Cara Menambah Tinggi Badan dan Faktor yang Mempengaruhinya

Friday, April 26, 2013
Menambah tinggi badan

Pada umumnya anak-anak ingin cepat menjadi "dewasa". Ia ingin bisa melakukan apa saja yang biasa dilakukan oleh orang dewasa. Jika si anak tersebut tidak memiliki tinggi badan seperti anak lain, maka dirinya akan mudah diremehkan, atau barangkali ia juga akan merasa tersisih/minder dari teman-teman sebayanya. Lalu adakah cara yang dapat dilakukan guna menambah tinggi badan seseorang yang perawakannya pendek? Ada, untuk beberapa hal, keadaan ini dapat ditolong.

Proses Pertumbuhan Manusia

Proses pertumbuhan pada manusia merupakan suatu proses yang unik. Sejak proses pembuahan di dalam rahim hingga kita dilahirkan, pertumbuhan terjadi dengan pesatnya. Saat bayi, kita juga akan tumbuh dengen cepat di dua tahun pertama, selanjutnya poses pertumbuhan mulai melambat. Tapi memasuki usia 13 atau 14 tahun, kita akan mulai tumbuh lagi dengan cepat. Inilah masa yang disebut dengan remaja.

Faktanya, anak perempuan tumbuh lebih cepat daripada anak laki-laki, ini karena hormon mereka bekerja lebih giat di masa permulaan pubertas. Kemudian anak laki-laki akan menyusul dan melampaui tinggi anak perempuan, biasanya tinggi badan mereka mencapai maksimal pada usia 16 hingga 19 tahun, namun ada juga yang sampai 21 tahun. Akan tetapi, akan ada banyak pengecualian dalam hal cepat atau lambatnya pertumbuhan badan seseorang. Hal ini bisa tergantung dari hormon-hormon penting yang ada di dalam tubuhnya.

Tinggi badan seseorang pada dasarnya tergantung pada seberapa panjang tulang-tulang pada tungkainya, terutama tulang paha dan tulang betis. Untuk memperoleh perawakan yang tinggi/baik, tulang punggung juga harus tumbuh dengan baik dan seimbang dengan tulang-tulang tungkai.

Di dekat tulang-tulang ini terdapat suatu bagian yang melintang yang disebut garis epiphyseal yang umumnya terdiri dari tulang rawan yang didalamnya terdapat sel-sel tulang muda yang sedang tumbuh. Selama masa anak-anak dan remaja, sel-sel tulang muda ini akan terus menerus menambah ukuran panjang tulang-tulang ini. Beginilah proses penambahan tinggi badan.
Kekurangan hormon tiroid dan hormon testosteron akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan badan
Akan tetapi. tidak dapat dipungkiri bahwa pertumbuhan tidak pasti hanya terjadi pada masa kanak-kanak. Pertumbuhan mengalami proses berkembang silih berganti, tergantung dari perubahan-perubahan dalam kelenjar endokrin. Dengan demikian, seorang anak yang berusia 9 tahun mungkin bisa lebih pendek dari teman sebayanya, dan saat usianya 12 tahun, tinggi badannya baru bisa sama atau bahkan lebih tinggi dari teman sebayanya.

Variasi pertumbuhan semacam itu terjadi sepanjang fase dewasa muda, dan dalam banyak hal kejadian ini dipengaruhi oleh sifat genetik dan beberapa faktor lain. Namun jika garis epiphyseal sudah tertutup, maka tidak akan ada lagi penambahan tinggi badan. Tulang-tulangnya mungkin saja akan bertambah berat, lebar, tebal, namun belum tentu tinggi badannya akan bertambah.

Peran Penting Hormon dalam Proses Pertumbuhan

Perubahan-perubahan hormon, terutama dengan kelenjar tiroid, cukup berperan dalam mengubah tinggi badan seseorang. Pada hypothyreoidism, terjadi keterlambatan dalam tumbuh kembang, dan bisa disertai dengan kelambanan berpikir, keletihan dan juga gangguan haid. Tablet-tablet tiroid, bila dikonsumsi secara teratur (atas saran dokter) akan memperbaiki kekurangan itu dan dapat menambah tinggi dan berat badan seseorang, asalkan garis epiphyseal di tulang-tulang tersebut belum tertutup. Dosis normalnya pada umumnya adalah 1,5 grain atau 90 mg tiroid ekstrak sehari. Sebagai tambahan untuk menambah tinggi badan, penting sekali mengonsumsi protein dalam jumlah yang cukup dalam makanan.

Suku bangsa juga harus menjadi pertimbangan sebelum menilai seseorang itu tinggi atau pendek. Faktor-faktor keturunan juga memegang peranan penting dalam pertumbuhan badan. Jika kakek dan orang tuanya berpostur pendek dan gemuk, maka akan sulit bagi dirinya untuk memperoleh tubuh yang tinggi dan ramping.

Hormon pertumbuhan dari kelenjar hypophyse bagian depan mungkin saja kurang pada sebagian orang, ini bisa disebabkan oleh penyakit atau gangguan lainnya. Kekurang hormon ini dapat mengakibatkan kekerdilan hypophyse. Seperti yang disebutkan di atas, kekurangan hormon tiroid dan kurang berfungsinya hormon testosteron juga akan mengakibatkan kekerdilan yang kedua-duanya akan menghambat pertumbuhan. Oleh karena itu, tingginya perawakan seseorang tergantung pada kecepatan dan lamanya masa pertumbuhan.

Anda mungkin bertanya, mengapa tidak diberikan saja konsumsi hormon endokrin, seperti hormon pria? Bisa saja, hal ini mungkin akan membantu, namun risiko pemberian hormon ini bisa mengakibatkan garis-garis epiphyseal menutup lebih cepat, dan dengan demikian memperpendek lamanya masa pertumbuhan. Sebagai contoh : Seorang anak berusia 10 tahun tinggi badannya kurang dari teman sebayanya. Selanjutnya ia masih terbilang anak yang pendek dari teman-teman sebayanya. Baru pada usia 15 tahun, ia mencapai tinggi yang sama dengan teman-temannya. Dan pada umur 19 tahun, tinggi badannya ternyata sudah melebihi teman-teman sebayanya, sebut saja tingginya sekarang 175 cm. Ini contoh untuk anak yang tidak mengonsumsi hormon tambahan.

Seandainya pada umur 10 tahun itu ia mengonsumsi hormon tambahan untuk mempercepat penambahan tinggi badan, hormon tersebut mungkin membantu, hasilnya mungkin pada umur 12-13 tahun tinggi badannya sudah sama dengan teman sebayanya. Namun, seperti yang diakatakan di atas, risiko menggunakan hormon-hormon semacam ini akan lebih cepat menutup garis-garis epiphyseal, yang mengakibatkan penambahan tinggi badannya akan terhenti. Seharusnya pertumbuhan badannya terhenti pada usia 19 tahun, karena pengaruh penggunaan hormon ini, pertumbuhan tinggi badannya terhenti pada usianya 16-17 tahun. Seharusnya ia bisa mencapai tinggi badan maksimal 175 cm, kini ia hanya bisa mencapai tinggi badan 170 cm saja. Walaupun pertumbuhan tinggi badannya terbilang cepat, namun cukup merugikan bukan ?
Untuk menambah tinggi badan, kebanyakan dokter biasanya memberikan resep tiroid atau juga methyltestosterone
Namun bukan berarti lambatnya pertumbuhan dari seorang anak bisa diabaikan begitu saja. Harus diketahui apa penyebabnya. Mungkin saja lambatnya pertumbuhan seorang anak adalah akibat adanya suatu penyakit yang serius. Pemeriksaan X-ray mungkin diperlukan untuk mengetahui apakah seorang anak itu mengidap rachitis atau kekurangan vitamin-vitamin dan zat gizi penting lainnya. Jika itu adalah akibat si anak menderita kekurangan gizi, dengan menambahkan vitamin B, akan membantu merangsang nafsu makan dan membentuk pola pertumbuhan yang baru. Namun nafsu makan yang besar saja tidak cukup, makanan yang dikonsumsi harus bergizi seimbang. Tidak berguna nafsu makannya besar tapi yang dikonsumsinya adalah "sampah".

Kekerdilan hypophyse diakibatkan oleh kegagalan kelenjar hypophyse (pituitary) bagian depan. Ini bisa disebabkan karena sifat bawaan atau mungkin sebuah tumor yang menyerang kelenjar hypophyse itu. Berbeda dengan kretinisme, orang cebol karena gangguan hypophyse ini biasanya memiliki kecerdasan yang normal. Bentuk tubuhnya seimbang, hanya saja disifati kecil dari manusia lainnya, dan banyak juga keadaan tubuh pada masa kanak-kanak tidak mengalami perubahan seumur hidupnya.

Pemberian Hormon untuk Menambah Tinggi Badan

Setelah diagnosa ditegakkan, kebanyakan dokter akan memberikan resep tiroid 1 sampai 2 grain sehari. Anak-laki-laki mungkin juga akan diresepkan methyltestosterone tablet sublingual 5 mg dua kali sehari. Kedua hormon tersebut akan menambah ukuran dan berat kerangka tubuh.

Anak-anak perempuan yang mengalami gangguan pertumbuhan tinggi badan ini mungkin akan diresepkan estrogenic, seperti diethystilbestrol tablet 0,5 mg setiap hari selama tiga minggu, diikuti dengan masa istirahat selama 8 hari. Daur (siklus) "pengobatan" kemudian akan diulangi lagi selama diperlukan untuk pertumbuhan. Tidak hanya hormon tambahan, makanan yang mengandung tinggi protein dan mineral akan sangat membantu, meskipun tidak secepat penggunaan hormon tambahan. Jika di dalam hypophyse terdapat tumor, maka pembedahan menjadi jalan terbaik.

Kredit foto : healthmeup.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.