Bahaya Asbes Bagi Kesehatan

Saturday, September 20, 2014
Asbes
Asbes adalah mineral silikat alami yang tersusun dari serat kecil. Dalam kondisi tertentu, asbes dapat menghasilkan debu yang mengandung serat asbes. Masuknya serat asbes ini ke dalam paru-paru melalui pernapasan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti plak pleura, asbestosis, kanker paru-paru dan mesothelioma.

Asbes umum digunakan sebagai bahan baku bangunan karena dinilai tahan api, tahan lama dan sebagai bahan penutup yang efisien (murah). Karena sadar akan pentingnya kesehatan dan bahaya asbes bagi tubuh, di beberapa negara maju di dunia asbes sudah tidak lagi digunakan sebagai bahan bangunan. Namun sayang, di Indonesia, hampir di setiap rumah tangga kita bisa menemukan bahan asbes.

Risiko terpapar asbes

Ketika seratnya terhirup melalui pernapasan, asbes dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan.

Penggunaan asbes sebagai bahan bangunan di rumah umumnya tidak menimbulkan risiko kesehatan kecuali bila asbes tersebut telah rusak (retak atau pecah), sudah berumur atau terguncang atau dilewati aliran udara yang kencang. Debu yang mengandung serat asbes juga dapat dihasilkan ketika bahan bangunan yang mengandung asbes tersebut ditangani oleh pekerja bangunan, seperti ketika dipaku, dibor, diampelas atau dipotong. Seringkali juga debu yang tersisa dari hasil pekerjaan ini masih menempel pada bahan asbes tersebut, lalu tertiup angin, atau jatuh ke bawah (jika bahan asbes tersebut dijadikan sebagai plafon atau pengganti genteng) yang akhirnya akan terhirup oleh penghuni rumah.

Terkadang sukar untuk menentukan apakah suatu bahan bangunan mengandung asbes atau tidak, kecuali yang jelas-jelas seperti yang sering kita gunakan sebagai plafon atau pengganti genteng. Satu-satunya cara untuk memastikannya adalah bahan tersebut diperiksa di laboratorium. Jika bahan ini tidak diuji di laboratorium dan tidak diketahui mengandung asbes atau tidak, lebih baik perlakukan bahan tersebut sebagai asbes.

Asbes juga digunakan oleh industri otomotif. Dulu, kampas rem mobil dan kampas kopling mengandung asbes. Lebih baik perlakukan kedua sparepart kendaraan ini sebagai bahan yang mengandung asbes.

Penyakit yang disebabkan oleh asbes

Kebanyakan orang yang terkena penyakit yang berhubungan dengan asbes adalah mereka yang dalam pekerjaannya sering terpapar dengan bahan asbes, yaitu pekerja bangunan. Seorang pekerja bangunan juga dapat membawa debu asbes ke rumahnya yaitu melalui pakaian kerjanya yang tidak diganti dan dipakainya hingga sampai kerumah, membuat keluarganya juga ikut terpapar.

Paparan asbes telah dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti:
  • Plak pleura - penebalan jaringan tisu pada pleura (selaput) dari paru-paru.
  • Asbestosis - terbentuknya jaringan tisu progresif di dalam paru-paru.
  • Kanker paru-paru - dapat terjadi setelah satu dekade setelah terpapar asbes. Perokok dan pekerja bangunan adalah yang paling berisiko.
  • Mesothelioma - jenis kanker yang mempengaruhi pleura. Ini dapat terjadi setelah satu dekade sejak terpapar asbes.
Mencegah terpapar asbes 

Ketika menangani asbes atau bahan yang dimungkinkan mengandung asbes, beberapa tindakan pencegahan harus dilakukan. Tindakan pencegahan ini adalah untuk mengurangi risiko seorang pekerja bangunan dari terpapar debu asbes seminimal mungkin.
  • Kenakan pakaian lengkap, topi dan sarung tangan.
  • Selalu bekerja di daerah yang berventilasi.
  • Kenakan masker.
  • Sebelum diolah, sebaiknya basahi permukaan asbes agar debunya tidak beterbangan.
  • Sedapat mungkin hindari penggunaan bor dalam mengolah asbes dan ada baiknya siapkan vacum cleaner untuk menyerap debu asbes.
  • Setelah pekerjaan selesai. Lepas pakaian kerja Anda dan simpan dengan baik. Lalu mandilah.
  • Pakaian yang digunakan dalam bekerja tidak boleh dicuci bersama pakaian lain.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.