Waspadai Komplikasi Diabetes Pada Organ Lain

Friday, February 14, 2014
Suntikan insulin

Umur yang kian bertambah membuat kita harus ekstra ketat menjaga kesehatan tubuh supaya tetap fit terutama pada usia lansia. Hal ini dilakukan agar penyakit-penyakit berikut komplikasinya tidak menyerang. Namun, tak menutup kemungkinan penyakit-penyakit yang dianggap sebagai penyakit "orang tua" bisa juga menghampiri usia muda, seperti diabetes melitus atau kencing manis.

Secara kasar, diabetes melitus adalah kondisi di mana tubuh tidak dapat mengatur kandungan gula dalam darah, sehingga gula atau glukosa yang biasanya diangkut menuju sel-sel tubuh sebagai sumber energi, justru tercecer dalam aliran darah, bahkan ikut terbuang dalam air seni.

Gejala dan Penyebab Diabetes

Gejala-gejala yang sering dialami penderita diabetes, antara lain:
  • Sering kemih (poliuria)
  • Haus dan banyak minum (polidipsia)
  • Sering lapar
  • Lemah, letih dan lesu
  • Penurunan berat badan tanpa diketahui penyebabnya
  • Kesemutan
  • Gatal
  • Disfungsi ereksi pada pria dan
  • Pruritus vulvae pada wanita.
Penyebab penyakit diabetes melitus memang sangat beragam, di antaranya karena faktor keturunan dan gaya hidup yang kurang sehat. Kedua hal ini memiliki peran yang cukup besar terhadap munculnya penyakit diabetes.

Selain itu, faktor pemicu lainnya yaitu riwayat keluarga kardiovaskular dan diabetes melitus. Sedangkan faktor risiko kardiovaskular seperti kelebihan berat badan, gaya hidup santai, hipertensi, merokok, dislipidemia*, riwayat Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) bayi lebih dari 4.000 gram.

Jenis Diabetes

Diabetes terdiri dari dua jenis, yakni diabetes melitus tipe satu dan diabetes tipe dua. Diabetes tipe satu dimana tubuh tidak memproduksi insulin sehingga untuk mengendalikan kadar gula darah, penderita harus disuntik insulin setiap hari. Perkembangan diabetes tipe satu ini sering berlangsung cukup cepat.

Insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh sel beta pankreas. Insulin eksogen disuntikkan ke bawah kulit atau subkutan untuk keselamatan penderita diabetes tipe satu karena absolut kekurangan hormon insulin. Penyuntikan dilakukan seumur hidup dan tidak bisa digantikan melalui obat-obatan.

Pada diabetes tipe dua, pankreas masih memproduksi insulin secara normal, namun sel-sel tubuh tidak meresponnya dengan baik. Atau bisa juga jumlah produksi insulin kurang sehingga kebutuhan insulin dalam tubuh didapat melalui insulin dari luar atau suntik insulin.

Kedua tipe diabetes ini tidak dapat berubah, jadi kalau pasien menderita diabetes tipe satu tidak akan berubah menjadi tipe dua begitu pun sebaliknya.

Komplikasi Diabetes

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Jika sudah mengalami hiperglikemia (gula darah tinggi) kronis, penyakit ini bisa menimbulkan berbagai gangguan fungsi pada organ-organ tubuh, di antaranya adalah:
  • Pada retina. Terjadi gangguan penglihatan yang biasanya diawali dengan kaburnya penglihatan hingga akhirnya menyebabkan kebutaan.
  • Pada ginjal. Akibat komplikasinya, penderita diabetes melitus bisa mengalami gagal ginjal, sehingga mengharuskan penderita melakukan cuci darah.
  • Meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan
  • dapat mengakibatkan impoten pada laki-laki.
Perlu ditekankan bahwa penyakit diabetes merupakan salah satu penyakit yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Tangani Diabetes dengan Bijak

Secara medis, penyakit kencing manis tidak dapat disembuhkan dan hanya bisa dikontrol. Untuk mengurangi peningkatan kadar gula tersebut, maka pengobatan medis pun diberikan. Namun, semua itu tidaklah cukup kalau tidak diimbangi dengan pola hidup sehat dan diet. Penting sekali dalam mengontrol agar penyakit ini tidak mengganggu saraf lainnya.

Diet untuk penderita diabetes harus dilakukan untuk menentukan jenis makanan apa saja yang baik dikomsumsi oleh penderita setiap harinya. Makanan sehat untuk penderita diabetes melitus merupakan jenis makanan yang tidak akan memicu lonjakan kadar gula darah, justru menjaga atau bahkan menurunkan kadar gula yang tinggi. Silahkan konsultasikan ini dengan dokter Anda.

Pola makan juga perlu diatur seperti mengurangi kopi, rokok, dan istirahat teratur. Kurangi juga makanan yang mengandung karbohidrat, hindari konsumsi buah durian, minuman manis dan gula putih. Jika pun ingin mengonsumsinya boleh saja asal dengan porsi sedikit dan atas petunjuk dokter.

*Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan fraksi lipid dalam plasma. 
Gambar: denversdietdoctor.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.