Tampilkan postingan dengan label Penyakit Ginjal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Ginjal. Tampilkan semua postingan

04 Oktober 2018

Gejala Penyakit pada Ginjal


Ginjal manusia

Penyakit pada ginjal dapat menyebabkan banyak masalah dan gejala yang berbeda. Hal ini tergantung dari jenis penyakit ginjal yang menyebabkannya.

Secara umum, gejala-gejala berikut ini mengindikasikan adanya penyakit pada ginjal:
  • anemia (kekurangan sel darah merah, yang pada gilirannya dapat membuat penderitanya merasa lelah, sesak napas, pusing, depresi dan cenderung merasa dingin)
  • nyeri pada tulang, persendian, otot atau saraf
  • kram otot, terutama di kaki
  • perubahan kebiasaan buang air besar, seperti sembelit atau diare
  • mual, muntah dan hilang nafsu makan
  • masalah dengan mulut atau gigi (misalnya, bau mulut, atau rasa logam di mulut)
  • gatal-gatal
  • memar-memar
  • depresi, kecemasan, lekas marah, murung
  • sulit tidur
  • rambut rontok.

Jika mengalami batu ginjal, pergerakan batu di dalam ginjal atau saluran kemih (saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih), dapat menyebabkan gejala seperti rasa sakit yang kuat di bawah tulang rusuk, nyeri saat kemih, urin berubah warna atau berbau busuk, atau masalah lain yang berkaitan dengan buang air kecil seperti berulang kali ke toilet bahkan kembali ke toilet ketika belum lama keluar dari toilet. Infeksi ginjal juga dapat menyebabkan gejala yang sama.

Tubuh dapat mengatasi ginjal yang tidak berfungsi dengan baik selama beberapa waktu. Ini bisa menjadi masalah, karena tanda dan gejala penyakit ginjal mungkin tidak muncul sampai sudah banyak kerusakan tubuh yang disebabkannya. Orang bisa kehilangan 90% dari fungsi ginjal mereka sebelum mereka merasakan gejala apapun. Oleh karena itu penting sekali untuk mengenali dan memperhatikan gejala-gejala yang muncul.

Tanda dan gejala yang mungkin menjadi indikasi adanya masalah pada ginjal, meliputi:

Article Resources
  • Mayo Clinic (Kidney infection)
  • Mayo Clinic (Chronic kidney disease)
  • Mayo Clinic (Kidney stones)
  • Kidney Health Australia (Look out for these symptoms)

20 Januari 2015

Transplantasi Ginjal (Cangkok Ginjal)

Transplantasi ginjal

Transplantasi ginjal atau cangkok ginjal adalah salah satu prosedur transplantasi organ yang paling sering dan paling berhasil dilakukan saat ini. Karena semakin berkembangnya teknologi kedokteran, transplantasi ginjal akhirnya menjadi solusi yang telah menyelamatkan nyawa ribuan penderita penyakit ginjal stadium akhir.

Bagi penderita gagal ginjal yang tidak direncanakan untuk menjalani transplantasi ginjal, perawatan dialisis (cuci darah) dapat menunjang keberlangsungan hidup mereka.

Ginjal saat kondisi normal

Ginjal adalah organ tubuh seukuran kepalan tangan yang bertanggungjawab untuk keseimbangan cairan dan kimia dalam tubuh. Terletak di kedua sisi tulang belakang di belakang hati, lambung, pankreas dan usus, dua organ ginjal terlindungi oleh tulang rusuk bawah dan otot-otot bagian belakang dan samping.

Dalam kondisi normal, ginjal akan membersihkan limbah tubuh dari darah dan memproduksi urin. Ginjal juga menyeimbangkan unsur-unsur penting tubuh, seperti natrium dan kalium, sementara ginjal juga menyediakan hormon yang diperlukan tubuh untuk mengatur tekanan darah dan produksi sel darah merah.

Ketika kedua organ ginjal gagal atau rusak, limbah tubuh yang berbahaya akan menumpuk di dalam tubuh, menyebabkan tekanan darah tinggi, meningkatkan retensi cairan, ketidakseimbangan garam dan asam dalam darah, dan penurunan produksi sel darah merah. Semua kondisi ini berbahaya, efeknya dapat mengancam jiwa, yakni pada jantung dan otak.

Apa penyebab gagal ginjal?

Penyebab paling umum dari gagal ginjal kronis adalah penyakit diabetes, tekanan darah tinggi dan glomerulonephritis (peradangan pada unit penyaringan ginjal. Kondisi-kondisi ini menjelaskan penyebab dari tiga perempat kasus gagal ginjal stadium akhir.

Apa faktor risiko gagal ginjal?

Sejumlah faktor risiko dapat berkontribusi untuk kerusakan ginjal, seperti tekanan darah tinggi, pengerasan arteri dan diabetes. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi ginjal, lupus eritematosus sistemik, suatu bentuk diare yang berat, batu ginjal, atau penggunaan obat anti inflamasi non-steroid secara terus menerus.

Apa saja gejala gagal ginjal?

Ada banyak gejala terkait gagal ginjal. Penderita gagal ginjal biasanya mengalami pembengkakan di tangan, kaki, dan wajah yang disertai dengan sakit kepala karena tekanan darah tinggi, atau bahkan kejang. Kulit penderita mungkin akan pucat karena anemia (karena tubuh kurang memproduksi sel darah merah), dan warna urin mungkin akan berubah seperti warna kopi.

Penderita gagal ginjal juga memiliki bau mulut yang tidak dapat dihilangkan hanya dengan menggosok gigi. Selain itu, penderita gagal ginjal mungkin akan selalu dihinggapi rasa lelah dan gatal-gatal pada kulit.

Bagaimana pengobatan gagal ginjal?

Pengobatan yang paling umum dilakukan untuk penyakit ginjal stadium akhir adalah dialisis atau cuci darah. Dialisis adalah proses menghilangkan limbah, kelebihan air, dan bahan kimia (misalnya, kalium, natrium, kalsium dan asam) dari dalam tubuh.

Ada dua jenis dialisis:
  • hemodialisis dan
  • dialisis peritoneal.

Pada hemodialisis, aliran darah pasien akan dihubungkan dengan mesin ginjal buatan di luar tubuh. Perawatan hemodialisis biasanya dilakukan tiga kali seminggu dan lama setiap sesinya antara dua sampai enam jam. Banyak juga penderita gagal ginjal yang menjalani dialisis peritoneal, proses pembersihan serupa hanya saja dilakukan melalui selang di perut.

Memang, hemodialisis dan dialisis peritoneal tidak dapat menyembuhkan mereka, namun keduanya dapat 'menggantikan' pekerjaan ginjal. Membuat penderita merasa lebih baik dan bertahan hidup lebih lama.

Sekitar 30 persen penderita gagal ginjal cocok untuk menjalani transplantasi ginjal, prosedur pembedahan untuk mengembalikan fungsi ginjal dengan mengganti dua ginjal yang gagal atau rusak dengan satu ginjal yang sehat.

Sekitar setengah dari transplantasi ginjal berasal dari donor non-hidup (meninggal), meskipun anggota keluarga, pasangan (donor hidup) dan teman-teman (donor hidup) dapat dengan aman mendonorkan satu ginjal mereka jika dalam tes dibuktikan bahwa mereka dapat hidup normal dengan satu ginjal setelah mereka mendonorkan satu ginjal mereka.

Ginjal baru yang diterima biasanya ditempatkan di perut bagian bawah (lihat gambar) tanpa perlu mengangkat kedua ginjal yang sudah rusak, inilah alasan mengapa transplantasi ginjal juga sering disebut sebagai cangkok ginjal.

Arteri ginjal baru akan disambungkan ke salah satu arteri panggul pasien. Begitu pula vena ginjal baru akan disambungkan ke ke salah satu pembuluh darah di panggul pasien. Ureter ginjal baru, saluran yang mengalirkan urin dari ginjal, dihubungkan ke kandung kemih atau ke salah satu ureter pasien. Pada anak-anak, pembuluh darah dari ginjal orang dewasa yang besar seringkali dihubungkan ke aorta dan vena cava inferior anak.

Apa yang terjadi setelah transplantasi ginjal?

Bagi pendonor, biasanya akan dirawat di rumah sakit antara dua sampai empat hari setelah operasi transplantasi ginjal. Jika ginjal diangkat dengan operasi biasa, dilakukan sayatan tunggal dengan panjang sekitar 20 cm. Namun, jika dokter mengoperasi dengan menggunakan teknologi laparoskopi, sayatannya akan lebih pendek, hanya sekitar 10 cm.

Bagi penerima ginjal, maka akan dipasangi kateter di kandung kemih dan diberikan infus melalui vena di lengan dan atau di leher selama beberapa hari setelah prosedur transplantasi. Penerima ginjal kemungkinan baru akan dapat beranjak dari tempat tidur atau berjalan dalam waktu 24 jam dan meninggalkan rumah sakit setelah 5-7 hari setelah operasi.

Adakalanya ginjal yang baru diterima belum dapat bekerja dengan baik. Jadi jangan heran jika penerima ginjal masih membutuhkan dialisis setelah transplantasi ginjal untuk sementara waktu.

Sekitar 90 persen ginjal hasil transplantasi tetap berfungsi setelah satu tahun, dan sekitar 3 persen sampai 5 persen ginjal hasil transplantasi tidak lagi berfungsi setelah satu tahun. Transplantasi ginjal selalu memiliki risiko penolakan oleh tubuh, sehingga sangat pasien yang menerima donor ginjal harus mengonsumsi semua obat-obatan yang diberikan dokter untuk mengendalikannya.

Secara keseluruhan, ginjal yang didapat dari donor hidup memiliki tingkat keberlangsungan hidup yang lebih baik daripada ginjal yang diperoleh dari donor jenazah.

Donor ginjal dengan golongan darah yang berbeda

Golongan darah tidak harus identik, namun harus cocok. Ketidakcocokan golongan darah antara pendonor dan penerima dapat menyebabkan penolakan tubuh langsung terhadap ginjal baru. Pendonor dengan golongan darah O dapat mendonorkan ginjal untuk orang dengan golongan darah A, B, O atau AB dan. Calon penerima ginjal dengan golongan darah A atau B terbatas hanya menerima donor ginjal dari orang dengan golongan darah yang sama atau golongan darah O. Sedangkan orang dengan golongan darah AB dapat menerima donor ginjal dari golongan darah apapun.

Namun kecocokan golongan darah hanyalah awal, dan belum dapat dijadikan patokan keberhasilan transplantasi ginjal. Masih ada pemeriksaan lainnya yang harus dilakukan sebelumnya, seperti tes tipe jaringan dan antigen.

Article Resources
  • www.urologyhealth.org

28 Desember 2014

Obat-obat yang Menyebabkan Gagal Ginjal Akut

Ginjal

Selain berfungsi sebagai penyaring darah dan menyingkirkan limbah tubuh, ginjal juga berperan dalam mengontrol tekanan darah, menstimulasi produksi sel darah merah, dan mengatur kadar elektrolit tubuh. Gagal ginjal akut atau cedera ginjal akut sendiri adalah suatu kondisi dimana fungsi filtrasi ginjal menurun secara tiba-tiba atau cepat.

Banyak obat-obatan yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Terlebih jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau secara terus menerus. Obat-obat tersebut antara lain:

  • Antibiotik, seperti aminoglikosida (gentamicin, garamycin, dan tobramycin), sefalosporin, amfoterisin B, bacitracin, dan vankomisin.
  • Obat tekanan darah dari golongan ACE inhibitor (seperti lisinopril dan ramipril) dan angiotensin receptor blocker (seperti candesartan dan valsartan).
  • Obat yang digunakan dalam kemoterapi (pengobatan kanker), seperti cisplatin, carbloplatin, dan methotrexate.
  • Media kontras (pewarna) yang digunakan dalam tes pencitraan medis.
  • Obat ilegal, seperti heroin dan methamphetamine.
  • Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati HIV (protease inhibitor), seperti indinavir dan ritonavir.
  • Obat anti-inflamasi non steroid, sperti ibuprofen, ketoprofen, atau naproxen.
  • Obat-obat maag, seperti cimetidine.

Hati-hati menggunakan obat tersebut, sebaiknya hanya mengonsumsinya ketika sudah diizinkan dokter.

Ada pula bahan kimia lainnya yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut, seperti insektisida, herbisida, dan etilena glikol.

Pada sebagian kasus, kerusakan pada ginjal masih dapat diperbaiki. Namun pada sebagian kasus lainnya terjadi kerusakan permanen dan pengobatannya hanya dengan melakukan transplantasi ginjal (cangkok ginjal). Sedangkan hemodialisa atau lebih kita kenal sebagai cuci darah hanyalah untuk membantu fungsi ginjal sementara waktu, atau dengan kata lain hanya untuk mempertahankan kehidupan seseorang.

Image Credit
  • i.telegraph.co.uk

28 Juni 2014

12 Gejala Penyakit Ginjal yang Tidak Boleh Anda Abaikan

Letak ginjal pada tubuh

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka sesungguhnya sedang terkena penyakit ginjal. Hal ini karena gejala atau tanda penyakit ginjal memang seringkali tidak tampak. Gejala penyakit ginjal mungkin saja tidak tampak hingga penyakitnya mencapai kondisi kritis. Tidak hanya orang yang tua atau terlihat lemah, penyakit ginjal juga rentan pada orang yang masih muda.

Mengetahui gejala-gejala dini penyakit ginjal adalah hal sangat penting, dengan begitu penyakit ginjal akan lebih efektif diobati. Penyebab sakit ginjal banyak sekali, penyebab utamanya adalah diabetes dan hipertensi. Gaya hidup yang tidak sehat dengan mengonsumsi makanan berkalori tinggi dan obat-obatan tertentu akan mempercepat kerusakan ginjal Anda. Selain itu, terlalu banyak meminum "softdrink" dan mengonsumsi gula juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Berikut adalah 12 gejala yang menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah pada ginjal Anda:

Perubahan air kemih

Gejala awal penyakit ginjal adalah perubahan dalam jumlah dan frekuensi buang air kecil Anda. Mungkin akan terjadi peningkatan atau penurunan dalam jumlah dan frekuensi kemih Anda, terutama pada malam hari. Warna air kemih juga bisa terlihat lebih gelap dari biasanya. Anda mungkin juga merasa ingin buang air kecil, namun sesampai di kamar mandi Anda tidak dapat mengeluarkannya.

Sulit atau sakit saat kemih

Terkadang Anda akan mengalami kesulitan atau nyeri atau merasa adanya tekanan saat buang air kecil. Infeksi pada saluran kemih dapat menyebabkan gejala seperti rasa sakit dan terbakar saat buang air kecil. Ketika infeksi ini sudah menyebar ke ginjal, maka akan menyebabkan demam dan nyeri di punggung Anda.

Darah dalam air kemih

Ini merupakan gejala dari penyakit ginjal yang perlu mendapat perhatian lebih. Hal ini memang bisa saja disebabkan karena kondisi lain di luar penyakit ginjal. Namun sekali saja Anda mengalami hal ini, segera periksakan ke dokter.

Pembengkakan

Ginjal bertugas mengeluarkan sampah/limbah dan cairan berlebih dari tubuh Anda. Ketika ginjal tidak lagi mampu mengerjakan tugasnya dengan baik, maka cairan berlebih ini akan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan di tangan, kaki, pergelangan kaki, bahkan di wajah Anda.

Kelelahan atau kelemahan yang ekstrem

Ginjal Anda memproduksi hormon yang disebut eritropoietin yang membantu dalam proses pembentukan sel darah merah yang tugasnya membawa oksigen ke seluruh tubuh. Pada penyakit ginjal, yang kurang memproduksi eritropoietin, akan terjadi penurunan jumlah sel darah merah sehingga menyebabkan anemia. Pengiriman oksigen ke sel-sel akan menurun dan akhirnya menyebabkan kelemahan dan kelelahan yang ekstrem.

Pusing atau ketidakmampuan untuk berkonsentrasi

Anemia yang terkait dengan penyakit ginjal juga akan menyebabkan suplai oksigen ke otak Anda berkurang, yang akhirnya akan menyebabkan pusing dan masalah dengan konsentrasi.

Perasaan dingin sepanjang waktu

Jika Anda menderita penyakit ginjal, Anda mungkin akan merasakan perasaan dingin bahkan ketika berada di tempat yang hangat, hal ini juga terkait dengan anemia. Pielonefritis (infeksi ginjal) akan menyebabkan demam yang disertai perasaan menggigil.

Ruam kulit dan gatal-gatal

Ginjal yang gagal artinya tidak mampu membuang kotoran, sampah, limbah dari tubuh Anda. Akibatnya akan terjadi gatal dan ruam kulit yang parah.

Mulut atau napas beraroma amonia atau logam

Gagal ginjal akan meningkatkan kadar urea dalam darah, disebut uremia. Urea ini akan dipecah menjadi amonia oleh saliva (air liur) yang akhirnya menimbulkan bau amonia atau urin pada mulut atau napas. Penderita gagal ginjal biasanya juga merasakan rasa logam di mulut (dysgeusia).

Mual dan muntah

Penumpuk sampah dan limbah dalam darah pada penyakit ginjal akan menyebabkan perasaan mual dan muntah.

Sesak napas

Penyakit ginjal menyebabkan cairan menumpuk di paru-paru, dan terjadi anemia yang menyebabkan tubuh Anda kekurangan oksigen. Anda mungkin mengalami kesulitan bernapas.

Nyeri pada sisi atau belakang

Sebagian kasus penyakit ginjal akan menimbulkan rasa sakit. Anda mungkin merasakan nyeri hebat yang menyebar dari punggung bawah ke pangkal paha jika ada batu ginjal di ureter. Nyeri ini juga bisa terjadi karena penyakit ginjal polikistik, gangguan ginjal warisan (keturunan), yang menyebabkan banyak kista yang berisi cairan pada ginjal. Interstitial cystitis, radang kronis pada dinding kandung kemih, akan menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang kronis.

Sangat penting untuk mengetahui gejala-gejala awal penyakit ginjal karena dalam banyak kasus ginjal yang rusak tidak dapat disembuhkan. Segera periksakan ke dokter apabila Anda mengalami satu atau beberapa gejala diatas. Jika diketahui sejak dini, penyakit ginjal bisa diobati dengan efektif.

09 Mei 2014

Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Kanker Ginjal

Kanker ginjal adalah penyakit dimana terdapat sel-sel kanker pada ginjal. Ginjal adalah dua organ berbentuk kacang yang terletak di atas pinggang pada kedua sisi tulang belakang. Fungsi utama ginjal adalah menyaring darah dan menghasilkan urin yang mana merupakan hasil proses pembersihan tubuh dari limbah, racun, dan air yang berlebih.

Ginjal normal dan ginjal dengan kanker
Gambar: Staffordshire Urology Clinic

Kanker akan terjadi apabila sel-sel di dalam tubuh (dalam hal ini sel-sel ginjal) membelah atau memperbanyak diri dengan tidak terkontrol. Normalnya, sel-sel akan membelah diri dengan teratur. Jika sel-sel tersebut memperbanyak diri dengan tidak teratur dan sel-sel baru tersebut tidak dibutuhkan oleh tubuh, maka terbentuklah massa atau jaringan yang disebut dengan tumor.

Kanker adalah sebutan untuk tumor ganas, yang menyerang jaringan terdekat dan menyebar ke bagian lain tubuh. Sedangkan tumor jinak tidak menyerang atau menyebar.

Ada dua jenis utama kanker ginjal: Tumor Wilms', yang utamanya terjadi pada anak-anak, dan Karsinoma Sel Ginjal pada orang dewasa. Sel-sel yang melapisi ureter dapat berkembang menjadi kanker sel transisional, dan jaringan ikat ginjal juga dapat berkembang menjadi sarkoma, meskipun cukup jarang terjadi.

Penyebab

Penyebab kanker ginjal belum diketahui secara pasti.

Faktor risiko

Faktor risiko adalah sesuatu yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena suatu penyakit atau kondisi kesehatan. Faktor risiko untuk kanker ginjal antara lain:
  • Merokok
  • Genetik (keturunan)
  • Berusia 50 tahun atau lebih
  • Laki-laki
  • Terpapar bahan kimia (seperti asbes dan anilin)
  • Terpapar beberapa jenis racun, seperti astrolachia
  • Balkan nephritis
  • Batu ginjal kronis
  • Penyalahgunaan phenacetin
  • Sklerosis tuberosa - suatu kondisi herediter (keturunan) yang menyebabkan tumor tumbuh di berbagai organ, termasuk angiomyolipomas ginjal
  • Perawatan dialisis - menggunakan peralatan medis untuk menyaring limbah dari darah (biasanya karena ginjal tidak berfungsi lagi)
  • Sindrom Von Hippel Lindau - sindrom yang memiliki hubungan dengan beberapa jenis kanker.

Gejala

Gejala kanker ginjal antara lain:
  • Terdapat darah pada urin
  • Nyeri pada punggung bawah tanpa sebab
  • Napas pendek/sesak napas atau batuk
  • Benjolan pada perut
  • Tekanan darah tinggi
  • Kehilangan berat badan yang signifikan
  • Demam
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki atau perut. 

Diagnosa

Untuk menegakkan diagnosa kanker ginjal, ada beberapa pemeriksaan atau tes, antara lain:
  • Pemeriksaan darah dan urin - tes untuk mengetahui fungsi ginjal atau untuk menemukan substansi atau zat yang menunjukkan keberadaan kanker ginjal.
  • Scan tulang - tes ini menggunakan bahan radioaktif khusus. Kanker ginjal seringkali menyebar ke tulang dan tes ini sering dilakukan untuk memastikan tulang tidak terkena kanker.
  • X-ray dada dan perut - biasa kita sebut dengan rontgen.
  • Intravenous pyelogram - x-ray dari ginjal dan ureter setelah tindakan penginjeksian pewarna kontras ke dalam darah.
  • Renal angiography - jenis x-ray dari arteri yang mungkin mengarah ke tumor ginjal.
  • CT scan - jenis x-ray yang menggunakan komputer untuk memperoleh gambar ginjal dan area sekitarnya.
  • MRI Scan - tes yang menggunakan gelombang magnetik untuk memperoleh gambar bagian dalam ginjal dan area sekitarnya.
  • Renal USG - tes yang menggunakan gelombang suara untuk memeriksa keadaan ginjal.
  • Laparoskopi - selang kecil dan bercahaya dimasukkan melalui sayatan kecil di perut untuk melihat keadaan ginjal.
  • Sitoskopi - pemeriksaan kandung kemih, ureter, dan ginjal dengan selang tipis yang dimasukkan melalui uretra (dari alat kelamin).
  • Biopsi - penghapusan atau pengambilan sampel jaringan ginjal untuk menguji sel-sel kanker.

Pengobatan

Setelah kanker ginjal ditemukan, staging tes dilakukan untuk mengetahui apakah kanker itu sudah menyebar dan jika memang iya, sudah sejauh mana. Pengobatan kanker ginjal akan tergantung dari stadiumnya.

Tindakan pembedahan atau operasi merupakan komponen penting dalam setiap pendekatan kuratif untuk kanker ginjal. Ada beberapa informasi yang menyebutkan bahwa imunoterapi (interleukin atau interferon) kemungkinan bermanfaat bagi penderita kanker ginjal. Radiasi juga dapat dilakukan untuk mengobati kanker ginjal yang telah menyebar ke paru-paru, tulang, otak, tapi ini tidak dianggap kuratif (menyembuhkan).

Pembedahan

Pembedahan akan melibatkan pengangkatan tumor atau kanker, jaringan di sekitarnya dan mungkin kelenjar getah bening di dekatnya. Pembedahan untuk mengobati kanker ginjal antara lain:
  • Radical nephrectomy - pengangkatan seluruh ginjal, kelenjar adrenal, dan jaringan lemak dan kelenjar getah bening di dekatnya.
  • Partial nephrectomy - hanya mengangkat bagian ginjal yang terkena kanker saja, biasanya hanya untuk tumor kecil dan belum menyebar secara lokal.
  • Removal of metastases - pengangkatan jaringan kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lain, terutama apabila sudah menimbulkan gejala.

Radioterapi (terapi radiasi)

Radioterapi memanfaatkan radiasi untuk membunuh sel-sel kanker atau tumor. Terapi radiasi yang mungkin dilakukan adalah:
  • Terapi radiasi eksternal - diarahkan pada tumor namun sumber radioaktif dari luar tubuh.
  • Terapi radiasi internal - radioaktif ditempatkan di dalam tubuh di dekat sel-sel kanker.

Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi dapat diberikan dalam berbagai jenis, seperti pil, injeksi, atau melalui kateter. Obat kemoterapi akan masuk ke aliran darah dan berjalan ke seluruh tubuh untuk membunuh sebagian besar sel-sel kanker, tapi dampak buruknya juga akan membunuh sebagian sel-sel normal.

Imunoterapi

Prosedur ini menggunakan obat-obat seperti interleukin-2 dan interferon alpha untuk membantu sistem kekebalan tubuh agar bekerja lebih baik dalam melawan atau membunuh sel-sel kanker.

Terapi target

Terapi target diantaranya menggunakan obat yang disebut tyrosine kinase inhibitors. Contohnya sunitinib dan sorafenib. Obat-obat ini telah terbukti meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pada penderita kanker ginjal. Sedangkan obat kelas lainnya disebut sebagai mammalian target of rapamycin (mTOR) inhibitors juga dapat membantu penderita kanker ginjal hidup lebih lama. Temsirolimus adalah contoh obat dari jenis ini.

Obat-obatan

Obat-obatan yang mungkin akan diresepkan pada orang dewasa dengan kanker ginjal yaitu:
  • Everolimus
  • Pazopanib.

Pencegahan

Sebagaimana penyebab kanker ginjal masih belum diketahui, langkah-langkah untuk mencegah kanker ginjal juga masih tidak jelas. Namun sesuai dengan faktor risikonya, yang sebaiknya Anda lakukan adalah:
  • Menghindari penggunaan produk tembakau
  • Menghindari paparan bahan-bahan kimia dan racun berbahaya.

Segera kunjungi dokter apabila Anda merasa ada gejala-gejala di atas, karena deteksi dini adalah kunci untuk kesuksesan penyembuhan.

Article Resources
  • American Cancer Society
  • The Kidney Cancer Association
  • Canadian Cancer Society
  • The Kidney Foundation of Canada.

06 Mei 2014

Batu Ginjal Pada Anak-Anak

Batu ginjal

Batu ginjal merupakan pengkristalan material di dalam urin (air kemih). Batu-batu ini bisa terbentuk di ginjal atau di bagian lain saluran kemih.

Ginjal membuang zat yang tidak diperlukan (sampah) dari dalam tubuh dalam bentuk urin. Ginjal juga berfungsi menyeimbangkan kadar air dan garam dalam darah.

Ada beberapa jenis batu ginjal:
  • Jenis yang paling umum terbentuk dari kalsium, bersama dengan oksalat atau fosfat.
  • Jenis lainnya terbentuk dari asam urat, struvite, dan/atau sistin.

Penyebab

Beberapa hal yang diketahui menjadi penyebab batu ginjal pada anak-anak adalah:
  • Kadar oksalat dalam urin tinggi
  • Kadar kalsium dalam urin atau darah tinggi
  • Kadar asam urat dalam urin tinggi
  • Bakteri
  • Adanya kelainan mekanisme tubuh dalam mengelola sistin
  • Adanya benda asing di saluran kemih, seperti stent atau kateter
  • Saluran kemih abnormal, seperi neurogenic bladder (kandung kemih neurogenik).

Faktor Risiko

Faktor-faktor dibawah ini dapat meningkatkan risiko anak Anda terkena batu ginjal:
  • Dehidrasi - tidak mengonsumsi cukup cairan
  • Mengonsumsi makanan tinggi garam
  • Kandungan mineral pada air minum anak Anda
  • Anggota keluarga lain ada yang terkena batu ginjal (genetik)
  • Sebelumnya pernah terkena batu ginjal
  • Obesitas
  • Karena beberapa kondisi medis, seperti: infeksi saluran kemih dan kondisi metabolik
  • Minim aktivitas fisik
  • Benda asing pada saluran kemih, misalnya: stent atau kateter.

Gejala

Terkadang batu ginjal tidak menimbulkan gejala. Gejala-gejala batu ginjal antara lain:
  • Sakit hebat di sisi atau pertengahan tubuh atau punggung bawah yang terjadi secara tiba-tiba
  • Nyeri di sekitar perut atau selangkangan
  • Mual atau muntah
  • Terdapat darah dalam urin
  • Rasa panas/terbakar saat buang air kecil
  • Demam
  • Infeksi saluran kemih yang berulang kali terjadi.

Diagnosa

Selain bertanya mengenai gejala dan riwayat kesehatan anak Anda, serta melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan:
  • Spiral CT scan - jenis X-ray yang menggunakan komputer untuk mendapatkan gambar bagian dari ginjal.
  • KUB (kidney, ureter, bladder) - X-ray yang menggunakan radiasi untuk melihat saluran kemih.
  • USG - pemeriksaaan yang menggunakan gelombang suara untuk memeriksa ginjal.
  • Intravenous pyelogram (IVP) - X-ray khusus untuk mendapatkan gambar dari sistem urinal (kurang umum lagi digunakan saat ini).
  • Pemeriksaan urin 24 jam - untuk memeriksa banyak faktor, seperti: kadar kalsium, fosfor, asam urat, oksalat dan sitrat.

Pengobatan

Pengobatan batu ginjal pada anak-anak tergantung dari lokasi dan ukurannya. Pengobatannya antara lain:

Air

Untuk batu ginjal yang kecil, menyuruh anak Anda minum banyak air akan membantu mengeluarkan batu ginjal dari tubuhnya melalui urin. Dokter mungkin akan memberikan semacam wadah khusus untuk menampung batu ginjal yang keluar untuk kemudian dianalisa.

Jika anak Anda kesulitan dalam mengonsumsi cairan atau jika batu tidak berhasil keluar, mungkin dia perlu dirawat di rumah sakit guna mendapatkan cairan tambahan dalam pembuluh darahnya.

Dokter juga mungkin akan memberikan anak Anda obat anti-nyeri dan antibiotik sampai batu ginjal tersebut keluar.

Operasi

Tindakan operasi mungkin akan diperlukan pada batu ginjal yang:
  • Berukuran sangat besar
  • Menyebabkan perdarahan atau kerusakan ginjal
  • Menyebabkan infeksi
  • Memblokir saluran kemih
  • Tidak dapat keluar sendiri. 

Jenis operasi batu ginjal antara lain:

Pencegahan

Apabila anak Anda pernah terkena batu ginjal, risiko untuk terkena batu ginjal lagi semakin besar. Sebelum hal ini terjadi, ada baiknya melakukan beberapa langkah untuk mencegahnya yaitu:
  • Biasakan anak Anda minum banyak cairan, terutama air putih dan hindari minuman bersoda.
  • Pastikan anak Anda tidak makan terlalu banyak makanan yang mengandung tinggi garam (misalnya keripik, kentang goreng, daging olahan, mie instant, dll).
  • Memberi anak Anda kalsium memang bagus, tapi jangan sampai kebanyakan. Sesuaikan dengan kebutuhannya.
  • Jika anak Anda obesitas, terapkan langkah-langkah mengatasi obesitas pada anak-anak dan berkonsultasilah dengan dokter untuk upaya penurunan berat badannya. (Lifescript)

11 Desember 2013

ESWL, Hancurkan Batu Ginjal Tanpa Operasi

Saat ini, penderita batu ginjal tidak perlu ditakutkan lagi dengan tindakan pembedahan atau operasi untuk membuang batu ginjal yang bersarang di tubuhnya. Kini sudah ada alat/terapi yang bernama extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) atau dengan kata lain memecahkan batu ginjal dari luar tubuh dengan gelombang kejut.

Prosedur ESWL


Cara Kerja ESWL

ESWL bekerja melalui gelombang kejut yang dihantarkan melalui cairan tubuh ke batu ginjal. Gelombang ini akan memecah batu ginjal menjadi ukuran lebih kecil untuk selanjutnya dikeluarkan sendiri melalui air kemih. Gelombang yang dipakai berupa gelombang ultrasonik, elektrohidrolik atau sinar laser.

Untuk menjalani pengobatan dengan ESWL, penderita batu ginjal hanya diperintahkan untuk berbaring di tempat tidur kemudian lithotriptor bagian dari ESWL akan diarahkan pada permukaan tubuh pasien sesuai dengan dimana lokasi batu ginjal berada. Selanjutnya gelombang kejut akan dihantarkan selama 30 hingga 60 menit, lamanya tergantung pada ukuran dan tingkat kekerasan batu ginjal. ESWL termasuk terapi non invasif, artinya kulit tubuh tidak akan terkena dampak (rusak).

Saat proses pemecahan batu ginjal, pasien diharapkan tidak menggerakkan tubuhnya supaya fokus kerja gelombang kejut tidak berubah. Ada kemungkinan juga pasien yang menjalani terapi ESWL akan diberikan obat penenang atau juga anestesi (bius) lokal.

Apa yang Terjadi Setelah Terapi ESWL

ESWL biasanya merupakan prosedur rawat jalan. Setelah terapi, Anda diperbolehkan pulang dan tidak harus menghabiskan malam di rumah sakit. Tingkat keberhasilan pemecahan batu ginjal dengan ESWL mencapai 90 persen dan batu yang bisa dipecahkan berukuran maksimal 2 cm. Jika penderita memiliki batu besar (lebih dari 1 cm) atau tingkat kekerasan batu tinggi, mungkin penderita tersebut membutuhkan beberapa kali terapi ESWL atau ditunjang dengan terapi lain lain.

Setelah ESWL, batu ginjal yang sudah dipecah biasanya keluar melalui urin selama beberapa hari dan kadangkala menyebabkan sakit ringan. Setelah serpihan batu keluar, pasien dianjurkan banyak minum air putih dan banyak bergerak agar proses pengeluaran batu ginjal dapat lebih cepat.

Persiapan sebelum tindakan ESWL

ESWL dapat dilakukan kapanpun setelah melalui beberapa pemeriksaan dan persiapan berikut:
  • Pemeriksaan X-ray atau USG untuk menentukan lokasi dan jenis batu ginjal
  • Pemeriksaan laboratorium (darah dan urin) untuk melihat fungsi ginjal
  • Puasa minimal 6 jam sebelum tindakan
  • Memperbanyak minum air putih minimal 2 liter perhari guna memperlancar keluarnya pecahan batu ginjal. 

Ada kemungkinan dokter akan memberikan resep antibiotik untuk mencegah infeksi atau juga obat penenang untuk mengatasi kecemasan sebelum tindakan

ESWL dapat dilakukan kapan pun setelah pemeriksaan selesai

Komplikasi dan Kontra Indikasi ESWL

Sembilan dan sepuluh penderita yang memiliki batu ginjal dengan ukuran lebih kecil dari 1 cm dilaporkan tidak menunjukkan gejala komplikasi apapun. kemungkinan komplikasi tersebut adalah:
  • Nyeri yang disebabkan oleh berlalunya batu.
  • Aliran urin terblokir akibat fragmen batu yang terjebak di saluran kemih. Keadaan seperti ini biasa diatasi dengan ureteroscope.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Pendarahan di sekitar bagian luar batu ginjal. 

Sedangkan, keadaan yang tidak boleh menjalani pengobatan ESWL adalah:
  • Tengah hamil. Gelombang kejutnya dapat membahayakan janin
  • Memiliki gangguan perdarahan
  • Memiliki infeksi ginjal, infeksi saluran kemih, atau kanker ginjal
  • Memiliki ginjal dengan struktur yang abnormal. 

Selain digunakan untuk memecahkan batu ginjal, ESWL juga digunakan untuk batu empedu (batu dalam kantong empedu) dan juga dilaporkan efektif untuk pengobatan batu salivary.