Tekanan Darah: Mengukur, Mengontrol, dan Pengaruh

Saturday, January 20, 2018
Advertisement
Tekanan darah

Tekanan darah adalah tekanan darah di arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Tekanan darah bisa berubah-ubah sepanjang waktu. Perubahan ini disesuaikan dengan kebutuhan atau aktivitas tubuh. Tekanan darah dipengaruhi beberapa faktor, seperti posisi tubuh, pernapasan, emosi, olahraga, dan tidur. Jika tekanan  darah terus tinggi, bisa menyebabkan masalah serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal.

Istilah medis untuk darah tinggi yang persisten atau terus menerus adalah hipertensi, dan istilah medis untuk darah rendah adalah hipotensi.

Mengukur tekanan darah

Tekanan darah biasanya diukur dengan membungkuskan atau membalutkan manset bertekanan udara di lengan atas. Manset ini adalah bagian dari alat pengukur tekanan darah yang disebut sphygmomanometer atau lebih kita kenal sebagai tensimeter. Cara terbaik untuk mengukur tekanan darah adalah saat Anda rileks atau duduk.

Tekanan darah dicatat dalam dua angka, misalnya 120/80. Angka yang pertama (angka tinggi) itu menunjukkan tekanan darah di arteri saat jantung memompa darah dalam setiap denyut. Ini disebut tekanan darah sistolik (sistole). Angka yang kedua (angka rendah) menunjukkan tekanan darah saat jantung kembali rileks sebelum denyut berikutnya. Ini disebut tekanan darah diastolik (diastole). Keduanya diukur dalam satuan yang disebut milimeter merkuri atau mmHg.

Variasi tekanan darah

Sesuai kebutuhan tubuh, tekanan darah dapat berubah-ubah. Jika saat ini setelah pengukuran tekanan darah Anda tinggi, dokter mungkin akan mengukurnya lagi selang beberapa waktu kemudian untuk memastikan tingkatnya. Satu contoh lain, tekanan darah saat Anda sedang beristirahat akan berbeda dengan tekanan darah saat Anda sedang berolahraga.

Membaca tekanan darah

Dalam membaca tekanan darah, sebenarnya tidak ada istilah normal atau ideal. Namun, ukuran-ukuran berikut dapat dijadikan panduan:
  • optimal <120 / <80
  • normal 120-129 / 80-84
  • tinggi normal 130-139 / 85-89
  • hipertensi ringan 140-159 / 90-99
  • hipertensi sedang 160-179 / 100-109
  • hipertensi berat ≥180 / ≥110.

Tekanan darah tinggi seringkali tidak menunjukkan gejala. Anda bisa saja memiliki tekanan darah tinggi tapi Anda merasa sehat. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah tekanan darah Anda tinggi adalah memeriksanya secara teratur.

Tekanan darah rendah itu relatif, mungkin suatu angka akan rendah bagi seseorang tapi bagi orang lain mungkin tidak. Tekanan darah rendah biasanya baru dianggap masalah jika berdampak negatif pada tubuh. Secara umum, Anda akan dianggap memiliki darah rendah jika salah satu dari angka tersebut lebih rendah 30 mmHg di bawah tekanan darah biasa Anda.

Pemeriksaan tekanan darah secara teratur

Jika tekanan darah Anda normal dan Anda tidak memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya, dan tidak ada riwayat tekanan darah tinggi atau keturunan, Anda tetap harus melakukan pemeriksaan paling tidak setiap dua tahun sekali.

Jika tekanan darah Anda "tinggi normal" (atau lebih tinggi), atau jika Anda memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya, riwayat tekanan darah, stroke atau serangan jantung atau keturunan, yang terbaik adalah memeriksakannya lebih sering sesuai petunjuk dokter Anda.
Sphygmomanometer (Tensimeter)
Jenis-jenis sphygmomanometer (tensimeter)


Mengontrol tekanan darah tinggi

Jika tekanan darah Anda terus tinggi, maka dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Anda akan semakin berisiko mengalami masalah kesehatan tersebut jika:

Perubahan gaya hidup sangat penting membantu mengontrol tekanan darah tinggi dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Beberapa saran untuk itu diantaranya:
  • menurunkan berat badan ke normal
  • berolahraga atau aktif secara fisik
  • berhenti mengonsumsi alkohol
  • berhenti merokok
  • menurunkan asupan garam (sodium)
  • meningkatkan asupan kalium dengan mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.

Meskipun tekanan darah yang tinggi dapat diturunkan oleh obat, namun mengubah gaya hidup ke kebiasaan yang sehat adalah yang terpenting.

Tekanan darah tinggi dan aktivitas fisik

Aktivitas fisik adalah segala bentuk gerakan tubuh yang dilakukan oleh otot-otot besar tubuh kita. Aktivitas fisik dengan intensitas sedang (yang tidak sampai membuat terengah-engah) seperti jalan cepat atau bersepeda, sudah cukup memberikan manfaat kesehatan.

Beberapa jenis olahraga, seperti "body presses" dan angkat beban, dapat meningkatkan tekanan darah. Latihan ini harus dihindari jika Anda memiliki darah tinggi. Melakukan latihan harus tetap aman. Lakukan tingkatan tingkatan latihan secara bertahap.

Tekanan darah tinggi dan diet

Banyak mengonsumsi sayuran, buah-buahan dan biji-bijian, juga susu rendah lemak, yang dikombinasikan dengan olahraga dan menurunkan berat badan, maka dapat memaksimalkan penurunan tekanan darah.

Makanan sehat sangat mempengaruhi tekanan darah dan dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Mengonsumsi makanan sehat yang beragam merupakan kunci dari makan sehat. Setiap hari cobalah untuk mengonsumsi:
  • sayuran
  • biji-bijian
  • daging tanpa lemak
  • ikan yang berminyak
  • buah-buahan
  • susu rendah atau tanpa lemak
  • minyak nabati tak jenuh tunggal atau tak jenuh ganda
  • kacang-kacangan.

Asupan garam dan tekanan darah tinggi

Mengurangi jumlah garam dalam makanan juga bisa membantu mengontrol tekanan darah tinggi Anda. Untuk melakukannya maka Anda perlu untuk:
  • Memilih makanan rendah garam
  • Menghindari penggunaan garam dalam masakan atau menghindari menambahkannya sebelum makan. Hanya gunakan bumbu dan rempah-rempah untuk menghidupkan rasa makanan.
  • Hindari makanan tinggi garam seperti keripik, ikan asin, kacang asin, saus, daging olahan.

Obat untuk tekanan darah tinggi

Ada banyak macam obat-obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau mengatur tekanan darah. Obat-obat ini biasa disebut sebagai antihipertensi.

Obat-obat ini tidak menyembuhkan tekanan darah tinggi, melainkan membantu mengelolanya. Karena darah tinggi belum dapat disembuhkan, maka obat darah tinggi mungkin akan terus Anda konsumsi agar tekanan darah Anda normal. Namun seiring berjalannya waktu, dosis obat-obatan ini bisa saja berubah.

Adakalanya dokter akan memberikan dua atau lebih obat berbeda untuk mengontrol tekanan darah. Pastikan Anda meminumnya secara teratur dan sesuai saran dokter.

Tekanan darah dan potasium

Umumnya orang dengan tekanan darah tinggi disarankan untuk meningkatkan asupan potasium. Potasium diketahui dapat membantu mengontrol tekanan darah tinggi dan dapat menurunkan risiko stroke. Namun, rekomendasi ini mungkin tidak berlaku bagi sebagian orang, seperti orang yang ginjalnya tidak berfungsi normal atau yang sedang menjalani terapi obat-obatan tertentu.

Article Resources
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/blood-pressure
  • Wikipedia
  • Gambar: SCMP / 101bp

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer