Trakeostomi: Indikasi, Prosedur, dan Komplikasi

Tuesday, March 27, 2018
Advertisement
Trakeostomi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan dengan membuat lubang pada trakea (batang tenggorokan) di depan leher, untuk selanjutnya memasangkan tabung guna membantu pernapasan. Proses bicara, makan, dan minum akan terpengaruh akibat trakeostomi.

Tergantung dari alasan penggunaannya, trakeostomi bisa bersifat sementara atau permanen. Sebagai contoh, jika tabung trakeostomi (tabung pernapasan) dimasukkan untuk meloloskan trakea yang tersumbat oleh darah atau pembengkakan, maka tabung akan dilepas setelah pernapasan kembali normal. Namun, pada orang dengan kerusakan permanen atau kehilangan fungsi di sekitar laring (kotak suara) atau area menelan, mungkin akan memerlukan tabung trakeostomi permanen guna membantu bernapas.

Tabung napas pada trakeostomi

Indikasi dilakukannya trakeostomi

Beberapa kondisi yang menjadi indikasi untuk trakeostomi antara lain:
  • Kondisi medis yang mengharuskan penggunaan ventilator (mesin pernapasan) untuk jangka waktu lama, biasanya lebih dari satu atau dua minggu.
  • Kondisi yang menghalangi atau mempersempit saluran napas, seperti kelumpuhan laring atau kanker tenggorokan.
  • Kelumpuhan, masalah saraf, atau kondisi lainnya yang membuat sulit untuk mengeluarkan cairan dari tenggorokan dan membutuhkan penyedotan langsung dari trakea untuk membersihkan saluran napas.
  • Persiapan untuk operasi pada bagian kepala atau leher untuk membantu pernapasan selama pemulihan.
  • Trauma berat pada kepala atau leher yang menghalangi pernapasan.
  • Situasi darurat lainnya ketika pernapasan terhalang dan petugas tidak dapat memasang tabung trakeostomi melalui mulut.

Trakeostomi yang dilakukan sebagai prosedur darurat untuk memberikan bantuan pada penyumbatan saluran napas di atas trakea disebut sebagai trakeostomi darurat. Lubang akan dibuat di bagian tipis trakea, tepat di bawah laring (kotak suara), seringnya menggunakan ventilator (mesin pernapasan). Sedangkan trakeostomi non-darurat dapat dilakukan untuk berbagai alasan: misalnya, sebelum melakukan operasi kepala, tenggorokan, atau mulut sehingga pasien dapat bernapas setelah operasi.

Biasanya, trakeostomi hanya dilakukan ketika tidak ada pilihan pengobatan lain. Untuk kasus darurat, trakeostomi akan menyelamatkan nyawa seseorang.

Prosedur trakeostomi

Teknik pembedahan yang dilakukan tergantung pada apakah trakeostomi sedang dilakukan sebagai keadaan darurat medis atau bukan. Jika memungkinkan dan aman, prosedur ini dilakukan dengan anestesi umum.

Trakeostomi darurat

Posisi terlentang, dan bantalan dipasang di bawah bahu untuk membantu meregangkan leher. Anestesi (bius) lokal disuntikkan ke area target, dan sayatan dibuat. Dokter bedah akan membuka trakea (ini disebut trakeostomi) atau membran krikotiroid - bagian tertipis dari saluran napas di bawah laring (ini disebut krikotiroidotomi). Tabung trakeostomi dimasukkan ke trakea dan terhubung dengan suplai oksigen. Seluruh prosedur dilakukan secepat mungkin.

Trakeostomi terencana (non-darurat)

Trakeostomi terencana biasanya dilakukan dibawah anestesi umum di ruang operasi. Pasien diposisikan terlentang, dan leher dan dada diseka dengan antiseptik. Lubang dibuat di bagian bawah leher, antara laring dan sternum (tulang dada). Pertama, kulit di tenggorokan dipotong secara horizontal. Otot-otot terkait diperlakukan dengan hati-hati, kelenjar tiroid mungkin perlu dipotong sebagian atau ditarik untuk mengekspos trakea. Pemotongan dilakukan melalui dinding trakea. Tabung trakeostomi kemudian ditempatkan ke lubang. Jahitan diperlukan untuk menahan agar tabung tetap pada posisi.

Trakeostomi

Pasca operasi

Beberapa hal yang dilakukan pasca trakeostomi:
  • Foto rontgen - untuk memeriksa apakah tabung sudah terpasang dengan benar dan tidak ada komplikasi
  • Antibiotik - diresepkan untuk mengurangi risiko infeksi
  • Cara merawat - pasien dan keluarga akan diajari oleh petugas tentang cara merawat tabung trakeostomi (misalnya cara membersihkan sekitar dan dalam tabung).

Biasanya pasien membutuhkan opname di rumah sakit selama tiga sampai lima hari pasca trakeostomi. Dibutuhkan waktu hingga beberapa hari agar terbiasa bernapas melalui tabung.

Komplikasi trakeostomi

Trakeostomi umumnya aman, tapi setiap prosedur pembedahan selalu ada risiko baik selama atau setelah operasi. Kelompok tertentu, seperti bayi, perokok, dan lansia, lebih rentan terhadap kemungkinan komplikasi trakeostomi.

Beberapa kemungkinan risiko dan komplikasi trakeostomi meliputi:
  • Pendarahan hebat
  • Kerusakan pada laring
  • Kerusakan esofagus (jarang)
  • Udara terperangkap di jaringan di bawah kulit leher (emfisema subkutan), yang dapat menyebabkan masalah pernapasan dan kerusakan pada trakea atau esofagus  
  • Penumpukan udara antara dinding dan paru-paru (pneumotoraks), yang menyebabkan nyeri, masalah pernapasan hingga kolaps paru-paru
  • Penyumbatan tabung trakeostomi oleh pembekuan darah, lendir, atau tekanan dinding saluran pernapasan
  • Tabung trakeostomi salah posisi.

Sedangkan komplikasi untuk trakeostomi jangka panjang antara lain:
  • Terbentuknya jaringan abnormal di trakea
  • Obstruksi tabung trakeostomi
  • Pengembangan jalur abnormal antara trakea dan esofagus, yang dapat meningkatkan risiko cairan atau makanan masuk ke paru-paru
  • Pengembangan jalur antara trakea dan arteri inominata yang dapat menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa
  • Infeksi
  • Kolonisasi bakteri, yang dapat menyebabkan penyakit seperti pneumonia
  • Tabung trakeostomi tidak pada posisinya.

Perawatan di rumah

Petugas biasanya sudah menjelaskan tentang apa-apa yang perlu dilakukan untuk perawatan di rumah. Saran yang umum diberikan antara lain:
  • Gunakan kompres hangat untuk mengatasi rasa sakit di lokasi sayatan.
  • Tabung trakeostomi mungkin memiliki inner tube (inner canula) yang harus rutin dibersihkan dari sekresi - pembersihan bisa bervariasi mulai dari sekali hingga beberapa kali setiap hari.
  • Peralatan humidifier diperlukan selama sekitar satu bulan pasca trakeostomi, karena trakea terkena udara kering.
  • Area trakeostomi harus tetap kering dan bersih. Hindari kontak dengan air, partikel makanan dan zat tepung. Gunakan syal saat keluar rumah.
  • Hindari aktivitas sibuk dalam enam minggu pasca operasi.

Anda harus melapor ke dokter, jika terjadi:
  • Perdarahan di lokasi trakeostomi atau dari trakea
  • Kesulitan bernapas melalui tabung
  • Nyeri atau meningkatnya nyeri, atau semakin tidak nyaman
  • Kemerahan
  • Pembengkakan
  • Tabung berubah posisi.

Jika bersifat sementara, tabung trakeostomi maka akan dilepas ketika tidak lagi dibutuhkan dan lubang (stoma) akan dibiarkan sembuh. Biasanya meninggalkan bekas luka kecil. Jika trakeostomi permanen, lubang akan tetap terbuka. Namun, lubang cenderung akan menyempit seiring waktu, dan operasi lebih lanjut mungkin diperlukan untuk melebarkan kembali lubang. Tabung trakeostomi luar mungkin perlu diubah setiap beberapa bulan, dan lokasi harus diperiksa setiap ada perubahan.

Ringkasan
  • Trakeostomi adalah prosedur pembedahan untuk membuat lubang pada trakea untuk pemasangan tabung pernapasan.
  • Trakeostomi bisa bersifat darurat atau non-darurat
  • Trakeostomi biasanya hanya dilakukan bila tidak ada pilihan pengobatan lain
  • Kelompok tertentu seperti bayi, perokok, dan lansia, rentan akan komplikasi trakeostomi.
Article Resources
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/tracheostomy
  • https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/tracheostomy/about/pac-20384673
  • Gambar: http://www.progress.com.sg/wp-content/uploads/2015/06/Tracheostomy-Tube-Holder1.jpg & http://rc.rcjournal.com/content/respcare/59/6/895/F8.large.jpg

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer