Pegobatan Sinusitis pada Anak-anak

Saturday, March 07, 2015
Apa itu sinus?

Sinus adalah rongga atau ruang berisi udara yang berada di dekat rongga hidung. Seperti halnya rongga hidung, sinus dilapisi dengan membran mukosa. Ada empat jenis sinus:
  • Sinus etmoid - terletak di dalam wajah, di sekitar area jembatan hidung. Sinus ini sudah muncul pada saat lahir, dan terus berkembang seiring pertumbuhan
  • Sinus maksila - terletak di dalam wajah, di sekitar area pipi. Sinus ini juga telah muncul saat lahir, dan terus berkembang seiring pertumbuhan
  • Sinus frontal - terletak di dalam wajah, di daerah dahi. Sinus ini belum berkembang hingga usia anak mencapai sekitar tujuh tahun
  • Sinus sfenoid - terletak jauh dari wajah, di belakang hidung. Sinus ini baru berkembang pada saat remaja.
Letak sinus
Letal sinus. Gambar: nursing-help.com
Apa itu sinusitis?

Sinusitis adalah infeksi pada sinus. Infeksi ini biasanya muncul setelah selesma atau setelah peradangan akibat alergi. Ada empat kategori sinusitis:
  • Akut - gejalanya kurang dari empat minggu dan biasanya akan membaik dengan pengobatan yang tepat
  • Sub-akut - biasanya awalnya tidak membaik dengan pengobatan, dan gejalanya berlangsung antara empat hingga delapan minggu
  • Kronis - kambuhnya infeksi akut atau infeksi sebelumnya yang tidak diobati. Gejalanya berlangsung selama delapan minggu atau lebih
  • Berulang - tiga atau lebih episode sinusitis akut dalam satu tahun.
Apa penyebab sinusitis?

Sinusitis terkadang tejadi setelah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) atau bahkan flu biasa. ISPA menyebabkan peradangan pada saluran hidung yang dapat memblokir pembukaan sinus paranasal, dan mengakibatkan infeksi sinus. Alergi juga dapat menyebabkan sinusitis karena membengkaknya jaringan hidung dan peningkatan produksi lendir. Ada pula kondisi lain yang mungkin dapat menghalangi aliran normal sekresi dari sinus dan dapat menyebabkan sinusitis, diantaranya:
  • Kelainan pada struktur hidung
  • Pembesaran kelenjar adenoid
  • Aktivitas menyelam dan berenang
  • Infeksi dari gigi
  • Trauma hidung
  • Benda asing yang terjebak di dalam hidung
  • Langit-langit mulut terbelah (cleft palate)
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)
  • Asap rokok.
Ketika aliran sekresi aliran sinus tersumbat, bakteri akan mulai tumbuh. Hal ini menyebabkan infeksi sinusitis. Bakteri yang paling sering menyebabkan sinusitis adalah:
  • Streptococcus pneumonia
  • Haemophilus influenzae
  • Moraxella catarrhalis.
Apa saja gejala sinusitis?

Gejala sinusitis sangat tergantung dari usia anak. Berikut ini adalah gejala sinusitis yang paling umum. Namun gejala-gejala sinusitis pada tiap-tiap anak terkadang berbeda. Gejalanya antara lain:
  • Ingusan
  • Berlangsung lebih dari tujuh sampai 10 hari
  • Ingus biasanya kental berwarna hijau atau kuning, tetapi juga dapat berwarna terang
  • Batuk malam hari
  • Batuk sesekali di siang hari
  • Pembengkakan di sekitar mata.
Pada remaja dan orang dewasa:
  • Pilek atau gejala flu yang berlangsung lebih dari tujuh sampai 10 hari
  • Cairan di hidung mengalir ke tenggorokan
  • Sakit kepala*
  • Ketidaknyamanan di wajah
  • Bau mulut
  • Batuk
  • Demam
  • Radang tenggorokan
  • Pembengkakan di sekitar mata, sering parah pada pagi hari.
Bagaimana mendiagnosis sinusitis?

Umumnya dokter akan mendiagnosis sinusitis berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik. Namun untuk beberapa kasus, mungkin diperlukan tes lain guna menegakkan diagnosis. Tes-tes tersebut antara lain:
  • X-ray sinus - tes diagnostik yang memanfaatkan balok energi elektromagnetik untuk membuat gambar jaringan internal tulang, dan organ lainnya
  • Computed tomography scan (CT Scan) - prosedur pencitraan diagnostik yang memanfaatkan kombinasi sinar-x dan teknologi komputer untuk menghasilkan gambar horisontal atau aksial dari tubuh. CT scan menunjukkan gambaran yang rinci dari setiap bagian tubuh, seperti tulang, otot, lemak, dan organ. CT scan umumnya lebih jelas daripada tes sinar-x lainnya
  • Kultur sinus - tes laboratorium dengan cara menumbuhkan bakteri atau mikroorganisme untuk membantu diagnosis.
Bagaimana mengobati sinusitis?

Pengobatan sinusitis yang dilakukan dokter untuk anak-anak umumnya berdasarkan:
  • Usia, riwayat kesehatan, dan kondisi kesehatan anak
  • Tingkat keparahan sinusitis
  • Toleransi anak terhadap obat, prosedur atau terapi tertentu.
Pengobatan sinusitis pada anak-anak biasanya sebagai berikut:
  • Antibiotik, biasanya antibiotik diberikan selama minimal 14 hari
  • Asetaminopen, untuk menghilangkan rasa sakit atau rasa tidak nyaman
  • Dekongestan, misalnya pseudoefedrin atau pengencer lendir/dahak seperti guaifenesin
  • Penggunaan cool humidifier di kamar anak
  • Nasal spray untuk mengurangi peradangan
  • Obat untuk mengatasi GERD
  • Pembedahan untuk mengangkat kelenjar adenoid
  • Bedah sinus endoskopi.
Antihistamin tidak membantu mengatasi gejala sinusitis kecuali jika ada alergi yang terlibat. Operasi hanya dilakukan ketika pengobatan lainnya telah gagal. Dan rujukan ke ahli alergi/imunologi terkadang juga dilakukan dokter, terutama pada pasien dengan sinusitis kronis atau berulang dan pasien yang telah menjalani operasi sinusitis namun masih tetap mengalami sinusitis.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.