Tampilkan postingan dengan label Istilah Medis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istilah Medis. Tampilkan semua postingan

03 April 2018

Pengukuran Vital Sign (Suhu Tubuh, Denyut Nadi, Laju Pernapasan, dan Tekanan Darah)

Pemeriksaan vital sign

Pengukuran vital sign (tanda vital) adalah pengukuran fungsi-fungsi dasar tubuh. Empat vital sign utama yang diukur secara rutin oleh petugas kesehatan adalah:
  • Suhu tubuh
  • Denyut nadi
  • Laju pernapasan
  • Tekanan darah.

Sebagian berpendapat bahwa tekanan darah tidak termasuk dalam vital sign. Meskipun begitu, tekanan darah selalu disertakan dalam pengukuran vital sign.

Pengukuran vital sign dapat dilakukan di mana saja dan berguna untuk mendeteksi atau memantau kondisi kesehatan seseorang.

Pengukuran suhu tubuh

Suhu tubuh normal seseorang bervariasi tergantung dari jenis kelamin, aktivitas terakhir, diet, waktu (siang atau malam), dan pada wanita, siklus menstruasi. Suhu tubuh normal orang dewasa sehat dapat berkisar antara 36,5° C (97,8° F) hingga 37,2° C (99° F).

Suhu tubuh dapat diukur melalui salah satu cara berikut:
  • Mulut. Suhu dapat diukur melalui mulut, baik menggunakan termometer kaca klasik atau termometer digital.
  • Anus. Suhu tubuh yang diukur melalui anus, baik menggunakan termometer kaca atau termometer digital. Hasil pengukuran cenderung lebih tinggi 0,5 hingga 0,7° F dibandingkan melalui mulut.
  • Ketiak. Suhu tubuh dapat diukur melalui ketiak menggunakan termometer kaca atau digital. Hasilnya cenderung lebih rendah 0,3 hingga 0,4° F daripada melalui mulut.
  • Telinga. Menggunakan termometer timpanik untuk mengukur suhu gendang telinga dengan cepat, yang mencerminkan suhu inti (suhu organ internal) tubuh.
  • Kulit. Menggunakan termometer infra merah, akan dengan cepat mengukur suhu tubuh melalui kulit dahi.

Suhu tubuh dapat menjadi tidak normal karena demam (suhu tinggi) atau hipotermia (suhu rendah).

Termometer kaca yang mengandung merkuri

Merkuri adalah zat beracun yang menimbulkan ancaman kesehatan bagi manusia, serta lingkungan. Karena risikonya pecah, termometer kaca yang mengandung merkuri tidak lagi direkomendasikan penggunaannya.

Pengukuran denyut nadi

Pengukuran denyut nadi juga merupakan pengukuran denyut jantung atau mengukur berapa kali jantung berdetak dalam satu menit. Mengukur denyut nadi tidak hanya berarti mengukur denyut jantung, tetapi juga dapat menunjukkan hal-hal berikut:
  • Ritme jantung dan
  • Kekuatan denyut nadi

Denyut nadi normal orang dewasa sehat berkisar antara 60 hingga 100 denyut permenit. Denyut nadi dapat berfluktuasi dan meningkat karena olahraga, penyakit, cedera, dan emosi. Wanita usia 12 tahun keatas, secara umum cenderung memiliki detak jantung yang lebih cepat daripada laki-laki. Atlet, seperti pelari, yang banyak melakukan pengkondisian kardiovaskular, biasanya memiliki denyut jantung hampir 40 denyut permenit, dan ini tidak menjadi masalah.

Cara mengukur denyut nadi

Ketika jantung memompa darah melalui arteri, akan dirasakan denyut dengan menekan arteri dengan kuat, yang terletak di permukaan kulit pada titik-titik tertentu tubuh. Denyut nadi dapat ditemukan di leher bagian bawah, bagian dalam siku, pergelangan tangan, lipat lutut, atau lipat paha. Umumnya, pengukuran denyut nadi dilakukan di titik pergelangan tangan. Jika pun ingin mengukur nadi di leher bagian bawah, pastikan untuk tidak menekannya terlalu keras, dan jangan menekan kedua sisi leher secara bersamaan karena dapat menghambat aliran darah ke otak.

Pengukuran nadi


Saat mengukur denyut nadi:
  • Gunakan ujung jari telunjuk dan jari tengah, tekan dengan tegas tapi lembut pada arteri sampai denyut nadi dirasakan.
  • Mulailah menghitung denyut nadi ketika jarum jam berada di angka 12.
  • Hitung denyut nadi selama 60 detik. Lebih direkomendasikan untuk mengukur denyut nadi selama 1 menit penuh daripada selama 15 menit lalu dikali 4.
  • Ketika menghitung, jangan hanya terfokus pada jam, tetapi konsentrasi pada denyut nadi.

Jika tidak yakin dengan hasilnya, minta orang lain untuk mengukurnya juga.

Pengukuran laju pernapasan

Laju pernapasan adalah jumlah pernapasan seseorang dalam satu menit. Pengukuran dilakukan pada saat seseorang beristirahat dan hanya menghitung jumlah napas selama satu menit dengan menghitung berapa kali dadanya naik.

Laju pernapasan normal orang dewasa sehat saat istirahat berkisar antar 12 hingga 16 napas per menit. Laju pernapasan dapat meningkat karena demam, penyakit, dan kondisi kesehatan lainnya. Ketika memeriksa laju pernapasan, perhatikan apakah orang itu mengalami kesulitan bernapas atau tidak.

Pengukuran tekanan darah

Tekanan darah adalah kekuatan darah yang mendorong dinding arteri selama kontraksi dan relaksasi jantung. Setiap kali jantung berdetak, ia akan memompa darah ke arteri, menghasilkan tekanan darah tertinggi saat jantung berkontraksi. Ketika jantung rileks, tekanan darah turun.

Saat mengukur tekanan darah, dua angka akan dicatat, yakni:
  • Angka yang tinggi, disebut sistolik. Mengacu pada tekanan di dalam arteri ketika jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh.
  • Angka yang rendah, disebut diastolik. Mengacu pada tekanan di dalam arteri ketika jantung beristirahat dan terisi kembali dengan darah.

Tekan sistolik dan diastolik diukur dalam satuan mmHg (milimeter merkuri). Satuan merkuri ini menunjukkan seberapa tinggi kolom merkuri dalam alat ukur tekanan darah kuno (tensimeter, manometer atau sphygmomanometer  merkuri) yang dinaikkan oleh tekanan darah. Seperti halnya termometer merkuri, tensimeter merkuri tidak lagi direkomendasikan penggunaannya mengingat bahaya merkuri bagi kesehatan.

Cara mengukur tekanan darah dengan menggunakan tensimeter dapat Anda baca di sini.

Tekanan darah tinggi, atau hipertensi, akan meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, stroke. Dengan tekanan darah tinggi, arteri mungkin mengalami peningkatan resistensi terhadap aliran darah, menyebabkan jantung memompa lebih keras untuk mensirkulasikan darah.

 Klasifikasi tekanan darah untuk dewasa

Kategori Sistolik, mmHg Diastolik, mmHg
Hipotensi < 90 atau < 60
Normal 90 - 119 dan 60 - 79
Pre-hipertensi 120 - 139 atau 80 - 89
Hipertensi tingkat I 140 - 159 atau 90 - 99
Hipertensi tingkat II ≥ 160 atau ≥ 100

Angka-angka ini harus digunakan sebagai panduan saja. Hasil pengukuran darah yang tinggi atau tidak normal tidak selalu menggambarkan indikasi masalah. Untuk memastikan, tekanan darah perlu diperiksa secara periodik selama beberapa hari atau minggu sebelum membuat diagnosis tekanan darah tinggi atau memulai pengobatan.

20 Januari 2018

Tekanan Darah: Mengukur, Mengontrol, dan Pengaruh

Tekanan darah

Tekanan darah adalah tekanan darah di arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Tekanan darah bisa berubah-ubah sepanjang waktu. Perubahan ini disesuaikan dengan kebutuhan atau aktivitas tubuh. Tekanan darah dipengaruhi beberapa faktor, seperti posisi tubuh, pernapasan, emosi, olahraga, dan tidur. Jika tekanan  darah terus tinggi, bisa menyebabkan masalah serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal.

Istilah medis untuk darah tinggi yang persisten atau terus menerus adalah hipertensi, dan istilah medis untuk darah rendah adalah hipotensi.

Mengukur tekanan darah

Tekanan darah biasanya diukur dengan membungkuskan atau membalutkan manset bertekanan udara di lengan atas. Manset ini adalah bagian dari alat pengukur tekanan darah yang disebut sphygmomanometer atau lebih kita kenal sebagai tensimeter. Cara terbaik untuk mengukur tekanan darah adalah saat Anda rileks atau duduk.

Tekanan darah dicatat dalam dua angka, misalnya 120/80. Angka yang pertama (angka tinggi) itu menunjukkan tekanan darah di arteri saat jantung memompa darah dalam setiap denyut. Ini disebut tekanan darah sistolik (sistole). Angka yang kedua (angka rendah) menunjukkan tekanan darah saat jantung kembali rileks sebelum denyut berikutnya. Ini disebut tekanan darah diastolik (diastole). Keduanya diukur dalam satuan yang disebut milimeter merkuri atau mmHg.

Variasi tekanan darah

Sesuai kebutuhan tubuh, tekanan darah dapat berubah-ubah. Jika saat ini setelah pengukuran tekanan darah Anda tinggi, dokter mungkin akan mengukurnya lagi selang beberapa waktu kemudian untuk memastikan tingkatnya. Satu contoh lain, tekanan darah saat Anda sedang beristirahat akan berbeda dengan tekanan darah saat Anda sedang berolahraga.

Membaca tekanan darah

Dalam membaca tekanan darah, sebenarnya tidak ada istilah normal atau ideal. Namun, ukuran-ukuran berikut dapat dijadikan panduan:
  • optimal <120 / <80
  • normal 120-129 / 80-84
  • tinggi normal 130-139 / 85-89
  • hipertensi ringan 140-159 / 90-99
  • hipertensi sedang 160-179 / 100-109
  • hipertensi berat ≥180 / ≥110.

Tekanan darah tinggi seringkali tidak menunjukkan gejala. Anda bisa saja memiliki tekanan darah tinggi tapi Anda merasa sehat. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah tekanan darah Anda tinggi adalah memeriksanya secara teratur.

Tekanan darah rendah itu relatif, mungkin suatu angka akan rendah bagi seseorang tapi bagi orang lain mungkin tidak. Tekanan darah rendah biasanya baru dianggap masalah jika berdampak negatif pada tubuh. Secara umum, Anda akan dianggap memiliki darah rendah jika salah satu dari angka tersebut lebih rendah 30 mmHg di bawah tekanan darah biasa Anda.

Pemeriksaan tekanan darah secara teratur

Jika tekanan darah Anda normal dan Anda tidak memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya, dan tidak ada riwayat tekanan darah tinggi atau keturunan, Anda tetap harus melakukan pemeriksaan paling tidak setiap dua tahun sekali.

Jika tekanan darah Anda "tinggi normal" (atau lebih tinggi), atau jika Anda memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya, riwayat tekanan darah, stroke atau serangan jantung atau keturunan, yang terbaik adalah memeriksakannya lebih sering sesuai petunjuk dokter Anda.
Sphygmomanometer (Tensimeter)
Jenis-jenis sphygmomanometer (tensimeter)


Mengontrol tekanan darah tinggi

Jika tekanan darah Anda terus tinggi, maka dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Anda akan semakin berisiko mengalami masalah kesehatan tersebut jika:

Perubahan gaya hidup sangat penting membantu mengontrol tekanan darah tinggi dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Beberapa saran untuk itu diantaranya:
  • menurunkan berat badan ke normal
  • berolahraga atau aktif secara fisik
  • berhenti mengonsumsi alkohol
  • berhenti merokok
  • menurunkan asupan garam (sodium)
  • meningkatkan asupan kalium dengan mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.

Meskipun tekanan darah yang tinggi dapat diturunkan oleh obat, namun mengubah gaya hidup ke kebiasaan yang sehat adalah yang terpenting.

Tekanan darah tinggi dan aktivitas fisik

Aktivitas fisik adalah segala bentuk gerakan tubuh yang dilakukan oleh otot-otot besar tubuh kita. Aktivitas fisik dengan intensitas sedang (yang tidak sampai membuat terengah-engah) seperti jalan cepat atau bersepeda, sudah cukup memberikan manfaat kesehatan.

Beberapa jenis olahraga, seperti "body presses" dan angkat beban, dapat meningkatkan tekanan darah. Latihan ini harus dihindari jika Anda memiliki darah tinggi. Melakukan latihan harus tetap aman. Lakukan tingkatan tingkatan latihan secara bertahap.

Tekanan darah tinggi dan diet

Banyak mengonsumsi sayuran, buah-buahan dan biji-bijian, juga susu rendah lemak, yang dikombinasikan dengan olahraga dan menurunkan berat badan, maka dapat memaksimalkan penurunan tekanan darah.

Makanan sehat sangat mempengaruhi tekanan darah dan dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Mengonsumsi makanan sehat yang beragam merupakan kunci dari makan sehat. Setiap hari cobalah untuk mengonsumsi:
  • sayuran
  • biji-bijian
  • daging tanpa lemak
  • ikan yang berminyak
  • buah-buahan
  • susu rendah atau tanpa lemak
  • minyak nabati tak jenuh tunggal atau tak jenuh ganda
  • kacang-kacangan.

Asupan garam dan tekanan darah tinggi

Mengurangi jumlah garam dalam makanan juga bisa membantu mengontrol tekanan darah tinggi Anda. Untuk melakukannya maka Anda perlu untuk:
  • Memilih makanan rendah garam
  • Menghindari penggunaan garam dalam masakan atau menghindari menambahkannya sebelum makan. Hanya gunakan bumbu dan rempah-rempah untuk menghidupkan rasa makanan.
  • Hindari makanan tinggi garam seperti keripik, ikan asin, kacang asin, saus, daging olahan.

Obat untuk tekanan darah tinggi

Ada banyak macam obat-obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau mengatur tekanan darah. Obat-obat ini biasa disebut sebagai antihipertensi.

Obat-obat ini tidak menyembuhkan tekanan darah tinggi, melainkan membantu mengelolanya. Karena darah tinggi belum dapat disembuhkan, maka obat darah tinggi mungkin akan terus Anda konsumsi agar tekanan darah Anda normal. Namun seiring berjalannya waktu, dosis obat-obatan ini bisa saja berubah.

Adakalanya dokter akan memberikan dua atau lebih obat berbeda untuk mengontrol tekanan darah. Pastikan Anda meminumnya secara teratur dan sesuai saran dokter.

Tekanan darah dan potasium

Umumnya orang dengan tekanan darah tinggi disarankan untuk meningkatkan asupan potasium. Potasium diketahui dapat membantu mengontrol tekanan darah tinggi dan dapat menurunkan risiko stroke. Namun, rekomendasi ini mungkin tidak berlaku bagi sebagian orang, seperti orang yang ginjalnya tidak berfungsi normal atau yang sedang menjalani terapi obat-obatan tertentu.

Article Resources
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/blood-pressure
  • Wikipedia
  • Gambar: SCMP / 101bp

27 April 2015

Transfusi Darah

Transfusi darah adalah pemindahan darah dari satu orang ke orang lain. Darah yang disumbangkan atau didonorkan harus sesuai dengan golongan darah penerima, jika tidak maka akan terjadi komplikasi. Namun, dalam keadaan darurat dimana golongan darah seseorang tidak diketahui, maka dapat diberikan darah dengan golongan darah O dengan Rh-negatif.

Transfusi darah

Jika seseorang mengalami pendarahan yang banyak, seperti karena menjalani operasi atau akibat kecelakaan, maka volume darahnya akan berkurang dan tidak lagi efektif untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Pada keadaan ini, transfusi darah dapat menyelamatkan nyawanya.

Donor dan jenis golongan darah

Seluruh darah yang didonorkan harus melalui pemeriksaan ketat untuk menghindari darah mengandung virus dan kuman hepatitis, sifilis, atau HIV.

Empat jenis darah yang ada adalah A, B, AB dan O, dan masing-masing golongan darah tersebut dapat berjenis Rh-positif atau Rh-negatif (dulu Rh lebih sering kita sebut dengan Rhesus). Untuk melakukan transfusi darah, golongan darah pendonor dan penerima harus sama, termasuk jenis Rh-nya.

Namun, dalam keadaan darurat, jika golongan darah penerima tidak diketahui atau tidak ada cukup waktu untuk mengetahuinya, maka dapat diberikan darah dengan golongan O dengan Rh-negatif.

Darah mengangkut oksigen dan nutrisi

Seluruh sel tubuh membutuhkan oksigen dan nutrisi. Pengiriman oksigen dan nutrisi ke seluruh sel menjadi tugas utama bagi sistem peredaran darah. Melalui jaringan arteri, vena, dan kapiler, darah mengalir membawa karbondioksida ke paru-paru (untuk ekshalasi) dan mengambil oksigen kembali. Dari usus kecil, darah mengumpulkan nutrisi makanan dan mengantarkannya ke seluruh sel.

Darah terdiri dari:
  • Sel darah merah - untuk mengangkut oksigen
  • Sel darah putih - yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh
  • Trombosit - dibutuhkan untuk pembekuan darah
  • Plasma - cairan, dimana sel-sel darah, nutrisi dan limbah mengapung.

Bilakah transfusi darah dibutuhkan?

Beberapa kondisi yang memerlukan transfusi darah, antara lain:
  • Kehilangan darah - Kehilangan darah yang banyak sehingga mempengaruhi volume dan sirkulasi darah
  • Anemia berat - dimana darah kurang mampu membawa oksigen ke sel-sel tubuh
  • Trombositopenia - pendarahan spontan yang disebabkan karena trombosit yang terlalu sedikit.

Komplikasi transfusi darah

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi selama atau setelah transfusi darah, antara lain:
  • Kelebihan cairan - kondisi ini dapat dicegah dengan mendonorkan darah secara perlahan.
  • Reaksi alergi - sistem kekebalan tubuh penerima menganggap darah yang disumbangkan adalah suatu ancaman, sehingga tubuh melepaskan histamin. Akibatnya terjadi gatal, pusing, sakit kepala dan kesulitan bernapas.
  • Reaksi hemolitik - biasanya terjadi ketika darah yang disumbangkan tidak sejenis. Sel darah darah merah yang ditransfusikan hancur atau rusak. Gejalanya seperti perasaan tertekan di dada, nyeri punggung dan kesulitan bernapas. Reaksi hemolitik juga dapat mengancam nyawa.
  • Transfusion related acute lung injury (TRALI) - dimana darah yang ditransfusikan bereaksi pada penerima yang mengarah ke penyumbatan di pembuluh darah di paru-paru. Gejalanya seperti kesulitan bernapas dan tingkat oksigen yang rendah. Kondisi ini juga dapat mengancam nyawa.

Syarat pendonor

Seseorang yang mau mendonorkan darahnya, minimal harus memiliki persyaratan berikut:
  • Berusia antara 16 hingga 70 tahun
  • Memiliki berat badan minimal 45 kilogram
  • Berada dalam kondisi kesehatan yang prima, termasuk memiliki suhu tubuh dan tekanan darah normal
  • Bebas dari penyakit-penyakit berbahaya seperti hepatitis, sifilis dan HIV.
Article Resources
  • http://www.betterhealth.vic.gov.au/bhcv2/bhcarticles.nsf/pages/Blood_transfusion
  • Gambar: https://orthocath.files.wordpress.com

20 Maret 2015

Perbedaan Antara Tumor dan Kanker

Tumor dan kanker adalah dua istilah yang sangat ditakuti orang-orang. Ketika mendengar seseorang yang terkena tumor atau kanker, seringkali muncul asumsi bahwa orang tersebut tidak dapat lagi disembuhkan atau akan segera meninggal dunia.

Banyak orang yang panik ketika mereka tahu bahwa mereka mengidap tumor. Mereka berpikir bahwa mereka sudah menderita kanker yang mematikan. Di sisi lain, banyak pula orang yang tidak mendapatkan perawatan medis yang tepat karena menganggap benjolan yang dideritanya hanyalah sesuatu yang ringan, padahal itu kanker.

Untuk memperjelas hal ini, penting untuk diketahui bahwa sebenarnya tumor tidak selalu identik dengan kanker. Tumor adalah suatu kondisi dimana terjadi pertumbuhan sel yang abnormal sehingga membentuk lesi, atau dalam banyak kasus muncul benjolan di satu atau beberapa bagian tubuh. Sedangkan kanker merupakan kondisi degeneratif dimana terjadi pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan menyebar/menginvasi jaringan dan organ sekitar (metastasis) di dalam tubuh.

Perbedaan tumor dan kanker

Perlu dicatat bahwa tidak semua tumor adalah kanker. Ada jenis tumor jinak, yang pertumbuhannya hanya terbatas pada bagian tubuh tertentu. Ketika berubah menjadi tumor ganas, maka itu disebut dengan kanker. Hal ini berarti bahwa pertumbuhan primer dari tumor dapat menyebabkan pertumbuhan-pertumbuhan sekunder lainnya sehingga menyerang bagian-bagian penting tubuh.

Anda juga harus tahu bahwa tidak semua kasus kanker ditandai dengan pertumbuhan tumor. Kanker darah (leukemia) misalnya, tidak menunjukkan keberadaan tumor. Namun, bila Anda memiliki tumor, akan lebih baik untuk menjalani biopsi - pengambilan sampel tumor untuk diperiksa di laboratorium - untuk menentukan apakah tumor tersebut jinak atau ganas.

Tumor dapat dengan mudah diangkat melalui pembedahan (operasi) dan biasanya jaringan kambuh kembali. Di sisi lain, kanker memerlukan perawatan intensif yang lama. Perawatan untuk kanker mungkin terdiri dari operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi (radioterapi). Baik kanker maupun tumor, keduanya harus segera ditangani. Namun kebanyakan tumor tidak mengancam nyawa, sementara kanker adalah kondisi serius yang harus segera mendapatkan perawatan medis intensif.

Kesimpulan: Tumor dan kanker tidaklah sama. Tumor bisa bersifat jinak dan tidak berkembang menjadi kanker atau tidak menyebar ke bagian lain tubuh. Sedangkan kanker adalah kondisi keganasan, terjadi pertumbuhan dan penyebaran sel yang abnormal dan tidak terkendali.

18 Maret 2015

Apa Perbedaan Kista dan Tumor?

Apa perbedaan antara tumor dan kista? Apakah kista dapat berubah menjadi ganas? Dua hal ini sering menjadi pertanyaan di masyarakat. Terkadang pula dua istilah ini diartikan untuk suatu kondisi yang sama, padahal tumor dan kista adalah dua entitas yang berbeda.

Apa perbedaan antara tumor dan kista? Mari kita lihat perbedaan utama diantara keduanya:

Kista

Kista adalah kantung tertutup yang dapat berisi udara (gas), cairan atau zat semi padat. Kista dapat terbentuk di setiap bagian tubuh, termasuk pada tulang, jaringan lunak, dan organ. Dinding luar kista disebut dengan kapsul. Umumnya kista bersifat non-kanker alias jinak.

Beberapa contoh umum kista adalah kista ovarium dan kista sebaceous, benjolan kecil yang terbentuk tepat di bawah kulit. Perlu diketahui bahwa hampir semua kanker mampu menghasilkan kista sebagai gejalanya.

Kista ovarium

Tumor

Tumor adalah massa abnormal dari jaringan. Seperti halnya kista, tumor dapat terbentuk di setiap bagian tubuh. Tumor yang terbentuk di dalam tubuh (tidak teraba dan terlihat secara kasat mata) dapat diketahui dengan pemeriksaan USG. Tumor dapat bersifat jinak atau ganas (kanker).

Kista dapat disebabkan karena berbagai hal. Kista dapat terbentuk jika ada infeksi di dalam tubuh, benda asing, atau penyumbatan pada kelenjar tertentu, seperti kelenjar sebaceous. Kista juga dapat terjadi akibat adanya obstruksi aliran cairan alami dalam tubuh.

Kista dapat dirasakan sebagai benjolan ketika terbentuk tepat di bawah permukaan kulit. Berbeda dengan kista, penyebab terbentuknya tumor masih tidak jelas.

Karena fakta bahwa kista paling sering terisi dengan cairan, gas atau zat semi padat, kista biasanya akan terasa lembut ketika disentuh. Berbeda dengan tumor yang umumnya terasa padat/keras ketika disentuh karena merupakan massa jaringan.

Tumor jarang menimbulkan bahaya bagi penderitanya, kecuali jika tumor ganas (kanker). Namun kista dapat menimbulkan bahaya jika tumbuh berkembang dan dibiarkan pada bagian-bagian tertentu tubuh. Misalnya kista yang berkembang di ovarium dapat pecah membanjiri perut. Ini merupakan suatu kondisi yang sangat berbahaya bagi seorang wanita.

Untuk menentukan apakah kista atau tumor bersifat jinak atau ganas, sampel jaringan yang terkena -atau dalam sebagian kasus seluruh area yang dicurigai- diangkat (diambil) dan diperiksa dengan mikroskop. Prosedur ini kita kenal dengan istilah biopsi.

Ringkasan:
  • Kista adalah kantung yang berisi cairan, gas atau zat semi padat, sedangkan tumor adalah massa jaringan yang solid
  • Karena fakta diatas, kista umumnya lebih lembut dibandingkan tumor
  • Kista jarang bersifat ganas, berbeda dengan tumor
  • Kista disebabkan oleh infeksi, produksi berlebihan dari kelenjar sebaceous atau karena benda asing. Sedangkan penyebab tumor tidak diketahui
  • Kista di dalam tubuh dapat pecah dan menumpahkan isinya, hal ini sangat membahayakan. Sedangkan tumor tidak berbahaya asalkan bersifat jinak (non-ganas) dan tidak mengganggu fungsi tubuh.

13 Juni 2014

Apa Itu Tekanan Darah?

Tekanan darah adalah salah satu ukuran penting yang akan memberikan gambaran singkat mengenai kesehatan Anda sekarang dan di masa depan, bahkan seringkali dianggap sebagai faktor ukuran yang terpenting.

Singkatnya, tekanan darah adalah ukuran kekuatan pembuluh darah, yang mendistribusikan nutrisi ke seluruh tubuh yang akhirnya membuat Anda tetap hidup.

Memahami apa dan bagaimana tekanan darah merupakan hal yang sangat penting dan juga apa yang harus dilakukan agar tekanan darah Anda turun atau tetap berada di level normal.

Tekanan darah diukur dari dua parameter, yaitu:
  • Tekanan sistolik (systolic pressure) atau tekanan darah saat jantung Anda berdenyut (memompa).
  • Tekanan diastolik (diastolic pressure), tekanan darah di saat jantung Anda beristirahat.

 Klasifikasi tekanan darah untuk dewasa

Kategori Sistolik, mmHg Diastolik, mmHg
Hipotensi < 90 atau < 60
Normal 90 - 119 dan 60 - 79
Pre-hipertensi 120 - 139 atau 80 - 89
Hipertensi tingkat I 140 - 159 atau 90 - 99
Hipertensi tingkat II ≥ 160 atau ≥ 100
* Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa

Risiko hipertensi (tekanan darah tinggi)

Tekanan darah yang tinggi akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan arteri. Kesembuhan akibat kerusakan ini tidak pernah sempurna, biasanya masih meninggalkan lokasi yang berpotensi untuk terbentuknya timbunan plak. Yang akan terjadi adalah Aterosklerosis, jalur beredarnya darah semakin menyempit dan menciptakan lingkungan yang buruk yang akan berisiko timbulnya penyakit-penyakit kardiovaskular.

Arteri normal dan arteri menyempit

Akibat kerusakan arteri ini, tekanan darah tinggi akan menyebabkan stroke, serangan jantung, gagal jantung, aneurisma arterial, dan gagal ginjal kronis.

Agar tekanan darah tetap normal

Yang pertama Anda harus lakukan adalah menentukan jenis olahraga yang mampu Anda lakukan dan bisa Anda lakukan secara kontinyu. Bahkan jenis olahraga yang ringan sekalipun bila rutin dilakukan maka akan efektif dalam menurunkan tekanan darah, membantu menurunkan berat badan, yang kita ketahui menjadi faktor lain yang bisa menurunkan tekanan darah.

Dalam hal konsumsi makanan, yang terbaik adalah mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol dan nikotin. Meningkatkan konsumsi buah-buahan, sayuran, dan makanan lainnya yang mengandung serat larut yang akan membantu menghindarkan pembuluh darah dari terbentuknya plak. Selanjutnya, dari sisi psikologis, cobalah untuk menikmati hidup dan hindari stres.

18 Juli 2013

Mengapa Olahraga Penting untuk Mencegah Kanker

Olahraga jalan kaki

Berbagai penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa olahraga akan mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung.

Telah banyak dilakukan penelitian mengenai manfaat berolahraga sebelum, saat dan sesudah mendapatkan pengobatan kanker. Hasilnya tetap sama : tubuh yang kurang bergerak meningkatkan risiko terkena kanker, sebaliknya olahraga secara teratur akan melindungi seseorang dari beberapa jenis kanker.

Olahraga disebut-sebut terkait erat dengan penurunan risiko terkena kanker usus hingga 40-50 persen, dan penurunan risiko kanker payudara hingga 30-40 persen.

Kanker mulut rahim dan endometrium juga telah terbukti menjadi faktor risiko bagi wanita yang kelebihan berat badan, perempuan yang kurang aktif.

Sebuah studi menunjukkan bahwa perempuan yang aktif secara fisik hanya sedikit yang terkena kanker dan penyakit kardiovaskular dibandingkan perempuan lain yang kurang aktif.

Selain itu, gaya hidup yang kurang aktif dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan lainnya seperti diabetes, osteoporosis, stroke dan penyakit jantung.

Sederhananya, dengan berolahraga secara teratur akan mengontrol berat badan, dan kelebihan berat badan atau obesitas akan meningkatkan risiko terkena kanker. Mereka yang memiliki berat tubuh yang normal dan banyak melakukan aktivitas fisik adalah orang-orang dengan risiko kanker terendah.

Dengan berolahraga secara teratur, risiko terkena kanker, penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya pada wanita menopause juga akan berkurang.

Olahraga akan mengurangi lemak "jauh" di dalam perut, yaitu yang dikenal sebagai lemak visceral atau lemak intra-abdomen. Lemak intra-abdomen ini merupakan faktor risiko tersembunyi karena dapat meningkatkan kadar insulin yang memicu pertumbuhan sel kanker dan kadar kolesterol.

Pada umumnya, wanita yang aktif berolahraga memiliki risiko terkena kanker payudara yang lebih rendah daripada wanita non aktif lainnya. Ini karena kadar hormon estrogen dalam darah yang lebih rendah - olahraga menurunkan kadar estrogen dalam darah - dan juga mengurangi faktor pemicu kanker seperti insulin.

Sebuah penelitian dari 40.000 orang menunjukkan bahwa berolahraga setiap hari dapat mengurangi kemungkinan terkena kanker, atau meninggal karena kanker. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa orang yang setiap hari berjalan kaki atau bersepeda selama setengah atau satu jam, 16 persen lebih rendah dari risiko terkena kanker, 34 persen lebih rendah kemungkinannya meninggal karena kanker dan 33 persen kemungkinan untuk mengalahkan penyakitnya itu.

Ada bukti bahwa olahraga akan melindungi seseorang dari kanker usus. Dengan berolahraga, aktivitas buang air besar akan menjadi teratur dan zat penyebab kanker akan keluar dari tubuh dengan cepat. Seperti halnya olahraga yang bisa menurunkan kadar insulin, hormon dan faktor-faktor pemicu pertumbuhan kanker lainnya, yang semuanya itu apabila berada di level tinggi maka akan mendorong pertumbuhan sel kanker.

Olahraga juga dapat mengurangi peradangan pada usus yang diklaim sebagai salah satu penyebab kanker usus.

Seberapa sering berolahraga? Sebagian besar organisasi-organisasi kesehatan di dunia menyepakati 30 menit olahraga minimal 5 kali seminggu. Tidak ada kata terlambat untuk memulai olahraga, mulai dari sekarang.