Perbedaan Antara Asma dan Bronkitis

Asma dan bronkitis adalah penyakit peradangan pada paru-paru dimana saluran napas bagian bawah membengkak atau menyempit, yang mengakibatkan kesulitan bernapas. Asma adalah penyakit kronis yang ditandai dengan episode serangan sesak napas berulang.

Bronkitis biasanya merupakan penyakit akut atau jangka pendek, biasanya berlangsung antara satu sampai beberapa minggu, atau juga bisa merupakan penyakit kronis. Pada bronkitis, terjadi iritasi pada selaput lendir yang melapisi saluran napas. Meskipun ada beberapa kesamaan, asma dan bronkitis adalah penyakit yang berbeda dengan strategi pengobatan yang berbeda pula.
Saluran napas normal dan menyempit
Saluran napas normal (kiri) dan saluran napas menyempit (kanan)

Sifat asma dan bronkitis

Bronkitis akut adalah infeksi pada lapisan saluran napas dengan batuk yang berlangsung selama beberapa minggu. Bronkitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Kurang dari 10 persen kasus bronkitis disebabkan oleh infeksi bakteri. Lapisan saluran napas akan kembali normal ketika infeksi telah hilang.

Bronkitis kronis adalah kondisi peradangan yang lebih serius yang terjadi utamanya pada perokok atau mereka yang terpapar paparan polutan udara dalam waktu lama, menyebabkan kerusakan saluran napas secara permanen dan membuat kesulitan bernapas.

Asma adalah penyakit kronis yang menyebabkan radang dan penyempitan saluran napas. Orang dengan asma akan mengalami episode obstruksi atau penyempitan saluran napas berulang, yang memiliki karakteristik reversibel - baik secara spontan atau melalui pengobatan.

Gejala asma dan bronkitis

Gejala asma dan bronkitis serupa namun ada beberapa perbedaan yang khas. Orang dengan asma akan mengalami sesak napas, dada terasa ditekan, dan mengi saat asma menyerang. Bronkitis akut bisa  menyebabkan batuk, dengan atau tanpa dahak. Bronkitis kronis dikaitkan dengan batuk terus menerus yang disertai dengan dahak. Namun, gejala-gejala ini juga dapat merupakan gejala dari kondisi paru-paru lainnya, sehingga masih belum cukup spesifik untuk membuat diagnosis. Saat gejala memburuk, baik asma ataupun bronkitis dapat mengancam jiwa.

Diagnosis

Bronkitis akut umumnya didiagnosis dengan onset batuk mendadak yang bukan disebabkan oleh serangan flu, asma, atau penyakit pernapasan yang lebih serius seperti, pneumonia. Diagnosis biasanya didasarkan pada riwayat kesehatan, gejala, dan pemeriksaan fisik.

Bronkitis kronis didefinisikan sebagai bronkitis dengan batuk yang disertai dahak yang berlangsung minimal 3 bulan selama 2 tahun berturut-turut. Selain riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik, tes yang digunakan untuk mendiagnosis bronkitis kronis termasuk tes fungsi paru untuk memeriksa aliran udara di paru-paru dan rontgen dada.

Diagnosis asma lebih rumit, yang memerlukan tes untuk memeriksa penyumbatan jalan napas dan kemampuan untuk mengembuskan napas dalam kondisi uji yang berbeda. Tes akan diulang setelah menggunakan obat (biasanya inhalasi) untuk membuka saluran napas untuk menentukan reversibilitas penyumbatan aliran napas.

Pengobatan

Bronkitis akut biasanya akan hilang dengan sendirinya. Karena kebanyakan kasus bronkitis akut disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak diperlukan. Dalam kasus yang jarang terjadi, bronkodilator - obat-obat inhalasi yang dapat membuka saluran napas - dapat diresepkan jika batuk juga disertai dengan mengi.

Pengobatan untuk bronkitis kronis biasanya mencakup beberapa strategi, termasuk vaksinasi untuk influenza dan pneumonia dan penggunaan steroid untuk mengurangi peradangan, dan pengobatan dengan antibiotik. Pengobatan lain yang dapat membantu termasuk penggunaan bronkodilator untuk melebarkan saluran napas atau obat untuk membantu membersihkan produksi lendir yang berlebih.

Pengobatan asma berfokus pada dua strategi. Mengurangi frekuensi serangan dan menurunkan tingkat keparahan serangan yang dilakukan dengan membatasi pemaparan dengan pemicu dan menggunakan obat-abat asma untuk mengobati serangan mendadak. Mengontrol peradangan yang menyebabkannya dan penyempitan saluran napas adalah tujuan lain pengobatan asma. Kortikosteroid inhalasi biasanya diresepkan untuk mengatasi peradangan jangka panjang. Leukotriene modifier dan teofilin adalah obat untuk kontrol jangka panjang lainnya.

Article Resources
  • https://www.livestrong.com/article/220387-differences-between-asthma-bronchitis/