Laringitis, Radang Pangkal Tenggorok atau Kotak Suara

Sunday, May 18, 2014
Laringitis atau radang pangkal tenggorok sering juga disebut sebagai radang kotak suara atau keparauan. Umumnya laringitis diderita bersamaan dengan influenza atau infeksi lainnya pada alat-alat pernapasan bagian atas. Laringitis dapat berlangsung singkat (akut) atau lama (kronis).

Laringitis
Gambar:thegeminigeek.com & dxline.info
Penderita laringitis biasanya akan mengeluhkan perubahan suara yang tidak biasa (serak, suara lemah atau kehilangan suara), terasa gatal dan kasar di tenggorokan, sakit tenggorokan, batuk kering, dan seringkali selalu ada dorongan untuk mengeluarkan dahak.

Laringitis sering terjadi ketika penderita mengalami kondisi kesehatan berikut:
 Dan beberapa kondisi lain diluar kondisi medis yang bisa menyebabkan laringitis antara lain karena:
  • Menggunakan suara secara berlebihan
  • Merokok
  • Minuman keras
  • Terhirup debu atau uap tertentu.

Perawatan

Penderita laringitis sebaiknya segera menemui dokter untuk memeriksakan diri, terutama pada anak-anak karena dikhawatirkan ada kondisi berbahaya lain yang mendasarinya. Rasa nyeri pada kerongkongan dan leher dapat diringankan dengan kompres hangat, lakukan setiap malam sampai peradangan mereda. Dan menghirup uap yang dicampur dengan obat akan sangat membantu penderita laringitis mengatasi gejalanya. Jika memang ada kondisi penyakit lain yang mendasarinya seperti bronkitis, sinusitis, influenza dll, maka obat-obatan perlu digunakan untuk mengatasinya.

Ada satu bentuk laringitis yang cukup hebat yaitu croup, biasanya menyerang pada anak-anak. Selain gejala-gejala umum laringitis, croup akan menyebabkan si anak kesulitan bernapas. Perawatan yang bisa dilakukan dirumah untuk coup adalah dengan menghirup uap yang hangat. Lebih baik lagi jika air yang diuapkan (direbus dalam ketel atau dengan alat tertentu) dicampur dengan beberapa tetes eucalyptus (minyak kayu putih) atau menthol.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dijadikan dasar untuk mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan untuk setiap kondisi indvidual. Medkes tidak bertanggung jawab atas penggunaan konten tersebut. Berkonsultasilah dengan dokter mengenai masalah kesehatan yang mungkin Anda atau orang lain miliki. Gambar-gambar yang dimuat di dalam Medkes adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.