Fungsi, Akibat Kekurangan dan Makanan yang Mengandung Vitamin A

Wednesday, May 15, 2013
Vitamin A pada wortel

Vitamin A dibentuk dari suatu zat kimia yang disebut beta carotene atau beta karoten dan retinil palmitat. Beta karoten banyak terdapat pada hampir semua sayuran berdaun (nabati) dan retinil palmitat banyak terdapat pada makanan hewani. Beta karoten dan retinil palmitat mudah sekali diserap oleh tubuh untuk selanjutnya disimpan dalam hati dan disitulah diubah menjadi vitamin A yang diperlukan oleh tubuh.
Fungsi Vitamin A

Vitamin A adalah vitamin penting yang dibutuhkan untuk penglihatan, transkripsi gen, dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh (memerangi penyakit menular). Vitamin ini menjadikan mata kita terang dan membantu kita untuk melihat dalam cahaya yang redup. Selain itu, vitamin A dikenal juga sebagai "vitamin kecantikan." Karena dengan adanya vitamin ini, kulit akan tetap licin dan halus.

Vitamin ini juga diperlukan untuk lapisan selaput lendir pada hidung, kerongkongan, cabang tenggorok, serta seluruh saluran pencernaan, kandung kemih, ginjal dan organ-organ lain dalam rongga panggul. Vitamin A juga membantu pertumbuhan tulang dan gigi yang normal, terutama pada anak-anak dan remaja.

Kekurangan Vitamin A

Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kebutaan dan meningkatkan risiko infeksi karena virus. Bila kekurangan vitamin A, kulit akan menjadi tebal dan kasar, mata terlihat suram dan tidak bercahaya. Infeksi mungkin saja terjadi di berbagai bagian tubuh. Penyakit batu ginjal dan kandung kemih lebih lazim terjadi pada orang yang kekurangan vitamin A.

Makanan yang Mengandung Vitamin A

Terdapat dua sumber utama vitamin A, yaitu dari makanan hewani dan nabati.

Sumber Vitamin A
Hewani
Nabati
Daging sapi
Telur
Ikan
Keju
Hati
dan makanan laut lainnya
Ubi jalar
Paprika
Wortel
Selada
Aprikot
Labu siam
Buah persik
Semangka


Perlu diingat, konsumsilah makanan-makanan yang mengandung vitamin A diatas sesuai dengan kebutuhan saja. Kelebihan konsumsi vitamin A dapat menyebabkan penyakit kuning, mual, kehilangan nafsu makan, mudah marah (sensitif), muntah, dan bahkan rambut rontok. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.