Panduan Memilih Susu Formula untuk Bayi

Thursday, June 27, 2013
Advertisement
Tidak ada susu formula yang kandungan dan manfaatnya menyamai ASI. Dan ASI adalah satu-satunya makanan terbaik bagi bayi hingga usianya 6 bulan. Namun sebagian ibu mungkin saja memiliki masalah dalam memberikan ASI pada bayinya dan memutuskan untuk mengkombinasikan atau bahkan menggantinya dengan susu formula. Bila ini memang sudah menjadi keharusan, ada baiknya ikuti Panduan Memilih Susu Formula untuk Bayi di bawah ini.

Susu formula untuk bayi

Susu Formula yang Terbaik

Sangat mudah untuk menjadi bingung dalam menentukan pilihan di saat banyaknya susu formula yang beredar saat ini. Memilih susu formula yang tepat untuk bayi memang merupakan keputusan yang sulit, dan akan ada banyak pilihan yang membingungkan. Ketika membeli susu formula, pertimbangkan jenis protein dan karbohidrat yang terkandung di dalamnya dan bahan-bahan apa saja yang disertakan.

Bentuk-bentuk Susu Formula

Susu formula terdiri dari tiga bentuk dasar: instant, konsentrat cair, dan bubuk.

Susu formula instant

Susu formula instant adalah yang paling mudah digunakan karena tidak lagi memerlukan pencampuran dan pengukuran, cukup buka dan minum. Ini adalah jenis susu formula yang pihak rumah sakit sering berikan kepada bayi yang baru lahir (umumnya di rumah sakit Eropa). Susu formula jenis ini higienis dan sangat membantu ketika Anda ragu akan kebersihan air yang akan digunakan mencampur susu.

Susu instant biasanya agak lebih mahal 20 persen per ons dari susu formula bubuk. Bila disimpan, susu instant juga akan memakan banyak tempat di lemari pendingin Anda. Bayangkan bila Anda harus menyimpan 10-20 susu formula instant di lemari pendingin Anda. Tentu akan banyak memakan tempat bukan.

Setelah dibuka, susu formula instant memiliki usia pakai yang pendek - harus digunakan dalam waktu 48 jam. Juga, susu formula instant sering berwarna lebih gelap daripada susu formula bubuk, banyak ibu yang mengeluhkan hal ini.

Susu formula konsentrat cair

Susu formula konsentrat cair akan membutuhkan pencampuran dengan air (selalu baca petunjuknya). Dibandingkan dengan susu yang siap minum, susu konsentrat cair lebih murah dan tidak terlalu banyak memakan tempat di lemari pendingin. Dan dibandingkan dengan susu formula bubuk, susu formula cair lebih cepat disiapkan namun biasanya harganya akan sedikit mahal.

Susu formula konsentrat bubuk

Susu formula konsentrat bubuk merupakan yang paling ekonomis dan menjadi pilihan yang paling ramah lingkungan. Mudah dibawa, tidak memakan banyak tempat untuk disimpan dan sampahnya tidak akan banyak.

Susu formula bubuk membutuhkan waktu yang lebih lama dalam mempersiapkannya daripada susu lainnya, dan Anda harus mengikuti petunjuk pencampuran dengan seksama. Susu formula bubuk yang telah dibuka, umumnya tetap bisa digunakan setelah satu bulan apabila disimpan di tempat yang direkomendasikan pada keterangannya.

Catatan: Anda mungkin khawatir tentang bahan kimia bisphenol A (BPA) yang ada pada lapisan kaleng susu formula. Kaleng susu formula cair memang mengandung sejumlah kecil bahan kimia BPA. Kaleng susu formula bubuk dianggap sebagai pilihan yang paling aman karena biasanya mengandung bahan kimia BPA yang jauh lebih sedikit.

Jenis Susu Formula

Ada banyak susu formula untuk memenuhi kebutuhan bayi. Tapi yang terbaik adalah hanya menggunakan satu jenis saja dan hilangkan keinginan Anda untuk beralih ke susu formula lain, bahkan jika bayi Anda sepertinya mengalami sedikit gangguan pencernaan di awal menggunakannya.

Masalah yang umum terjadi antara lain spitting up (gumoh), buang angin, dan kolik biasanya berhubungan dengan diet bayi Anda. Jangan dulu ganti susu formula bayi Anda, mungkin itu baru proses awalnya saja. Tapi hubungi dokter bila dalam satu atau dua minggu bayi Anda terus mengalami masalah ini.

Susu formula sapi

Kebanyakan susu formula yang tersedia saat ini berbahan utama susu sapi. Protein susu sapi akan lebih mudah untuk dicerna (bayi kurang mampu mencerna susu sapi hingga umurnya 1 tahun). Kandungan protein, karbohidrat, dan lemak dari susu sapi akan mencukupi kebutuhan bayi.

Susu formula bebas laktosa

Intoleransi laktosa atau ketidakmampuan untuk mencerna laktosa (gula alami dalam susu) cukup jarang terjadi. Namun, jika bayi Anda mengalami intoleransi laktosa, dokter akan merekomendasikan susu formula di mana gula alaminya tergantikan dengan jenis laktosa lain.

Susu formula kedelai

Susu formula ini dibuat dengan protein nabati (tumbuhan), seperti halnya protein dalam susu sapi, susu ini mudah dicerna oleh bayi. Jika bayi Anda mengalami kesulitan untuk mencerna susu protein sapi, dokter mungkin akan menyarankan susu formula kedelai. Dokter juga mungkin akan merekomendasikan susu formula kedelai pada bayi yang mengalami perdarahan rektum ringan, yang mungkin adalah pertanda alergi dengan protein susu sapi.

Jika bayi Anda juga intoleransi dengan laktosa, susu formula kedelai juga dapat menjadi alternatif yang baik karena karbohidrat dalam kedelai adalah sukrosa dan glukosa, bukan laktosa.

Sebaiknya hubungi dokter jika bayi Anda mengalami kolik saat diberikan susu formula kedelai. Untuk kasus ini, beberapa penelitian mengatakan tidak perlu mengganti susu formula kedelai dan beberapa penelitian lain menganjurkan Anda untuk menggantinya. Jadi, konsultasikan dulu dengan dokter.

Susu Formula Berdasarkan Manfaat

Susu formula hidrolisat

Dalam susu formula ini, protein dipecah menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dicerna bayi daripada molekul protein yang lebih besar. Bayi Anda mungkin membutuhkan susu formula hidrolisat jika ia mengalami alergi atau masalah penyerapan nutrisi (masalah umum bagi bayi prematur). Dokter juga mungkin akan menyarankan Anda untuk mencoba formula hidrolisat jika bayi Anda mengalami gangguan kulit seperti eksim.

Susu formula untuk bayi prematur dan berat lahir rendah

Susu formula khusus untuk bayi prematur dan berat lahir rendah ini umumnya mengandung lebih banyak kalori dan protein, serta tipe lemak yang lebih mudah diserap yang disebut dengan trigliserida medium-chain (MCT). Seberapa banyak MCT yang terkandung di dalam susu formula tergantung dari merek susu itu sendiri. Dokter mungkin akan membantu Anda memilih salah satu dari beberapa susu formula jenis ini agar bayi Anda mendapatkan jumlah takaran yang tepat.

Fortifier ASI

Produk susu ini digunakan untuk memperkaya nutrisi bayi yang meminum ASI yang memiliki kebutuhan khusus. Susu ini biasanya dicampur dengan ASI dan ditujukan untuk diberikan secara bergantian dengan ASI dari sang ibu.

Susu formula metabolik

Jika bayi Anda memiliki penyakit yang memerlukan nutrisi yang sangat khusus, ia mungkin memerlukan jenis susu ini.

Susu formula lain

Berbagai susu formula akan terus dikembangkan dan ditawarkan ke ibu-ibu guna membantu meringankan masalah pencernaan pada bayi seperti kolik atau refluks asam. Susu formula ini memiliki rasio protein yang mirip dengan ASI dan sedikit berbeda komposisinya dengan susu formula biasa, tetapi beberapa ahli mengatakan bahwa susu ini biasa saja.

Perbedaan Susu Formula Satu Sama Lain

Ada enam bahan utama dalam susu formula : karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya. Apa yang membuat satu merek susu formula berbeda dari yang lainnya adalah spesifikasi karbohidrat dan protein yang digunakan, serta bahan tambahan yang disertakan.

Tentu saja akan sangat bingung menentukan pilihan dimana setiap susu formula menampilkan semua item pada komposisinya. Di bawah ini, kami membimbing Anda untuk mengenali bahan susu formula dan membandingkannya dengan bahan yang ditemukan dalam ASI.

Karbohidrat

Laktosa adalah karbohidrat utama dalam ASI dan susu formula sapi. Maltodekstrin jagung terkadang digunakan sebagai sumber sekunder karbohidrat dalam susu formula. Susu formula bebas laktosa, kedelai, dan khusus mengandung satu atau lebih karbohidrat berikut: sukrosa, maltodekstrin jagung, tepung jagung (modifikasi), atau sirup jagung padat (corn syrup solids).

Protein

ASI mengandung sekitar 60 persen whey dan 40 persen kasein. Kebanyakan susu formula memiliki kandungan protein yang sama. Beberapa susu formula yang lain mengandung 100 persen whey. Susu formula kedelai mengandung isolat protein kedelai. Beberapa merek susu formula menggunakan sebagian protein kedelai hidrolisat untuk memudahkan dicerna.

Lemak

ASI mengandung campuran lemak tak jenuh tunggal, tak jenuh ganda, dan jenuh. Susu formula menggunakan berbagai minyak guna mencocokkan susunan lemak ASI. Minyak tersebut antara lain minyak kedelai, minyak kelapa, minyak kelapa sawit, dan minyak bunga matahari.

Meskipun minyak kepala sawit telah digunakan secara luas, penelitian menunjukkan bahwa ini bisa mengurangi penyerapan lemak dan kalsium. Ini berarti bahwa bayi Anda tidak akan menyerap lemak dan kalsium dalam jumlah yang banyak ketimbang menggunakan susu formula lain yang tidak mengandung minyak.

Trigliserida medium-chain mudah dicerna dan diserap. Bahan ini biasa digunakan dalam susu formula khusus untuk bayi prematur dan bayi yang mengalami kesulitan mencerna atau menyerap nutrisi.

FDA Amerika Serikat menyetujui penambahan dua asam lemak long-chain untuk susu formula: DHA (docosahexaenoic acid) dan ARA (arachidonic acid), yang sekarang menjadi bahan standar untuk susu formula. Kedua zat ini ditemukan dalam ASI, dan keduanya penting bagi otak dan perkembangan penglihatan.

Bayi mendapatkan DHA dan ARA dari ibu saat trimester ketiga kehamilan, namun transfer kedua zat ini akan terhenti ketika bayi lahir prematur. Semua bayi akan membutuhkan pasokan kedua zat tersebut di tahun pertamanya.

Sejumlah penelitian mendukung suplementasi susu formula dengan DHA dan ARA. Sebuah laporan yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, menunjukkan bahwa bayi-bayi yang diberi susu formula DHA dan ARA memiliki ketajaman visual yang lebih baik daripada bayi yang tidak menerima suplemen itu. Dan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Pediatrics, menyatakan bahwa DHA dan ARA akan meningkatkan pertumbuhan kognitif dan fisik pada bayi prematur.

Belum ada penelitian jangka panjang yang mengkonfirmasikan keamanan kedua zat ini, meskipun tidak ada bukti pula yang menunjukkan bahwa kedua zat ini berbahaya bagi bayi.

Vitamin dan mineral

Kebanyakan keterangan pada label susu formula menjelaskan vitamin dan mineral dalam bahasa ilmiah. Kata-kata ini akan sulit dimengerti oleh orang yang bukan pada bidangnya, seperti ferrous sulfat yang merupakan zat besi, natrium askorbat adalah vitamin C, dan kalsium pantotenat adalah vitamin B5.

Ahli kesehatan merekomendasikan bahwa semua bayi sehat dan tidak diberi ASI secara eksklusif sebaiknya diberikan susu formula yang diperkaya dengan zat besi sampai usia mereka mencapai satu tahun. Sangat penting bagi bayi untuk mendapatkan jumlah minimum zat besi yang disarankan yaitu 0,27 mg setiap hari untuk bayi 0-6 bulan, 11 mg sehari untuk bayi 7-12 bulan untuk mencegah anemia akibat kekurangan zat besi.

Zat besi sangat penting bagi darah untuk pekerjaannya mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa mendapatkan cukup zat besi di tahun pertama kehidupan sangat penting untuk perkembangan otak.

Kebanyakan susu formula mengandung setidaknya 4 mg zat besi per liter. Ada juga usaha perusahaan susu untuk membuat susu formula rendah zat besi. Susu rendah zat besi ini dikembangkan beberapa tahun lalu sebagai tanggapan terhadap kesalahpahaman bahwa zat besi menyebabkan sembelit. AAP Amerika Serikat menolak susu formula semacam ini dan dicap sebagai susu formula yang nutrisinya tidak memadai.

Nukleotida

Ini merupakan blok bangunan dari DNA dan RNA, alaminya terdapat dalam ASI. Zat ini memiliki beberapa fungsi dan dapat membantu pengembangan sistem kekebalan tubuh. Berbagai merek susu formula menambahkan nukleotida dalam jumlah yang berbeda-beda.

Tepung beras

Tepung beras (pati beras) yang ditambahkan ke susu formula "anti-regurgitasi." Dokter mungkin menyarankan jenis susu formula ini untuk mengurangi refluks asam bayi Anda.

Serat pangan

Serat kedelai ditambahkan ke susu formula kedelai untuk pengobatan sementara diare pada bayi.

Asam amino

Asam amino seperti taurin, metionin, dan karnitin ditambahkan ke susu formula kedelai, dan kadang-kadang juga ditambahkan ke susu formula sapi. Ini upaya untuk mencocokkan dengan asam amino di dalam ASI.

Bahan lain

Di sinilah letak perbedaan susu formula merek satu dengan yang lainnya. Tentu saja apabila Anda tidak paham dengan deretan bahan-bahan yang terkandung di dalamnya, silahkan bertanya ke dokter agar tahu apakah bahan-bahan ini memang dibutuhkan bagi bayi atau tidak.

Susu Formula Murah dan Mahal?

Baik itu susu formula mahal atau murah, semua harus memenuhi persyaratan dari BPOM (Indonesia) untuk nutrisi yang terkandung di dalamnya. Salah satu alasan utama menggunakan susu formula murah adalah karena faktor ekonomi. Tidak masalah, susu mahal belum tentu lebih baik dari susu murah. Jelilah dan luangkan waktu sebentar untuk melihat label kemasan susu sebelum Anda membelinya.

Membuat Susu Formula Sendiri

Bisa saja, tapi rasanya mustahil bagi Anda untuk memasukkan semua bahan dalam jumlah yang tepat untuk bayi Anda. Susu formula yang dibuat tidak dengan persyaratan ilmu dan peralatan yang memadai akan menyebabkan kegagalan bayi memperoleh berat badan, malnutrisi, atau bahkan kematian. Sebaiknya jangan pernah berpikir untuk membuat susu formula sendiri.

Menambahkan Bahan Lain ke dalam Susu Formula

Jangan pernah menambahkan bahan lain termasuk vitamin, sereal, asam lemak, minyak zaitun, susu sapi atau apapun dalam susu formula bayi Anda, kecuali memang direkomendasikan oleh dokter. Susu formula dibuat dengan sangat hati-hati dengan jumlah takaran zat yang tepat dari puluhan jenis zat nutrisi. Menambahkan apapun dalam susu formula bisa membahayakan kesehatan bayi Anda. Minyak zaitun, misalnya, dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen, dan bahkan kematian pada bayi.

Susu sapi sangat sulit dicerna oleh bayi, jangan pernah mencampur susu sapi dengan susu formula untuk bayi Anda kecuali usianya sudah mencapai satu tahun. Dan menambahkan ASI ke dalam susu formula hanya akan membuang-buang ASI, kecuali bila diminum sampai habis.

Bingung Memilih Susu Formula?

Jika Anda telah memutuskan untuk memberikan susu formula kepada bayi Anda dan Anda masih bingung dengan banyaknya pilihan yang tersedia, atau Anda saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengganti susu formula, berkonsultasilah dengan dokter. Dokter akan menilai banyak hal sebelum merekomendasikan susu formula yang tepat bagi bayi Anda mulai dari tingkat kesehatan bayi, usia, dan tingkat kebutuhan gizi bayi Anda.

Dokter juga akan memantau reaksi bayi Anda dan menyelidiki gejala apapun yang timbul setelah itu. Jangan mencoba sendiri untuk mendiagnosa alergi atau sensitivitas bayi Anda itu disebabkan oleh susu formula, serahkan saja pada dokter.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer