Mengobati Sakit Gigi Secara Efektif

Sunday, July 21, 2013
Sakit gigi adalah rasa sakit di atau sekitar gigi dan juga rahang. Sakit gigi pada anak-anak dan orang dewasa utamanya disebabkan oleh kerusakan gigi. Tanda awal kerusakan gigi antara lain yaitu rasa ngilu/sakit ketika Anda makan sesuatu yang manis, dingin atau panas.

Sakit gigi

Enamel dan Dentin
Enamel adalah lapisan terluar gigi yang keras dan putih, dan dentin adalah lapisan kuning tepat di bawah enamel. Kedua lapisan ini berfungsi melindungi jaringan gigi bagian dalam yang disebut pulpa, dimana disitu terdapat saraf dan pembuluh darah.

Bakteri di dalam mulut akan mengubah gula dan zat tepung yang Anda konsumsi menjadi asam. Selanjutnya asam akan melembutkan dan melarutkan enamel dan dentin, yang akhirnya menciptakan rongga/lubang pada gigi.

Gejala Sakit Gigi
  • Rasa sakit yang menusuk, berdenyut, atau konstan pada gigi. Pada beberapa orang, giginya baru terasa sakit bila ditekan.
  • Bengkak di sekitar gigi atau pipi.
  • Demam atau sakit kepala.
  • Cairan busuk muncul dari gigi yang terinfeksi.
Pada beberapa orang juga mengalami rasa sakit di sekitar bahu dan leher.

Penyebab Sakit Gigi
Lubang yang kecil dan dangkal pada gigi mungkin tidak menimbulkan rasa sakit dan biasanya tidak diketahui. Semakin besar lubang gigi maka semakin besar kemungkinan sisa makanan tertinggal disitu, yang akhirnya menjadi tempat yang baik bagi bakteri untuk berkembang biak. Bagian dalam pulpa terganggu oleh racun bakteri atau makanan dan cairan yang dingin, panas, asam atau manis, sehingga menimbulkan rasa nyeri. Cedera yang parah pada pulpa dapat mengakibatkan kematian jaringan pulpa, sehingga menyebabkan infeksi atau abses gigi.

Berikut beberapa penyebab umum sakit gigi:
  • Kerusakan gigi
  • Abses pada gigi
  • Gigi retak/patah
  • Gerakan gigi yang berulang, seperti mengunyah permen karet
  • Infeksi/penyakit gusi
  • Akar gigi yang keluar (terlihat)
  • Iritasi akar gigi
  • Impaksi dan erupsi
  • Disfungsi sendi temporomandibular
Penyebab Sakit Gigi Lainnya
Terkadang, sakit gigi dapat disebabkan oleh masalah yang tidak berasal dari gigi atau rahang. Rasa sakit di sekitar gigi dan rahang bisa jadi merupakan indikasi adanya masalah lain dari tubuh seperti pada jantung, telinga dan sinus.

Rasa sakit karena serangan angina (kurangnya pasokan darah yang mengandung oksigen ke otot jantung karena penyempitan pembuluh darah ke jantung) biasanya terjadi di bagian dada atau lengan. Namun, pada sebagian pasien angina, sakit gigi dan rahang bisa menjadi gejalanya.

Infeksi dan penyakit pada telinga dan sinus juga dapat menyebabkan nyeri di sekitar gigi dan rahang. Karena dekatnya letak telinga dan sinus dengan gigi, nyeri yang muncul seolah-olah berasal dari gigi. Sebagai contoh, sinus maksilaris terletak tepat di atas akar gigi posterior atas. Infeksi sinus di daerah dekat gigi ini sering dirasakan sebagai sakit gigi. Karena itu pemeriksaan yang teliti dari seorang dokter gigi sangat penting untuk menentukan proses pengobatan selanjutnya.

Segera Pergi ke Dokter Gigi Bila
  • Terdapat tanda-tanda infeksi, seperti pembengkakan, nyeri ketika menggigit, gusi merah atau keluarnya cairan busuk.
  • Nyeri tidak hilang lebih dari satu atau dua hari.
  • Anda mengalami demam, sakit telinga atau sakit saat membuka mulut lebar-lebar.
  • Anda mengalami kesulitan menelan atau bernapas.
Identifikasi dan pengobatan infeksi gigi yang tepat sangat penting untuk mencegah penyebarannya ke bagian lain seperti wajah, tengkorak atau bahkan mungkin ke aliran darah. Jangan abaikan hal ini.

Pengobatan Sakit Gigi
Pengobatan sakit gigi tergantung pada penyebabnya. Pertama-tama dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik. Dia juga akan mengajukan pertanyaan mengenai rasa sakit gigi tersebut, misalnya kapan rasa sakit itu dimulai, seberapa parah, dimana letak rasa sakitnya, apa saja yang membuat rasa sakit menjadi lebih parah, dan apa saja yang meringankan rasa sakit gigi Anda. Dokter akan memeriksa mulut, gigi, gusi, rahang, lidah, tenggorokan, sinus, telinga, hidung, dan leher. Mungkin saja dokter akan melakukan pemeriksaan X-ray, tergantung apa sangkaan dokter mengenai penyebab sakit gigi Anda tersebut.

Jika yang menyebabkannya adalah lubang, dokter akan menampal lubang gigi tersebut atau mencabutnya jika memang harus. Antibiotik mungkin akan diresepkan dokter jika terdapat demam atau pembengkakan. Phototherapy dengan laser dingin mungkin juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan yang terkait dengan sakit gigi.

Jika Anda tidak Bisa ke Dokter Gigi
Jika Anda tidak bisa pergi ke dokter gigi untuk mengobati sakit gigi Anda karena beberapa alasan, ada beberapa solusi yang dapat membantu meringankan rasa sakit gigi (mungkin hanya untuk sementara), yaitu:
  • Bilas mulut Anda dengan air hangat.
  • Sikat gigi dan gunakan benang gigi untuk menghilangkan partikel makanan yang terjepit di antara gigi Anda. (Lihat artikel 8 Tips agar Gigi Tetap Sehat )
  • Gunakan obat/antiseptik kumur (hati-hati bila untuk anak-anak).
  • Kompres dingin pada bagian mulut atau pipi.
  • Hindari mengunyah di daerah yang sakit dan minimalkan paparan makanan dan minuman dingin atau panas.
  • Konsumsi obat penghilang rasa sakit.
Ada banyak obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen yang cukup efektif bila diminum secara teratur. Obat penghilang rasa sakit lainnya seperti acetaminophen dan aspirin juga dapat membantu mengurangi rasa sakit gigi. Namun ingat, pilih salah satu saja dari obat-obat tersebut dan aspirin tidak boleh diberikan untuk yang berusia dibawah 18 tahun. Dan jangan menaruh aspirin atau obat-obat penghilang rasa sakit langsung pada gigi/gusi Anda, karena akan membakar jaringan gusi. Untuk solusi lain, minyak cengkeh juga dapat membantu.

Penanganan Sakit Gigi di Masa Hamil
Untuk pasien hamil, sakit gigi bisa menjadi gangguan yang luar biasa. Tentu saja. Sementara itu kondisi ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi, maka dari itu prosedur pengobatan harus dilakukan dengan efektif dan aman.

Sama seperti pemeriksaan di atas, dokter terlebih dahulu akan menganalisa Anda. Namun bolehkah dilakukan pemeriksaan X-ray? Bila memang harus, maka sang ibu harus menggunakan lead shields (perisai timbal) untuk menutupi bagian perut dan tiroid guna mencegah paparan radiasi terhadap janin dan sang ibu sendiri. X-ray memang penting untuk menilai tingkat kerusakan yang ada pada mulut dan membantu menentukan pengobatan yang tepat, namun penggunaannya harus seaman mungkin dan itupun bila memang suatu keharusan.

Waktu yang ideal untuk pengobatan gigi adalah selama trimester kedua kehamilan. Namun, dalam beberapa kasus pengobatan darurat gigi, mungkin harus dilakukan meskipun sebelum trimester kedua kehamilan. Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter ahli kandungan demi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Obat yang digunakan untuk pengobatan gigi pada ibu hamil antara lain anestesi dan antibiotik. Anestesi diperlukan untuk memberikan rasa nyaman (penghilang sakit) dan antibiotik diperlukan untuk mengobati infeksi. Anestesi tertentu seperti lidokain dan antibiotik seperti penisilin dan klindamisin dikategorikan aman untuk digunakan saat hamil. Untuk mengatasi rasa sakitnya, acetaminophen akan membantu. Hindari obat-obatan seperti ibuprofen atau aspirin karena obat-obat ini tidak dianggap aman selama masa kehamilan.

Mencegah Sakit Gigi
Karena kebanyakan sakit gigi disebabkan oleh kerusakan gigi, menerapkan praktik kebersihan mulut akan mencegah dari sakit gigi. Praktik kebersihan mulut antara lain menyikat gigi secara teratur dengan pasta gigi yang mengandung fluoride, menggunakan benang gigi sekali sehari, dan berkunjung ke dokter gigi minimal setiap enam bulan sekali untuk membersihkan gigi dan mengetahui kondisi gigi Anda.

Selain hal -hal tersebut, jangan terlalu banyak makan makanan yang megandung gula. Biasakanlah berkumur setiap kali Anda memakan apapun. Hindari mengunyah makanan keras yang dapat menyebabkan gigi retak atau patah. Ada baiknya untuk selalu menggunakan sedotan ketika minum minuman bersoda agar terhidar dari paparan langsung minuman soda dengan gigi. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.