Tampilkan postingan dengan label Penyakit Kardiovaskular. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Kardiovaskular. Tampilkan semua postingan

11 November 2018

Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) : Penyebab dan Gejala

Tekanan darah tinggi

Ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh, terjadi perubahan tekanan di dalam dinding pembuluh darah.

Ketika jantung memompa darah ke arteri, tekanannya tinggi. Ketika jantung rileks, tekanannya lebih rendah.

Tekanan darah adalah pengukuran tekanan yang diambil dari pembacaan tertinggi dan pembacaan terendah. Dituliskan dalam dua angka - tertinggi (sistolik) di atas yang terendah (diastolik). Satuan tekanan darah diukur dalam 'mmHg', yang mengacu pada milimeter merkuri.
  • Sistolik - tekanan di arteri saat jantung berkontraksi. Sistolik diwakili oleh angka yang diatas, angka yang lebih tinggi.
  • Diastolik - tekanan di arteri saat jantung rileks dan kembali dipenuhi darah. Diastolik diwakili oleh angka yang dibawah, angka yang lebih rendah.

Apa itu tekanan darah tinggi?

Tekanan darah akan disebut tinggi jika pembacaannya lebih tinggi dari 140/90 mmHg. Angka 140 disitu adalah sistolik dan angka 90 adalah diastolik. Pada keadaan itu Anda dianggap berisiko tinggi mengalami serangan jantung atau stroke (penyakit kardiovaskular). Tekanan darah di bawah angka tersebut akan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Artinya, Anda memiliki tekanan darah tinggi jika angka sistolik lebih tinggi dari 140, atau angka diastolik lebih tinggi dari 90, atau keduanya. Tekanan darah tinggi juga dikenal sebagai hipertensi.

Orang dengan penyakit kardiovaskular, diabetes, penyakit ginjal dan kondisi klinis terkait lainnya tekanan darahnya perlu ditargetkan pada 130/80 mmHg atau lebih rendah.

Mengapa tekanan darah penting?

Tekanan darah menjadi penting karena jika terlalu tinggi akan mempengaruhi aliran darah ke organ. Jika hipertensi terjadi untuk waktu lama, ini meningkatkan risiko Anda untuk mengembangkan penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, diabetes, penyakit mata, disfungsi ereksi dan kondisi merugikan lainnya.

Jika Anda berusia di atas 18 tahun dan dalam kondisi sehat, disarankan untuk mengukur tekanan darah paling lama setiap 2 tahun sekali.

Apa yang menyebabkan tekanan darah tinggi?

Pada kebanyakan orang, penyebab tekanan darah tinggi tidak diketahui. Ini dikenal sebagai hipertensi 'esensial' atau 'primer'.

Tapi sementara penyebabnya tidak diketahui, jelas bahwa berbagai kondisi dan perilaku telah berkontribusi untuk meningkatkan tekanan darah. Ini dikenal sebagai faktor risiko, dan itu termasuk:

Pada sebagian orang, ada penyebab yang dapat diidentifikasi seperti penyempitan arteri ginjal (stenosis ginjal) atau beberapa kondisi hormonal.

Apa sajakah gejala tekanan darah tinggi?

Kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi tidak memiliki gejala, dan mungkin merasa biasa-biasa aja. Itulah sebabnya mengapa penting sekali untuk memeriksakan diri ke dokter dan memeriksakan tekanan darah Anda secara teratur, terutama jika Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko yang tercantum di atas.

Sebagian orang dengan tekanan darah yang sangat tinggi mungkin mengalami sakit kepala, pusing atau efek tiba-tiba dari penyakit arteri seperti nyeri dada atau stroke.

Mendiagnosis tekanan darah tinggi

Tekanan darah Anda bervariasi dari hari ke hari, bahkan dari waktu ke waktu. Umumnya, jika seseorang memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dari 140/90 yang diukur pada tiga waktu yang berbeda, mereka memiliki tekanan darah tinggi. Mereka yang seperti ini biasanya akan disarankan dokter untuk selalu memeriksa darahnya sendiri dirumah.

Apa pengobatan untuk tekanan darah tinggi?

Tekanan darah tinggi yang ringan sering dapat diobati hanya dengan perubahan gaya hidup, termasuk:
  • melakukan aktivitas fisik yang cukup dan teratur
  • berhenti merokok
  • memperbaiki pola makan dengan mengurangi garam, mengurangi lemak, dan makan banyak buah dan sayuran
  • menurunkan berat badan
  • menghindari alkohol.

Tapi pada sebagian lainnya, perubahan gaya hidup tidaklah cukup. Mereka juga membutuhkan obat untuk membantu menurunkan tekanan darah ke normal. Obat-obatan biasanya memang efektif menurunkan tekanan darah, tapi obat-obatan juga memiliki efek samping.

Biasanya dokter akan memulai pengobatan hipertensi dengan memberikan obat anti hipertensi dosis rendah dan melihat reaksinya. Jika tidak berfungsi dengan baik, atau jika ada efek samping yang menyusahkan, dokter akan menggantinya dengan obat lain, terkadang obat dalam bentuk kombinasi, sampai tekanan darah dapat normal. Ini membutuhkan waktu.

Sebagian orang akan meminum obat seumur hidup, tapi sebagian lainnya dapat mengontrol tekanan darah mereka dengan cara menurunkan berat badan, diet sehat, dan mengubah gaya hidup.

Seseorang yang tekanan darahnya sangat tinggi atau sampai menyebabkan gejala seperti sakit kepala, atau jika mereka memiliki kondisi seperti penyakit jantung atau diabetes, memerlukan perawatan segera dengan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah ke tingkat normal.

Mencegah tekanan darah tinggi

Jika diet Anda adalah diet sehat, berat badan normal dan tidak merokok dan alkohol, Anda sudah menurunkan risiko atau kemungkinan untuk memiliki tekanan darah tinggi.

Article Resources
  • High blood pressure (hypertension) -  Health Direct Australia

10 November 2018

Tekanan Darah Rendah (Hipotensi) : Penyebab dan Gejala

Tekanan darah rendah

Ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh, terjadi perubahan tekanan di dalam dinding pembuluh darah.

Ketika jantung memompa darah ke arteri, tekanannya tinggi. Ketika jantung beristirahat, tekanannya lebih rendah.

Tekanan darah adalah pengukuran tekanan yang diambil dari pembacaan tertinggi dan pembacaan terendah. Dituliskan dalam dua angka - tertinggi di atas yang terendah. Satuan tekanan darah diukur dalam 'mmHg', yang mengacu pada milimeter merkuri.

Apa itu tekanan darah rendah?

Tekanan darah rendah juga dikenal sebagai hipotensi.

Umumnya dokter akan mengatakan Anda memiliki tekanan darah rendah jika tekanan darah Anda di bawah 90/60 mm / Hg. Dokter biasanya menyebut angka ini dengan "90 per 60'.

Apakah tekanan darah rendah merupakan masalah?

Pada sebagian orang, tekanan darah rendah merupakan tanda kesehatan yang baik. Ini umumnya berlaku pada orang yang sangat bugar dan yang memiliki denyut nadi lambat. Namun, bagi orang lain tekanan darah rendah merupakan masalah.

Bahkan seringkali, orang dengan tekanan darah rendah umum diprediksi akan berumur panjang.

Namun, mereka yang terus menerus mengalami gejala tekanan darah rendah sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Secara tiba-tiba, tekanan darah rendah yang parah (syok) dapat dikaitkan dengan kondisi medis yang serius.

Apa tanda dan gejala tekanan darah rendah?

Gejala-gejala tekanan darah rendah mungkin termasuk:
  • pusing / puyeng
  • lemah / kelelahan
  • pandangan kabur
  • kulit pucat dan berkeringat
  • pingsan.

Gejala-gejala ini dapat terjadi bahkan ketika sedang tidak melakukan apa-apa. Tapi lebih sering terjadi ketika seseorang mengubah posisi tubuhnya, seperti dari duduk berdiri atau bahkan ketika mengejan di toilet.

Namun, seringkali tekanan darah rendah tidak menunjukkan gejala sehingga baru teridentifikasi ketika menjalani medical check-up reguler atau selama penyelidikan untuk beberapa kondisi/penyakit lain.

Tekanan darah rendah mungkin lebih serius pada orang tua yang mungkin memiliki penyakit yang mendasarinya atau yang mungkin berisiko terjatuh.

Apa penyebab tekanan darah rendah?

Selain karena tubuh benar-benar dalam kondisi fit, orang bisa mengalami tekanan darah rendah jika mereka:
  • terlalu panas, baik karena cuaca, dari mandi air panas, atau dari memakai pakaian terlalu banyak.
  • memiliki sirkulasi darah yang terlalu sedikit, baik akibat dari mendonorkan darah, atau dari pendarahan berat, atau karena dehidrasi
  • hamil
  • mengonsumsi salah satu dari banyak jenis obat-obatan
  • mengonsumsi narkoba atau alkohol
  • mengalami reaksi alergi
  • sakit parah dengan infeksi
  • memiliki kondisi jantung tertentu
  • memiliki gangguan sistem saraf atau sistem kelenjar (endokrin)
  • sedang sakit parah
  • kurang nutrisi.

Ada juga jenis tekanan darah rendah tertentu yang disebut 'hipotensi postural' atau 'hipotensi ortostatik'. Dalam kondisi ini, tekanan darah seseorang normal ketika mereka duduk atau berbaring, tetapi tiba-tiba turun ketika berdiri, membuat mereka merasa pusing atau puyeng. Ini juga dapat terjadi ketika berdiri terlalu lama tanpa bergerak.

Hipotensi postural cukup umum, lebih banyak terjadi pada orang tua. Ini dapat disebabkan oleh salah satu kondisi atau situasi yang tercantum di atas. Jika kondisi ini sering terjadi, sebaiknya temui dokter.

Bilaka harus ke dokter?

Jika Anda merasa bahwa Anda mungkin memiliki gejala tekanan darah rendah seperti yang tercantum di atas, sebaiknya temui dokter.

Mengobati tekanan darah rendah

Jika ada penyebab yang mendasari tekanan darah rendah Anda, dan terbukti itulah yang menyebabkannya, Anda butuh perawatan untuk penyebab yang mendasarinya. Tetapi jika itu tidak menyebabkan masalah bagi Anda, perawatan boleh diabaikan.

Dokter mungkin menyarankan Anda untuk mengambil tindakan-tindakan pencegahan untuk mencegah tekanan darah rendah, seperti menghindari dehidrasi, mandi air panas, atau tidak berdiri terlalu cepat.

Article Resources
  • American Heart Association (Low Blood Pressure), Mayo Clinic (Low blood pressure (hypotension), myDr (Low blood pressure), NHS Choices (UK) (Low blood pressure (hypotension)

06 April 2018

Hipertensi : Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Tekanan darah tinggi

Hipertensi adalah nama lain untuk tekanan darah tinggi. Hipertensi dapat menyebabkan komplikasi berat dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kematian.

Tekanan darah adalah gaya yang diberikan oleh darah terhadap dinding pembuluh darah. Tekanan akan tergantung dari pekerjaan jantung dan ketahanan pembuluh darah.

Menurut pedoman yang dikeluarkan oleh American Hearth Association (AHA) pada November 2017, hipertensi adalah tekanan darah yang lebih tinggi dari 130/80 mmhg.

Hipertensi dan penyakit jantung merupakan masalah kesehatan global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa pesatnya pertumbuhan industri makanan olahan telah mempengaruhi jumlah asupan garam orang-orang di seluruh dunia, dan ini berperan penting dalam hipertensi.

Fakta hipertensi

Berikut adalah beberapa poin kunci tentang hipertensi:
  • Tekanan darah normal adalah 120/80 mmhg, tetapi hipertensi lebih tinggi daripada 130/80 mmhg.
  • Penyebab tekanan darah tinggi akut, antara lain stres, tetapi tekanan darah tinggi bisa terjadi dengan sendirinya, atau bisa disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya, seperti penyakit ginjal.
  • Hipertensi yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.
  • Penyesuaian gaya hidup merupakan langkah terbaik untuk mengontrol tekanan darah tinggi.

Penyebab hipertensi

Penyebab hipertensi sering tidak diketahui. Sekitar 1 dari setiap 20 kasus hipertensi adalah efek dari kondisi yang mendasarinya atau karena obat-obatan.

Penyakit ginjal kronis (PGK) adalah penyebab umum tekanan darah tinggi karena ginjal tidak mampu menyaring cairan. Kelebihan cairan inilah yang menyebabkan hipertensi.

Faktor risiko

Sejumlah faktor risiko dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena hipertensi, antara lain:
  • Usia : Hipertensi lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 60 tahun. Seiring bertambahnya usia, tekanan darah dapat meningkat secara bertahap karena arteri menjadi kaku dan sempit akibat penumpukan plak.
  • Etnis : Beberapa kelompok etnis lebih rentan terhadap hipertensi.
  • Ukuran dan berat badan : Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan faktor risiko utama hipertensi.
  • Alkohol dan tembakau : Seperti halnya merokok, mengonsumsi alkohol secara teratur juga dapat meningkatkan tekanan darah seseorang.
  • Jenis kelamin : Risiko seumur hidup untuk pria dan wanita adalah sama, tetapi pria lebih rentan terhadap hipertensi pada usia muda, sedangkan wanita pada usia yang lebih tua.
  • Kondisi kesehatan yang ada : Penyakit kardiovaskular, diabetes, penyakit ginjal kronis, dan kolesterol tinggi dapat menyebabkan hipertensi.

Faktor lain yang berkontribusi untuk hipertensi termasuk:
  • kurang berolahrga
  • diet tinggi garam
  • kurang mengonsumsi kalium
  • penyakit dan obat-obatan tertentu
  • riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi, dan stres yang tidak ditangani dengan baik.

Diagnosis

Untuk mengukur tekanan darah digunakan alat yang bernama sphygmomanometer.

Tekanan darah yang tinggi pada suatu waktu bukan berarti mengindikasikan seseorang itu memiliki hipertensi. Bisa jadi itu merupakan respon normal dari situasi yang sedang dialaminya. Stres akut dan berolahraga berat, misalnya, dapat dengan cepat meningkatkan tekanan darah pada orang yang sehat.

Untuk alasan inilah diagnosis hipertensi tidak dapat dilakukan hanya dengan satu atau dua kali pemeriksaan. Harus diperiksa dari waktu ke waktu.

Angka 130 mmhg atau sistolik menunjukkan tekanan pada saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Angka 80 mmhg atau diastolik menunjukkan tekanan pada saat jantung beristirahat dan terisi ulang kembali dengan darah.


Sistolik (mmhg) Diastolik (mmhg)
Tekanan darah normal Kurang dari 120 Kurang dari 80
Normal tinggi Antara 120 dan 129 Kurang dari  80
Hipertensi tingkat I Antara 130 dan 139 Antara 80 dan 89
Hipertensi tingkat II 140 atau lebih 90 atau lebih
Krisis hipertensi Lebih dari 180 Lebih dari 120

Gejala

Penderita hipertensi mungkin tidak merasakan gejala apa pun, oleh karena itu hipertensi sering disebut "silent killer". Di saat penderita belum merasakan gejalanya, hipertensi sudah mulai menyebabkan kerusakan pada sistem kardiovaskular dan organ internal, seperti ginjal.

Memeriksakan tekanan darah secara teratur sangatlah penting, karena biasanya jarang sekali gejala hipertensi muncul atau dirasakan.

Dilaporkan, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan keringat, cemas, gangguan tidur, dan muka memerah, ini benar adanya. Tapi dalam banyak kasus, hipertensi tidak menimbulkan gejala sama sekali.

Jika sudah mencapai tingkat krisis hipertensi, seseorang mungkin mengalami sakit kepala dan mimisan.

Komplikasi

Hipertensi dalam jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi melalui aterosklerosis, di mana pembentukan plak menghasilkan penyempitan pembuluh darah. Ini membuat hipertensi menjadi lebih buruk, karena jantung harus memompa lebih keras untuk mengirim darah ke tubuh.

Pengobatan hipertensi

Ada beberapa bentuk perawatan untuk hipertensi. Penyesuaian gaya hidup merupakan perawatan standar utama untuk hipertensi.

Penderita hipertensi disarankan untuk berolahraga intensitas sedang, dinamis, atau aerobik selama 30 menit dalam sehari. Contohnya, jalan kaki, joging, bersepeda, atau berenang sebanyak 5 - 7 kali seminggu.

Menghindari stres, atau mengelola stres dapat membantu mengendalikan tekanan darah. Menggunakan alkohol, obat-obatan, merokok, dan memakan makanan yang tidak sehat untuk mengatasi stres malah akan memperparah hipertensi.

Merokok dapat meningkatkan tekanan darah. Berhenti merokok akan mengurangi risiko hipertensi, kondisi jantung, dan masalah kesehatan lainnya.

Obat-obat hipertensi

Orang dengan tekanan darah lebih tinggi dari 130/80 mmhg dapat diberikan obat untuk menurunkan tekanan darah mereka.

Obat biasanya dimulai dengan obat hipertensi tunggal dosis rendah. Efek samping dari obat-obat hipertensi biasanya ringan. Selanjutnya mungkin diperlukan dua obat (kombinasi) anti hipertensi secara bersamaan.

Beberapa jenis obat untuk membantu menurunkan tekanan darah, antara lain:
  • diuretik, termasuk tiazid, chlorthalidone, dan indapamide
  • beta blocker dan alpha blocker
  • calcium channel blocker
  • central agonist
  • peripheral adrenergic inhibitor
  • vasodilator
  • angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor
  • angiotensin receptor blocker.

Obat mana yang dipilih akan tergantung dari kesehatan pasien secara umum, dan kondisi lain yang mungkin dimiliki.

Siapapun yang mengonsumsi obat-obat darah tinggi harus berhati-hati dalam mengonsumsi obat lain, termasuk obat-obat yang dijual bebas. Obat-obat tersebut dapat berinteraksi dengan obat hipertensi. Dampak buruk bisa terjadi.

Diet

Beberapa jenis hipertensi dapat dikelola dengan gaya hidup dan pilihan diet, seperti berolahraga, meninggalkan alkohol dan tembakau, dan menghindari diet tinggi sodium.

Mengurangi asupan garam

Asupan garam rata-rata orang di seluruh dunia saat ini adalah antara 9 gram (g) dan 12 g per hari. WHO merekomendasikan untuk mengurangi asupan garam hingga di bawah 5 g sehari, ini untuk membantu mengurangi risiko hipertensi dan masalah kesehatan terkait.

Meninggalkan alkohol

Mengonsumsi alkohol dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah dan peningkatan risiko stroke.

Makan banyak buah dan sayuran dan kurangi konsumsi lemak

Orang yang memiliki atau yang berisiko terkena tekanan darah tinggi disarankan untuk mengurangi konsumsi lemak jenuh dan total.

Disarankan sebagai gantinya adalah:

Menjaga berat badan

Hipertensi berkaitan erat dengan obesitas, dan penurunan berat badan biasanya akan diikuti oleh penurunan tekanan darah. Diet yang sehat dan seimbang dengan asupan kalori yang sesuai dengan ukuran, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas individu akan membantu tubuh tetap sehat.

Jenis hipertensi

Hipertensi yang tidak disebabkan oleh kondisi atau penyakit lain disebut hipertensi primer atau esensial. Jika hipertensi terjadi sebagai akibat dari kondisi atau penyakit lain, disebut hipertensi sekunder.

Hipertensi primer dapat terjadi akibat berbagai faktor, termasuk volume plasma darah dan aktivitas hormon yang mengatur volume dan tekanan darah. Ini juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti stres dan kurang olahraga.

Hipertensi sekunder memiliki penyebab tersendiri dan merupakan komplikasi dari masalah lain.

Hipertensi sekunder bisa merupakan hasil dari:
  • diabetes, karena masalah ginjal dan kerusakan saraf
  • penyakit ginjal
  • pheochromocytoma, kanker langka kelenjar adrenal
  • sindrom cushing, yang dapat disebabkan oleh obat kortikosteroid
  • hiperplasia adrenal kongenital (HAK), gangguan kelenjar adrenal yang mensekresikan kortisol
  • hipertiroidisme, atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif
  • hyperparathyroidism, yang mempengaruhi tingkat kalsium dan fosfor
  • kehamilan
  • sleep apnea, gangguan tidur serius di mana pernapasan sering berhenti
  • obesitas.

Jika penyebab yang mendasarinya dapat diatasi, seharusnya tekanan darah juga akan membaik.

Article Resources
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/150109.php

20 Januari 2018

Peran Kalium Mengontrol Tekanan Darah Tinggi


Manfaat kalium untuk tekanan darah tinggi

Makanan yang kaya akan kalium sangat penting untuk mengontrol tekanan darah tinggi (hipertensi), karena kalium akan mengurangi efek dari natrium (garam). Semakin banyak kalium yang Anda konsumsi, maka semakin banyak pula natrium yang dikeluarkan tubuh melalui urin.

Kalium atau juga disebut sebagai potasium juga membantu melemaskan dinding-dinding pembuluh darah, sehingga efeknya akan menurunkan tekanan darah.

Meningkatkan asupan kalium melalui makanan alami sangat dianjurkan pada orang dewasa sehat dengan tekanan darah tinggi diatas 120/80 mmHg. Namun, kalium bisa berbahaya pada orang dengan penyakit ginjal, dan setiap kondisi kesehatan lainnya yang mempengaruhi bagaimana tubuh mengelola kalium, atau pada mereka yang sedang mengonsumsi obat jenis tertentu.

Kalium dan diet

Asupan kalium yang direkomendasikan untuk orang dewasa rata-rata adalah sebesar 4.700 miligram per hari.

Unsur diet untuk hipertensi, yakni DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), yang kebanyakan terdiri dari unsur buah-buahan, sayuran, makanan rendah atau bebas lemak, dan ikan adalah sumber kalium yang baik. Misalnya, pisang ukuran medium memiliki sekitar 420 mg kalium dan setengah cangkir kentang manis tumbuk memiliki 475 mg kalium.

Makanan lainnya yang kaya akan kalium, diantaranya:
  • aprikot
  • alpukat
  • melon
  • susu bebas lemak atau rendah lemak (1 persen)
  • yoghurt bebas lemak
  • grapefruit (hati-hati jika Anda sedang mengonsumsi obat penurun kolesterol)
  • sayuran hijau
  • kacang lima
  • jamur
  • jeruk
  • kacang polong
  • kentang
  • plum dan prune
  • kismis dan kurma
  • bayam
  • tomat
  • tuna.

Kalium hanyalah satu dari banyaknya komponen yang baik dikonsumsi untuk menjaga tekanan darah

Meskipun kalium dapat menurunkan efek naiknya tekanan darah akibat natrium, mengonsumsi kalium dalam jumlah yang lebih harus dikombinasikan dengan upaya Anda memecah kelebihan garam, dan mengembangkan kebiasaan makan dan gaya hidup sehat lainnya.

Bolehkah mengonsumsi kalium secara berlebih?

Mengonsumsi kalium dalam jumlah yang banyak akan menjadi berbahaya pada orang dengan penyakit ginjal. Karena ginjal menjadi kurang mampu membuang kalium dari darah, darah akan terbanjiri oleh kalium.

Seperti halnya tekanan darah tinggi, kadar kalium yang tinggi dalam darah (hiperkalemia) seringkali tidak menunjukkan gejala,. Namun, munculnya sakit perut, denyut nadi lemah, merasa lemah, dan pingsan bisa terjadi akibat kadar kalium tubuh yang terlalu tinggi.

Yang terbaik adalah berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum memutuskan mengonsumsi kalium, terutama kalium yang berasal dari suplemen.

Article Resources
  • http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/HighBloodPressure/PreventionTreatmentofHighBloodPressure/Potassium-and-High-Blood-Pressure_UCM_303243_Article.jsp#

11 November 2017

Mendeteksi Penyakit Kardiovaskular dengan Angiography dan FAST

Penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi salah satu masalah kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele karena menjadi penyebab kematian utama di dunia. Hal ini ditandai dengan prevalensi (jumlah dalam populasi) penyakit kardiovaskular yang terus meningkat.

Seperti penyakit degeneratif lainnya, faktor pemicu penyakit jantung adalah perubahan gaya hidup masyarakat masa kini yang diantaranya memiliki kebiasaan merokok dibarengi faktor polusi udara yang semakin parah.

Organisasi Kesehatan Dunia WHO memprediksi sekitar 23,6 juta orang di dunia akan meninggal karena penyakit kardiovaskular pada tahun 2030 mendatang. Di Indonesia, angka kematian karena penyakit kardiovaskular di rumah sakit adalah sekitar 6-12 persen, sedangkan angka re-hospitalisasi atau kembali menjalani perawatan setelah sebelumnya pernah dirawat di rumah sakit sebesar 29 persen.

Oleh karena itu, penyakit kardiovaskular harus diwaspadai. Dan semakin cepat penyakit kardiovaskular dideteksi, maka tingkat kesembuhan akan semakin tinggi.

Angiography

Angiography

Dunia teknologi kesehatan saat ini telah memiliki sebuah alat atau piranti canggih dengan metode khusus untuk mendeteksi secara dini kemungkinan penyakit jantung dan pembuluh darah yang disebut cath lab atau angiografi. Cath lab atau angiografi adalah prosedur pemeriksaan invasif menggunakan sinar x (X-Ray) yang bertujuan menggambarkan pembuluh darah di berbagai bagian tubuh, termasuk memeriksa struktur pembuluh darah jantung, ruang jantung, katup jantung, otot jantung, bagian perut, jaringan otak, serta jaringan kaki dan tangan dengan menggunakan kamera khusus.

Cath lab atau angiography akan menampilkan gambar pembuluh darah secar detail, jelas, dan akurat. Alat ini sangat membantu dalam tindakan prosedur operasi atau Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty (PCTA). PCTA lebih umum dikenal orang awam sebagai balonisasi, yang merupakan tidakan non-bedah untuk membuka penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah sehingga aliran darah dan oksigen meningkat ke otot-otot jantung.

Manfaat dari cath lab atau angiography:
  • Memperlihatkan tumpukan plak atau artherosclerosis pada pembuluh darah jantung.
  • Mendeteksi artherosclerosis pada arteri carotis di leher yang mengganggu aliran darah ke otak dan bisa menyebabkan stroke.
  • Mendeteksi kemungkinan kelainan pada pembuluh darah di otak.
  • Mengidentifikasi aneurisma intracranial bahkan bisa mengidentifikasi adanya aneurisma pembuluh darah aorta.

Kelebihan tindakan angiography:
  • Pada kateterisasi angiography dapat memperlihatkan pembuluh darah secara lebih rinci, jelas, dan akurat yang tidak bisa dihasilkan oleh prosedur lainnya. Hal ini sangat membantu saat tindakan dilakukan.
  • Dengan penggunaan kateter memungkinan dilakukan penggabungan diagnostik dan tindakan dalam satu prosedur, artinya bila ditemukan plak atau penyempitan pada pembuluh darah, maka dapat dilanjutkan dengan angioplasty atau baloning.

FAST

Ada 4 cara cepat untuk memeriksa kondisi seseorang jika diduga terkena gejala stroke, dikenal dengan istilah FAST.

F Face. Periksa kondisi wajah dan perhatikan bagian mulut. Apakah ada kelainan, apakah ada kemiringan atau ketidakseimbangan yang tidak biasa.
Face
A Arms. Pegang kedua lengan dan pastikan tanggapan orang tersebut. Rentangkan kedua tangan ke depan, dan pastikan kondisi lengan dapat merasakan sentuhan. Jika mati rasa, mungkin ini merupakan gejala awal stroke.
Arms
S Speech. Gejala stroke dapat dilihat jika terjadi gangguan bicara. Gangguan bicara dapat berupa keterlambatan respon atau kesulitan mengeluarkan suara atau ucapan.
Speech
T Time. Jika sudah memastikan kondisi orang tersebut dan mendekati gejala-gejala stroke, langsung hubungi dokter atau bawa ke rumah sakit dan lakukan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
Time

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menghindari stroke adalah pembatasan konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh (saturated fats). Makanan yang mengandung lemak jenuh ini contohnya produk-produk makanan hewani dan juga turunannya, seperti mentega, keju, susu, es krim, dan daging berlemak.

23 Juni 2015

Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Penyakit jantung koroner (PJK) menyebabkan angina (nyeri dada) dan serangan jantung. Kebiasaan merokok, diabetes, obesitas, riwayat keluarga, dan usia menjadi faktor risiko timbulnya penyakit jantung. Dengan gaya hidup yang sehat dan meminum obat yang direkomendasikan oleh dokter, risiko seseorang untuk terkena penyakit jantung koroner akan menurun.

Arteri normal dan arteri tersumbat

Penyakit jantung koroner (PJK) terjadi apabila arteri koroner (arteri yang memasok darah dan oksigen ke otot jantung) tersumbat oleh zat lemak yang disebut plak atau ateroma. Plak ini menumpuk secara bertahap di dinding bagian dalam arteri, yang akhirnya membuat arteri menjadi sempit.

Proses penyempitan ini disebut dengan aterosklerosis. Aterosklerosis bahkan sudah dapat terjadi pada usia muda, dan menjadi bertambah hebat pada saat seseorang mencapai usia pertengahan.

Jika arteri sudah benar-benar sempit, suplai darah ke otot jantung mulai berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti angina (nyeri dada). Jika arteri telah benar-benar sempit dan memblokir suplai darah ke jantung, maka terjadilah serangan jantung.

Faktor risiko penyakit jantung yang dapat diubah

Tidak ada penyebab tunggal PJK, tetapi ada faktor-faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terkena PJK. Ada dua faktor risiko penyakit jantung koroner, yakni yang dapat diubah dan yang tidak dapat diubah.

Faktor risiko yang dapat diubah antara lain:

Faktor risiko penyakit jantung yang tidak dapat Anda ubah antara lain:
  • Usia
  • Jenis kelamin laki-laki
  • Memiliki riwayat keluarga penderita penyakit jantung.
Sebagian orang dari suku bangsa dan budaya tertentu juga lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner.

Kabar baiknya meskipun faktor risiko tersebut tidak dapat diubah, Anda dapat menurunkan faktor risiko secara keseluruhan dengan cara menjalankan pola hidup sehat dan minum obat yang diresepkan oleh dokter Anda.

Merokok dan risiko penyakit jantung

Sebagaimana menjadi penyebab kanker, merokok akan mempengaruhi arteri yang memasok darah ke jantung dan bagian-bagian tubuh Anda lainnya. Hal ini tentunya akan mengurangi jumlah oksigen di dalam darah dan merusak dinding arteri Anda.

Merokok akan meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer (yang dapat menyebabkan gangren dan amputasi anggota tubuh).

Merokok membuat darah menjadi 'lengket' dan menyebabkan sel-sel darah menggumpal. Ini akan memperlambat aliran darah arteri dan akan lebih sering terjadi penyumbatan dan meluas. Sumbatan ini dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Merokok juga membuat dinding arteri Anda menjadi lengket, menyebabkan penyumbatan oleh zat lemak yang disebut dengan plak atau ateroma.

Perokok sering mengalami tangan atau kaki dingin akibat penyumbatan arteri, yang juga dapat menyebabkan masalah serius seperti gangren. Jika arteri yang tersumbat adalah arteri koroner, maka akan menyebabkan angina. Jika bentuk bekuan darah di arteri koroner yang menyempit dan benar-benar telah memblokir pasokan darah ke suatu bagian jantung, maka dapat menyebabkan serangan jantung.

Kolesterol dan risiko penyakit jantung

Kolesterol adalah zat lemak yang diproduksi secara alami oleh tubuh. Kolesterol juga dapat masuk ke tubuh melalui makanan yang mengandung kolesterol. Kolesterol sebenarnya memiliki banyak manfaat di dalam tubuh, tetapi kolesterol akan menjadi masalah jika kadarnya di dalam tubuh terlalu tinggi.

Kolesterol total yang tinggi menyebabkan zat lemak terbentuk di arteri koroner secara bertahap, sehingga membuat darah sulit mengalir. Hal ini utamanya disebabkan oleh makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans.

Kolesterol total terdiri dari dua jenis kolesterol, yaitu:
  • Low-density lipoprotein (LDL) - juga dikenal sebagai kolesterol jahat karena dapat meningkatkan penumpukan plak di arteri dan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner.
  • High-density lipoprotein (HDL) - juga dikenal sebagai kolesterol baik karena membantu melindungi Anda dari penyakit jantung koroner.

Sebagian besar dari kolesterol total di dalam aliran darah terdiri dari kolesterol LDL 'Jahat'. Hanya sebagian kecil yang terdiri dari kolesterol HDL 'baik'.

Sebuah keseimbangan yang terbaik adalah kondisi dimana kolesterol LDL rendah, sedangkan kolesterol HDL tinggi.

Tekanan darah dan risiko penyakit jantung

Tekanan darah adalah tekanan darah di arteri (pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh), seperti yang dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh.

Tekanan darah tergantung dari dua hal utama: jumlah darah yang dipompa oleh jantung dan bagaimana leluasanya darah mengalir melalui arteri.

Tekanan darah dapat naik dan turun sepanjang hari, tergantung dari waktu dan aktivitas yang dilakukan seseorang. Berbeda dengan tekanan darah tinggi yang merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah tinggi secara terus menerus.

Riwayat keluarga, pola makan, konsumsi alkohol, berat badan dan tingkat aktivitas fisik Anda memberikan pengaruh besar pada tekanan darah. Pada sebagian orang, obat-obatan, termasuk pil kontrasepsi oral (pil kb), kontrasepsi injeksi (suntik KB), steroid (seperti cortisone), dan obat-obat untuk arthritis, juga dapat meningkatkan tekanan darah.

Tekan darah yang tinggi akan membebani kerja jantung dan arteri koroner, dan mempercepat proses penyumbatan di arteri. Hal ini ujungnya akan menyebabkan masalah seperti serangan jantung dan stroke.

Tekanan darah yang tinggi juga dapat mempengaruhi arteri yang menuju ke bagian lain tubuh, seperti mata, ginjal, dan kaki.

Jika tekanan darah tinggi tidak diobati, jantung akan menjadi lemah karena bekerja keras secara terus menerus. Kondisi ini dapat menyebabkan 'gagal jantung', sebuah kondisi serius dengan gejala seperti kelemahan, sesak napas, dan pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki.

Diabetes dan risiko penyakit jantung

Penderita diabetes lebih berisiko terkena serangan jantung, angina dan stroke. Orang dengan PJK sering juga mengidap diabetes Tipe 2. Penderita diabetes dan PJK berada dalam risiko tinggi untuk serangan jantung dan stroke.

Serangan jantung dikaitkan dengan kebiasaan yang kurang berolahraga, kebiasaan makan yang tidak sehat dan obesitas.

Dua jenis utama diabetes adalah:
  • Tipe 1 - sebelumnya dikenal sebagai insulin-dependent atau juvenile-onset diabetes
  • Tipe 2 - sebelumnya dikenal sebagai non-insulin-dependent atau mature-onset diabetes.

Jika Anda mengidap diabetes, sebaiknya selalu aktif secara fisik, hanya mengonsumsi makanan sehat, dan menjaga berat badan yang sehat.

Jika Anda mengidap diabetes tipe 2, Anda mungkin perlu mengonsumsi obat-obatan untuk membantu agar kadar glukosa darah Anda normal, serta melakukan perubahan gaya hidup yang sehat.

Juga penting untuk meninggalkan rokok dan minuman keras, mengurangi kolesterol total, mengontrol tekanan darah dan secara teratur memeriksakan diri ke dokter untuk perawatan diabetes.

Obesitas dan risiko penyakit jantung

Obesitas atau kelebihan berat badan akan meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan serius, seperti:
  • PJK
  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Kolesterol tinggi
  • Penyakit kandung empedu
  • Masalah sendi, seperti gout, arthritis, dan nyeri sendiri
  • Gangguan tidur, seperti sleep apnea
  • Kanker jenis tertentu.
Orang obesitas dengan bentuk badan besar di tengah (seperti buah apel) lebih berisiko mengalami masalah kesehatan, sehingga sangat perlu untuk menurunkan berat badan.

Untuk mencapai berat badan yang sehat, keseimbangan energi yang masuk ke tubuh Anda melalui makanan dan minuman harus seimbang dengan energi yang digunakan oleh tubuh Anda melalui aktivitas fisik.

Aktivitas fisik dan risiko penyakit jantung

Aktivitas fisik sangat penting untuk menjaga kesehatan dan menurunkan risiko PJK. Aktivitas fisik atau olahraga secara teratur akan:
  • meningkatkan kesehatan jangka panjang
  • menurunkan risiko serangan jantung
  • membuat tubuh lebih berenergi (lebih bersemangat)
  • membantu menjaga berat badan yang normal
  • membantu mencapai kadar kolesterol total yang sehat
  • menurunkan tekanan darah
  • membuat tulang dan otot menjadi lebih kuat
  • membuat lebih percaya diri dan bahagia
  • membuat kualitas tidur menjadi lebih baik atau dengan kata lain terbebas dari masalah gangguan tidur.

Jika Anda pernah mengalami serangan jantung, olahraga secara teratur akan membantu Anda pulih lebih cepat. Jika Anda mengidap diabetes, olahraga secara rutin juga akan membantu tubuh mengontrol kadar glukosa darah.

Olahraga atau aktivitas fisik yang perlu dilakukan tidaklah harus olahraga yang berat. Olahraga dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, sangatlah baik untuk kesehatan jantung Anda. Setidaknya lakukan 30 menit olahraga sedang setiap hari, atau beberapa kali seminggu.

Depresi dan risiko penyakit jantung

Penelitian telah menunjukkan bahwa pada sebagian orang, yakni mereka yang depresi, yang terisolasi secara sosial, atau mereka yang tidak memiliki dukungan sosial yang berkualitas, berisiko tinggi terkena penyakit jantung koroner.

Depresi dapat diatasi dengan terapi medis dan non medis. Jika Anda merasa mengalami depresi, sebaiknya segera berkonsultasi ke pakar kesehatan Anda.

Riwayat keluarga dan risiko penyakit jantung

Riwayat keluarga seseorang dari penyakit atau gen dapat meningkatkan kecenderungan seseorang untuk mengembangkan:
  • Hipertensi
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes
  • Bentuk tubuh tertentu.

Meskipun memiliki riwayat keluarga dengan PJK merupakan faktor risiko PJK, untungnya itu tidak berarti bahwa Anda juga dipastikan akan terkena PJK. Namun, jika Anda memiliki riwayat keluarga PJK, maka sangat penting untuk mengurangi atau menghilangkan faktor risiko lainnya. Misalnya, dengan membatasi asupan lemak jenuh dan lemak trans, tidak merokok, dan melakukan gaya hidup sehat dan aktif.

Usia, jenis kelamin, dan risiko penyakit jantung

Umumnya, pria berisiko lebih tinggi mengalami PJK pada usia pertengahan di bandingkan perempuan. Risiko akan semakin meningkat seiring pertambahan usia.

Namun, risiko terjadinya PJK juga menjadi masalah bagi perempuan, terutama jika mereka sudah berusia lanjut. Masih belum jelas mengapa wanita cenderung mengalami PJK pada usia lanjut ketimbang laki-laki, meskipun ada kemungkinan bahwa perubahan hormonal setelah menopause, ditambah dengan perubahan faktor risiko, memainkan peran.

Diluar jenis kelamin dan usia, Anda dapat menurunkan risiko terjadinya PJK jika Anda mengikuti gaya hidup sehat dan minum obat yang diresepkan oleh dokter Anda.

Article Resources
  • http://www.betterhealth.vic.gov.au/bhcv2/bhcarticles.nsf/pages/Heart_disease_your_risk-factors_explained
  • Gambar: www.cardiaccollege.ca

27 Maret 2015

Gejala dan Penyebab Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Pengukuran tekanan darah
Jika Anda mengalami tekanan darah rendah, hal ini berarti tekanan darah Anda lebih rendah dari biasanya, dan dapat menyebabkan gejala, seperti pingsan. Sebenarnya tidak masalah memiliki tekanan darah yang rendah, asalkan tidak terlalu rendah sehingga suplai darah ke organ vital Anda menjadi berkurang.

Tekanan darah adalah ukuran kekuatan darah pada dinding arteri yang mana darah dipompa ke seluruh tubuh. Tekanan darah dipengaruhi oleh kekuatan jantung saat memompa, ukuran dan fleksibilitas arteri yang membawa darah. Tekanan darah dapat berubah sepanjang hari. Biasanya tekanan darah akan lebih rendah pada saat tidur dan naik pada saat bangun.

Tekanan darah dinyatakan dengan dua angka, misalnya 120/80mmHg (milimeter air raksa). Angka pertama menunjukkan tekanan maksimum ketika jantung berkontraksi, ini disebut tekanan sistolik (tekanan atas). Angka kedua menunjukkan tekanan minimum jantung saat rileks, ini disebut tekanan diastolik (tekanan bawah).

Jika tekanan darah Anda terlalu tinggi (hipertensi), Anda berisiko mengalami penyakit tertentu, seperti penyakit jantung koroner dan stroke. Jika tekanan darah Anda rendah, maka risiko untuk terkena penyakit-penyakit ini juga menurun. Tekanan darah yang ideal untuk orang dewasa adalah antara 90/60 dan 120/80 mmHg.

Sebenarnya tidak ada standar pasti untuk ukuran normal tekanan darah rendah. Jika tekanan darah sistolik lebih rendah dari 90, kondisi ini biasanya dihukumi dengan tekanan darah rendah. Namun, tekanan darah di bawah ini mungkin saja normal pada sebagian orang, sedangkan yang lainnya mungkin mengalami gejala tekanan darah rendah pada ukuran tekanan darah ini. Hal ini tergantung dari beberapa faktor. Misalnya, tekanan darah wanita hamil biasanya lebih rendah, terutama pada pertengahan kehamilan, dan ini umum terjadi. Tekanan darah rendah hanya dianggap sebagai masalah jika Anda mengalami gejala-gejalanya.

Jika tekanan darah lebih rendah dari tekanan darah Anda biasanya, maka dapat menyebabkan kurangnya darah yang dipompa ke seluruh tubuh. Ini dapat menyebabkan organ-organ vital seperti otak kekurangan oksigen (salah satu fungsi utama darah adalah mengangkut oksigen). Kondisi inilah yang seringkali menyebabkan penderitanya pingsan.

Gejala tekanan darah rendah

Jika secara alami tekanan darah Anda memang rendah, sangat mungkin Anda tidak akan mengalami gejalanya, hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika tekanan darah Anda lebih rendah biasanya, ini dapat menyebabkan gejala-gejala seperti:
  • Pusing
  • Pingsan
  • Nyeri dada
  • Kaki dan tangan dingin
  • Palpitasi (denyut jantung lebih kuat)
  • Merasa sakit
  • Penglihatan kabur
  • Merasa bingung atau tidak mampu berkonsentrasi.

Gejala-gejala ini biasanya paling sering muncul ketika Anda bangun dari duduk atau berbaring. Biasanya gejalanya berlangsung selama beberapa detik atau menit. Ini disebut dengan hipotensi postural (ortostatik). Jika Anda cenderung mengalami gejala-gejala tersebut setelah makan, ini disebut dengan hipotensi postprandial.

Diagnosis tekanan darah rendah

Untuk mendiagnosis tekanan darah rendah, dokter akan bertanya mengenai gejala dan memeriksa Anda. Ia akan mengukur tekanan darah Anda menggunakan alat yang disebut sphygmomanometer (sering kita sebut dengan tensimeter). Sphygmomanometer yang digunakan dapat berupa sphygmomanometer otomatis (digital) atau manual.

Jiak Anda mengalami gejala hipotensi postural, dokter juga akan mengukur tekanan darah saat Anda duduk atau berbaring kemudian berdiri. Jika tekanan darah jauh lebih rendah saat Anda berdiri dibandingkan saat duduk atau berbaring, ini menunjukkan Anda mengalami hipotensi postural.

Dokter juga mungkin akan melakukan tes yang disebut dengan "tilt test" untuk mengetahui penyebab gejala yang Anda alami. Biasanya test ini hanya dilakukan di rumah sakit. Anda akan diperintahkan untuk perlahan-lahan miring dari berbaring ke posisi tegak di atas meja. Selama itu, tekanan darah, denyut dan irama jantung akan dipantau.

Pengobatan tekanan darah rendah

Tidak perlu mendapatkan perawatan jika secara alami tekanan darah Anda memang rendah atau tidak mengalami gejala apapun. Namun jika Anda mengalami gejala-gejalanya, pengobatannya akan tergantung dari penyebabnya. Sebagai contoh, turunnya tekanan darah disebabkan karena Anda mengonsumsi obat diuretik, maka hanya perlu menghentikannya atau menggantinya.

Perawatan sendiri

Ada beberapa langkah perawatan sendiri yang dapat membantu Anda jika mengalami dua jenis hipotensi yang kami sebutkan di atas.

Jika Anda mengalami hipotensi postural, dokter mungkin akan menyarankan beberapa langkah berikut:
  • Berdiri perlahan-lahan dari duduk atau berbaring, terutama pada saat bangun pertama kali.
  • Cobalah untuk menyilangkan kaki saat berdiri, berdiri di ujung jari kaki dan tekanan pada otot kaki. Ini dapat membantu aliran darah kembali ke jantung lebih cepat dan mengurangi gejala saat berdiri.
  • Pastikan minum cukup cairan dan jauhi alkohol.
  • Angkat sedikit bagian kepala saat tidur. 

Dokter mungkin juga akan menyarankan agar Anda mengubah pola makan yang berupa diet tinggi garam. Namun hal ini hanya boleh dilakukan dengan pengawasan dokter karena kondisi Anda harus terus dipantau.

Jika Anda mengalami hipotensi postprandial, dokter mungkin akan menyarankan untuk:
  • Makan sedikit tapi sering.
  • Berbaring setelah makan. 

Langkah-langkah ini mungkin tidak cocok untuk semua orang. Tanyakan kepada dokter mengenai saran terbaik untuk Anda.

Obat-obatan

Terkadang, dokter umum atau spesialis meresepkan obat jika perawatan rumahan tidak menghentikan gejala tekanan darah rendah. Obat-obat yang biasa diberikan adalah obat yang:
  • Meningkatkan kuantitas garam di dalam tubuh
  • Membuat pembuluh darah menyempit. 

Penyebab tekanan darah rendah

Jika tekanan darah Anda rendah, namun Anda tidak mengalami gejala apapun, maka sangat mungkin tidak ada penyebab yang mendasarinya. Tekanan darah seperti ini berarti tekanan darah yang normal untuk Anda.

Turunnya tekanan darah secara tiba-tiba yang biasanya bersifat sementara dapat menyebabkan gejala, seperti pingsan. Istilah medis untuk ini adalah sinkop (syncope). Sekitar setengah dari kita mengalami hal ini di beberapa titik kehidupan kita. Beberapa hal yang dapat menyebabkannya adalah:
  • Berdiri dalam waktu yang lama di lingkungan yang panas
  • Mengalami dehidrasi
  • Rasa sakit
  • Emosi yang kuat
  • Fobia - misalnya takut melihat darah. 

Jika tekanan darah Anda rendah dan selalu menimbulkan gejala, mekanisme tubuh yang mengontrol tekanan darah dalam tubuh Anda mungkin tidak bekerja dengan benar. Kondisi ini menyebabkan turunnya tekanan darah.

Jika Anda mengalami hipotensi postural, tubuh tidak merespon cukup cepat saat berdiri, menyebabkan darah tertinggal di kaki. Ini berarti bahwa darah yang kembali ke jantung kurang, sehingga tidak banyak darah yang dapat dipompa oleh jantung, menyebabkan tekanan darah turun. Hipotensi postprandial terjadi ketika darah mengalir ke sistem pencernaan setelah Anda makan. Tubuh Anda tidak merespon dengan cara yang biasa untuk menjaga tekanan darah di seluruh tubuh.

Ada beberapa kondisi yang mungkin mendasari tekanan darah rendah Anda, beberapa diantaranya:
  • Cedera atau luka bakar, yang menyebabkan kehilangan darah atau cairan
  • Dehidrasi
  • Infeksi berat
  • Reaksi alergi hebat (anafilaksis)
  • Masalah jantung, seperti gagal jantung, serangan jantung dan aritmia
  • Obat-obatan tertentu, termasuk obat untuk masalah jantung dan tekanan darah tinggi, dan beberapa antidepresan
  • Kondisi yang mempengaruhi sistem saraf, seperti penyakit Parkinson dan diabetes tipe 1 dan tipe 2
  • Kondisi yang melibatkan hormon, contoh penyakit addison di mana tubuh tidak menghasilkan cukup hormon kortisol
  • Terlalu lama bed rest (istirahat total). 

Article Resources
  • http://www.bupa.co.uk/health-information/directory/l/low-blood-pressure