Gejala dan Pengobatan Rubella (Campak Jerman)

Sunday, August 17, 2014
Ruam merah rubella
Penyakit rubella atau seringkali disebut sebagai campak Jerman atau campak tiga hari, adalah infeksi virus akut yang menyebabkan gangguan kesehatan ringan pada anak-anak, namun cenderung lebih berat pada orang dewasa. Penyakit ini menular melalui partikel udara, dan masa inkubasinya memakan waktu 2 sampai 3 minggu.

Rubella berbeda dengan campak (rubeola), meskipun kedua penyakit ini cenderung memiliki karakteristik yang sama, seperti ruam merah yang khas. Rubella disebabkan oleh virus yang berbeda dari campak, dan tidak separah campak.

Apa Saja Gejala Rubella?

Terutama pada anak-anak, tanda atau gejala rubella seringkali sangat ringan sehingga sulit untuk diidentifikasi. Jika memang tanda dan gejalanya terjadi, umumnya baru akan muncul antara 2 atau 3 minggu setelah terpapar virus. Gejala-gejala umum dari rubella antara lain:
  • Ruam merah (dimulai dari wajah lalu menjalar ke leher dan ekstremitas -kaki dan tangan- dan berlangsung sekitar 3 hari).
  • Demam ringan (38,9 derajat celcius atau lebih rendah).
  • Pembesaran kelenjar getah bening (di dasar tengkorak, bagian belakang leher, dan belakang telinga).
  • Mata merah.
  • Hidung tersumbat atau meler.
  • Nyeri sendi, terutama pada wanita muda.
  • Sakit kepala.
Rubella yang mengenai ibu hamil terutama pada trimester pertama dapat mengakibatkan komplikasi serius pada janin, seperti kecacatan lahir bahkan kematian janin. Rubella pada saat kehamilan juga menjadi penyebab paling umum dari tuli kongenital.

Perlu diketahui bahwa gejala rubella bisa berbeda-beda pada tiap orang, dan gejalanya juga mirip dengan gejala penyakit atau kondisi kesehatan lain.

Apa yang Menyebabkan Rubella?

Penyebab rubella adalah virus yang ditularkan dari orang ke orang. Penularan virus rubella dapat terjadi ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, atau menular melalui kontak langsung dengan sekret pernapasan (seperti lendir) orang yang terinfeksi. Rubella juga dapat ditularkan dari wanita hamil ke janinnya melalui aliran darah. Orang yang terinfeksi rubella juga dapat menularkan penyakitnya bahkan sebelum gejalanya muncul.

Bagaimana Mendiagnosis Rubella?

Ruam rubella bisa mirip dengan ruam penyakit akibat virus lainnya. Jadi selain dengan mempelajari riwayat medis dan pemeriksaan fisik lengkap, penegakan diagnosa rubella akan ditunjang dengan kultur tenggorokan dan tes darah. Yang mana hal ini dapat mendeteksi keberadaan berbagai jenis antibodi rubella dalam darah. Antibodi ini akan menunjukkan apakah seseorang sedang atau pernah mengalami rubella, atau pernah divaksinasi rubella.

Apa Saja Komplikasi Rubella?

Seperti yang diungkapkan diatas, rubella adalah infeksi ringan. Sekali saja seseorang terkena rubella, maka ia akan kebal seumur hidup. Sebagian wanita yang terkena rubella mengalami arthritis pada jari-jari, pergelangan tangan dan lutut, yang umumnya berlangsung selama 1 bulan. Dalam kasus yang cukup jarang terjadi, rubella dapat menyebabkan infeksi telinga (otitis media) atau radang otak (ensefalitis).

Yang berbahaya adalah ketika seorang wanita hamil dan terkena rubella, konsekuensinya berat pada bayi yang dikandungnya. Sekitar 90 persen bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengidap rubella selama trimester pertama kehamilan mengembangkan sindrom rubella bawaan. Hal ini akan mengakibatkan satu atau beberapa gangguan, antara lain:
  • Retardasi pertumbuhan
  • Katarak
  • Ketulian
  • Cacat jantung bawaan
  • Cacat pada organ lain
  • Keterbelakangan mental.
Risiko tertinggi janin akan berada selama trimester pertama kehamilan, namun trimester selanjutnya juga berbahaya.

Bagaimana Pengobatan Rubella?

Beberapa pertimbangan dokter sebelum melaksanakan pengobatan rubella adalah:
  • Kesehatan umum dan riwayat medis
  • Tingkat keparahan
  • Toleransi terhadap obat, prosedur atau terapi tertentu
  • Ekspektasi perjalanan penyakit
  • Pendapat atau preferensi pasien.
Tidak ada pengobatan khusus untuk mempercepat masa infeksi rubella, dan karena gejalanya sangat ringan maka pengobatan biasanya kurang diperlukan. Biasanya hanya terbatas pada penggunaan obat-obat simptomatik, seperti paracetamol untuk menurunkan demam. Namun seringkali juga dokter akan mengisolasi penderita (terutama wanita hamil) selama periode infeksi.

Bagaimana Mencegah Rubella?

Vaksin campak, gondong, dan rubella (MMR) merupakan kombinasi vaksin yang berfungsi melindungi anak-anak dari serangan tiga virus ini. Vaksin MMR efektif memberikan kekebalan pada kebanyakan orang, dan orang yang sudah pernah terkena rubella biasanya akan kebal seumur hidupnya.

Vaksin MMR yang pertama biasanya diberikan saat anak berusia 12 bulan, vaksin kedua diberikan saat usia 4-6 tahun. Walaupun sebenarnya vaksin kedua sudah bisa diberikan setelah 28 hari sejak pemberian vaksin pertama, meskipun belum berusia empat tahun.

Referensi:
- www.bettermedicine.com
- www.nhs.co.uk
- www.mayoclinic.org

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.