Pertumbuhan Gigi Bayi dan Anak

Sunday, January 11, 2015
Perkembangan gigi primer sudah dimulai sejak bayi masih dalam kandungan. Munculnya tunas gigi primer pertama kali terjadi saat usia kehamilan sekitar lima minggu. Ketika lahir, bayi sudah memiliki set lengkap gigi primer (10 di rahang atas dan 10 di rahang bawah) yang masih tersembunyi di bawah gusi. Gigi primer juga sering kita sebut sebagai gigi sulung atau gigi susu.
 
Jenis gigi

Gigi terbagi dalam beberapa jenis, yaitu:
  • Gigi seri (incisivus) - gigi depan yang terletak di rahang atas dan bawah. Setiap gigi seri memiliki tepian pemotong yang tipis. Ibarat gunting, gigi seri rahang atas dan bawah berfungsi untuk memotong makanan.
  • Gigi taring (caninus) - gigi 'vampir' yang runcing yang terletak di kedua sisi gigi seri baik di rahang atas maupun rahang bawah. Gigi taring berfungsi untuk merobek atau mengoyak makanan.
  • Gigi geraham kecil (premolar) - gigi dengan permukaan datar untuk menghancurkan makanan yang terletak di belakang gigi taring.
  • Gigi geraham (molar) - ukurannya lebih besar daripada gigi geraham kecil, dan permukaannya juga lebih luas dan datar. Gigi geraham difungsikan untuk menghaluskan, menggiling atau melumatkan makanan.
Proses pertumbuhan gigi

Kondisi dimana gigi tumbuh menembus garis gusi disebut dengan erupsi gigi atau lebih umum kita kenal sebagai 'tumbuh gigi'. Waktu erupsi gigi pada tiap-tiap anak dapat berbeda-beda, ada yang mengalaminya saat baru berusia beberapa bulan, sedangkan yang lainnya baru mengalaminya saat sudah berusia 12 bulan atau lebih.

Gigi anak

Sementara waktu erupsi gigi pada tiap-tiap anak dapat berbeda-beda, namun urutan erupsi gigi umumnya:
  • Dua gigi seri tengah di rahang bawah biasanya yang pertama kali erupsi. Biasanya erupsi gigi seri pertama ini terjadi antara usia enam hingga 10 bulan.
  • Dua gigi seri tengah di rahang atas biasanya erupsi antara usia delapan hingga 13 bulan.
  • Gigi seri samping, gigi yang terletak di samping gigi seri tengah, akan erupsi (baik di rahang atas maupun bawah) antara usia delapan hingga 16 bulan. Gigi seri samping di rahang bawah cenderung lebih dulu erupsi ketimbang gigi seri samping di rahang atas.
  • Satu set gigi geraham pertama (pada rahang atas dan bawah) mengalami erupsi antara usia 13 hingga 19 bulan.
  • Gigi taring yang terletak di samping gigi seri samping mengalami erupsi (baik di rahang atas dan bawah) antara usia 16 hingga 23 bulan.
  • Set gigi geraham kedua atas dan bawah rahang erupsi antara usia 25 hingga 33 bulan.
Secara umum, anak-anak sudah memiliki set gigi lengkap mereka (20 gigi susu) pada usia tiga tahun.

Merawat proses pertumbuhan gigi anak

Proses erupsi gigi umumnya sekitar delapan hari, yaitu empat hari sebelum dan tiga atau empat hari setelah gigi muncul dari gusi. Mungkin muncul gelembung biru abu-abu di area erupsi gigi tersebut, ini disebut dengan kista erupsi dan biasanya akan hilang sendiri tanpa diobati.

Erupsi gigi adakalanya juga menimbulkan ketidaknyaman atau rasa sakit bagi anak. Berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi gusi anak yang sakit:
  • Pijatan -pijat gusi yang sakit dengan lembut dengan jari yang bersih.
  • Theether (mainan gigi) dingin - tekanan dari benda dingin seperti theeter dingin (sebelumnya dimasukkan ke dalam kulkas) dapat mengurangi peradangan dan meringankan rasa ketidaknyamanan akibat erupsi gigi. Jangan mensterilkan theeter atau mainan sejenis di dalam air mendidih, kecuali memang diperbolehkan oleh produsen. Hindari juga penggunaan plastic softener yang disebut 'disononyl phthalate'.
  • Obat penghilang rasa sakit - parasetamol efektif untuk anak-anak. Ibuprofen seringkali lebih efektif, tetapi juga menyebabkan efek samping yang lebih ketimbang parasetamol.
  • Keringkan air liur - kulit di sekitar mulut, khususnya di daerah dagu, bisa mengalami iritasi. Seka air liur dengan kain lembut sepanjang hari.
Di bawah ini beberapa perawatan erupsi gigi bagi bayi yang harus dilakukan dengan hati-hati, atau bila tidak lebih baik tidak usah dilakukan. Perawatan ini termasuk:
  • Kalung tumbuh gigi (kalung amber) - amber diyakini oleh sebagian orang akan melepaskan minyak penyembuh ketika kontak dengan kulit yang hangat. Minyak ini dianggap memiliki efek menenangkan atau efek analgesik. Meskipun kalung ini dirancang untuk dikenakan di leher, pergelangan tangan, atau pergelangan kaki, namun sering 'disalahgunakan' bayi sebagai bahan kunyahan mereka. Risiko terburuknya adalah sang bayi dapat tersedak atau tercekik. Penggunaan kalung tumbuh gigi ini tidak boleh lepas dari pengawasan orangtua, bahkan saat bayi tidur.
  • Gel tumbuh gigi - umumnya formulasi gel tumbuh gigi mengandung 8,7-9,0 persen bahan kolin salisilat. Aspirin adalah juga termasuk salisilat. Penggunaan aspirin pada anak diketahui meningkatkan risiko sindrom Reye, suatu kondisi yang jarang namun berpotensi mematikan yang menyebabkan kerusakan hati dan otak. Meskipun belum ada laporan mengenai kasus sindrom Reye terkait penggunaan gel tumbuh gigi, namun ini tetaplah suatu risiko yang lebih baik ditinggalkan ketika masih ada solusi lain. Selain salisilat, gel tumbuh gigi yang mengandung benzokain (benzocaine) juga tidak dianjurkan penggunaannya pada anak-anak.
Merawat gigi susu

Banyak orangtua yang merasa tidak penting merawat gigi susu anak karena gigi tersebut pasti akan tanggal dan tergantikan dengan gigi permanen. Kenyataannya memang seperti itu, namun sebenarnya merawat gigi susu sama pentingnya seperti merawat gigi permanen. Dengan gigi susu yang masih baik, anak-anak akan mudah mengunyah makanan, berbicara dengan baik, dan lokasi gigi susu sekarang adalah untuk lokasi gigi permanen berikutnya.

Jika gigi geraham bayi tanggal lebih cepat (jauh sebelum periode gigi permanen akan tumbuh), gigi di sebelah gigi geraham hilang akan mengisi celah gusi yang kosong tersebut, dan masalah akan muncul ketika gigi permanen sudah mulai tumbuh. Ini salah satu penyebab mengapa gigi permanen tumbuh tak teratur. Selain itu, gigi bayi yang membusuk terkadang juga harus mendapatkan perawatan dari dokter, karena jika diabaikan dapat menyebabkan nyeri mulut, abses gigi, dan masalah dengan gigi di sampingnya.

Kehilangan gigi susu

Ketika berusia sekitar enam tahun, gigi susu bayi mulai goyah dan kemudian tanggal untuk selanjutnya digantikan dengan gigi permanen. Anak yang kehilangan gigi susunya pada usia empat tahun atau lebih dari enam tahun masih terbilang normal. Anak perempuan umumnya akan kehilangan gigi susu lebih cepat daripada anak laki-laki. Gigi susu yang tanggal pertama kali biasanya gigi seri tengah di rahang bawah.

Bagi anak-anak, kehilangan gigi susu dapat mengganggu dan menyakitkan. Beberapa saran yang baik dilakukan, yakni:
  • Beritahu mereka bahwa tanggalnya gigi adalah proses alami dan gigi permanen akan segera tumbuh menggantikannya.
  • Kompres dingin atau berikan obat anti inflamasi atau penghilang rasa sakit untuk membantu meredakan rasa sakitnya. Untuk obat penghilang rasa sakit, minta rekomendasi dokter.
  • Hibur mereka - gusi menjadi lembut dan sedikit berdarah setelah tanggalnya gigi adalah normal.
Erupsi gigi permanen

Gigi permanen juga dikenal sebagai gigi sekunder atau gigi dewasa. Gigi permanen juga mulai berkembang di rahang setelah anak lahir. Di usia 21 tahun, rata-rata orang telah memiliki 32 gigi permanen, 16 di rahang bawah dan 16 di rahang atas. Namun ada pula kasus gigi geraham ketiga yang disebut gigi bungsu tidak tumbuh, sehingga total hanya 28 gigi, ini masih dianggap normal.

Di usia sekitar enam tahun, gigi permanen pertama erupsi. Keempat gigi geraham (dua pada tiap-tiap rahang) akan muncul dibelakang gigi susu anak. Sedangkan gigi permanen lainnya, seperti gigi seri dan taring, akan erupsi di dalam gusi yang sudah ditinggal oleh gigi susu.

Gigi dewasa

Seperti halnya gigi susu, waktu gigi permanen tumbuh pada tiap-tiap anak dapat berbeda-beda. Namun umumnya, erupsi dan perkiraan waktunya terjadi dengan urutan:
  • Gigi geraham pertama - antara usia enam dan tujuh tahun
  • Gigi seri tengah - antara usia enam dan delapan tahun
  • Gigi seri samping - antara usia tujuh dan delapan tahun
  • Gigi taring - antara usia sembilan dan 13 tahun
  • Gigi geraham kecil - antara usia sembilan dan 13 tahun
  • Gigi geraham kedua - antara usia 11 dan 13 tahun
  • Gigi geraham ketiga (gigi bungsu) - antara usia 17 dan 21 tahun.
Karena waktu erupsi gigi permanen pada tiap-tiap orang dapat berbeda-beda, bisa saja gigi geraham ketiga baru erupsi ketika berusia 30 tahun.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.