Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan Asam Urat

Friday, May 31, 2013
Asam urat

Penyakit asam urat atau gout adalah salah satu bentuk arthritis (radang sendi). Berbeda dengan radang sendi lainnya, serangan asam urat bisa lebih parah. Serangan asam urat bisa menyebabkan nyeri tiba-tiba seperti rasa terbakar, kekakuan dan pembengkakan pada sendi, biasanya pada jempol kaki. Kecuali ditangani dengan baik, serangan ini akan terjadi secara berulang. Seiring perjalanan penyakit, asam urat dapat membahayakan sendi, tendon dan jaringan lain.

Apa yang menyebabkan asam urat ?
Penyakit asam urat disebabkan karena asam urat atau uric acid yang berlebihan di dalam darah. Asam urat diproduksi sendiri oleh tubuh dan tingginya kadar asam urat di dalam darah sebenarnya belum tentu berbahaya. Banyak orang yang kadar asam uratnya tinggi tidak terkena serangan asam urat. Namun, ketika kadar asam urat di dalam darah sudah terlalu tinggi, asam urat akan membentuk kristal keras pada persendian Anda. Kristal ini biasanya akan mengumpul di sendi, selanjutnya mengiritasi jaringan dalam sendi yang menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri. Meskipun begitu, harus diambil patokan bahwa semakin tinggi kadar asam urat, semakin besar kemungkinan terkena serangan.

Orang yang obesitas, minum alkohol, atau banyak makan daging dan ikan yang tinggi bahan kimia yang disebut dengan purin, berisiko lebih tinggi untuk terkena asam urat. Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan hewani. Dengan kata lain, di dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita.

Purin akan diubah oleh tubuh menjadi asam urat, dan jika kadar asam urat berlebih, ginjal tidak mampu mengeluarkannya sehingga kristal asam urat menumpuk di persendian. Beberapa jenis sayuran dan buah-buahan juga mengandung purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu.

Mengapa kadar asam urat meningkat ?
Biasanya, ada keseimbangan yang baik antara kadar asam urat yang dibuat oleh tubuh dan jumlah yang dikeluarkan melalui urin atau tinja. Kombinasi inilah yang selama ini menjadikan kadar asam urat di dalam darah kita tetap normal. Namun pada orang yang mengalami penyakit asam urat, ginjal mereka tidak cukup mampu untuk membuang asam urat, yang akhirnya mengakibatkan kadar asam urat di dalam darah meningkat. Artinya ginjal mereka sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Pada banyak orang, penumpukan asam urat juga dapat disebabkan karena faktor lain, yaitu :
  • Minum alkohol
  • Tidak memiliki cukup vitamin C di dalam tubuh
  • Minum minuman ringan manis yang tinggi fruktosa
  • Sebuah penelitian baru menemukan bahwa meminum minuman ringan bergula dua gelas sehari dapat meningkatkan risiko terkena asam urat hingga 85%. Namun minuman yang berlabel "diet" atau minuman yang dibuat dengan pemanis buatan, diteliti tidak meningkatkan risiko asam urat. Buah atau jus buah yang kaya fruktosa juga bisa meningkatkan risiko terkena asam urat.
  • Makanan tertentu
  • Makanan tertentu bisa meningkatkan kadar asam urat seperti banyak makan hati, ikan sarden, ekstrak ragi, atau kerang. Namun, diet seimbang normal diyakini tidak akan mempengaruhi kadar asam urat di dalam darah.
  • Obat-obatan
  • Beberapa jenis obat juga bisa meningkatkan kadar asam urat misalnya, diuretik (tablet air/pelancar kemih) seperti bendroflumethiazide, aspirin (dosis tinggi) dan beberapa obat-obat kemoterapi (obat kanker).
  • Beberapa penyakit seperti psoriasis berat dan kelainan darah
  • Kondisi tertentu
  • Kondisi tertentu seperti obesitas (kegemukan), tekanan darah tinggi, kerusakan ginjal, diabetes melitus, gangguan sumsum tulang, gangguan lipid (terutama hipertrigliseridemia), penyakit pembuluh darah, cacat enzim seperti defisiensi hipoksantin guanin fosforibosiltransferase (HGPRT) dan defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD).
Siapa yang bisa terkena asam urat ?
Asam urat terjadi pada 1 dari 200 orang dewasa. Kaum pria lebih sering terkena asam urat ketimbang wanita. Serangan asam urat pertama biasanya terjadi pada usia pertengahan, namun bisa juga terjadi pada orang muda. Asam urat juga cenderung terjadi di keluarga yang memiliki riwayat penyakit ini (faktor genetik).

Apa saja gejala asam urat ?
Tanda paling umum dari penyakit asam urat adalah serangan pada malam hari yaitu pembengkakan, nyeri, kemerahan dan meradang pada sendi. Serangan biasanya berkembang dengan cepat selama beberapa jam. Serangan biasanya menyebabkan rasa sakit yang hebat sakit parah di sendi. Sendi jempol kaki adalah bagian yang paling sering terkena. Berjalan bisa sangat menyakitkan dan bahkan ringannya sprei yang menimpa kaki Anda akan menyebabkan rasa sakit.

Tidak hanya jempol kaki, serangan asam urat juga bisa menyerang pergelangan kaki dan lutut. Bila tidak diobati, serangannya bisa berlangsung selama beberapa hari atau beberapa minggu sebelum rasa sakit itu hilang. Namun biasanya tidak terjadi dalam waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun (ada jeda).

Serangan asam urat dalam satu waktu bisa menyerang dua atau lebih persendian yang berbeda. Serangan asam urat yang tidak parah pada awalnya sering membingungkan, apakah ini radang sendi biasa atau asam urat. Setiap serangan memiliki interval waktu yang berbeda beda, bisa dalam hitungan minggu, bulan atau bahkan bertahun-tahun. Sebagian orang bahkan hanya mengalami satu sekali serangan seumur hidupnya.

Apakah penyakit asam urat berbahaya ?
Serangan asam urat memang menyakitkan. Namun komplikasi lain dari asam urat jarang terjadi. Kerusakan sendi memang bisa terjadi apabila Anda terkena serangan yang berulang. Pada beberapa orang, kristal asam urat bisa membentuk batu ginjal atau dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Terkadang juga kristal asam urat membentuk benjolan (tophi) di bawah kulit. Ini biasanya tidak berbahaya dan tidak menyakitkan, namun kadang-kadang terbentuk di tempat-tempat yang tidak biasa seperti ujung jari. Benjolan ini juga dapat terinfeksi.

Bagaimana asam urat didiagnosis ?
Dokter akan mengajukan pertanyaan mengenai gejala-gejala yang dialami dan selanjutnya melakukan pemeriksaan fisik. Dokter mungkin juga akan mengambil sampel cairan dari sendi Anda yang sakit/bengkak dengan jarum suntik untuk melihat ada atau tidaknya kristal asam urat. Selanjutnya cairan akan dilihat dengan mikroskop (di laboratorium) untuk memastikan ada tidaknya kristal asam urat. Ini merupakan cara terbaik untuk menguji penyakit asam urat. Dokter mungkin juga merekomendasikan Anda untuk tes darah untuk mengukur kadar asam urat di dalam darah Anda.

Apa pengobatan untuk serangan asam urat ?

Langkah-langkah umum
Istirahatkan sendi yang mengalami rasa sakit. Jika Anda mampu, angkat anggota tubuh yang terserang asam urat (biasanya kaki) untuk membantu mengurangi bengkak. Cara termudah untuk melakukan ini adalah dengan berbaring di sofa/ranjang dengan kaki Anda diletakkan di atas bantal (lebih tinggi dari anggota tubuh lain.). Kompres dingin (es) pada sendi yang meradang dapat meringankan rasa sakit sampai obat asam urat mulai bekerja. Caranya :
  1. Bungkus es dengan handuk untuk menghindari kontak langsung es dengan kulit
  2. Kompres selama 10-20 menit dan kemudian berhenti (tidak harus diterapkan dalam waktu yang lama)
  3. Ulangi sesering mungkin NAMUN......
  4. Pastikan suhu bagian yang telah dikompres telah kembali normal sebelum kompres berikutnya.
Obat anti-inflamasi
Obat penghilang rasa sakit anti-inflamasi akan dengan cepat meringankan serangan asam urat (biasanya 12-24 jam). Ada banyak jenis dan merek seperi diklofenak, ibuprofen, indometasin, naproxen. Dokter biasanya akan meresepkan satu jenis saja.

Biasanya orang yang mengonsumsi obat anti-inflamasi tidak mengalami efek samping, namun efek samping bisa terjadi pada beberapa orang yang :
  • Pendarahan di perut atau memiliki ulkus duodenum, berkemungkinan mengalami efek samping yang paling serius. Hentikan hentikan obat jika Anda mengalami gangguan pencernaan, nyeri perut bagian atas, tinja berwarna hitam, atau jika Anda muntah atau mengeluarkan darah.
  • Orang dengan asma, tekanan darah tinggi, masalah ginal tertentu, dan gagal jantung mungkin tidak bisa menggunakan obat anti-inflamasi.
  • Orang yang sedang mengonsumsi obat tertentu lainnya juga sebaiknya tidak mengonsumsi obat anti-inflamasi. Hal ini karena risiko yang mungkin timbul akibat interaksi dua obat. Oleh karena itu, jelaskan pada dokter atau apoteker jika Anda sedang mengonsumi obat lain sebelum menggunakan obat anti-inflamasi.
Juga, jangan pernah menggunakan lebih dari satu jenis obat anti-inflamasi pada saat yang bersamaan kecuali atas saran dokter. Sebagai contoh, orang yang mengonsumsi aspirin dosis rendah setiap hari untuk mencegah pembekuan darah. Aspirin ditambah obat anti-inflamasi lain akan meningkatkan risiko perdarahan di lambung.
 
Oleh karena itu, jika Anda peminum aspirin dan Anda juga terkena asam urat, Anda perlu mendiskusikan pilihan obat yang terbaik dengan dokter Anda. Apabila Anda tidak tahu apakah suatu obat mengandung aspirin atau tidak (karena obat paten dikemas sudah dengan nama berbeda), lebih baik katakan saja obat apa yang sering Anda konsumsi kepada dokter.

Pengobatan lain
Colchicine menjadi pengobatan alternatif yang membantu untuk mengatasi serangan asam urat. Biasanya obat ini digunakan jika Anda memiliki masalah atau efek samping dengan obat anti-inflamasi. Bila tablet anti-inflamasi atau colchicine juga tidak bisa Anda gunakan, tablet atau suntikan steroid juga dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan akibat asam urat. Steroid menjadi alternatif yang lain lagi.

Apakah serangan asam urat bisa dicegah ?
Tentu saja bisa. Merubah pola hidup, suplemen vitamin C dan obat-obatan dapat membantu mencegah serangan asam urat.

Merubah pola hidup
  • Jika Anda kelebihan berat badan, cobalah untuk menurunkannya karena hal ini dapat membantu menurunkan kadar asam urat. Namun, jangan sampai memberlakukan diet yang justru meningkatkan kadar asam urat, seperti diet tinggi protein atau diet starvation.
  • Makanlah dengan bijaksana. Kadar asam urat yang tinggi dapat turun dengan menghindari asupan tinggi protein dan makanan yang kaya dengan purin, seperti jeroan (hati, ginjal, limpa, usus, paru, otak dll) dan makanan laut. Juga hindari makanan yang tinggi ekstrak ragi.
  • Jika Anda adalah seorang peminum alkohol, kami tidak menyarankan untuk menguranginya tapi sebaiknya berhentilah secara total.
  • Jika Anda suka minum minuman ringan bergula, terutama yang mengandung fruktosa, sebaiknya kurangi atau berhenti sama sekali.
  • Jika Anda sedang mengonsumsi obat, periksalah apakah obat itu menyebabkan peningkatan kadar asam urat (lihat obat di atas). Jangan takut, obat alternatif akan selalu tersedia.
  • Hindari dehidrasi dan perbanyak minum air putih (hingga dua liter perhari) kecuali ada alasan medis.
  • Selalu periksa tekanan darah Anda. Penyakit asam urat banyak terjadi pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi.
Dengan perubahan pola hidup, banyak penderita asam urat yang sudah merasakan manfaatnya. Meskipun begitu, Anda tentu harus tetap menyimpan obat anti-inflamasi untuk berjaga-jaga seandainya asam urat kembali menyerang.

Namun pada sebagian orang, serangan mungkin tidak akan berkurang (tetap). Dalam situasi ini, Anda bisa mengonsumsi suplemen vitamin C atau obat untuk mencegah serangan asam urat.

Suplemen vitamin C
Sebuah penelitian pada tahun 2009 menunjukkan bahwa vitamin C dapat mengurangi risiko serangan asam urat. Dalam penelitian tersebut, 46.994 orang telah mengalami kemajuan setelah beberapa tahun. Dibandingkan dengan pria yang hanya mengonsumsi vitamin C kurang dari 250 mg per hari. Berikut faktanya :
  • Mereka yang mengonsumsi vitamin C antara 1.000-1.499 mg per hari memiliki risiko 34% lebih rendah terserang asam urat.
  • Mereka yang mengonsumsi 1.500 mg perhari memiliki risiko 45% lebih rendah untuk terserang asam urat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa asupan suplemen vitamin C dapat membantu mencegah asam urat. Jadi, dokter Anda mungkin akan menyarankan suplemen vitamin C setiap hari jika makanan Anda tidak kaya dengan vitamin C. Alasan mengapa vitamin C bisa mengurangi kadar asam urat dalam darah memang masih belum jelas, tapi diperkirakan bahwa vitamin C dapat mengubah banyaknya kadar asam urat yang dikeluarkan lewat ginjal.

Allopurinol untuk mencegah asam urat
Allopurinol merupakan obat yang umum digunakan untuk mencegah serangan asam urat. Namun Allopurinol tidak memiliki efek saat serangan asam urat, dan bukan sebagai obat penghilang rasa sakit. Allopurinol bekerja dengan menurunkan kadar asam urat di dalam darah. Anda mungkin perlu mengonsumsinya setiap hari untuk menjaga kadar asam urat yang normal yang akhirnya dapat mencegah serangan asam urat.

Sebagai aturan umum, allopurinol akan diresepkan oleh dokter jika Anda :
  • Mengalami dua atau lebih serangan asam urat dalam waktu satu tahun
  • Memiliki satu atau lebih tophi (dijelaskan di atas)
  • Ada sendi atau kerusakan pada ginjal akibat asam urat
  • Memiliki satu atau lebih batu ginjal yang terbentuk karena asam urat
  • Mengalami serangan asam urat dan minum obat jangka panjang yang bisa meningkatkan kadar asam urat.
Ketika Anda pertama kali menggunakan allopurinol, malah terkadang dapat menyebabkan serangan asam urat. Hal ini karena allopurinol dapat meningkatkan kadar asam urat sebelum akhirnya menurun. Untuk alasan inilah penggunaan allopurinol tidak dilakukan selama serangan asam urat. Cara terbaik untuk menggunakan allopurinol adalah sekitar 3-4 minggu setelah serangan asam urat. Juga, obat anti-inflamasi sering diresepkan untuk 2-3 bulan pertama setelah Anda mulai mengonsumsi allopurinol, hanya dalam kasus allopurinol menyebabkan serangan asam urat. Setelah kadar asam urat turun, maka allopurinol akan berkerja sangat baik untuk mencegah serangan asam urat.

Dosis allopurinol bervariasi bagi setiap orang. Pengobatan biasanya dimulai dengan dosis rendah. Tes darah mungkin akan dilakukan setelah satu bulan atau lebih untuk memeriksa apakah kadar asam urat sudah turun atau belum. Jika tidak, dosis mungkin perlu ditingkatkan. Dosis umumnya adalah 100-300 mg setiap hari untuk mencegah serangan asam urat.

Jika serangan asam urat terjadi, padahal Anda terus mengonsumsi allopurinol, Anda masih bisa menggunakan obat anti-inflamsi untuk mengurangi rasa sakitnya. Namun, ini megindikasikan bahwa Anda memerlukan peningkatan dosis allopurinol. Efek samping allopurinol jarang terjadi. Kalaupun terjadi, obat-obat lainnya yang memiliki aksi serupa dengan allopurinol bisa digunakan. Misalnya obat yang disebut febuxostat dapat menjadi pilihan jika Anda tidak bisa menggunakan allopurinol karena alasan medis, alergi atau efek samping.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.