Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) Itu Rumit !

Saturday, May 18, 2013
Hipertensi
 
Hipertensi atau darah tinggi merupakan penyakit yang serius. Bagaimana bisa terjadi? Tekanan darah di pembuluh arteri meningkat, peningkatan ini menimbulkan masalah sehingga jantung dipaksa bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, tekanan darah meningkat melebihi batas normal.

Dalam kehidupan modern saat ini, penyakit darah tinggi mudah sekali didapatkan. Dalam banyak kasus, penyebab darah tinggi tidak ketahui secara pasti. Namun, sekitar 10 persen dari penderita darah tinggi sebelumnya telah mengidap infeksi pada ginjal.
 
Perubahan-perubahan hormon tertentu di dalam ginjal mungkin juga bisa menjadi penyebab darah tinggi. Ketegangan saraf juga memegang peranan penting sebagai pemicu munculnya darah tinggi. Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat anti-radang (anti-inflamasi) secara terus menerus juga bisa menyebabkan darah tinggi. Kalau rokok dan alkohol (alkoholik) rasanya tidak perlu lagi dituduh sebagai penyebab penyakit, keduanya sejak dulu sudah menjadi musuh bebuyutan kesehatan, kecuali alkohol yang memang ditujukan untuk usaha medis.

Mengapa darah tinggi bisa terjadi?
Ini masih menjadi rahasia yang harus dipecahkan oleh para ahli. Darah tinggi ada banyak jenisnya. Ada yang namanya hipertensi essensiil (esensial), tidak diketahui penyebabnya dan proses terjadinya lambat. Namun dalam beberapa kasus, darah akan naik dengan cepatnya dan mendatangkan bahaya. Inilah yang disebut dengan hipertensi maligne (maligna) atau sebut saja tekanan darah tinggi yang ganas.

Pada keadaan ini (hipertensi maligna), bukan hanya jantung yang kena, mata mungkin juga akan mengalami perubahan. Akibat perdarahan pada selaput jala (retina), muncul "bintik-bintik buta" yang akan menghalangi pandangan. Keadaan ini sangat serius, namun bukan berarti tidak ada harapan lagi.

Kebanyakan penderita darah tinggi memiliki riwayat keluarga yang mengalami penyakit jantung, penyakit ginjal atau juga pitam otak (otak tidak dialiri darah/stroke). Orang-orang yang berasal dari keluarga seperti ini sering mendapatkan tekanan darah tinggi pada saat usianya dua puluhan, ini semua karena faktor genetik. Sangat disayangkan.
Orang-orang yang menderita tekanan darah tinggi umumnya tidak memiliki umur yang panjang apabila tidak mendapatkan perawatan yang tepat
Urat saraf juga memegang peranan besar pada darah tinggi. Sebagai contoh, jika penderita tekanan darah tinggi mencelupkan tangannya ke dalam air es, maka tekanan darahnya akan naik lebih cepat dan lebih tinggi daripada orang normal. Inilah fakta bahwa penyakit darah tinggi itu juga dipengaruhi oleh terganggunya susunan saraf. Hal apapun yang menjadi perangsang pada sarafnya akan menyebabkan jantung penderita darah tinggi berdenyut lebih kencang dan berdebar-debar. Hal ini juga membuktikan bahwa hipertensi essensiil bukan saja disebabkan satu hal, melainkan disebabkan karena banyak faktor yang kompleks yang kita belum tahu secara pasti.

Orang-orang yang menderita tekanan darah tinggi umumnya tidak memiliki umur yang panjang apabila tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Dengan perawatan yang tepat, penderita darah tinggi bisa hidup "normal" seolah-olah ia tidak menderita penyakit itu.

Tekanan darah yang normal adalah 120/70, dan masih disebut normal bila naik sampai 140/90. Jika lebih dari ini, maka sudah cenderung kepada tekanan darah tinggi, terutama jika tekanan darah sudah menyentuh 180/120. Angka yang diatas disebut dengan sistole dan angka di bawah disebut diastole. Namun tekanan diastole-lah yang menyusahkan dokter apabila naik. Tekanan diastole harus dijaga sedapatnya tidak melebihi 90. 
 
Penderita darah tinggi sering mengeluhkan sakit kepala dan rasa nyeri/berat pada bagian belakang kepala dan leher. Rasa lelah dan lesu yang tiada sebab, dan pusing terutama saat duduk dan berbaring. Selain itu, biasanya penderita darah tinggi mengalami jantung yang berdebar-debar. Komplikasi darah tinggi paling sering menyerang jantung, otak dan ginjal.

Pengobatan 
 
Seperti pesan-pesan kami sebelumnya, sebaiknya ikuti saja saran dokter. Dokter memang bukan segalanya, karena kesembuhan adalah hak Allah. Akan tetapi, untuk disembuhkan manusia perlu bersyariat/berusaha, salah satu jalan terbaiknya adalah dengan pergi ke dokter. Jangan pernah menggunakan obat darah tinggi yang tidak diresepkan dokter untuk Anda, karena bisa berbahaya.
 
Ada baiknya Anda memiliki alat ukur tekanan darah (tensimeter) sendiri dirumah agar tekanan darah Anda bisa Anda ketahui setiap saat. Mungkin dokter sudah merepkan obat (obat yang bisa disimpan) bila sewaktu-waktu darah Anda naik. Bila tidak ada tensimeter kan Anda tidak tahu apakah darah Anda naik atau tidak.
 
Terkadang cukup aneh rasanya melihat para penderita darah tinggi yang tidak memiliki tensimeter sendiri. Mereka sanggup membeli barang-barang untuk memenuhi rumah tangganya, tapi mereka tidak sanggup untuk membeli tensimeter yang penting untuk kelangsungan hidupnya! Harga tensimeter memang beragam, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Untuk tensimeter konvensional (menggunakan jarum), ada yang bisa didapat dengan uang 100 ribu rupiah saja. Untuk menggunakan tensimeter konvensional memang memerlukan sedikit keahlian khusus, tapi Anda kan bisa belajar. Tidak butuh waktu lama, paling lama 3 jam saja. Kalau mau yang lebih mudah, beli tensimeter digital, tinggal pompa dan akan muncul hasilnya. Ada tensimeter digital yang bisa didapat dengan uang 250 ribu.
Betapapun biaya yang sudah Anda keluarkan untuk pengobatan darah tinggi, tidak akan efektif bila tidak disertai dengan perasaan yang tenang dan optimis
Penderita darah tinggi harus selalu berolahraga dan beristirahat secara teratur. Olahraga jalan kaki merupakan olahraga termurah dan terbaik bagi penderita darah tinggi. Berjalan kaki akan membangun otot-otot yang kuat dan membantu meringankan ketegangan dalam kehidupan. Ini juga akan membantu peredaran darah.

Untuk minuman, sebaiknya hindari penggunaan kopi, karena kop mengandung kafein, zat atau bisa disebut juga racun yang akan merangsang sususan saraf. Selain itu, penderita darah tinggi hendaknya tidak lagi merokok, karena racun pada tembakau akan mempersempit pembuluh-pembuluh darah yang ujung-ujungnya akan menaikkan tekanan darah. Ada baiknya untuk berhenti merokok selamanya. Juga sebaiknya kurangi penggunaan garam, karena ini bisa menambah tekanan darah dan pekerjaan jantung.

Yang lebih penting dan sering diabaikan adalah bahwa setiap penderita darah tinggi itu harus menghindari beban pikiran. Betapapun biaya yang sudah Anda keluarkan untuk pengobatan darah tinggi, tidak akan efektif bila tidak disertai dengan perasaan yang tenang dan optimis. Usahakanlah untuk tidak mendengar segala sesuatu yang bisa membuat tidak enak hati atau menjadi beban pikiran. Ketegangan, pikiran yang kacau atau bahkan stres tentu akan memperparah keadaaan darah tinggi. Ingatlah kontrol pikiran dan jiwa sejak dulu sudah menjadi jalan terbaik untuk mendapatkan kesembuhan.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.