Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Tuesday, June 23, 2015
Penyakit jantung koroner (PJK) menyebabkan angina (nyeri dada) dan serangan jantung. Kebiasaan merokok, diabetes, obesitas, riwayat keluarga, dan usia menjadi faktor risiko timbulnya penyakit jantung. Dengan gaya hidup yang sehat dan meminum obat yang direkomendasikan oleh dokter, risiko seseorang untuk terkena penyakit jantung koroner akan menurun.

Arteri normal dan arteri tersumbat

Penyakit jantung koroner (PJK) terjadi apabila arteri koroner (arteri yang memasok darah dan oksigen ke otot jantung) tersumbat oleh zat lemak yang disebut plak atau ateroma. Plak ini menumpuk secara bertahap di dinding bagian dalam arteri, yang akhirnya membuat arteri menjadi sempit. Proses penyempitan ini disebut dengan aterosklerosis. Aterosklerosis bahkan sudah dapat terjadi pada usia muda, dan menjadi bertambah hebat pada saat seseorang mencapai usia pertengahan.

Jika arteri sudah benar-benar sempit, suplai darah ke otot jantung mulai berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti angina (nyeri dada). Jika arteri telah benar-benar sempit dan memblokir suplai darah ke jantung, maka terjadilah serangan jantung.

Faktor risiko penyakit jantung yang dapat diubah

Tidak ada penyebab tunggal PJK, tetapi ada faktor-faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terkena PJK. Ada dua faktor risiko penyakit jantung koroner, yakni yang dapat diubah dan yang tidak dapat diubah.

Faktor risiko yang dapat diubah antara lain:
Faktor risiko penyakit jantung yang tidak dapat Anda ubah antara lain: usia, jenis kelamin laki-laki dan memiliki riwayat keluarga penderita penyakit jantung. Sebagian orang dari suku bangsa dan budaya tertentu juga lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner.

Kabar baiknya meskipun faktor risiko tersebut tidak dapat diubah, Anda dapat menurunkan faktor risiko secara keseluruhan dengan cara menjalankan pola hidup sehat dan minum obat yang diresepkan oleh dokter Anda.

Merokok dan risiko penyakit jantung

Sebagaimana menjadi penyebab kanker, merokok akan mempengaruhi arteri yang memasok darah ke jantung dan bagian-bagian tubuh Anda lainnya. Hal ini tentunya akan mengurangi jumlah oksigen di dalam darah dan merusak dinding arteri Anda. Merokok akan meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer (yang dapat menyebabkan gangren dan amputasi anggota tubuh).

Merokok membuat darah menjadi 'lengket' dan menyebabkan sel-sel darah menggumpal. Ini akan memperlambat aliran darah arteri dan akan lebih sering terjadi penyumbatan dan meluas. Sumbatan ini dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Merokok juga membuat dinding arteri Anda menjadi lengket, menyebabkan penyumbatan oleh zat lemak yang disebut dengan plak atau ateroma. Perokok sering mengalami tangan atau kaki dingin akibat penyumbatan arteri, yang juga dapat menyebabkan masalah serius seperti gangren. Jika arteri yang tersumbat adalah arteri koroner, maka akan menyebabkan angina. Jika bentuk bekuan darah di arteri koroner yang menyempit dan benar-benar telah memblokir pasokan darah ke suatu bagian jantung, maka dapat menyebabkan serangan jantung.

Kolesterol dan risiko penyakit jantung

Kolesterol adalah zat lemak yang diproduksi secara alami oleh tubuh. Kolesterol juga dapat masuk ke tubuh melalui makanan yang mengandung kolesterol. Kolesterol sebenarnya memiliki banyak manfaat di dalam tubuh, tetapi kolesterol akan menjadi masalah jika kadarnya di dalam tubuh terlalu tinggi.

Kolesterol total yang tinggi menyebabkan zat lemak terbentuk di arteri koroner secara bertahap, sehingga membuat darah sulit mengalir. Hal ini utamanya disebabkan oleh makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans.

Kolesterol total terdiri dari dua jenis kolesterol, yaitu:
  • Low-density lipoprotein (LDL) - juga dikenal sebagai kolesterol jahat karena dapat meningkatkan penumpukan plak di arteri dan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner.
  • High-density lipoprotein (HDL) - juga dikenal sebagai kolesterol baik karena membantu melindungi Anda dari penyakit jantung koroner.
Sebagian besar dari kolesterol total di dalam aliran darah terdiri dari kolesterol LDL 'Jahat'. Hanya sebagian kecil yang terdiri dari kolesterol HDL 'baik'.

Sebuah keseimbangan yang terbaik adalah kondisi dimana kolesterol LDL rendah, sedangkan kolesterol HDL tinggi.

Tekanan darah dan risiko penyakit jantung

Tekanan darah adalah tekanan darah di arteri (pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh), seperti yang dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Tekanan darah tergantung dari dua hal utama: jumlah darah yang dipompa oleh jantung dan bagaimana leluasanya darah mengalir melalui arteri.

Tekanan darah dapat naik dan turun sepanjang hari, tergantung dari waktu dan aktivitas yang dilakukan seseorang. Berbeda dengan tekanan darah tinggi yang merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah tinggi secara terus menerus.

Riwayat keluarga, pola makan, konsumsi alkohol, berat badan dan tingkat aktivitas fisik Anda memberikan pengaruh besar pada tekanan darah. Pada sebagian orang, obat-obatan, termasuk pil kontrasepsi oral (pil kb), kontrasepsi injeksi (suntik KB), steroid (seperti cortisone), dan obat-obat untuk arthritis, juga dapat meningkatkan tekanan darah.

Tekan darah yang tinggi akan membebani kerja jantung dan arteri koroner, dan mempercepat proses penyumbatan di arteri. Hal ini ujungnya akan menyebabkan masalah seperti serangan jantung dan stroke.

Tekanan darah yang tinggi juga dapat mempengaruhi arteri yang menuju ke bagian lain tubuh, seperti mata, ginjal, dan kaki.

Jika tekanan darah tinggi tidak diobati, jantung akan menjadi lemah karena bekerja keras secara terus menerus. Kondisi ini dapat menyebabkan 'gagal jantung', sebuah kondisi serius dengan gejala seperti kelemahan, sesak napas, dan pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki.

Diabetes dan risiko penyakit jantung

Penderita diabetes lebih berisiko terkena serangan jantung, angina dan stroke. Orang dengan PJK sering juga mengidap diabetes Tipe 2. Penderita diabetes dan PJK berada dalam risiko tinggi untuk serangan jantung dan stroke.

Serangan jantung dikaitkan dengan kebiasaan yang kurang berolahraga, kebiasaan makan yang tidak sehat dan obesitas.

Dua jenis utama diabetes adalah:
  • Tipe 1 - sebelumnya dikenal sebagai insulin-dependent atau juvenile-onset diabetes
  • Tipe 2 - sebelumnya dikenal sebagai non-insulin-dependent atau mature-onset diabetes.
Jika Anda mengidap diabetes, sebaiknya selalu aktif secara fisik, hanya mengonsumsi makanan sehat, dan menjaga berat badan yang sehat.

Jika Anda mengidap diabetes tipe 2, Anda mungkin perlu mengonsumsi obat-obatan untuk membantu agar kadar glukosa darah Anda normal, serta melakukan perubahan gaya hidup yang sehat.

Juga penting untuk meninggalkan rokok dan minuman keras, mengurangi kolesterol total, mengontrol tekanan darah dan secara teratur memeriksakan diri ke dokter untuk perawatan diabetes.

Obesitas dan risiko penyakit jantung

Obesitas atau kelebihan berat badan akan meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan serius, seperti:
  • PJK
  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Kolesterol tinggi
  • Penyakit kandung empedu
  • Masalah sendi, seperti gout, arthritis, dan nyeri sendiri
  • Gangguan tidur, seperti sleep apnea
  • Kanker jenis tertentu.
Orang obesitas dengan bentuk badan besar di tengah (seperti buah apel) lebih berisiko mengalami masalah kesehatan, sehingga sangat perlu untuk menurunkan berat badan.

Untuk mencapai berat badan yang sehat, keseimbangan energi yang masuk ke tubuh Anda melalui makanan dan minuman harus seimbang dengan energi yang digunakan oleh tubuh Anda melalui aktivitas fisik.

Aktivitas fisik dan risiko penyakit jantung

Aktivitas fisik sangat penting untuk menjaga kesehatan dan menurunkan risiko PJK. Aktivitas fisik atau olahraga secara teratur akan:
  • Meningkatkan kesehatan jangka panjang
  • Menurunkan risiko serangan jantung
  • Membuat tubuh lebih berenergi (lebih bersemangat)
  • Membantu menjaga berat badan yang normal
  • Membantu mencapai kadar kolesterol total yang sehat
  • Menurunkan tekanan darah
  • Membuat tulang dan otot menjadi lebih kuat
  • Membuat lebih percaya diri dan bahagia
  • Membuat kualitas tidur menjadi lebih baik atau dengan kata lain terbebas dari masalah gangguan tidur.
Jika Anda pernah mengalami serangan jantung, olahraga secara teratur akan membantu Anda pulih lebih cepat. Jika Anda mengidap diabetes, olahraga secara rutin juga akan membantu tubuh mengontrol kadar glukosa darah.

Olahraga atau aktivitas fisik yang perlu dilakukan tidaklah harus olahraga yang berat. Olahraga dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, sangatlah baik untuk kesehatan jantung Anda. Setidaknya lakukan 30 menit olahraga sedang setiap hari, atau beberapa kali seminggu.

Depresi dan risiko penyakit jantung

Penelitian telah menunjukkan bahwa pada sebagian orang, yakni mereka yang depresi, yang terisolasi secara sosial, atau mereka yang tidak memiliki dukungan sosial yang berkualitas, berisiko tinggi terkena penyakit jantung koroner.

Depresi dapat diatasi dengan terapi medis dan non medis. Jika Anda merasa mengalami depresi, sebaiknya segera berkonsultasi ke pakar kesehatan Anda.

Riwayat keluarga dan risiko penyakit jantung

Riwayat keluarga seseorang dari penyakit atau gen dapat meningkatkan kecenderungan seseorang untuk mengembangkan:
  • Hipertensi
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes
  • Bentuk tubuh tertentu.
Meskipun memiliki riwayat keluarga dengan PJK merupakan faktor risiko PJK, untungnya itu tidak berarti bahwa Anda juga dipastikan akan terkena PJK. Namun, jika Anda memiliki riwayat keluarga PJK, maka sangat penting untuk mengurangi atau menghilangkan faktor risiko lainnya. Misalnya, dengan membatasi asupan lemak jenuh dan lemak trans, tidak merokok, dan melakukan gaya hidup sehat dan aktif.

Usia, jenis kelamin dan risiko penyakit jantung

Umumnya, pria berisiko lebih tinggi mengalami PJK pada usia pertengahan di bandingkan perempuan. Risiko akan semakin meningkat seiring pertambahan usia.

Namun, risiko terjadinya PJK juga menjadi masalah bagi perempuan, terutama jika mereka sudah berusia lanjut. Masih belum jelas mengapa wanita cenderung mengalami PJK pada usia lanjut ketimbang laki-laki, meskipun ada kemungkinan bahwa perubahan hormonal setelah menopause, ditambah dengan perubahan faktor risiko,  memainkan peran.

Diluar jenis kelamin dan usia, Anda dapat menurunkan risiko terjadinya PJK jika Anda mengikuti gaya hidup sehat dan minum obat yang diresepkan oleh dokter Anda.


Sumber: http://www.betterhealth.vic.gov.au/bhcv2/bhcarticles.nsf/pages/Heart_disease_your_risk-factors_explained
Gambar: www.cardiaccollege.ca

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.