Gejala dan Pengobatan Sleep Apnea

Friday, November 21, 2014
Sleep apnea

Sleep apnea adalah suatu kondisi terganggunya napas berulang kali saat tidur. Apnea didefinisikan sebagai berhenti atau hampir berhentinya pernapasan yang membuat aliran udara menurun sampai 25% di bawah normal. Lamanya pernapasan berhenti atau menurun biasanya antara 10 sampai 30 detik. Jika sleep apnea terjadi berulang kali, maka akan menurunkan kualitas tidur seseorang.

Penyebab sleep apnea

Ada tiga jenis kejadian pernapasan pada sleep apnea, yaitu:
  • Obstructive sleep apnea (OSA) - Disebabkan oleh penyumbatan sementara, parsial atau lengkap dari saluran napas. Penyebab umumnya meliputi:
    • Septum nasal menyimpang
    • Hidung tersumbat
    • Jalan napas sempit
    • Pembesaran tonsil (amandel)
    • Otot faring lemah
    • Cedera pita suara
    • Trauma wajah yang mengarah ke bagian jalan napas yang terdistorsi
    • Retraksi lidah ke bagian belakang tenggorokan.
  • Central sleep apnea (CSA) - Disebabkan karena kegagalan sementara dalam bernapas. Penyebab umumnya meliputi:
    • Stroke
    • Gagal jantung
    • Penggunaan obat tertentu
    • Kelainan bawaan
    • Berada di ketinggian tinggi.
  • Mixed sleep apnea - Kombinasi dari dua jenis apnea di atas.
Di bawah ini adalah faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan kans seseorang untuk mengembangkan sleep apnea:
  • Jenis kelamin: Laki-laki
  • Obesitas (kegemukan)
  • Lingkar leher yang besar
  • Usia: 40 tahun atau lebih
  • Riwayat keluarga yang apnea
  • Kelainan struktural pada hidung, tenggorokan atau alat pernapasan lainnya
  • Hipotiroidisme
  • Penyakit neuromuskular (seperti stroke, yang menyebabkan otot saluran napas lemah)
  • Infeksi saluran pernapasan atas
  • Obat-obatan: Obat penenang atau alat bantu tidur
  • Konsumsi alkohol
  • Kebiasaan merokok.
Secara umum, sleep apnea jarang mengenai anak-anak.
Gejala sleep apnea

Gejala sleep apnea meliputi:
  • Lelah dan mengantuk saat jam bangun tidur
  • Insomnia
  • Mendengkur keras
  • Pernapasan terhenti di malam hari (dilihat oleh orang lain)
  • Bangun berulang kali di malam hari
  • Tidur tidak nyenyak
  • Sakit kepala di pagi hari
  • Sulit berkonsentrasi atau mengalami masalah dengan memori
  • Lekas marah atau bertemperamen tinggi.
Orang dengan sleep apnea kronis yang tidak diobati kemungkinan berisiko mengalami:
Diagnosis sleep apnea

Untuk membantu mendiagnosis sleep apnea dilakukan polysomnography (tes sleep apnea).

Polysomnography (tes sleep apnea)
Tes ini akan membantu mendeteksi keberadaan dan tingkat keparahan sleep apnea. Selama tidur (menginap di tempat khusus) akan diukur:
  • Gerakan mata dan otot
  • Aktivitas otak (electroencephalogram)
  • Denyut jantung
  • Pola dan kedalaman bernapas
  • Saturasi persen sel-sel darah merah dengan oksigen yang dikandungnya.
Pemeriksaan lain
Selain melakukan tes sleep apnea, dokter mungkin akan melakukan:
  • Tes darah (misalnya, untuk memeriksa fungsi tiroid)
  • Electrocardiogram
  • Tes fungsi paru.
Pengobatan sleep apnea

Terdapat beberapa pilihan pengobatan untuk sleep apnea, yaitu:

Terapi perilaku
  • Menurunkan berat badan jika obesitas
  • Menghindari penggunaan obat penenang, obat tidur, alkohol, dan nikotin yang cenderung akan memperburuk sleep apnea
  • Tidur miring ke kanan, bukan terlentang
  • Tempatkan bantal sehingga membuat Anda nyaman
  • Menghindari makan atau berolahraga sebelum tidur
  • Bila mengantuk di siang hari, terapkan langkah-langkah keamanan, seperti menghindari menyetir atau mengoperasikan peralatan yang berpotensi berbahaya.
Terapi mekanik
Continuous positive airway pressure (CPAP) diterapkan melalui masker di hidung dan/atau mulut selama tidur. Pasokan udara yang konstan akan mengaliri saluran napas untuk mencegah kolapsnya jaringan yang akan menghalangi jalan napas. Dalam beberapa kasus, peralatan gigi untuk membantu mengatur posisi lidah atau rahang dapat bermanfaat.

Operasi
Untuk beberapa kasus, operasi mungkin diperlukan. Operasi paling menguntungkan bagi pasien anak-anak.

Jenis operasi yang dapat mengobati kasus sleep apnea yang parah, meliputi:
  • Uvulopalatopharyngoplasty - Dokter mengangkat jaringan lunak berlebih dari hidung dan/atau tenggorokan.
  • Maxillomandibular advancement - Mereposisi tulang rahang ke depan.
  • Tracheotomy - Dilakukan untuk kasus sleep apnea yang mengancam jiwa, dilakukan paa tenggorokan agar pasien dapat bernapas dengan normal.
Operasi bariatrik akan menurunkan berat badan bagi orang-orang yang obesitas. Operasi ini dapat menurunkan risiko komplikasi-komplikasi yang terkait dengan obesitas, termasuk sleep apnea.

Obat-obatan
Obat-obatan hanya digunakan pada kondisi central apnea. Acetazolamide akan membantu meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengatur pernapasan. Secara umum, tidak ada bukti yang menunjukkan obat-obatan dapat mengobati sleep apnea.

Oksigen dapat diberikan jika kadar oksigen terlalu rendah saat tidur, bahkan ketik jalan napas telah terbuka.

Pencegahan

Anda bisa mencegah timbulnya sleep apnea dengan cara menjaga berat badan yang normal. Hindari alkohol, nikotin, dan obat penenang, yang kesemuanya itu berkontribusi untuk penyumbatan atau penyempitan jalan napas.



Referensi:
  • American Academy of Sleep Medicine. http://www.sleepeducation.com/
  • American Sleep Apnea Association. http://www.sleepapnea.org/
  • National Sleep Foundation. http://www.sleepfoundation.org/
  • Emedicine Health. http://www.emedicinehealth.com/obstructive_and_central_sleep_apnea/article_em.htm

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.