Tampilkan postingan dengan label Diabetes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diabetes. Tampilkan semua postingan

11 Februari 2020

8 Tips Untuk Membantu Mencegah Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan bentuk umum dari diabetes mellitus, dimana kadar gula (glukosa) darah melebihi normal. Kondisi ini disebabkan karena sel-sel tubuh tidak menggunakan hormon insulin secara normal. Hormon insulin adalah hormon yang membantu glukosa masuk ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Akibatnya, glukosa akan terus berdiam di dalam darah dan menumpuk.

Pankreas akan menghasilkan insulin lebih banyak karena ada glukosa yang tinggi di dalam darah, sedangkan sel tubuh tidak dapat menggunakannya untuk menyerap glukosa. Kelainan inilah yang menyebabkan diabetes tipe 2.

Untuk mengurangi risiko Anda terkena diabetes tipe 2, maka Anda harus memahami faktor risikonya dan mengubah gaya hidup. Faktor risiko seperti genetik (keturunan) memang tidak bisa diubah, namun diabetes tipe 2 tetap dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko umumnya seperti kegemukan, tekanan darah tinggi, kolesterol, dan kadar trigliserida (lemak darah) tinggi.

Mengubah kebiasaan yang sudah mengakar seumur hidup memang tidak mudah, tetapi bila dilakukan maka hasilnya akan sepadan dengan usaha Anda.

Inilah beberapa tips untuk membantu Anda menurunkan risiko diabetes tipe 2.

1. Jaga berat badan Anda. Kelebihan lemak tubuh, terutama jika tersimpan di sekitar perut, dapat meningkatkan resistensi tubuh terhadap hormon insulin. Ini dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

2. Berolahraga secara teratur. Olahraga intensitas sedang beberapa kali dalam seminggu akan membantu mengontrol berat badan, membantu menurunkan kadar glukosa darah dan juga dapat memperbaiki tekanan darah dan kolesterol.

3. Makan makanan yang sehat dan seimbang. Kurangi lemak dalam makanan, terutama lemak jenuh dan lemak trans. Makanlah lebih banyak buah, sayuran, dan makanan berserat tinggi, itu lebih sehat. Kurangi garam dan hindari junk food, dan kue-kue tinggi gula.

4. Batasi konsumsi makanan yang diawetkan atau makanan kemasan. 'Makanan praktis' semacam ini biasanya mengandung tinggi garam dan lemak yang berdampak buruk bagi tubuh. Yang terbaik adalah masak sendiri makanan Anda dengan menggunakan bahan-bahan segar dan alami.

5. Stop alkohol. Konsumsi alkohol dapat menyebabkan naiknya berat badan, perut buncit yang menjadi sumber penyakit, dan dapat meningkatkan tekanan darah, dan kadar trigliserida.

6. Berhenti merokok. Para perokok dua kali lebih mungkin terserang diabetes dibandingkan non perokok. Berhenti merokok akan mudah jika memang bersungguh-sungguh.

7. Kontrol tekanan darah Anda. Umumnya orang dapat mengontrol tekanan darah mereka dengan berolahraga secara teratur dan diet sehat yang seimbang. Tapi dalam beberapa kasus, dimana Anda merasa usaha Anda sudah maksimal namun tekanan darah tetap tidak normal, maka Anda perlu obat yang diresepkan oleh dokter.

8. Kurangi risiko penyakit kardiovaskular Anda. Diabetes dan penyakit kardiovaskular (penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah) memiliki banyak faktor risiko yang sama, termasuk obesitas dan kurangnya aktivitas fisik.

Selain 8 tips di atas, lakukanlah pemeriksaan rutin ke dokter. Banyak orang enggan mengetahui kondisi kesehatan mereka dengan alasan mereka tidak mau khawatir dengan penyakitnya. Pendapat ini tentu salah. Semakin dini penyakit ditemukan, maka tingkat kesembuhannya akan semakin besar. Ditambah lagi dengan pertambahan usia, glukosa darah, tekanan darah dan kadar kolesterol darah Anda perlu diperiksakan secara rutin ke dokter.

20 Maret 2014

Gejala-gejala Khas Diabetes yang Umum Terjadi

Diabetes
Gejala-gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 umumnya sama. Pada kedua tipe diabetes ini, terdapat banyak glukosa (gula) di dalam darah namun tidak mencukupi sel-sel tubuh. Kadar glukosa yang tinggi pada diabetes tipe I disebabkan karena kurangnya produksi hormon insulin karena sel-sel yang memproduksinya telah rusak atau hancur. Sedangkan diabetes tipe 2 terjadi karena sel-sel tubuh sudah resisten terhadap insulin yang diproduksi. Akibatnya, sel-sel tubuh tidak mendapatkan glukosa yang dibutuhkan, dan sebagai akibatnya terjadi gejala-gejala yang tidak normal.

Mendeteksi dan mengobati diabetes secara dini akan menurunkan risiko komplikasinya. Cara terbaik untuk mendeteksi diabetes adalah dengan melakukan tes glukosa darah. Namun tidak hanya dengan tes glukosa darah, diabetes juga dapat dideteksi dari gejala-gejala khas seperti di bawah ini.

Gejala Umum Diabetes

Sering kencing

Jika Anda sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil, maka itu bisa menjadi gejala diabetes. Ini akibat terlalu banyaknya glukosa di dalam darah.

Jika produksi insulin kurang, atau tidak ada sama sekali, ginjal tidak dapat menyaring glukosa kembali ke dalam darah. Ginjal akan kewalahan dan berusaha mengambil air dari darah untuk mencairkan glukosa, yang pada akhirnya airnya akan memenuhi kandung kemih Anda. Proses ini akan terjadi terus menerus.

Merasa sangat haus

Jika Anda sering merasa haus, dan Anda minum air lebih dari biasanya, maka itu bisa menjadi pertanda diabetes, terutama jika gejala ini bersamaan dengan seringnya buang air kecil. Sebenarnya rasa haus yang berlebih ini akibat dari seringnya buang air kecil. Karena terlalu sering buang air kecil, tubuh akan mengalami dehidrasi dan membutuhkan air untuk menggantikannya.

Merasa sangat lapar, meskipun sudah makan

Rasa lapar yang berlebih bahkan ketika sudah makan sekalipun, merupakan gejala lain dari diabetes. Hal ini akibat kadar glukosa di dalam sel yang terlalu rendah akibat diabetes. Karena insulin kurang atau tidak diproduksi sama sekali, maka glukosa di dalam darah tidak dapat dikirmkan ke sel-sel, sedangkan glukosa merupakan sumber energi bagi sel-sel tersebut. Akibatnya tubuh akan bereaksi dengan berusaha untuk menemukan energi, karena itulah penderita diabetes sering merasa sangat lapar.

Kehilangan berat badan meskipun cukup makan

Gejala yang satu ini lebih sering terjadi pada diabetes tipe 1. Karena tubuh tidak memproduksi insulin, maka sel-sel tidak mendapatkan glukosa dan sel-sel berusaha menemukan sumber energi lain. Akibatnya, jaringan otot, protein dan lemak akan dipecah untuk dijadikan sumber energi alternatif.

Ginjal juga bekerja keras untuk menghilangkan kelebihan glukosa, dan ini menyebabkan hilangnya kalori dan dapat membahayakan ginjal. Itulah sebabnya komplikasi ginjal sering terjadi pada penderita diabetes.

Gejala penurunan berat badan ini bisa terjadi secara mendadak pada penderita diabetes tipe 1, namun terjadi secara bertahap pada diabetes tipe 2.

Rasa lelah yang ekstrem dan iritabilitas

Ketika kadar glukosa darah seseorang tinggi untuk rentang waktu yang lama, maka orang itu akan merasa tidak enak badan. Tidur malam yang selalu terbangun beberapa kali karena harus buang air kecil ke kamar mandi akan membuat seseorang merasa lelah.

Semua akibat tingginya kadar glukosa dalam darah. Glukosa dari makanan yang kita makan akan masuk ke dalam aliran darah di mana insulin seharusnya membantu mentransisinya ke sel-sel tubuh. Sel-sel menggunakannya untuk menghasilkan energi yang kita butuhkan untuk hidup. Bila insulin tidak lagi diproduksi atau jika sel sudah resisten, maka glukosa akan tetap berada di luar sel-sel yaitu di dalam aliran darah. Akibatnya sel-sel menjadi akan kelaparan dan stamina Anda menurun.

Pandangan kabur

Pandangan terdistorsi, kabur, atau sesekali melihat kilatan cahaya adalah dampak langsung dari kadar glukosa darah yang tinggi. Ketika glukosa dalam darah tinggi, akan terjadi perubahan pada bentuk lensa dan mata.

Kabar baiknya, mata akan membaik atau kembali normal ketika glukosa darah kembali normal. Namun kabar buruknya, bila glukosa darah terus tinggi dalam waktu yang lama akan menyebabkan kerusakan permanen bahkan kebutaan.

Luka/memar yang tak kunjung sembuh

Infeksi, luka, dan memar yang tidak kunjung sembuh adalah tanda klasik diabetes. Hal ini terjadi karena pembuluh darah telah rusak karena jumlah glukosa berlebih yang beredar di pembuluh darah dan arteri.

Proses penyembuhan luka akan menjadi sulit mengingat darah akan beredar ke seluruh tubuh dan darah sendiri dibutuhkan untuk mempercepat proses kesembuhan. Sedangkan, kemampuan darah untuk menyembuhkan sudah dirusak karena tingginya kadar glukosa di dalam darah, bahkan menjadi tempat yang baik bagi bakteri dan kuman untuk berkembang biak.

Kesemutan, nyeri atau mati rasa di tangan/kaki

Kesemutan, nyeri atau mati rasa di tangan dan kaki, mungkin disertai dengan rasa terbakar atau bengkak, merupakan pertanda saraf sedang dirusak oleh diabetes. Gejala ini disebut neuropati yang terjadi secara bertahap sebagai akibat kadar glukosa yang tinggi. Jika gejala ini baru muncul, masih mudah diatasi atau dengan kata lain gejala akan hilang bila kadar glukosa darah kembali normal. Namun jika diabetes sudah merajalela, maka kerusakan saraf akan menjadi permanen.

Masalah kulit

Kulit terasa gatal bisa terjadi karena kondisi kulit yang kering atau sirkulasi yang buruk, acapkali menjadi tanda peringatan diabetes. Ini diakibatkan karena sudah terjadi proses resistensi insulin meskipun kadar glukosa darah tidak tinggi (tipe 2).

Penderita diabetes juga rentan terhadap berbagai infeksi pada kulit, meskipun infeksi paling umum adalah ragi (candida) dan infeksi jamur lainnya. Ini terjadi karena jamur dan bakteri baik berkembang dalam lingkungan yang kaya akan glukosa.

Gejala lain

Selain gejala-gejala diatas, gejala-gejala lainnya yang bisa menunjukkan seseorang itu mungkin memiliki diabetes antara lain:
  • Gusi merah, bengkak atau mengecil. Jika gusi Anda terasa lembut, merah dan/atau bengkak ini bisa menjadi pertanda diabetes. Gigi Anda akan menjadi longgar akibat gusi yang mengecil.
  • Penyakit gusi. Seperti gejala gusi di atas, penderita diabetes sering dihinggapi penyakit atau infeksi gusi.
  • Disfungsi seksual laki-laki. Disfungsi seksual (disfungsi ereksi) bisa menjadi gejala diabetes.
  • Sifat lekas marah. Seseorang yang kekurangan energi dan keadaan kelelahan yang hebat cenderung akan membuat seseorang lekas marah.

Gejala-gejala diatas terkait erat dengan diabetes yang merupakan akibat dari tingginya kadar glukosa dalam darah. Jika Anda mengalami salah satu dari tanda-tanda diatas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

14 Februari 2014

Waspadai Komplikasi Diabetes Pada Organ Lain

Suntikan insulin

Umur yang kian bertambah membuat kita harus ekstra ketat menjaga kesehatan tubuh supaya tetap fit terutama pada usia lanjut. Hal ini dilakukan agar penyakit-penyakit berikut komplikasinya tidak menyerang. Namun, tak menutup kemungkinan penyakit-penyakit yang dianggap sebagai penyakit "orang tua" bisa juga menghampiri usia muda, seperti diabetes melitus atau kencing manis.

Diabetes melitus adalah kondisi di mana tubuh tidak dapat mengatur kadar gula dalam darah, sehingga gula atau glukosa yang biasanya diangkut menuju sel-sel tubuh sebagai sumber energi, justru tercecer dalam aliran darah, bahkan ikut terbuang dalam air seni.

Gejala dan Penyebab Diabetes

Gejala-gejala yang sering dialami penderita diabetes, antara lain:
  • Sering kemih (poliuria)
  • Haus dan banyak minum (polidipsia)
  • Sering lapar
  • Lemah, letih dan lesu
  • Penurunan berat badan tanpa diketahui penyebabnya
  • Kesemutan
  • Gatal
  • Disfungsi ereksi pada pria dan
  • Pruritus vulvae pada wanita. 

Penyebab diabetes melitus memang sangat beragam, diantaranya karena faktor keturunan dan gaya hidup yang tidak sehat. Kedua hal ini memiliki peran yang cukup besar terhadap pengembangan penyakit diabetes.

Selain itu, faktor pemicu lainnya yaitu riwayat keluarga yang juga mengalami penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus. Sedangkan faktor risiko kardiovaskular seperti kelebihan berat badan, gaya hidup santai, hipertensi, merokok, dislipidemia (kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan fraksi lipid dalam plasma), riwayat Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) bayi lebih dari 4.000 gram.

Jenis Diabetes

Diabetes terdiri dari dua jenis, yakni diabetes melitus tipe satu dan diabetes tipe dua.

Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 adalah kondisi dimana tubuh tidak memproduksi insulin sehingga untuk mengendalikan kadar gula darah, penderita harus disuntik insulin setiap hari. Perkembangan diabetes tipe satu ini sering berlangsung cukup cepat.

Insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh sel beta pankreas. Insulin eksogen disuntikkan ke bawah kulit atau subkutan untuk keselamatan penderita diabetes tipe satu karena absolut kekurangan hormon insulin. Penyuntikan dilakukan seumur hidup dan tidak bisa digantikan melalui obat-obatan.

Diabetes tipe 2

Pada diabetes tipe dua, pankreas masih memproduksi insulin secara normal, namun sel-sel tubuh tidak meresponnya dengan baik. Atau bisa juga jumlah produksi insulin kurang sehingga kebutuhan insulin dalam tubuh didapat melalui insulin dari luar atau suntik insulin.

Kedua tipe diabetes ini tidak dapat berubah, jadi kalau pasien menderita diabetes tipe satu tidak akan berubah menjadi tipe dua begitu pun sebaliknya.

Komplikasi Diabetes

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Jika sudah mengalami hiperglikemia (gula darah tinggi) kronis, penyakit ini bisa menimbulkan berbagai gangguan fungsi pada organ-organ tubuh, di antaranya adalah:
  • Pada retina. Terjadi gangguan penglihatan yang biasanya diawali dengan kaburnya penglihatan hingga akhirnya menyebabkan kebutaan. 
  • Pada ginjal. Akibat komplikasinya, penderita diabetes melitus bisa mengalami gagal ginjal, sehingga mengharuskan penderita melakukan cuci darah. 
  • Meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan 
  • Mengakibatkan impoten pada laki-laki. 

Penyakit diabetes merupakan salah satu penyakit yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Tangani Diabetes dengan Bijak

Secara medis, penyakit kencing manis memang tidak dapat disembuhkan dan namun dapat dikontrol sehingga penderita memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Untuk menurunkan peningkatan kadar gula pada diabetes, maka pengobatan medis pun diberikan. Namun, pengobatan medis tidaklah cukup jika tidak diimbangi dengan pola hidup dan diet sehat. Penting sekali untuk mengontrol diabetes agar tidak mengganggu saraf lainnya.

Diet untuk penderita diabetes harus dilakukan untuk menentukan jenis makanan apa saja yang baik dikomsumsi oleh penderita setiap harinya. Makanan sehat untuk penderita diabetes melitus merupakan jenis makanan yang tidak akan memicu lonjakan kadar gula darah, justru menjaga atau bahkan menurunkan kadar gula yang tinggi. Silahkan konsultasikan ini dengan dokter Anda.

Pola makan juga perlu diatur seperti mengurangi kopi, rokok, dan istirahat teratur. Kurangi juga makanan yang mengandung karbohidrat, hindari konsumsi buah durian, minuman manis dan gula putih. Jika pun ingin mengonsumsinya boleh saja asal dengan porsi sedikit dan atas petunjuk dokter.

Image Credit
  • denversdietdoctor.com

29 Mei 2013

Diabetes Melitus dan Manfaat Daun Sirsak

Daun sirsak untuk diabetes mellitus

Diabetes Melitus (DM), penyakit yang juga dikenal dengan sebutan kencing manis ini menjadi salah satu penyakit yang cukup ditakuti saat ini. Disamping karena faktor genetika atau keturunan, pola makan dan gaya hidup diketahui juga menjadi faktor pendorong yang memicu munculnya penyakit diabetes.

Saat ini berbagai macam obat, baik kimia maupun herbal coba ditawarkan untuk penyembuhan penyakit diabetes, meskipun salah satu syarat utamanya adalah merubah pola makan dan memperbaiki gaya hidup.

Menurut teori kesehatan, diabetes melitus (DM) adalah penyakit menahun dimana kadar glukosa darah menimbun dan melebihi nilai normal (70 mg hingga 120 mg/dl). Keadaan ini timbul akibat tubuh kekurangan insulin baik secara absolut maupun relatif, sehingga metabolisme tubuh tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Saat ini penyakit diabetes tidak hanya menimpa orang dewasa ataupun orang tua, anak-anak usia balita pun dapat dengan mudah mengidap penyakit ini. Ironisnya, penyakit ini dapat timbul dengan mudah disebabkan oleh faktor keturunan dan dikenal dengan diabetes melitus tipe 1. Bagi orang dewasa yang telah berumur 35 tahun, diabetes seringkali muncul tanpa gejala. Kalaupun ada, gejalanya sangat ringan dan sering tidak disadari. Ini disebut dengan diabetes melitus tingkat II.

Berbeda dengan diabetes melitus I yang sifatnya turunan, diabetes melitus II lebih disebabkan karena faktor pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Banyak orang yang berpendapat bahwa diabetes disebabkan karena seseorang terlalu sering makan enak, sehingga diabetes identik dengan penyakit kemakmuran.

Ada juga orang berpendapat, semakin enak rasa nasi yang kita makan, maka semakin tinggi kadar gula yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu salah satu cara agar dapat hidup sehat dan aman, adalah mengatur pola makan. Makanlah makanan yang sehat dan bermanfaat serta jangan menyantap makanan secara berlebih. Satu hal lagi, jangan lupa berolahraga karena dengan rajin berolahraga metabolisme tubuh dapat terjaga dengan baik.

Sebenarnya secara perorangan kita dapat mendeteksi penyakit diabetes, biasanya gejala yang sering terjadi adalah:
  • Buang air kecil terlalu sering
  • Penglihatan kabur
  • Rasa sering haus
  • Badan terasa cepat lelah
  • Tubuh terasa sering kesemutan
  • Banyak makan namun berat badan cenderung menurun.
Jika hal ini dibiarkan, maka akan berakibat fatal.

Daun Sirsak untuk Pengobatan Diabetes

Mungkin saat ini kita sering bingung memilih atau memilah obat apa yang cocok dan aman jika dikonsumsi untuk diabetes. Konsultasi ke dokter memang merupakan jalan terbaik. Namun, ada satu jenis tanaman biasa yang jika dikonsumsi bagi penderita diabetes dapat membantu menurunkan kadar insulin yang tinggi dalan tubuh. Ya, daun sirsak  atau nangka belanda.

Beberapa penelitian secara medis menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak dapat meningkatkan fungsi dari sel beta pankreas yang menghasilkan fungsi insulin. Walau memang belum teruji secara klinis dan hingga kini uji coba masih terus dilakukan, setidaknya ini sudah menjadi kabar baik bagi penderita diabetes di seluruh dunia.

Dan dari segi kandungan gizi, sirsak memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh, diantaranya adalah berbagai senyawa lemak, fruktosa, protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, dan Vitamin B, kemudian senyawa golongan tanin, fitosterol, dan alkaloida, serta acetogenin, dan beberapa manfaat lain.

Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu membuat ramuan daun sirsak. Ambil 10-15 lembar daun sirsak, cuci dan rebus dengan 1,5-2 gelas air, gunakan api kecil, tunggu hingga mendidih sampai air rebusannya hanya 1 gelas. Saring, lalu dinginkan dan minum 2 kali sehari.

Satu hal yang perlu diperhatikan, berusahalah untuk yakin dalam pengobatan. Jangan karena menganggap daun sirsak itu adalah daun biasa, lalu Anda tidak merasa "wah" untuk menggunakannya. Atau karena sudah ada yang mencobanya dan tidak sembuh, lalu Anda merasa enggan menggunakannya. Ilmu medis memang sudah semakin luas, namun kita masih banyak belum mengetahui rahasia-rahasia alam yang dikaruniakan oleh Ilahi. Tugas kita lah untuk mencarinya. Ingat, ada kalanya solusi yang kita butuhkan itu berasal dari dekat kita. Lagipula tubuh manusia itu penuh dengan rahasia, terkadang muncul kekuatan dari dalam yang di luar akal sehat. Toh bisa saja keyakinan Anda lah yang menyembuhkan, bukan pengobatannya.

Kembali ke pengobatan diabetes dengan daun sirsak, Anda sebaiknya selalu memeriksakan kadar gula darah ke laboratorium, atau sebaiknya Anda memiliki alat tes gula darah sendiri di rumah. Tetaplah meminta saran dokter, karena saran dari yang lebih ahli akan bermanfaat bagi kesehatan kita. Semoga bermanfaat.

07 Mei 2013

Gejala, Komplikasi dan Pengobatan Diabetes

Diabetes

Diabetes disebut juga sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula. Karena diabetes berhubungan erat satu organ tubuh yang disebut pankreas, maka pembahasan diabetes ini perlu diawali dengan apa itu pankreas.

Pankreas atau kelenjar ludah perut merupakan alat pencernaan yang berbentuk pipih dengan ukuran panjang 12,5 cm, lebar 2,5 cm dan berat 120 gr. Pankreas terletak di belakang perut dan melintang pada bagian belakang rongga perut (sedikit di bawah lambung). Fungsi utama pankreas adalah eksokrin dan endokrin, yaitu menghasilkan enzim-enzim pencernaan dan hormon penting lain seperti insulin.

Secara garis besar, pankreas terdiri dari dua bagian, salah satunya adalah bagian besar, yang bertugas dalam proses-proses pencernaan dengan pengeluaran enzim-enzimnya. Bagian dari pankreas yang lain adalah bagian kecil atau disebut juga ekor pankreas. Ekor pankreas memiliki fungsi yang berbeda karena bagian ini masuk pada susunan kelenjar endokrin. Bagian kecil dari pankreas ini mengeluarkan dua jenis hormon, yaitu insulin dan glukagon.

Insulin dihasilkan di dalam sel-sel beta, dan glukagon dihasilkan oleh sel-sel alpha pada pankreas. Insulin adalah hormon yang sangat membantu tubuh untuk menyimpan makanan agar tidak hilang begitu saja di dalam air seni. Jadi hormon insulin sangat berhubungan erat dengan metabolisme di dalam tubuh.

Mengapa Diabetes Terjadi?

Pada orang normal, hormon insulin seharusnya dihasilkan dalam jumlah yang cukup. Kekurangan insulin menyebabkan naiknya kadar gula atau glukosa di dalam darah, sedangkan sel-sel tubuh tidak mendapatkan persediaan yang cukup dari makanan itu. Dalam kasus ini, kelebihan glukosa akan dibuang melalui air seni. Keadaan inilah yang disebut dengan diabetes. Jika hal ini berlangsung terus menerus, penderita akan menjadi lemah, dan bisa jadi menyebabkan kematian karena kekurangan zat-zat makanan.

Penyakit diabetes tergolong penyakit yang rumit. Disini bukan hanya pankreas saja yang terlibat, namun juga organ-organ dan hormon-hormon lain termasuk anak ginjal (adrenal), hipofise, gondok dan hati. Bila pankreas tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup, atau bila organ-organ endokrin lainnya tidak memiliki keseimbangan, maka kadar gula akan naik melebihi keadaan normal dan terjadilah diabetes.

Secara umum, untuk bertahan hidup, penderita diabetes harus melakukan salah satu dari dua hal berikut:
  • Mengurangi makannya
  • Menyediakan insulin dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi keperluan hidupnya. 

Gejala dan Tanda Bahaya Diabetes

Bila penyakit diabetes sudah parah dan tidak dapat diatasi lagi, penderita akan merasakan rasa haus yang hebat. Berat badannya pun semakin berkurang meskipun ia selalu merasa lapar dan makan dengan lahapnya. Di waktu yang sama, ia juga akan mengeluarkan air seni dalam jumlah yang banyak atau sering, ini karena zat-zat makanannya selalu terbuang dalam air seni itu. Jelas hal ini akan mengurangi daya tahan tubuhnya terhadap penyakit atau infeksi. Selain itu, penderita diabetes mungkin juga akan menderita penyakit kulit menahun, sekaligus perasaan lelah dan lemah. Luka sayat bahkan luka lecet sekalipun akan sulit sembuh.

Pada awal penyakit, penderita diabetes umumnya tidak merasakan gejala-gejala hebat seperti itu, karena taraf-taraf awal gejala-gejalanya memang kadang tidak terlihat nyata. Kecuali mendapatkan pengobatan yang baik, keadaan ini akan bertambah parah, dan akan menemui kesulitan yang lebih besar. Bila terjadi pada orang yang lebih muda, kemungkinan penyakitnya akan lebih serius, dan biasanya penyakit diabetes pada orang muda akan lebih cepat berkembang dan hal ini tentu harus lebih cepat mendapatkan pengobatan yang tepat.
Dua bahaya serius dan sering terjadi pada penderita diabetes adalah acidosis diabetica dan insulin shock
Para penderita diabetes sebaiknya menyadari bahwa mereka akan menderita penyakit ini untuk seumur hidup. Pada dasarnya, tidak ada penyembuhan untuk penyakit ini secara medis. Penderita harus menyesuaikan hidup sesuai dengan "kecacatan" yang terjadi pada tubuhnya. Ia harus mengetahui dengan jelas apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.

Dua bahaya yang cukup serius dan sering terjadi pada penderita diabetes adalah:
  • Acidosis diabetica, yang diakibatkan oleh insulin yang terlalu sedikit, atau makan terlalu banyak atau bisa juga disebabkan karena adanya suatu infeksi.
  • Insulin shock, yang timbul karena terlalu banyak mendapatkan insulin atau karena makan yang terlalu sedikit.

Komplikasi-komplikasi Serius Diabetes.

Tubuh manusia bagaikan mesin yang hidup. Tubuh akan selalu membutuhkan makan dan bahan bakar agar dapat terus beraktifitas. Makanan yang kita makan akan segera digunakan, bila tidak, akan disimpan secara baik oleh tubuh sebagai karbohidrat (hidrat arang) ataupun sebagai lemak.

Tubuh manusia mengutamakan penggunaan karbohidrat atau gula, tetapi bila zat ini tidak diperoleh, maka tubuh akan menggunakan lemak. Bila tubuh menggunakan lemak, maka diperlukan zat-zat asam tertentu, yang disebut unsur-unsur keton. Ini merupakan proses normal dan bisa terjadi setiap saat.

Pada penyakit diabetes, hal ini tidak dapat diatasi dengan banyaknya unsur keton yang dihasilkan. Hal ini akan mengganggu keseimbangan asam basa di dalam tubuh, dan mengakibatkan acidosis hebat. Untuk mengatasi keadaan asam basa yang tidak seimbang ini, tubuh akan mengambil persediaan natrium, kalium, dan kalsium untuk usaha menetralkan acidosis. Hal ini berarti bahwa zat-zat kimia ini hilang dari tubuh dan terjadilah keracunan yang mempengaruhi otak, susunan saraf pusat, dan juga jantung. Kecuali mendapatkan perawatan dengan baik, penderita acidosis biasanya selalu berujung pada kematian.

Masa kehamilan

Dalam masa kehamilan, penyakit diabetes adalah hal yang membahayakan. Bayi-bayi yang menderita diabetes, berat badannya biasanya akan lebih berat dari bayi pada umumnya. Lebih besar bayi tersebut, maka lebih besar kemungkinannya untuk menderita diabetes, demikian juga ibunya. Ada baiknya bagi ibu hamil untuk secara rutin memeriksakan kadar gula darahnya. Jika ternyata kadar gula darahnya lebih tinggi dari biasa, maka harus segera mendapatkan perawatan.

Terlalu gemuk

Orang-orang yang sudah tua memiliki kecenderungan untuk bertambah berat badannya. Banyak dari mereka yang menderita penyakit diabetes karena usaha berlebih yang dilakukan oleh pankreas. Hanya dengan menurunkan berat badan, biasanya akan memecahkan persoalan diabetes pada orang-orang yang sudah tua ini. Namun, naiknya kembali berat badan secara tiba-tiba akan menyebabkan kambuhnya kembali penyakit ini. Jadi sangat penting sekali bagi orang-orang tua (juga orang muda) untuk selalu menjaga berat badan mereka di batas normal.

Sifat keturunan

Sejarah keluarga yang menderita diabetes juga memegang peranan penting, apalagi jika penyakit ini menimpa anak-anak. Semua anak yang berasal dari keluarga penderita diabetes harus memeriksakan diri dengan seksama. Gula darah anak-anak itu harus diperiksa minimal dua atau tiga kali setahun, dan pemeriksaan sewaktu-waktu juga diperlukan jika si anak mengalami gejala-gejala yang biasa menimpa para penderita diabetes.

Infeksi-infeksi

Para penderita diabetes umumnya mudah sekali terkena infeksi pada kulit, seperti bisul, karbunkul, dan gatal-gatal di seluruh badan. Penyakit TBC empat kali lebih sering menimpa penderita diabetes daripada orang-orang lain pada umumnya. Bila seseorang menderita bisul atau infeksi lain di kulit yang tidak kunjung sembuh, ada baiknya untuk segera memeriksakan kadar gula darahnya.

Arteriosclerosis

Arteriosclerosis atau mengerasnya pembuluh-pembuluh nadi terjadi lebih sering pada penderita diabetes. Keadaan seperti ini sering terjadi pada anggota gerak bagian bawah, di mana disitu mungkin terdapat borok-borok yang dalam (pada kaki) dan juga mati jaringan yang disebabkan oleh adanya infeksi sekunder atau super infeksi. Serangan jantung juga bisa dialami oleh penderita diabetes karena adanya arteriosclerosis pada pembuluh nadi tajuk jantung.

Katarak

Katarak juga sering menimpa para penderita diabetes yang berusia tua dan juga pada penderita yang telah mengidap diabetes selama lima tahun atau lebih. Retinitis diabetica yang merupakan salah satu penyakit mata yang serius juga cenderung juga terjadi pada penderita diabetes yang tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Keadaan seperti ini juga sering terjadi pada anak-anak yang menderita diabetes.

Masalah ginjal

Salah satu komplikasi penyakit diabetes yang paling serius adalah sindrom Kimmelstiel Wilson, yaitu suatu keadaan ginjal yang rusak, ini bisa disebabkan karena penyakit diabetes yang tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Si sakit akan mengalami kehilangan albumin, menderita tekanan darah tinggi, kemungkinan juga menderita pembengkakan atau oedema (sembab) di berbagai bagian tubuh. Para penderita diabetes yang lebih muda juga lebih rentan untuk mendapatkan komplikasi ginjal yang berbahaya ini. Para penderita harus selalu menjaga diri mereka sendiri dari semua jenis infeksi setiap saat. Mereka harus memeriksa kadar gula darah setiap hari.

Perawatan / Pengobatan Diabetes

Para penderita diabetes (sekali lagi) harus menyadari bahwa tidak mudah untuk mengobati penyakit ini. Selain itu, penyakit diabetes ini tidak dapat disembuhkan dengan jalan pembedahan. Ia harus belajar mengatur makanannya, dan juga memeriksakan kadar gula darahnya setiap hari. Jika memang butuh hormon insulin (dari luar tubuh) maka si penderita sebaiknya belajar cara menyuntikkannya sendiri alias tidak boleh tergantung dari orang lain. Meskipun begitu, penderita diabetes juga tidak boleh bergantung pada nasib saja (menunggu nasib) karena ini bukan kiamat! Yakinlah bila Allah menciptakan penyakit, maka Allah juga menciptakan obatnya.

Para penderita diabetes yang berat badannya berlebih, hendaknya berusaha menurunkan berat badannya ke keadaan normal dengan jalan mengurangi makan secara bertahap. Meskipun demikian, harus diawasi, penurunan berat badan secara tiba-tiba bisa mengindikasikan bahwa penyakit diabetesnya itu sudah dalam fase yang serius. Semua infeksi harus disembuhkan dengan segera terutama jika infeksi itu terjadi di kaki. Jangan sampai terjadi Gangraena diabetica (kelemayuh diabetica) di kaki, ini komplikasi infeksi yang sangat serius, dan bisa berujung pada amputasi.
Jika Gangraena diabetica muncul di kaki, amputasi atau pemotongan anggota badan sepertinya masih menjadi jalan terbaik. Rawatlah semua infeksi di kaki dengan baik
Hindari penggunaan gula secara berlebih-lebihan pada makanan, jangan kira gula hanya berorientasi pada minuman saja seperti kopi, teh dll, bahkan ini cenderung sedikit. Masih banyak lagi seperti permen, eskrim, kue-kue manis yang umumnya lezat (ini sangat berbahaya), selai dan masih banyak lagi. Nasi, kentang, roti, maizena serta makanan-makanan lain yang mengandung karbohidrat masih boleh dikonsumsi namun dalam jumlah yang terbatas.

Buah-buahan dan sayur-sayuran yang segar sangat dianjurkan, namun harus yang rendah kadar gulanya. Makanan yang mengandung protein umumnya boleh dikonsumsi dengan leluasa dan sedikit lemak juga diperbolehkan, namun tetap saja ada ukurannya. Makanan yang dimakan tidak boleh lebih dari 1500 sampai 2000 kalori sehari, kecuali menurut saran dokter / ahli gizi. Anak kecil dan wanita hamil yang menderita diabetes memerlukan banyak kalori setiap hari. Vitamin-vitamin tambahan juga harus digunakan bila si penderita diabetes makannya sangat terbatas.

Insulin

Selain makanan, insulin merupakan faktor yang paling penting dalam perawatan penyakit diabetes. Umumnya dosis yang digunakan adalah dalam U-100, U-80 dan U-40, yang berarti jumlah unit insulin per mililiter. Misal, jika dokter meresepkan insulin 20 unit, maka untuk U-100 adalah 0,2 cc, untuk U-80 adalah 0,25 cc dan untuk U-40 adalah 0,5 cc. Gunakan dosis ini di saat yang tepat sesuai dengan anjuran dokter.

Usahakan untuk menggunakan insulin setiap hari (sesuai saran dokter). Dosis insulin juga dipengaruhi dari gerak badan (aktifitas) dan jumlah makan Anda setiap hari, ingat ini. Jadi bisa saja dosis insulin yang Anda gunakan bisa berbeda setiap hari walau cenderung tidak jauh berbeda. Namun, penggunaan dosis insulin yang tepat adalah jalan yang terbaik.

Reaksi insulin

Bila seseorang menggunakan insulin terlalu banyak, maka ia akan merasa lapar, pucat, berkeringat, denyut nadinya cepat dan merasa lemah. Perawatan dirumah untuk keadaan ini adalah dengan minum segelas air jeruk atau mengonsumsi gula. Untuk komplikasi-komplikasi yang lebih serius, suntikan glukagon dapat menaikkan dengan cepat kadar gula di dalam darah dan memulihkan si sakit dari keadaan tak sadar akibat reaksi dari penggunaan insulin yang berlebih.

Satu fakta yang aneh, para penderita diabetes sebaiknya selalu membawa gula setiap saat untuk digunakan apabila terjadi keadaan darurat seperti ini. Aneh bukan? Tapi itulah kenyataannya. Karena bisa saja kadar insulin berlebihan di dalam tubuh penderita akibat suntikan atau makanan atau produksi hormon insulin itu sendiri di dalam tubuh.

Pada orang tua yang menderita diabetes ringan, mungkin tidak perlu menggunakan insulin. Tablet-tablet tertentu seperti Orinase (Tolbutamid) dan Diabinise (Klorpropamid) biasanya akan bermanfaat bagi mereka. Namun sayang, tablet oral seperti ini tidak manjur bagi anak-anak atau orang muda yang menderita diabetes. Meskipun dirasakan enteng, penderita-penderita diabetes seperti ini juga harus mengatur makanan mereka dengan hati-hati.

Komplikasi-komplikasi di kulit lazim ditemui pada penderita diabetes. Luka-luka biasanya sulit untuk sembuh, bisul-bisul atau juga karbunkul mungkin akan muncul lebih sering. Sering pula terdapat gatal-gatal yang hebat di kulit di bawah payudara, ketiak, lipatan paha dan disekeliling bagian alat kelamin dan poros usus.

Jika Gangraena diabetica muncul di kaki, amputasi atau pemotongan anggota badan sepertinya masih menjadi jalan terbaik. Rawatlah semua infeksi di kaki dengan baik. Jangan pernah ambil risiko dengan penyakit serius yang satu ini.

17 April 2013

Diet untuk Penderita Diabetes dengan Gagal Ginjal

Salah satu komplikasi terberat dari diabetes adalah gagal ginjal. Diet menjadi salah satu perawatan yang sangat penting untuk mengontrol diabetes yang disertai dengan gagal ginjal. Jika Anda telah didiagnosa mengidap penyakit gagal ginjal sebagai akibat dari diabetes, yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan ahli gizi untuk membuat rencana makan (diet) yang tepat. Karena bila salah, maka akan memperparah kondisi kedua penyakit ini.

Rencana diet ini akan membantu mengontrol kadar glukosa darah dan untuk mengurangi jumlah limbah cairan dari hasil proses ginjal Anda. Ahli gizi akan mengatur jumlah kalori harian yang harus Anda konsumsi. Akan dibagi-bagi lebih lanjut untuk jumlah protein, lemak dan karbohidrat yang tepat yang dibutuhkan tubuh Anda (untuk diabetesnya), dan disaat yang sama juga menurunkan jumlah natrium, kalium, fosfor dan cairan yang Anda makan (untuk gagal ginjalnya).

Hal ini memang terbilang rumit, namun semua adalah untuk kebaikan Anda. Lambat laun pun Anda akan terbiasa dengan pola makan yang baru ini. Disini ada beberapa tips diet untuk diabetes yang disertai gagal ginjal, yang membantu Anda untuk mendapatkan hasil maksimal demi keberhasilan pengobatan/perawatan.

Seberapa Banyak dan Seberapa Sering ?

Ahli gizi akan memberikan panduan gizi khusus untuk Anda ikuti. Petunjuk ini tidak hanya akan memberitahu Anda jumlah protein, lemak dan karbohidrat yang harus Anda makan, petunjuk dari ahli gizi ini juga akan memberitahu Anda mengenai berapa banyak kalium, fosfor dan natrium yang boleh Anda konsumsi setiap hari. Karena jumlah mineral dalam diet Anda harus rendah (untuk gagal ginjal), Anda harus membatasi atau bahkan menghindari makanan tertentu, sekaligus berhati-hati pada makanan yang tidak ada dalam petunjuk yang direkomendasikan oleh ahli gizi Anda.

Bacalah petunjuk dari ahli gizi dengan hati-hati dan sebaiknya Anda selalu mencatatnya dalam media yang selalu Anda bawa (buku atau gadget dll). Banyak pasien yang tidak tahu dengan jumlah natrium yang tersembunyi dalam makanan "sehat" seperti sup dan makanan beku rendah lemak. Minuman cola, beberapa macam teh, dan lemonades juga mengandung natrium dan fosfor yang harus dikurangi atau dihindari oleh penderita gagal ginjal. Mengetahui tentang informasi zat-zat apa yang terkandung didalam suatu makanan akan membantu Anda mencapai sukses diet ini dan agar Anda dapat dengan mudah menentukan pilihan makanan di luar, karena Anda sudah tahu makanan apa saja yang aman.

Diet untuk penderita diabetes dan gagal ginjal

Pengaturan porsi juga menjadi keharusan. Ahli gizi akan memberitahu Anda tentang pentingnya porsi yang boleh Anda makan. Terkadang pasien sudah merasa benar dengan meyakini bahwa ia hanya memakan 1 porsi, padahal menurut perhitungan ahli gizi pada diet ginjal, sesungguhnya sudah dihitung makan tiga porsi. Jadi dengarkan seksama tips dan anjuran yang diberikan oleh ahli diet Anda. Ini semua untuk kebaikan Anda sendiri.

Dokter dan ahli gizi mungkin juga akan merekomendasikan Anda mengenai jumlah dan kalori/kandungan karbohidrat dari makanan dan makanan ringan pada waktu tertentu untuk setiap hari. Ini akan membatu Anda mengontrol kadar glukosa darah pada batas toleransi. Ahli gizi Anda juga akan menyarankan bagaimana cara Anda makan dalam satu kali makan. Misalnya, Anda tidak boleh makan semua karbohidrat Anda pada satu kali makan saja. Karena hal ini akan menyebabkan kadar glukosa darah meningkat di atas level toleransi. Anda harus memiliki keseimbangan karbohidrat, protein dan lemak untuk setiap kali makan.

Namun ingat, ada beberapa kasus orang dengan diabetes memiliki kadar gula darah yang rendah karena diakibatkan dari proses gagas ginjal, terutama dengan obat-obat diabetes tertentu. Ahli gizi akan merekomendasikan apa-apa saja makanan ringan yang harus Anda konsumsi untuk mencegah kadar gula darah yang rendah. Ahli gizi mungkin akan merekomendasikan untuk menambahkan gula dan lemak pada makanan untuk mencegah kadar glukosa darah rendah dan untuk membantu mempertahankan berat badan. Dokter Anda juga mungkin akan melakukan penyesuaian dalam pengobatan diabetes.

Jadi, sangat penting bagi penderita diabetes yang disertai gagal ginjal untuk secara rutin memeriksakan kadar glukosa darah dan menyampaikannya kepada dokter Anda untuk ditindaklanjuti, terutama jika kadar gula darah Anda sering rendah.

Apa yang Bisa Saya Makan

Ahli gizi Anda pasti tahu pentingnya variasi dalam makan. Mereka akan memberikan berbagai pilihan jenis makanan bagi Anda. Diet Anda akan mencakup daftar makanan dari kelompok makanan yang berbeda, yang gunanya untuk mempermudah Anda merencanakan makanan.

Berikut adalah contoh dari pilihan makanan yang biasanya dianjurkan untuk penderita diabetes dengan gagal ginjal. Daftar ini hanya sebagai contoh. Daftar ini menyertakan natrium, kalium, fosfor dan makanan yang mengandung kadar gula tinggi. Diet individual Anda sendiri mungkin sudah termasuk makanan tambahan atau membatasi beberapa makan yang direkomendasikan. Hasil tes darah, stadium penyakit ginjal, ukuran, status gizi dan tujuan diet akan membantu menentukan terapi diet yang tepat bagi penderita diabetes dengan gagal ginjal. Jadi ingatlah untuk selalu mengikuti petunjuk ahli diet dan jangan melakukan perubahan apapun tanpa persetujuan ahli diet Anda. Bila ragu, sebaiknya tinggalkan.

KARBOHIDRAT
Disarankan Hindari
Susu Skim atau susu bebas lemak, yoghurt bebas gula, puding bebas gula, es krim bebas gula

Biasanya makanan dari produk susu akan dibatasi untuk 4 ons saja karena kandungan protein, kalium dan fosfornya tinggi.
Susu coklat, buttermilk, yoghurt manis, puding dan es krim yang biasa.

Roti Roti putih, olahan sereal kering, krim gandum, bubur jagung, mie, pasta, nasi, kerupuk tawar, roti jagung dan tepung tortila Roti gandum, sereal berlapis gula, sereal granola, sereal instan, sereal gandum, jahe, campuran pancake, roti jagung campuran, biskuit, makanan ringan asin termasuk keripik kentang, keripik jagung dan kerupuk
Buah dan jus Apel, jus apel, saus apel, potongan aprikot, stroberi, blackberry, jus cranberry rendah gula, ceri, jeruk, anggur, jus anggur, jeruk mandarin, pir, nanas, plum dan semangka Alpukat, pisang, blewah, buah kering termasuk : kismis, melon, kiwi, belimbing, mangga, pepaya, dan delima
Sayuran Jagung, kacang polong, sayuran yang dicampur dengan jagung dan kacang polong, kentang (sebaiknya direndam terlebih dahulu untuk mengurangi kadar kaliumnya) Hampir  emua jenis ubi (kayu, rambat, keladi), kacang dan labu.
Sayuran lainnya Asparagus, brokoli, kubis, wortel, kembang kol, seledri, mentimun, terong, kacang hijau, selada, kangkung, daun bawang, sawi, okra, bawang, paprika merah dan hijau, lobak, bayam mentah, kacang polong salju. Tunas bambu (rebung), kubis dalam masakan China, kol, asinan kubis, bayam matang, tomat, saus tomat atau pasta, jus tomat dan jus sayuran campuran


PROTEIN
Disarankan Hindari
Daging, keju dan telur Daging, unggas, ikan dan seafood, telur, pengganti telur kolesterol rendah, keju cottage (harus dibatasi karena kadar natriumnya yang tinggi) Daging yang dikemas dalam kaleng (makanan kaleng), keju termasuk keju Amerika, cheddar dan keju swiss, daging organ seperti hati dan otak, pepperoni, salmon dan sosis


LEMAK
Disarankan Hindari
Bumbu dan kalori Margarin , mayones, krim asam, krim keju (semuanya harus yang rendah lemak) Mentega dan lemak babi



MINUMAN
Disarankan Hindari
Minuman Air, diet soda yang "jelas", teh dan limun yang dibuat dengan pemanis buatan dan beberapa minuman cola bermerk lainnya. Jus buah, minuman rasa buah, air manis dengan jus buah, beberapa minuman bermerk lainnya, teh dan limun yang mengandung gula, sirup dan asam fosfat.
*Untuk lebih detailnya, hubungi ahli gizi Anda

Oleh ahli gizi, Anda mungkin juga akan diminta untuk mengurangi atau bahkan menghindari beberapa makanan sebagai berikut :
  • Permen
  • Gula biasa
  • Sirup
  • Madu
  • Kue-kue termasuk donat
  • Es krim
  • Saus tomat
  • Bawang merah, bawang putih atau garam meja
  • Pelunak daging
  • Bumbu-bumbu
  • Kacang-kacangan
  • Makanan ringan dan keripik asin
  • Kecap
  • Ikan asin
  • dan semua makanan yang diawetkan.

Karena setiap penderita diabetes dengan gagal ginjal memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, jadi sebaiknya untuk selalu mengikuti saran dari ahli gizi. Mereka akan membahas kondisi Anda dan membantu membuatkan menu/daftar bahan makanan dan paket makan berdasarkan preferensi makanan Anda. Semua dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pribadi Anda. Diet yang berhasil untuk seorang pasien, belum tentu baik bagi pasien lainnya. Diet untuk penderita diabetes dengan ginjal ini juga bisa berubah-ubah karena mengikuti perubahan fungsi ginjal, kadar gula dan terapi yang dilakukan.

Jika Anda ingin mengubah diet Anda karena ingin memakan makanan yang baru, ada baiknya konsultasikan dulu ke ahli gizi Anda. Perubahan kecil yang Anda anggap tidak akan berdampak buruk, bisa saja akan membuat penyakit Anda bertambah parah, mempengaruhi level gula darah dan memperburuk kondisi ginjal Anda. Semoga bermanfaat.