Penyakit Amandel : Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Thursday, June 13, 2013
Penyakit amandel atau radang amandel dikenal dalam dunia medis dengan istilah tonsilitis atau radang tonsil. Merupakan penyakit tenggorokan yang umumnya menyerang anak-anak usia 5 hingga 15 tahun, namun yang paling sering terjangkiti adalah anak usia antara 3 hingga 7 tahun.

Penyakit amandel

Apa itu Amandel

Amandel atau tonsil adalah dua massa jaringan limfatik (sistem kekebalan tubuh) yang terletak di bagian belakang tenggorokan. Selain bertindak sebagai filter yang menjebak kuman yang akan masuk ke saluran napas, amandel juga menghasilkan antibodi yang membantu tubuh melawan infeksi pernapasan.

Saat lahir, amandel berukuran kecil dan secara bertahap akan bertambah besar hingga usia 8 atau 9 tahun. Namun amandel akan kembali menyusut pada usia 11 atau 12 tahun tetapi tidak hilang sepenuhnya. Ketika amandel atau tonsil ini terinfeksi, maka terjadilah radang amandel atau tonsilitis.

Radang amandel paling sering menjangkiti anak usia antara 3 hingga 7 tahun, karena pada masa inilah amandel memainkan perannya yang paling aktif untuk melawan infeksi. Semakin anak tumbuh, maka tonsil akan mengecil, dan infeksi kurang terjadi. Radang amandel biasanya tidak menjadi berbahaya kecuali abses (pembengkakan) pada amandel terus berkembang. Ketika ini terjadi, pembengkakan yang cukup parah akan menghambat pernapasan anak Anda. Keadaan ini bisa saja berlangsung 4 hingga 5 kali dalam setahun. Infeksi telinga dan masalah pada adenoid (pembengkakan di bagian belakang rongga hidung atas amandel) dapat juga terjadi di waktu yang sama.

Penyebab Radang Amandel

Kebanyakan radang amandel yang terjadi pada anak-anak usia sekolah dasar adalah karena infeksi virus. Kemungkinan virus yang menyebabkannya adalah virus influenza (flu), dan virus Epstein-Barr (EBV), yang juga menyebabkan mononucleosis, atau "mono." Beberapa jenis bakteri juga bisa menyebabkan radang amandel. Bakteri yang paling umum menyebabkannya adalah organisme yang sama yang menyebabkan radang tenggorokan. Radang amandel yang disebabkan karena radang tenggorokan pada anak-anak hanya terjadi sekitar 30%, dan kurang terjadi pada orang dewasa.

Kuman ini ditularkan melalui kontak biasa dengan orang lain, seperti tetesan di udara akibat bersin. Terkadang penularan juga terjadi melalu kontak oral (mulut), terutama dalam kasus EBV (yang mana mono juga sering disebut dengan "penyakit ciuman"). Amandel akan mencoba untuk melawan virus dan bakteri yang masuk melalui mulut atau hidung kita. Hasilnya adalah terjadi infeksi pada amandel yang kemudian membengkak, dan akhirnya meradang dan menimbulkan rasa sakit.

Berikut daftar virus dan bakteri yang bisa menyebabkan penyakit amandel :
  - Bakteri streptococcus pyogenes
  - Bakteri hemolitikus
  - Adenovirus
  - Virus Influenza
  - Virus Epstein-Barr
  - Virus parainfluenza
  - Enterovirus
  - Virus herpes simplex

Gejala Radang Amandel

Gejala utama radang amandel adalah peradangan dan pembengkakan pada amandel, kadang-kadang cukup parah hingga menutupi saluran napas. Gejala lainnya adalah:
  - Nyeri pada tenggorokan
  - Warna kemerahan pada amandel
  - Lapisan putih atau kuning pada amandel
  - Lepuh atau juga borok yang menyakitkan pada tenggorokan
  - Keparauan (suara serak) atau bahkan kehilangan suara
  - Sakit kepala
  - Kehilangan nafsu makan
  - Nyeri pada telinga
  - Kesulitan menelan
  - Kesulitan bernapas dari mulut
  - Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau daerah rahang
  - Demam, menggigil
  - Bau mulut

Pada anak-anak, gejala radang amandel dapat disertai dengan :
  - Mual
  - Muntah
  - Nyeri perut

Pengobatan Radang Amandel

Pengobatan untuk radang amandel akan tergantung dari apa yang menyebabkannya. Untuk menentukan penyebabnya, dokter mungkin akan melakukan tes rapid strep atau throat swab culture. Kedua tes dilakukan dengan cara mengambil sampel (apusan) pada bagian belakang tenggorokan/amandel dengan dengan kapas lembut. Selanjutnya laboratorium akan menentukan penyebabnya.

Jika tes menunjukkan radang amandel disebabkan oleh bakteri, pengobatannya menggunakan antibiotik. Antibiotik bisa diberikan dalam satu kali shoot atau 10 hari melalui mulut. Meskipun gejala amandel kemungkinan akan membaik dalam dua atau tiga hari setelah pengobatan dengan antibiotik, penting untuk menghabiskan semua obat yang diresepkan dokter untuk memastikan bakteri itu benar-benar telah hilang. Bahkan pada beberapa orang harus menebus resep kedua untuk mengobati radang amandel.

Jika radang amandel disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak akan berguna, tapi tubuh Anda yang akan melawan infeksi itu sendiri. Sementara itu, agar merasa lebih baik, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan (terlepas dari penyebabnya virus atau bakteri) yaitu :
  - Istirahat yang cukup
  - Minum cairan hangat atau cairan yang sangat dingin untuk meringankan rasa sakit
    tenggorokan
  - Makan makanan lunak (halus)
  - Gunakan alat cool-mist vaporizer atau humidifier di ruangan Anda
  - Berkumur dengan air garam hangat
  - Mengisap lozenges yang mengandung benzokain atau anestesi (pemati rasa) lain
  - Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit seperti acetaminophen atau ibuprofen (dalam
    resep dokter biasanya sudah termasuk, jadi tidak perlu lagi)

Kapan Tonsilektomi Diperlukan

Setiap kondisi penyakit harus dilihat dari indikasi dan jenis amandelnya. Tujuannya agar pembedahan tepat sasaran. Tidak semua amandel yang besar langsung dibuang atau diangkat. Tetapi bisa saja amandel yang tidak terlalu besar harus diangkat karena pertimbangan komplikasi.

Amandel merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh seumur hidup, sehingga yang terbaik adalah menghindari kehilangannya. Namun, jika radang tonsil terjadi berulang dan persisten, atau jika pembesaran amandel menyebabkan obstruksi jalan napas atas atau kesulitan makan, operasi pengangkatan amandel atau disebut dengan tonsilektomi mungkin diperlukan. Kebanyakan tonsilektomi menggunakan pisau bedah konvensional (biasa) untuk memotong amandel, namun masih ada banyak teknologi alternatif daripada metode ini. Saat ini, untuk menghilangkan amandel, dokter sudah bisa menggunakan berbagai teknik seperti laser, gelombang radio, energi ultrasonik, atau elektrokauter untuk memotong, membakar dan menguapkan amandel yang bengkak.

Seperti hanya semua operasi, masing-masing teknik memiliki kelebihan dan kekurangan. Ketika mempertimbangkan prosedur apa yang akan Anda/anak Anda jalani, sangat penting untuk mendiskusikan pilihan Anda tersebut dengan dokter bedah agar pengobatan menjadi tepat dan sesuai keinginan Anda.

Apa yang Terjadi Setelah Tonsilektomi

Tonsilektomi merupakan prosedur pembedahan yang dilakukan di bawah anestesi umum (bius total) dan biasanya pembedahan berlangsung antara 30 hingga 45 menit. Operasi ini paling sering dilakukan pada anak-anak.

Kebanyakan anak bisa pulang sekitar 4 jam setelah operasi dan membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu untuk pulih. Hampir semua anak-anak akan mengalami sakit tenggorokan, mulai dari yang ringan sampai yang parah, setelah operasi. Pada beberpa orang mungkin saja akan mengalami rasa sakit di telinga, rahang, dan leher. Namun tentu saja dokter akan membekali Anda dengan obat-obat untuk mengurangi rasa sakit paska tonsilektomi.

Selama periode penyembuhan, penting bagi anak untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Pastikan juga anak Anda mendapatkan banyak cairan, namun produk susu tidak boleh dikonsumsi pada 24 jam pertama paska tonsilektomi. Rasa sakit pada tenggorokan mungkin akan menyebabkan anak Anda enggan untuk makan.

Beberapa hari setelah operasi, anak Anda mungkin saja mengalami demam ringan dan bintik kecil darah keluar dari hidung dan air liur. Jika demam terjadi lebih dari 38 derajat celcius atau jika Anda melihat darah merah segar, tetap tenang, namun segeralah hubungi dokter karena hal ini butuh penanganan medis.

Pencegahan Radang Amandel

Sebagai pencegahan sederhana untuk radang amandel, khususnya pada anak-anak, sebaiknya selalu mencuci tangan. Inilah cara terbaik untuk mencegah terjadinya berbagai jenis infeksi (penularan). Saat batuk atau bersin sebaiknya ditutup dengan tisu. Selain itu, jangan menggunakn gelas minum dan peralatan makan secara bersama. Dan yang terpenting, hindari berada di dekat orang sakit atau di lingkungan orang sakit seperti di rumah sakit. Beri anak Anda gizi yang cukup dan jangan jajan sembarangan. Mudah-mudahan semua hal itu akan menjaga anak Anda dari terkena radang amandel.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.