Biopsi : Jenis, Manfaat dan Risiko

Friday, February 03, 2017
Jarum biopsi


Apa itu biopsi?

Biopsi adalah pengambilan bagian kulit, jaringan atau organ tubuh untuk kemudian diteliti/diperiksa di laboratorium. Tujuan dilakukan biopsi adalah untuk mengetahui apakah suatu jaringan mengandung sel-sel kanker atau sel-sel abnormal lainnya. Hasil biopsi akan membantu dokter dalam mendiagnosis dan menentukan langkah terbaik untuk pengobatan seorang pasien.

Biopsi mungkin terdengar menakutkan, tapi perlu Anda ketahui bahwa sebagian besar prosedur biopsi bebas dari rasa sakit dan berisiko rendah.

Mengapa perlu dilakukan biopsi?

Jika Anda dicurigai memiliki gejala yang terkait kanker, dan dokter telah mengetahui lokasinya, maka dokter akan memerintahkan untuk melakukan prosedur biopsi guna membantu menentukan apakah area tersebut kanker atau bukan. Umumnya biopsi akan dilakukan pada benjolan, tumor, kista atau pembengkakan yang tidak diketahui penyebabnya.

Biopsi menjadi satu-satunya cara pasti untuk mendiagnosis kanker. Tes pencitraan seperti CT Scan dan X-ray memang membantu menentukan area mana yang terkena, namun tidak dapat menentukan apakah itu sel kanker atau bukan. Misal, seorang wanita memiliki benjolan di payudaranya. Tes pencitraan sudah mengkonfirmasi bahwa itu memang benjolan, tetapi biopsilah yang akan menentukan apakah itu kanker payudara atau kondisi lain non kanker, seperti fibrosis atau polikistik.

Biopsi memang berhubungan erat dengan kanker, tapi hanya karena dokter memerintahkan untuk biopsi, bukan berarti Anda terkena kanker. Dokter memanfaatkan biopsi untuk menguji apakah kelainan di tubuh Anda tersebut disebabkan oleh kanker atau kondisi lain non kanker. Secara umum, biopsi dilakukan untuk mendiagnosis suatu kondisi atau untuk membantu menentukan pilihan terapi yang terbaik.

Jenis biopsi

Biopsi ada berbagai jenis, yang hampir semanya menggunakan alat tajam untuk mengambil sejumlah kecil jaringan. Dokterlah yang akan menentukan di bagian tubuh mana yang akan dilakukan biopsi dan menentukan jenis biopsinya sesuai dengan area yang dicurigai.

Untuk mematikan rasa sakit, mungkin Anda akan diberikan anestesi lokal atau anestesi umum sebelum prosedur biopsi, tergantung dari kondisi Anda dan jenis biopsi yang akan dilakukan.

Biospi sumsum tulang (Bone marrow biopsy)

Di beberapa tulang besar, seperti tulang pinggul atau tulang paha, sel-sel darah akan diproduksi di dalam bahan spons yang disebut dengan sumsum.

Jika dokter mencurigai adanya masalah pada darah, maka dokter akan memerintahkan untuk biopsi sumsum tulang. Biopsi ini mengklarifikasi apakah itu kondisi kanker atau non kanker, seperti apakah itu leukemia, anemia, infeksi, atau limfoma. Biopsi ini juga digunakan untuk mengetahui apakah sel-sel kanker di bagian tubuh lain telah menyebar ke tulang Anda.

Sumsum tulang paling mudah diakses menggunakan jarum panjang yang dimasukkan ke tulang pinggul. Biopsi ini bisa dilakukan di rumah sakit atau di tempat praktek dokter. Bagian dalam tulang tidaklah mati rasa, jadi pasien mungkin akan tetap merasakan nyeri tumpul selama prosedur ini. 

Biopsi endoskopik (Endoscopic biopsy)

Biopsi endoskopik dilakukan untuk mengambil sampel dari bagian tubuh yang sulit/dalam seperti kandung kemih, usus, atau paru-paru.

Biopsi endoskopik memanfaatkan selang tipis fleksibel yang disebut endoscope. Pada ujung endoscope terdapat kamera kecil dan ringan. Endoscope juga dilengkapi dengan alat bedah kecil. Dokter akan melihat melalui monitor yang terkoneksi dengan endoscope. Dengan menggunakan monitor dokter akan melihat dan memandu jalannya endoscope ke area yang dituju.

Endoscope masuk ke dalam tubuh melalui sayatan kecil pada tubuh, atau melalui lubang yang sudah ada, seperti mulut, hidung, rektum, atau uretra. Prosedur ini biasanya memakan waktu antara 5 sampai 20 menit.

Pasien mungkin akan merasakan rasa tidak nyaman, kembung, atau sakit tenggorokan, tergantung dari mana jalan masuk dan tujuan endoscope tersebut.

Biopsi jarum (Needle biopsy)

Yang paling umum digunakan adalah biopsi jarum. Biopsi jarum digunakan untuk mengambil sampel jaringan yang mencurigakan. Bisa dilakukan pada kulit atau organ-organ tubuh dalam seperti hati atau ginjal.

Biopsi kolposkopi (Colposcopy biopsy)

Sebuah alat berkamera yang dinamakan colposcope digunakan untuk memeriksa leher rahim sementara sampel jaringan diambil. Biopsi ini biasanya dilakukan untuk menyelidiki hasil Pap yang abnormal.

Biopsi eksisi (Excision biopsy)

Seluruh benjolan akan diangkat/diambil. Anestesi umum mungkin diperlukan tergantung dari lokasi benjolan. Jenis biopsi ini dapat dilakukan untuk benjolan pada payudara.

Biopsi insisi (Incision biopsy)

Hanya sebagian kecil benjolan yang diambil. Anestesi umum atau lokal mungkin diperlukan tergantung dari lokasi benjolan. Biopsi jenis ini dapat digunakan untuk benjolan yang terletak di jaringan ikat seperti otot.

Biopsi punch (Punch biopsy)

Sebuah alat khusus digunakan untuk membuat lubang melalui lapisan kulit paling atas. Anestesi yang digunakan biasanya lokal atau topikal. Biopsi ini umumnya dilakukan untuk mendiagnosa kondisi kulit.

Biopsi Stereotactic (Stereotactic biopsy)

Dengan bantuan sinar-X jarum bedah akan dipandu menuju benjolan. Jenis biopsi yang satu ini biasanya dilakukan untuk benjolan yang sulit dilihat atau diraba.

Siapa yang melakukan biopsi dan siapa yang menganalisis sampelnya?

Karena biopsi ada berbagai jenis, maka petugas medis yang terlibat juga bisa dari berbagai bidang. Bisa hanya satu orang saja atau bahkan beberapa orang.

Tergantung dari jenis biopsi, bagian tubuh akan diperiksa dan kondisi kesehatan Anda, ahli-ahli yang mungkin terlibat antara lain:

  • Ahli bedah
  • Ahli radiologi
  • Onkologi, dokter spesialis kanker
  • Ahli penyakit dalam
  • Ahli patologi, dokter spesialis dalam tes laboratorium dan mengevaluasi sel, jaringan, dan organ untuk mendiagnosa penyakit. Ahli patologi inilah yang menganalisis sampel biopsi.
  • Cytologist, ahli yang melakukan aspirasi jarum halus. Spesialis studi sel.
  • Ahli kulit
  • Ahli kandungan
  • Spesialis lainnya.

Biopsi bukanlah hal yang menakutkan. Beberapa jenis biopsi bisa dilakukan di klinik-klinik dokter.

Persiapan biopsi bagi pasien

Prosedur biopsi tidak memerlukan persiapan khusus dari pasien. Seperti prosedur medis lainnya, dokter mungkin akan bertanya mengenai obat atau suplemen apa yang sedang Anda konsumsi dan mungkin dokter akan memerintahkan untuk stop minum obat-obat tertentu sebelum biopsi, seperti aspirin atau obat anti inflamasi non steroid. Namun pada beberapa kondisi, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan darah atau tes pencitraan.

Risiko biopsi

Setiap prosedur medis yang melukai kulit akan membawa risiko perdarahan atau infeksi. Namun, luka tusuk atau sayatan kecil berisiko rendah.

Pasca biopsi

Sebelum biopsi, dokter sudah menjelaskan prosedur, kemungkinan gejala, dan efek samping dari biopsi. Setelah jaringan itu diambil, jaringan tersebut dikirim ke ahli patologi. Ahli patologi akan mempelajari sampel tersebut untuk kemudian mengirimkan hasilnya dalam beberapa hari kepada dokter yang menangani pasien.

Jika hasilnya menunjukkan adanya tanda-tanda kanker, dokter akan memberitahu jenis dan tingkat agresi kanker berdasarkan hasil biopsi Anda. Hasil ini juga digunakan untuk menentukan pengobatan apa yang tepat untuk Anda.

Jika hasilnya negatif, maka itu bukan kanker. Dokter mungkin akan tetap menindaklanjuti kondisi non kanker ini. Biopsi mungkin telah mengkonfirmasi adanya masalah lain yang memerlukan perawatan berbeda. Jika diperlukan, dokter juga mungkin akan melakukan tes lain untuk mengidentifikasi penyebab masalah non kanker tersebut untuk menentukan perawatan yang tepat.


Ref:
- http://www.healthline.com/health/biopsy
- http://www.webmd.com/cancer/what-is-a-biopsy
- https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/biopsy
- http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/biopsy/art-20043922
- http://www.cancer.net/navigating-cancer-care/diagnosing-cancer/tests-and-procedures/biopsy

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.