Tampilkan postingan dengan label Gangguan Pernapasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gangguan Pernapasan. Tampilkan semua postingan

16 Januari 2018

Perbedaan Antara Asma dan Bronkitis

Asma dan bronkitis adalah penyakit peradangan pada paru-paru dimana saluran napas bagian bawah membengkak atau menyempit, yang mengakibatkan kesulitan bernapas. Asma adalah penyakit kronis yang ditandai dengan episode serangan sesak napas berulang.

Bronkitis biasanya merupakan penyakit akut atau jangka pendek, biasanya berlangsung antara satu sampai beberapa minggu, atau juga bisa merupakan penyakit kronis. Pada bronkitis, terjadi iritasi pada selaput lendir yang melapisi saluran napas. Meskipun ada beberapa kesamaan, asma dan bronkitis adalah penyakit yang berbeda dengan strategi pengobatan yang berbeda pula.
Saluran napas normal dan menyempit
Saluran napas normal (kiri) dan saluran napas menyempit (kanan)

Sifat asma dan bronkitis

Bronkitis akut adalah infeksi pada lapisan saluran napas dengan batuk yang berlangsung selama beberapa minggu. Bronkitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Kurang dari 10 persen kasus bronkitis disebabkan oleh infeksi bakteri. Lapisan saluran napas akan kembali normal ketika infeksi telah hilang.

Bronkitis kronis adalah kondisi peradangan yang lebih serius yang terjadi utamanya pada perokok atau mereka yang terpapar paparan polutan udara dalam waktu lama, menyebabkan kerusakan saluran napas secara permanen dan membuat kesulitan bernapas.

Asma adalah penyakit kronis yang menyebabkan radang dan penyempitan saluran napas. Orang dengan asma akan mengalami episode obstruksi atau penyempitan saluran napas berulang, yang memiliki karakteristik reversibel - baik secara spontan atau melalui pengobatan.

Gejala asma dan bronkitis

Gejala asma dan bronkitis serupa namun ada beberapa perbedaan yang khas. Orang dengan asma akan mengalami sesak napas, dada terasa ditekan, dan mengi saat asma menyerang. Bronkitis akut bisa  menyebabkan batuk, dengan atau tanpa dahak. Bronkitis kronis dikaitkan dengan batuk terus menerus yang disertai dengan dahak. Namun, gejala-gejala ini juga dapat merupakan gejala dari kondisi paru-paru lainnya, sehingga masih belum cukup spesifik untuk membuat diagnosis. Saat gejala memburuk, baik asma ataupun bronkitis dapat mengancam jiwa.

Diagnosis

Bronkitis akut umumnya didiagnosis dengan onset batuk mendadak yang bukan disebabkan oleh serangan flu, asma, atau penyakit pernapasan yang lebih serius seperti, pneumonia. Diagnosis biasanya didasarkan pada riwayat kesehatan, gejala, dan pemeriksaan fisik.

Bronkitis kronis didefinisikan sebagai bronkitis dengan batuk yang disertai dahak yang berlangsung minimal 3 bulan selama 2 tahun berturut-turut. Selain riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik, tes yang digunakan untuk mendiagnosis bronkitis kronis termasuk tes fungsi paru untuk memeriksa aliran udara di paru-paru dan rontgen dada.

Diagnosis asma lebih rumit, yang memerlukan tes untuk memeriksa penyumbatan jalan napas dan kemampuan untuk mengembuskan napas dalam kondisi uji yang berbeda. Tes akan diulang setelah menggunakan obat (biasanya inhalasi) untuk membuka saluran napas untuk menentukan reversibilitas penyumbatan aliran napas.

Pengobatan

Bronkitis akut biasanya akan hilang dengan sendirinya. Karena kebanyakan kasus bronkitis akut disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak diperlukan. Dalam kasus yang jarang terjadi, bronkodilator - obat-obat inhalasi yang dapat membuka saluran napas - dapat diresepkan jika batuk juga disertai dengan mengi.

Pengobatan untuk bronkitis kronis biasanya mencakup beberapa strategi, termasuk vaksinasi untuk influenza dan pneumonia dan penggunaan steroid untuk mengurangi peradangan, dan pengobatan dengan antibiotik. Pengobatan lain yang dapat membantu termasuk penggunaan bronkodilator untuk melebarkan saluran napas atau obat untuk membantu membersihkan produksi lendir yang berlebih.

Pengobatan asma berfokus pada dua strategi. Mengurangi frekuensi serangan dan menurunkan tingkat keparahan serangan yang dilakukan dengan membatasi pemaparan dengan pemicu dan menggunakan obat-abat asma untuk mengobati serangan mendadak. Mengontrol peradangan yang menyebabkannya dan penyempitan saluran napas adalah tujuan lain pengobatan asma. Kortikosteroid inhalasi biasanya diresepkan untuk mengatasi peradangan jangka panjang. Leukotriene modifier dan teofilin adalah obat untuk kontrol jangka panjang lainnya.

Article Resources
  • https://www.livestrong.com/article/220387-differences-between-asthma-bronchitis/

15 November 2017

Cara Mencegah Penularan Penyakit Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis atau TBC adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri Mycobacterium tuberculosis paling suka berkembang biak di bagian tubuh yang kaya akan darah dan oksigen. Itulah sebabnya mengapa tuberkulosis paling sering menyerang paru-paru, yang disebut sebagai TBC paru. TBC juga dapat menyerang area tubuh lain.

TBC mudah ditularkan melalui udara yang keluar dari mulut atau hidung penderita TBC ketika berbicara, bersin, tertawa, bernyanyi, atau batuk. Partikel udara kemudian terhirup dan masuk ke paru-paru orang yang terpapar, di sanalah bakteri TBC akan berkembang biak.

Penularan TBC

Mencegah Penularan Tuberkulosis

TBC adalah penyakit yang sangat menular. Badan Kesehatan Dunia WHO memperkirakan bahwa sepertiga dari populasi dunia telah terinfeksi bakteri yang menyebabkan TBC.

Pencegahan TBC terdiri dari dua poin utama. Poin pertama pencegahan TBC adalah menghentikan penularan TBC dari orang ke orang. Poin kedua pencegahan TBC adalah mencegah TBC yang diderita penderita TBC agar tidak menjadi menjadi TBC yang aktif dan menular.

Untuk mencegah TBC, lakukan hal berikut ini:
  • Hindari berada di satu ruangan tertutup/pengap bersama dengan penderita TBC sampai penderita diobati setidaknya sudah selama 2 minggu.
  • Jika Anda bekerja di fasilitas kesehatan yang merawat penderita TBC, gunakan alat pelindung, seperti masker, dan taati prosedur pengendalian infeksi.
  • Jaga kondisi kesehatan dengan pola hidup sehat, dengan mengonsumsi menu seimbang dan berolahraga. Jika kekebalan tubuh lemah, maka bakteri TBC akan mudah masuk dan berkembang biak.

Untuk meminimalisir penularan penyakit TBC di rumah, dimana di dalamnya ada anggota keluarga yang terkena TBC yang menular, tindakan berikut perlu dilakukan:
  • Rumah harus memiliki ventilasi yang memadai.
  • Penderita TBC sebaiknya tidur terpisah dari orang lain di kamar yang memiliki ventilasi memadai.
  • Ketika penderita TBC batuk atau bersin, mulut dan hidung harus ditutup.

Ketika batuk atau bersin, penderita TBC harus menutup hidung dan mulutnya untuk mencegah penularan. Bisa dilakukan dengan tisue, jika tidak ada, batuk dan bersin ke tangan atau siku atas, tapi jangan batuk ke tangan. Mendidik penderita TBC tentang bagaimana penularan TBC merupakan poin penting dalam mencegah TBC.

Dulu, penderita TBC "diusir" dari rumah dan ditempatkan di ruang isolasi di sanatorium. Ini menjadi cara utama untuk mengurangi penularan TBC. Namun kebiasaan ini kemudian berubah setelah penelitian menunjukkan bahwa jika penderita TBC tinggal serumah, dan penderita TBC tersebut telah dirawat dengan obat-obatan TBC, maka tidak meningkatkan risiko penularan TBC di dalam rumah.

Bergunakah vaksin BCG?

Vaksin BCG (bacille Calmette-Guerin) untuk TBC merupakan salah satu vaksin yang paling banyak digunakan saat ini, menjangkau lebih dari 80% bayi baru lahir di negara-negara dengan program imunisasi wajib nasional.

Vaksin BCG pertama kali dikembangkan pada tahun 1920-an, dan telah terbukti memberikan perlindungan yang sangat baik pada anak-anak terhadap penyakit TBC. Namun vaksin ini tidak lagi efektif jika diberikan pada orang dewasa. Vaksin TBC juga sering menyebabkan orang dewasa yang divaksinasi memiliki hasil positif ketika dilakukan tes kulit TBC

Article Resources
  • Webmd. Tuberculosis (TB) - Prevention. https://www.webmd.com/lung/tc/tuberculosis-tb-prevention
  • Tbfacts. TB Prevention – Vaccine, drug treatment, isolation. https://www.tbfacts.org/tb-prevention/
  • CDC - U.S. Department of Health & Human Services. Tuberculosis Facts. https://www.cdc.gov/tb/publications/factseries/prevention_eng.htm

09 Januari 2015

Alergen dan Penyakit Asma

Saluran napas normal dan saat terserang asma

Penderita asma umumnya sensitif terhadap pemicu di sekitar lingkungan mereka. Pemicu-pemicu ini akan menyebabkan peradangan (bengkak dan merah) di saluran napas dan memperparah kondisi asma.

Suatu kecenderungan genetika dalam mengembangkan penyakit alergi disebut dengan atopi. Banyak penderita asma yang termasuk dalam golongan ini (atopik) dan cenderung untuk mengembangkan penyakit alergi, seperti demam, eksim dan syok anafilaksis. Pada orang yang atopik, alergen dapat menjadi faktor pemicu utama yang dapat memperparah kondisi asmanya.

Ketika penderita asma alergi terkena alergen, maka asma mereka akan semakin parah. Gejalanya tergantung dari jenis alergennya dan dimana ia bersarang atau masuk ke tubuh.

Reaksi alergi lainnya yang mungkin terjadi akibat terpapar alergen, antara lain:
  • Rhinitis alergi - bersin, pilek, hidung buntu, mata dan tenggorokan gatal
  • Eksim - kulit kering, merah dan gatal
  • Ruam kulit - urtikaria/kaligata
  • Syok anafilaksis - suatu reaksi alergi berbahaya yang mengancam jiwa.

Jenis pemicu asma

Ada dua jenis pemicu asma: alergi (alergen) dan non-alergi

Alergen pemicu asma

Alergen adalah zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya bagi orang lain. Jika seseorang alergi terhadap sesuatu, maka memakannya, menghirupnya atau bahkan menyentuhnya dapat menimbulkan reaksi alergi dan gejala serangan asma.

Di dalam debu, banyak sekali terdapat alergen. Partikel-partikel debu mengambang di udara sekitar yang Anda hirup dalam waktu yang lama. Tergantung dimana lokasi seseorang berada (kota, desa, rumah, kantor) dan waktu (pagi, sore, musim hujan, musim kemarau), partikel debu dapat membawa alergen, seperti:
  • Tungau
  • Anasir-anasir serangga
  • Serbuk sari
  • Partikel kulit binatang, sisik, dan bulu
  • Debu makanan. 

Jenis pemicu asma lainnya

Bukan hanya jenis alergen yang dapat memicu serangan asma, pemicu lainnya dapat berupa:
  • Virus saluran pernapasan (misalnya flu)
  • Beberapa jenis obat
  • Asap rokok
  • Parfum
  • Bahan kimia
  • Udara kering atau udara dingin
  • Olahraga atau aktivitas fisik
  • Asap pembakaran
  • Cat
  • Gas. 

Salah satu pemicu serangan asma yang paling sering adalah karena olahraga atau aktivitas fisik. Namun penderita asma tidak boleh menghindari pemicu yang satu ini, sebab olahraga merupakan bagian penting dari gaya hidup yang sehat.

Tes alergi asma

Tes alergi dapat menentukan jenis alergen apa yang dapat memicu asma seseorang. Dokter akan mengoleskan sejumlah kecil alergen yang berbeda, seperti ekstrak serbuk sari di sepanjang lengan seseorang. Lalu dilakukan sedikit penusukan pada kulit. Jika kulit membengkak atau bilur, maka seseorang itu alergi terhadap zat tersebut. Selain tes ini, juga dapat dilakukan tes darah.

Tes seperti ini hanya boleh dilakukan di bawah pengawasan seorang dokter. Sayangnya, tes kulit dan tes darah ini tidak secara konklusif menentukan pemicu asma. Hanya karena kulit dan darah bereaksi terhadap alergen, bukan berarti paru-paru Anda juga akan mengalami hal serupa.

08 Januari 2015

Hubungan Makanan dan Penyakit Asma

Asma

Meskipun cukup jarang terjadi, alergi makanan dapat memicu serangan asma. Makanan yang dapat menjadi pemicu serangan asma, antara lain: produk olahan susu, telur, kacang-kacangan, bahan kimia sulfit dan bahan pengawet lainnya, monosodium glutamat (MSG), pewarna makanan dan royal jelly.

Alergi adalah suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh seseorang bereaksi berlebihan terhadap suatu zat yang biasanya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang. Zat-zat ini kemudian dikenal sebagai alergen.

Terpapar atau menelan zat alergen dapat menyebabkan iritasi atau pembengkakan di beberapa area tubuh, seperti hidung, mata, kulit, saluran napas hingga paru-paru.

Reaksi alergi makanan yang paling parah adalah syok anafilaksis, suatu kondisi yang berakibat fatal yang mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.

Gejala alergi makanan

Reaksi alergi akibat makanan dapat bersifat ringan, sedang atau berat. Beberapa gejalanya antara lain:
  • ruam kulit (urtikaria/kaligata)
  • gatal-gatal
  • mual
  • muntah
  • diare
  • rasa gatal, panas, dan bengkak di sekitar mulut
  • mengi dan sesak napas.

Syok anafilaksis berpotensi fatal

Syok anafilaksis atau anafilaktik adalah reaksi alergi ekstrem yang dapat berakibat fatal jika tidak segera mendapatkan perawatan medis. Suntikan adrenalin akan menyelamatkan korban syok anafilaksis dari cedera permanen dan kematian. Gejala syok anafilaksis dapat muncul seketika (dalam hitungan lima sampai 15 menit) dan akan terus memburuk.

Beberapa gejala syok anafilaksis, antara lain:
  • telapak tangan dan telapak kaki gatal
  • merasa panas dan kesemutan
  • rerasaan aneh pada mulut
  • wajah membengkak
  • pusing
  • kesulitan bernapas seperti tersedak
  • pingsan.

Makanan yang berisiko tinggi menyebabkan reaksi alergi

Beberapa jenis makanan dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang-orang yang sensitif, antara lain:
  • produk olahan susu
  • telur
  • kacang tanah
  • royal jelly
  • makanan laut
  • makanan olahan kedelai
  • gandum. 

Bahan kimia makanan yang dapat menyebabkan alergi

Intoleransi tubuh terhadap bahan kimia tergantung dari seberapa besar dosis bahan kimia yang dikonsumsi, artinya gejalanya akan lebih parah jika banyak bahan kimia yang tertelan. Beberapa jenis bahan kimia yang dikenal dapat memicu serangan asma pada orang yang rentan, antara lain:
  • Sulfit - seperti sulfur dioksida dan natrium metabisulfit. Zat aditif ini sering digunakan dalam makanan olahan sebagai pengawet. Sulfit seringkali ditemukan pada wine (minuman anggur), jus buah, ikan kaleng dan buah kering.
  • Pewarna makanan - seperti tartrazine. Pewarna makanan sangat jarang memicu serangan asma. Secara umum, jika seorang pengidap asma bereaksi terhadap satu jenis pewarna makanan, maka mereka harus menghindari setiap makanan yang mengandung zat pewarna kimia.
  • Monosodium glutamat (MSG) - ini adalah bahan kimia yang sering digunakan sebagai penyedap rasa, saus, dan kecap. MSG dapat memicu serangan asma pada orang yang sensitif.
  • Salisilat - salisilat juga banyak terdapat dalam makanan, termasuk kopi instant, kecap, saus tomat. Obat aspirin (asam asetilsalisilat) juga termasuk salisilat. Obat anti inflamasi non steroid (NSAID) juga dapat memicu serangan berbahaya pada orang yang sensitif terhadap aspirin. Sekitar 5 sampai 10 persen penderita asma sensitif terhadap salisilat. 

Mengidentifikasi makanan yang menjadi pemicu

Penting untuk mengidentifikasi makanan atau bahan kimia yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Untuk mengidentifikasinya, jangan melakukannya sendiri, mintalah bantuan kepada dokter, karena bisa saja Anda salah "mempantangi" suatu makanan padahal makanan tersebut baik bagi Anda atau tidak menyebabkan reaksi alergi. Sebagai contoh: sebagian penderita asma menghindari minum susu karena dianggap dapat menyebabkan produksi lendir berlebihan di saluran napas, padahal hal ini tidak benar.

Membaca label pada setiap produk makanan

Beberapa nomor aditif makanan yang perlu diingat, antara lain:
  • Sulfit - 220-228
  • Tartrazine - 102
  • Pewarna makanan - 107, 110, 122-129, 132, 133, 142, 151, 155
  • Monosodium glutamat - 620-625. 

Tidak ada diet khusus untuk penderita asma

Hanya sebagian kecil penderita asma yang alergi atau intoleransi terhadap makanan yang dapat memicu serangan asma. Penting untuk diingat bahwa hingga kini belum ditemukan makanan apa yang dapat menyebabkan atau mencegah asma, yang ada hanyalah makanan yang berpotensi memicu serangan asma.

Sama seperti orang lain, penderita asma sebaiknya tetap diet sehat dan seimbang, yang terdiri dari banyak asupan makanan segar.

31 Desember 2014

Mitos dan Fakta Obat Steroid untuk Asma

Menggunakan inhaler steroid

Asma adalah penyakit yang sangat menyebalkan dan membuat kehidupan sehari-hari menjadi sulit. Seiring perkembangannya, asma yang tidak ditangani dengan baik akan berdampak pada kerusakan paru-paru dan saluran napas. Kerusakan pada organ pernapasan ini akan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih buruk lagi. Sejatinya setiap penderita asma harus mendapatkan perawatan asma yang tepat demi mencegah komplikasi serius yang tidak diinginkan.

Apa saja jenis obat asma?

Secara garis besar, ada dua jenis obat asma, yaitu:
  • Obat pengendali asma
  • Obat serangan asma. 

Obat-obat pengendali asma akan mencegah serangan asma. Obat-obat ini berfungsi mencegah serangan asma sebelum terjadi. Selain mengendalikan asma, obat-obat ini juga akan mengurangi peradangan pada paru-paru. Dan sesuai dengan cara kerjanya, obat pengendali semacam ini tidak digunakan untuk mengatasi serangan asma, melainkan hanya mencegahnya. Hal ini karena cara kerjanya yang terbilang lambat.

Ketika serangan asma terjadi, seseorang akan membutuhkan obat asma yang memiliki reaksi cepat, yaitu obat untuk serangan asma. Obat serangan asma ini akan dengan cepat membuka kembali saluran napas ketika serangan asma terjadi. Karena obat ini bukan termasuk pengendali asma, jadi tidak disarankan untuk digunakan secara rutin.

Fakta-fakta mengenai obat steroid pengendali asma

Salah satu metode terbaik untuk mengendalikan asma adalah dengan menggunakan obat pengendali asma yang mengandung kortikosteroid (steroid). Tetapi banyak orang yang khawatir menggunakan obat steroid untuk asma karena berbagai mitos yang berkembang di masyarakat.

Jika Anda atau anak Anda menggunakan inhaler steroid, maka fakta-fakta di bawah ini akan menambah pengetahuan Anda.

Mitos dan fakta obat steroid untuk asma

Mitos Fakta tentang obat steroid asma
"Meskipun cara penggunaannya berbeda, efek samping steroid tetap sama" Steroid yang dihirup dalam hal pengobatan untuk asma hanya berdampak langsung pada gangguan di paru-paru, meskipun ada sebagian kecil yang diserap. Sangat berbeda dengan jenis steroid yang disuntikkan atau dikonsumsi secara oral, obat ini akan menyebar ke seluruh tubuh dan lebih berisiko.
"Otot dan rambut akan tumbuh karena menggunakan inhaler steroid" Steroid yang digunakan dalam pengobatan asma berbeda dengan steroid yang digunakan untuk membentuk otot atau menumbuhkan rambut. Dan karena inhaler steroid hanya dihirup, maka efeknya hanya berkisar antara paru-paru atau di lokasi yang dibutuhkan saja.
"Menggunakan inhaler steroid akan menghambat pertumbuhan anak-anak" Tidak dipungkiri, ada kemungkinan perlambatan pertumbuhan pada anak yang menggunakan inhaler steroid secara rutin. Namun perlu diketahui bahwa efek samping ini cukup jarang, dan jikapun terjadi maka perbedaan ketinggiannya sangatlah kecil.
"Pengendali asma terbaik adalah inhaler" Faktanya sebagian besar penderita asma dapat mengendalikan asmanya dengan baik dengan menggunakan obat-obat steroid.

Image Credit
  • www.ctvnews.ca

28 November 2014

Penyebab dan Komplikasi Batuk malam

Batuk malam

Batuk malam adalah batuk yang terjadi di malam hari, biasanya ketika berbaring (batuk postural). Secara fisiologis, batuk adalah pengeluaran udara dengan cepat dari paru-paru yang terjadi secara refleks untuk menjaga agar saluran napas tetap normal. Batuk malam bisa jadi merupakan gejala dari suatu kondisi pada paru-paru, tenggorokan atau kondisi biasa lainnya, seperti influenza.

Radang paru-paru atau tenggorokan, yang mungkin diakibatkan karena merokok atau influenza, merupakan penyebab batuk malam yang paling umum. Kondisi saluran napas dan paru-paru para perokok biasanya menghasilkan lendir berlebih secara terus menerus, di sinilah gerak refleks batuk terjadi untuk membersihkannya. Jika memang disebabkan karena merokok, biasanya batuk malam akan langsung sembuh ketika berhenti merokok.

Batuk malam juga bisa menjadi pertanda adanya infeksi serius pada paru-paru, saluran napas, atau tenggorokan. Batuk malam juga bisa merupakan gejala gagal jantung kongestif apabila disertai dengan lendir merah muda berbusa di mulut, sesak napas berat, mengi, dan denyut jantung yang cepat. Dan yang lebih serius, batuk malam juga bisa menandakan adanya kanker paru-paru, terutama jika disertai dengan hemoptisis (batuk darah).

Tergantung dari penyebabnya, batuk malam dapat terjadi pada saat Anda berbaring, atau saat duduk, dan dapat disertai dengan sputum (dahak), bersin, sesak napas, mengi, atau isi lambung yang bergerak naik ke mulut.

Pada beberapa kasus yang jarang, batuk malam bisa menjadi gejala dari adanya kondisi yang mengancam jiwa, seperti gagal jantung kongestif, edema paru, atau infeksi pernapasan berat. Jika Anda batuk malam yang disertai dengan gejala-gejala serius, seperti nyeri dada, demam tinggi (lebih dari 38 derajat celcius), atau gangguan napas yang berat, segeralah ke gawat darurat rumah sakit.

Gejala batuk malam

Batuk malam dapat disertai dengan gejala lain, yang bervariasi tergantung dari penyebabnya. Batuk malam dapat disertai dengan gejala lain yang mempengaruhi sistem pernapasan, seperti:
  • Batuk darah (hemoptisis)
  • Batuk yang disertai keluarnya cairan/dahak yang berwarna bening, kuning, coklat muda, atau hijau
  • Kesulitan bernapas
  • Napas cepat (takipnea) atau sesak napas
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung buntu
  • Mengi (napas seperti suara bersiul).

Batuk malam juga dapat disertai dengan gejala lain yang berhubungan dengan sistem tubuh lain, seperti:
  • Bersendawa
  • Perasaan terbakar di dada atau tenggorokan (akibat refluks asam lambung)
  • Nyeri atau rasa tertekan pada dada
  • Demam dan menggigil
  • Gejala flu (lemah, demam, sakit tenggorokan, ingusan, dan sakit kepala)
  • Suara serak
  • Gangguan pencernaan
  • Berkeringat di malam hari
  • Hidung meler.

Pada beberapa kasus, batuk malam bisa jadi merupakan gejala dari suatu kondisi yang mengancam jiwa yang harus segera mendapatkan perawatan medis. Segeralah ke gawat darurat rumah sakit jika batuk malam disertai dengan gejala-gejala berikut:
  • Dada terasa nyeri, sesak, tertekan dan palpitasi (denyut jantung cepat dan tidak teratur)
  • Demam tinggi (lebih tinggi 38 derajat celcius)
  • Gangguan bernapas, seperti sesak napas, mengi, tidak bernapas, dan tersedak.

Penyebab batuk malam

Batuk malam adalah keluarnya udara dari paru-paru dengan cepat yang utamanya terjadi di malam hari. Penyebab batuk malam yang paling umum adalah reaksi alergi. Reaksi alergi dapat disebabkan oleh serbuk sari, bulu binatang, makanan, atau obat-obatan. Infeksi, seperti influenza dan bronkitis akut, yang menyebabkan radang pada paru-paru, tenggorokan dan sinus juga menjadi penyebab umum dari batuk malam.

Suatu kondisi yang disebut dengan croup adalah radang tenggorokan akibat virus yang menyebabkan batuk malam pada anak-anak. Bronkitis kronis yang terkait dengan kebiasaan merokok merupakan penyebab umum batuk malam pada orang dewasa. Pada kasus yang berat, batuk malam dapat disebabkan oleh kondisi jantung seperti gagal jantung kongestif atau edema paru.

Batuk malam karena alergi

Batuk malam mungkin disebabkan karena reaksi alergi, seperti:
  • Asma (termasuk alergi tungau)
  • Alergi makanan (reaksi alergi terhadap makanan tertentu)
  • Hay fever atau reaksi alergi terhadap bulu binatang, debu, kosmetik, atau serbuk sari.

Batuk malam karena radang

Batuk malam dapat disebabkan oleh peradangan, seperti:
  • Bronkitis akut
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK, termasuk emfisema dan bronkitis kronis)
  • Croup
  • Influenza
  • Pleuritis (radang selaput paru-paru)
  • Pneumonia
  • Post-nasal drip (akumulasi lendir di belakang hidung dan tenggorokan) akibat sinusitis atau infeksi saluran pernapasan atas, seperti influenza
  • Tuberkolosis (TBC).

Penyebab lain batuk malam

Batuk malam juga dapat disebabkan oleh penyebab lain, seperti:
  • Iritasi pada saluran pernapasan
  • Gastroesophageal reflux disease/GERD (asam lambung naik ke kerongkongan)
  • Kanker paru-paru
  • Edema paru (cairan pada paru-paru).

Penyebab batuk malam yang mengancam jiwa

Dalam beberapa kasus, batuk malam bisa jadi merupakan gejala dari kondisi serius atau mengancam jiwa yang harus segera mendapatkan perawatan darurat. Kondisi-kondisi ini, seperti:
  • Gagal jantung kongestif (menurunnya kemampuan jantung dalam memompa darah)
  • Kanker paru-paru
  • Edema paru.

Komplikasi potensial batuk malam

Karena batuk malam dapat disebabkan oleh penyakit berbahaya, jika tidak mendapatkan pengobatan maka akan menyebabkan komplikasi serius dan kerusakan permanen. Setelah penyebabnya didiagnosis, pasien harus mentaati pengobatan yang diberikan dokter demi mengurangi risiko-risiko komplikasi, seperti:
  • Kesulitan tidur
  • Kantuk berlebih di siang hari
  • Gagal jantung
  • Hipoksia (kadar oksigen dalam darah menurun)
  • Gagal pernapasan
  • Menyebarnya kanker
  • Menyebarnya infeksi
Article Resources
  • Birring SS. Controversies in the evaluation and management of chronic cough. Am J Respir Crit Care Med 2011; 183:708.
  • Cough. MedlinePlus, a service of the National Library of Medicine National Institutes of Health. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/cough.html.
  • Cough. FamilyDoctor.org. http://familydoctor.org/online/famdocen/home/tools/symptom/516.html.
  • Collins RD. Differential Diagnosis in Primary Care, 5th ed. Philadelphia: Lippincott, Williams & Williams, 2012.

11 November 2014

Mengatasi Asma Pada Anak-anak

Saluran napas saat serangan asma

Asma adalah penyakit peradangan kronis dari paru-paru dan saluran napas, yaitu saluran yang membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru. Jika terserang asma, terjadi iritasi dan pembengkakan pada saluran napasnya, alhasil kemampuan anak untuk bernapas menjadi terganggu.

Pada sebagian anak, paparan alergen seperti tungau, debu, kecoa, jamur, serbuk sari, atau bulu binatang dapat menjadi pemicu atau memperparah serangan asma. Sedangkan sebagian lainnya dipicu oleh udara yang dingin, infeksi virus (seperti flu), asap rokok atau polusi udara.

Dengan pengobatan dan tindak lanjut medis yang tepat, anak yang memiliki asma umumnya akan baik-baik saja.

Apa yang terjadi saat serangan asma akut?

Jika seorang anak terkena serangan asma akut, lapisan saluran napasnya akan meradang dan memproduksi banyak lendir. Otot-otot di sekitar saluran napasnya akan mengejang yang mengakibatkan saluran napasnya menyempit. Akibatnya, anak akan bernapas lebih cepat, batuk atau mengi (mirip suara siulan kecil) sebagaimana udara pernapasan yang dipaksa melewati saluran napas yang sempit. Selain itu, hidung anak biasanya mengembang atau kulit di sekitar tulang rusuknya (di bawah leher) terlihat cekung setiap kali ia bernapas.

Pengobatan asma pada anak-anak

Jika seorang anak memiliki asma, teruslah berkomunikasi dengan dokter agar strategi pengobatan dan pencegahan terhadap serangan asma dapat ditentukan dengan tepat. Yang pertama-tama harus orangtua lakukan adalah mencari tahu pemicu serangan asma pada anak dan selanjutnya jauhkan anak dari pemicu-pemicu tersebut. Ingatlah, ada anak yang hanya terserang asma ketika mereka merasakan dingin, sementara anak lainnya terkena serangan asma saat mereka kontak dengan alergen atau iritan seperti asap rokok.

Menghentikan serangan asma

Dokter biasanya akan meresepkan satu atau beberapa jenis obat untuk anak-anak. Obat yang kita dikenal sebagai inhaler umum diresepkan dokter untuk menghentikan serangan asma anak-anak dengan cepat. Dalam meringankan kejang pada saluran napas, inhaler bekerja lebih cepat dibandingkan obat oral, yang membuat napas anak menjadi lebih mudah. Obat yang bekerja cepat ini, seperti albuterol, dapat diberikan melalui mesin nebulizer atau metered-dose inhaler (MDI).

Nebulizer adalah mesin bertenaga listirk atau baterai yang berfungsi mengubah obat cair menjadi kabut/embun untuk dihirup anak melalui masker. Perawatan dengan nebulizer umumnya memakan waktu sekitar 10 menit.

Sedangkan MDI adalah aerosol kecil yang dapat dimasukkan ke dalam tabung panjang yang disebut holding chamber atau spacer, yang pada ujungnya terdapat masker atau moncong/corong khusus. Albuterol disemprotkan ke dalam holding chamber dan terhirup oleh anak saat ia bernapas melalui masker atau corong. Perawatan yang satu ini dapat diterapkan dalam waktu kurang dari satu menit.

Mengenai pilihan apakah seorang anak akan menggunakan nebulizer atau MDI, dokter akan menilainya berdasarkan kondisi asmanya dan mana metode yang paling nyaman untuknya. Tapi pada dasarnya kedua metode tersebut sama-sama efektif dalam menghentikan serangan asma pada anak-anak.

Mencegah serangan asma

Ada beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk mencegah serangan asma. Seperti steroid inhalasi, yang akan membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan dan mencegah mengi pada anak. Anak dapat diberikan obat steroid inhalasi setiap hari baik dengan menggunakan nebulizer ataupun MDI, namun hal ini tergantung dari steroid apa yang diresepkan dokter.

Adapula obat lain untuk anak-anak berusia 4 tahun dengan asma sedang atau parah yang sulit dikendalikan. Obat ini dapat berupa kombinasi steroid inhalasi dan LABA (long-acting beta agonist).

Obat non-steroid kunyah yang disebut dengan leukotriene antagonist dapat dijadikan opsi lain untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan pada saluran napas anak.

Selain itu, pastikan juga guru, pengasuh atau orang-orang yang sering berinteraksi lama dengan anak agar mengetahui kondisi asmanya dan tahu apa yang harus dilakukan ketika ia terserang asma.

Dapatkah asma dicegah?

Belum ditemukan metode efektif untuk mencegah asma pada anak-anak. Anak juga tidak dapat diprediksi akan memiliki asma hingga ia menunjukkan gejala-gejala persisten, seperti mengi, dan batuk yang terus menerus. Namun, orangtua dapat meminimalisir tingkat keparahan asma anak dengan melakukan hal-hal berikut:
  • Jauhkan anak dari paparan debu. Ada perlunya membungkus kasur anak dengan sprei anti air dan hindari penggunaan karpet (ambal) di kamarnya.
  • Jauhkan anak dari asap rokok. Secara teknis, asap rokok memang tidak dianggap sebagai alergen, tapi dapat mengiritasi paru-paru.
  • Batasi eksposur dengan polusi udara. Polutan seperti ozon dapat mengiritasi paru-paru dan menyebabkan masalah pernapasan pada orang yang memiliki saluran napas sensitif. Saat kualitas udara buruk, sebaiknya jaga anak agar tetap di dalam rumah.
  • Batasi kontak dengan binatang peliharaan. Jika anak diketahui alergi pada suatu binatang peliharaan, tentu saja orangtua harus menjauhkan binatang tersebut darinya. Namun, alangkah baiknya agar anak yang memiliki asma menghindari kontak dengan seluruh binatang-binatang, terutama binatang yang memiliki rambut (kucing, anjing, hamster dll) atau bulu (burung, ayam dll).
  • Bersihkan jamur dirumah. Pastikan membuka jendela pada saat memasak, dan kamar mandi juga harus memiliki ventilasi yang cukup. AC atau dehumidifier dapat digunakan untuk menjaga tingkat kelembaban udara. Perbaiki bocor-bocor dirumah yang dapat menyebabkan jamur tumbuh di dinding atau lantai, dan bersihkan permukaan rumah yang berjamur dengan menggunakan sabun dan air. Pastikan juga pakaian atau permukaan rumah yang basah atau lembab dikeringkan sesegera mungkin untuk mencegah pertumbuhan jamur. 

Dapatkah anak-anak sembuh dari asma?

Belum ditemukan obat atau metode untuk mengobati asma. Metode atau obat-obatan yang ada lebih ditujukan untuk mencegah atau menghentikan serangan asma. Secara umum, asma dianggap sebagai kondisi seumur hidup, meskipun frekuensi dan tingkat keparahannya dapat meningkat atau menurun seiring pertumbuhan anak.

Jika tidak diobati atau terlambat mendapatkan perawatan, serangan asma dapat mematikan. Segera beri anak dengan obat (yang diresepkan dokter) setiap kali ia terserang asma. Dengan tindak lanjut dan pengobatan yang tepat, anak dengan asma dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat.