Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Payudara

Saturday, August 09, 2014
Kanker payudara

Kanker payudara adalah penyakit dimana sel-sel kanker tumbuh di dalam jaringan payudara, biasanya pada ductus (saluran yang mengalirkan ASI ke puting) dan lobulus (kelenjar yang membuat susu).

Kanker atau tumor ganas terjadi ketika sel-sel di dalam tubuh membelah, tumbuh abnormal, cepat, dan tak terkendali. Jika sel-sel terus membelah dan tumbuh tak terkendali, maka akan membentuk massa (tumor). Tumor ini dapat menyerang jaringan sekitar payudara dan menyebar ke bagian tubuh lain.

Banyak yang menganggap bahwa kanker payudara hanya menyerang wanita, pria sebenarnya juga dapat mengembangkan kanker payudara meskipun jarang terjadi. Bahkan kanker payudara pada pria bisa lebih agresif.

Penyebab Kanker Payudara

Penyebab pasti kanker payudara hingga kini belum diketahui. Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan kans seseorang untuk terkena kanker payudara.

Faktor-faktor risiko kanker payudara adalah:
  • Jenis kelamin: perempuan, meskipun pria juga dapat mengembangkan kanker payudara.
  • Usia: 50 tahun atau lebih.
  • Riwayat pribadi kanker payudara.
  • Riwayat keluarga kanker payudara.
  • Perubahan jaringan payudara, seperti atypical ductal hyperplasia, radial scar formation, dan lobular carcinoma in situ (LCIS).
  • Perubahan gen tertentu (BRCA1, BRCA2, dan lainnya).
  • Tidak menyusui.
  • Tidak melahirkan atau berhenti melahirkan.
  • Penggunaan kontrasepsi oral.
  • Periode menstruasi yang dimulai sebelum usia 12 tahun. 
  • Menjalani terapi penggantian hormon, seperti hormon estrogen.
  • Menjalani terapi atau terpapar radiasi sebelum berusia 30 tahun.
  • Peningkatan kepadatan payudara.
  • Kebiasaan merokok dan alkohol.

Gejala Kanker Payudara

Ketika pertama kali berkembang, gejala kanker payudara mungkin tidak ada sama sekali. Tapi seiring kanker yang terus tumbuh, beberapa perubahan akan terjadi, antara lain:
  • Muncul benjolan atau penebalan di atau dekat payudara atau di daerah ketiak atau leher. Umumnya benjolan tidak terasa nyeri.
  • Perubahan ukuran dan bentuk payudara.
  • Puting susu mengeluarkan cairan secara spontan atau puting susu tertarik kedalam.
  • Kulit payudara mengerut (seperti kulit jeruk) atau muncul ulkus (borok).
  • Perubahan warna kulit payudara, areola, atau perubahan rasa pada puting (seperti terasa hangat atau bengkak)
Catatan: gejala-gejala diatas bisa juga disebabkan oleh kondisi kesehatan lain yang tidak serius. Sebaiknya segera periksakan ke dokter bila mengalaminya.

Diagnosis Kanker Payudara

Selain menganalisa gejala dan riwayat medis Anda dan keluarga Anda, dokter mungkin juga akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis kanker payudara. Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut antara lain:
  • Pemeriksaan payudara klinis - ukuran dan tekstur benjolan diperiksa secara manual untuk melihat apakah benjolan bisa bergerak.
  • Mamografi - tes yang memanfaatkan sinar-X untuk melihat adanya benjolan atau perubahan lain di dalam jaringan payudara.
  • Ultrasonografi (USG) - pemeriksaan yang memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi untuk melihat apakah benjolan berupa kista yang berisi cairan atau massa yang padat.
  • CT Scan - pemeriksaan lainnya dengan Sinar-X dan komputer untuk menghasilkan gambar struktur di dalam tubuh.
  • PET/CT scan - pencitraan yang merupakan kombinasi dari teknik positron emission tomography (PET) dan CT Scan.
  • Magnetic resonance imaging (MRI) - kombinasi dari magnet besar, frekuensi radio dan komputer untuk menghasilkan gambar secara rinci.
  • Biopsi - pengambilan jaringan tumor untuk menguji sel-sel kanker, jenis biopsi untuk kanker payudara antara lain:
-
Fine-needle aspiration - penghapusan cairan dan/atau sel-sel dari benjolan payudara menggunakan jarum halus.
-
Needle biopsy - pengangkatan jaringan dengan jarum dari area yang terlihat mencurigakan pada mammogram.
-
Bedah biopsi:
-
Incisional biopsy - pemotongan sampel benjolan atau daerah yang mencurigakan.
-
Excisional biopsy - pemotongan seluruh benjolan atau daerah yang mencurigakan dan jaringan sehat di sekitarnya.
  • Evaluasi jaringan - jaringan kanker payudara diuji untuk mengetahui keberadaan reseptor estrogen dan progesteron, ini berguna untuk membantu rencana terapi.
  • Tes genetik- darah dievaluasi untuk melihat apakah ada mutasi gen.

Pengobatan Kanker Payudara

Pengobatan kanker payudara dapat meliputi pembedahan, radiasi, kemoterapi, terapi biologis dan terapi hormonal.

Pembedahan:
  • Lumpectomy - pengangkatan kanker payudara dan sebagian jaringan normal di sekitarnya. Terkadang, sebagian kelenjar getah bening di bawah lengan juga diangkat.
  • Segmentectomy - pengangkatan kanker dan area jaringan normal payudara di sekitarnya yang lebih luas.
  • Simple mastectomy - pengangkatan payudara. Dalam hal ini dokter bisa saja tidak mengangkat kelenjar getah bening.
  • Radical mastectomy - pengangkatan payudara, termasuk otot dada, kelenjar getah bening di bawah lengan, dan lemak dan kulit. Pertimbangan prosedur ini hanya pada kasus-kasus yang jarang terjadi. Dilakukan apabila kanker sudah menyebar ke otot-otot dada. Tindakan ini sudah jarang dilakukan.
  • Modified radical mastectomy - mengangkat seluruh payudara, kelenjar getah bening di bawah lengan, jaringan payudara di tulang dada, dan terkadang juga bagian atas otot-otot dada.
  • Sentinel lymph node biopsy - cairan khusus disuntikkan di seputar puting. Berguna untuk memeriksa apakah kelenjar getah bening sudah mengandung sel kanker atau tidak.
  • Axillary lymph node dissection - pengangkatan kelenjar getah bening di bawah lengan. Dilakukan untuk membantu menentukan apakah sel-sel kanker telah masuk ke sistem limfatik.
Radiasi

Terapi ini memanfaatkan radiasi untuk membunuh sel kanker dan tumor. Ada dua jenis terapi radiasi yang mungkin digunakan:
  • Terapi radiasi eksternal - radiasi dari sumber di luar tubuh yang diarahkan ke payudara.
  • Terapi radiasi internal - radioaktif ditempatkan di dalam payudara atau di dekat sel-sel kanker.
Kemoterapi

Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi dapat berupa pil, suntikan atau melalui kateter. Obat-obatan kemoterapi akan masuk ke aliran darah, berjalan ke seluruh tubuh dan membunuh banyak sel-sel kanker. Namun kekurangannya, sebagian sel-sel normal juga ikut mati.

Terapi biologis

Terapi biologis menggunakan obat-obatan atau zat yang dibuat oleh tubuh. Terapi biologis dapat meningkatkan atau mengembalikan sistem pertahanan alami tubuh dalam melawan sel kanker. Sering juga disebut sebagai terapi biologic response modifier (BRM).

Terapi hormonal

Terapi hormonal diciptakan berdasarkan fakta bahwa kebanyakan kanker payudara sensitif estrogen. Estrogen akan mengikat sel yang sensitif estrogen dan merangsangnya untuk tumbuh dan membelah. Obat anti estrogen akan mencegah pengikatan estrogen. Kemudian akan mencegah sel-sel tumbuh, mencegah atau menunda kambuhnya kanker payudara.

Pencegahan Kanker Payudara

Mengetahui kanker payudara sejak dini dan mengobatinya merupakan cara terbaik untuk mencegah kematian akibat penyakit ini. Pada stadium awal, kanker payudara tidak menimbulkan gejala. Jadi sangat penting untuk melakukan tes atau uji skrining (screening). Langkah-langkah berikut ini akan membantu menemukan kanker payudara, sebelum gejalanya muncul.

Pemeriksaan di bawah ini direkomendasikan pada wanita tanpa gejala yang tidak berisiko tinggi kanker payudara:
  • Mammogram; Pada umur 40-49 tahun, interval pemeriksaannya bervariasi hingga berusia 50 tahun (harus di skrining setiap 1-2 tahun). Sedangkan untuk umur 50-74 tahun, setiap satu atau dua tahun sekali.
  • Uji payudara klinis; Umur 20-39 tahun, setiap satu atau 3 tahun
  • Periksa payudara sendiri (SARARI); Usia 20 tahun keatas
Jika Anda berisiko tinggi kanker payudara, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan mammogram. Juga, jika Anda berisiko sangat tinggi kanker payudara, ada operasi untuk mengangkat payudara sebelum terkena kanker yang disebut dengan mastektomi profilaksis. Hal ini memang terdengar bodoh, mengangkat payudara padahal kanker belum terjadi. Dokter memberikan saran berdasarkan pengetahuan, pemeriksaannya dan pertimbangan matangnya dan menjelaskan risikonya, namun keputusan ada di tangan Anda.

Referensi:
  • EBSCO Health Library website. http://www.ebscohost.com/healthlibrary/
  • National Cancer Institute website. http://seer.cancer.gov/publications/survival/surv_breast.pdf
  • American Cancer Society website. http://www.cancer.org/docroot/lrn/lrn_0.asp?dt=5
  • Lifescript. http://www.lifescript.com/health/centers/breast_cancer/

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.