Batu Ginjal Pada Anak-Anak

Tuesday, May 06, 2014
Batu ginjal

Batu ginjal merupakan pengkristalan material di dalam urin (air kemih). Batu-batu ini bisa terbentuk di ginjal atau di bagian lain saluran kemih. Ginjal membuang zat yang tidak diperlukan (sampah) dari dalam tubuh dalam bentuk urin. Ginjal juga berfungsi menyeimbangkan kadar air dan garam dalam darah. Ada beberapa jenis batu ginjal:
  • Jenis yang paling umum terbentuk dari kalsium, bersama dengan oksalat atau fosfat.
  • Jenis lainnya terbentuk dari asam urat, struvite, dan/atau sistin.

Penyebab

Beberapa hal yang diketahui menjadi penyebab batu ginjal pada anak-anak adalah:
  • Kadar oksalat dalam urin tinggi.
  • Kadar kalsium dalam urin atau darah tinggi.
  • Kadar asam urat dalam urin tinggi.
  • Bakteri.
  • Adanya kelainan mekanisme tubuh dalam mengelola sistin.
  • Adanya benda asing di saluran kemih, seperti stent atau kateter.
  • Saluran kemih abnormal, seperi neurogenic bladder (kandung kemih neurogenik).

Faktor Risiko

Faktor-faktor dibawah ini dapat meningkatkan risiko anak Anda terkena batu ginjal:
  • Dehidrasi - tidak mengonsumsi cukup cairan.
  • Mengonsumsi makanan tinggi garam.
  • Kandungan mineral pada air minum anak Anda.
  • Anggota keluarga lain ada yang terkena batu ginjal (genetik).
  • Sebelumnya pernah terkena batu ginjal.
  • Obesitas.
  • Karena beberapa kondisi medis, seperti: infeksi saluran kemih dan kondisi metabolik.
  • Minim aktivitas fisik.
  • Benda asing pada saluran kemih, misalnya: stent atau kateter.

Gejala

Terkadang batu ginjal tidak menimbulkan gejala. Gejala-gejala batu ginjal antara lain:
  • Sakit hebat di sisi atau pertengahan tubuh atau punggung bawah yang terjadi secara tiba-tiba.
  • Nyeri di sekitar perut atau selangkangan.
  • Mual atau muntah.
  • Terdapat darah dalam urin.
  • Rasa panas/terbakar saat buang air kecil.
  • Demam.
  • Infeksi saluran kemih yang berulang kali terjadi.

Diagnosa

Selain bertanya mengenai gejala dan riwayat kesehatan anak Anda, serta melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan:
  • Spiral CT scan - jenis X-ray yang menggunakan komputer untuk mendapatkan gambar bagian dari ginjal.
  • KUB (kidney, ureter, bladder) - X-ray yang menggunakan radiasi untuk melihat saluran kemih.
  • USG - pemeriksaaan yang menggunakan gelombang suara untuk memeriksa ginjal.
  • Intravenous pyelogram (IVP) - X-ray khusus untuk mendapatkan gambar dari sistem urinal (tidak umum lagi digunakan saat ini).
  • Pemeriksaan urin 24 jam - untuk memeriksa banyak faktor, seperti: kadar kalsium, fosfor, asam urat, oksalat dan sitrat.

Pengobatan

Pengobatan batu ginjal pada anak-anak tergantung dari lokasi dan ukurannya. Pengobatannya antara lain:

Air
Untuk batu ginjal yang kecil, menyuruh anak Anda minum banyak air akan membantu mengeluarkan batu ginjal dari tubuhnya melalui urin. Dokter mungkin akan memberikan semacam wadah khusus untuk menampung batu ginjal yang keluar untuk kemudian dianalisa. Jika anak Anda kesulitan dalam mengonsumsi cairan atau jika batu tidak berhasil keluar, mungkin dia perlu dirawat di rumah sakit guna mendapatkan cairan tambahan dalam pembuluh darahnya. Dokter juga mungkin akan memberikan anak Anda obat anti-nyeri dan antibiotik sampai batu ginjal tersebut keluar.

Operasi
Tindakan operasi mungkin akan diperlukan pada batu ginjal yang:
  • Berukuran sangat besar.
  • Menyebabkan perdarahan atau kerusakan ginjal.
  • Menyebabkan infeksi.
  • Memblokir saluran kemih.
  • Tidak dapat keluar sendiri.
Jenis operasi batu ginjal antara lain:

Pencegahan

Apabila anak Anda pernah terkena batu ginjal, risiko untuk terkena batu ginjal lagi semakin besar. Sebelum hal ini terjadi, ada baiknya melakukan beberapa langkah untuk mencegahnya yaitu:
  • Biasakan anak Anda minum banyak cairan, terutama air putih dan hindari minuman bersoda.
  • Pastikan anak Anda tidak makan terlalu banyak makanan yang mengandung tinggi garam (misalnya keripik, kentang goreng, daging olahan, mie instant, dll).
  • Memberi anak Anda kalsium memang bagus, tapi jangan sampai kebanyakan. Sesuaikan dengan kebutuhannya.
  • Jika anak Anda obesitas, terapkan langkah-langkah mengatasi obesitas pada anak-anak dan berkonsultasilah dengan dokter untuk upaya penurunan berat badannya. (Lifescript)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.