Perbedaan CT Scan dan MRI : Mesin, Biaya, dan Manfaat

Wednesday, January 17, 2018
Advertisement
CT scan VS MRI scan

Apa itu CT Scan dan MRI?

CT (computerized tomography) scan adalah kombinasi dari serangkaian gambar sinar-X yang diambil dari berbagai sudut. CT scan menggunakan komputer untuk membuat gambar dari sinar-X ini.

MRI (magnetic resonance imaging) adalah pemindaian yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menciptakan gambaran jaringan lunak dan tulang tubuh secara rinci.

Sekilas perbedaan CT scan dan MRI

  • CT Scan memanfaatkan sinar-X untuk menciptakan gambar dalam tubuh sementara MRI menggunakan medan magnet dan gelombang radio yang kuat untuk menciptakan gambar organ dan struktur internal tubuh secara rinci.
  • Pemindaian CT scan menggunakan radiasi, sedangkan MRI tidak.
  • Ketimbang CT scan, MRI memberikan informasi lebih rinci tentang organ dalam tubuh (jaringan lunak) seperti otak, sistem rangka, sistem reproduksi, dan sistem organ lainnya.
  • Proses pemindaian dengan CT scan, tidak menimbulkan rasa sakit, dan tidak invasif.
  • Pemindaian dengan MRI juga tidak invasif, tapi bising, butuh waktu lebih lama dari CT scan, dan bisa menyebabkan klaustrofobia (cemas karena berada di ruang mesin tertutup).
  • Biaya pemindaian dengan MRI lebih mahal daripada CT Scan.
  • Pemindai MRI dapat menimbulkan masalah keamanan karena magnetnya yang kuat.

Tergantung pemeriksaan apa, lama total prosedur CT scan bisa berkisar antara 20 menit sampai 1 jam. Untuk pemindaiannya sendiri sebenarnya hanya butuh waktu beberapa detik dan menit saja. Sebagian besar waktu prosedur adalah untuk persiapan dan konfirmasi bahwa kualitas gambar sudah cukup.

Bagaimana cara kerja CT scan?

CT scan bekerja dengan cara mengambil banyak gambar dari berbagai sudut dengan menggunakan sinar-X dan mengolahnya menjadi gambar 3 dimensi dari sistem organ yang diperiksa. Komputer mengolah semua hasil gambar dari sinar-X yang diambil dari sudut-sudut berbeda dan mensintesis gambarnya menjadi gambar tiga dimensi.

Bagaimana cara kerja MRI?

Medan magnet MRI akan menyebabkan atom hidrogen dalam tubuh manusia memposisikan diri di sepanjang medan magnet. Atom hidrogen ideal digunakan dalam pemindaian karena tubuh manusia didominasi air yang terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen.

Mesin kemudian mengirimkan serangkaian gelombang radio ke tubuh pasien yang menyebabkan hanya atom hidrogen yang tereksitasi. Saat atom hidrogen yang tereksitasi berusaha kembali ke posisi di sepanjang medan magnet yang dihasilkan mesin, atom-atom tersebut melepaskan kelebihan energi yang diambil dari gelombang radio.

Mesin lantas mendeteksi dan mencatat pelepasan energi tersebut. Dalam beberapa kasus, pasien mungkin diminta menelan atau mendapatkan suntikan agen kontras, biasanya gadolidium, sebelum menjalani pemindaian MRI. Agen kontras membuat gambar MRI memiliki resolusi yang lebih baik sehingga memudahkan analisis.

Mana yang lebih aman, CT scan atau MRI?

Secara umum, CT scan dan MRI relatif aman. Namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Pemindaian dengan MRI sebaiknya tidak dilakukan pada pasien dengan klip aneurisma (klip pembuluh darah di dalam otak) kecuali jika jenis klip ini memang sudah diketahui aman untuk MRI, karena klip ini dapat lepas dan pasien dapat meninggal karena pendarahan otak.

Masalah lain dengan MRI adalah magnet MRI dapat membuat beberapa alat pacu jantung atau defibrilator yang dioperasikan dengan baterai ini menjadi malfungsi. Seluruh alat yang terbuat dari logam bisa berinteraksi dengan medan magnet MRI. Selain itu, peralatan lain dari logam yang berada di dekat mesin MRI (seperti tabung oksigen pasien) perlu dijauhkan karena dapat tertarik ke medan magnet dan dapat melukai atau bahkan membunuh pasien.

CT scan tidak memiliki masalah dengan hal-hal diatas. Namun, karena menggunakan sinar-X, CT scan mengekspos pasien dengan radiasi, meskipun dosisnya relatif rendah. Beberapa tipe CT scan mungkin tidak dianjurkan selama kehamilan.

Apakah CT scan atau MRI menyakitkan?

Pemindaian dengan CT scan cepat, tanpa rasa sakit, dan hasilnya terperinci. MRI scan juga tidak menimbulkan rasa sakit dan hasilnya lebih rinci daripada CT scan. MRI scan tidak memberikan efek buruk pada tubuh kecuali pasien tersebut memiliki beberapa kontradiksi untuk pemindaian seperti yang disebutkan sebelumnya. Namun, pemindaian dengan MRI tidak secepat CT scan, dan sebagian pasien merasa gelisah, terutama saat magnet yang bising mulai diaktifkan sehingga pasien. Selain itu, pasien harus berbaring diam saat gambar diambil.

Penyakit atau kondisi apa yang bisa didiagnosis CT dan MRI?

CT scan dapat dipergunakan untuk:
  • Mengambil gambar otak untuk membantu membedakan antara stroke iskemik dan hemoragik.
  • Evaluasi pasien trauma kepala, terutama trauma wajah.
  • Membantu menentukan diagnosis nyeri perut dan / atau nyeri panggul, usus halus, usus besar, dan organ dalam lainnya.
  • Menentukan penyebab rasa sakit yang tidak diketahui penyebabnya.
  • CT scan juga berguna pada beberapa luka traumatis untuk menunjukkan patah tulang halus.

Pemindaian MRI pada prinsipnya digunakan untuk memberikan gambaran yang rinci mengenai organ, jaringan lunak, ligamen, dan fitur-fitur lain yang lebih sulit dilihat dengan CT scan. Misalnya, MRI akan memberikan gambaran yang lebih rinci pada pemeriksaan tulang belakang untuk melihat apakah ada herniated disk.

Dapatkah CT scan atau MRI mendeteksi kanker?

Secara definitif, kanker didiagnosis dengan biopsi jaringan. CT scan dan MRI memang bisa menunjukkan massa di dalam tubuh yang kemungkinan adalah tumor, namun CT scan dan MRI bukanlah alat diagnostik definitif untuk kanker, tapi dapat digunakan untuk menentukan dimana lokasi terbaik untuk melakukan biopsi untuk mendiagnosis kanker secara definitif. Selain itu, sekali kanker telah terdiagnosis, CT scan dan MRI dapat memberikan gambaran kepada dokter onkologi (spesialis kanker) tentang sejauh mana kanker telah bermetastasis (menyebar) di tubuh pasien.

Dapatkah CT scan atau MRI melihat tulang dan strukturnya di tubuh?

CT scan dan MRI dapat melihat tulang dan struktur tulang tubuh. Namun, MRI akan memberikan gambaran yang lebih rinci, terutama jaringan lunak yang mengelilingi tulang.

Dapatkah CT scan atau MRI melihat jaringan lunak tubuh?

CT scan dan MRI dapat melihat jaringan lunak tubuh. Namun, MRI akan memberikan gambaran jaringan lunak yang lebih rinci.

Apa yang bisa CT scan lakukan tapi tidak bisa MRI lakukan?

Mesin MRI umumnya tidak dapat memindai otak dengan cepat untuk membantu menentukan penyebab stroke (iskemik atau hemoragik). CT scan mampu memberikan hasil pencitraan yang cepat kepada dokter, terutama untuk situasi gawat darurat, merupakan alat diagnostik yang sangat berguna.

MRI biasanya digunakan untuk situasi non darurat, dimana banyak waktu yang tersedia untuk memindai otak dan jaringan lunak pasien secara rinci.

Mana yang lebih mahal, CT scan atau MRI?

Biaya MRI sekitar dua kali lipat dari biaya CT scan, terutama jika zat warna kontras juga digunakan pada MRI. Biaya MRI saat ini antara 2 juta sampai 3 juta rupiah.

Mengapa ada pasien yang diperiksa MRI setelah CT scan?

Rincian gambaran hasil CT scan untuk mendiagnosis masalah pada jaringan lunak masih terbatas. Contoh yang bagus adalah apa yang terjadi pada atlet sepakbola yang cedera. Pergelangan kaki atau lututnya mungkin telah diperiksa dengan CT scan untuk melihat apakah ada yang patah. Jika tidak ada yang patah, dokter kemungkinan akan melanjutkan pemeriksaan dengan MRI untuk mendapatkan gambaran yang lebih rinci untuk menilai tingkat keparahan, jika ada, pada ligamen dan jaringan lunak lainnya yang cedera. Hasil pemindaian MRI juga akan membantu untuk menentukan jenis pengobatan apa yang terbaik bagi cedera pesepakbola tersebut.

Siapa yang tidak boleh mendapatkan MRI?

Beberapa jenis implan logam atau perangkat keras ortopedi yang bersifat magnetis, dan tidak kompatibel dengan MRI, terutama tipe lama. Jika Anda tidak yakin tubuh Anda memiliki pecahan logam di dalam tubuh (seperti pecahan peluru atau luka karena pekerjaan barang logam), mungkin lebih baik periksa dengan CT scan dulu sebelum MRI.

Berikut ini adalah contoh dari hal-hal yang tidak kompatibel dengan pemindaian MRI, terutama implan logam, atau fragmen yang mengandung besi. (Catatan: Tidak semua hal dibawah ini adalah kontraindikasi pasti MRI. Dokter atau petugas MRI yang akan menentukannya.
  • Katup jantung logam buatan
  • Sendi buatan
  • Klip aneurisma otak
  • Implan koklea
  • Gigi palsu / gigi yang bersifat magnetis
  • Implan mata
  • Implan kawat/kabel, batang, sekrup atau plat logam
  • Perangkat intrauterine IUD
  • Pengobatan transdermal patch yang mengandung metal foil
  • Fragmen logam di atau dekat mata atau pembuluh darah
  • Stimulator saraf
  • Kegemukan. Beberapa mesin MRI memiliki batasan berat badan dan bervariasi antara 150 sampai 230 kg, dan pasien tersebut perlu masuk ke lubang pemindai.
  • Alat pacu jantung
  • Kosmetik atau tato permanen
  • Kehamilan - MRI scan tidak disarankan selama kehamilan, terutama dalam tiga bulan pertama.
  • Klip ligasi tuba
  • Klip bedah.

Secara umum, ibu hamil tidak disarankan mendapatkan CT scan. Namun jika memang diperlukan, dokter akan menimbang manfaat dan risikonya yang akan ibu putuskan bersama dengan dokter. Seperti halnya MRI, beberapa mesin CT scan juga memiliki batasan berat badan pasien dan batas ukuran tubuh pasien agar sesuai dengan pemindai.

Article Resources
  • https://www.medicinenet.com/ct_scan_vs_mri/article.htm\
  • http://www.impactscan.org/patientguide.htm
  • https://uamshealth.com/medicalservices/radiology/ctscanfrequentlyaskedquestions/
  • https://www.amazine.co/11068/tips-scan-mri-bagaimana-cara-kerja-mesin-pemindai-mri/
  • https://www.nhs.uk/conditions/mri-scan/what-happens/

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer