Gegar Otak, Inilah yang Harus Dilakukan

Tuesday, November 12, 2013
Gegar otak

Gegar otak merupakan keadaan serius yang melibatkan otak dan susunan saraf pusat. Gegar otak umumnya disebabkan karena guncangan/benturan di bagian kepala yang biasanya diikuti dengan perasaan mual, pusing, denyut nadi melemah, pernapasan melambat, serta hilangnya kesadaran untuk beberapa saat.

Otak merupakan organ yang sangat halus, namun terlindung dengan baik di dalam rongga yang keras (tengkorak). Di dalam rongga ini, otak dikelilingi oleh cairan yang encer, yakni getah otak dan sumsum tulang belakang. Anyaman jaringan-jaringan halusnya membantu agar otak tetap berada di tempatnya. Namun ini mudah sekali tersentak atau hancur karena pukulan yang keras.

Suatu rudapaksa pada otak mungkin akan megakibatkan banyak kerusakan di dalam otak, dan ini tercermin dari keadaan hilangnya kesadaran secara tiba-tiba, shock, rasa mual, serta tidak jarang disertai dengan kejang-kejang.

Penanganan Gegar Otak

Yang pertama harus dilakukan pada orang yang mengalami gegar otak adalah dengan membaringkannya di tempat tidur dan menaruh kantong es di kepalanya. Sesering mungkin, periksalah denyut nadinya untuk melihat apabila ada kelainan (lemah-normal, teratur-tidak teratur), dan ukur tekanan darah setiap jam hingga stabil.

Jika penderita gegar otak mengalami shock, rawatlah sesuai penanganan untuk shock, yaitu dengan mengangkat bagian kaki tempat tidur 15 centimeter lebih tinggi daripada kepalanya. Jika kepalanya mengalami rudapaksa, usahakan untuk dilakukan pemeriksaan X-ray atau juga CT-Scan pada tengkorak.

Perhatikan dengan seksama jika ada perbedaaan besar pada kedua manik bola matanya. Jika satu manik mata lebih besar dari mata yang satunya atau sakit kepalanya kian hebat, jangan lagi dirawat dirumah, segeralah bawa ke rumah sakit. Termasuk juga bila muncul tanda kelumpuhan pada muka atau pada bagian tubuh lainnya.

Muntah-muntah biasanya terjadi setelah mengalami rudapaksa di kepala. Beberapa jenis obat anti muntah cukup membantu meringankannya.

Jika dalam pemeriksaan X-ray atau CT-Scan menunjukkan adanya retak atau patah pada tengkorak, namun tidak dislokasi (tetap berada di tempatnya) maka biasanya akan sembuh dengan sendirinya (tidak memerlukan perawatan khusus) asalkan kondisi si penderita tidak bertambah buruk.

Luka-luka yang berdarah pada kepala harus dibersihkan dan mungkin memerlukan jahitan. Bila tidak bisa dilakukan, tutupi saja bagian yang luka dengan perban yang steril untuk mencegah kotoran luar masuk untuk selanjutnya dibawa ke dokter.

Perhatian

Ada baiknya setiap kejadian gegar otak dengan gejala-gejala di atas segera ditangani oleh dokter. Karena bagaimanapun pengetahuan dan peralatan dokter tentu lebih baik. Namun ada beberapa kondisi yang mewajibkan si penderita gegar otak mendapatkan perawatan darurat atau perawatan rumah sakit, yaitu apabila terjadi:
  • Kejang-kejang
  • Patah tulang tengkorak atau wajah
  • Kelumpuhan pada bagian tertentu termasuk wajah
  • Perubahan ukuran manik mata
  • Sakit kepala hebat
  • Cairan (darah atau cairan lain) keluar dari hidung, mulut atau telinga
Proses kesembuhan dari gegar otak ini cenderung lambat, penderita mungkin akan terus mengalami pusing hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, terutama yang diakibatkan karena benturan kepala hebat seperti kecelakaan lalu lintas.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.