Tampilkan postingan dengan label THT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label THT. Tampilkan semua postingan

30 Mei 2023

Penyebab dan Perawatan untuk Kesulitan Menelan

Penyebab dan Perawatan untuk Kesulitan Menelan

Menelan adalah suatu proses unik yang membutuhkan kinerja yang baik dari otot-otot di kerongkongan, wajah, lidah, dan langit-langit mulut. Adanya penyakit, gangguan, atau kelainan pada salah satu organ ini akan mengganggu proses menelan.

Kesulitan menelan dikenal sebagai dysphagia atau disfagia. Ini biasanya menjadi pertanda adanya masalah pada tenggorokan atau kerongkongan (esophagus), yaitu otot berbentuk tabung yang menggerakkan makanan dan cairan dari bagian belakang mulut ke perut Anda.

Meskipun disfagia dapat terjadi pada siapapun, namun umumnya hanya terjadi pada orang berusia lanjut, bayi, dan mereka yang memiliki masalah dengan sistem saraf atau otak.

Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan tenggorokan atau kerongkongan tidak berfungsi secara normal. Mulai dari penyebab ringan, hingga penyebab yang lebih serius. Jika Anda hanya mengalami satu atau dua kali saja masalah sulit menelan, tidak perlu khawatir, kemungkinan Anda tidak memiliki masalah medis. Tapi jika Anda mengalami kesulitan menelan secara terus-menerus, kemungkinan Anda menderita suatu masalah yang lebih serius yang membutuhkan penanganan yang tepat.

Apa yang menyebabkan sulit menelan?

Pada keadaan normal, otot-otot di tenggorokan dan esophagus akan meremas, atau berkontraksi untuk memindahkan makanan dan cairan dari mulut ke perut tanpa mengalami kendala. Ada dua masalah yang dapat membuat makanan dan cairan sulit untuk bergerak ke kerongkongan, yaitu :
  1. Otot dan saraf tidak bekerja dengan baik
  2. Ada sesuatu yang menghalangi tenggorokan atau kerongkongan.

1. Otot dan saraf tidak bekerja dengan baik

Otot-otot dan saraf yang membantu memindahkan makanan melalui tenggorokan dan kerongkongan tidak bekerja dengan baik. Hal ini dapat terjadi karena:
  • Mengalami stroke, cedera otak, atau tulang belakang.
  • Masalah dengan sistem saraf, seperti sindrom post-polio, multiple sclerosis, distrofi otot, atau juga penyakit Parkinson. Bisa juga disebabkan setelah menderita diphtheria, syphilis, keracunan, ketagihan minuman keras, dan juga histeria.
  • Masalah sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan pembengkakan atau peradangan, dan kelemahan, seperti polymyositis atau dermatomyositis.
  • Kerongkongan kejang. Ini berarti otot-otot kerongkongan tiba-tiba menekan. Kadang-kadang kondisi ini dapat mencegah makanan untuk mencapai perut.
  • Scleroderma. Dalam kondisi ini, jaringan kerongkongan menjadi keras dan sempit. Scleroderma juga bisa membuat otot kerongkongan bawah menjadi lemah, yang dapat menyebabkan makanan dan asam lambung naik kembali ke tenggorokan dan mulut.

2. Ada sesuatu yang menghalangi tenggorokan atau kerongkongan

Ada sesuatu yang menghalangi tenggorokan atau kerongkongan. Hal ini mungkin terjadi karena:
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD). Ketika asam lambung naik ke kerongkongan Anda, ini dapat menyebabkan borok di kerongkongan, yang kemudian dapat menimbulkan bekas atau luka. Bekas luka ini bisa membuat kerongkongan Anda sempit.
  • Esophagitis. Ini adalah peradangan pada esofagus. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti GERD atau adanya infeksi atau karena pil yang terjebak di kerongkongan. Selain itu, kesulitan menelan juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap makanan tertentu atau hal-hal di udara lainnya.
  • Diverticula. Ini adalah sebuah kantung kecil yang tumbuh di dinding kerongkongan atau tenggorokan.
  • Tumor kerongkongan. Pertumbuhannya di kerongkongan bisa bersifat kanker atau bukan kanker.
  • Kelenjar getah bening dan tumor yang menekan kerongkongan Anda.

Selain itu, mulut yang kering bisa membuat keadaan disfagia bertambah buruk. Hal ini karena Anda mungkin tidak memiliki air liur yang cukup untuk membantu makanan dari mulut untuk masuk ke kerongkongan. Mulut kering dapat disebabkan karena pengaruh konsumsi obat-obatan atau masalah kesehatan lain.

Apa saja akibat dari sulit menelan?

Disfagia bisa datang dan pergi kapan pun, ringan atau berat, atau lebih buruk dari akan terjadi terus menerus. Jika Anda mengalami disfagia, yang mungkin terjadi adalah:
  • Makanan atau cairan tidak bisa Anda telan pada percobaan menelan yang pertama.
  • Muntah, tersedak, atau batuk ketika Anda menelan.
  • Makanan atau cairan naik kembali ke tenggorokan, mulut, atau hidung setelah Anda menelan.
  • Merasa seperti makanan atau cairan terjebak di salah satu atau beberapa bagian dari tenggorokan atau dada.
  • Rasa sakit ketika menelan.
  • Rasa sakit atau perasaan tertekan pada dada atau ulu hati.
  • Berat badan turun karena Anda tidak mendapatkan cukup asupan makanan atau cairan.

Bagaimana diagnosis kesulitan menelan?

Jika Anda mengalami kesulitan menelan, yang pertama dokter lakukan adalah bertanya tentang gejala-gejala yang Anda alami, lalu memeriksa Anda. Dokter juga ingin mengetahui apakah Anda mengalami kesulitan menelan makanan padat, cair, atau keduanya. Dokter juga ingin mengetahui di bagian mana menurut Anda makanan atau cairan itu terjebak, apakah dan sudah berapa lama Anda telah mengalami heartburn (rasa panas pada perut), dan sudah berapa lama Anda mengalami kesulitan menelan.

Dokter biasanya juga akan memeriksa refleks dan kekuatan otot Anda. Setelah itu, mungkin saja Anda akan disarankan dokter itu ke spesialis berikut:
  • Otolaryngologist, spesialis masalah telinga, hidung, dan tenggorokan (THT)
  • Gastroenterologist, spesialis masalah sistem pencernaan
  • Neurologist, spesialis dalam masalah otak, sumsum tulang belakang, dan sistem saraf
  • Bahasa-wicara pathologist, yang akan mengevaluasi dan menemukan masalah menelan Anda

Untuk membantu menemukan penyebab disfagia yang Anda alami, Anda mungkin memerlukan satu atau beberapa pemeriksaan, antara lain:
  • X-ray (rontgen). Ini akan memberikan gambar leher atau dada.
  • Menelan barium. Ini adalah perlakuan X-ray khusus untuk tenggorokan dan kerongkongan. Sebelumnya Anda akan disuruh minum cairan kapur yang disebut barium. Barium akan melapisi bagian dalam kerongkongan sehingga hasilnya akan optimal pada X-ray.
  • Fluoroscopy. Tes ini menggunakan jenis barium yang ditelan, dan selanjutnya akan direkam.
  • Laryngoscopy. Menggunakan tabung tips yang mengandung kamera serat optik yang diterangi yang disisipkan melalui hidung ke dalam belakang dari tenggorokan.
  • Esophagoscopy atau gastrointestinal endoscopy atas. Selama tes ini, instrumen tipis dan fleksibel yang disebut scope ditempatkan di mulut dan ke bawah tenggorokan untuk melihat kerongkongan dan mungkin usus dan perut bagian atas. Kadang-kadang sepotong kecil jaringan akan diambil untuk biopsi. Biopsi adalah tes yang memeriksa sel-sel peradangan atau kanker.
  • Manometry. Selama tes ini, sebuah tabung kecil ditempatkan ke kerongkongan Anda. Tabung terpasang ke komputer yang mengukur tekanan di kerongkongan Anda saat Anda menelan.
  • pH monitoring, yang akan menguji seberapa sering asam dari lambung masuk ke kerongkongan dan berapa lama tinggal di sana.

Bagaimana perawatan kesulitan menelan?

Perawatan Anda akan tergantung pada apa yang menyebabkan disfagia Anda. Pengobatan untuk disfagia meliputi:
  • Latihan untuk otot menelan. Jika Anda memiliki masalah dengan otak, saraf, atau otot, Anda mungkin perlu melakukan latihan untuk melatih otot-otot tersebut untuk bekerja sama untuk membantu menelan. Anda juga mungkin perlu belajar bagaimana posisi tubuh yang baik atau bagaimana cara menaruh makanan di mulut agar dapat menelan baik.
  • Mengubah makanan yang Anda makan. Dokter mungkin akan menyarankan kepada Anda untuk menghindari atau mengubah jenis makanan dan cairan tertentu untuk membuat proses menelan lebih mudah.
  • Dilation (pelebaran). Dalam perawatan ini, perangkat ditempatkan ke kerongkongan Anda, lalu dengan hati-hati akan memperluas daerah-daerah sempit pada kerongkongan. Mungkin perawatan seperti ini harus Anda lakukan beberapa kali.
  • Endoscopy. Dalam beberapa kasus, scope panjang, tipis dan elastis dapat digunakan untuk mengambil objek yang terjebak di kerongkongan.
  • Bahan makanan yang terjebak diluluhkan dengan sejenis zat kimia seperti papain, agar gumpalan makanan tersebut dapat terus turun ke dalam lambung.
  • Pembedahan. Jika Anda memiliki sesuatu yang menghalangi kerongkongan Anda (seperti tumor atau diverticula), Anda mungkin memerlukan pembedahan untuk menghapusnya. Pembedahan juga kadang-kadang digunakan pada orang yang memiliki masalah yang mempengaruhi otot kerongkongan (achalasia).
  • Obat. Jika Anda mengalami disfagia yang berhubungan dengan GERD, panas pada perut, atau esophagitis, obat resep dapat membantu mencegah asam lambung masuk ke kerongkongan. Infeksi pada kerongkongan sering diobati dengan obat-obatan antibiotik.

Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang yang mengalami disfagia parah mungkin akan membutuhkan tabung makan (sonde) karena ketidakmampuannya untuk mendapatkan makanan dan cairan yang cukup.

Bagaimana mencegah disfagia?

Mencegah disfagia adalah dengan mengadopsi kebiasaan yang sehat dan menjaga fungsi menelan yang optimal. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil untuk mengurangi risiko disfagia:
  • Kunyah makanan dengan hati-hati dan jangan terburu-buru
    Mengunyah makanan dengan baik sebelum menelannya dapat membantu mempersiapkan makanan untuk perjalanannya melalui saluran pencernaan. Mengunyah secara hati-hati juga memungkinkan makanan untuk dicerna dengan lebih efisien. Tenanglah saat makan dan jangan terburu-buru. Ini dapat membantu mencegah potensi tersedak atau mengalami kesulitan menelan.
  • Hindari makan sambil berbicara atau tertawa
    Saat kita makan sambil berbicara atau tertawa, kita mungkin tidak sepenuhnya fokus pada proses menelan makanan. Hal ini dapat meningkatkan risiko tersedak karena makanan dapat masuk ke saluran pernapasan. Dengan mengambil waktu yang cukup untuk makan dan menghindari gangguan selama makan, dapat membantu mencegah disfagia.
  • Perhatikan ukuran dan tekstur makanan
    Mengonsumsi makanan yang sesuai dengan kemampuan menelan individu sangat penting dalam pencegahan disfagia. Sebagian orang mungkin memiliki kesulitan menelan makanan padat atau makanan dengan tekstur tertentu. Menghindari makanan yang keras, kering, atau lengket dapat membantu mengurangi risiko terjadinya gangguan menelan.
  • Minum cairan dengan hati-hati
    Ketika minum cairan, penting untuk melakukannya dengan hati-hati. Jangan minum terlalu cepat atau dalam jumlah besar sekaligus, karena hal ini dapat meningkatkan risiko tersedak. Minumlah dengan perlahan dan dengan ukuran tegukan yang sesuai.
  • Menjaga kesehatan umum
    Merawat kesehatan secara umum juga dapat membantu mencegah disfagia. Hindari merokok, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, dan menjaga berat badan yang sehat.

Penting untuk diingat bahwa pencegahan disfagia tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika ada riwayat penyakit atau kondisi tertentu yang meningkatkan risiko disfagia, konsultasikan dengan dokter untuk saran pencegahan yang lebih spesifik dan tepat.

Image Credit
  • American Speech-Language-Hearing Association (ASHA): "Dysphagia" - https://www.asha.org/public/speech/swallowing/dysphagia/
  • National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD): "Dysphagia" - https://www.nidcd.nih.gov/health/dysphagia
  • Mayo Clinic: "Dysphagia" - https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dysphagia/symptoms-causes/syc-20372028
  • National Health Service (NHS): "Dysphagia" - https://www.nhs.uk/conditions/dysphagia/
  • American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery (AAO-HNS): "Dysphagia (Swallowing Problems)" - https://www.enthealth.org/conditions/dysphagia-swallowing-problems/
  • International Foundation for Gastrointestinal Disorders (IFFGD): "Dysphagia" - https://www.iffgd.org/dysphagia.html

09 April 2023

Keajaiban Telinga Manusia: Memahami Anatomi dan Fungsinya

Telinga manusia

Telinga manusia adalah organ tubuh yang penting dan juga termasuk yang paling indah bentuknya. Susunan telinga yang halus dan serba rumit menjadikan kita dapat mendengar, sekaligus menunjukkan bahwa telinga manusia adalah ciptaan yang sempurna dari Yang Maha Kuasa.

Dunia tempat kita tinggal adalah dunia yang penuh suara/bunyi. Baik dalam keadaan terbangun atau tidur, telinga manusia tetap menjalankan tugasnya. Telinga melindungi kita dari kecelakaan, senantiasa menjadikan kita waspada dan selalu mengetahui tentang apa yang terjadi di sekeliling kita.

Bagian-bagian telinga dan fungsinya

Telinga manusia terdiri dari tiga bagian; telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Berikut adalah penjelasan tentang masing-masing bagian telinga:

Telinga luar

Telinga luar terdiri dari aurikula (daun telinga) dan saluran telinga. Aurikula terdiri dari tulang rawan yang dilapisi kulit, dan berguna untuk menangkap dan menyalurkan suara ke saluran telinga. Saluran telinga merupakan saluran sempit yang menghubungkan telinga luar dengan telinga tengah. Panjang liang telinga luar kira-kira satu setengah inci, berisi rambut-rambut halus untuk menjaga dari bahaya benda-benda asing yang masuk. Juga terdapat suatu kelenjar khusus di telinga luar ini yang menghasilkan zat lilin yang berfungsi melindungi kulit dari luka/lecet. Namun, dalam situasi tertentu, zat lilin ini dapat menumpuk, sehingga akan menyumbat liang telinga dan mengganggu pendengaran.

Telinga tengah

Telinga tengah terdiri dari gendang telinga (membrane timpani), tiga tulang pendengar (ossicles), dan saluran Eustachius. Gendang telinga terletak di ujung saluran telinga dan berfungsi untuk mengubah getaran suara menjadi getaran mekanis. Selaput kecil yang sensitif ini akan bergetar sebagai reaksi terhadap berbagai bunyi yang kita dengar, mulai dari nada rendah hingga nada tinggi. Lebih tinggi nada yang diterima, maka semakin cepat pula gendang telinga akan bergetar.

Di seberang gendang telinga terdapatlah ruang lain yang penting yang disebut ruang gendang (ruang telinga bagian tengah), sebagian besar berisi udara. Di dalam rongga kecil inilah terdapat tiga tulang kecil yang disebut tulang-tulang pendengar. Tiga tulang pendengar yang memiliki bentuk yang berbeda ini adalah martil (malleus), landasan (incus), dan sanggurdi (stapes) menghubungkan gendang telinga dengan koklea di telinga dalam. Saluran Eustachius menghubungkan telinga tengah dengan faring (kerongkongan) dan membantu menjaga tekanan udara di dalam telinga.

Ketiga tulang kecil ini sudah terbentuk sejak manusia dilahirkan. Semuanya terbentang dengan seksama dalam posisi yang sempurna untuk meneruskan bunyi. Bagaimana hal ini bisa terbentuk, sungguh merupakan rahasia besar pada tubuh manusia. Dapatkah manusia percaya bahwa segala sesuatu ini terjadi karena kebetulan?

Telinga dalam

Telinga dalam terdiri dari koklea, vestibulum, dan kanalis semisirkularis. Koklea adalah struktur spiral kecil yang berisi sel-sel rambut dan cairan, dan bertanggung jawab untuk menerjemahkan getaran suara menjadi sinyal listrik yang dikirimkan ke otak. Vestibulum dan kanalis semisirkularis terletak di dekat koklea dan membantu mengatur keseimbangan tubuh.

Anatomi telinga manusia

Proses pendengaran

Proses pendengaran manusia terjadi melalui tiga tahap utama yang terjadi dalam telinga, yaitu:
  • Tahap 1 (telinga luar): Ketika suara masuk melalui telinga luar dan ditangkap oleh aurikula. Aurikula kemudian menyalurkan suara melalui saluran telinga menuju ke gendang telinga.
  • Tahap 2 (telinga tengah): Ketika suara mencapai gendang telinga dan menyebabkan getaran pada membran timpani. Getaran ini kemudian diteruskan oleh tiga tulang pendengar (ossicles) yaitu martil (malleus), landasan (incus), dan sanggurdi (stapes) ke koklea di telinga dalam.
  • Tahap 3 (telinga dalam): Tahap ketiga adalah ketika getaran mekanik yang disalurkan oleh tulang pendengar sampai ke koklea di telinga dalam. Di dalam koklea, getaran suara menggerakkan rambut halus pada sel-sel rambut, yang kemudian mengirimkan sinyal listrik melalui saraf pendengaran ke otak.
Setelah sinyal listrik tiba di otak, otak akan memproses dan menginterpretasikan sinyal tersebut menjadi suara yang dapat kita dengar dan memahami. Proses pendengaran manusia sangat kompleks dan melibatkan banyak bagian telinga dan otak yang bekerja bersama-sama untuk memungkinkan kita mendengar suara dan berkomunikasi dengan dunia di sekitar kita.

Beberapa jenis gangguan pendengar

Sayangnya, beberapa orang mengalami kondisi kesulitan dalam mendengar atau bahkan tidak dapat mendengar sama sekali. Beberapa jenis gangguan pendengaran meliputi:
  • Tuli sensorineural: Tuli sensorineural terjadi ketika sel-sel rambut di koklea yang bertanggung jawab untuk menerjemahkan getaran suara menjadi sinyal listrik rusak atau mati. Penyebab tuli sensorineural dapat bervariasi, termasuk faktor keturunan, penuaan, paparan suara keras atau bising berkepanjangan, atau kondisi medis seperti diabetes atau infeksi telinga.
  • Tuli konduktif: Tuli konduktif terjadi ketika suara tidak dapat mencapai koklea karena adanya penghalang pada telinga luar atau tengah. Penyebab tuli konduktif dapat bervariasi, termasuk infeksi telinga, cedera, atau kelainan bawaan.
  • Tuli campuran: Tuli campuran terjadi ketika seseorang mengalami kombinasi antara tuli sensorineural dan tuli konduktif.
  • Tinitus: Tinitus adalah kondisi di mana seseorang mengalami bunyi berdengung, berdesing, atau berdengung di telinga tanpa ada suara eksternal yang menimbulkan bunyi tersebut. Penyebab tinitus dapat bervariasi, termasuk paparan suara keras atau bising berkepanjangan, cedera kepala, atau kondisi medis seperti penyakit Meniere atau gangguan sirkulasi darah.
Gangguan pendengaran dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan dunia di sekitarnya, sehingga dapat berdampak pada kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengidentifikasi gangguan pendengaran sejak dini dan mencari pengobatan yang tepat agar dapat mengatasi kondisi tersebut.

Merawat kesehatan telinga

Berikut ini adalah beberapa cara merawat kesehatan telinga:
  • Jangan memasukkan benda apapun ke dalam telinga: Telinga manusia memiliki mekanisme alami untuk membersihkan diri sendiri dan membuang kotoran yang tidak diperlukan. Jangan menggunakan cotton bud, tisu, atau benda lainnya untuk membersihkan telinga karena dapat merusak saluran telinga atau memasukkan kotoran lebih dalam ke dalam telinga.
  • Hindari paparan suara bising: Paparan suara bising yang terus-menerus atau terlalu keras dapat merusak sel-sel rambut di koklea dan menyebabkan tuli sensorineural. Hindari paparan suara bising dengan memakai alat pelindung telinga ketika berada di lingkungan yang berisik, seperti di tempat kerja atau saat bermain musik.
  • Perlindungan telinga saat berenang: Air yang masuk ke dalam telinga saat berenang dapat menyebabkan infeksi telinga atau peradangan pada saluran telinga. Gunakan penutup telinga yang tepat atau menggunakan kapas telinga yang telah dibasahi dengan baby oil saat berenang untuk mencegah air masuk ke dalam telinga.
  • Hindari merokok: Merokok dapat merusak sel-sel rambut di koklea dan memperburuk gangguan pendengaran. Hindari merokok atau menghindari lingkungan yang banyak asap rokok untuk menjaga kesehatan telinga dan pendengaran.
Merawat kesehatan telinga sangat penting untuk menjaga kemampuan pendengaran seseorang dan mencegah gangguan pendengaran. Dengan memperhatikan dan menerapkan cara-cara di atas, kita dapat menjaga kesehatan telinga dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Article Resources
  • Cleveland Clinic. Ear. Diakses pada 9 April 2023 dari https://my.clevelandclinic.org/health/body/24048-ear
  • National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. How Do We Hear?. Diakses pada 9 April 2023 dari https://www.nidcd.nih.gov/health/how-do-we-hear
  • American Speech-Language-Hearing Association. Tinnitus. Diakses pada 9 April 2023 dari https://www.asha.org/public/hearing/Tinnitus/
  • National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. Noise-Induced Hearing Loss. Diakses pada 9 April 2023 dari https://www.nidcd.nih.gov/health/noise-induced-hearing-loss
  • American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery. Earwax. Diakses pada 9 April 2023 dari https://www.enthealth.org/conditions/earwax/

02 Oktober 2018

Penyebab Cairan Keluar dari Telinga

Cairan keluar dari telinga

Biasanya, material padat atau lunak yang keluar dari telinga hanyalah kotoran telinga, dan ini normal. Namun, ini bisa menjadi pertanda suatu penyakit atau cedera pada telinga jika tidak hilang dalam beberapa hari.

Apa itu cairan keluar dari telinga?

Keluarnya cairan dari telinga dikenal dalam medis dengan istilah otorrhea, biasanya hanya merupakan kerja normal tubuh untuk menyingkirkan kotoran telinga. Kotoran telinga merupakan material padat/lunak dan berminyak yang diproduksi tubuh secara alami untuk mencegah debu dan bakteri masuk ke telinga dalam.

Tapi adakalanya cairan yang lengket menumpuk di telinga tengah, di belakang gendang telinga. Cairan ini dapat menyebabkan infeksi telinga dan kehilangan pendengaran, dan ini sangat umum terjadi pada anak-anak.

Apa penyebab cairan keluar dari telinga?

Hampir semua anak akan, pada titik tertentu, mengalami penumpukan cairan di belakang gendang telinga. Ini dikenal sebagai efusi telinga. Mungkin tidak ada tanda-tanda infeksi, seperti demam, tetapi anak mungkin menggosok-gosok telinga mereka atau memiliki masalah dengan pendengaran.

Efusi telinga dapat menyebabkan peradangan telinga tengah dan kadang-kadang cairan menjadi terinfeksi. Ini disebut otitis media. Infeksi ini sering disebabkan oleh virus dan menyebabkan nyeri telinga, demam dan iritabilitas pada anak-anak. Terkadang, penumpukan cairan terjadi dalam waktu yang lama dan cairan menjadi tebal dan lengket, menyebabkan kehilangan pendengaran yang dapat membuat anak kesulitan belajar.

Keluarnya cairan dari telinga kadang-kadang disebabkan oleh otitis eksterna, ketika kelembaban menyebabkan kulit di dalam saluran telinga membengkak dan menjadi terinfeksi. Otitis eksterna juga membuat telinga terasa sakit dan gatal.

Penyebab kurang umum lainnya untuk cairan keluar dari telinga termasuk:
  • Pecah gendang telinga - darah atau cairan lain mungkin mengalir dari telinga jika mengalami efusi telinga atau otitis media.
  • Kerusakan pada telinga - terkadang saluran telinga dapat terluka karena benda asing, oleh perubahan tekanan, atau oleh suara yang sangat keras. Ini dapat menyebabkan cairan keluar dari telinga.
  • Mastoiditis - infeksi tulang di belakang telinga, mastoid, juga dapat menyebabkan cairan dari telinga, meskipun ini jarang terjadi.

Perawatan cairan keluar dari telinga

Perawatan untuk cairan yang keluar dari telinga akan tergantung dari penyebabnya.

Infeksi telinga pada anak-anak kadang-kadang hilang dalam beberapa hari tanpa pengobatan. Karena otitis media anak lebih sering disebabkan virus daripada bakteri, antibiotik mungkin tidak membantu. Biasanya anak-anak dengan otitis media diberikan pereda nyeri selama 48 jam dan kemudian antibiotik hanya jika gejalanya belum sembuh.

Biasanya luka di telinga dapat sembuh meskipun tidak diobati. Tapi jika ada risiko infeksi akibat cedera, antibiotik mungkin diperlukan.

Otitis eksterna harus diobati untuk menghentikan penyebaran infeksi. Antibiotik tetes telinga mungkin dibutuhkan selama satu minggu.

Perawatan rumahan untuk cairan keluar dari telinga

Anda dapat menggunakan obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol atau ibuprofen. Pastikan dosis untuk anak-anak sudah tepat.

Usahakan agar telinga yang terkena tetap kering dan hindari aktivitas yang berisiko air masuk ke telinga, seperti berenang.

Cara mencegah cairan keluar dari telinga

Sebagian besar infeksi telinga disebabkan oleh virus, jadi menjauhlah dari orang-orang yang sakit karena virus mudah sekali menyebar melalui udara.

Menyusui dapat mengurangi kejadian infeksi telinga pada bayi. Jika Anda menyusui, cobalah untuk menyusui bayi tegak, jangan menyusui bayi saat mereka berbaring agar ASI tidak masuk ke telinga mereka.

Jangan memasukkan apa pun di telinga Anda, termasuk cotton bud, pensil, atau benda keras lainnya. Gunakan sumbat telinga atau sarung telinga untuk melindungi telinga Anda dari suara keras.

Untuk mencegah otitis eksterna, keringkan telinga setelah berenang atau mandi dan pakailah penutup telinga jika Anda memang harus berenang.

Kondisi yang mengharuskan ke dokter

Cairan yang keluar dari telinga biasanya akan sembuh dengan sendirinya, tetapi segera ke dokter jika:
  • cairan berwarna putih, kuning, atau mengandung darah
  • cairan keluar selama lebih dari 5 hari
  • memiliki gejala lain, seperti demam, nyeri hebat, dan telinga bengkak atau merah
  • kurang atau hilang pendengaran
  • mengalami cedera.

Article Resources
  • healthline (What causes discharge from the ear?)
  • NHS Inform (Middle ear infection (otitis media)
  • myDr (Ear problems), myDr (Otitis media in children), myDr (Eardrum perforation), myDr (Swimmer’s ear (otitis externa)
  • American Academy of Otolaryngology (Patient information on Understanding Ear Fluid)
  • Choosing Wisely Australia (Choosing Wisely Australia - The Royal Australian College of General Practitioners: tests, treatments and procedures clinicians and consumers should question)

13 September 2018

Infeksi Telinga: Gejala dan Pengobatan

Infeksi telinga sangat umum terjadi. Infeksi telinga disebabkan oleh bakteri atau virus. Ketika telah terinfeksi, telinga akan membengkak sehingga menutupi saluran eustachius.

Saluran eustachius adalah jaringan ikat yang menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang tenggorokan. Saluran eustachius berguna untuk pembuangan cairan dalam telinga dan untuk menjaga agar tekanan udara telinga berada pada level yang normal.

Ketika telinga telah tersumbat atau buntu oleh cairan, maka akan menjadi tempat yang subur bagi bakteri untuk berkembang biak. Itulah mengapa sangatlah penting untuk mengetahui gejala dan mencegah efek buruk yang disebabkan oleh bakteri dan virus.

Bagian telinga

Infeksi Telinga Akibat Bakteri dan Virus

Infeksi telinga paling umum disebabkan oleh bakteri. Contoh bakteri yang sering menginfeksi telinga antara lain: Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis dan Streptococcus pneumoniae (juga disebut pneumococcus).

Selain bakteri, telinga juga dapat terinfeksi oleh virus. Virus yang umum menyebabkan infeksi telinga adalah respiratory syncytial virus (RSV) dan virus influenza.

Infeksi telinga tengah (otitis media) dengan efusi - terdapat cairan kental dan lengket di belakang gendang telinga - juga dapat terjadi ketika terjadi peradangan dan penumpukan cairan dalam telinga, dan dapat menyebabkan perasaan penuh di telinga.

Diagnosis Infeksi Telinga

Untuk memeriksa telinga biasanya dokter akan menggunakan alat otoskop pneumatik, alat ini digunakan untuk melihat gendang telinga. Sedangkan pemeriksaan lain yang mungkin dilakukan antara lain:
  • Tes darah
  • Tes pendengaran
  • Tympanocentesis (penghapusan cairan dari belakang gendang telinga)
  • Timpanometri.

Gejala Infeksi Telinga

Gejala infeksi telinga yang paling umum yaitu:
  • Sakit telinga
  • Demam
  • Lekas marah
  • Hilang selera makan
  • Keluar cairan kuning atau merah dari telinga
  • Sulit tidur
  • Muntah.

Sedangkan gejala yang terjadi akibat penumpukan cairan dalam telinga adalah:
  • Masalah keseimbangan tubuh
  • Pusing
  • Gangguan pendengaran
  • Telinga terasa penuh atau tertekan.
Orangtua harus ekstra mengawasi anak-anak, karena ada beberapa infeksi yang tidak menunjukkan gejala.

Pengobatan Infeksi Telinga

Pengobatan dirumah

Ketika mengalami infeksi telinga, istirahat dan menjaga kebersihan adalah perawatan yang terbaik untuk mempercepat proses kesembuhan. Pengobatan dan tips rumahan lainnya yang dapat dilakukan di rumah antara lain:
  • Istirahat - istirahat akan membantu tubuh melawan infeksi
  • Gunakan kain lap hangat - mengompres panas ke telinga akan membantu mengurangi rasa sakitnya
  • Menggunakan obat tetes telinga - dokter akan meresepkan obat tetes telinga untuk mengatasi infeksi atau nyerinya
  • Menggunakan obat penghilang rasa sakit seperti obat anti inflamasi non steroid.

Pembedahan

Terapi pembedahan terkait infeksi telinga termasuk diantaranya Ear Tube Placement (pemasangan tabung telinga). Ear Tube Placement berarti menempatkan sebuah tabung drainase ke salah satu gendang telinga. Operasi ini akan membantu meningkatkan pendengaran pasien, mengurangi masalah pendengaran, menstabilkan tekanan telinga, dan mencegah infeksi di masa mendatang.

Untuk melakukannya, dokter akan membuat sayatan kecil di gendang telinga dan memasukkan tabung plastik kecil.

Setelah operasi dilakukan, telinga tidak boleh terkena air hingga gendang telinga sembuh. Pasien juga terus menggunakan obat tetes telinga antibiotik untuk mengatasi infeksi telinga sementara tabung terpasang.

29 Juli 2017

Gendang Telinga Pecah : Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Gendang telinga pecah adalah suatu kondisi dimana membran timpani atau gendang telinga berlubang atau sobek. Membran timpani adalah jaringan tipis yang terletak diantara telinga tengah dan liang/saluran telinga luar.

Gendang telinga pecah dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan membuat telinga tengah rentan akan infeksi atau luka. Gendang telinga pecah biasanya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Namun pada sebagian kasus lainnya, diperlukan pengobatan, prosedur medis atau pembedahan untuk memperbaikinya.

Fungsi Gendang Telinga

Bagian-bagian telinga

Saat gelombang suara masuk ke telinga, membran timpani akan bergetar. Getaran ini kemudian diteruskan melalui tulang telinga tengah yang pada akhirnya getaran ini akan menciptakan sinyal saraf yang akan diteruskan ke otak untuk diterjemahkan sebagai suara. Karena inilah kita dapat mendengar. Ketika gendang telinga pecah, maka pendengaran dapat terganggu. Dan dalam sebagian kasus, gendang telinga pecah dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

Penyebab Gendang Telinga Pecah

Infeksi telinga tengah

Infeksi telinga tengah menjadi penyebab umum pecahnya gendang telinga, terutama pada anak-anak. Ketika terjadi infeksi telinga, cairan akan menumpuk di sekitar gendang telinga. Penumpukan cairan ini akan menciptakan tekanan yang dapat menyebabkan membran timpani atau gendang telinga pecah.

Perubahan tekanan

Beberapa aktivitas fisik dapat menyebabkan perubahan tekanan di telinga dan menyebabkan gendang telinga pecah, dikenal dengan istilah barotrauma. Utamanya terjadi ketika tekanan di luar telinga berbeda jauh dari tekanan di dalam telinga. Beberapa aktivitas yang dapat menyebabkan barotrauma, adalah:
  • Menyelam scuba
  • Terbang
  • Mengemudi di ketinggian tinggi
  • Tekanan kuat langsung ke telinga.


Cedera atau trauma

Cedera juga dapat merusak gendang telinga. Setiap trauma pada telinga atau pada sisi kepala berpotensi menyebabkan gendang telinga pecah. Beberapa cedera yang dapat menyebabkan gendang telinga pecah antara lain; pukulan di telinga, jatuh pada sisi kepala atau telinga, kecelakaan kendaraan, benda asing yang masuk terlalu jauh ke telinga, seperti kapas, kuku jari, pulpen, manik-manik, cotton bud dll.

Trauma kepala parah seperti fraktur tengkorak, juga dapat menyebabkan gendang telinga pecah karena struktur telinga tengah dan telinga dalam yang mengalami dislokasi atau kerusakan. Trauma akustik atau kerusakan telinga akibat suara yang sangat keras juga dapat menyebabkan gendang telinga pecah.

Gejala Gendang Telinga Pecah

Gejala utama gendang telinga pecah adalah nyeri yang dapat disertai dengan keluarnya cairan bening, kuning atau darah dari telinga. Pada sebagian kasus, rasa nyerinya mungkin terasa hebat. Rasa nyeri ini dapat terjadi sepanjang hari atau hilang timbul dalam intensitas tertentu.

Pada keadaan ini, seseorang dapat mengalami gangguan pendengaran sementara atau penurunan daya dengar di telinga yang terkena. Juga mungkin terjadi tinnitus, dering konstan atau berdengung di telinga yang dapat disertai dengan rasa pusing.

Diagnosis Gendang Telinga Pecah

Dokter spesialis THT biasanya sudah dapat menemukan lubang atau sobekan pada gendang telinga melalui pemeriksaan visual dengan menggunakan alat yang bernama ostoscope (otoskop). Alat khusus pemeriksaan telinga yang dilengkapi dengan cahaya ini akan membantu dokter THT melihat ke dalam kondisi gendang telinga.

Gendang Telinga Normal dan Gendang Telinga Berlubang

Dokter THT mungkin akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk menentukan tingkat kerusakan atau penyebab pecahnya gendang telinga, antara lain:
  • Pemeriksaan dengan garpu tala. Instrumen logam yang menghasilkan suara saat dipukul. Selain dapat mendeteksi gangguan pendengaran, tes sederhana ini juga dapat mengungkapkan apakah gangguan pendengaran disebabkan oleh kerusakan pada bagian telinga tengah yang bergetar (termasuk gendang telinga), kerusakan pada sensor atau saraf telinga bagian dalam, atau kerusakan pada keduanya.
  • Tes audiometri. Perangkat audiometer akan digunakan untuk menguji kekuatan pendengaran dengan menguji kapasitas dan rentang pendengaran.
  • Timpanometri. Sebuah alat yang bernama timpanometer dimasukkan ke telinga untuk menguji respons gendang telinga terhadap perubahan tekanan. Pola respons tertentu dapat mengindikasikan adanya lubang pada gendang telinga.
  • Sampel cairan telinga. Cairan yang keluar dari telinga akan diperiksa untuk melihat keberadaan infeksi, infeksi yang mungkin menyebabkan gendang telinga pecah.

Komplikasi Gendang Telinga Pecah

Gendang telinga juga berfungsi sebagai penghalang, yakni melindungi telinga tengah dari kemasukan air, bakteri dan zat asing lainnya. Karena gendang telinga berlubang, bakteri akan dengan mudah masuk ke telinga tengah. Jika gendang telinga tidak sembuh atau tidak diperbaiki, maka akan rentan terhadap infeksi kronis yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

Kolesteatoma (cholesteatoma) adalah kista di telinga tengah yang terbentuk dari sel-sel kulit dan kotoran lainnya. Kotoran dari saluran hidung biasanya bergerak ke telinga luar dengan bantuan pelindung telinga. Jika gendang telinga pecah, puing-puing kulit bisa masuk ke telinga tengah dan membentuk kolesteatoma. Kolesteatoma merupakan tempat hidup yang bersahabat bagi bakteri dan mengandung protein yang dapat merusak tulang telinga tengah.

Pengobatan Gendang Telinga Pecah

Tambal

Jika gendang telinga tidak sembuh dengan sendirinya, dokter dapat melakukan penambalan pada gendang telinga. Semacam cairan khusus akan dioleskan pada pinggiran lubang gendang telinga guna merangsang pertumbuhan jaringannya. Prosedur ini mungkin akan dilakukan hingga beberapa kali sebelum akhirnya lubang tertutup sempurna.

Antibiotik

Antibiotik dapat mengeliminasi infeksi yang mungkin telah menyebabkan gendang telinga pecah. Antibiotik juga akan melindungi telinga dari infeksi baru akibat perforasi. Antibiotik yang umum diresepkan oleh dokter adalah antibiotik oral dan tetes telinga.

Pembedahan

Pembedahan atau operasi mungkin juga diperlukan untuk menambal lubang pada gendang telinga, meskipun hal ini cukup jarang dilakukan. Pembedahan untuk memperbaiki gendang telinga disebut sebagai timpanoplasti. Dalam prosesnya, dokter bedah akan mengambil jaringan dari area lain tubuh lalu menutupkannya ke lubang di gendang telinga.

Pengobatan rumahan

Untuk menghilangkan rasa nyeri akibat gendang telinga yang pecah dapat dilakukan dengan cara mengompres hangat beberapa kali sehari. Obat-obat penghilang rasa sakit juga dapat membantu. Jangan membersihkan telinga selama masa pengobatan, kecuali atas izin dokter.

Jangan lakukan meniup hidung yang dalam keadaan tertutup karena hal ini dapat menciptakan tekanan kuat pada gendang telinga. Aktivitas meniup diluar kewajaran juga tidak boleh dilakukan karena juga dapat menyebabkan tekanan tinggi pada gendang telinga yang pada akhirnya dapat menyebabkan rasa sakit dan memperlambat penyembuhan gendang telinga yang pecah.

Jangan pernah menggunakan obat tetes telinga kecuali memang telah diresepkan oleh dokter. Jika gendang telinga pecah, cairan obat tetes telinga ini akan masuk ke telinga tengah. Ini dapat menyebabkan masalah yang lebih parah.

Gendang telinga yang pecah sering sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan invasif dalam waktu beberapa minggu. Untuk kasus perbaikan gendang telinga dengan pembedahan, biasanya akan membutuhkan waktu sekitar dalam delapan minggu sebelum pulih sepenuhnya.

Gendang Telinga Pecah pada Anak-anak

Gendang telinga pecah lebih umum terjadi pada anak-anak karena sifat jaringannya yang sensitif dan saluran telinga yang masih sempit. Menggunakan kapas cotton bud terlalu jauh dapat dengan mudah merusak gendang telinga anak. Benda asing, seperti pensil, manik-manik atau jepit rambut juga dapat merusak gendang telinga masuk terlalu jauh.

Infeksi telinga menjadi penyebab yang paling umum pecahnya gendang telinga pada anak-anak. Lima dari enam anak setidaknya mengalami satu infeksi telinga pada saat mereka berusia 3 tahun. Risiko infeksi telinga anak akan lebih tinggi jika mereka sering dititipkan di tempat penitipan anak-anak.

Segera bawa anak ke dokter jika Anda melihat gejala -gejala berikut:
  • Nyeri ringan sampai hebat
  • Cairan bening, nanah atau darah keluar dari telinga
  • Mual, muntah atau pusing yang konsisten
  • Berdenging di telinga.

Karena kerusakan gendang telinga dapat memberi dampak gangguan pendengaran jangka panjang, ajarkan anak untuk tidak memasukkan benda apapun ke dalam telinga mereka. Selain itu, usahakan untuk tidak membawa mereka terbang apabila dalam keadaan flu atau menderita infeksi sinus. Perubahan tekanan saat terbang dapat merusak gendang telinga anak.

Pencegahan

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah gendang telinga pecah, antara lain:
  • Jaga agar telinga tetap kering guna mencegah kehadiran infeksi
  • Hindari telinga dari kemasukan benda asing. Jangan pernah mencoba membersihkan kotoran telinga yang berlebih atau keras dengan benda-benda rumahan.
  • Jika khawatir telinga akan kemasukan air saat mandi, gunakan penutup telinga silikon atau kapas lembut untuk menutupinya.
  • Hindari aktivitas terbang hingga telinga sembuh sepenuhnya.
  • Hindari terbang saat flu, saat mengalami infeksi sinus, atau saat alergi aktif yang menyebabkan hidung tersumbat.
  • Jika terkena infeksi telinga, segera ke dokter.
  • Gunakan penutup telinga saat kondisi bising, seperti disekitar mesin suara keras, lokasi konser atau konstruksi.

Persiapan Sebelum ke Dokter

Jika memiliki gejala atau tanda gendang telinga pecah, sebaiknya segera temui dokter THT. Beberapa catatan di bawah ini sebaiknya dipersiapkan guna ketepatan diagnosis oleh dokter THT, yakni:
  • Gejala yang dialami, termasuk semua hal berkaitan dengan telinga.
  • Kejadian yang mungkin terkait dengan masalah telinga, seperti riwayat infeksi telinga, cedera atau baru-baru ini melakukan perjalanan udara.
  • Obat-obatan, termasuk vitamin yang dikonsumsi.

Dokter selalu terbuka untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan. Beberapa pertanyaan yang dapat ditanyakan, antara lain:
  • Apakah gendang telinga saya pecah?
  • Apa saja yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan gejala lainnya?
  • Jika dokter menyatakan bahwa gendang telinga Anda pecah, maka tanyakan kepadanya apa yang harus dilakukan dirumah untuk melindungi telinga dan mempercepat proses penyembuhan?
  • Kapan harus kontrol ulang?
Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan lainnya.

Beberapa pertanyaan dokter yang mungkin akan diajukan dokter untuk mendiagnosis gendang telinga pecah, antara lain:
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah terasa sakit atau pusing?
  • Apakah Anda memiliki infeksi telinga?
  • Apakah Anda pernah terkena suara keras?
  • Apakah baru-baru ini Anda berenang atau menyelam?
  • Apakah baru-baru ini Anda melakukan perjalanan udara?
  • Apakah Anda mengalami cedera kepala?
  • Apakah ada benda asing yang masuk ke telinga Anda?

Jika gendang telinga pecah, maka kondisinya harus tetap kering guna mencegah infeksi. Jangan berenang. Untuk menjaga agar telinga tidak kemasukan air saat mandi, gunakan penutup telinga silikon. Jangan menggunakan obat tetes telinga apapun kecuali memang telah diresepkan oleh dokter. 

Ringkasan

Ringkasan:
  • Gendang telinga pecah adalah kondisi dimana gendang telinga atau membran timpani berlubang atau sobek.
  • Penyebab umum gendang telinga pecah adalah infeksi telinga, cedera dan perubahan tekanan.
  • Gendang telinga pecah umumnya dapat sembuh sendiri tanpa perawatan invasif dan cukup jarang menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

Article Resources
  • http://american-hearing.org/disorders/barotrauma/
  • http://kidshealth.org/en/parents/ear-injuries.html
  • http://kidshealth.org/en/parents/eardrums.html
  • http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4332090/
  • http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ear-infections/home/ovc-20199482
  • http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ruptured-eardrum/basics/definition/con-20023778
  • http://www.entnet.org/content/perforated-eardrum
  • http://my.clevelandclinic.org/services/head-neck/diseases-conditions/hic-ruptured-eardrum-perforated-tympanic-membrane
  • http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22423134?dopt=Abstract
  • http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2974705/

07 Maret 2015

Pengobatan Sinusitis pada Anak-anak

Apa itu sinus?

Sinus adalah rongga atau ruang berisi udara yang berada di dekat rongga hidung. Seperti halnya rongga hidung, sinus dilapisi dengan membran mukosa. Ada empat jenis sinus:
  • Sinus etmoid - terletak di dalam wajah, di sekitar area jembatan hidung. Sinus ini sudah muncul pada saat lahir, dan terus berkembang seiring pertumbuhan
  • Sinus maksila - terletak di dalam wajah, di sekitar area pipi. Sinus ini juga telah muncul saat lahir, dan terus berkembang seiring pertumbuhan
  • Sinus frontal - terletak di dalam wajah, di daerah dahi. Sinus ini belum berkembang hingga usia anak mencapai sekitar tujuh tahun
  • Sinus sfenoid - terletak jauh dari wajah, di belakang hidung. Sinus ini baru berkembang pada saat remaja.
Letak sinus
Letal sinus. Gambar: nursing-help.com

Apa itu sinusitis? 

Sinusitis adalah infeksi pada sinus. Infeksi ini biasanya muncul setelah selesma atau setelah peradangan akibat alergi. Ada empat kategori sinusitis:
  • Akut - gejalanya kurang dari empat minggu dan biasanya akan membaik dengan pengobatan yang tepat
  • Sub-akut - biasanya awalnya tidak membaik dengan pengobatan, dan gejalanya berlangsung antara empat hingga delapan minggu
  • Kronis - kambuhnya infeksi akut atau infeksi sebelumnya yang tidak diobati. Gejalanya berlangsung selama delapan minggu atau lebih
  • Berulang - tiga atau lebih episode sinusitis akut dalam satu tahun.

Apa penyebab sinusitis?

Sinusitis terkadang tejadi setelah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) atau bahkan flu biasa. ISPA menyebabkan peradangan pada saluran hidung yang dapat memblokir pembukaan sinus paranasal, dan mengakibatkan infeksi sinus. Alergi juga dapat menyebabkan sinusitis karena membengkaknya jaringan hidung dan peningkatan produksi lendir. Ada pula kondisi lain yang mungkin dapat menghalangi aliran normal sekresi dari sinus dan dapat menyebabkan sinusitis, diantaranya:
  • Kelainan pada struktur hidung
  • Pembesaran kelenjar adenoid
  • Aktivitas menyelam dan berenang
  • Infeksi dari gigi
  • Trauma hidung
  • Benda asing yang terjebak di dalam hidung
  • Langit-langit mulut terbelah (cleft palate)
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)
  • Asap rokok.

Ketika aliran sekresi aliran sinus tersumbat, bakteri akan mulai tumbuh. Hal ini menyebabkan infeksi sinusitis. Bakteri yang paling sering menyebabkan sinusitis adalah:
  • Streptococcus pneumonia
  • Haemophilus influenzae
  • Moraxella catarrhalis.

Apa saja gejala sinusitis?

Gejala sinusitis sangat tergantung dari usia anak. Berikut ini adalah gejala sinusitis yang paling umum. Namun gejala-gejala sinusitis pada tiap-tiap anak terkadang berbeda. Gejalanya antara lain:
  • Ingusan
  • Berlangsung lebih dari tujuh sampai 10 hari
  • Ingus biasanya kental berwarna hijau atau kuning, tetapi juga dapat berwarna terang
  • Batuk malam hari
  • Batuk sesekali di siang hari
  • Pembengkakan di sekitar mata.

Pada remaja dan orang dewasa:
  • Pilek atau gejala flu yang berlangsung lebih dari tujuh sampai 10 hari
  • Cairan di hidung mengalir ke tenggorokan
  • Sakit kepala*
  • Ketidaknyamanan di wajah
  • Bau mulut
  • Batuk
  • Demam
  • Radang tenggorokan
  • Pembengkakan di sekitar mata, sering parah pada pagi hari.

Bagaimana mendiagnosis sinusitis?

Umumnya dokter akan mendiagnosis sinusitis berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik. Namun untuk beberapa kasus, mungkin diperlukan tes lain guna menegakkan diagnosis. Tes-tes tersebut antara lain:
  • X-ray sinus - tes diagnostik yang memanfaatkan balok energi elektromagnetik untuk membuat gambar jaringan internal tulang, dan organ lainnya
  • Computed tomography scan (CT Scan) - prosedur pencitraan diagnostik yang memanfaatkan kombinasi sinar-x dan teknologi komputer untuk menghasilkan gambar horisontal atau aksial dari tubuh. CT scan menunjukkan gambaran yang rinci dari setiap bagian tubuh, seperti tulang, otot, lemak, dan organ. CT scan umumnya lebih jelas daripada tes sinar-x lainnya
  • Kultur sinus - tes laboratorium dengan cara menumbuhkan bakteri atau mikroorganisme untuk membantu diagnosis.

Bagaimana mengobati sinusitis?

Pengobatan sinusitis yang dilakukan dokter untuk anak-anak umumnya berdasarkan:
  • Usia, riwayat kesehatan, dan kondisi kesehatan anak
  • Tingkat keparahan sinusitis
  • Toleransi anak terhadap obat, prosedur atau terapi tertentu.

Pengobatan sinusitis pada anak-anak biasanya sebagai berikut:
  • Antibiotik, biasanya antibiotik diberikan selama minimal 14 hari
  • Asetaminopen, untuk menghilangkan rasa sakit atau rasa tidak nyaman
  • Dekongestan, misalnya pseudoefedrin atau pengencer lendir/dahak seperti guaifenesin
  • Penggunaan cool humidifier di kamar anak
  • Nasal spray untuk mengurangi peradangan
  • Obat untuk mengatasi GERD
  • Pembedahan untuk mengangkat kelenjar adenoid
  • Bedah sinus endoskopi.

Antihistamin tidak membantu mengatasi gejala sinusitis kecuali jika ada alergi yang terlibat. Operasi hanya dilakukan ketika pengobatan lainnya telah gagal. Dan rujukan ke ahli alergi/imunologi terkadang juga dilakukan dokter, terutama pada pasien dengan sinusitis kronis atau berulang dan pasien yang telah menjalani operasi sinusitis namun masih tetap mengalami sinusitis.

25 Januari 2015

Penyebab dan Komplikasi Sakit Telinga

Sakit telinga adalah suatu bentuk rasa sakit, nyeri, atau ketidaknyamanan pada telinga. Sakit telinga dikenal dalam istilah medis sebagai otalgia. Sakit telinga dapat terjadi secara tiba-tiba atau berangsur-angsur.

Telinga terbagi menjadi tiga bagian:
  • Telinga luar (termasuk daun telinga, lubang telinga dan saluran telinga)
  • Telinga tengah (termasuk gendang telinga, tiga tulang kecil yang disebut osikel dan saluran eustachius)
  • Telinga dalam (termasuk koklea atau rumah siput).

Saluran eustachius berfungsi sebagai saluran penyeimbang tekanan udara di telinga tengah dan memungkinkan lendir untuk mengalir dari telinga tengah ke tenggorokan.

Anatomi telinga

Sakit telinga dapat terjadi pada salah satu atau kedua telinga, dan rasa sakitnya dapat bervariasi mulai dari rasa nyeri yang ringan hingga nyeri yang berdenyut atau menusuk yang hebat. Rasa penuh dan sensasi panas pada telinga juga dapat menyertai sakit telinga.

Penyebab paling tersering sakit telinga pada anak-anak adalah infeksi telinga tengah (otitis media), yang cukup jarang terjadi pada orang dewasa. Sedangkan penyebab sakit telinga tersering pada orang dewasa adalah karena disebabkan gangguan atau kondisi dari bagian tubuh lain, seperti gangguan pada sendi temporomandibular (sendi rahang), dan masalah gigi. Sakit telinga semacam ini disebut sebagai sakit telinga sekunder.

Tergantung dari penyebabnya, sakit telinga dapat terjadi secara tiba-tiba dan juga dapat sembuh dengan cepat, contohnya sakit telinga karena perubahan ketinggian. Sakit telinga yang tidak sembuh dalam waktu 24 sampai 48 jam atau semakin memburuk hari ke hari kemungkinan disebabkan gangguan atau kondisi lain, seperti arthritis pada sendi rahang, infeksi telinga, atau benda asing yang berada di telinga.

Jika sakit telinga disertai dengan meringis atau menangis berlebihan, demam tinggi, atau telinga bengkak maka segeralah ke dokter.

Apa saja gejala lain yang mungkin menyertai sakit telinga?

Gejala sakit telinga dapat bervariasi tergantung dari penyakit, gangguan, atau kondisi yang menyebabkannya. Gejala-gejala yang mungkin menyertai sakit telinga, antara lain:
  • nyeri pada wajah
  • gejala flu (lemah, demam, sakit tenggorokan, dan batuk)
  • malaise (perasaan tidak sehat, nyaman atau lesu)
  • penurunan kemampuan pendengaran
  • gatal pada telinga
  • nyeri rahang
  • nyeri leher
  • nyeri di belakang telinga
  • suara seperti klik saat mengunyah atau menguap
  • menarik atau menggosok telinga (pada bayi atau balita)
  • sakit gigi.

Gejala sakit telinga serius yang dapat mengancam jiwa

Dalam beberapa kasus, sakit telinga dapat muncul dengan gejala lain atau kombinasi gejala-gejala tertentu yang mungkin mengindikasikan adanya suatu kondisi serius atau mengancam jiwa yang harus segera ditangani medis.

Segeralah cari bantuan medis bila mengalami sakit telinga yang disertai dengan gejala berikut:
  • darah mengalir dari liang telinga, terutama setelah cedera kepala
  • perubahan kesadaran atau bingung
  • sukar atau kesulitan menelan
  • pusing atau vertigo
  • wajah sayu
  • hilang pendengaran
  • demam lebih dari 39ºC
  • telinga dan jaringan sekitarnya memerah dan panas
  • sakit kepala hebat
  • berat badan turun secara tiba-tiba.

Apa penyebab sakit telinga?

Sakit telinga pada anak-anak kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi telinga tengah (otitis media), tetapi juga dapat disebabkan karena iritasi dari suatu zat di telinga. Infeksi telinga tengah pada anak-anak sering menyertai infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu biasa.

Pada orang dewasa, sakit telinga sering disebabkan oleh gangguan atau kondisi di bagian tubuh lain yang menjalar ke telinga. Hal ini karena banyaknya saraf dan jaringan ikat yang berhubungan dengan struktur kepala dan leher. Sakit telinga saat menelan sering disebabkan karena saluran eustachius yang tersumbat, sakit tenggorokan, atau sinusitis (radang sinus). Pada sebagian kasus, sakit telinga bisa jadi merupakan gejala dari infeksi atau kondisi serius lain yang harus segera ditangani oleh medis.

Sakit telinga yang disebabkan infeksi

Sakit telinga dapat disebabkan oleh berbagai infeksi, seperti:
  • saluran eustachius yang tersumbat, bisa karena flu
  • infeksi kulit telinga (selulitis telinga)
  • infeksi gendang telinga (miringitis)
  • infeksi saluran telinga dan telinga luar (otitis eksterna)
  • mastoiditis (infeksi tulang belakang telinga yang sering disebabkan penyebaran dari infeksi telinga tengah)
  • infeksi telinga tengah (otitis media)
  • sindrom Ramsay Hunt (infeksi saraf wajah yang disertai dengan ruam menyakitkan dan kelemahan pada otot wajah).

Sakit telinga karena penyebab lain

Sakit telinga dapat disebabkan karena penyebab lain, seperti:
  • Benda asing, seperti plastik atau kapas cotton bud yang tertinggal. Kejadian semacam ini cukup sering terjadi pada balita dan anak prasekolah karena mereka cenderung suka memasukkan benda-benda kecil, seperti manik-manik, kacang, atau bagian-bagian mainan ke dalam telinga.
  • Karena ketinggian atau perubahan tekanan.
  • Karena bahan iritan seperti sampo atau sabun.
  • Trauma atau cedera telinga.

Penyebab sakit telinga sekunder

Sakit telinga sekunder disebabkan oleh gangguan, penyakit atau kondisi lain yang tidak berasal dari telinga, seperti:
  • neuroma akustik (tumor jinak)
  • arthritis pada sendi temporomandibular
  • kanker pada leher atau kepala
  • tumbuh gigi pada anak-anak
  • infeksi gigi atau kondisi sakit gigi lainnya
  • laringitis (infeksi atau radang pita suara)
  • tonsilitis atau abses peritonsillar (penimbunan nanah di daerah sekitar tonsil/amandel)
  • belum lama ini menjalani tonsilektomi (operasi amandel/tonsil)
  • sinusitis (infeksi atau radang pada sinus)
  • radang tenggorokan
  • bruxism (menggesekkan gigi rahang bawah dan atas dengan kuat)
  • neuralgia trigeminal (suatu penyakit saraf dengan nyeri hebat pada wajah).

Apa saja komplikasi sakit telinga?

Komplikasi akibat sakit telinga dapat bersifat progresif dan berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. Karena dapat disebabkan oleh penyakit serius, sakit telinga yang tidak diobati dapat mengakibatkan komplikasi dan kerusakan telinga permanen.

Diantara komplikasi sakit telinga, antara lain:
  • Kehilangan pendengaran (sementara atau permanen)
  • Infeksi telinga berulang
  • Gendang telinga pecah
  • Menyebarnya infeksi ke dasar tengkorak dan struktur atau jaringan lainnya.
Article Resources
  • http://www.localhealth.com/article/earache
  • Ear infection - acute. PubMed Health, a service of the NLM from the NIH. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0001662/.
  • Earache. Medline Plus, a service of the National Library of Medicine National Institutes of Health. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003046.htm.
  • Orofacial pain and headache, p. 92-94, Sharav and Benoliel, 2008.
  • Swimmer’s ear. Medline Plus, a service of the National Library of Medicine National Institutes of Health. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000622.htm.