Penyebab, Gejala dan Pengobatan Gagal Ginjal

Friday, March 22, 2013
Ginjal merupakan salah satu organ penting dari tubuh yang bertugas menyaring dan membuang zat-zat sisa metabolisme tubuh. Ginjal juga berfungsi menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit dalam darah. Kurangnya cairan atau darah karena suatu hal pada tubuh akan menyebabkan seseorang mengalami gagal ginjal akut.

Gagal ginjal akut terjadi karena tubuh mengalami kekurangan cairan atau darah, bukan karena kurang minum. Kekurangan cairan dan darah tersebut bisa disebabkan dari pendarahan yang banyak, seperti saat melahirkan, ginjalnya jadi rusak atau dapat juga terjadi pada seseorang yang mengalami diare yang hebat (tidak tertolong).

Gagal ginjal merupakan kondisi dimana ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar. Gagal ginjal sendiri terbagi menjadi dua, yakni gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronik. Gagal ginjal kronik terjadi secara perlahan-lahan, akhirnya menjadi berat dan tidak bisa disembuhkan. Sedangkan gagal ginjal akut terjadi secara tiba-tiba dan berat, namun masih dapat disembuhkan.

Letak ginjal pada tubuh

Pada gagal ginjal akut, penurunan fungsi ginjal akan terjadi secara tiba-tiba dalam waktu beberapa hari atau beberapa minggu. Ini biasanya ditandai dengan hasil pemeriksaan fungsi ginjal dan kadar urea nitrogen dalam darah yang meningkat.

Sedangkan pada gagal ginjal kronik, penurunan fungsi ginjal terjadi secara perlahan-lahan. Biasanya proses penurunan fungsi ginjal tersebut berlangsung terus menerus selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, sampai akhirnya ginjal tidak dapat berfungsi sama sekali.

Selain karena pendarahan dan diare yang hebat, penyebab lain gagal ginjal akut juga dapat berasal dari konsumsi obat-obatan yang dapat mempengaruhi kerja ginjal. Obat-obatan yang dapat mengganggu kerja ginjal disebut obat-obatan nefrotoksik, yakni paling banyak merupakan obat anti nyeri, seperti obat nyeri kepala dan obat nyeri tulang. Sehingga bila mengonsumsi obat ini terlalu sering dapat menyebabkan seseorang mengalami gagal ginjal akut.

Apa yang terjadi pada penderita gagal ginjal? Berikut  beberapa gejala dari gagal ginjal akut dan kronik :

Gejala gagal ginjal akut
  • Rasa haus berlebih.
  • Pusing saat mengubah posisi tubuh (ortostatik), ini disebabkan karena penurunan tekanan darah
  • Denyut nadi cepat (>100x/menit).
  • Bibir kering.
  • Produksi keringat berkurang.
  • Nyeri pinggang.
  • Nyeri di daerah perut bawah
Gejala diatas adalah gejala yang biasa timbul pada penderita gagal ginjal akut. Namun sebenarnya gejala ginjal akut bisa berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. Artinya tidak semua gejala di atas dialaminya.
Gejala gagal ginjal kronik
  • Anemia, dengan gejala lemah, letih, lesu.
  • Sesak napas
  • Penumpukan cairan tubuh sehingga menyebabkan pembengkakan di seluruh bagian tubuh.
  • Beberapa gejala lain yang disebabkan keadaan uremik (kadar urea dalam darah yang meningkat urea) yaitu mual, muntah dan perubahan status mental (ensefalopati), disertai ketidakseimbangan elektrolit. Pemeriksaan USG ginjal dapat membantu dalam mendiagnosis gagal ginjal kronis.
Pengobatan Gagal  Ginjal

Dalam ilmu kedokteran, sebenarnya gagal ginjal tidak bisa disembuhkan dalam artian untuk mengembalikan fungsi ginjal ke keadaan semula. Pengobatan yang dilakukan pada gagal ginjal dewasa ini hanya mencegah semakin bertambahnya kerusakan pada ginjal dengan cara mengatasi penyebabnya. Oleh karena itu, terapi pada gagal ginjal bisa bervariasi tergantung dari penyebabnya.

Pada gagal ginjal akut, dokter akan berusaha memperbaiki aliran darah ke ginjal (prerenal), menghentikan penggunaan obat-obatan yang merusak ginjal (renal) atau mengangkat sumbatan pada saluran kemih penderita (postrenal). Jika diperlukan, dokter mungkin akan menyarankan proses cuci darah guna membuang zat-zat sisa metabolisme yang menumpuk di dalam tubuh.

Gagal ginjal kronik tidak dapat disembuhkan. Jadi tujuan terapi pada pasien dengan gagal ginjal kronik adalah:
  • Memperlambat kerusakan ginjal yang terjadi
  • Mengatasi faktor yang mendasari gagal ginjal kronis (misalnya: kencing manis, hipertensi, dll)
  • Mengobati komplikasi dari penyakit
  • Menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak dapat bekerja
Untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal yang lebih parah dan mengatasi faktor yang memperburuk fungsi ginjal, maka diperlukan kontrol gula darah yang baik pada pasien diabetes mellitus, kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi (usahakan tekanan darah di bawah 130/80 mmHg), dan pengaturan pola makan yang sesuai dengan kondisi ginjalnya.

Komplikasi dari gagal ginjal juga harus ditangani. Penumpukan cairan diatasi dengan pemberian obat, anemia diatasi dengan pemberian obat yang menstimulasi pembentukan sel darah merah dan kadang-kadang ditambah suplemen zat besi. Penyakit tulang dapat terjadi karena kegagalan ginjal untuk menghasilkan vitamin D bentuk aktif dan ketidakmampuan ginjal untuk membuang zat fosfor. Oleh karena itu dapat diberikan vitamin D bentuk aktif dan obat yang mengikat fosfor ke usus.
Pada gagal ginjal stadium akhir, fungsi ginjal dapat digantikan hanya dengan dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal. Perencanaan dialisis atau transplantasi ginjal biasanya dimulai pada gagal ginjal kronik stadium IV.

Referensi : GagalGinjal.org
Kredit foto : Bet.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.