Cara Menggunakan Tensimeter (Sphygmomanometer )

Wednesday, February 07, 2018
Advertisement
Tensimeter (sphygmomanometer) atau juga sering disebut sebagai tensi darah adalah alat untuk mengukur tekanan darah.

Jenis tensimeter

Ada dua jenis tensimeter

Tensimeter manual

Tensimeter manual terdiri dari dua jenis yaitu tensimeter aneroid dan merkuri (air raksa). Kedua tensimeter ini terdiri dari karet manset, manometer (alat ukur) untuk menunjukkan tekanan manset, pompa untuk mengembangkan manset, dan katup untuk menurunkan tekanan manset. Perbedaannya, tensimeter merkuri menggunakan air raksa sedangkan tensimeter aneroid tidak.

Penggunaan kedua tensimeter ini selalu dikombinasikan dengan stetoskop yang digunakan untuk mendengarkan suara aliran darah arterial.

Hasil pengukuran dengan tensimeter merkuri lebih akurat daripada tensimeter aneroid. Untuk ketepatan pengukuran, tensimeter manual harus dikalibrasi secara berkala (aneroid harus lebih sering).

Tensimeter digital otomatis

Tidak seperti tensimeter manual, tensimeter digital otomatis tidak lagi dilengkapi dengan pompa manual untuk mengembangkan manset. Petugas hanya perlu memasangkan manset pada lengan atas pasien dan selanjutnya menekan tombol "start" pada alat. Tensimeter kemudian akan beroperasi secara otomatis sebelum akhirnya hasil pengukuran muncul di layar.

Mengukur tekanan darah

Ketika jantung berdenyut atau berkontraksi, darah akan terdorong melalui arteri ke seluruh tubuh. Ini menyebabkan tekanan pada arteri, yang disebut dengan tekanan sistolik. Kemudian jantung akan berelaksasi dan bersiap untuk kembali berdenyut. Ini menyebabkan penurunan tekanan, yang disebut dengan tekanan diastolik.

Pada tensimeter manual, manset tensimeter dikembangkan (dipompa) hingga petunjuk pada manometer melebihi tekanan sistolik yang diperkirakan. Saat katup angin dibuka, tekanan manset perlahan turun. Ketika tekanan manset sama dengan tekanan sistolik arteri, darah mulai mengalir melewati manset, menciptakan turbulensi aliran darah dan suara detak di stetoskop pun terdengar. Itulah sistolik.

Masih mendengarkan melalui stetoskop, suara detak akan terus berlanjut sampai tekanan pada manset turun di bawah tekanan diastolik arteri. Tekanan saat aliran darah terdengar berhenti itulah yang disebut tekanan diastolik.

Tekanan sistolik dan diastolik dituliskan dengan pemisah garis miring dengan satuan mmHg. Contoh: 120/80 mmHg. Dibaca dengan 120 per 80 milimeter merkuri. Tetap menggunakan satuan mmHg meskipun menggunakan tensimeter non merkuri.

Cara menggunakan tensimeter

Sebelum mengukur tekanan darah, pastikan Anda sudah menggunakan manset dengan ukuran yang sesuai dengan lengan pasien.

Panjang manset yang ideal setidaknya sama dengan 80% lingkar lengan atas pasien. Manset harus kosong dari udara, jika masih terdapat udara silakan kosongkan terlebih dahulu.

Pasien yang akan diperiksa harus sudah beristirahat dan dalam kondisi rileks dan santai 15 menit sebelum pengukuran.

Tensimeter manual

  1. Lilitkan manset di sekitar lengan atas dengan tepi bawah manset berjarak sekitar satu inci di atas fosa antecubital.
  2. Dengan lembut tempatkan stetoskop di atas arteri brakialis tepat di bawah tepi manset.
  3. Pompa atau kembangkan manset dengan cepat namun teratur sampai tekanan 180 mmHg (dewasa).
  4. Turunkan tekanan udara pada manset secara perlahan dengan membuka katup pada pompa. Kecepatan penurunan tekanan adalah sekitar 3 mm/detik.
  5. Tetap dengarkan dengan stetoskop. Suara detak (Korotkoff) pertama adalah tekanan sistolik pasien. Saat suara detak hilang, itulah tekanan diastolik. Contoh: 120/80 mmHg).

Pada beberapa pasien, suara Korotkoff tidak terdengar setelah tekanan sistolik. Selang beberapa saat kemudian suara Korotkoff ini muncul kembali. Interval ini disebut dengan "auscultatory gap" atau "celah auskultasi". Kejadian patofisiologis ini dapat menyebabkan kerancuan pengukuran tekanan sistolik jika tekanan manset tidak terlalu tinggi. Karena itulah, direkomendasikan untuk mengembangkan manset sampai ke tekanan 180 mmHg.

Tensimeter digital otomatis

Kelebihan tensimeter digital otomatis adalah petugas tidak perlu memompa manset dan tidak perlu mendengarkan suara sistolik dan diastolik. Hanya saja ukuran dan cara memasang manset tetap harus diperhatikan.

Setelah manset terpasang, cukup menekan tombol start pada alat. Manset akan mengembang dan mengempis dengan sendirinya dan hasil pengukuran muncul pada layar.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Di bawah ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan terkait pengukuran tekanan darah, yaitu:
  • Jika sering digunakan, baik tensimeter manual maupun digital memerlukan kalibrasi.
  • Gunakan manset berukuran besar pada pasien berotot atau berlengan besar.
  • Gunakan manset kecil untuk pasien anak-anak.
  • Jangan membungkuskan manset tensimeter pada pakaian.
  • Jika tekanan darah pasien tinggi, ukur lagi tekanan darahnya beberapa menit kemudian.

Tekanan darah mulai dari 180/120 mmHg atau lebih membutuhkan penanganan medis segera !!!

Pada 2017 lalu, WHO dan Depkes RI mulai meninggalkan penggunaan tensimeter merkuri dari sektor kesehatan. Ke depan, tensimeter merkuri tidak lagi digunakan. Hal ini karena merkuri pada tensimeter dapat menguap dan terhirup oleh petugas atau pasien.

Saat ini, tensimeter digital otomatis tampaknya menjadi pilihan banyak penyedia layanan kesehatan. Jika Anda ingin melengkapi rumah dengan tensimeter, tensimeter digital otomatis merupakan pilihan yang bijaksana.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer