Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Kanker Usus

Wednesday, September 05, 2018
Ringkasan:
  • Skrining kanker usus besar dianjurkan untuk orang yang berusia 50 tahun atau lebih
  • Sebagian besar kanker usus yang didiagnosis pada tahap awal dapat disembuhkan
  • Risiko kanker usus dapat diturunkan dengan makan makanan yang sehat, menjaga berat badan yang sehat, berolahraga secara teratur dan menghindari rokok.

Kanker usus

Kanker usus juga disebut kanker kolorektal. Kanker usus umumnya mempengaruhi orang yang berusia 50 tahun ke atas, meskipun dapat juga terjadi pada orang yang lebih muda.

Kanker usus adalah penyakit yang serius, tetapi jika terdiagnosis sejak awal, penyebarannya dapat dicegah dan seringkali dapat disembuhkan.

Bagaimana kanker usus berkembang

Kolon dan rektum dikenal sebagai usus besar. Kanker usus biasanya menyerang usus besar. Kanker usus besar juga dikenal sebagai kanker kolorektal.

Usus adalah 'tabung' panjang yang berfungsi menyerap air dan nutrisi dari makanan dan memproses sampah makanan dan produk berlebih menjadi feses (tinja). Usus kecil, usus besar dan rektum termasuk bagian usus.

Seiring bertambahnya usia, gumpalan kecil yang disebut polip bisa tumbuh di dalam usus besar atau rektum, dan bisa menjadi kanker. Polip akan terlihat seperti pentil-pentil kecil pada lapisan usus. Tidak semua polip akan menjadi kanker, dan jika polip diangkat, risiko kanker usus menurun.

Kanker usus umumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Biasanya dimulai di lapisan usus besar atau rektum. Seringkali, ditemukan sedikit darah yang mungkin tidak terlihat yang keluar dari kanker jauh sebelum gejalanya muncul. Darah ini kemudian dibuang bersama ke feses.

Jika tidak diobati, kanker akan menyebar lebih dalam ke dinding usus. Dari sana, kanker dapat menyebar ke kelenjar getah bening di daerah tersebut. Belakangan diketahui bahwa kanker usus juga dapat menyebar ke hati dan paru-paru.

Polip usus

Faktor risiko untuk kanker usus

Penyebab kanker usus masih belum diketahui dengan pasti. Namun, telah diketahui bahwa ada beberapa faktor risiko yang membuat seseorang rentan mengembangkan kanker usus.

Faktor risiko kanker usus meliputi:
  • Usia tua - kanker usus lebih sering menyerang orang yang berusia 50 tahun ke atas
  • mewarisi salah satu dari dua gangguan genetik yang tidak biasa - familial adenomatous polyposis (FAP) atau sindrom Lynch - sebelumnya ini dikenal sebagai hereditary non-polyposis colorectal cancer (HNPCC)
  • Riwayat keluarga yang kuat penderita kanker usus
  • Mengalami kolitis ulseratif (peradangan lapisan usus) selama lebih dari delapan hingga 10 tahun.

Bahwa ada juga bukti yang masuk akal bahwa diet tinggi daging merah dan daging olahan, minum alkohol  dan merokok, dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus. Kelebihan berat badan atau obesitas (terutama untuk pria) juga dapat meningkatkan risiko kanker usus.

Orang yang berisiko tinggi terkena kanker usus disarankan melakukan skrining kanker usus.

Skrining kanker usus

Sembilan puluh persen kanker usus dapat disembuhkan jika didiagnosis sejak awal, sebelum kanker berpeluang menyebar.

Skrining adalah untuk menemukan masalah kesehatan sebelum masalah kesehatan tersebut menyebabkan gejala. Skrining kanker usus akan mencari perubahan-perubahan pada lapisan usus, atau tanda-tanda kanker usus pada orang sehat yang tidak memiliki gejala kanker usus.

Skrining dapat menemukan polip, sehingga polip dapat diangkat sebelum berubah menjadi kanker. Skrining adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah perkembangan kanker usus.

Skrining yang dilakukan adalah faecal occult blood test (FOBT) atau pemeriksaan darah samar. Berupa pengambilan sampel kecil feses dari dua gerakan usus terpisah menggunakan alat tes. Sampel kemudian dikirim ke laboratorium untuk pengujian.

Orang yang berusia 50 tahun disarankan untuk melakukan skrining kanker usus, sehingga bila ditemukan, perkembangan kanker dapat diatasi. Skrining direkomendasikan setiap dua tahun untuk melindungi diri dari kanker usus.

Gejala kanker usus

Pada tahap awal, kanker usus sering tidak disertai gejala. hal Ini berarti seseorang bisa terkena polip atau kanker usus namun tidak mengetahuinya.

Beberapa gejala kanker usus yang paling umum adalah:
  • Darah atau lendir di feses
  • Perubahan mendadak dalam kebiasaan buang air besar (misalnya, diare atau sembelit tanpa alasan yang jelas)
  • Rasa ketidaknyamanan di perut (perasaan kembung, penuh, nyeri, kram)
  • Keletihan konstan
  • Kelemahan dan pucat.
Memiliki gejala-gejala tersebut belum tentu menderita kanker usus, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikan penyebabnya.

Jenis kanker usus

Lebih dari 95 persen kanker kolorektal adalah adenokarsinoma. Ini berarti kanker dimulai di sel kelenjar di selaput usus. Jenis langka lainnya adalah kanker sel skuamosa (pada kulit seperti sel-sel dari lapisan usus), tumor karsinoid, sarkoma dan limfoma.

Sel skuamosa adalah sel-sel seperti kulit yang membentuk usus yang melapisi sel-sel kelenjar.

Diagnosis kanker usus

Beberapa tes dapat digunakan untuk mendiagnosis kanker usus termasuk:
  • Pemeriksaan dubur
  • Kolonoskopi dan sigmoidoskopi
  • Barium enema
  • USG, PET scan, CT scan atau MRI scan
  • Tes darah, termasuk tes carcinoembryonic antigen (CEA) antigen carcinoembryonic (CEA) - CEA diproduksi dalam jumlah tinggi oleh beberapa sel kanker, terutama pada kanker usus.
Hasil tes bisa memakan waktu beberapa hari sampai hasilnya keluar.

Stadium kanker usus

Mengetahui apa dan sejauh mana kanker telah menyebar disebut stadium kanker. Stadium akan membantu dokter menentukan pengobatan terbaik.

Standar klasifikasi stadium kanker di negara-negara dapat berbeda-beda tapi pada umumnya adalah:
  • Stadium A - kanker terbatas pada dinding usus
  • Stadium B - kanker telah menyebar ke permukaan luar dinding usus
  • Stadium C - kanker ditemukan di kelenjar getah bening dekat usus
  • Stadium D - kanker ditemukan di tempat yang jauh, misalnya, di hati atau paru-paru.

Perawatan untuk kanker usus

Pembedahan adalah pengobatan utama untuk kanker usus. Dokter bedah akan mengangkat bagian usus yang terkena kanker dan kemudian akan menyambung kedua ujung usus yang terpotong. Stoma (lubang pembuangan pada dinding abdomen) mungkin akan dibuat selama operasi.

Stoma biasanya sementara, sementara usus menyembuhkan dirinya, tetapi pada sebagian orang stoma mungkin akan permanen. Selain operasi, kemoterapi atau radioterapi juga hampir selalu digunakan untuk mengobati kanker usus.

Perawatan komplementer atau alternatif juga penting bagi penderita kanker usus. Perawatan semacam ini membuat penderita merasa lebih baik, lebih termotivasi untuk sembuh, dan meningkatkan kualitas hidup. Diskusikan dengan dokter tentang terapi alternatif apa yang terbaik.

Mengurangi risiko kanker usus

Para peneliti percaya bahwa dengan makan makanan yang sehat akan membantu mencegah sebanyak sepertiga dari semua jenis kanker, termasuk kanker usus. Meskipun tidak ada diet khusus untuk mencegah kanker usus, tapi perubahan diet dapat membantu mengurangi risiko kanker pada umumnya. Ini juga akan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Risiko kanker usus dapat dikurangi dengan:
  • Skrining rutin
  • Makan makanan sehat, termasuk banyak sayuran dan buah
  • Tidak berlebihan dalam makan makanan hewani, terutama daging
  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Berolahraga secara teratur
  • Tidak merokok dan tidak minum alkohol.
Dengan mengikuti saran ini bukan berarti akan terbebas sepenuhnya dari kanker usus, tetapi dapat mengurangi risiko terkena kanker usus disamping diperolehnya manfaat kesehatan lain.

Article Resources
  • www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/bowel-cancer
  • Gambar: medstarhealth.org & cancer.gov.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer