Mitos dan Fakta Tentang Menopause

Sunday, April 01, 2018

Menopause atau mati haid merupakan peristiwa biologis alami dalam kehidupan seorang wanita, yakni ketika haidnya berhenti. Selain karena bagian normal dari penuaan, menopause juga dapat terjadi akibat tindakan medis, misalnya sebagai akibat dari kemoterapi dan atau operasi pengangkatan ovarium (indung telur) wanita.

Menopause tidak hanya terjadi ketika wanita berusia 50-an tahun, tapi juga dapat terjadi pada wanita yang berusia kurang dari 40 tahun. Berikut ini adalah mitos dan fakta menopause.

Mitos : Hot flashes adalah satu-satunya gejala menopause

Hot flashes atau juga hot flush, adalah perasaan cepat panas dan kadang-kadang sampai memerah, ditandai dengan wajah memerah dan berkeringat. Wanita yang menopause juga mungkin mengalami gejala lain seperti:
  • Berkeringat di malam hari
  • Sakit kepala
  • Sensasi gatal di bawah kulit
  • Sering lupa
  • Sensitif dan gampang marah
  • Libido menurun
  • Lelah
  • Sulit tidur atau tidur tidak nyenyak
  • Sering kemih
  • Vagina kering dan rasa tidak nyaman dalam hubungan intim.

Mitos : Setelah menopause, tidak perlu lagi menggunakan kontrasepsi

Direkomendasikan bahwa wanita menggunakan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan hingga satu tahun setelah menopause jika berusia diatas 50 tahun, namun jika berusia di bawah 50 tahun maka direkomendasikan sampai 2 tahun setelah menopause.

Mitos : Menopause adalah peristiwa singkat

Mulainya masa menopause tidak seperti masa mulainya menstruasi. Menopause tidak terjadi secara tiba-tiba atau haid berhenti seketika. Bisa terjadi perubahan periode menstruasi selama beberapa tahun sebelum akhirnya berhenti.

Banyak wanita yang berpikir bahwa menopause adalah peristiwa singkat, dan setelah menstruasi mereka berhenti maka gejala-gejala yang menyertainya juga hilang serentak. Sebenarnya gejala awal hanyalah transisi dan bisa berlangsung bertahun-tahun.

Mitos : Terapi penggantian hormon berbahaya

Antara tahun 2000 dan 2004 banyak publikasi negatif tentang kemungkinan risiko terapi penggantian hormon (TPH). Risikonya memang ada, tetapi sebagian besar ahli sekarang setuju bahwa jika TPH digunakan untuk jangka pendek selama tidak lebih dari 5 tahun, maka manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

TPH akan meringankan hot flashes, mengurangi kekeringan vagina, meningkatkan libido dan mengurangi risiko patah tulang terkait osteoporosis.

TPH dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker ovarium. Namun, TPH bukanlah penyebab kanker payudara melainkan akan meningkatkan pertumbuhan sel kanker yang sudah ada. Secara keseluruhan, manfaat TPH lebih besar daripada risikonya.

Mitos : Gejala menopause hanya mempengaruhi fisik

Memang benar bahwa gejala menopause yang paling umum adalah hot flashes disamping gejala lainnya, tetapi menopause juga dapat membawa perubahan emosional juga. Perasaan sedih dan cemas seringkali dianggap biasa, padahal itu merupakan gejala dari menopause.

Mitos : Menopause membuat gemuk

Memang benar bahwa wanita dalam masa menopause cenderung bertambah berat badan karena metabolisme mereka menurun dan begitu juga dengan massa otot mereka. Jadi faktanya adalah untuk mempertahankan berat tubuhnya, wanita di masa menopause membutuhkan lebih sedikit kalori dari sebelumnya.

Mitos : Menopause tidak butuh perawatan

Sebagian wanita yang mengalami menopause secara alami tidak memerlukan pengobatan medis untuk mengatasi gejala mereka. Sedangkan sebagian lainnya mungkin butuh perawatan, khususnya wanita yang menopause sebelum waktunya.

Terapi hidup sehat, alami, komplementer, dan pengobatan lain dapat membantu mengatasi gejala menopause. Sebagai contoh:
  • Terapi herbal dan fitoestrogen
  • Terapi penggantian hormon (TPH)
  • Obat anti-depresan
  • Obat lain - seperti clonidine (digunakan untuk tekanan darah tinggi) dan gabapentin (digunakan untuk nyeri kronis dan epilepsi).

Article Resources
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/myths-and-facts-menopause
  • https://www.webmd.boots.com/menopause/features/menopause-myths-facts

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer