Penyebab dan Komplikasi Batuk malam

Friday, November 28, 2014
Batuk malam

Batu malam adalah batuk yang terjadi di malam hari, biasanya ketika berbaring (batuk postural). Secara fisiologis, batuk adalah pengeluaran udara dengan cepat dari paru-paru yang terjadi secara refleks untuk menjaga agar saluran napas tetap normal. Batuk malam bisa jadi merupakan gejala dari suatu kondisi pada paru-paru, tenggorokan atau kondisi biasa lainnya, seperti influenza.

Radang paru-paru atau tenggorokan, yang mungkin diakibatkan karena merokok atau influenza, merupakan penyebab batuk malam yang paling umum. Kondisi saluran napas dan paru-paru para perokok biasanya menghasilkan lendir berlebih secara terus menerus, disinilah gerak refleks batuk terjadi untuk membersihkannya. Jika memang disebabkan karena merokok, biasanya batuk malam akan langsung sembuh ketika berhenti merokok.

Batuk malam juga bisa menjadi pertanda adanya infeksi serius pada paru-paru, saluran napas, atau tenggorokan. Batuk malam juga bisa merupakan gejala gagal jantung kongestif apabila disertai dengan lendir merah muda berbusa di mulut, sesak napan berat, mengi, dan denyut jantung yang cepat. Dan yang lebih serius, batuk malam juga bisa menandakan adanya kanker paru-paru, terutama jika disertai dengan hemoptisis (batuk darah).

Tergantung dari penyebabnya, batuk malam dapat terjadi pada saat Anda berbaring, atau saat duduk, dan dapat disertai dengan sputum (dahak), bersin, sesak napas, mengi, atau isi lambung yang bergerak naik ke mulut.

Pada beberapa kasus yang jarang, batuk malam bisa menjadi gejala dari adanya kondisi yang mengancam jiwa, seperti gagal jantung kongestif, edema paru, atau infeksi pernapasan berat. Jika Anda batuk malam yang disertai dengan gejala-gejala serius, seperti nyeri dada, demam tinggi (lebih dari 38 derajat celcius), atau gangguan napas yang berat, segeralah ke gawat darurat rumah sakit.

Gejala batuk malam

Batuk malam dapat disertai dengan gejala lain, yang bervariasi tergantung dari penyebabnya. Batuk malam dapat disertai dengan gejala lain yang mempengaruhi sistem pernapasan, seperti:
  • Batuk darah (hemoptisis)
  • Batuk yang disertai keluarnya cairan/dahak yang berwarna bening, kuning, coklat muda, atau hijau
  • Kesulitan bernapas
  • Napas cepat (takipnea) atau sesak napas
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung buntu
  • Mengi (napas seperti suara bersiul).
Batuk malam juga dapat disertai dengan gejala lain yang berhubungan dengan sistem tubuh lain, seperti:
  • Bersendawa
  • Perasaan terbakar di dada atau tenggorokan (akibat refluks asam lambung)
  • Nyeri atau rasa tertekan pada dada
  • Demam dan menggigil
  • Gejala flu (lemah, demam, sakit tenggorokan, ingusan, dan sakit kepala)
  • Suara serak
  • Masalah pencernaan
  • Berkeringat di malam hari
  • Hidung meler.
Pada beberapa kasus, batuk malam bisa jadi merupakan gejala dari suatu kondisi yang mengancam jiwa yang harus segera mendapatkan perawatan medis. Segeralah ke gawat darurat rumah sakit jika batuk malam disertai dengan gejala-gejala berikut::
  • Dada terasa nyeri, sesak, tertekan dan palpitasi (denyut jantung cepat dan tidak teratur)
  • Demam tinggi (lebih tinggi 38 derajat celcius)
  • Gangguan bernapas, seperti sesak napas, mengi, tidak bernapas, dan tersedak.
Penyebab batuk malam

Batuk malam adalah keluarnya udara dari paru-paru dengan cepat yang utamanya terjadi di malam hari. Penyebab batuk malam yang paling umum adalah reaksi alergi. Reaksi alergi dapat disebabkan oleh serbuk sari, bulu binatang, makanan, atau obat-obatan. Infeksi, seperti infuenza dan bronkitis akut, yang menyebabkan radang pada paru-paru, tengorokan dan sinus juga menjadi penyebab umum dari batuk malam.

Suatu kondisi yang disebut dengan croup adalah radang tenggorokan akibat virus yang menyebabkan batuk malam pada anak-anak. Bronkitis kronis yang terkait dengan kebiasaan merokok merupakan penyebab umum batuk malam pada orang dewasa. Pada kasus yang berat, batuk malam dapat disebabkan oleh kondisi jantung seperti gagal jantung kongestif atau edema paru.

Batuk malam karena alergi
Batuk malam mungkin disebabkan karena  reaksi alergi, seperti:
  • Asma (termasuk alergi tungau)
  • Alergi makanan (reaksi alergi terhadap makanan tertentu)
  • Hay fever atau reaksi alergi terhadap bulu binatang, debu, kosmetik, atau serbuk sari.
Batuk malam karena radang
Batuk malam dapat disebabkan oleh peradangan, seperti:
  • Bronkitis akut
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK, termasuk emfisema dan bronkitis kronis)
  • Croup
  • Influenza
  • Pleuritis (radang selaput paru-paru)
  • Pneumonia
  • Post-nasal drip (akumulasi lendir di belakang hidung dan tenggorokan) akibat sinusitis atau infeksi saluran pernapasan atas, seperti influenza
  • Tuberkolosis (TBC).
Penyebab lain batuk malam
Batuk malam juga dapat disebabkan oleh penyebab lain, seperti:
  • Iritasi pada saluran pernapasan
  • Gastroesophageal reflux disease/GERD (asam lambung naik ke kerongkongan)
  • Kanker paru-paru
  • Edema paru (cairan pada paru-paru).
Penyebab batuk malam yang mengancam jiwa
Dalam beberapa kasus, batuk malam bisa jadi merupakan gejala dari kondisi serius atau mengancam jiwa yang harus segera mendapatkan perawatan darurat. Kondisi-kondisi ini, seperti::
  • Gagal jantung kongestif (menurunnya kemampuan jantung dalam memompa darah)
  • Kanker paru-paru
  • Edema paru.
Komplikasi potensial batuk malam

Karena batuk malam dapat disebabkan oleh penyakit berbahaya, jika tidak mendapatkan pengobatan maka akan menyebabkan komplikasi serius dan kerusakan permanen. Setelah penyebabnya didiagnosis, pasien harus mentaati pengobatan yang diberikan dokter demi mengurangi risiko-risiko komplikasi, seperti:
  • Kesulitan tidur
  • Kantuk berlebih di siang hari
  • Gagal jantung
  • Hipoksia (kadar oksigen dalam darah menurun)
  • Gagal pernapasan
  • Menyebarnya kanker
  • Menyebarnya infeksi


Referensi:
  • Birring SS. Controversies in the evaluation and management of chronic cough. Am J Respir Crit Care Med 2011; 183:708.
  • Cough. MedlinePlus, a service of the National Library of Medicine National Institutes of Health. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/cough.html.
  • Cough. FamilyDoctor.org. http://familydoctor.org/online/famdocen/home/tools/symptom/516.html.
  • Collins RD. Differential Diagnosis in Primary Care, 5th ed. Philadelphia: Lippincott, Williams & Williams, 2012.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.