Fungsi dan Akibat Kekurangan Protein

Thursday, May 16, 2013
Perlukah kita bertanya mengapa protein atau zat putih telur amat penting bagi tubuh? Tentu saja, karena dari proteinlah protoplasma yang hidup di dalam sel itu dibentuk. Protoplasma akan terus menerus menghisap dan menggunakan energi. Sebagian dari energi ini diperlukan untuk pertumbuhan sel itu sendiri dan sisanya untuk aktivitasnya, sekaligus untuk menghasilkan panas. Itulah yang menjadikan kita tetap hangat dan HIDUP. Selama hidup kita, sel-sel itu akan terus mempertahankan suhu tubuh tanpa menghiraukan cuaca. Nah untuk melakukan tugas-tugas ini, sel-sel tersebut harus disuplai dengan protein dan karbohidrat. 

Protein

Protein awalnya terbentuk di dalam tanaman/pohon. Sebuah "pabrik" kecil di dalam daun dan akarnya bekerja terus menerus untuk mengubah zat kimiawi alam yang sederhana menjadi zat yang sangat kompleks seperti protein, karbohidrat dan lemak, yang sedianya akan digunakan di dalam tubuh manusia. Karbohidrat dan lemak menyediakan tenaga untuk semua sel tubuh, sedangkan protein diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan sel.

Untungnya kita tidak perlu untuk mengerti ilmu kimiawi makanan dan sel sebelum kita menentukan makanan. Tidak perlu susah, serahkan saja kepada para ahli ilmu pengetahuan dengan alat-alat penelitiannya yang canggih. Yang terpenting bagi kita adalah mengetahui dengan pasti bahwa makanan yang kita makan mengandung protein yang cukup, karena zat ini sangat penting untuk membangun tubuh yang kuat dan sehat.

Bagaimana Protein di Dalam Tubuh

Protein bukan hanya sebagai zat yang kompleks, tapi masih terdiri lagi menjadi beberapa jenis. Setiap jenis protein mengandung sejumlah "building blocks" atau asam amino, yang selalu diatur dalam urutan tertentu tergantung jenis protein. Protein yang lebih kompleks akan mengandung asam amino yang lebih banyak lagi. Perubahan satu atau dua atom kecil di dalam molekul protein juga akan menghasilkan zat yang berbeda lagi.

Beberapa jenis protein seperti albumin mudah sekali larut di dalam air. Jenis lainnya seperti globulin, hanya dapat dilarutkan di dalam cairan garam. Baik albumin maupun globulin terdapat di dalam peredaran darah bersama dengan beberapa jenis protein yang lain, yang kesemuanya dibutuhkan untuk kehidupan. Semua protein di dalam tubuh akan terus menerus diubah dan digunakan. Ini berarti bahwa protein harus selalu diganti dengan yang baru. Nah untuk inilah kita harus selalu mengonsumsi protein dalam jumlah yang cukup.

Dari makanan kita memperoleh protein, namun sebelum diserap oleh tubuh, seluruh protein harus dipecah lebih dulu menjadi asam amino. Proses ini terjadi di dalam usus kecil. Lalu dari situlah pecahan protein ini diangkut melalui peredaran darah ke hati di mana protein itu diubah dan disimpan serta siap untuk digunakan saat diperlukan tubuh. Di setiap jaringan, pecahan protein ini pada akhirnya akan disenyawakan kembali dengan sejenis protein yang diperlukan bagi sel.

Fungsi protein

Protein akan terus diperlukan untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Protein penting untuk pembentukan tulang dan otot pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan juga diperlukan untuk seumur hidup. Tanpa protein, tidak akan hidup sehat seseorang.

Fungsi utama protein :
- Pembentukan tulang dan otot
- Sumber energi dan sebagai cadangan makanan
- Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan
- Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel
- Sebagai sintesis hormon,enzim, dan antibodi
- Menjaga kekebalan tubuh (sistem imunitas)

Sebuah studi dari seorang ahli biokimia di Universitas Yale Amerika Serikat pada tahun 1914,  Profesor Thomas Osborne Lafayete Mendel, menguji coba sekelompok kelinci dengan menggunakan protein yang bersumber dari daging (hewani) dan tumbuhan (nabati). Kelompok kelinci pertama diberikan protein hewani, sedangkan kelompok kelinci lainnya diberikan protein nabati. Hasilnya, kelinci yang mendapatkan protein hewani beratnya lebih cepat bertambah ketimbang kelinci yang mendapatkan protein nabati. Kemudian, McCay dari Universitas Berkeley mengemukakan studinya bahwa kelinci yang memperoleh protein nabati, lebih sehat dan hidup dua kali lebih lama.

Kekurangan Protein

Setiap orang dewasa sedikitnya harus mengonsumsi 1 g protein per kg berat tubuhnya. Jadi bila berat tubuh seseorang adalah 55 kg, artinya ia harus mendapatkan protein sebanyak 55 g dalam sehari. Namun ini hanya angka kecukupan umum, dan bisa berbeda pada setiap orang. Seperti pada wanita hamil dan olahragawan, mereka akan lebih banyak membutuhkan jumlah protein dari biasanya.

Akibat kekurangan protein :
- Gangguan pertumbuhan
- Mudah terkena infeksi
- Kwashiorkor (busung lapar)
- Marasmus dan bisa berujung pada kematian
- Kerontokan rambut (rambut banyak mengandung protein dan keratin)

Beberapa ahli menyarankan bahwa konsumsi protein kita dalam sehari sebaiknya terbagi menjadi 80% berasal dari protein hewani dan 20 % berasal dari protein nabati.

Sumber Protein yang Utama

Protein terdapat di hampir setiap jenis makanan, tetapi ada beberapa makanan yang mengandung protein jauh lebih banyak dari yang lainya. Makanan yang banyak mengandung protein antara lain :
- Susu
- Telur
- Keju
- Daging
- Ikan
- Ikan Teri
- Bijian-bijian yang masih berkulit ari
- Ercis
- Kentang
- Kacang tanah

Susu dan sejenisnya merupakan sumber protein yang terbaik. Umumnya, protein dari sumber ini mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Susu mengandung protein yang sempurna dan juga mengandung kalsium dan fosfor dalam proporsi yang tepat untuk anak-anak yang sedang tumbuh dan ibu yang masih menyusui. Tetapi meskipun susu merupakan makanan baik, kita harus tetap berhati-hati, karena susu sangat mudah sekali terkontaminasi oleh kuman-kuman penyakit baik itu karena proses pemerahannya, pengolahan, maupun proses penyimpanannya.

Daging juga merupakan sumber utama untuk protein. Selain protein, di dalamnya terkandung pula zat besi, fosfor dan vitamin B Complex. Namun perlu diperhatikan bahwa semua daging hewan mengandung suatu jenis "sampah" yang harus dikeluarkan oleh ginjal. Ini berarti pekerjaan tambahan bagi tubuh dan juga pasti akan membawa kesulitan bagi mereka yang ginjalnya sudah rusak. Ada beberapa alasan orang-orang tidak mau memakan daging. Tapi sejatinya, meskipun ia tidak memakan daging, sebaiknya tetap memperoleh cukup protein dari makanan lain.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.