Pengertian, Efek Samping dan Prosedur Kemoterapi

Sunday, March 16, 2014
Obat kemoterapi

Pengertian Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan yang menggunakan obat keras (beracun/kimia) untuk merusak atau membunuh sel-sel yang tumbuh dengan cepat. Kemoterapi digunakan untuk mengobati penyakit kanker. Tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah sel-sel kanker atau mengurangi ukuran tumor.

Berbagai jenis obat kemoterapi dapat digunakan secara tunggal atau dikombinasikan bersama obat lain seperti antibiotik untuk mengatasi infeksi yang mungkin terjadi. Sisi buruknya, terdapat banyak efek samping  di dalam kemoterapi, mulai dari yang ringan hingga berat.

Cara Kerja Obat Kemoterapi

Tubuh kita memproduksi sel baru untuk menggantikan sel-sel yang sudah mati atau rusak. Proses ini dilakukan secara teratur dan seimbang. Sedangkan sel-sel kanker tidak memiliki keteraturan, proses reproduksi (pembelahan dan pertumbuhan) sel kanker diluar kendali, akan semakin banyak sel kanker yang diproduksi dan selanjutnya menempati lebih banyak tempat dan ruang, sampai akhirnya mendorong keluar ruang yang ditempati oleh sel-sel tubuh normal. Disinilah diperlukan kemoterapi, obat kemoterapi akan mengganggu kemampuan sel kanker untuk membelah dan berkembang biak.

Efek Samping Kemoterapi

Berbagai jenis obat kemoterapi tidak hanya akan merusak atau membunuh sel-sel kanker, tetapi juga dapat merusak sebagian sel-sel normal dalam tubuh. Hal ini akan menimbulkan efek samping bervariasi. Beberapa efek samping yang sering terjadi dalam kemoterapi antara lain:
  • Mual dan/atau muntah
  • Diare atau sembelit
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rambut rontok
  • Jumlah sel darah merah rendah atau anemia
  • Sistem kekebalan tubuh melemah dan meningkatnya kerentanan terhadap infeksi
  • Rasa lemah
  • Mudah memar dan/atau perdarahan
  • Sariawan
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan dan/atau kaki, atau kelemahan akibat kerusakan saraf
  • Kerusakan ginjal
  • Kerusakan otot jantung
  • Infertilitas (tingkat kesuburan menurun)
  • Periode menstruasi terhenti

Prosedur Kemoterapi

Obat kemoterapi dapat diterapkan ke dalam aliran darah untuk menyerang sel-sel kanker di seluruh tubuh, atau dapat juga diterapkan langsung ke tempat kanker berada. Dokter akan menentukan pilihan obat kemoterapi terbaik untuk mengobati kanker. Obat kemoterapi dapat diberikan dalam beberapa cara, yaitu:
  • Per oral (dari mulut)
  • Dengan injeksi (suntikan) ke dalam otot (intramuskular) atau vena (intravena)
  • Dengan tabung kateter yang menuju ke kandung kemih, perut, rongga dada, otak, sumsum tulang belakang atau hati
  • Penerapan/aplikasi langsung di kulit
Namun sebelum prosedur kemoterapi, dokter biasanya akan memerintahkan pasien untuk mengonsumsi obat-obatan seperti di bawah ini:
  • Steroid
  • Obat alergi
  • Obat anti mual
  • Obat penenang
  • Antibiotik

Lama Kemoterapi

Dalam sebagian besar kasus kanker, untuk memperoleh hasil terbaik maka kemoterapi dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Rencana pengobatan akan dibuat oleh dokter, yang mana akan menentukan kapan kemoterapi akan dimulai dan untuk berapa lama.

Kemoterapi bisa saja hanya dilakukan dalam satu hari, atau dapat juga berlangsung selama beberapa minggu. Hal ini tergantung pada jenis dan stadium kanker. Jika pasien membutuhkan lebih dari satu pengobatan, maka akan ada masa jeda/istirahat agar tubuhnya pulih kembali. Misalnya kemoterapi satu hari diikuti dengan waktu istirahat satu minggu, diikuti dengan pengobatan di satu hari lain yang diikuti masa istirahat tiga minggu, dan lain-lain. Hal ini dapat dilakukan berulang kali.

Gambar:  kbia.org

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.