahi lalat ada yang besar dan bisa juga kecil, ada yang rata dan ada juga yang timbul (menonjol), licin, berambut, bahkan ada juga yang bentuknya menyerupai kutil. Selain itu, ada pula tahi alat yang sudah ada sejak kita lahir yang biasa kita sebut dengan tanda lahir. Terkadang sebuah tahi lalat juga dapat menjadi berbahaya, yakni suatu keadaan yang disebut melanoma, sejenis kanker kulit yang berbahaya.

Tahi lalat yang berbahaya
Tahi lalat yang berbahaya
Tahi lalat yang biasa umumnya tidak berbahaya, dan kecil sekali kemungkinannya tahi lalat tersebut berubah menjadi tumor ganas. Tetapi suatu junction nevus mungkin terlihat seperti tahi lalat biasa, namun sewaktu-waktu dapat berubah menjadi sangat berbahaya. Tahi lalat yang tumbuh dengan cepat dan warnanya berubah menjadi lebih gelap bisa jadi adalah tahi lalat yang berbahaya dan secepat mungkin harus diangkat (dikeluarkan).
Junction Nevus (junctional nevus) adalah tahi lalat yang tumbuh di perbatasan antara lapisan epidermis dan dermis kulit. Tahi lalat seperti ini mungkin berpigmen dan sedikit terangkat, dan memiliki resiko lebih tinggi menjadi melanoma maligna

Perawatan

Kecuali tahi lalat tersebut memberi pengaruh buruk pada penampilan kita, ada baiknya dibiarkan saja. Tidak semua tahi lalat memperburuk penampilan kita, banyak orang menganggap tahi lalat di suatu titik adalah bagus, misal di dagu, dahi. Namun meskipun begitu, banyak juga orang yang demi kecantikan ingin mengeluarkan tahi lalatnya, hal ini bisa dimaklumi.

Jika tahi lalat telah diangkat (dikeluarkan), ada baiknya jaringan-jaringan itu diteliti oleh ahli patologi. Seluruh tahi lalat harus dikeluarkan pada waktu pembedahan untuk mencegah kemungkinan sisa tahi lalat akan tumbuh menjadi kanker yang berbahaya. Jika sebuah tahi lalat dicurigai berbahaya, maka harus dilakukan penyayatan yang lebih luas pada saat pembedahan, untuk menghilangkan kemungkinan adanya "akar" tahi lalat yang masih tertinggal. Semua tahi lalat yang berubah warna sebaiknya dikeluarkan. Demikian juga dengan tahi lalat yang yang berdarah atau berborok.

Pada umumnya, melanoma yang berbahaya lebih mungkin timbul pada tungkai. Tahi lalat yang selalu "terganggu" seperti oleh ikat pinggang yang ketat lebih besar kemungkinannya untuk mengalami perubahan dan menjadi berbahaya. Tahi lalat seperti itu harus segera dikeluarkan. Begitu pula dengan tahi lalat yang ada rambutnya, ada kemungkinan tahi lalat seperti ini akan menjadi berbahaya. Mengenai proses pembedahan atau operasinya oleh dokter, Anda tidak perlu khawatir, karena hal ini terbilang aman dan tidak berbahaya, baik itu dengan pembedahan atau dibakar dengan listrik.

Kredit foto : behealthy24.com
Share this article :

Artikel Menarik Lainnya

+ comments +3 comments

Anonymous
May 13, 2013 at 10:54 PM

tahi lalat saya sudah ada sejak lahir,, hitam, bulat, berambut.. skrg di usia 29,, tahi lalat terasa skt kyk jerawat,, agak membesar bagian bawahnya.. apa itu tanda tumor ganas? atw hnya jerawat atw bisul yg tumbuh di bwh tahi lalat?

May 14, 2013 at 12:59 AM

Operasi harus dilakukan sedini mungkin jika :
- Ukurannya bertambah besar dengan cepat
- Berubah warna ( tidak homogen )
- Bentuk dan batas tepinya tidak beraturan lagi
- Jaringan kulit di sekitarnya meradang
- adanya rasa sakit, gatal dan perih

Gunakan metode laser saja untuk hasil yang maksimal. Segera periksakan ke dokter. Lebih cepat lebih baik.

Anonymous
June 23, 2013 at 10:27 AM

saya punya tahi lalat di atas bibir, warnanya hitam dan bulat. Saya tidak merasa terganggu dengan keberadaan tahi lalt itu namun kadang saya takut kalau berbahaya karna waktu kecil tidak sebsar ini

Post a Comment

 
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.