Tampilkan postingan dengan label Gangguan Pernapasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gangguan Pernapasan. Tampilkan semua postingan

16 Januari 2018

Perbedaan Antara Asma dan Bronkitis

Asma dan bronkitis adalah penyakit peradangan pada paru-paru dimana saluran napas bagian bawah membengkak atau menyempit, yang mengakibatkan kesulitan bernapas. Asma adalah penyakit kronis yang ditandai dengan episode serangan sesak napas berulang.

Bronkitis biasanya merupakan penyakit akut atau jangka pendek, biasanya berlangsung antara satu sampai beberapa minggu, atau juga bisa merupakan penyakit kronis. Pada bronkitis, terjadi iritasi pada selaput lendir yang melapisi saluran napas. Meskipun ada beberapa kesamaan, asma dan bronkitis adalah penyakit yang berbeda dengan strategi pengobatan yang berbeda pula.
Saluran napas normal dan menyempit
Saluran napas normal (kiri) dan saluran napas menyempit (kanan)

Sifat asma dan bronkitis

Bronkitis akut adalah infeksi pada lapisan saluran napas dengan batuk yang berlangsung selama beberapa minggu. Bronkitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Kurang dari 10 persen kasus bronkitis disebabkan oleh infeksi bakteri. Lapisan saluran napas akan kembali normal ketika infeksi telah hilang.

Bronkitis kronis adalah kondisi peradangan yang lebih serius yang terjadi utamanya pada perokok atau mereka yang terpapar paparan polutan udara dalam waktu lama, menyebabkan kerusakan saluran napas secara permanen dan membuat kesulitan bernapas.

Asma adalah penyakit kronis yang menyebabkan radang dan penyempitan saluran napas. Orang dengan asma akan mengalami episode obstruksi atau penyempitan saluran napas berulang, yang memiliki karakteristik reversibel - baik secara spontan atau melalui pengobatan.

Gejala asma dan bronkitis

Gejala asma dan bronkitis serupa namun ada beberapa perbedaan yang khas. Orang dengan asma akan mengalami sesak napas, dada terasa ditekan, dan mengi saat asma menyerang. Bronkitis akut bisa  menyebabkan batuk, dengan atau tanpa dahak. Bronkitis kronis dikaitkan dengan batuk terus menerus yang disertai dengan dahak. Namun, gejala-gejala ini juga dapat merupakan gejala dari kondisi paru-paru lainnya, sehingga masih belum cukup spesifik untuk membuat diagnosis. Saat gejala memburuk, baik asma ataupun bronkitis dapat mengancam jiwa.

Diagnosis

Bronkitis akut umumnya didiagnosis dengan onset batuk mendadak yang bukan disebabkan oleh serangan flu, asma, atau penyakit pernapasan yang lebih serius seperti, pneumonia. Diagnosis biasanya didasarkan pada riwayat kesehatan, gejala, dan pemeriksaan fisik.

Bronkitis kronis didefinisikan sebagai bronkitis dengan batuk yang disertai dahak yang berlangsung minimal 3 bulan selama 2 tahun berturut-turut. Selain riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik, tes yang digunakan untuk mendiagnosis bronkitis kronis termasuk tes fungsi paru untuk memeriksa aliran udara di paru-paru dan rontgen dada.

Diagnosis asma lebih rumit, yang memerlukan tes untuk memeriksa penyumbatan jalan napas dan kemampuan untuk mengembuskan napas dalam kondisi uji yang berbeda. Tes akan diulang setelah menggunakan obat (biasanya inhalasi) untuk membuka saluran napas untuk menentukan reversibilitas penyumbatan aliran napas.

Pengobatan

Bronkitis akut biasanya akan hilang dengan sendirinya. Karena kebanyakan kasus bronkitis akut disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak diperlukan. Dalam kasus yang jarang terjadi, bronkodilator - obat-obat inhalasi yang dapat membuka saluran napas - dapat diresepkan jika batuk juga disertai dengan mengi.

Pengobatan untuk bronkitis kronis biasanya mencakup beberapa strategi, termasuk vaksinasi untuk influenza dan pneumonia dan penggunaan steroid untuk mengurangi peradangan, dan pengobatan dengan antibiotik. Pengobatan lain yang dapat membantu termasuk penggunaan bronkodilator untuk melebarkan saluran napas atau obat untuk membantu membersihkan produksi lendir yang berlebih.

Pengobatan asma berfokus pada dua strategi. Mengurangi frekuensi serangan dan menurunkan tingkat keparahan serangan yang dilakukan dengan membatasi pemaparan dengan pemicu dan menggunakan obat-abat asma untuk mengobati serangan mendadak. Mengontrol peradangan yang menyebabkannya dan penyempitan saluran napas adalah tujuan lain pengobatan asma. Kortikosteroid inhalasi biasanya diresepkan untuk mengatasi peradangan jangka panjang. Leukotriene modifier dan teofilin adalah obat untuk kontrol jangka panjang lainnya.

Article Resources
  • https://www.livestrong.com/article/220387-differences-between-asthma-bronchitis/

15 November 2017

Cara Mencegah Penularan Penyakit Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis atau TBC adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri Mycobacterium tuberculosis paling suka berkembang biak di bagian tubuh yang kaya akan darah dan oksigen. Itulah sebabnya mengapa tuberkulosis paling sering menyerang paru-paru, yang disebut sebagai TBC paru. TBC juga dapat menyerang area tubuh lain.

TBC mudah ditularkan melalui udara yang keluar dari mulut atau hidung penderita TBC ketika berbicara, bersin, tertawa, bernyanyi, atau batuk. Partikel udara kemudian terhirup dan masuk ke paru-paru orang yang terpapar, di sanalah bakteri TBC akan berkembang biak.

Penularan TBC

Mencegah Penularan Tuberkulosis

TBC adalah penyakit yang sangat menular. Badan Kesehatan Dunia WHO memperkirakan bahwa sepertiga dari populasi dunia telah terinfeksi bakteri yang menyebabkan TBC.

Pencegahan TBC terdiri dari dua poin utama. Poin pertama pencegahan TBC adalah menghentikan penularan TBC dari orang ke orang. Poin kedua pencegahan TBC adalah mencegah TBC yang diderita penderita TBC agar tidak menjadi menjadi TBC yang aktif dan menular.

Untuk mencegah TBC, lakukan hal berikut ini:
  • Hindari berada di satu ruangan tertutup/pengap bersama dengan penderita TBC sampai penderita diobati setidaknya sudah selama 2 minggu.
  • Jika Anda bekerja di fasilitas kesehatan yang merawat penderita TBC, gunakan alat pelindung, seperti masker, dan taati prosedur pengendalian infeksi.
  • Jaga kondisi kesehatan dengan pola hidup sehat, dengan mengonsumsi menu seimbang dan berolahraga. Jika kekebalan tubuh lemah, maka bakteri TBC akan mudah masuk dan berkembang biak.

Untuk meminimalisir penularan penyakit TBC di rumah, dimana di dalamnya ada anggota keluarga yang terkena TBC yang menular, tindakan berikut perlu dilakukan:
  • Rumah harus memiliki ventilasi yang memadai.
  • Penderita TBC sebaiknya tidur terpisah dari orang lain di kamar yang memiliki ventilasi memadai.
  • Ketika penderita TBC batuk atau bersin, mulut dan hidung harus ditutup.

Ketika batuk atau bersin, penderita TBC harus menutup hidung dan mulutnya untuk mencegah penularan. Bisa dilakukan dengan tisue, jika tidak ada, batuk dan bersin ke tangan atau siku atas, tapi jangan batuk ke tangan. Mendidik penderita TBC tentang bagaimana penularan TBC merupakan poin penting dalam mencegah TBC.

Dulu, penderita TBC "diusir" dari rumah dan ditempatkan di ruang isolasi di sanatorium. Ini menjadi cara utama untuk mengurangi penularan TBC. Namun kebiasaan ini kemudian berubah setelah penelitian menunjukkan bahwa jika penderita TBC tinggal serumah, dan penderita TBC tersebut telah dirawat dengan obat-obatan TBC, maka tidak meningkatkan risiko penularan TBC di dalam rumah.

Bergunakah vaksin BCG?

Vaksin BCG (bacille Calmette-Guerin) untuk TBC merupakan salah satu vaksin yang paling banyak digunakan saat ini, menjangkau lebih dari 80% bayi baru lahir di negara-negara dengan program imunisasi wajib nasional.

Vaksin BCG pertama kali dikembangkan pada tahun 1920-an, dan telah terbukti memberikan perlindungan yang sangat baik pada anak-anak terhadap penyakit TBC. Namun vaksin ini tidak lagi efektif jika diberikan pada orang dewasa. Vaksin TBC juga sering menyebabkan orang dewasa yang divaksinasi memiliki hasil positif ketika dilakukan tes kulit TBC

Article Resources
  • Webmd. Tuberculosis (TB) - Prevention. https://www.webmd.com/lung/tc/tuberculosis-tb-prevention
  • Tbfacts. TB Prevention – Vaccine, drug treatment, isolation. https://www.tbfacts.org/tb-prevention/
  • CDC - U.S. Department of Health & Human Services. Tuberculosis Facts. https://www.cdc.gov/tb/publications/factseries/prevention_eng.htm

09 Januari 2015

Alergen dan Penyakit Asma

Saluran napas normal dan saat terserang asma

Penderita asma umumnya sensitif terhadap pemicu di sekitar lingkungan mereka. Pemicu-pemicu ini akan menyebabkan peradangan (bengkak dan merah) di saluran napas dan memperparah kondisi asma.

Suatu kecenderungan genetika dalam mengembangkan penyakit alergi disebut dengan atopi. Banyak penderita asma yang termasuk dalam golongan ini (atopik) dan cenderung untuk mengembangkan penyakit alergi, seperti demam, eksim dan syok anafilaksis. Pada orang yang atopik, alergen dapat menjadi faktor pemicu utama yang dapat memperparah kondisi asmanya.

Ketika penderita asma alergi terkena alergen, maka asma mereka akan semakin parah. Gejalanya tergantung dari jenis alergennya dan dimana ia bersarang atau masuk ke tubuh.

Reaksi alergi lainnya yang mungkin terjadi akibat terpapar alergen, antara lain:
  • Rhinitis alergi - bersin, pilek, hidung buntu, mata dan tenggorokan gatal
  • Eksim - kulit kering, merah dan gatal
  • Ruam kulit - urtikaria/kaligata
  • Syok anafilaksis - suatu reaksi alergi berbahaya yang mengancam jiwa.

Jenis pemicu asma

Ada dua jenis pemicu asma: alergi (alergen) dan non-alergi

Alergen pemicu asma

Alergen adalah zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya bagi orang lain. Jika seseorang alergi terhadap sesuatu, maka memakannya, menghirupnya atau bahkan menyentuhnya dapat menimbulkan reaksi alergi dan gejala serangan asma.

Di dalam debu, banyak sekali terdapat alergen. Partikel-partikel debu mengambang di udara sekitar yang Anda hirup dalam waktu yang lama. Tergantung dimana lokasi seseorang berada (kota, desa, rumah, kantor) dan waktu (pagi, sore, musim hujan, musim kemarau), partikel debu dapat membawa alergen, seperti:
  • Tungau
  • Anasir-anasir serangga
  • Serbuk sari
  • Partikel kulit binatang, sisik, dan bulu
  • Debu makanan. 

Jenis pemicu asma lainnya

Bukan hanya jenis alergen yang dapat memicu serangan asma, pemicu lainnya dapat berupa:
  • Virus saluran pernapasan (misalnya flu)
  • Beberapa jenis obat
  • Asap rokok
  • Parfum
  • Bahan kimia
  • Udara kering atau udara dingin
  • Olahraga atau aktivitas fisik
  • Asap pembakaran
  • Cat
  • Gas. 

Salah satu pemicu serangan asma yang paling sering adalah karena olahraga atau aktivitas fisik. Namun penderita asma tidak boleh menghindari pemicu yang satu ini, sebab olahraga merupakan bagian penting dari gaya hidup yang sehat.

Tes alergi asma

Tes alergi dapat menentukan jenis alergen apa yang dapat memicu asma seseorang. Dokter akan mengoleskan sejumlah kecil alergen yang berbeda, seperti ekstrak serbuk sari di sepanjang lengan seseorang. Lalu dilakukan sedikit penusukan pada kulit. Jika kulit membengkak atau bilur, maka seseorang itu alergi terhadap zat tersebut. Selain tes ini, juga dapat dilakukan tes darah.

Tes seperti ini hanya boleh dilakukan di bawah pengawasan seorang dokter. Sayangnya, tes kulit dan tes darah ini tidak secara konklusif menentukan pemicu asma. Hanya karena kulit dan darah bereaksi terhadap alergen, bukan berarti paru-paru Anda juga akan mengalami hal serupa.

08 Januari 2015

Hubungan Makanan dan Penyakit Asma

Asma

Meskipun cukup jarang terjadi, alergi makanan dapat memicu serangan asma. Makanan yang dapat menjadi pemicu serangan asma, antara lain: produk olahan susu, telur, kacang-kacangan, bahan kimia sulfit dan bahan pengawet lainnya, monosodium glutamat (MSG), pewarna makanan dan royal jelly.

Alergi adalah suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh seseorang bereaksi berlebihan terhadap suatu zat yang biasanya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang. Zat-zat ini kemudian dikenal sebagai alergen.

Terpapar atau menelan zat alergen dapat menyebabkan iritasi atau pembengkakan di beberapa area tubuh, seperti hidung, mata, kulit, saluran napas hingga paru-paru.

Reaksi alergi makanan yang paling parah adalah syok anafilaksis, suatu kondisi yang berakibat fatal yang mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.

Gejala alergi makanan

Reaksi alergi akibat makanan dapat bersifat ringan, sedang atau berat. Beberapa gejalanya antara lain:
  • ruam kulit (urtikaria/kaligata)
  • gatal-gatal
  • mual
  • muntah
  • diare
  • rasa gatal, panas, dan bengkak di sekitar mulut
  • mengi dan sesak napas.

Syok anafilaksis berpotensi fatal

Syok anafilaksis atau anafilaktik adalah reaksi alergi ekstrem yang dapat berakibat fatal jika tidak segera mendapatkan perawatan medis. Suntikan adrenalin akan menyelamatkan korban syok anafilaksis dari cedera permanen dan kematian. Gejala syok anafilaksis dapat muncul seketika (dalam hitungan lima sampai 15 menit) dan akan terus memburuk.

Beberapa gejala syok anafilaksis, antara lain:
  • telapak tangan dan telapak kaki gatal
  • merasa panas dan kesemutan
  • rerasaan aneh pada mulut
  • wajah membengkak
  • pusing
  • kesulitan bernapas seperti tersedak
  • pingsan.

Makanan yang berisiko tinggi menyebabkan reaksi alergi

Beberapa jenis makanan dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang-orang yang sensitif, antara lain:
  • produk olahan susu
  • telur
  • kacang tanah
  • royal jelly
  • makanan laut
  • makanan olahan kedelai
  • gandum. 

Bahan kimia makanan yang dapat menyebabkan alergi

Intoleransi tubuh terhadap bahan kimia tergantung dari seberapa besar dosis bahan kimia yang dikonsumsi, artinya gejalanya akan lebih parah jika banyak bahan kimia yang tertelan. Beberapa jenis bahan kimia yang dikenal dapat memicu serangan asma pada orang yang rentan, antara lain:
  • Sulfit - seperti sulfur dioksida dan natrium metabisulfit. Zat aditif ini sering digunakan dalam makanan olahan sebagai pengawet. Sulfit seringkali ditemukan pada wine (minuman anggur), jus buah, ikan kaleng dan buah kering.
  • Pewarna makanan - seperti tartrazine. Pewarna makanan sangat jarang memicu serangan asma. Secara umum, jika seorang pengidap asma bereaksi terhadap satu jenis pewarna makanan, maka mereka harus menghindari setiap makanan yang mengandung zat pewarna kimia.
  • Monosodium glutamat (MSG) - ini adalah bahan kimia yang sering digunakan sebagai penyedap rasa, saus, dan kecap. MSG dapat memicu serangan asma pada orang yang sensitif.
  • Salisilat - salisilat juga banyak terdapat dalam makanan, termasuk kopi instant, kecap, saus tomat. Obat aspirin (asam asetilsalisilat) juga termasuk salisilat. Obat anti inflamasi non steroid (NSAID) juga dapat memicu serangan berbahaya pada orang yang sensitif terhadap aspirin. Sekitar 5 sampai 10 persen penderita asma sensitif terhadap salisilat. 

Mengidentifikasi makanan yang menjadi pemicu

Penting untuk mengidentifikasi makanan atau bahan kimia yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Untuk mengidentifikasinya, jangan melakukannya sendiri, mintalah bantuan kepada dokter, karena bisa saja Anda salah "mempantangi" suatu makanan padahal makanan tersebut baik bagi Anda atau tidak menyebabkan reaksi alergi. Sebagai contoh: sebagian penderita asma menghindari minum susu karena dianggap dapat menyebabkan produksi lendir berlebihan di saluran napas, padahal hal ini tidak benar.

Membaca label pada setiap produk makanan

Beberapa nomor aditif makanan yang perlu diingat, antara lain:
  • Sulfit - 220-228
  • Tartrazine - 102
  • Pewarna makanan - 107, 110, 122-129, 132, 133, 142, 151, 155
  • Monosodium glutamat - 620-625. 

Tidak ada diet khusus untuk penderita asma

Hanya sebagian kecil penderita asma yang alergi atau intoleransi terhadap makanan yang dapat memicu serangan asma. Penting untuk diingat bahwa hingga kini belum ditemukan makanan apa yang dapat menyebabkan atau mencegah asma, yang ada hanyalah makanan yang berpotensi memicu serangan asma.

Sama seperti orang lain, penderita asma sebaiknya tetap diet sehat dan seimbang, yang terdiri dari banyak asupan makanan segar.

31 Desember 2014

Mitos dan Fakta Obat Steroid untuk Asma

Menggunakan inhaler steroid

Asma adalah penyakit yang sangat menyebalkan dan membuat kehidupan sehari-hari menjadi sulit. Seiring perkembangannya, asma yang tidak ditangani dengan baik akan berdampak pada kerusakan paru-paru dan saluran napas. Kerusakan pada organ pernapasan ini akan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih buruk lagi. Sejatinya setiap penderita asma harus mendapatkan perawatan asma yang tepat demi mencegah komplikasi serius yang tidak diinginkan.

Apa saja jenis obat asma?

Secara garis besar, ada dua jenis obat asma, yaitu:
  • Obat pengendali asma
  • Obat serangan asma. 

Obat-obat pengendali asma akan mencegah serangan asma. Obat-obat ini berfungsi mencegah serangan asma sebelum terjadi. Selain mengendalikan asma, obat-obat ini juga akan mengurangi peradangan pada paru-paru. Dan sesuai dengan cara kerjanya, obat pengendali semacam ini tidak digunakan untuk mengatasi serangan asma, melainkan hanya mencegahnya. Hal ini karena cara kerjanya yang terbilang lambat.

Ketika serangan asma terjadi, seseorang akan membutuhkan obat asma yang memiliki reaksi cepat, yaitu obat untuk serangan asma. Obat serangan asma ini akan dengan cepat membuka kembali saluran napas ketika serangan asma terjadi. Karena obat ini bukan termasuk pengendali asma, jadi tidak disarankan untuk digunakan secara rutin.

Fakta-fakta mengenai obat steroid pengendali asma

Salah satu metode terbaik untuk mengendalikan asma adalah dengan menggunakan obat pengendali asma yang mengandung kortikosteroid (steroid). Tetapi banyak orang yang khawatir menggunakan obat steroid untuk asma karena berbagai mitos yang berkembang di masyarakat.

Jika Anda atau anak Anda menggunakan inhaler steroid, maka fakta-fakta di bawah ini akan menambah pengetahuan Anda.

Mitos dan fakta obat steroid untuk asma

Mitos Fakta tentang obat steroid asma
"Meskipun cara penggunaannya berbeda, efek samping steroid tetap sama" Steroid yang dihirup dalam hal pengobatan untuk asma hanya berdampak langsung pada gangguan di paru-paru, meskipun ada sebagian kecil yang diserap. Sangat berbeda dengan jenis steroid yang disuntikkan atau dikonsumsi secara oral, obat ini akan menyebar ke seluruh tubuh dan lebih berisiko.
"Otot dan rambut akan tumbuh karena menggunakan inhaler steroid" Steroid yang digunakan dalam pengobatan asma berbeda dengan steroid yang digunakan untuk membentuk otot atau menumbuhkan rambut. Dan karena inhaler steroid hanya dihirup, maka efeknya hanya berkisar antara paru-paru atau di lokasi yang dibutuhkan saja.
"Menggunakan inhaler steroid akan menghambat pertumbuhan anak-anak" Tidak dipungkiri, ada kemungkinan perlambatan pertumbuhan pada anak yang menggunakan inhaler steroid secara rutin. Namun perlu diketahui bahwa efek samping ini cukup jarang, dan jikapun terjadi maka perbedaan ketinggiannya sangatlah kecil.
"Pengendali asma terbaik adalah inhaler" Faktanya sebagian besar penderita asma dapat mengendalikan asmanya dengan baik dengan menggunakan obat-obat steroid.

Image Credit
  • www.ctvnews.ca

28 November 2014

Penyebab dan Komplikasi Batuk malam

Batuk malam

Batuk malam adalah batuk yang terjadi di malam hari, biasanya ketika berbaring (batuk postural). Secara fisiologis, batuk adalah pengeluaran udara dengan cepat dari paru-paru yang terjadi secara refleks untuk menjaga agar saluran napas tetap normal. Batuk malam bisa jadi merupakan gejala dari suatu kondisi pada paru-paru, tenggorokan atau kondisi biasa lainnya, seperti influenza.

Radang paru-paru atau tenggorokan, yang mungkin diakibatkan karena merokok atau influenza, merupakan penyebab batuk malam yang paling umum. Kondisi saluran napas dan paru-paru para perokok biasanya menghasilkan lendir berlebih secara terus menerus, di sinilah gerak refleks batuk terjadi untuk membersihkannya. Jika memang disebabkan karena merokok, biasanya batuk malam akan langsung sembuh ketika berhenti merokok.

Batuk malam juga bisa menjadi pertanda adanya infeksi serius pada paru-paru, saluran napas, atau tenggorokan. Batuk malam juga bisa merupakan gejala gagal jantung kongestif apabila disertai dengan lendir merah muda berbusa di mulut, sesak napas berat, mengi, dan denyut jantung yang cepat. Dan yang lebih serius, batuk malam juga bisa menandakan adanya kanker paru-paru, terutama jika disertai dengan hemoptisis (batuk darah).

Tergantung dari penyebabnya, batuk malam dapat terjadi pada saat Anda berbaring, atau saat duduk, dan dapat disertai dengan sputum (dahak), bersin, sesak napas, mengi, atau isi lambung yang bergerak naik ke mulut.

Pada beberapa kasus yang jarang, batuk malam bisa menjadi gejala dari adanya kondisi yang mengancam jiwa, seperti gagal jantung kongestif, edema paru, atau infeksi pernapasan berat. Jika Anda batuk malam yang disertai dengan gejala-gejala serius, seperti nyeri dada, demam tinggi (lebih dari 38 derajat celcius), atau gangguan napas yang berat, segeralah ke gawat darurat rumah sakit.

Gejala batuk malam

Batuk malam dapat disertai dengan gejala lain, yang bervariasi tergantung dari penyebabnya. Batuk malam dapat disertai dengan gejala lain yang mempengaruhi sistem pernapasan, seperti:
  • Batuk darah (hemoptisis)
  • Batuk yang disertai keluarnya cairan/dahak yang berwarna bening, kuning, coklat muda, atau hijau
  • Kesulitan bernapas
  • Napas cepat (takipnea) atau sesak napas
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung buntu
  • Mengi (napas seperti suara bersiul).

Batuk malam juga dapat disertai dengan gejala lain yang berhubungan dengan sistem tubuh lain, seperti:
  • Bersendawa
  • Perasaan terbakar di dada atau tenggorokan (akibat refluks asam lambung)
  • Nyeri atau rasa tertekan pada dada
  • Demam dan menggigil
  • Gejala flu (lemah, demam, sakit tenggorokan, ingusan, dan sakit kepala)
  • Suara serak
  • Gangguan pencernaan
  • Berkeringat di malam hari
  • Hidung meler.

Pada beberapa kasus, batuk malam bisa jadi merupakan gejala dari suatu kondisi yang mengancam jiwa yang harus segera mendapatkan perawatan medis. Segeralah ke gawat darurat rumah sakit jika batuk malam disertai dengan gejala-gejala berikut:
  • Dada terasa nyeri, sesak, tertekan dan palpitasi (denyut jantung cepat dan tidak teratur)
  • Demam tinggi (lebih tinggi 38 derajat celcius)
  • Gangguan bernapas, seperti sesak napas, mengi, tidak bernapas, dan tersedak.

Penyebab batuk malam

Batuk malam adalah keluarnya udara dari paru-paru dengan cepat yang utamanya terjadi di malam hari. Penyebab batuk malam yang paling umum adalah reaksi alergi. Reaksi alergi dapat disebabkan oleh serbuk sari, bulu binatang, makanan, atau obat-obatan. Infeksi, seperti influenza dan bronkitis akut, yang menyebabkan radang pada paru-paru, tenggorokan dan sinus juga menjadi penyebab umum dari batuk malam.

Suatu kondisi yang disebut dengan croup adalah radang tenggorokan akibat virus yang menyebabkan batuk malam pada anak-anak. Bronkitis kronis yang terkait dengan kebiasaan merokok merupakan penyebab umum batuk malam pada orang dewasa. Pada kasus yang berat, batuk malam dapat disebabkan oleh kondisi jantung seperti gagal jantung kongestif atau edema paru.

Batuk malam karena alergi

Batuk malam mungkin disebabkan karena reaksi alergi, seperti:
  • Asma (termasuk alergi tungau)
  • Alergi makanan (reaksi alergi terhadap makanan tertentu)
  • Hay fever atau reaksi alergi terhadap bulu binatang, debu, kosmetik, atau serbuk sari.

Batuk malam karena radang

Batuk malam dapat disebabkan oleh peradangan, seperti:
  • Bronkitis akut
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK, termasuk emfisema dan bronkitis kronis)
  • Croup
  • Influenza
  • Pleuritis (radang selaput paru-paru)
  • Pneumonia
  • Post-nasal drip (akumulasi lendir di belakang hidung dan tenggorokan) akibat sinusitis atau infeksi saluran pernapasan atas, seperti influenza
  • Tuberkolosis (TBC).

Penyebab lain batuk malam

Batuk malam juga dapat disebabkan oleh penyebab lain, seperti:
  • Iritasi pada saluran pernapasan
  • Gastroesophageal reflux disease/GERD (asam lambung naik ke kerongkongan)
  • Kanker paru-paru
  • Edema paru (cairan pada paru-paru).

Penyebab batuk malam yang mengancam jiwa

Dalam beberapa kasus, batuk malam bisa jadi merupakan gejala dari kondisi serius atau mengancam jiwa yang harus segera mendapatkan perawatan darurat. Kondisi-kondisi ini, seperti:
  • Gagal jantung kongestif (menurunnya kemampuan jantung dalam memompa darah)
  • Kanker paru-paru
  • Edema paru.

Komplikasi potensial batuk malam

Karena batuk malam dapat disebabkan oleh penyakit berbahaya, jika tidak mendapatkan pengobatan maka akan menyebabkan komplikasi serius dan kerusakan permanen. Setelah penyebabnya didiagnosis, pasien harus mentaati pengobatan yang diberikan dokter demi mengurangi risiko-risiko komplikasi, seperti:
  • Kesulitan tidur
  • Kantuk berlebih di siang hari
  • Gagal jantung
  • Hipoksia (kadar oksigen dalam darah menurun)
  • Gagal pernapasan
  • Menyebarnya kanker
  • Menyebarnya infeksi
Article Resources
  • Birring SS. Controversies in the evaluation and management of chronic cough. Am J Respir Crit Care Med 2011; 183:708.
  • Cough. MedlinePlus, a service of the National Library of Medicine National Institutes of Health. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/cough.html.
  • Cough. FamilyDoctor.org. http://familydoctor.org/online/famdocen/home/tools/symptom/516.html.
  • Collins RD. Differential Diagnosis in Primary Care, 5th ed. Philadelphia: Lippincott, Williams & Williams, 2012.

11 November 2014

Mengatasi Asma Pada Anak-anak

Saluran napas saat serangan asma

Asma adalah penyakit peradangan kronis dari paru-paru dan saluran napas, yaitu saluran yang membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru. Jika terserang asma, terjadi iritasi dan pembengkakan pada saluran napasnya, alhasil kemampuan anak untuk bernapas menjadi terganggu.

Pada sebagian anak, paparan alergen seperti tungau, debu, kecoa, jamur, serbuk sari, atau bulu binatang dapat menjadi pemicu atau memperparah serangan asma. Sedangkan sebagian lainnya dipicu oleh udara yang dingin, infeksi virus (seperti flu), asap rokok atau polusi udara.

Dengan pengobatan dan tindak lanjut medis yang tepat, anak yang memiliki asma umumnya akan baik-baik saja.

Apa yang terjadi saat serangan asma akut?

Jika seorang anak terkena serangan asma akut, lapisan saluran napasnya akan meradang dan memproduksi banyak lendir. Otot-otot di sekitar saluran napasnya akan mengejang yang mengakibatkan saluran napasnya menyempit. Akibatnya, anak akan bernapas lebih cepat, batuk atau mengi (mirip suara siulan kecil) sebagaimana udara pernapasan yang dipaksa melewati saluran napas yang sempit. Selain itu, hidung anak biasanya mengembang atau kulit di sekitar tulang rusuknya (di bawah leher) terlihat cekung setiap kali ia bernapas.

Pengobatan asma pada anak-anak

Jika seorang anak memiliki asma, teruslah berkomunikasi dengan dokter agar strategi pengobatan dan pencegahan terhadap serangan asma dapat ditentukan dengan tepat. Yang pertama-tama harus orangtua lakukan adalah mencari tahu pemicu serangan asma pada anak dan selanjutnya jauhkan anak dari pemicu-pemicu tersebut. Ingatlah, ada anak yang hanya terserang asma ketika mereka merasakan dingin, sementara anak lainnya terkena serangan asma saat mereka kontak dengan alergen atau iritan seperti asap rokok.

Menghentikan serangan asma

Dokter biasanya akan meresepkan satu atau beberapa jenis obat untuk anak-anak. Obat yang kita dikenal sebagai inhaler umum diresepkan dokter untuk menghentikan serangan asma anak-anak dengan cepat. Dalam meringankan kejang pada saluran napas, inhaler bekerja lebih cepat dibandingkan obat oral, yang membuat napas anak menjadi lebih mudah. Obat yang bekerja cepat ini, seperti albuterol, dapat diberikan melalui mesin nebulizer atau metered-dose inhaler (MDI).

Nebulizer adalah mesin bertenaga listirk atau baterai yang berfungsi mengubah obat cair menjadi kabut/embun untuk dihirup anak melalui masker. Perawatan dengan nebulizer umumnya memakan waktu sekitar 10 menit.

Sedangkan MDI adalah aerosol kecil yang dapat dimasukkan ke dalam tabung panjang yang disebut holding chamber atau spacer, yang pada ujungnya terdapat masker atau moncong/corong khusus. Albuterol disemprotkan ke dalam holding chamber dan terhirup oleh anak saat ia bernapas melalui masker atau corong. Perawatan yang satu ini dapat diterapkan dalam waktu kurang dari satu menit.

Mengenai pilihan apakah seorang anak akan menggunakan nebulizer atau MDI, dokter akan menilainya berdasarkan kondisi asmanya dan mana metode yang paling nyaman untuknya. Tapi pada dasarnya kedua metode tersebut sama-sama efektif dalam menghentikan serangan asma pada anak-anak.

Mencegah serangan asma

Ada beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk mencegah serangan asma. Seperti steroid inhalasi, yang akan membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan dan mencegah mengi pada anak. Anak dapat diberikan obat steroid inhalasi setiap hari baik dengan menggunakan nebulizer ataupun MDI, namun hal ini tergantung dari steroid apa yang diresepkan dokter.

Adapula obat lain untuk anak-anak berusia 4 tahun dengan asma sedang atau parah yang sulit dikendalikan. Obat ini dapat berupa kombinasi steroid inhalasi dan LABA (long-acting beta agonist).

Obat non-steroid kunyah yang disebut dengan leukotriene antagonist dapat dijadikan opsi lain untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan pada saluran napas anak.

Selain itu, pastikan juga guru, pengasuh atau orang-orang yang sering berinteraksi lama dengan anak agar mengetahui kondisi asmanya dan tahu apa yang harus dilakukan ketika ia terserang asma.

Dapatkah asma dicegah?

Belum ditemukan metode efektif untuk mencegah asma pada anak-anak. Anak juga tidak dapat diprediksi akan memiliki asma hingga ia menunjukkan gejala-gejala persisten, seperti mengi, dan batuk yang terus menerus. Namun, orangtua dapat meminimalisir tingkat keparahan asma anak dengan melakukan hal-hal berikut:
  • Jauhkan anak dari paparan debu. Ada perlunya membungkus kasur anak dengan sprei anti air dan hindari penggunaan karpet (ambal) di kamarnya.
  • Jauhkan anak dari asap rokok. Secara teknis, asap rokok memang tidak dianggap sebagai alergen, tapi dapat mengiritasi paru-paru.
  • Batasi eksposur dengan polusi udara. Polutan seperti ozon dapat mengiritasi paru-paru dan menyebabkan masalah pernapasan pada orang yang memiliki saluran napas sensitif. Saat kualitas udara buruk, sebaiknya jaga anak agar tetap di dalam rumah.
  • Batasi kontak dengan binatang peliharaan. Jika anak diketahui alergi pada suatu binatang peliharaan, tentu saja orangtua harus menjauhkan binatang tersebut darinya. Namun, alangkah baiknya agar anak yang memiliki asma menghindari kontak dengan seluruh binatang-binatang, terutama binatang yang memiliki rambut (kucing, anjing, hamster dll) atau bulu (burung, ayam dll).
  • Bersihkan jamur dirumah. Pastikan membuka jendela pada saat memasak, dan kamar mandi juga harus memiliki ventilasi yang cukup. AC atau dehumidifier dapat digunakan untuk menjaga tingkat kelembaban udara. Perbaiki bocor-bocor dirumah yang dapat menyebabkan jamur tumbuh di dinding atau lantai, dan bersihkan permukaan rumah yang berjamur dengan menggunakan sabun dan air. Pastikan juga pakaian atau permukaan rumah yang basah atau lembab dikeringkan sesegera mungkin untuk mencegah pertumbuhan jamur. 

Dapatkah anak-anak sembuh dari asma?

Belum ditemukan obat atau metode untuk mengobati asma. Metode atau obat-obatan yang ada lebih ditujukan untuk mencegah atau menghentikan serangan asma. Secara umum, asma dianggap sebagai kondisi seumur hidup, meskipun frekuensi dan tingkat keparahannya dapat meningkat atau menurun seiring pertumbuhan anak.

Jika tidak diobati atau terlambat mendapatkan perawatan, serangan asma dapat mematikan. Segera beri anak dengan obat (yang diresepkan dokter) setiap kali ia terserang asma. Dengan tindak lanjut dan pengobatan yang tepat, anak dengan asma dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat.

20 September 2014

Bahaya Asbes Bagi Kesehatan

Asbes
Asbes adalah mineral silikat alami yang tersusun dari serat kecil. Dalam kondisi tertentu, asbes dapat menghasilkan debu yang mengandung serat asbes.

Masuknya serat asbes ke dalam paru-paru melalui pernapasan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti plak pleura, asbestosis, kanker paru-paru dan mesothelioma.

Asbes umum digunakan sebagai bahan baku bangunan karena dinilai tahan api, tahan lama dan sebagai bahan penutup yang efisien (murah). Karena sadar akan pentingnya kesehatan dan bahaya asbes bagi tubuh, di beberapa negara maju di dunia asbes sudah tidak lagi digunakan sebagai bahan bangunan. Namun sayang, di Indonesia, hampir di setiap rumah tangga kita bisa menemukan bahan asbes.

Risiko terpapar asbes

Ketika seratnya terhirup melalui pernapasan, asbes dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan.

Penggunaan asbes sebagai bahan bangunan di rumah umumnya tidak menimbulkan risiko kesehatan kecuali bila asbes tersebut telah rusak (retak atau pecah), sudah berumur atau terguncang atau dilewati aliran udara yang kencang.

Debu yang mengandung serat asbes juga dapat dihasilkan ketika bahan bangunan yang mengandung asbes tersebut ditangani oleh pekerja bangunan, seperti ketika dipaku, dibor, diampelas atau dipotong.

Seringkali juga debu yang tersisa dari hasil pekerjaan ini masih menempel pada bahan asbes tersebut, lalu tertiup angin, atau jatuh ke bawah (jika bahan asbes tersebut dijadikan sebagai plafon atau pengganti genteng) yang akhirnya akan terhirup oleh penghuni rumah.

Terkadang sukar untuk menentukan apakah suatu bahan bangunan mengandung asbes atau tidak, kecuali yang jelas-jelas seperti yang sering kita gunakan sebagai plafon atau pengganti genteng. Satu-satunya cara untuk memastikannya adalah bahan tersebut diperiksa di laboratorium. Jika bahan ini tidak diuji di laboratorium dan tidak diketahui mengandung asbes atau tidak, lebih baik perlakukan bahan tersebut sebagai asbes.

Asbes juga digunakan oleh industri otomotif. Dulu, kampas rem mobil dan kampas kopling mengandung asbes. Lebih baik perlakukan kedua sparepart kendaraan ini sebagai bahan yang mengandung asbes.

Penyakit yang disebabkan oleh asbes

Kebanyakan orang yang terkena penyakit yang berhubungan dengan asbes adalah mereka yang dalam pekerjaannya sering terpapar dengan bahan asbes, yakni pekerja bangunan. Seorang pekerja bangunan juga dapat membawa debu asbes ke rumahnya yaitu melalui pakaian kerjanya yang tidak diganti dan dipakainya hingga sampai ke rumah, membuat keluarganya juga ikut terpapar.

Paparan asbes telah dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti:
  • Plak pleura - penebalan jaringan tisu pada pleura (selaput) dari paru-paru
  • Asbestosis - terbentuknya jaringan tisu progresif di dalam paru-paru
  • Kanker paru-paru - dapat terjadi setelah satu dekade setelah terpapar asbes. Perokok dan pekerja bangunan adalah yang paling berisiko
  • Mesothelioma - jenis kanker yang mempengaruhi pleura. Ini dapat terjadi setelah satu dekade sejak terpapar asbes.

Mencegah terpapar asbes

Ketika menangani asbes atau bahan yang dimungkinkan mengandung asbes, beberapa tindakan pencegahan harus dilakukan. Tindakan pencegahan ini adalah untuk mengurangi risiko seorang pekerja bangunan dari terpapar debu asbes seminimal mungkin.
  • Kenakan pakaian lengkap, topi dan sarung tangan.
  • Selalu bekerja di tempat yang berventilasi.
  • Kenakan masker.
  • Sebelum diolah, sebaiknya basahi permukaan asbes agar debunya tidak berterbangan.
  • Sedapat mungkin hindari penggunaan bor dalam mengolah asbes dan ada baiknya siapkan vacum cleaner untuk menyerap debu asbes.
  • Setelah pekerjaan selesai. Lepas pakaian kerja Anda dan simpan dengan baik, lalu mandilah.
  • Pakaian yang digunakan dalam bekerja tidak boleh dicuci bersama pakaian lain.

18 Mei 2014

Laringitis, Radang Pangkal Tenggorok atau Kotak Suara


Laringitis

Laringitis atau radang pangkal tenggorok sering juga disebut sebagai radang kotak suara atau keparauan.

Umumnya laringitis diderita bersamaan dengan influenza atau infeksi lainnya pada alat-alat pernapasan bagian atas. Laringitis dapat berlangsung singkat (akut) atau lama (kronis).

Penderita laringitis biasanya akan mengeluhkan perubahan suara yang tidak biasa (serak, suara lemah atau kehilangan suara), terasa gatal dan kasar di tenggorokan, sakit tenggorokan, batuk kering, dan seringkali selalu ada dorongan untuk mengeluarkan dahak.

Laringitis sering terjadi ketika penderita mengalami kondisi kesehatan berikut:

Dan beberapa kondisi lain diluar kondisi medis yang bisa menyebabkan laringitis antara lain karena:
  • Menggunakan suara secara berlebihan
  • Merokok
  • Minuman keras
  • Terhirup debu atau uap tertentu. 

Perawatan

Penderita laringitis sebaiknya segera menemui dokter untuk memeriksakan diri, terutama pada anak-anak karena dikhawatirkan ada kondisi berbahaya lain yang mendasarinya.

Rasa nyeri pada kerongkongan dan leher dapat diringankan dengan kompres hangat, lakukan setiap malam sampai peradangan mereda. Dan menghirup uap yang dicampur dengan obat akan sangat membantu penderita laringitis mengatasi gejalanya.

Jika memang ada kondisi penyakit lain yang mendasarinya seperti bronkitis, sinusitis, influenza dll, maka obat-obatan perlu digunakan untuk mengatasinya.

Ada satu bentuk laringitis yang cukup hebat yaitu croup, biasanya menyerang pada anak-anak. Selain gejala-gejala umum laringitis, croup akan menyebabkan si anak kesulitan bernapas.

Perawatan yang bisa dilakukan dirumah untuk coup adalah dengan menghirup uap yang hangat. Lebih baik lagi jika air yang diuapkan (direbus dalam ketel atau dengan alat tertentu) dicampur dengan beberapa tetes eucalyptus (minyak kayu putih) atau menthol.

06 April 2013

Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit TBC

Tuberkulosis atau Tuberculosis / TBC hingga kini masih menjadi penyakit serius yang menjangkiti manusia. Sudah berabad-abad penyakit ini bekerja secara diam-diam untuk membinasakan manusia.

Jutaan manusia telah hidup dalam penderitaan karena pembunuh yang "lambat" namun pasti ini. Bahkan pada zaman modern ini sekalipun, dimana penyakit TBC sudah bisa disembuhkan, masih banyak saja orang yang meninggal karena penyakit ini.

Data yang diperoleh Departemen Kesehatan untuk jumlah penderita TBC, sudah barang tentu bukan data yang pasti, hanya perkiraan. Fenomena penyakit ini ibarat gunung Krakatau, kecil di atas permukaan laut, namun sesungguhnya besar di bawah laut. Laporan WHO tahun 2004 menyatakan bahwa terdapat 8,8 juta kasus baru TBC pada tahun 2002, sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi bakteri TBC dan menurut regional WHO, jumlah terbesar kasus ini terjadi di Asia Tenggara yaitu 33% dari seluruh kasus di dunia.

Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TBC. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Seratus tahun yang lalu, satu dari lima kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh TBC.

Kecuali dengan pemeriksaan yang akurat, kita bisa saja tidak menyadari jika di dalam tubuh kita sudah berkembang biak bakteri-bakteri TBC yang berbahaya ini. Sudah barang tentu tidak akan disadari kecuali bila sudah menunjukkan gejala-gejala yang berarti. Yang cukup menyedihkan, penyakit ini kebanyakan menyerang orang-orang di masa produktif atau pada dewasa muda.

Penyebab TBC

Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis, sejenis bakteri kecil berbentuk tongkat. Begitu kecilnya mereka sehingga ribuan dari bakteri ini dapat hidup bersama di tempat yang hanya seluas ujung jarum. Bakteri-bakteri kecil dan ulet ini dilindungi oleh selaput lilin yang melindunginya dari sistem pertahanan tubuh manusia yang mau membinasakannya.

TBC dapat menyerang bagian tubuh manapun, namun yang paling sering adalah pada paru-paru. Bakteri-bakteri ini dapat hidup selama berbulan-bulan lamanya di tempat yang sejuk dan gelap, terutama jika tempat tersebut lembab. Malah yang lebih buruk lagi, bakteri-bakteri itu dapat bertahan hidup di tempat yang kering cukup lama, namun mereka akan mati bila terkena cahaya matahari atau panas.

Mycobacterium tuberculosis
Mycobacterium tuberculosis
Bakteri-bakteri TBC ini menyebar dari satu penderita TBC ke orang lain melalui batuk dan bersin, dan akhirnya akan terbawa oleh butir-butir debu atau titik-titik air yang beterbangan di udara. Satu kali saja seorang TBC batuk, maka ia telah menyebarkan ribuan bakteri TBC ke udara sehingga orang lain yang menghirup udara ini berkemungkinan akan terjangkiti juga.

Bukan hanya pernapasan dari mulut dan ciuman yang menyebarkan penyakit ini, namun penggunaan alat makan bahkan pakaian yang sama sejak dulu telah menjadi media penyebaran penyakit ini.

Bila bakteri TBC telah masuk ke paru-paru, pertempuran sengit antara sistem pertahanan tubuh dan bakteri TBC segera terjadi. Sel-sel darah putih akan segera mengepung bakteri-bakteri itu, dan menelannya. Namun, karena bakteri TBC terlindungi oleh lapisan lilin, kebanyakan dari bakteri-bakteri itu akan tetap hidup. Lalu sel-sel darah putih yang lebih besar masuk, dan mendirikan suatu "tembok pertahanan" untuk melawan penyerang-penyerang itu. Inilah yang mengakibatkan munculnya tuberkel atau benjolan kecil.

Di dalam tuberkel itu, bakteri TBC mungkin akan hidup berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya. Bisa jadi benjolan itu akan lenyap, dan menimbulkan sebuah lubang. Kumpulan jaringan parut yang cukup besar mungkin akan terbentuk di sekeliling bagian-bagian ini. Ini akan menghalangi aliran darah dan mengganggu fungsi paru-paru. Kalsium dan kapur mungkin juga menumpuk di dalam jaringan -jaringan ini dan juga di dalam kelenjar limfe di sekitarnya sehingga membuat organ-organ itu tidak berfungsi lagi.

Berapa lama pasien seperti itu akan hidup? Ini tergantung dari ketahanan tubuhnya sendiri. Jika daya tahan tubuhnya tinggi, dan bakteri yang menyerang tidak terlalu banyak, ia mungkin akan sembuh dengan cepat. Namun jika daya tahannya rendah karena kurangnya mengonsumsi makanan sehat, bekerja terlalu keras atau karena kebiasaan hidup yang tidak teratur, maka ia akan kalah di pertempuran itu. Hal ini lebih sering terjadi jika seseorang itu hidup dalam lingkungan yang tidak sehat dan banyak berhubungan dengan orang-orang yang menderita TBC.

Makanan dan air yang sudah terkena kotoran mungkin juga menjadi penyebab menyebarnya bakteri TBC. Orang-orang yang meminum susu segar yang belum dimasak bisa jadi juga akan menanggung risiko ini, karena bisa saja ada bakteri TBC di dalamnya. Sekali saja bakteri-bakteri TBC ini menemukan tempat hidup di dalam tubuh, maka akan sukar sekali untuk dikeluarkan. Oleh karena itu, penyakit ini harus dicegah sedapat mungkin.

Tanda-tanda Bahaya TBC

Perasaan lelah yang tiada sebab atau kehilangan semangat ketika melakukan aktivitas sedikit saja, ini menjadi salah satu ciri penyakit TBC. Terus turunnya berat badan juga harus dicurigai, terutama bila ia menderita batuk yang tidak kunjung sembuh, atau mengeluarkan darah. Ini sudah menjadi tanda-tanda bahaya untuk penyakit TBC. Selain itu, nyeri pada bagian dada, berkeringat di malam hari dan demam di waktu sore juga patut diwaspadai, karena ini juga adalah gejala TBC. Kebanyakan penderita TBC juga mengeluh kurangnya nafsu makan.

Diagnosa TBC

Sebuah pemeriksaan sederhana untuk menegakkan diagnosa TBC adalah dengan tes tuberkulin. Dokter akan menyuntikkan sedikit cairan ke dalam kulit seseorang. Jika kulit itu berubah menjadi merah dan meradang, kemungkinan besar seseorang tu mengidap TBC. Namun sebaiknya jangan hanya melakukan tes ini, karena ada TBC yang tersembunyi, setelah dites tuberkulin tidak menunjukkan reaksi apa-apa, padahal sesungguhnya ia sedang mengidap TBC.

Karena itu pemeriksaan dengan X-ray (rontgen) harus dilakukan, bukan hanya untuk memastikan apakah seseorang itu menderita TBC atau tidak, tapi juga untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit-penyakit serius lain seperti jantung dan kanker paru-paru. Beberapa ahli kesehatan menyarankan bahwa setiap orang itu sebaiknya melakukan X-ray dada setiap tahun.

Perawatan TBC

Perawatan yang paling utama adalah istirahat. Maksudnya istirahat yang sempurna jiwa dan raga. Tekanan emosi atau pikiran yang mengganggu cenderung memperlambat proses kesembuhan.

Bakteri-bakteri yang menyerang mungkin saja telah membuat lubang-lubang besar di dalam paru-paru, dan tubuh harus mencari jalan untuk memperbaiki lubang-lubang itu. Jika keadaan TBC sudah hebat, ada baiknya penderita dirawat di rumah sakit agar tindakan pencegahan dapat diambil untuk melindungi masyarakat dan tersebarnya penyakit ini.

Jika penderita TBC tinggal di rumah, ia harus berada di kamar tersendiri dan harus diberi cukup penerangan dan ventilasi.

Udara segar akan sangat membantu proses penyembuhan penyakit TBC. Mungkin akan lebih baik jika penderita TBC itu tidur di serambi rumah, di tempat asri, jauh dari asap dan polusi, namun tentu saja tetap harus menghindari kontak dengan orang lain. Penderita TBC harus diberikan makanan yang seimbang, seperti vitamin-vitamin tambahan seperti vitamin C. Buah-buahan dan sayuran segar juga harus menjadi menu wajib bagi penderita TBC. Semua ini tidak lain adalah untuk mempercepat proses kesembuhan.

Pengobatan TBC

Obat yang digunakan untuk TBC digolongkan atas dua kelompok yaitu obat primer dan sekunder. Obat primer untuk TBC adalah isoniazid (INH), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, dan Pirazinamid. Sebagian besar penderita TBC sembuh dengan obat-obat ini. Selain itu ada juga obat sekunder untuk TBC yaitu Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin. Penggunaan obat-obat primer dan sekunder tergantung dari tingkat keparahan TBC yang diderita.

Biasanya penderita TBC dapat sembuh total selama kurang lebih enam bulan dengan mengonsumsi obat-obatan primer setiap hari. Butuh biaya besar untuk mengonsumsi obat-obatan ini setiap hari selama enam bulan ? betul. Namun pemerintah Indonesia sudah menyediakan obat-obatan ini di tiap-tiap Puskesmas dalam kemasan yang eksklusif dan GRATIS.

Pembedahan

Jaringan-jaringan paru-paru yang sudah parah kerusakannya harus dikeluarkan dengan pembedahan (jika memungkinkan). Namun sayang, tidak semua penderita TBC memiliki ketahanan untuk dibedah, karena umumnya kondisi mereka sudah lemah. Kesembuhan akan terjadi lebih cepat bila jaringan-jaringan rusak tersebut dikeluarkan dari tubuh. Dalam keadaan yang sudah parah, kombinasi obat-obatan dan pembedahan masih menjadi cara terbaik. Seperti halnya saran-saran untuk penyakit paru-paru lain, penderita TBC hendaknya jangan merokok.

Pencegahan Penyakit TBC

Agar orang yang sehat tidak tertular penyakit TBC, ada dua jalan, yaitu tindakan dari orang yang sehat dan tindakan dari penderita TBC itu sendiri. Usahakanlah penderita TBC tidak membuang ludah, batuk dan bersin di sembarang tempat. Ada baiknya dilakukan di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Jadi, seperti yang dikatakan di atas, kamar penderita TBC harus mendapatkan sinar matahari langsung. Sinar matahari akan membunuh bakteri-bakteri TBC yang tersebar.

Ada baiknya bagi seorang yang sehat menghindari kontak bicara pada jarak yang dekat dengan penderita TBC. Atau Anda bisa menggunakan masker, namun hal ini masih tetap rentan. Bila penderita TBC batuk atau bersin, sebaiknya orang yang sehat menutup mulut. Satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu arah angin. Jangan sampai angin berhembus mengarah ke orang yang sehat setelah sebelumnya melalui orang yang menderita TBC. Bukan mencegah arah anginnya, namun kita yang harus menghindari angin tersebut yang bisa merupakan angin karena alam atau angin karena kipas angin dll. Ingat, bakteri TBC bisa terbawa oleh angin.

Jemur tempat tidur penderita TBC di panas matahari langsung, ini untuk menghindari hidupnya bakteri di tempat tidur tersebut. Pada bayi, jangan pernah melewatkan imunisasi BCG, ini penting untuk mencegah dari terserangnya penyakit TBC di kemudian hari.

Dari semua hal-hal diatas, daya tahan tubuh orang yang sehat sangat berperan dalam mencegah penularan TBC. Karena rasanya sulit untuk menghindari terhirupnya bakteri TBC di saat tinggal serumah dengan penderita TBC. Bila seseorang itu memiliki daya tahan tubuh yang kuat, walaupun bakteri TBC masuk, sistem pertahanan tubuhnya akan memusnahkannya. Apa saja yang harus dilakukan untuk memiliki daya tahan tubuh yang kuat ini? Tidak lain adalah rajin berolahraga, konsumsi cukup makanan yang seimbang, terapkan pola hidup sehat seperti tidur yang cukup dan tidak merokok. Atau lengkapnya Anda bisa baca artikel tentang tips mudah untuk hidup sehat.

Article Resources
  • Gambar : www.npr.org

01 April 2013

Cara Mudah Berhenti Merokok, Baca Ini !

Dewasa ini, jutaan orang sudah menjadi perokok berat, bukan karena pilihan, melainkan karena mereka tidak memiliki jalan keluar untuk meninggalkan rokok. Mereka akan terus-menerus merokok karena mereka sudah terikat dengan suatu kebiasaan yang dimulainya saat usia muda. Ironis, begitu banyak remaja saat ini yang beranggapan bahwa mereka terlihat gagah bila merokok. Namun faktanya, kebanyakan dari para perokok berat sebenarnya ingin berhenti merokok, namun mereka tidak berdaya melakukannya.

Berbicara tentang awal mula merokok, kebanyakan dari perokok sebenarnya pada awalnya mereka tidak pernah ingin merokok. Terutama remaja atau anak-anak, mereka hanya melakukan apa yang mereka pikirkan dan hanya meniru orang lain. Disinilah permasalahannya, seolah-olah seseorang itu terpaksa harus belajar merokok.

Mengapa kita harus mengkhawatirkan rokok? Untuk beberapa alasan, merokok bukan saja suatu pemborosan dalam keuangan, tetapi juga memegang peranan penting dalam menurunkan daya tahan tubuh seseorang terhadap penyakit. Para perokok berat meninggal lebih cepat lima sampai sepuluh tahun daripada orang yang tidak merokok. Dalam banyak hal, penyebab kematian ini disebabkan oleh gangguan atau penyakit pada jantung dan pembuluh-pembuluh darah. Penyebab lain yang juga membunuh adalah kanker paru-paru. Ini semua akibat dari rokok. Tentu saja ada alasan-alasan yang tepat mengapa seorang itu bukan saja harus menyimpan uangnya, tetapi juga kesehatannya.

Paru-paru pada perokok
Barangkali saat ini Anda belum menaruh perhatian dalam hal ini, karena mungkin Anda bukan perokok atau Anda adalah perokok yang belum merasakan akibat dari merokok. Tiap-tiap rokok yang dihisap akan membuat seseorang lebih lemah, itu sudah jelas. Jika begitu, mengapa para perokok tidak berhenti? Sebab mereka sudah ketagihan nikotin, racun keras yang terdapat di dalam daun tembakau.

Mengapa sulit meninggalkan rokok? Orang-orang yang bukan perokok atau tidak mengetahui seluk beluk rokok, pasti akan memandang aneh mengapa seorang perokok itu tidak bisa berhenti merokok. Jawaban sempurna mungkin sulit didapat, namun tidak disangsikan lagi kebanyakan orang yang terus menerus merokok adalah karena mereka mendapatkan kenikmatan tembakau. Manusia terkadang sulit meninggalkan kenikmatan yang biasa ia dapatkan.

Bisa dikatakan bahwa para perokok memiliki penyakit saraf. Mengapa? Karena merokok seperti menjadi jalan keluar yang cepat dari dua pilihan yang serba sulit. Sedikit saja otak perokok sedang berfikir, maka mereka biasanya akan membutuhkan rokok. Racun-racun yang terdapat di dalam daun tembakau memberikan kenikmatan sementara sehingga mereka akan terus-menerus merokok, menyalakan satu batang, lalu batang-batang lainnya. Sementara itu tembakau dengan perlahan-lahan akan merusak kesehatan dan memperpendek hidup mereka. Ah, takdir panjang pendek umur seseorang di tangan Tuhan. Memang benar, hidup dan mati di tangan Tuhan. Tapi apakah Anda tahu bahwa ciri-ciri orang yang memiliki takdir akan berumur panjang salah satunya adalah mereka yang selalu menjaga kesehatannya?

Manfaat Berhenti Merokok

Apa yang akan terjadi bila seorang berhenti merokok? Sistem pencernaannya bertambah baik, tekanan darahnya menjadi normal kembali, kualitas darah semakin baik, dan jantungnya akan bekerja lebih baik. Sudah jelas, orang yang meninggalkan kebiasaan merokok sebenarnya mereka sudah berbuat sesuatu yang penting bagi kesehatannya. Kemungkinan besar, orang yang bukan perokok tidak akan mendapat borok-borok di dalam perut perut, dan tidak terkena penyakit jantung selama hidupnya. Selain itu, permasalahan pada hidung dan kerongkongannya akan segera hilang karena berhenti merokok (bila belum ditemui penyakit serius).

Sudah pernahkah Anda mendengar batuknya para perokok? Tentu saja sudah. Beberapa dari sahabat-sahabat Anda yang perokok mungkin menderita radang cabang tenggorok menahun akibat merokok. Radang kerongkongan sangat umum terjadi pada perokok-perokok berat. Batuk menahun itu saja sudah menjadi hal yang cukup buruk. Namun ada lagi yang perlu Anda kuatirkan, karena rangsangan menahun itu mungkin juga akan membawa kepada penyakit kanker.

Benar, kita juga harus mengakui bahwa sebagian dokter percaya bahwa ada faktor-faktor lain yang menyebabkannya. Ini mungkin benar. Tetapi fakta membuktikan bahwa orang-orang yang tidak merokok rupanya sedikit sekali yang mengalami permasalahan pada kerongkongan, paru-paru dan juga pada jantung dan peredarannya, dengan tidak menghiraukan "faktor-faktor lain". Oleh karena itu, orang yang bijaksana akan menghindari penggunaan tembakau yang memiliki andil besar untuk merusak tubuh.

Racun-racun di dalam Tembakau

Sebenarnya ada ribuan bahan kimia/racun yang terdapat di dalam rokok, dan ratusan diantaranya bisa merusak kesehatan. Beberapa dari racun-racun ini akan menyerang selaput-selaput halus pada saluran pernapasan. Racun yang lain akan memasuki aliran darah dan mengganggu peredaran darah. Namun racun yang paling berbahaya ialah tar atau ter, yakni suatu karsinogen atau zat yang menimbulkan kanker, dan juga nikotin.

Zat-zat tar ini pindah dari tembakau ke dalam cabang cabang tenggorok dan paru-paru dengan perantaraan asap yang dihisap, dan sesudah itu racun tar ini disimpan di selaput lendir pembuluh-pembuluh ini, di mana banyak menyebabkan rangsangan setempat. Selaput lendir ini mungkin akan berubah menjadi empat atau lima kali lebih tebal pada perokok berat bila dibandingkan dengan orang yang bukan perokok. Ini akan menambah hambatan pada saluran udara ke dalam paru-paru dan menjadikan seseorang lebih sukar untuk bernapas dan mudah merasa lelah.

Rokok

Sari dan zat tar ini telah digunakan oleh para ahli ilmiah untuk mendatangkan kanker pada tikus dan hewan-hewan percobaan lainnya. Tetapi mengapa Anda tetap saja memasukkan racun-racun seperti itu ke dalam tubuh dan diri sendiri menanggung risiko untuk mendapat kanker paru-paru?

Racun yang satu lagi adalah nikotin, merupakan zat keras yang sudah umum diketahui oleh manusia. Sebagai suatu racun, nikotin itu hanya kedua dari cyanida dalam pengaruhnya untuk merusak tubuh. "Beruntungnya," kebanyakan nikotin pada tembakau akan hilang ketika tembakau itu dibakar, tetapi tetap ada nikotin yang masuk ke dalam paru-paru si perokok untuk memberi dia "kenikmatan." Memang sedikit, namun bila terus dilakukan, akan menjadi "bukit." Dengan kata lain, nikotin merangsang susunan urat saraf. Tetapi dorongan sementara ini akan diikuti dengan kelesuan yang akhirnya si perokok memerlukan rokok yang lain. Nikotinlah yang menyebabkan ketagihan tembakau.

Bagaimana Berhenti Merokok

Bagaimana cara berhenti merokok? Tentu saja yang pertama-tama yang harus dilakukan ialah BERHENTI. Apakah anda akan berhenti merokok dengan mengambil keputusan untuk berhenti hanya sejam sekali pada hari pertama, dan dua jam keesokan harinya dan tiga jam keesokan harinya pula, atau apakah anda mau langsung berhenti sama sekali adalah persoalan pribadi yang harus anda putuskan sendiri.

Hampir semua perokok yang sungguh-sungguh ingin berhenti merokok akan menghadapi suatu perjuangan yang keras. Apakah yang harus diperbuatnya? Di sini diberikan beberapa langkah yang dapat diambil untuk berhenti merokok.

1. Buang semua rokok 
Buang semua rokok Anda dan segala sesuatu yang mengingatkan Anda pada rokok, apakah itu asbak, gambar rokok, bekas kotak rokok dll. Tidaklah aman menyimpan rokok pada saat ingin berhenti merokok.

2. Jauhkan diri dari para perokok lain 
Jauhkan diri sedapat-dapatnya dari perokok lain, terutama selama beberapa hari atau minggu berikutnya ketika Anda sudah berhenti merokok. Ini akan mengelakkan godaan dan menguatkan keputusan anda untuk tidak mulai lagi.

3. Jadilah seorang aktivis anti rokok
Bila ada, Anda bisa bergabung dengan komunitas atau organisasi anti rokok. Jadilah seorang pengikut kampanye yang ulet terhadap pemakaian tembakau dalam bentuk apapun. Bila tidak memungkinkan, kampanyekan saja bahaya merokok pada orang-orang disekitar Anda. Hal ini mungkin akan membuat bosan sahabat-sahabat Anda. Tapi yakinlah mereka hanya kan merasa bosan untuk sementara waktu, dan bukan tidak mungkin mereka akan mengikuti saran Anda.

4. Mandi air hangat 
Mandilah air hangat dua kali setiap hari dan lakukan juga mandi air dingin dari pancuran yang akan membuat Anda segar.

5. Olahraga
Lakukan cukup gerak badan termasuk menarik napas dalam-dalam serta berjalan-jalan jauh di udara terbuka beberapa kali setiap hari. Ini akan membersihkan paru-paru dan memperbaiki perasaan emosional Anda.

6. Jagalah makanan Anda 
Usahakanlah selalu makan banyak buah-buahan dan sayur-sayuran yang segar setiap hari. Ini merupakan suatu penawar yang manjur terhadap racun-racun tembakau. Jika Anda lebih banyak makan buah-buahan dan sayuran daripada makanan lain (termasuk nasi) selama beberapa minggu berikutnya sejak Anda berhenti merokok, maka keinginan Anda untuk menghisap rokok akan hilang.

7. Jangan menahan lapar terlalu lama
Makanlah dengan teratur dan jangan mencoba-coba untuk mengurangi berat badan sementara Anda sedang dalam upaya untuk berhenti merokok. Beberapa minggu setelah Anda berhenti merokok, berat badan mungkin bertambah akan bertambah beberapa kilogram, tetapi tidak usah khawatir tentang ini. Anda dapat mengurangi berat tambahan itu kemudian hari.

8. Hindari makanan berbumbu kuat dan minuman keras
Biasanya, bahan-bahan seperti ini akan mendorong keinginan anda untuk merokok, dan juga akan merusak selera anda untuk makanan-makanan sehat yang membangun tubuh. Tinggalkanlah bahan-bahan makanan seperti merica, rempah- rempah, dan segala yang pedas-pedas dari makanan Anda. Anda malah harus berhati-hati dengan penggunaan garam berlebih-lebihan. Mungkin awalnya Anda akan merasa aneh karena cita rasa makanan yang "hambar" ini. Namun tidak lama setelah itu Anda akan menikmatinya. Soal minuman keras, Anda pasti sudah mengerti.

9. Serahkanlah dirimu kepada Allah 
Serahkanlah dirimu kepada Allah setiap hari dan setiap jam. Bermohonlah pertolongan Ilahi bilamana anda merasa kembali ingin merokok. Allah akan membantu semua umatnya yang memohon kepadanya.

10. Jangan ragu 
Janganlah merasa ragu dalam keputusan anda untuk mengalahkan kebiasaan merokok ini. Karena hal ini lebih penting dari semua cara yang Anda lakukan di atas untuk berhenti merokok.

Selain dari hal diatas, dukungan dari keluarga atau teman juga akan sangat membantu program berhenti merokok Anda. Ketika Anda sudah dapat menghilangkan kebiasaan ini, anda segera akan melihat kenyataan betapa lebih baiknya perasaan Anda. Jantung akan berdenyut dengan normal, urat saraf relaks, dan denyutan nadi kuat dan stabil. Pernapasan baik, bersih berikut aromanya, otot-otot tidak tegang, dan pikiran akan kembali mengontrol Anda. Ini akan memberi kekuatan moral dan intelektual, karena Anda tidak lagi diperbudak oleh kebiasaan yang kotor. Mulai sekarang Anda akan menikmati kesehatan yang lebih baik dan dengan berkat Allah, Anda akan menikmati kepuasan dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

25 Maret 2013

Perawatan dan Pencegahan Serangan Asma

Penderita asma

Asma atau asthma merupakan suatu keadaan menyedihkan yang mungkin saja menghinggapi seseorang hingga akhir hayatnya. Saat terserang asma, sudah tentu penderita akan mengalami kesulitan bernapas. Asma sebenarnya suatu keadaan alergi, sebagai reaksi yang tidak normal dari tubuh terhadap suatu zat, misalnya serbuk, jamur, bulu binatang, zat kimia, uap, wangi-wangian, makanan atau obat-obatan tertentu. Kuman-kuman di dalam hidung dan kerongkongan juga bisa menyebabkan serangan asma.

Serangan asma lebih sering terjadi bila penderita mengalami keletihan atau saat mengalami tekanan emosi yang hebat. Selain itu, perubahan iklim juga bisa menjadi faktor pencetus datangnya serangan asma. Perlu diketahui, banyak juga penderita asma yang juga mengalami emfisema (kantung udara hancur dan napas menjadi pendek).

Saat terserang asma, otot polos saluran pernapasan berkontraksi sehingga menyebabkan menyempitnya saluran pernapasan. Selain itu serangan asma juga bisa disebabkan oleh tersumbat saluran pernapasan oleh lendir kental. Penderita masih mudah untuk inspirasi (menarik napas), namun mengalami kesulitan dalam ber-expirasi (mengeluarkan napas). Inilah yang menyebabkan pernapasannya menjadi sulit dan berbunyi (nyaring). Sebagai konsekuensinya, gelembung-gelembung udara akan meluas dan beberapa dari dinding-dindingnya mungkin akan pecah. Pada serangan asma hebat, bisa terjadi pendarahan dan gelembung-gelembung udara pada paru-paru.

Saluran pernapasan menyempit karena asma

Serangan asma dapat muncul secara bertahap karena radang pada cabang tenggorok, dan mungkin juga muncul dengan tiba-tiba pada saat seseorang berinteraksi dengan zat-zat yang merangsang (bahan pencetus asma), namun kebanyakan serangan asma terjadi secara tiba-tiba. Penderita akan mengalami perasaan kencang di dada. Kekencangan ini mungkin reda dalam waktu satu atau dua jam, atau bisa terus berlangsung selama berjam-jam bahkan berhari-hari. Pada akhir serangan, penderita mungkin saja akan mengeluarkan lendir kental dari saluran pernapasannya.

Serangan asma yang dimulai pada masa kanak-kanak biasanya disebabkan oleh makanan, Jika terserangnya saat lepas dari masa-kanak-kanak atau dewasa muda, mungkin disebabkan oleh serbuk, debu atau zat-zat kimia. Setelah umur 45 tahun, asma lebih sering di sebabkan oleh infeksi. Para penderita dekompensasi jantung terkadang mengalami serangan yang mirip dengan asma, namun ini bukanlah asma bronchiale yang sebenarnya.

Perawatan Asma

Jika penyebab asma tersebut dapat diketahui, maka harus ditangani secepat mungkin dengan segala upaya. Infeksi-infeksi pada hidung, kerongkongan dan tonsil harus mendapatkan perawatan yang tepat. Beberapa obat untuk mengatasi serangan asma antara lain adalah epinephrine atau adrenalin, aminophyllin, ephedrine dan salbutamol sangat membantu penderita asma. Beberapa dari obat tersebut tersedia dalam bentuk minyak, injeksi (suntik), semprot dan pil. Namun ini hanya gambaran, beda penderita asma terkadang berbeda pula kecocokan obatnya. Cara dan dosis penggunaan pun bisa bereda-beda tergantung tingkat keparahan. Jadi, lebih baik konsultasikan dulu ke dokter untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pencegahan Serangan Asma

Penting bagi penderita asma untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Daya tahan tubuh yang baik dapat mencegah "kekalahan" dari zat-zat pencetus asma. Penderita harus memilih makanan yang seimbang, dan menghindari rasa lelah dan tekanan emosi yang tidak perlu. Penderita pun sebaiknya meninggalkan rokok, dan menghindari zat-zat merangsang lainnya seperti zat kimia, cat, debu atau bau-bauan yang menyengat (menusuk/tajam).

Meskipun asma adalah gangguan yang sangat menyedihkan, namun jarang berakibat fatal atau sampai membawa kematian kecuali jika si penderita juga menderita gangguan berbahaya lainnya seperti penyakit jantung. Jauhi perasan cemas dan khawatir, karena keduanya bisa menjadi pencetus serangan asma.

Penderita yang sedang terserang asma sebaiknya tetap tenang dan jangan berlebihan dalam berkata-kata atau mengungkapkan rasa susahnya karena hal ini hanya akan menambah kesulitan bernapas. Menghirup aerosol terkadang juga dapat mencegah datangnya serangan asma, terutama bagi mereka yang sering terserang asma. Penderita asma juga harus menghindari influenza dan terkena dingin. Senam pernapasan dan olahraga berenang juga diyakini membantu kesembuhan dari asma yang disebabkan oleh beberapa faktor. Tapi lebih baik konsultasikan ke dokter.

Banyak anak-anak yang sembuh (sendiri) dari asma ketika mereka besar, namun sebaiknya jangan cuma berharap sembuh, usaha juga perlu dilakukan. Penderita asma sebaiknya selalu berada dalam pengawasan dokter ahli.

Kredit foto : www.topnews.in & www.msata.org

21 Maret 2013

Gejala, Pengobatan dan Pencegahan Kanker Paru-paru

Kanker paru-paru sedang meluas dewasa ini. Pada hakikatnya, penyakit ini berkembang/bertambah lebih cepat daripada jenis kanker lainnya. Bila didefinisikan, kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali di dalam jaringan paru. Kanker paru-paru utama dikenal juga sebagai bronchogenic carcinoma, yang tumbuh di dalam paru-paru atau salah satu cabang tenggorok.

Kanker paru-paru tumbuh di dalam selaput lendir atau jaringan-jaringan cabang tenggorok. Dewasa ini, orang yang meninggal karena kanker paru-paru lebih banyak daripada jenis kanker lainnya. Biasanya, sebelum si penderita sadar akan keadaan yang sebenarnya, penyakit itu sudah masuk ke stadium yang lebih lanjut. Ketidaktahuan inilah yang menjadikan kanker paru-paru amat berbahaya.

Kanker paru-paru

Penyakit ini kebanyakan hanya terjadi pada para perokok berat. Dewasa ini, satu dari sepuluh perokok berat meninggal karena kanker paru-paru. Anda yang bukan perokok berat jangan lantas merasa senang atau merasa aman, karena risiko untuk mendapatkan kanker paru-paru tetap ada. Salah satu racun utama yang terdapat di dalam daun tembakau adalah tar, akan mengganggu dinding cabang tenggorokan. Zat racun ini sudah sejak lama diketahui bisa mendatangkan kanker. Pada eksperimen, zat ini diletakkan pada punggung tikus atau binatang percobaan lainnya yang hasilnya muncul kanker pada binatang tersebut.

Tentu saja ada sebuah pertanyaan kecil yang seringkali dilontarkan oleh masyarakat awam. Bagaimana dengan saringan atau filter rokok? Apakah ini akan melindungi seorang perokok dari terkena kanker paru-paru? Jawabnya tidak. Hal yang paling bijaksana adalah menghindari pemakaian tembakau dalam bentuk apapun.

Gejala Kanker Paru-paru

Gejala yang paling cepat dan umum dari kanker paru-paru ialah batuk menahun. Ini merupakan pertanda bahaya dini untuk kanker paru-paru. Batuk yang telah berlangsung lebih dari 2-3 minggu harus diperiksa dengan teliti. Gejala lain ialah bunyi ciut. Si sakit mungkin menyadari hal ini ketika ia berbaring di tempat tidur sesaat sebelum tidur. Kemudian rasa nyeri di dada, diikuti dengan keringat dingin di malam hari. Ini merupakan pertanda bahwa massa kanker telah menghalangi aliran normal paru-paru.

Gejala lainnya adalah berat badan berkurang, mungkin akan disertai dengan bercak-bercak darah yang berasal dari cabang tenggorok ketika batuk. Kadang beberapa keadaan yang disangka adalah suatu peradangan paru-paru oleh virus, ternyata setelah diperiksa dengan seksama adalah kanker paru-paru. Untuk memastikan, tentu saja semua perokok minimal harus mendapatkan pemeriksaan X-ray dada sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun.

Pengobatan Kanker Paru-paru

Ketika diagnosa kanker paru-paru sudah ditegakkan, pembedahan barangkali menjadi satu-satunya cara pengobatan yang efektif. Dada dibuka, sehingga ahli bedah dapat memeriksa semua bagian. Jika kanker hanya terdapat pada salah satu bagian paru-paru, bisa saja harus mengangkat semua bagian ini. Walaupun dunia medis sudah semakin modern, masih belum ada cara lain yang lebih baik selain pembedahan untuk penyakit ini.

Beberapa prosedur pemeriksaan untuk memudahkan penegakan diagnosa kanker paru antara lain adalah foto X-Ray, CT Scan Toraks, MRI, Biopsi Jarum Halus, Bronkoskopi, dan USG Abdomen.

Beberapa teknik pengobatan untuk kanker paru-paru:
  • Pembedahan dengan membuang satu bagian dari paru - kadang melebihi dari tempat ditemukannya tumor dan membuang semua kelenjar getah bening yang terkena kanker.
  • Radioterapi atau radiasi dengan sinar-X berintensitas tinggi untuk membunuh sel kanker.
  • Kemoterapi
  • Meminum obat oral dengan efek samping tertentu yang bertujuan untuk memperpanjang harapan hidup penderita.

Pencegahan Kanker Paru-paru

Tidak ada yang lebih baik selain mencegah datangnya suatu penyakit, dalam hal ini kanker paru-paru. Ingat, mereka yang tidak merokok sedikit kemungkinan untuk mendapatkan kanker paru-paru.

Bagaimana dengan asap industri atau kendaraan? Udara yang sudah tercemar (polusi) memang berbahaya namun masih memegang peranan yang sedikit dibanding rokok. Fakta menyebutkan bahwa hampir semua penderita kanker paru-paru adalah perokok berat atau yang sudah lama merokok. Orang-orang yang walaupun tinggal di kota besar yang udaranya sudah tercemari, masih sedikit kemungkinan untuk mendapatkan penyakit ini. Oleh karena itu, ada korelasi yang jelas antara kebiasaan merokok dan kanker paru-paru.

Para perokok yang menggunakan pipa (cangklong) ataupun semacam filter lainnya lebih mungkin untuk mendapatkan kanker pada bibir, mulut atau pada langit-langit mulut. oleh karena itu, suatu tanda di dalam mulut harus diperiksa dengan seksama, karena nyeri di daerah mulut yang berlangsung lebih dari tiga minggu mungkin adalah pertanda kanker.

Jalan terbaik untuk mencegah kanker paru-paru adalah berhenti merokok sama sekali.

Image Credit
  • www.ryanspringer.com