Kedelai untuk Gejala 'Hot Flashes' Menopause

Tuesday, December 30, 2014
Kedelai

Kedelai mengandung tinggi isoflavon. Isoflavon adalah jenis dari fitoestrogen (phytoestrogen). Fitoestrogen adalah bahan kimia yang ditemukan pada tumbuhan yang bekerja di seperti estrogen. Tubuh manusia dapat menggunakan fitoestrogen seperti halnya hormon estrogen.

Apakah isoflavon kedelai efektif mengatasi gejala menopause?

Wanita yang mengalami menopause akan mengalami penurunan hormon estrogen. Kekurangan hormon estrogen menyebabkan berbagai gejala seperti hot flashes atau rasa panas dan berkeringat.

Karena bekerja layaknya estrogen, fitoestrogen di dalam kedelai dapat mengatasi gejala-gejala menopause, salah satunya gejala hot flashes. Fakta ini didasarkan pada banyak bukti penelitian. Sejauh ini, penelitian menggunakan berbagai kedelai dari sumber berbeda, dan berbeda pula tingkat keefektifannya dalam mengatasi gejala menopause. Hal ini membuat peneliti kesulitan untuk membandingkannya. Namun satu fakta penelitian yang dapat dijadikan patokan bahwa isoflavon kedelai (berbeda dengan protein kedelai) paling efektif untuk mengatasi gejala hot flashes pada wanita menopause.

Apakah isoflavon kedelai aman?

Risiko mengonsumsi kedelai setiap hari masih belum diketahui dengan jelas. Namun sebagian orang mengklaim bahwa pencernaan mereka terganggu karena mengonsumsi kedelai setiap hari.

Efek jangka panjang dari asupan tinggi kedelai setiap hari masih belum dipelajari dengan baik. Hingga penelitian lebih lanjut dirampungkan, asupan tinggi kedelai setiap hari belum dapat dikatakan aman.

Sebagian ahli berpendapat bahwa dibandingkan dengan hormon estrogen, fitoestrogen kedelai tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Tapi pendapat ini juga masih belum terbukti. Para ahli belum mengetahui apakah diet tinggi kedelai akan meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Mengonsumsi kedelai setiap hari

Isoflavon bersifat short-acting. Jika ingin mengonsumsi kedelai karena alasan kesehatan, cobalah untuk mengonsumsinya sedikit-sedikit namun sering sepanjang hari. Cobalah untuk mengonsumsi 40 mg sampai 80 mg isoflavon setiap hari.

Perlu diketahui juga bahwa protein kedelai berbeda dengan isoflavon kedelai. Jadi, makanan kedelai tinggi protein belum tentu memiliki kandungan isoflavon yang tinggi.

Saat ini sudah banyak bentuk makanan dari kedelai, sehingga banyak pilihan makanan kedelai yang mengandung isoflavon untuk Anda konsumsi sehari-hari.

Kandungan isoflavon pada beberapa makanan olahan kedelai

MakananTakaran sajiIsoflavon total dalam
miligram (mg)
Konsentrat protein kedelai3,5 oz102 (aqueous washed)
12 (alcohol washed)
Miso (makanan asal Jepang)½ cangkir59
Kedelai rebus½ cangkir47
Tempe3 oz37
Kedelai panggang (kering)1 oz37
Susu kedelai1 cangkir30
Tahu yogurt½ cangkir21
Tahu3 oz20
Kedelai hijau rebus½ cangkir12
Hot dog (kedelai) tanpa daging1 hot dog11
Sosis (kedelai) tanpa daging3 rantai sosis3
Keju kedelai, mozzarella1 oz2
Sumber: www.emedicinehealth.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.