Perawatan Cedera Kepala Ringan

Thursday, August 14, 2014
Cedera kepala
Tengkorak dan tulang wajah akan melindungi otak, yang merupakan organ halus. Jika tengkorak cedera, maka otak akan menjadi lebih rentan mengalami masalah. Ketika seseorang mengalami benturan di kepala, otak dapat bergetar, dan tengkorak dan tulang wajah dapat cedera. Jenis cedera seperti ini dapat menyebabkan pembengkakan atau bahkan pendarahan pada otak.

Jenis cedera kepala yang paling umum adalah gegar otak. Gegar otak bisa disertai atau tidak disertai dengan kehilangan kesadaran. Kehilangan kesadaran pada gegar otak umumnya berlangsung singkat, seiring proses pemulihan yang cepat.


Pertolongan pertama pada gegar otak

Jika Anda mengira seseorang telah mengalami gegar otak, maka perhatikan hal-hal berikut:
  • Periksa kesadarannya.
  • Jika penderita tidak sadar, periksa ABC (airway, breathing, circulation) atau jalan napas, pernapasan dan sirkulasi.
  • Jangan memindahkan penderita kecuali memang diperlukan.
  • Periksa kesadaran mentalnya.
  • Periksa matanya.
  • Perhatikan bila terjadi muntah.
  • Biarkan penderita terjaga selama beberapa waktu untuk melihat apakah kondisinya semakin memburuk.
  • Perlu diketahui bahwa keluhan yang telah hilang dapat muncul kembali di kemudian hari bahkan dengan keluhan yang lebih parah.
  • Perlu diketahui bahwa gegar otak pada anak-anak bisa memburuk dengan sangat cepat.

Perawatan untuk cedera kepala

Perawatan untuk cedera kepala di rumah sakit biasanya meliputi:
  • Observasi.
  • Obat penghilang rasa sakit untuk mengatasi sakit kepala.
  • Tidak boleh makan dan minum sampai diizinkan dokter.
  • Obat anti muntah untuk setiap kali mual atau muntah.
  • Jika penderita mengalami sakit pada leher, pemeriksaan leher dengan X-ray mungkin akan dilakukan.
  • CT-Scan mungkin juga diperlukan.
  • Untuk kasus cedera kepala ringan, biasanya penderita tidak memerlukan rawat inap.

Perawatan cedera kepala di rumah

Tentunya dengan saran dan bimbingan dari dokter, perawatan cedera kepala yang bisa Anda lakukan antara lain:
  • Jangan mengemudi sendiri ketika diperbolehkan dokter pulang.
  • Beristirahatlah total setidaknya untuk satu hari.
  • Kompres daerah yang bengkak dan sakit dengan batu es.
  • Minum obat penghilang rasa sakit, seperti parasetamol. Biasanya obat-obat ini sudah diresepkan oleh dokter. Jangan lupa periksa aturan pakainya.
  • Jangan sendirian. Sebaiknya selama 24 jam kedepan Anda harus ditemani seseorang. Hal ini berguna ketika Anda membutuhkan bantuan.
  • Jangan makan dan minum pada 6 jam atau 12 jam pertama, kecuali memang telah diizinkan dokter.
  • Setelah dokter mengizinkan makan, makanlah makanan ringan.
  • Jangan mengonsumsi alkohol minimal 24 jam pertama (lebih baik selamanya).
  • Jangan pernah mengonsumsi obat penenang atau obat tidur kecuali memang diresepkan atau disarankan dokter.
  • Anak-anak diperbolehkan tidur, namun mereka harus dibangunkan setiap empat jam untuk memeriksa kondisi mereka dan mengukur reaksi mereka pada hal-hal yang sudah akrab dengan mereka.

Yang biasa terjadi pasca cedera kepala

Tidak ada pengobatan khusus untuk cedera kepala ringan, selain harus banyak beristirahat dan tidak berlebihan dalam beraktivitas. Perlu diketahui bahwa:
  • Ketidakmampuan dalam mengingat kejadian seputar cedera kepala merupakan hal yang biasa.
  • Merasa lemah atau lesu dari biasanya adalah hal yang normal.
  • Otak butuh waktu untuk pulih dari cedera kepala. Selama periode ini, sakit kepala, pusing dan masalah pikiran kognitif umum terjadi.
  • Masalah pada fungsi otak bisa berupa perubahan mood dan kesulitan dalam berkonsentrasi, mengingat sesuatu, kesulitan melakukan pekerjaan yang rumit.
  • Umumnya, gejalanya akan hilang atau sembuh total dalam beberapa hari.
  • Sebagian orang mengalami gejala  yang berlanjut. Jika ini terjadi, segera hubungi dokter.

Bilakah butuh perawatan medis?

Segera minta pertolongan medis jika penderita cedera kepala mengalami:
  • Sakit kepala hebat
  • Muntah lebih dari dua kali
  • Kehilangan kesadaran
  • Kejang (pada lengan, kaki, wajah atau seluruh tubuh)
  • Kesulitan untuk tetap terjaga/terbangun
  • Darah atau cairan bening keluar dari telinga atau hidung
  • Kaku leher
  • Mati rasa pada lengan dan kaki
  • Kebingungan, bicara cadel atau perilaku lainnya yang tidak biasa
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Panas tinggi, menunjukkan adanya infeksi
  • Gejala serius lainnya.

Melanjutkan aktivitas pasca cedera kepala

Sebelum Anda kembali ke aktivitas normal, sebaiknya pastikan dulu Anda sudah merasa jauh lebih baik. Jangan pergi bekerja atau ke sekolah hingga Anda pulih sepenuhnya. Lamanya waktu pemulihan bisa bervariasi, karena akan tergantung dari seberapa parah cedera kepala Anda.

Jangan berolahraga sampai semua gejala hilang, atau Anda merasa telah pulih sepenuhnya. Hal ini akan berisiko cedera sebab cedera kepala yang belum pulih masih membawa reaksi dan berpikir yang lambat. Jika Anda mengalami cedera kepala lagi padahal cedera kepala yang lama belum sembuh, cedera kepala yang kedua ini biasanya lebih parah.

Gegar otak kedua yang terjadi sebelum gegar otak pertama Anda pulih (biasanya kurun waktu singkat, jam, hari atau bisa minggu) akan memperlambat proses pemulihan dan meningkatkan risiko pengembangan masalah jangka panjang. Pada kasus yang cukup jarang terjadi, gegar otak berulang dapat menyebabkan pembengkakan otak (edema), kerusakan otak permanen hingga kematian.

Gambar: thecni.org

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.