Gejala, Komplikasi dan Pengobatan Diabetes

Tuesday, May 07, 2013
 
Diabetes disebut juga sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula. Karena diabetes berhubungan erat dengan suatu organ tubuh yang disebut pankreas, maka pembahasan diabetes kali ini diawali dengan apa itu pankreas.
 
Pankreas atau kelenjar ludah perut merupakan sebuah alat pencernaan yang berbentuk pipih dengan ukuran panjang 12,5 cm, lebar 2,5 cm dan berat 120 gr. Pankreas terletak di belakang perut dan melintang pada bagian belakang rongga perut (sedikit di bawah lambung). Fungsi utama dari pankreas adalah eksokrin dan endokrin, yaitu menghasilkan enzim-enzim pencernaan dan hormon penting lain seperti insulin.

Secara garis besar, pankreas terdiri dari dua bagian, salah satunya adalah bagian besar, yang bertugas dalam proses-proses pencernaan dengan pengeluaran enzim-enzimnya. Bagian dari pankreas yang lain adalah bagian kecil atau disebut juga ekor pankreas. Ekor pankreas memiliki fungsi yang berbeda karena bagian ini masuk pada susunan kelenjar endokrin. Bagian kecil dari pankreas ini mengeluarkan dua jenis hormon, yaitu insulin dan glukagon. Insulin dihasilkan di dalam sel-sel beta, dan glukagon dihasilkan oleh sel-sel alpha pada pankreas. Insulin adalah hormon yang sangat membantu tubuh untuk menyimpan makanan agar tidak hilang begitu saja di dalam air seni. Jadi hormon insulin sangat berhubungan erat dengan metabolisme di dalam tubuh.
 
Mengapa Terjadi Diabetes ?

Pada orang normal, hormon insulin seharusnya dihasilkan dalam jumlah yang cukup. Kekurangan insulin menyebabkan naiknya kadar gula atau glukosa di dalam darah, sedangkan sel-sel tubuh tidak mendapatkan persediaan yang cukup dari makanan itu. Dalam kasus ini, kelebihan glukosa akan dibuang melalui air seni. Keadaan inilah yang disebut dengan diabetes. Jika hal ini berlangsung terus menerus, penderita akan menjadi lemah, dan bisa jadi menyebabkan kematian karena kekurangan zat-zat makanan.

Penyakit diabetes tergolong penyakit yang rumit. Disini bukan hanya pankreas saja yang terlibat, namun juga organ-organ dan hormon-hormon lain termasuk anak ginjal (adrenal), hipofise, gondok dan hati. Bila pankreas tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup, atau bila alat-alat endokrin lainnya tidak memiliki keseimbangan, maka kadar gula akan naik melebihi keadaan normal dan terjadilah penyakit diabetes. Secara kasarnya, untuk bertahan hidup dengan keadaan itu (diabetes), si penderita harus melakukan salah satu dari dua hal berikut :
  1. Mengurangi makannya
  2. atau ia harus menyediakan insulin dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi keperluan hidupnya.

Gejala dan Tanda Bahaya Diabetes

Bila penyakit diabetes sudah parah dan tidak dapat diatasi lagi, si penderita akan menderita rasa haus yang hebat. Berat badannya pun semakin berkurang meskipun ia selalu merasa lapar dan makan dengan lahapnya. Pada waktu yang sama, ia juga akan mengeluarkan air seni dalam jumlah yang banyak atau sering, ini karena zat-zat makanannya selalu terbuang dalam air seni itu. Jelas hal ini akan mengurangi daya tahan tubuhnya terhadap penyakit atau infeksi. Selain itu, penderita diabetes mungkin juga akan menderita penyakit kulit menahun, sekaligus perasaan lelah dan lemah. Luka sayat bahkan luka lecet sekalipun akan sulit sembuh.

Pada awal penyakit, penderita diabetes umumnya tidak merasakan gejala-gejala hebat seperti itu, karena taraf-taraf awal gejala-gejalanya memang kadang tidak terlihat nyata. Kecuali mendapatkan pengobatan yang baik, keadaan ini akan bertambah parah, dan akan menemui kesulitan yang lebih besar. Bila terjadi pada orang yang lebih muda, kemungkinan penyakitnya akan lebih serius, dan biasanya penyakit diabetes pada orang muda akan lebih cepat berkembang dan hal ini tentu harus lebih cepat mendapatkan pengobatan yang tepat.
Dua bahaya serius dan sering terjadi pada penderita diabetes adalah acidosis diabetica dan insulin shock
Para penderita diabetes sebaiknya menyadari bahwa mereka akan menderita penyakit ini untuk seumur hidup. Pada dasarnya, tidak ada penyembuhan untuk penyakit ini (secara medis). Penderita harus menyesuaikan hidup sesuai dengan "kecacatan" yang terjadi pada tubuhnya. Ia harus mengetahui dengan jelas apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Dua bahaya yang cukup serius dan sering terjadi pada penderita diabetes adalah :
  1. Acidosis diabetica, yang diakibatkan oleh insulin yang terlalu sedikit, atau makan terlalu banyak atau bisa juga disebabkan karena adanya suatu infeksi.
  2. Insulin shock, yang timbul karena terlalu banyak mendapatkan insulin atau karena makan yang terlalu sedikit.
Komplikasi-komplikasi Serius Diabetes.

Tubuh manusia bagaikan mesin yang hidup. Tubuh akan selalu membutuhkan makan dan bahan bakar agar dapat terus beraktifitas. Makanan yang kita makan akan segera digunakan, bila tidak, akan disimpan secara baik oleh tubuh sebagai karbohidrat (hidrat arang) ataupun sebagai lemak. Tubuh manusia mengutamakan penggunaan karbohidrat atau gula, tetapi bila zat ini tidak diperoleh, maka tubuh akan menggunakan lemak. Bila tubuh menggunakan lemak, maka diperlukan zat-zat asam tertentu, yang disebut unsur-unsur keton. Ini merupakan proses normal dan bisa terjadi setiap saat. 
 
Pada penyakit diabetes, hal ini tidak dapat diatasi dengan banyaknya unsur keton yang dihasilkan. Hal ini akan mengganggu keseimbangan asam basa di dalam tubuh, dan mengakibatkan acidosis hebat. Untuk mengatasi keadaan asam basa yang tidak seimbang ini, tubuh akan mengambil persediaan natrium, kalium, dan kalsium untuk usaha menetralkan acidosis. Hal ini berarti bahwa zat-zat kimia ini hilang dari tubuh dan terjadilah keracunan yang mempengaruhi otak, susunan saraf pusat, dan juga jantung. Kecuali mendapatkan perawatan dengan baik, penderita acidosis biasanya selalu berujung pada kematian.

Masa kehamilan
Dalam masa kehamilan, penyakit diabetes adalah hal yang membahayakan. Bayi-bayi yang menderita diabetes, berat badannya biasanya akan lebih berat dari bayi pada umumnya. Lebih besar bayi tersebut, maka lebih besar kemungkinannya untuk menderita diabetes, demikian juga ibunya. Ada baiknya bagi ibu hamil untuk secara rutin memeriksakan kadar gula darahnya. Jika ternyata kadar gula darahnya lebih tinggi dari biasa, maka harus segera mendapatkan perawatan.

Terlalu gemuk
Orang-orang yang sudah tua memiliki kecenderungan untuk bertambah berat badannya. Banyak dari mereka yang menderita penyakit diabetes karena usaha berlebih yang dilakukan oleh pankreas. Hanya dengan menurunkan berat badan, biasanya akan memecahkan persoalan diabetes pada orang-orang yang sudah tua ini. Namun, naiknya kembali berat badan secara tiba-tiba akan menyebabkan kambuhnya kembali penyakit ini. Jadi sangat penting sekali bagi orang-orang tua (juga orang muda) untuk selalu menjaga berat badan mereka di batas normal.

Sifat keturunan
Sejarah keluarga yang menderita diabetes juga memegang peranan penting, apalagi jika penyakit ini menimpa anak-anak. Semua anak yang berasal dari keluarga penderita diabetes harus memeriksakan diri dengan seksama. Gula darah anak-anak itu harus diperiksa minimal dua atau tiga kali setahun, dan pemeriksaan sewaktu-waktu juga diperlukan jika si anak mengalami gejala-gejala yang biasa menimpa para penderita diabetes.

Infeksi-infeksi
Para penderita diabetes umumnya mudah sekali terkena infeksi pada kulit, seperti bisul, karbunkul dan gatal-gatal di seluruh badan. Penyakit TBC empat kali lebih sering menimpa penderita diabetes daripada orang-orang lain pada umumnya. Bila seseorang menderita bisul atau infeksi lain di kulit yang tidak kunjung sembuh, ada baiknya untuk segera memeriksakan kadar gula darahnya.

Arteriosclerosis
Arteriosclerosis atau mengerasnya pembuluh-pembuluh nadi terjadi lebih sering pada penderita diabetes. Keadaan seperti ini sering terjadi pada anggota gerak bagian bawah, di mana disitu mungkin terdapat borok-borok yang dalam (pada kaki) dan juga mati jaringan yang disebabkan oleh adanya infeksi sekunder atau super infeksi. Serangan jantung juga bisa dialami oleh penderita diabetes karena adanya arteriosclerosis pada pembuluh nadi tajuk jantung.

Katarak
Katarak juga sering menimpa para penderita diabetes yang berusia tua dan juga pada penderita yang telah mengidap diabetes selama lima tahun atau lebih. Retinitis diabetica yang merupakan salah satu penyakit mata yang serius juga cenderung juga terjadi pada penderita diabetes yang tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Keadaan seperti ini juga sering terjadi pada anak-anak yang menderita diabetes.

Masalah ginjal
Salah satu komplikasi penyakit diabetes yang paling serius adalah sindrom Kimmelstiel Wilson, yaitu suatu keadaan ginjal yang rusak, ini bisa disebabkan karena penyakit diabetes yang tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Si sakit akan mengalami kehilangan albumin, menderita tekanan darah tinggi, kemungkinan juga menderita pembengkakan atau oedema (sembab) di berbagai bagian tubuh. Para penderita diabetes yang lebih muda juga lebih rentan untuk mendapatkan komplikasi ginjal yang berbahaya ini. Para penderita harus selalu menjaga diri mereka sendiri dari semua jenis infeksi setiap saat. Mereka harus memeriksa kadar gula darah setiap hari.

Perawatan / Pengobatan Diabetes

Para penderita diabetes (sekali lagi) harus menyadari bahwa tidak mudah untuk mengobati penyakit ini. Selain itu, penyakit diabetes ini tidak dapat disembuhkan dengan jalan pembedahan. Ia harus belajar mengatur makanannya, dan juga memeriksakan kadar gula darahnya setiap hari. Jika memang butuh hormon insulin (dari luar tubuh) maka si penderita sebaiknya belajar cara menyuntikkannya sendiri alias tidak boleh tergantung dari orang lain. Meskipun begitu, penderita diabetes juga tidak boleh bergantung pada nasib saja (menunggu nasib) karena ini bukan kiamat! Yakinlah bila Allah menciptakan penyakit, maka Allah juga menciptakan obatnya.

Para penderita diabetes yang berat badannya berlebih, hendaknya berusaha menurunkan berat badannya ke keadaan normal dengan jalan mengurangi makan secara bertahap. Meskipun demikian, harus diawasi, penurunan berat badan secara tiba-tiba bisa mengindikasikan bahwa penyakit diabetesnya itu sudah dalam fase yang serius. Semua infeksi harus disembuhkan dengan segera terutama jika infeksi itu terjadi di kaki. Jangan sampai terjadi Gangraena diabetica (kelemayuh diabetica) di kaki, ini komplikasi infeksi yang sangat serius, dan bisa berujung pada amputasi.
Jika Gangraena diabetica muncul di kaki, amputasi atau pemotongan anggota badan sepertinya masih menjadi jalan terbaik. Rawatlah semua infeksi di kaki dengan baik
Hindari penggunaan gula secara berlebih-lebihan pada makanan, jangan kira gula hanya berorientasi pada minuman saja seperti kopi, teh dll, bahkan ini cenderung sedikit. Masih banyak lagi seperti permen, eskrim, kue-kue manis yang umumnya lezat (ini sangat berbahaya), selai dan masih banyak lagi. Nasi, kentang, roti, maizena serta makanan-makanan lain yang mengandung karbohidrat masih boleh dikonsumsi namun dalam jumlah yang terbatas. Buah-buahan dan sayur-sayuran yang segar sangat dianjurkan, namun harus yang rendah kadar gulanya. Makanan yang mengandung protein umumnya boleh dikonsumsi dengan leluasa dan sedikit lemak juga diperbolehkan, namun tetap saja ada ukurannya. Makanan yang dimakan tidak boleh lebih dari 1500 sampai 2000 kalori sehari, kecuali menurut saran dokter / ahli gizi. Anak kecil dan wanita hamil yang menderita diabetes memerlukan banyak kalori setiap hari. Vitamin-vitamin tambahan juga harus digunakan bila si penderita diabetes makannya sangat terbatas.

Insulin
Selain makanan, insulin merupakan faktor yang paling penting dalam perawatan penyakit diabetes. Umumnya dosis yang digunakan adalah dalam U-100, U-80 dan U-40, yang berarti jumlah unit insulin per mililiter. Misal, jika dokter meresepkan insulin 20 unit, maka untuk U-100 adalah 0,2 cc, untuk U-80 adalah 0,25 cc dan untuk U-40 adalah 0,5 cc. Gunakan dosis ini di saat yang tepat sesuai dengan anjuran dokter.
 
Usahakan untuk menggunakan insulin setiap hari (sesuai saran dokter). Dosis insulin juga dipengaruhi dari gerak badan (aktifitas) dan jumlah makan Anda setiap hari, ingat ini. Jadi bisa saja dosis insulin yang Anda gunakan bisa berbeda setiap hari walau cenderung tidak jauh berbeda. Namun, penggunaan dosis insulin yang tepat adalah jalan yang terbaik.

Reaksi insulin
Bila seseorang menggunakan insulin terlalu banyak, maka ia akan merasa lapar, pucat, berkeringat, denyut nadinya cepat dan merasa lemah. Perawatan dirumah untuk keadaan ini adalah dengan minum segelas air jeruk atau mengonsumsi gula. Untuk komplikasi-komplikasi yang lebih serius, suntikan glukagon dapat menaikkan dengan cepat kadar gula di dalam darah dan memulihkan si sakit dari keadaan tak sadar akibat reaksi dari penggunaan insulin yang berlebih. Satu fakta yang aneh, para penderita diabetes sebaiknya selalu membawa gula setiap saat untuk digunakan apabila terjadi keadaan darurat seperti ini. Aneh bukan? Tapi itulah kenyataannya. Karena bisa saja kadar insulin berlebihan di dalam tubuh penderita akibat suntikan atau makanan atau produksi hormon insulin itu sendiri di dalam tubuh.

Pada orang tua yang menderita diabetes ringan, mungkin tidak perlu menggunakan insulin. Tablet-tablet tertentu seperti Orinase (Tolbutamid) dan Diabinise (Klorpropamid) biasanya akan bermanfaat bagi mereka. Namun sayang, tablet oral seperti ini tidak manjur bagi anak-anak atau orang muda yang menderita diabetes. Meskipun dirasakan enteng, penderita-penderita diabetes seperti ini juga harus mengatur makanan mereka dengan hati-hati.

Komplikasi-komplikasi di kulit lazim ditemui pada penderita diabetes. Luka-luka biasanya sulit untuk sembuh, bisul-bisul atau juga karbunkul mungkin akan muncul lebih sering. Sering pula terdapat gatal-gatal yang hebat di kulit di bawah payudara, ketiak, lipatan paha dan disekeliling bagian alat kelamin dan poros usus. Jika Gangraena diabetica muncul di kaki, amputasi atau pemotongan anggota badan sepertinya masih menjadi jalan terbaik. Rawatlah semua infeksi di kaki dengan baik. Jangan pernah ambil resiko dengan penyakit serius yang satu ini. Tipe-tipe diabetes akan dibahas pada artikel yang berbeda. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.