Gejala Penyakit pada Ginjal

Thursday, October 04, 2018

Ginjal manusia

Penyakit pada ginjal dapat menyebabkan banyak masalah dan gejala yang berbeda. Hal ini tergantung dari jenis penyakit ginjal yang menyebabkannya.

Secara umum, gejala-gejala berikut ini mengindikasikan adanya penyakit pada ginjal:
  • anemia (kekurangan sel darah merah, yang pada gilirannya dapat membuat penderitanya merasa lelah, sesak napas, pusing, depresi dan cenderung merasa dingin)
  • nyeri pada tulang, persendian, otot atau saraf
  • kram otot, terutama di kaki
  • perubahan kebiasaan buang air besar, seperti sembelit atau diare
  • mual, muntah dan hilang nafsu makan
  • masalah dengan mulut atau gigi (misalnya, bau mulut, atau rasa logam di mulut)
  • gatal-gatal
  • memar-memar
  • depresi, kecemasan, lekas marah, murung
  • sulit tidur
  • rambut rontok.

Jika mengalami batu ginjal, pergerakan batu di dalam ginjal atau saluran kemih (saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih), dapat menyebabkan gejala seperti rasa sakit yang kuat di bawah tulang rusuk, nyeri saat kemih, urin berubah warna atau berbau busuk, atau masalah lain yang berkaitan dengan buang air kecil seperti berulang kali ke toilet bahkan kembali ke toilet ketika belum lama keluar dari toilet. Infeksi ginjal juga dapat menyebabkan gejala yang sama.

Tubuh dapat mengatasi ginjal yang tidak berfungsi dengan baik selama beberapa waktu. Ini bisa menjadi masalah, karena tanda dan gejala penyakit ginjal mungkin tidak muncul sampai sudah banyak kerusakan tubuh yang disebabkannya. Orang bisa kehilangan 90% dari fungsi ginjal mereka sebelum mereka merasakan gejala apapun. Oleh karena itu penting sekali untuk mengenali dan memperhatikan gejala-gejala yang muncul.

Tanda dan gejala yang mungkin menjadi indikasi adanya masalah pada ginjal, meliputi:

Article Resources
  • Mayo Clinic (Kidney infection)
  • Mayo Clinic (Chronic kidney disease)
  • Mayo Clinic (Kidney stones)
  • Kidney Health Australia (Look out for these symptoms)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer