Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Kolesterol

Monday, February 23, 2015
Kolesterol adalah zat yang secara alami diproduksi oleh hati. Kolesterol berguna untuk pembentukan membran sel, vitamin D, dan hormon tertentu.

Kolesterol tidak larut dalam air sehingga tidak dapat melalui aliran darah dengan sendirinya. Lipoprotein adalah partikel lain yang terbentuk di dalam hati yang membantu transportasi kolesterol melalui aliran darah. Lipoprotein terdiri dan beberapa bentuk utama dan sangat vital bagi kesehatan.

Low-density lipoproteins (LDL), atau yang lebih kita kenal sebagai "kolesterol jahat", dapat menumpuk di arteri dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti serangan jantung dan stroke. High-density lipoproteins (HDL), yang lebih kita kenal sebagai "kolesterol baik", bertugas mengembalikan kolesterol LDL ke hati untuk dibuang.

Arteri normal dan arteri yang telah mengalami penumpukan plak
Arteri normal dan arteri yang telah mengalami penumpukan plak.
Gambar: National Heart, Lung, and Blood Institute
Hati memproduksi semua kolesterol yang dibutuhkan tubuh, namun lemak dan kolesterol tambahan juga masuk ke tubuh melalui makanan yang kita makan. Makan makanan yang mengandung tinggi lemak akan meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah Anda. Inilah yang disebut dengan kolesterol tinggi. Kolesterol tinggi juga disebut dengan hiperkolesterolemia. Kolesterol tinggi akan menjadi sangat berbahaya apabila kadar kolesterol HDL terlalu rendah dan kadar kolesterol LDL terlalu tinggi.

Kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala, namun bila tidak diobati akan menyebabkan banyak masalah kesehatan, termasuk serangan jantung dan stroke.

Apa yang menyebabkan kolesterol tinggi?

Kolesterol tinggi biasanya diperparah akibat banyak mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi kolesterol, lemak jenuh, dan lemak trans. Contoh makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol antara lain:
  • Daging merah
  • Hati dan jeroan
  • Produk susu tinggi lemak, seperti keju, susu, es krim, dan mentega
  • Kuning telur
  • Makanan gorengan, seperti keripik kentang, kentang goreng, dan ayam goreng.
  • Selai kacang
  • Beberapa jenis kue bolu
  • Makan olahan yang dibuat dari minyak sawit, atau minyak kelapa
  • Coklat.
Dalam banyak kasus, kolesterol tinggi juga dapat disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Ini berarti kolesterol tinggi tidak hanya disebabkan oleh makanan, tapi dipengaruhi dari cara gen Anda menginstruksikan tubuh untuk memproses kolesterol dan lemak. Gen sendiri diwariskan oleh orangtua kepada anak-anak.

Beberapa kondisi atau penyakit lain seperti diabetes dan hipotiroidisme juga dapat berkonstribusi untuk menyebabkan kolesterol tinggi. Dan merokok dan alkohol juga dapat memperparah masalah kolesterol.

Siapa saja yang berisiko terkena kolesterol tinggi?

Kolesterol tinggi tidak memandang usia, etnis, dan jenis kelamin. Namun seseorang akan lebih berisiko terkena kolesterol tinggi jika:
  • Memiliki riwayat keluarga penderita kolesterol tinggi
  • Sering mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Menderita penyakit lain, seperti diabetes, ginjal, atau hipotiroidisme.
Apa saja gejala kolesterol tinggi?

Pada banyak kasus, kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Jika seseorang tidak pernah melakukan pemeriksaan atau memantau kadar kolestrol mereka, sedangkan kolesterol mereka sangat tinggi, maka gejala pertama yang mereka rasakan biasanya serangan jantung atau stroke.

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, ada sebuah sindrom familial dimana kadar kolesterol sangat tinggi (hiperkolesterolemia familial). Penderitanya memiliki kadar kolesterol 300 miligram per desiliter (mg/dL) atau bahkan lebih tinggi. Penderitanya dapat menunjukkan gejala kolesterol tinggi yang disebabkan oleh endapan kolesterol (xanthomas) di atas tendon atau di bawah kelopak mata mereka (xanthalasmas).

Bagaimana mendiagnosis kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi sangat mudah diketahui dengan pemeriksaan darah yang disebut dengan panel lipid atau profil lipid. Sampel darah Anda akan diambil dan kemudian dikirimkan ke laboratorium untuk dianalisis. Biasanya Anda juga akan diminta berpuasa setidaknya 12 jam sebelum pemeriksaan.

Panel lipid panel akan mengukur kadar kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan trigliserida. Berikut standar kadar kolesterol tubuh menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat:
  • Kolesterol total: kurang dari 200 mg/dL
  • Kolesterol LDL: kurang dari 100 mg/dL
  • Kolesterol HDL: 40 mg/dL atau lebih tinggi
  • Trigliserida: kurang dari 150 mg/dL.
Standar kadar kolesterol orang yang menderita penyakit atau kondisi lain seperti diabetes mungkin akan berbeda dari standar di atas.

Bagaimana mengobati kolesterol tinggi

Rutin berolahraga dan makan makanan yang sehat biasanya sudah cukup untuk menurunkan kadar kolesterol. Namun terkadang obat-obatan juga diperlukan, terutama jika kadar kolesterol LDL sangat tinggi.

Obat-obatan

Obat yang paling sering diresepkan dokter untuk menurunkan kolesterol tinggi disebut dengan statin. Statin bekerja dengan cara mencegah hati memproduksi lebih banyak kolesterol. Obat ini juga secara tidak langsung akan menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida dan juga berpotensi meningkatkan kadar kolesterol "baik" HDL.

Contoh obat statin, antara lain:
  • Atorvastatin (Lipitor)
  • Fluvastatin (Lescol)
  • Rosuvastatin (Crestor)
  • Simvastatin (Zocor).
Obat-obat lain untuk mengobati kolesterol tinggi, antara lain:
  • Niacin
  • Resin pengikat asam empedu seperti colesevalam (Welchol), colestipol (Colestid), atau cholestyramine (Prevalite)
  • Cholesterol absorption inhibitors, seperti ezetimibe (Zetia).
Ada juga obat kombinasi yang dapat mengurangi penyerapan kolesterol dari makanan yang Anda makan dan mengurangi kolesterol di hati Anda. Salah satu contoh obat ini adalah kombinasi dari ezetimibe and simvastatin (Vytorin).

Perubahan gaya hidup

Karena gaya hidup yang buruk sangat mempengaruhi kenaikan kolesterol, maka perubahan gaya hidup juga dapat menurunkan kadar kolesterol. Beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan kadar kolesterol:
  • Makanan makanan rendah lemak jenuh dan lemak trans. Daging tanpa lemak, seperti ayam dan ikan yang tidak digoreng, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Hindari makanan yang digoreng dan berlemak, serta makanan yang tinggi karbohidrat dan gula olahan.
  • Makan ikan yang mengandung asam lemak omega-3, yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL. Ikan yang kaya akan omega-3 antara lain ikan salmon, mackerel, dan ikan haring. Kenari, biji rami dan almond juga mengandung omega-3.
  • Hindari mengonsumsi alkohol.
  • Olahraga minimal 30 menit sehari dalam lima kali seminggu.
  • Berhenti merokok.
Nutrisi dan suplemen herbal

Beberapa jenis makanan dan suplemen cukup disarankan untuk membantu menurunkan kolesterol, meskipun masih belum diketahui dengan jelas cara kerjanya. Nutrisi dan suplemen herbal tersebut, antara lain:
  • Serat
  • Kedelai
  • Oat bran (ditemukan dalam oatmeal dan gandum utuh)
  • Barley (jelay).
Beberapa jenis tumbuhan juga disarankan untuk menurunkan kadar kolesterol. Namun bukti yang mendukung klaim ini juga bervariasi. Beberapa diantaranya adalah:
  • Bawang putih
  • Ekstrak biji zaitun
  • Sejenis semak (hawthorn)
  • Ekstrak teh hijau.
Selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi nutrisi atau suplemen herbal, karena suplemen herbal dapat berinteraksi dengan obat lain yang Anda konsumsi.

Spesialis apa yang menangani masalah kolesterol tinggi?

Ahli atau spesialis yang dapat membantu mengobati masalah kolestrol tinggi adalah sebagai berikut:
  • Ahli jantung, adalah dokter yang mengkhususkan diri untuk masalah-masalah jantung. Biasanya, jika telah mengalami komplikasi serius akibat kolesterol tinggi seperti tekanan darah tinggi atau penyakit aterosklerotik biasanya penderita akan dirujuk ke dokter ahli jantung.
  • Ahli gizi, adalah profesional yang dapat membantu menganalisis diet yang Anda butuhkan. Ahli gizi dapat membantu Anda merencanakan diet yang ramah kolesterol berdasarkan makanan yang Anda suka dan makanan yang tidak Anda suka.
  • Lipidologists, adalah dokter yang mengkhususkan diri untuk masalah-masalah lemak dalam darah. Lipidologist akan menawarkan pilihan terapi lain jika obat penurun kolesterol dan perubahan gaya hidup tidak membantu.
  • Fisiologi olahraga, akan membantu orang berkolesterol tinggi untuk merencanakan olahraga dan latihan fisik yang cocok bagi mereka agar manfaat untuk jantung dan aliran darah lebih maksimal.
  • Ahli endokrin, adalah dokter yang mengkhususkan diri untuk mendiagnosis penyakit-penyakit yang berhubungan dengan kelenjar. Ahli endokrin akan membantu mereka yang mengalami masalah ketidakseimbangan hormon.
Apa saja komplikasi kolesterol tinggi?

Jika tidak diobati, kolesterol tinggi dapat berkonstribusi untuk pembentukan plak di arteri dan menyebabkan aterosklerosis. Seiring waktu, deposit kolestrol (plak) dapat mempersempit arteri dan mengurangi volume darah yang mengalir disitu.

Aterosklerosis adalah suatu kondisi serius yang dapat mengakibatkan banyak komplikasi yang mengancam jiwa, seperti:
  • Stroke
  • Serangan jantung
  • Angina (nyeri dada)
  • Penyakit pembuluh darah perifer
  • Darah tinggi
  • Penyakit ginjal kronis, jika plak menumpuk di arteri ginjal, yang memasok darah ke ginjal.
Bagaimana mencegah kolesterol tinggi?

Kolesterol tinggi dapat disebabkan oleh faktor genetik yang tidak dapat dicegah. Ada hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu menurunkan kolesterol Anda, dan mencegahnya sebelum berubah menjadi masalah yang serius:
  • Berolahraga secara teratur.
  • Makan diet sehat rendah lemak hewani.
  • Makan makanan yang dipanggang atau dikukus.
  • Memilih daging tanpa lemak.
  • Memilih produk susu yang rendah atau bebas lemak.
  • Menghindari makanan cepat saji dan junk food.
  • Makan diet tinggi serat.
  • Tidak merokok. Merokok dapat mencederai pembuluh darah dan sangat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
  • Tidak mengonsumsi alkohol.
  • Memeriksakan kadar kolesterol secara rutin. Direkomendasikan untuk memeriksakan kadar kolesterol setiap 4 sampai 6 tahun sekali untuk orang sehat yang berusia di atas 20 tahun. Jika Anda berisiko kolesterol tinggi, maka pemeriksaan harus lebih sering.
  • Menjaga berat badan tetap normal.
Jika tidak diobati, kolesterol tinggi dapat menyebabkan masalah serius dan bahkan kematian. Pengobatan untuk kolesterol tinggi dan penyakit jantung telah semakin baik dan semakin memberikan manfaat yang berarti. Hal ini terbukti dari semakin menurunnya jumlah kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung dan komplikasi lainnya.

Namun tidak dipungkiri, kolesterol tinggi masih menjadi perhatian utama di dunia karena gaya hidup yang kurang aktif dan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Buat perubahan positif untuk gaya hidup Anda, seperti pola makan yang sehat dan berolahraga secara rutin, hal ini akan membuat Anda sehat dan hidup lebih lama.


Artikel ini diterjemahkan langsung dari artikel "What Do You Want to Know About High Cholesterol?" (http://www.healthline.com/health/high-cholesterol) yang bersumber dari:   
  • LDL and HDL. (2010, Feb. 9). U.S. Centers for Disease Control. Retrieved Nov. 7, 2013, from http://www.cdc.gov/cholesterol/ldl_hdl.htm 
  • High cholesterol (2013, Feb. 12). Mayo Clinic. Retrieved Nov. 7, 2013, from http://www.mayoclinic.com/health/high-blood-cholesterol/DS00178/DSECTION=causes
  • Understand Your Risk for High Cholesterol (2012, Dec. 10). American Heart Association. Retrieved Nov. 7, 2013, from http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/Cholesterol/UnderstandYourRiskforHighCholesterol/Understand-Your-Risk-for-High-Cholesterol_UCM_001213_Article.jsp
  • High cholesterol (Undated). Johns Hopkins Medicine. Retrieved Nov. 7, 2013, from http://www.hopkinsmedicine.org/heart_vascular_institute/conditions_treatments/conditions/high_cholesterol.html 
  • Hypercholesterolemia (2013, May 7). University of Maryland Medical Center. Retrieved Nov. 7, 2013, from http://umm.edu/health/medical/altmed/condition/hypercholesterolemia

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.