Kebutuhan dan Mengurangi Asupan Garam

Saturday, December 20, 2014
Garam

Garam merupakan zat yang sangat diperlukan oleh tubuh, namun terkadang tanpa disadari seseorang mengonsumsi garam terlalu banyak. Artikel ini menjelaskan mengapa tidak baik mengonsumsi garam secara berlebihan dan bagaimana cara membatasi asupan garam.

Apa itu garam?

Garam adalah zat kimia dengan nama ilmiah natrium klorida. Garam berbentuk kristal putih yang biasanya dijual dalam dua bentuk, kristal besar (garam kasar) dan kristal pasir (garam halus). Namun kenyataannya sebagian besar garam yang masuk ke dalam tubuh kita ternyata bukan berasal dari makanan di rumah, melainkan berasal dari jajanan di luar rumah. Berhati-hatilah, makanan-makanan restoran terkadang mengandung garam yang tinggi. Bahkan garam dapat ditemukan di makanan yang tidak Anda sangka-sangka, seperti kue, biskuit dan roti.

Mengapa kita membutuhkan garam?

Dua komponen pembentuk garam yaitu natrium dan klorida, yang mana keduanya sangat dibutuhkan untuk berbagai proses tubuh. Natrium berguna untuk kesehatan saraf dan menjaga agar otot-otot Anda dapat berkontraksi. Sedangkan klorida ibarat jus bagi lambung dan usus yang membantu mencerna makanan. Natrium dan klorida akan memepertahankan cairan tubuh agar tetap seimbang.

Garam dan kesehatan?

Diet tinggi natrium akan meningkatkan risiko terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi. Tekanan darah intinya adalah ukuran kekuatan pembuluh darah, yang mendistribusikan nutrisi ke seluruh tubuh yang akhirnya membuat Anda tetap hidup.

Jika di dalam tubuh terdapat banyak natrium, tubuh akan berusaha menahan cairan untuk mencoba mencairkan natrium. Hal ini akan meningkatkan jumlah cairan dalam tubuh Anda, dan meningkatkan volume darah atau dengan kata lain pembuluh darah membawa lebih banyak cairan. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah bekerja ekstra sehingga terjadi peningkatan tekanan darah di dalam dinding pembuluh darah.

Jika seseorang sudah terkena tekanan darah tinggi, maka akan lebih mudah baginya untuk terkena penyakit-penyakit serius lainnya, seperti penyakit jantung, stroke, bahkan gagal jantung.

Berapa banyak garam yang kita butuhkan?

Kita hanya membutuhkan garam dalam jumlah kecil. Usahakan agar tidak mengonsumsi lebih dari 6 gram garam setiap hari - sekitar satu sendok teh. Ini setara dengan sekitar 2,3 gram natrium perhari. Sebenarnya cukup sulit untuk membatasi asupan garam, terutama bagi mereka yang sering jajan diluar.

Kebutuhan garam pada anak-anak tentu lebih kecil dari pada orang dewasa. Sebagian ahli kesehatan malah menyarakan agar tidak menambahkan garam dalam makanan mereka. Bayi seharusnya hanya mengonsumsi garam dalam jumlah yang sangat sedikit, hal ini karena ginjal mereka yang memang belum mampu mengolah garam dalam jumlah besar. Ketika bayi sudah mengonsumsi makanan padat, lebih baik jangan tambahkan garam. Juga dan yang terpenting, jangan sampai memberi bayi Anda makanan yang secara khusus tidak cocok untuk bayi, karena bisa saja makanan tersebut mengandung tinggi garam.

Mengurangi asupan garam

Ketika Anda membeli makanan kemasan, periksa labelnya (komposisi) dan lihat seberapa banyak garam dalam takaran saji per 100 gram. Jika dalam 100 gram mengandung 1,5 gram garam, maka ini termasuk tinggi. Makanan seperti itu boleh saja dimakan, tapi jangan sering. Yang tergolong sehat adalah apabila dalam sajian per 100 gram hanya mengandung sekitar 0,3 gram garam atau kurang.

Namun sayangnya, tidak semua produk menjelaskan berapa kadar garam yang dikandungnya. Sebagian besar produk hanya menjelaskan jumlah natrium yang dikandungnya, jadi kalikan saja jumlah natriumnya dengan 2,5 (untuk sajian per 100 gram).

Beberapa tips untuk mengurangi asupan garam:
  • Kurangi mengonsumsi makanan olahan, karena makanan ini umumnya mengandung banyak garam - makanlah makanan segar sebisa mungkin.
  • Cobalah bumbui makanan Anda dengan bumbu dapur selain garam, seperti bawang putih, merica, rempah-rempah atau perasan lemon.
  • Cicipi dulu makanan yang sudah disajikan, mungkin sudah cukup lezat - jangan lagi menambah garam tambahan.
  • Waspada dengan saus yang terkadang tinggi garam,  seperti saus tomat dan saus pasta.
Gambar via blog.fairwaymarket.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.