Penyakit Jantung Koroner dan Pemasangan Stent

Sunday, April 07, 2013

Penyakit jantung koroner
Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah jenis gangguan pada jantung yang paling sering ditemui dan merupakan penyebab kematian nomor satu di lndonesia. Pembuluh darah yang mensuplai darah dan oksigen ke organ jantung, menyempit atau tersumbat oleh adanya suatu plak.

Plak terbentuk oleh kolesterol tinggi, tumpukan sampah tubuh seperti nikotin, gula darah, asam urat dan lainnya serta proses penuaan.

Plak ini mengurangi ruang gerak dari aliran darah. Kurangnya aliran darah dapat menyebabkan otot jantung "kelaparan" dan akhirnya menimbulkan nyeri dada lagi, apabila aliran darah tersumbat total dapat menyebabkan serangan jantung, yang biasanya terbentuk oleh pembekuan darah yang menutupi plak pada dinding pembuluh darah yang sudah pecah.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa terdapat beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang terkena Penyakit Jantung Koroner. Faktor risiko tersebut dapat dibagi dalam dua bagian, yakni:

1. Faktor yang dapat diubah

Berhubungan dengan pola hidup tidak sehat, antara lain merokok, stres, kegemukan, dan kurang berolahraga. Serta beberapa penyakit yang bisa menjadi pemicu yaitu kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan diabetes.

2. Faktor yang tidak dapat diubah

Faktor genetika (keturunan), juga masalah gender. Pria lebih banyak terkena PJK dibanding wanita. namun wanita bisa memiliki risiko terkena PJK yang tinggi jika mengalami menopause dini (usia <55 tahun). Sementara risiko tinggi pada laki-laki adalah usia >45 tahun.

Penanganan PJK akan dilakukan berdasarkan berapa besar penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah koroner. Jika penyumbatannya kurang dari 70%, maka penanganan yang dilakukan cukup dengan minum obat secara teratur dan melakukan perubahan pola hidup saja, misalnya rutin berolahraga, hindari merokok, kurangi kopi, serta hindari stres yang menjadi risiko pemicu timbulnya serangan jantung. Namun apabila penyumbatannya sudah lebih dari 70%, sebaiknya maka dilakukan pemasangan ring/ stent.

Pemasangan stent pada jantung koroner
Diagram pemasangan stent
A. Kateter dimasukkan melintas di lesi.
B. Balon mengembang, memperbesar stent dan mengompresi plak.
C. Kateter dan balon yang kempis sudah diangkat.

Keadaan arteri sebelum dan sesudah di pasang stent






















Pemasangan stent sangat aman. Di tangan seorang ahli jantung berpengalaman, disertai dengan ketersediaan teknologi yang modern, risiko kematian selama prosedur pemasangan terus-menerus berkurang.

Pemasangan stent dilakukan untuk membuka pembuluh darah arteri koroner yang tersumbat dan menjaganya tetap terbuka, sehingga meningkatkan aliran darah ke otot jantung, menyembuhkan gejala PJK. Namun perlu diingat, walaupun pemasangan ring telah dilakukan, obat-obatan harus tetap dikonsumsi secara rutin. Maka, seiring dengan berjalannya waktu, dinding arteri akan mengalami perbaikan dan bagian dalam dari arteri akan tumbuh di sekitar kawat metal dari stent, untuk itu perlu di jaga dengan obat-obatan dan pola hidup sehat.

Oleh dr. Rifnaldi SpJ,FIHA
Siloam Hospital For Indonesia
www.siloamhospitals.com
Share this article :

Artikel Menarik Lainnya

Post a Comment

 
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.