Obat-obat yang Menyebabkan Gagal Ginjal Akut

Advertisement
Ginjal

Selain berfungsi sebagai penyaring darah dan menyingkirkan limbah tubuh, ginjal juga berperan dalam mengontrol tekanan darah, menstimulasi produksi sel darah merah, dan mengatur kadar elektrolit tubuh. Gagal ginjal akut atau cedera ginjal akut sendiri adalah suatu kondisi dimana fungsi filtrasi ginjal menurun secara tiba-tiba atau cepat.

Banyak obat-obatan yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Terlebih jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau secara terus menerus. Obat-obat tersebut antara lain:

  • Antibiotik, seperti aminoglikosida (gentamicin, garamycin, dan tobramycin), sefalosporin, amfoterisin B, bacitracin, dan vankomisin.
  • Obat tekanan darah dari golongan ACE inhibitor (seperti lisinopril dan ramipril) dan angiotensin receptor blocker (seperti candesartan dan valsartan).
  • Obat yang digunakan dalam kemoterapi (pengobatan kanker), seperti cisplatin, carbloplatin, dan methotrexate.
  • Media kontras (pewarna) yang digunakan dalam tes pencitraan medis.
  • Obat ilegal, seperti heroin dan methamphetamine.
  • Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati HIV (protease inhibitor), seperti indinavir dan ritonavir.
  • Obat anti-inflamasi non steroid, sperti ibuprofen, ketoprofen, atau naproxen.
  • Obat-obat maag, seperti cimetidine.

Hati-hati menggunakan obat tersebut, sebaiknya hanya mengonsumsinya ketika sudah diizinkan dokter.

Ada pula bahan kimia lainnya yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut, seperti insektisida, herbisida, dan etilena glikol.

Pada sebagian kasus, kerusakan pada ginjal masih dapat diperbaiki. Namun pada sebagian kasus lainnya terjadi kerusakan permanen dan pengobatannya hanya dengan melakukan transplantasi ginjal (cangkok ginjal). Sedangkan hemodialisa atau lebih kita kenal sebagai cuci darah hanyalah untuk membantu fungsi ginjal sementara waktu, atau dengan kata lain hanya untuk mempertahankan kehidupan seseorang.

Image Credit
  • i.telegraph.co.uk
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer