Risiko dan Bahaya Kesehatan Perokok Pasif

Monday, April 02, 2018

Perokok pasif adalah orang yang menghirup asap rokok orang lain. Asap yang dihembuskan oleh perokok disebut asap mainstream, sedangkan asap dari rokok yang terbakar disebut sebagai asap sidestream. Kombinasi polusi dari asap mainstream dan sidestream disebut sebagai asap rokok second-hand.

Asap rokok second-hand merupakan ancaman kesehatan bagi perokok dan perokok pasif. Anak-anak menjadi golongan yang paling berisiko terhadap efek kesehatan serius akibat menjadi perokok pasif.

Larangan merokok di Indonesia

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, ada tujuh tempat yang merupakan kawasan bebas rokok, yaitu:
  • fasilitas pelayanan kesehatan
  • tempat proses belajar mengajar
  • tempat anak bermain
  • tempat ibadah
  • angkutan umum
  • tempat kerja
  • tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan.

Pemerintah daerah wajib menetapkan kawasan tanpa rokok di wilayahnya sendiri.

Efek iritan bagi perokok pasif

Asap rokok di dalam ruangan cenderung akan menggantung di udara daripada menyebar. Asap panas akan naik, tetapi asap tembakau akan dingin dengan cepat, sehingga mencegahnya untuk naik ke atas. Karena asap rokok menjadi lebih berat dari udara, maka asap rokok mulai turun.

Seseorang yang merokok di dalam ruangan menciptakan awan asap yang rendah, sehingga orang lain di rumah yang tidak punya pilihan selain bernapas harus ikut menghirupnya.

Asap rokok mengandung sekitar 7.000 bahan kimia, terdiri dari partikel dan gas, lebih dari 50 diantaranya diketahui menjadi penyebab kanker. Banyak ahli kesehatan sepakat bahwa menjadi perokok pasif menyebabkan kanker paru-paru.

Senyawa seperti amonia, belerang dan formaldehida dapat mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Senyawa ini sangat berbahaya bagi orang dengan kondisi pernapasan, seperti bronkitis dan asma. Paparan asap rokok dapat memicu dan memperburuk gejalanya.

Risiko kesehatan perokok pasif - wanita hamil dan janin

Merokok dan menjadi perokok pasif akan sangat mempengaruhi janin yang sedang berkembang.

Risiko kesehatan bagi ibu yang merokok dan menjadi perokok pasif selama kehamilan adalah meningkatnya risiko:

Seorang wanita hamil non-perokok lebih mungkin untuk melahirkan secara prematur, dan dengan berat bayi lebih rendah jika dia terpapar asap rokok second-hand.

Risiko kesehatan perokok pasif - anak-anak

Anak-anak sangat rentan terhadap efek merusak menjadi perokok pasif. Beberapa dari banyaknya risiko kesehatan tersebut adalah:
  • Menjadi perokok pasif adalah penyebab kematian mendadak pada bayi, termasuk sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
  • Anak yang tinggal bersama perokok selama 18 bulan pertama usianya memiliki peningkatan risiko mengembangkan berbagai penyakit pernapasan, seperti bronkitis, bronkiolitis dan pneumonia. Mereka juga lebih rentan terserang flu, batuk, dan infeksi telinga bagian tengah. Paru-paru mereka juga lebih lemah dan tidak tumbuh maksimal.
  • Anak yang terpapar asap second-hand di rumah lebih mungkin untuk mengembangkan gejala asma, terkena serangan asma lebih sering dan lebih lama.
  • Anak-anak usia sekolah yang menjadi perokok pasif cenderung memiliki gejala seperti batuk, berdahak, mengi, dan sesak napas.
  • Anak-anak dari perokok memiliki peningkatan risiko penyakit meningokokus, yang kadang-kadang dapat menyebabkan kematian atau cacat.

Risiko kesehatan perokok pasif - dewasa non-perokok

Orang dewasa non-perokok yang tinggal bersama perokok lebih berisiko terkena berbagai penyakit dan risiko kesehatan lainnya, seperti:
  • Peningkatan risiko penyakit jantung. Orang yang tidak merokok, yang tinggal di rumah bersama perokok, berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner.
  • Darah menjadi lebih "lengket" dan cenderung menggumpal, sehingga menyebabkan peningkatan risiko berbagai kondisi kesehatan, termasuk serangan jantung dan stroke.
  • Ada bukti bahwa perokok pasif dikaitkan dengan kadar antioksidan yang rendah di dalam darah mereka.
  • Hanya 30 menit paparan asap rokok dapat mempengaruhi pembuluh darah dalam mengatur aliran darah, ke tingkat yang sama yang terlihat pada perokok.
  • Menjadi perokok pasif jangka panjang dapat menyebabkan perkembangan aterosklerosis (penyempitan arteri).
  • Non-perokok yang menjadi perokok pasif untuk jangka panjang memiliki risiko 20 sampai 30 persen lebih tinggi untuk terkena kanker paru-paru.
  • Ada semakin banyak bukti bahwa menjadi perokok pasif dapat meningkatkan risiko kanker sinus hidung, kanker tenggorokan, kanker laring (kotak suara), kanker payudara, gangguan pernapasan jangka panjang dan pendek, hilangnya fungsi paru-paru, penyakit paru obstruktif kronik ketimbang orang-orang yang tidak terpapar asap rokok.

Jika seorang perokok tidak lagi peduli dengan kesehatannya, maka sejatinya perokok harus mempedulikan kesehatan anggota keluarga mereka lain di dalam rumah sebagai motivasi yang kuat untuk berhenti merokok atau tidak merokok di dalam rumah.

Mengurangi risiko menjadi perokok pasif

Jika seorang perokok tidak mau atau tidak dapat berhenti merokok dengan segera, ada beberapa tips untuk membantu melindungi kesehatan orang-orang yang tinggal bersamanya, antara lain:
  • Jadikan rumah bebas rokok. Membatasi mereka hanya untuk merokok di satu atau dua ruangan tertentu bukan merupakan solusi karena asap rokok dapat dengan mudah mengalir ke seluruh rumah.
  • Pastikan hanya merokok di luar rumah.
  • Jadikan mobil bebas rokok. Penumpang lainnya masih akan terpapar asap rokok meskipun kaca mobil sudah dibuka.
  • Jangan pernah izinkan merokok di ruangan tertutup dimana orang lain juga beraktivitas di ruangan tersebut, seperti garasi dan gudang.
  • Cobalah untuk tidak mengajak anak-anak ke area luar ruangan atau tempat dimana orang-orang merokok.
  • Pastikan orang yang menjaga anak dan semua tempat yang dikunjungi anak bebas dari asap rokok.

Article Resources
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/passive-smoking
  • http://www.depkes.go.id/resources/download/general/UU%20Nomor%2036%20Tahun2%20009%20tentang%20Kesehatan.pdf
  • Gambar: https://www.isglobal.org/documents/10179/5164457/Cigarette+smoke/dd1105fa-0428-45ca-beb2-20bc7f9a7982?t=1470238778000

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer